Anda di halaman 1dari 17

Analisis Akuntansi Recasting Laporan

Keuangan
Analisis akuntansi adalah kegiatan yang dilakukan sebelum seorang yang akan melakukan analisis
keuangan atas laporan keuangan perusahaan. Analisis akuntansi dilakukan karena beberapa faktor
berikut ini.

Standar akuntansi, dalam standar akuntansi terdapat prinsip-prinsip yang menyebabkan laporan
keuangan tidak mencerminkan realitas ekonomi yang ada. Akibatnya laporan keuangan tidak
mencerminkan keadaan sebenarny. Contohnya penggunaan prinsip historical cost dalam akuntansi
menyebabkan aktiva dinilai berdasarkan nilai pada saat perolehan padahal nilainya saat ini sudah
berubah.
Dalam akuntansi banyak menggunakan estimasi yang ditentukan oleh manajemen. Adakalanya
estimasi yang dilakukan tidak akurat sehingga menyebabkan angka dalam laporan keuangan menjadi
salah atau tidak mencerminkan realitas ekonomi.
Karakteristik kualitatif laporan keuangan telah ditetapkan dalam kerangka dasar penyusunan dan
penyajian laporan keuangan, namun diantara karakteristik kualitatif sering terdapat benturan. Sebagai
contoh penggunaan konsep reliable dan relevance. Jika mengutamakan reliable maka prinsip historical
cost lebih reliable karena harga perolehan dapat diverifikasi, namun nilainya tidak menunjukkan nilai
ekonomis terkini aset tersebut sehingga kehilangan relevansi.
Earning management merupakan praktek yang membuat laporan keuangan dapat bias karena
disajikan menurut tujuan dari penyusunnya. Earning manajemen adalah tindakan yang dibolehkan
karena masih berdasarkan standar ataupun tindakan yang dilarang karena melanggar standar dalam
upaya manajemen mengatur kinerja keuangan untuk tujuan memenuhi kontrak atau ketentuan
tertentu.
Mengingat kelemahan tersebut, maka sebelum laporan keuangan dianalisis harus dilakukan
penyesuaian-penyesuaian angka-angka laporan keuangan. Kegiatan ini disebut recasting karena kita
menyusun ulang laporan keuangan sebelum analisis rasio dan analisis yang lain dilakukan.
BAB IX ANALISIS LAPORAN
KEUANGAN INTERNASIONAL
1. KESULITAN-KESULITAN ANALISIS STRATEGI BISNIS INTERNASIONAL
DENGAN STRATEGI DASAR UNTUK PENGUMPULAN INFORMASI
Analisis Strategi Bisnis Internasional
Analisis dan penilaian keuangan internasional ditandai dengan banyaknya kontradiksi. Disatu
sisi, begitu cepatnya proses harmonisasi standar akuntansi telah mengarah pada semakin
meningkatnya daya banding informasi keuangan di seluruh dunia.
Analisis strategi bisnis merupakan langkah penting pertama dalam analisis laporan keuangan.
Analisis ini memberikan pemahaman kualitatif atas perusahaan dan para pesaingnya terkait
dengan lingkungan ekonominya. Dengan mengidentifikasi faktor pendorong laba dan resiko
usaha yang utama, analisis strategi bisnis atau usaha akan membantu para analis untuk membuat
peramalan yang realistis.
Kesulitan-kesulitan analisis strategi bisnis internasional:
a. Ketersediaan informasi
Analisis strategi usaha sulit dilakukan khususnya di beberapa Negara karena kurang andalnya
informasi mengenai perkembangan makro ekonomi. Memperoleh informasi mengenai industry
juga sukar dilakukan di banyak Negara dan jumlah serta kualitas informasi perusahaan sangat
berbeda-beda. Ketersediaan informasi khusus mengenai perusahaan sangat rendah di Negara
berkembang. Akhir-akhir ini banyak perusahaan besar yang melakukan pencatatan dan
memperoleh modal di pasar luar negeri telah memperluas pengungkapan mereka dan secara suka
rela beralih ke prinsip akuntansi yang diakui secara global seperti standar pelaporan keuangan
internasional.
b. Rekomendasi untuk melakukan analisis
Keterbatasan data membuat upaya untuk melakukan analisis strategi usaha dengan
menggunakan metode riset tradisional menjadi sukar dilakukan. Seringkali sering dilakukan
perjalanan untuk mempelajari iklim bisnis setempat dan bagaimanan industry dan perusahaan
sesungguhnya beroperasi, khususnya di Negara-negara pasar berkembang.

2. LANGKAH-LANGKAH ANALISIS AKUNTANSI
Tujuan analisis akuntansi adalah untuk menganalisis sejauh mana hasil yang dilaporkan
perusahaan mencerminkan realitas ekonomi. Para analis perlu untuk mengevaluasi kebujakan
dan estimasi akuntansi, serta menganalisis sifat dan ruang lungkup fleksibilitas akuntansi suatu
perusahaan. Para manajer perusahaan diperbolehkan untuk membuat banyak pertimbangan yang
terkait dengan akuntansi, karena merekalah yang tahu lebih banyak mengenai kondisi operasi
dan keuangan perusahaan mereka. Laba yang dilaporkan seringkali digunakan sebagai dasar
evaluasi kinerja manajemen mereka.
Langkah-langah dalam melakukan evalusai kualitas akuntansi suatu perusahaan:
a. Identifikasikan kebijakan akuntansi utama
b. Analisis fleksibilitas akuntansi
c. Evaluasi strategi akuntansi
d. Evaluasi kualitas pengungkapan
e. Indentifikasikan potensi terjadinya masalah
f. Buatlah penyesuaian atas distorsi akuntansi.

3. PENGARUH ANALISIS AKUNTANSI TERHADAP AKUNTANSI ANTAR NEGARA
DAN KESULITANNYA DALAM MEMPEROLEH INFORMASI YANG DIPERLUKAN
Analisis keuangan mencakup berbagai wilayah yuridiksi. Sebagai contoh, seorang analis
mungkin beberapa kali melakukan studi terhadap sebuah perusahaan yang berada di luar Negara
asalnya atau membandingkan perusahaan yang berasal dari dua Negara atau lebih. Sejumlah
Negara yang memilki perbedaan yang sangat besar dalam praktik akuntansi, kualitas
pengungkapan, system hukum dan undang undang, sifat dan ruang lingkup resiko usaha, dan
cara untuk menjalankan usaha.
