Anda di halaman 1dari 2

IBUPROFEN

Ibuprofen adalah sejenis obat yang tergolong dalam kelompok antiperadangan non-steroid
(nonsteroidal anti-inflammatory drug) dan digunakan untuk mengurangi rasa sakit akibat artritis.
Ibuprofen juga tergolong dalam kelompok analgesik dan antipiretik. Obat ini dijual dengan merk
dagang] Advil, Motrin, Nuprin, dan Brufen.
Farmakokinetik
Untuk antipiretik, konsentrasi serum 10 mg/L (48mol/L). konsentrasi serum diatas 200 mg/L
(971 mol/L) setelah pemberian menimbulkan toksisitas berat seperti apnea, asidosis metabolic,
dan koma.
Nasib obat, dengan cepat diabsorbsi dari GI dan bioavaibilitasnya lebih dari 80%. Konsentrasi
puncak pada anak-anak 17-42 mg/L (121-257 mol/L) setelah pemberian dosis 10 mg/kgBB
dicapai pada 1,1 0,3 jam. Lebih dari 99% berikatan dengan protein plasma, dan dimetabolisme
paling tidak menjadi 2 metabolit tidak aktif. Volume distribusi 0.15 0.02 L/kg, meningkat pada
cystic fibrosis. Klirens 0.045 0.012 L/jam/kg, meningkat pada cystic fibrosis. Kurang dari 1%
diekskresikan dalam bentuk tidak berubah. Waktu paruh 2 0.5 jam.
Cara Kerja Obat
Ibuprofen merupakan derivat asam fenil propionat dari kelompok obat antiinflamasi non steroid.
Senyawa ini bekerja melalui penghambatan enzim siklo-oksigenase pada biosintesis
prostaglandin, sehingga konversi asam arakidonat menjadi PG-G2 terganggu.
Prostaglandin berperan pada patogenesis inflamasi, analgesia dan demam. Dengan demikian
maka ibuprofen mempunyai efek antiinflamasi dan analgetik-antipiretik.
Khasiat ibuprofen sebanding, bahkan lebih besar dari pada asetosal (aspirin) dengan efek
samping yang lebih ringan terhadap lambung.
Pada pemberian oral ibuprofen diabsorbsi dengan cepat, berikatan dengan protein plasma dan
kadar puncak dalam plasma tercapai 1-2 jam setelah pemberian. Adanya makanan akan
memperlambat absorbsi, tetapi tidak mengurangi jumlah yang diabsorbsi. Metabolisme terjadi di
hati dengan waktu paruh 1,8-2 jam. Ekskresi bersama urin dalam bentuk utuh dan metabolik
inaktif, sempurna dalam 24 jam.
Indikasi
meringankan gejala arthritis rematoid, osteoarthritis, nyeri yang sedang sampai berat,
dismenorhea primer, dan menurunkan demam. Tidak digunakan untuk : pengobatan arthritis
rematoid pada anak-anak, terbakar sinar matahari, resisten agne vulgaris.
Interaksi
Menurunkan efek dari antihipertensi,beta bloker, diuretik, dan hidralazin. Meningkatkan
konsentrasi digoksin dalam serum,metotreksat, juga meningkatkan level Litium karena
penurunan kliren litium pada ginjal. Mungkin mnyebabkan pendarahan pada GI, dan dapat
meningkatkan resiko pendarahan setelah pemberian antikoagulan.
Reaksi merugikan
Membahayakan pada lambung, diare, mual, pening (dizziness), kadang terjadi ruam pada kulit.
Ulkus pada GI resiko tinggi pada dosis besar dan orang tua dan juga menyebabkan retensi cairan.
Kadang menimbulkan disfungsi ginjal, terutama pada pasien gangguan ginjal, CHF atau sirosis.
Sedikit meningkatkan waktu pendarahan, meningkatkan enzim liver, limpopenia, agranulasitosis,
anemia aplastik, dan jarang ditemukan aseptic meningitis.