Anda di halaman 1dari 9

1 | S T I K E S B H A K T I K E N C A N A B A N D U N G P P N A N G K A T A N V I G E L .

I

A S U H A N K E P E R A W A T A N
PADA KLIEN LANSIA MA ELOH WASILAH (MA ILAH) DENGAN GANGGUAN
RASA NYAMAN NYERI SEHUBUNGAN DENGAN REMATIK
DI WISMA KENANGA RUMAH PERLINDUNGAN SOSIAL TRESNA WERDA GARUT

I. Pengkajian
A. Karakteristik demografi
1. Identitas diri klien
Nama : Eloh Wasilah
Usia : 78 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Status ; Janda
Agama : Islam
Suku bangsa : Sunda
Pendidikan : tidak sekolah
Diagnosa medis : Remathoid Artritis
Tanggal Pengkajian : 2 Januari 2013
Alamat : Jl. Rumah Sakit garut
2. Identitas Ny. E yang dapat dihubungi
Nama : Ny. E
Alamat : Sukapadang
No. telepon : -
Hubungan dengan klien : Anak

3. Riwayat Pekerjaan dan status ekonomi
Pekerjaan saat ini : -
Pekerjaan sebelumnya : IRT
Sumber pendapatan : Yang didapat dari panti
Kecukupan pendapatan : Cukup

4. AKtivitas rekreasi
Klien mengatakan jarang jalan jalan kewisma yang lain dan tidak pernah keluar
wismapaling hanya sekedar ngobrol dengan penghuni wisma terdekat di kenanga. Klien juga
mengatakan sangat senang dengan adanya kegiatan diwisma seperti pengajian dan kegiatan
lainnya yang dianggap klien sangat menghibur.
B. Riwayat kesehatan
1. Status Kesehatan saat ini
Klien mengatakan sering merasa pusing, namun pada saat dikaji klien mengatakan sedang
tidak merasakannya, Klien kadang lupa hari ini hari apa, dan menderita reumatik.

2 | S T I K E S B H A K T I K E N C A N A B A N D U N G P P N A N G K A T A N V I G E L . I

Keluhannya saat ini adalah nyeri dipersendian kaki, sulit untuk digerakkan dan kebas-kebas
saat pagi hari. Ny. E sulit untuk berjalan dan. Tampak pembengkakan atau nodul
dipersendian kaki. Ny. E mengatakan sulit untuk memulai tidur karena nyeri yang
dialaminya. Ny. E mengatakan akhir-akhir ini badannya lemas dan tak berdaya

1. Status fisiologis
a. Postur tulang belakang lansia :
Melalui pengamatan secara inspeksi lansia tampak membungkuk
b. Tanda tanda vital
- Suhu : 36 C
- Tekanan darah : 110/70 mm/hg
- Nadi : 80 x/menit
- Respirasi : 18 x/menit
- Berat badan : 39 kg

PENGKAJIAN HEAD TO TOE
a. Kepala :
Melalui inspeksi, kepala lansia tampak bersih, rambut sedikit rontok dan terdapat
rambut yang mulai memutih.
b. Mata :
Konjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterik,tidak ada strabismus, tidak ada
peradangan, tidak ada riwayat katarak, pasien tidak memiliki keluhan lain pada
matanya.
c. Hidung :
Pada pemeriksaan hidung, hidung tampak simetris, tidak terdapat peradangan,
penciuman pasien tidak terganggu.
d. Mulut dan tenggorokan :
Kebersihan mulut lansia kurang, karena lansia mengatakan sering lupa sikat gigi dan
membersihkan mulut, mukosa lembab, tidak terdapat peradangan, tampak karies
pada gigi lansia dan ada beberapa gigi yang sudah ompong yaitu molar 1,2 bawah
sebelah kiri. Tidak ada peradangan pada gusi, lansia mengatakan kesulitan
mengunyah makanan yang agak keras karena sudah ompong, lansia tidak mengalami
kesulitan untuk menelan makanannya.
e. Telinga :
Telinga pasien tampak bersih, tidak ada peradangan,lansia mengatakan
pendengarannya masih baik, sewaktu diwawancarai lansia masih mendengarkan dan
mampu untuk mengulanginya kembali
f. Leher :