Perbedaan ini berarti alat analisis yang sangat efektif di satu wilayah menjadi kurang efektif
di wilayah lain. Para analis juga sering menghadapi tantangan besar untuk memperoleh informasi
yang kredibel. Di kebanyakan Negara pasar yang berkembang, para analis keuangan sering
memiliki tingkat keyakinan atau keandalan yang terbatas.

4. MEKANISME UNTUK MENGATASI PERBEDAAN PRINSIP AKUNTANSI ANTAR
NEGARA
Dalam mengatasi perbedaan prinsip Akuntansi Antar Negara dapat dilakukan dengan beberapa
pendekatan seperti:
a. Beberapa analis menyajikan ulang ukuran akuntansi asing menurut sekelompok prinsip yang
diakui secara internasional, atau sesuai dengan dasar lain yang lebih umum.
b. Beberapa yang Lain mengembangkan pemahaman yang lengkap atas praktik akuntansi di
sekelompok negara tertentu dan membatasi analisis mereka terhadap perusahaan perusahaan
yang berlokasi di Negara Negara tersebut.


4. Kesulitan Memperoleh Informasi Akuntansi Internasional

Dalam memperoleh data Akuntansi Internasional terdapat beberapa kesulitan, antara lain:
a. Penyesuaian depresiasi Beban depresiasi akan mempengaruhi keuntungan, maka perlu
diperhatikan umur dari fungsi aktiva yang harus diputuskan manajemen.
b. Penyesuaian persediaan LIFO ke FIFO Persediaan harus dikonversikan dalam metode FIFO
c. Cadangan Cadangan adalah kemampuan perusahaan untuk membayar atau menutup
pengeluaran untuk menghapus beban.
d. Reformulasi Laporan Keuangan Penyesuaian dari beberapa perubahan setelah adanya
beberapa perhitungan pada point-point tsb di atas.

5. KESULITAN DAN KELEMAHAN DALAM ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
INTERNASIONAL
Akses Informasi
Informasi mengenai ribuan perusahaan dari seluruh dunia telah tersedia secara lugas dalam
beberapa tahun terakhir. Sumber informasi dalam jumlah yang tak terhitung banyaknya muncul
melalui World Wide Web. Perusahaan di seluruh dunia saat ini memiliki sites Web dan laporan
tahunannya tersedia secara cuma-cuma dari berbagai sumber interact dan lainnya.
Sumber informasi lain yang juga berharga adalah (1) publikasi pemerintah, (2) organisasi riset
ekonomi, (3) organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-bangsa, (4) organisasi
akuntansi, audit, dan pasar surat berharga.
Ketepatan Waktu Informasi
Ketepatan waktu laporan keuangan, laporan tahunan, laporan kepada pihak regulator, dan siaran
pers yang menyangkut laporan akuntansi berbeda-beda di tiap negara.
Perbedaan dalam ketepatan waktu informasi akuntansi menambah beban para pembaca laporan
keuangan perusahaan asing. Beban ini semakin besar untuk perusahaan-perusahaan yang
memiliki lingkungan yang senantiasa berubah-ubah. Agar penilaian yang dilakukan dapat
bermakna, diperlukan penyesuaian terus-menerus atas jumlah yang di-laporkan, dengan
menggunakan alat yang konvensional ataupun tidak konvensional.
Pertimbangan Mata Uang Asing
Akun-akun yang berdenominasi dalam mata uang asing membuat para analis menghadapi dua
jenis permasalahan yaitu :
1. Berkaitan dengan kemudahan pembaca
2. Menyangkut isi informasi.
Sebagian besar perusahaan di seluruh dunia menetapkan denominasi akun-akun keuangannya
dalam mata uang domisili nasional mereka. Bagi seorang pembaca dari AS yang terbiasa dengan
dolar, analisis akun-akun yang dinyatakan dalam euro dapat menimbulkan kebingungan.
Jawaban yang umum untuk mengatasinya adalah dengan mentranslasikan saldo-saldo dalam
mata uang asing ke dalam mata uang domestik.
Apabila laporan yang telah ditranslasikan memberikan kemudahan bagi para pembaca dalam
melihat akun-akun mata uang asing dalam suatu mata uang yang telah dikenal umum, maka
dapat timbul gambaran yang sebenarnya mengalami distorsi. Secara khusus, perubahan kurs
valuta asing dan prosedur akuntansi secara bersamaan sering kali menghasilkan nilai ekuivalen
dalam mata uang domestik yang bertentangan dengan peristiwa yang mendasarinya.

6. PENGGUNAAN WEBSITE UNTUK MEMPEROLEH INFORMASI PENELITIAN
PERUSAHAAN
a. Mayoritas perusahaan memiliki Web site tersendiri dan mayoritas memanfaatkan homepage
mereka untuk menginformasikan informasi keuangan terutama laporan keuangan pokok yaitu
neraca dan laba rugi. Tidak banyak, kurang dari 40% perusahaan yang memberikan informasi
keuangan tambahan (catatan atas laporan keuangan, pendapat auditor dan analisis manajemen).
b. Mayoritas perusahaan hanya memberikan duplikasi informasi atau sebagian dari informasi hard
copy laporan historis yang diubah dalam bentuk hypertext atau format pdf.
c. Tidak banyak perusahaan yang benar-benar memanfaatkan fitur-fitur Internet secara optimal.
Hal ini terbukti, kurang dari 10% dari perusahaan sampel yang menyampaikan informasi
mengenai pergerakan saham. Disamping itu, meskipun mayoritas home page menampilkan press
release, tetapi kurang dari 35% yang melakukan update atas informasi yang ditampilkan.
d. Mayoritas perusahaan telah menggunakan teknologi yang cukup maju. Hal ini dibuktikan
dengan kecepatan menampilkan informasi (94%), penggunaan aplikasi JAVA untuk
mempercantik tampilan, penggunaan hyperlinks dan external links dalam home pagenya.
Disamping itu, mayoritas tampilan (interface) dari perusahaan sampel sudah terstruktur dengan
baik.
ANALISIS RASIO LAPORAN KEUANGAN
Kal ini saya akan membahas tentang analisis perusahaan, semoga bermanfaat
Dalam mengadakan interprestasi dan analisa laporan keuangan suatu perusahaan, seorang
penganalisa finansiil memerlukan adanya ukuran tertentu. Ukuran yang sering digunakan dalam
analisa adalah rasio. Rasio sebenarnya hanyalah alat yang dinyatakan dalam aritmatical
terms yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antara dua macam data finansiil.
Rasio finansial atau Rasio Keuangan merupakan alat analisis keuangan perusahaan untuk
menilai kinerja suatu perusahaan berdasarkan perbandingan data keuangan yang terdapat pada
pos laporan keuangan (neraca, laporan laba/rugi, laporan aliran kas). Rasio menggambarkan
suatu hubungan atau perimbangan (mathematical relationship) antara suatu jumlah tertentu
dengan jumlah yang lain.
Fungsi analisis rasio adalah
1. Digunakan untuk membimbing investor dan kreditor untuk membuat keputusan atau
pertimbangan tentang pencapaian perusahaan dan prospek pada masa datang.
2. Untuk menilai risiko dan peluang pada masa yang akan datang.

Dalam mengadakan analisa rasio pada dasarnya dapat melakukan dengan 2 macam cara
perbandingan, yaitu :
1. Membandingkan rasio sekarang (present ratio) dengan rasio-rasio dari waktu-waktu yang lalu
(ratio historis)
2. Membandingkan rasio-rasio dari suatu perusahaan (company ratio) dengan rasio-rasio semacam
dari perusahaan lain yang sejenis atau industry untuk waktu yang sama.

MACAM-MACAM RATIO
Rasio-rasio dapat digolongan menjadi 3 golongan, yaitu :
1. Rasio-rasio Neraca (Balance sheet ratios) ialah rasio-rasio yang disusun dari data yang berasal
dari neraca, misalnya current ratio.
2. Rasio-rasio Laporan Rugi & Laba (income statement ratios) ialah rasio-rasio yang disusun dari
data yang berasal dari income statement, misalnya gross profit margin.
3. Rasio-rasio antar-laporan (Inter-statement ratios) ialah rasio-rasio yang disusun dari data yang
berasal dari Neraca dan data lainnya berasal dari Income statement, misalnya assets turnover.

Sementara itu macam-macam rasio terbagi menjadi :
1. Rasio Likuiditas adalah rasio-rasio yang dimaksudkan untuk mengukur likuiditas perusahaan
2. Ratio Leverage adalah rasio-rasio yang dimaksudkan untuk mengukur sampai seberapa jauh
aktiva perusahaan dibiayai dengan utang
3. Rasio-rasio Aktivitas yaitu rasio-rasio yang dimaksudkan untuk mengukur sampai seberapa
besar efektivitas perusahaan dalam mengerjakan sumber-sumber dananya
4. Rasio-rasio Profitabilitas yaitu rasio-rasio yang menunjukkan hasil akhir dari sejumlah
kebijaksanaan dan keputusan-keputusan
Analisis Rasio Keuangan
Posted by: Maafkan Aku Bila Mencintamu.. on: 10 Juni 2011
In: Tak Berkategori
Tinggalkan Sebuah Komentar
Pengertian Rasio Keuangan
Rasio merupakan alat ukur yang digunakan perusahaan untuk mengenalisis laporan keuangan. Rasio
menggambarkan suatu hubungan atau pertimbangan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah
yang lain. Dengan menggunkan alat analisa berupa rasio keuangan dapat menjelaskan dan
memberikan gambaran kepada penganalisa tentang baik atau buruknya keadaan atau posisi keuangan
suatu perusahaan dari suatu period eke periode berikutnya.
Analisis rasio keuangan adalah analisis yang menghubungkan perkiraan neraca dan laporan laba rugi
terhadap satu dengan lainnya, yang memberikan gambaran tentang sejarah perusahaan serta
penilaian terhadap keadaan suatu perusahaan tertentu. Analisis rasio keuangan memungkinkan
manajer keuangan meramalkan reaksi para calon investor dan kreditur serta dapat ditempuh untuk
memperoleh tambahan dana. (Zaki Baridwan, 1997 :17)
Suatu rasio tidak memiliki arti dalam dirinya sendiri, melainkan harus diperbandingkan dengan rasio
yang lain agar rasio tersebut menjadi lebih sempurna dan untuk melakukan analisis ini dapat dengan
cara membandingkan prestasi suatu periode dengan periode sebelumnya sehingga diketahui adanya
kecenderungan selam periode tertentu, selain itu dapat pula dilakukan dengan membandingkan
dengan perusahaan sejenis dalam industri itu sehingga dapat diketahui bagaimana keuangan dalam
industri.
Dalam mengadakan interpretasi dan analisis laporan keuangan suatu perusahaan, seorang
penganalisis memerlukan adanya ukuran atau yardstick tertentu. Ukuran yang sering digunakan
dalam analisis keuangan adalah rasio. Pengertian rasio sebenarnya hanyalah alat yang dinyatakan
dalam aritmatical terms yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antara dua macam
data keuangan. Macamnya rasio banyak sekali, karena dapat dibuat menurut kebutuhan penganalisis.
Menurut Bambang Riyanto (1992 : 329), analisis rasio keuangan adalah proses penentuan operasi
yang penting dan karakteristik keuangan dari sebuahperusahaan dari data akuntansi dan laporan
keuangan. Tujuan dari analisis ini adalah untuk menentukan efisiensi kinerja dari manajer perusahaan
yang diwujudkan dalam catatan keuangan dan laporan keuangan.
Dalam menggunakan analisis rasio keuangan pada dasarnya dapat melakukannya dengan dua macam
perbandingan, yaitu :
Membandingkan rasio sekarang (present ratio) dengan rasio-rasio dari waktu yang telah lalu
(histories ratio) atau dengan rasio-rasio yang diperkirakan untuk waktu yang akan dating dari
perusahaan yang sama.
Membandingkan rasio-rasio dari suatu perusahaan dengan rasio-rasio sejenis dari perusahaan yang
lain yang sejenis.
Dengan demikian manfaat suatu angka rasio sepenuhnya tegantung kepada kemampuan / kecerdasan
penganalisis data menginterprestasikan data yang bersangkutan.
Keuanggulan Dan Keterbatasan Analisis Rasio Keuangan
Analisis rasio ini memiliki keuanggulan disbanding teknik analisis lainnya. Keuanggulan tersebut
seperti diuraikan oleh Sofyan Syafii Harahap (1998 : 298) antara lain :
1. Rasio merupakan angka-angka dan ikhtisar statistic yang lebih mudah dibaca dan ditafsirkan.
2. Merupakan pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan laporan keuangan yang
sangat rinci dan rumit.