3 | S T I K E S B H A K T I K E N C A N A B A N D U N G P P N A N G K A T A N V I G E L . I

Pada pemeriksaan secara palpasi tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak ada
pelebaran vena jugularis, lansia mengatakan sering sekali merasa tegang di lehernya,
pada pemeriksaan kaku kuduk oleh perawat, lansia mengalami kaku kuduk positif.
g. Dada :
Pada pemeriksaan secara inspeksi tampak dada pasien normal, tidak ada retraksi,
tidak ada terdengar suara wheezing taupun ronkhi, tidak terdapat suara jantung
tambahan, ictus kordis negative.
h. Abdomen :
Bentuk abdomen pasien flat, tidak terdapat nyeri tekan, tidak teraba adanya massa,
abdomen pasien supel. Tidak dijumpai adanya massa di abdomen. Perawat
mendengarkan bising usus pasien, frekwensinya 25 x/ menit.
i. Ekstremitas :
Tampak nodul-nodul dipersendian kaki. Ny. E berjlan dengan kadang digusur Kaki Ny.
E tampak bengkak. Postur tubuh pasien membungkuk, rentang gerak kurang, lansia
tidak tremor, Lansia menggunakan alat bantu untuk berjalan. Pada pemeriksaan
reflex lansia: Reflex biceps kanan kiri negative ( menurun ), triceps kanan kiri negatif
(menurun ), reflex knee kanan kiri positif, reflex achiles lansia kanan kiri positif.
j. Integument :
Pada pemeriksaan integument kulit lansia tampak bersih, warna kulit normal sawo
matang, tidak pucat, kelembaban kulit lansia kurang, turgor kulit lansia kembali >2
dtk, karena jaringan lemak pada kulit lansia sudah menipis. Tidak ada gangguan pada
kulit lansia.

2. Pengkajian keseimbangan untuk lansia
a. Perubahan posisi atau gerakankeseimbangan
- Ny. E tidak mampu untuk bangun dari duduk dengan satu kali gerakan
- Apabila ingin duduk perlahan-lahan memegang tepi kursi
- Ny. E merassa tidak stabil bila berdiri pertama kalinya
b. Komponen gaya berjalan
- Ny. E mampu berjalan pada garis lurus
- Ny. E berhenti sebelum mulai berbalik
3. Pengkajian psikososial
a. Hubungan social
1) Hubungan dengan warga/ tetangga :
Lansia mampu berinteraksi dan bekerjasama dengan tetangga yang lain.
2) Hubungan dengan tetangga :
Lansia mengatakan mengenal tetangga-tetangganya dan mampu berinteraksi
dengan baik.
3) Kebiasaan lansia berinteraksi ke rumah tetangga lainnya :

4 | S T I K E S B H A K T I K E N C A N A B A N D U N G P P N A N G K A T A N V I G E L . I

Lansia mengatakan selalu berinteraksi ke tetangga lainnya .
4) Stabilitas emosi :
Stabilitas emosi terlihat labil, pada awalnya lansia menolak perawat, akn tetapi
denagn pendekatan lansia akhirnya mau menerima kedatangan perawat.Lansia
mampu menjawab pertanyaan yang diberikan dengan baik tapi ketika
memberikan jawaban lansia dengan ketus menjawab perawat dan kadang
tertawa secara bersamaan.
5) Frekwensi kunjungan Ny. E :
Lansia mengatakan biasanya Ny. E (anaknya) berkunjung 1x/ bulan. Lansia
mengatakan sangat sedih karena tidak ada anaknya yang tinggal bersama dia.
4. Pengkajian prilaku terhadap kesehatan
1) Kebiasaan merokok
Lansia mengatakan tidak pernah merokok selama ini
2) Pola pemenuhan kebutuhan sehari- hari
Lansia mengatakan pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari terpenuhi dengan
frekuensi makan 3 x dalam sehari yang terdiri dari nasi + lauk + pauk + buah kadang-
kadang.
3) Jumlah makanan yang dihabiskan
Ny. E mengatakan biasanya menghabiskan 1 porsi makanan.
4) Makanan tambahan
Ny. E mengatakan ada makanan tambahan berupa snack atau gorengan dan kadang
minum jus.
5) Pola pemenuhan cairan
Ny. E mengatakan biasanya minum > 4 gelas sehari.
6) Jenis minuman
Ny, S mengatakan biasanya lansia minum air putih dan susu yang diberikan oleh
anaknya.
7) Pola kebiasaan tidur
Ny. E mengatakan sulit untuk memulai tidur karena rasa nyeri di persendian
kakinya.jumlah/lamanya tidur 5-6 jam.
8) Gangguan tidur berupa
Ny. E mengatakan sulit mengawali tidur, Ny. E mengatakan bahwa rasa sakit yang
dialaminya membuat Ny. E sulit untuk tidur.
9) Penggunaan waktu luang ketika tidak tidur
Biasanya Ny. E menggunakan waktu bila tidak tidur menonton televisi.Kadang
membersihkan taman depan rumahnya.
10) Pola eliminasi BAB
Ny. E mengatakan frekwensi BAB biasanya 1 x sehari, konsistensi lembek, Ny. E
mengatakan tidak mengalami gangguan dalam hal BAB .