3. Mengetahui posisi perusahaan di tengah industri lain
4. Sangat bermanfaat untuk bahan dalam mengisi model-model pengambilan keputusan dan model
prediksi.
5. Menstandarisir ukuran perusahaan
6. Lebih mudah memperbandingkan perusahaandengan perusahaan lain atau melihat perkembangan
perusahaan secara periodic atau time series.
7. Lebih mudah melihat trend perusahaan serta melakukan prediksi di masa yang akan dating.
Disamping keunggulan yang dimiliki analisis rasio ini, teknik ini juga memiliki beberapa keterbatasan
yang harus disadari sewaktu penggunaannya agar kita tidak salah dalam penggunaannya.
Adapun keterbatasan analisis rasio menurut Sofyan Syofii Harahap (1998 : 298) ini antara lain :
a. Kesulitan dalam memilih rasio yang tepat yang dapat digunakan untuk kepentingan pemakainya
b. Keterbatasan yang dimiliki laporan keuangan juga menjadi keterbatasan analisis ini seperti :
1. Bahan perhitungan rasio atau laporan keuangan itu banyak mengandung taksiran yang dapat dinilai
biasa atau objektif.
2. Nilai yang terkandung dalam laporan keuangan dari rasio adalah nilai perolehan ( cost ) bukan
harga pasar.
3. Klasifikasi dalam laporan keuangan bisa berdampak pada angka rasio.
4. Metode pencatatan yang tergambar dalam standar akuntansi bisa diterapkan berbeda oleh
perusahaan yang berbeda.
c. Jika data untuk menghitung rasio tidak tersedia maka akan menimbulkan kesulitan menghitung
rasio.
d. Jika data yang tersedia tidak sinkron maka akan kesulitan dalam menghitung rasio.
e. Jika dua atau lebih perusahaan dibandingkan teknik dan metode yang digunakan berbeda maka
perbandingan dapat menimbulakn kesalahan.
Rasio keuangan merupakan alat yang sangat berguna, namun mempunyai beberapa keterbatasan dan
harus digunakan dengan hati-hati. Rasio-rasio tersebut terbentuk dari penfsiran dengan cara
menggabungkan beberapa rasio yang ada menjadi suatu model peramalan yang berarti yaitu model
yang disebut analisis diskriminan. Analisis diskriminan ini menghasilkan suatu index yang
memungkinkan penggolongan suatu observasi ke dalam satu kelompok yang telah ditetapkan terlebih
dahulu, sehingga dengan model ini dapat diukur prospek sutu perusahaan.
Pemakai Rasio Keuangan
Analisis yang berbeda akan memilih jenis rasio yang berlainan, tergantung pada siapa yang
menggunakan rasio tersebut. Menurut Budi Rahardjo (1992 : 12) menyatakan bahwa pengguna rasio
keuangan dapat dibedakan menjadi :
a. Intern, yaitu manajemen itu sendiri untuk mengetahui perkembangan perusahaan maupun posisi
relative terhadap perusahaan sejenis dlam industry yang sama.
b. Ekstern, yaitu dapat dibedakan menjadi :
1. Kreditur yang memberikan pinjaman kepada perusahaan yang dapat diklasifikasikan menjadi :
krediturjangka pendek dan kreditur jangka panjang. Kreditur jangka pendek merupakan orang atau
lembaga keuangan yang member pinjaman kepada perusahaan dalam jangka pendek atau yang
pinjam akan segera jatuh tempo (tahun ini). Kreditur jangka pendek ini akan lebih menekankan pada
kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya atau lebih tertarik pada
likuiditas. Kreditur jangka panjang merupakan orang atau lembaga keuangan yang memberikan
pinjaman jangka panjang atau memegang obligasi yang dikeluarkan perusahaan. Kreditur jangka
panjang akan menekankan pada kelangsungan pembayaran bunga maupun pokok pinjaman. Mereka
lebih menekannkan pada likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas.
2. Investor atau pemegang saham sebagai tambahan terhadap likuiditas. Penanam modal (pemilik
perusahaan) juga memperhitungkan kebijakan perusahaan yang mempengaruhi harga saham
perusahaan tersebut di pasaran.
Penggunaan Rasio Keuangan
Pada dasarnya macam atau jumlah angka-angka rasio banyak sekali karena rasio dapat dibuat
menurut kebutuhan penganalisis. Namun demikian angka-angka rasio yang pada dasarnya dapat
digolongkan menjadi dua kelompok (Munawir, 1992 : 68), yaitu :
a. Penggolonagn berdasarkan sumber data
1. Rasio-rasio neraca (balance sheet rasio), yaitu rasio-rasio yang disususn dari data yang bersumber
atau yang berasal dari neraca.
2. Rasio-rasio laporan laba rugi (income statement ratio), yaitu rasio yang disusun dari data yang
berasal dari laporan laba rugi.
3. Rasio-rasio antar laporan (intern statement ratio), yaitu rasio-rasio yang disusun dari data yang
berasal dari neraca dan data yang berasal dari laporan laba rugi.
b. Penggolongan berdasarkan tujuan penganalisis
1. Rasio likuiditas
2. Rasio solvabilitas
3. Rasio rentabilitas
4. Dan rasio lain yang sesuai dengan kebutuhan penganalisis
Menurut Mamduh M. Hanafi (1996 : 75) rasio keuangan dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Rasio likuiditas, yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka
pendeknya.
2. Rasio aktivitas, yang menunjukkan sejauh mana efektivitas penggunaan aset dengan melihat
tingkat aktivitas aset.
3. Rasio solvabilitas, mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka
panjangnya.
4. Rasio profitabilitas, melihat kemampuan perusahaan menghasilkan laba.
Kesehatan Bank (Rasio CAMEL)
Rasio CAMEL adalah menggambarkan suatu hubungan atau perbandingan antara suatu jumlah
tertentu dengan jumlah yang lain. dengan analisis rasio dapat diperoleh gambaran baik buruknya
keadaan atau posisi keuangan suatu bank.