5 | S T I K E S B H A K T I K E N C A N A B A N D U N G P P N A N G K A T A N V I G E L . I

11) Pola eliminasi BAK
Frekwensi BAK pasien adalah 4- 6 kali sehari. Warna urine lansia kuning jernih.
12) Pola aktifitas
Kegiatan produktif yang sering dilakukan oleh lansia adalah tidak ada. Ny. E hanya
dirumah saja
13) Pola pemenuhan kebersihan diri
Ny. E mengatakan mandi 2 x sehari dengan memakai sabun.
14) Sikat gigi :
Lansia mengatakan jarang menyikat gigi, Ny. E menyikat giginya bila ingat saja atau saat
mandi pagi.
15) Kebiasaan berganti pakaian bersih :
Ny. E mengatakan biasanya mengganti pakaian 1 x sehari.
Tingkat kemandirian dalam kehidupan sehari- hari.

II. Analisa Data
Nama : Ny. E
Umur : 87 Tahun
No Sign Symptom Etiologi Masalah
1 DS : - Ny. E mengatakan saat ini hanya tinggal
dirumah saja
- Ny. E mengatakan sudah 9 bulan
menderita reumatik
- Ny. E mengatakan jarang kontrol ke
petugas kesehatan
- Ny. E mengatakan badannya terasa
lemas
- Ny. E mengatakan tidak pernah
mengikuti senam lansia
DO : - Tampak nodul-nodul di sendi kaki Ny. E
- Ny. E tampak lemah
- Saat berdiri wajah Ny. E meringis
kesakitan
Kurang
pengetahuan
tentang
perawatan pada
lansia dengan
reumatik
Resiko
keterbatasan
mobilisasi
2 DS : - Ny. E mengatakan sulit untuk
menggerakkan kakinya
- Ny. E mengatakan nyeri dipersendian
kakinya
- Ny, S mengatakan cemas memikirkan
penyakitnya
Proses inflamasi
destruksi sendi
Gangguan rasa
aman nyaman
nyeri reumatik

6 | S T I K E S B H A K T I K E N C A N A B A N D U N G P P N A N G K A T A N V I G E L . I

No Sign Symptom Etiologi Masalah
DO : - Keadaan Ny. E tampak lemas atau
kurang segar
- Emosi Ny. E tampak labil
- Wajah Ny. E meringis bila baru bergerak
- Tampak nodul-nodul pada persendian
kaki
3












DS : - Ny. E mengatakan dapur selalu lembab
karena disiram
- Ny. E mengatakan tidak mampu untuk
bangun dari duduk dengan satu kali
gerakan
- Ny, R merasa tidak stabil bila berdiri
pertama kalinya
DO : -Llantai dapur terbuat dari tanah dan
basah
- Ny. E tidak stabil apabila berdiri
pertama kalinya dari tempat duduk
- Kamar mandi licin karena jarang dicuci

Ketidakmampuan
keluarga
mempertahankan
lingkungan rumah
yang aman bagi
lansia
Resiko tinggi
terjadi cedera

III. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Nama : Ny. E
Umur : 87 Tahun
No. Diagnosa Keperawatan
1.


2.


3.


Resiko keterbatasan mobilisasi berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang
perawatan pada lansia dengan reumatik

Gangguan rasa aman nyaman nyeri reumatik berhubungan dengan proses inflamasi
destruksi sendi

Resiko tinggi terjadi cedera berhubungan dengan ketidakmampuan Ny. E
mempertahankan lingkungan rumah yang aman bagi lansia





7 | S T I K E S B H A K T I K E N C A N A B A N D U N G P P N A N G K A T A N V I G E L . I

IV. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
Nama : Ny. E
Umur : 87 Tahun
Tgl/ jam No. DX Implementasi Evaluasi Nama
3/01
2013
08.
30


