Pada tahun 1966. Beaver melaporkan sebuah studi yang membandingkan masing-masing rasio
perusahaan bangkrut dengan perusahaan tidak bangkrut yang dilakukannya terhadap kondisi lima
tahun sebelum kebangkrutan. Beaver menggunkan pendekatan univariate dimana kemampuan
memprediksi kegagalan perusahaan dengan rasio-rasio yang dianalisa satu per satu.
Penelitian lanjutan yang memanfaatkan analisa rasio keuangan dalam memprediksi kegagalan
perusahaan dilaporkan oleh Edward I Altman pada tahun 1968. Altman menggunkan metode Multiple
Diskriminant Analysis dengan lima jenis rasio keuangan. Sampel yang digunakan 66 perusahaan yang
terbagi dua masing-masing 33 perusahaan bangkrut dan 33 perusahaan yang tidak bangkrut. Dari
hasil studinya, altman memperoleh model prediksi multiple Discriminan Analysis (MDA) sebagai
berikut : X = 0,012 X1 + 0,014 X2 + 0,033 X3 + 0,006 X4 +0,99 X5 ; dimana X1 = Working Capital /
total aset ; X2 = RE / Total Assets ; X3 = EBIT / Total Assets; X4 = Market Value of Equity / Book
Value of Total Debt ; X5 = Sales / Total Assets dan X = Overall Index.
Hasil studi empiris Altman ternyata mampu memeperoleh tingkat ketepatan prediksi sebesar 95%
untuk data satu tahun sebelum kebangkrutan. Untuk dua tahun sebelum kebangkrutan tingkat
ketepatannya adalah 72%. Ketepatan model ini telah diujikan terhadap secondary sample (holdout
sample) dari perusahaan yang bangkrut (n = 25) dengan tingkat keakuratan 96% dan untuk
perusahaan yang tidak bangkrut (n = 66) dengan tingkat keakuratan 79%.
Penelitian lain yang menggunkan rasio-rasio yang merefleksikan CAMEL dilakukan juga oleh Whalen
dan Thomson (1988). Dalam penelitian ini digunakan data keuangan untuk mengklasifikasikan bank
yang bermasalah dan tidak bermasalah. Dengan teknik logit regression, construct dari modal
digunakan untuk memprediksi perubahan rating CAMEL cukup akurat dalam penyusunan rating bank.
Penelitian di Indonesia yang menggunkan rasio keuangan umumnya diarahkan untuk memprediksi
perkembangan laba perusahaan. Diantaranya adalah riset Machfoedz (1994) yang bertujuan menguji
manfaat rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba perusahaan di masa mendatang. Metode
yang digunakan untuk memilih rasio keuangan adalah prosedur MAXR. Untuk menguji hipotesis
manfaat rasio keuangan yang digunakan dalam model bermanfaat untuk memprediksi laba lebih dari
satu tahun. Selain itu studi ini jga menunjukkan bahwa perusahaan besar mempuntai komponen rasio
yang berbeda dengan perusahaan kecil apabila rasio keuangan tersebut akan digunkan untuk
memprediksi laba masa mendatang.
ANALISA LAPORAN ARUS KAS
1. Pengertian Laporan Arus Kas
Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi pemakai laporan keuangan sebagai
dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dan menilai kebutuhan perusahaan untuk
menggunakan arus kas tersebut.
Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para pemakai perlu melakukan evaluasi terhadap
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas serta keputusan perolehannya. Perusahaan
harus menyusun laporan arus kas dan harus menyajikan laporan tersebut sebagai bagian yang
tidak terpisahkan dilaporan keuangan untuk periode penyajian laporan keuangan.
Agar menghasilkan keuntungan tambahan, perusahaan harus mempunyai kas untuk ditanamkan
kembali. Keuntungan yang dilaporkan dalam buku belum pasti dalam bentuk kas. Sehingga
dengan demikian perusahaan dapat mempunyai jumlah kas yang lebih besar atau lebih kecil
daripada jumlah keuntungan yang dilaporkan dalam buku.
Menurut Arthur, J. Keown, David F. Scott Jr, Jhon D. Martin, J. William Petty (2001:678) setiap
usulan pengeluaran modal (capital expenditure) selalu mengandung dua macam arus kas, yaitu:
a. Arus kas keluar netto (Net outflow of cash), yaitu: arus kas yang diperlukan untuk investasi
baru.
b. Arus kas masuk netto (Net inflow of cash), yaitu: sebagai hasil dari investasi baru tersebut,
yang sering disebut Net cash proceeds.
Pengertian luas mengenai arus kas yang dari kegiatan penjualan atau kegiatan yang sama
dikurangi oleh semua biaya-biaya yang meliputi seluruh pengeluaran-pengeluaran kas. Arus kas
didefenisikan sebagai laba sebelum pajak dari suatu proyek, ditambah dengan biaya penyusutan
dan dikurangi laba bersih sebelum pajak tambahan yang diakibatkan oleh proyek-proyek
tersebut.
Laporan arus kas melaporkan penerimaan kas, pembayaran kas dan perubahan bersih pada kas
yang berasal dari: Aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan perusahaan selama satu periode
dalam suatu format yang menunjukkan bagaimana melaporkan suatu rugi bersih dan tetap
mengadakan pengeluaran modal yang besar atau membayar deviden, atau akan menceritakan
bagaimana perusahaan mengeluarkan atau menaikkan hutang atau saham biasa atau keduanya
selama periode tersebut. Sedangkan menurut Ikatan Akuntansi Indonesia, arus kas merupakan
arus kas masuk dan arus kas keluar.
Oleh karena suatu perusahaan membuat suatu laporan biasanya secara periodik, maka ketika
menyiapkan laporan arus kas yang berdasarkan pendapatan, akumulasi penyusutan, pinjaman
modal dan pajak harus menunjukkan pemisahan antara kelompok utama penerimaan kas bruto
dan pengeluaran kas bruto yang berasal dari: Aktivitas Operasi, Aktivitas Investasi dan Aktivitas
Pendanaan.
Arus kas adalah istilah yang digunakan untuk mengklasifikasikan arus kas (kas yang diterima)
dari kegiatan operasi. Istilah arus kas juga digunakan untuk menunjukkan dana, dimana arus kas
bersih mewakili perbedaan antara sumber dan penerimaan.
Pada dasarnya ada beberapa motif (dorongan) yang menyebabkan perusahaan perlu memiliki
sejumlah kas. Dorongan-dorongan inilah yang menentukan jumlah kas yang harus dimiliki
perusahaan. Motif-motif tersebut, antara lain:
1. Motif Transaksi (Transaction Motive).
Motif Transaksi dimaksudkan bahwa perusahaan membutuhkan sejumlah uang tunai untuk
membiayai kegiatannya sehari-hari, seperti: untuk gaji dan upah, membeli barang, membayar
tagihan dan pembayaran hutang kepada kreditur apabila jatuh tempo.
2. Motif Berjaga-jaga (Safety Motive / Precautionary Motive).
Motif Berjaga-jaga dimaksudkan untuk berjaga-jaga terhadap kebutuhan yang mungkin terjadi,
tetapi tidak jelas kapan akan terjadinya, seperti: kerusakan mesin, perubahan harga bahan baku,
kebakaran dan kecelakaan.
3. Motif Spekulatif (Speculative Motive).
Motif Spekulatif dimaksudkan untuk mengambil keuntungan kalau kesempatan itu ada, seperti:
perusahaan menggunakan kas yang dimilikinya untuk diinvestasikan pada sekuritas (saham atau
obligasi) dengan harapan setelah membeli sekuritas tersebut harganya akan naik.
4. Motif Compensating Balance
Motif ini sebenarnya lebih merupakan keterpaksaan perusahaan akibat meminjam sejumlah uang
di bank. Apabila perusahaan meminjam uang di bank, biasanya bank menghendaki agar
perusahaan tersebut meninggalkan sejumlah uang di dalam rekeningnya. Misalnya: suatu
perusahaan meminjam dana dari bank sebesar Rp 500 juta dan bank mengharuskan perusahaan
memiliki simpanan di bank tersebut dengan saldo Rp 50 juta. Jumlah inilah yang disebut sebagai
compensating balance.
Secara umum, hanya motif transaksi dan berjaga-jaga saja yang paling sering menyebabkan
perusahaan harus memiliki kas, sedang alasan untuk spekulasi memiliki prioritas yang paling
rendah untuk diperhatikan karena saat terjadinya sangat sulit untuk diprediksi oleh manajer
keuangan.
Dalam hal kepemilikan kas, perusahaan juga harus mampu melakukan penyeimbangan. Artinya:
apabila perusahaan memiliki saldo kas yang terlalu besar, maka perusahaan akan mengalami
kerugian dalam bentuk kehilangan kesempatan untuk menginvestasikan dana tersebut pada
kesempatan investasi lain yang lebih menguntungkan. Sebaliknya apabila saldo kas terlalu
rendah, kemungkinan perusahaan mengalami kesulitan likuiditas. Oleh karena itu, ada beberapa
model yang digunakan untuk membantu menentukan target saldo kas.
a. Model Baumol
Model ini dikembangkan oleh William Baumol. Pada prinsipnya model persediaan (EOQ) yang
diterapkan pada manajemen kas. Biaya pesanan diganti dengan biaya administrasi dan biaya
transaksi pada waktu melakukan transfer kas menjadi surat berharga dan sebaliknya.
Untuk dapat menggunakan Model Baumol dengan baik, maka harus didasarkan pada berbagai
asumsi. Asumsi-asumsi tersebut, antara lain adalah:
1) Adanya kepastian jumlah kas yang dibutuhkan setiap saat.
2) Pengeluaran kas perusahaan tetap (konstan) dari waktu ke waktu.
3) Pada saat kas dibutuhkan surat berharga dengan segera dapat dijual.
4) Biaya yang dikeluarkan untuk menjual surat berharga menjadi kas adalah tetap untuk setiap
transaksi, tanpa dipengaruhi oleh jumlah atau nilai surat berharga yang dijual.
Model Baumol memberikan sumbangan penting bagi manjer keuangan dalam mengelola kas
perusahaan. Meskipun demikian ada beberapa keterbatasan dari model tersebut, yaitu:
a) Model tersebut mengasumsikan penggunaan kas yang konstan setiap periodenya. Dalam
prakteknya, pengeluaran kas tidaklah seluruhnya bisa dikendalikan oleh perusahaan.
b) Model tersebut mengasumsikan bahwa selama interval waktu tertentu terdapat adanya kas
masuk. Dalam prakteknya perusahaan ada melakukan penerimaan kas dengan pengeluaran kas
setiap harinya.
c) Tidak mempertimbangkan kemungkinan adanya persediaan kas untuk keamanan, dan
sebagainya.
b. Model Miller-Orr
Model Miller-Orr tepat digunakan untuk kondisi dimana pengeluaran kas ber-fluktuasi (tidak
konstan) dari waktu ke waktu secara random dan tingkat ketidakpastian pembayaran kas yang
cukup besar. Model ini pada dasarnya menentukan batas atas dan batas bawah fluktuasi kas.Ide
dasar model ini adalah apabila jumlah kas mencapai batas atas, maka perusahaan membeli surat
berharga untuk menurunkan kas, sebaliknya apabila mencapai batas bawah maka perusahaan
menjual surat berharga untuk menambah kas. Selama kas berada antara batas atas dan batas
bawah, maka perusahaan tidak melakukan transaksi.
2. Perkembangan Laporan Arus Kas
Sebagaimana kita ketahui, bahwa sistem Akuntansi di Indonesia telah diputuskan untuk
mengikuti aliran Amerika, maka pernyataan ini juga berpengaruh terhadap Akuntansi di
Indonesia. Dengan melihat keadaan dan kebutuhan Negara Indonesia khususnya mengenai
informasi keuangan dari suatu unit usaha, maka oleh Komite Ikatan Akuntansi Indonesia dengan
penelitian yang bertahun-tahun yang telah dilakukan mengambil langkah yang matang untuk
memasukkan laporan arus kas sebagai laporan utama pengganti laporan sumber dan penggunaan
dana. Karena laporan ini dianggap lebih memberikan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh
pemakai laporan.
Oleh karena itu, dinyatakan bahwa suatu perusahaan harus menyusun atau diwajibkan menyusun
laporan arus kasnya sebagai bagian yang tidak terpisahkan (bagian integral) dari laporan untuk
setiap periode penyajian laporan keuangan. Pernyataan ini mulai efektif berlaku mulai tanggal 1
Januari 1995. Jadi, laporan arus kas ini merupakan perkembangan dari laporan perubahan posisi
keuangan dan merupakan pengganti dari laporan sumber dan penggunaan dana yang disusun
untuk memenuhi permintaan informasi keuangan bagi pihak luar perusahaan.