1 Kunjungan I
- Mengucapkan salam kepada Ny. E dan
memberitahu maksud dan tujuan
penyuluh datang kerumah
Ny. E membalas salam dan mengerti
maksud dan tujuan dari penyuluh
- Menggali pengetahuan Ny. E tentang
Reumatik .
Ny. E mengatakan belum mengerti
tentang Reumatik
- Menjelaskan pengertian Reumatik,
penyebab Reumatik,dan akibat
Reumatik.
- Gali pendapat lansia bagaimana
mengatasi Reumatik
- Gali bagaimana pengalaman Ny. E
merawat lansia dengan reumatik
dirumah.
- Anjurkan lansia untuk mengompres
kaki dengan air hangat.
- Memberi kesempatan kepada lansia
untuk bertanya
- Menutup penyuluhan dan
mengucapkan terima kasih atas waktu
dan penerimaannya untuk diberikan
penyuluhan.
- Membantu lansia untuk memilih
fasilitas yang sesuai dengan kondisi.
Jam :
S : Ny. E mengatakan
sudah mengerti
tentang reumatik
O : - Ny. E tampak
menyimak
penjelasan dari
penyuluh
- Ny. E dapat
menjawab
pertanyaan dan
materi yang
disampaikan
A : Masalah sebagian
teratasi (afektif,
kognitif)
P : - Adakan
kunjungan ulang
untuk
mengobservasi
perilaku lansia
dalam
melakukan
olahraga
- Motivasi lansia
atau Ny. E untuk
mengikuti
senam lansia
Furkon N

4/01
2013
09.
00


2 Kunjungan II
- Mengucapkan salam kepada Ny. E
- Mengingatkan kembali kontrak yang
telah disepakati
- Menanyakan topik yang sudah
Jam :

S : Ny. E sudah
mengerti cara
mengatasi apabila
salah satu anggota
Furkon N


8 | S T I K E S B H A K T I K E N C A N A B A N D U N G P P N A N G K A T A N V I G E L . I

Tgl/ jam No. DX Implementasi Evaluasi Nama





















dibahas sebelumnya, lansia ingat
tentang pengertian reumatik
- Memberikan pujian atas ungkapan
yang diberikan
- Menanyakan kepada lansia pegertian
nyeri
- Gali pendapat lansia apa yang
dilakukan lansia untuk mengurangi
nyeri
- Memberi pujian atas ungkapan Ny. E.
- Memberikan penyuluhan kepada
lansia untuk mengatasi nyeri
- Memberikan kesempatan kepada
lansia untuk bertanya
- Menutup penyuluhan dan
mengucapkan terima kasih atas waktu
dan penerimaannya untuk diberikan
penyuluhan.

Ny. E khususnya
lansia mengalami
nyeri
O : - Ny. E antusias
- Ny. E
mengangguk
mengerti
A : Masalah teratasi
P : Lanjutkan
pertemuan
berikutnya


5/01
2013

09.
00












3















Kunjungan III
- Memberikan salam kepada Ny. E
- Melakukan kontrak waktu dengan
lansia
- Menanyakan kembali topik
sebelumnya
- Memberi pujian atas ungkapan yang
diberikan.
- Menjelaskan pengertian rumah sehat
Ny. E mengangguk mengerti
- Menganjurkan kepada Ny. E agar
menata rumah dengan baik,
khususnya kamar mandi harus bersih.
- Menganjurkan kepasda Ny. E agar
dalam menyiram dapur airnya tidak
begitu banyak sehingga tidask licin
Jam :
S : Ny. E/klien
mengatakan
mengerti tentang
rumah sehat
O : - Klien
mengangguk
mengerti
- Klien antusias
dengan
penyuluhan
- Kontak mata
terjaga
A : - Masalah belum
teratasi
P : Adakan kunjungan
Furkon N


9 | S T I K E S B H A K T I K E N C A N A B A N D U N G P P N A N G K A T A N V I G E L . I

Tgl/ jam No. DX Implementasi Evaluasi Nama









































Ny. E lansia mengatakan akan mencoba
melakukannya
- Memberikan kesempatan kepada
lansia untuk bertanya tentang hal-hal
yang belum dimengerti
lansia mengatakan sudah mulai
mengerti tentang penjelasan yang
diberikan
- Memberi pertanyaan/mengevaluasi
apa yang sudah diberikan, klien
mampu menjawab pertanyaan
- Memberikan pujian atas jawaban
yang diberikan.
- Mengkhiri penyuluhan dan
mengadakan kontrak waktu untuk
kunjungan berikutnya, Ny. E setuju
dengan kontrak waktu yang dibuat.
- Mengucapkan salam dan terima kasih
atas kesempatan dan waktu yang
telah diberiklan.
ulang untuk
mengobservasi
perilaku klien