C. TUJUAN DAN MANFAAT LAPORAN ARUS KAS
Tujuan utama dari laporan arus kas adalah memberikan informasi mengenai penerimaan dan
pengeluaran kas suatu perusahaan selama satu periode. Tujuan keduanya adalah memberikan
informasi atas dasar mengenai aktivitas operasi, investasi dan pembelanjaan.
Selain tujuan di atas, laporan arus kas juga penting untuk mengetahui keadaan kas secara pasti
demi menjaga likuiditas perusahaan. Dengan adanya laporan kas ini, maka perusahaan akan
mengetahui apakah perusahaan dalam keadaan defisit atau bahkan mengalami surplus.
Apabila terjadi defisit, perusahaan akan dapat memperkirakan darimana defisit tersebut dapat
ditutupi. Defisit dapat ditutupi dengan mengadakan pinjaman ke bank atau dengan mencari
modal sendiri, sedangkan bila terjadi surplus maka perusahaan dapat memperkirakan atau
merencanakan pemanfaatan kas.
Menurut Harahap (2006:257), disamping tujuan yang disebutkan di atas laporan arus kas juga
bermanfaat untuk:
1. Menilai kemampuan perusahaan menghasilkan, merencanakan, mengontrol arus kas masuk
dengan arus kas keluar pada masa lalu.
2. Menilai kemampuan keadaan arus kas masuk dan arus kas keluar, arus kas bersih perusahaan
termasuk kemampuan membayar deviden di masa yang akan datang.
3. Menyajikan informasi bagi investor, kreditur, memproyeksikan return dari sumber kekayaan
perusahaan.
4. Menilai kemampuan perusahaan untuk memasukkan kas ke perusahaan di masa yang akan
datang.
5. Menilai alasan perbedaan antara laba bersih dibandingkan dengan penerimaan dan
pengeluaran kas.
6. Menilai pengaruh investasi baik secara kas maupun bukan kas dan transaksi lainnya terhadap
posisi keuangan perusahaan selama satu periode tertentu.
D. KLASIFIKASI ARUS KAS
Menurut Niswonger, Roilin C, Philip E (2003:145) laporan arus kas melaporkan arus kas melalui
3 jenis aktivitas, yaitu:
1. Arus kas dari aktivitas operasi (cash flows from operating activities) adalah: arus kas dari
transaksi yang mempengaruhi laba bersih. Contoh: mencakup pembelian dan penjualan barang
dagang oleh pengecer.
2. Arus kas dari aktivitas investasi (cash flows investing activities) adalah: kas dari transaksi
yang mempengaruhi investasi aktiva tetap. Contoh: penjualan dan pembelian aktiva tetap,
seperti: peralatan dan bangunan.
3. Arus kas dari aktivitas pendanaan adalah: arus kas dari transaksi yang mempengaruhi ekuitas
dan hutang perusahaan. Contoh: penerbitan atau penarikan ekuitas dan hutang.
Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia, laporan arus kas melaporkan selama periode tertentu dan
diklasifikasikan menurut 3 (tiga) jenis aktivitas, yaitu:
1. Aktivitas Operasi.
2. Aktivitas Investasi.
3. Aktivitas Pendanaan.
Berikut ini dijelaskan mengenai Aktivitas Operasi, Aktivitas Investasi dan Aktivitas Pendanaan:
1. Aktivitas Operasi
Jumlah aliran arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indikator yang menentukan
apakah dari operasi perusahaan dapat menghasilkan aliran kas yang cukup untuk melunasi
pinjaman, pemeliharaan kemampuannya tersebut membayar deviden dan melakukan investasi
baru tanpa mengandalkan para sumber pendanaan dari luar.
Arus kas masuk yang berasal dari Aktivitas Operasi, misalnya:
a. Kas yang diperoleh dari penjualan barang dan jasa secara tunai.
b. Kas yang diterima dari penagihan piutang dagang dan piutang lainnya.
c. Kas yang diterima dari kontrak yang diadakan untuk tujuan transaksi usaha.
Arus kas keluar yang berasal dari Aktivitas Operasi, misalnya:
a. Kas yang dikeluarkan untuk pajak dan biaya administrasi lainnya.
b. Pembayaran hutang-hutang jangka pendek, yang meliputi: hutang dagang, gaji, bunga dan
sebagainya.
c. Pembayaran untuk pembelian barang dan jasa.
d. Pengeluaran kas untuk kegiatan operasi termasuk juga untuk pembayaran biaya gaji, upah,
sewa dan biaya operasi lainnya.
2. Aktivitas Investasi
Transaksi kas yang berhubungan dengan perolehan fasilitas investasi dan non kas lainnya yang
digunakan oleh perusahaan. Arus kas masuk terjadi jika kas yang diterima dari hasil atau
pengembalian investasi yang dilakukan sebelumnya, misalnya: dari hasil atau penjualan.
Arus kas masuk yang berasal dari Aktivitas Investasi, misalnya:
a. Penjualan aktiva tetap.
b. Penjualan surat berharga yang berupa investasi.
c. Penagihan pinjaman jangka panjang (tidak termasuk bunga jika ini merupakan kegiatan
investasi).
Arus kas keluar yang berasal dari aktivitas, misalnya:
a. Pembayaran kas untuk membeli aktiva tetap.
b. Pembelian investasi jangka panjang.
c. Pemberian pinjaman ke pihak lain.
3. Aktivitas Pendanaan
Kegiatan pendapatan sumber dana dari pemilik dengan memberikan prospek penghasilan dari
sumber dana tersebut, meminjam dan membayar hutang kembali, atau melakukan pinjaman
jangka panjang untuk membayar hutang tersebut.
Arus kas yang berasal dari Aktivitas Pendanaan, misalnya:
a. Penerimaan kas dan surat berharga dalam bentuk equity (sewajarnya).
b. Penerimaan dari penerbitan hutang obligasi dan hutang jangka panjang lainnya.
Arus kas keluar yang berasal dari Aktivitas Pendanaan, misalnya:
a. Pembayaran kas kepada pemegang saham untuk menarik atau menebus saham perusahaan.
b. Pembayaran deviden dan pembagian lainnya yang diberikan kepada pemilik.
c. Pembayaran kas oleh penyewa guna usaha (lease) untuk mengurangi saldo kewajiban yang
berkaitan dengan sewa guna pembiayaan.
E. METODE PENYUSUNAN LAPORAN ARUS KAS
Salah satu analisis keuangan yang sangat penting bagi manajer keuangan, disamping alat
keuangan lainnya adalah laporan arus kas. Yang dimaksud dari analisis ini adalah untuk
mengetahui bagaimana akan digunakan dan bagaimana kebutuhan dana tersebut akan
dibelanjakan. Analisis arus kas tersebut dapat diketahui darimana diperoleh dan untuk apa dana
tersebut digunakan. Suatu laporan yang menggambarkan darimana diperoleh dan untuk apa kas
tersebut digunakan, seiring disebut sebagai laporan arus kas.
Laporan arus kas secara langsung atau tidak langsung mencerminkan penerimaan kas entitas
yang diklasifikasikan menurut sumber-sumber utama dan pembayaran kas yang diklasifikasikan
menurut pengguna utama selama satu periode. Laporan ini memberikan informasi yang berguna
mengenai aktivitas entitas dalam menghasilkan kas mengenai aktivitas keuangannya dan
mengenai investasi atau pengeluaran kasnya.
Dalam menyusun laporan arus kas terdapat 2 (dua) Metode yang digunakan yaitu :
1. Metode Langsung
Dalam Metode Langsung dilaporkan golongan penerimaan kas bruto dari aktivitas operasi dan
pengeluaran kas bruto untuk kegiatan operasi. Perbedaan antara penerimaan kas dan pengeluaran
kas dari kegiatan operasi akan dilaporkan sebagai arus kas bersih dari aktivitas operasi. Dengan
kata lain, metode langsung mengurangkan pengeluaran kas operasi dari penerimaan kas operasi.
Metode langsung menghasilkan penyajian laporan penerimaan dan pengeluaran kas secara
ringkas.
Dalam Metode Langsung laporan arus kas juga melaporkan arus kas bersih dari investasi operasi
sebagai golongan utama dari penerimaan kas operasi (misalnya: kas yang diterima dari
pelanggan dan kas yang diterima dari bunga dan deviden) dan pengeluaran kas (misalnya: kas
yang dibayarkan kepada pemasok untuk barang, kepada karyawan untuk jasa, kepada kreditur
untuk bunga dan ke instansi pemerintah untuk pajak).
Keunggulan utama dari metode langsung adalah metode ini memperlihatkan laporan penerimaan
dan pengeluaran kas lebih konsisten dengan tujuan suatu laporan arus kas. Disamping itu,
metode langsung ini lebih mudah dimengerti dan memberikan informasi yang lebih banyak
dalam mengambil keputusan.
Dengan metode langsung informasi mengenai kelompok utama penerimaan kas bruto dan
pengeluaran kas bruto dapat diperoleh dengan:
a. Adanya catatan akuntansi perusahaan.
b. Menyesuaikan penjualan, beban pokok penjualan dan pos-pos lain dalam laporan laba rugi
mengenai:
1) Perubahan persediaan, piutang usaha dan hutang dagang selama periode berjalan.
2) Pos bukan kas lainnya.
3) Pos lainnya yang berkaitan dengan arus kas investasi dan pendanaan.
2. Metode Tidak Langsung
Dalam Metode Tidak Langsung, pengaruh dari semua penangguhan penerimaan dan pengeluaran
kas di masa lalu dan semua akurat dari penerimaan kas dan pengeluaran kas yang diharapkan
pada masa yang akan datang dihilangkan dan laba bersih yang diperhitungkan laba rugi.
Penyediaan ini dilakukan dengan menambahkan pos-pos yang tidak memerlukan pengeluaran
kas kembali ke laba bersih serta penambahan dan pengurangan kenaikan maupun penurunan
hutang dan piutang.
Keunggulan utama metode ini adalah bahwa hal ini memusatkan perbedaan antara laba bersih
dan aliran kas bersih dari aktivitas operasi. Arus kas bersih dari aktivitas operasi ditentukan
dengan menyesuaikan laba atau rugi bersih dari pengaruh :
a. Perubahan persediaan dan piutang usaha serta hutang usaha selama periode berjalan.
b. Pos bukan kas, seperti: penyusutan, penyisihan, pajak yang ditangguhkan, keuntungan dan
kerugian valuta asing yang belum direalisasi, laba perusahaan asosiasi yang belum dibagikan dan
hak minoritas dalam rugi konsolidasi / perbandingan.
Arus kas bersih dari aktivitas operasi dapat dilaporkan (tidak langsung) dengan menyajikan
pendapatan dengan beban yang diungkapkan dalam laporan laba rugi serta perubahan dalam
persediaan, piutang usaha dan hutang usaha selama periode tertentu. Sedangkan dengan cara
pelaporan arus kas bentuk investasi dan pendanaan pada kedua metode, baik langsung maupun
tidak langsung adalah sama. Jadi yang berbeda adalah metode pelaporan arus kas untuk kegiatan
operasi perusahaan.
Lembaga keuangan mempunyai keinginan yang kuat terhadap metode tidak langsung karena
menurut anggapan mereka metode ini lebih informatif. Meskipun lembaga keuangan yang
menghendaki agar debiturnya menyusun laporan arus kas perusahaannya dengan metode
langsung namun debiturnya tidak dapat begitu saja memenuhi keinginan kreditur, karena baginya
lebih bermanfaat penggunaan metode tidak langsung ini mampu menggambarkan arus kas bersih
dari kegiatan operasi juga pendekatan ini dapat lebih menarik perhatian dengan penyesuaian
yang kompleks.
Metode tidak langsung juga memberikan informasi keuangan dalam penentuan laba / rugi yang
menggunakan metode akrual basis, dimana metode ini merupakan petunjuk yang salah dalam
penilaian atas arus kas dari operasi. Jika perusahaan terus memakai metode tidak langsung, maka
harus ada pengungkapan yang terpisah mengenai perubahan-perubahan dalam perkiraan piutang,
persediaan barang, investasi, biaya yang dibayar dimuka dan perkiraan aktiva lancar lainnya.
Perkiraan hutang dagang, gaji, sewa dan perkiraan hutang lancar lainnya untuk menentukan
jumlah bersih perubahan kas dari kegiatan operasi dalam waktu hendak menyesuaikan
pendapatan bersih dengan penerimaan dan pengeluaran bersih dari kegiatan operasi.