Anda di halaman 1dari 15

TUGAS SOFTSKILL

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

DISUSUN OLEH :
MAYA
18412451
DOSEN PEMBIMBING :
INA HELIANY, SH.,MM

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI


TEKNIK ELEKTRO
2013/2014

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb.
Segala puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha
Kuasa yang telah memberi berkat, anugerah dan karunianya, sehingga penulis
dapat menyelesaikan makalah yang diberi judul KETAHANAN NASIONAL
ini tepat pada waktunya.
Mengingat banyaknya topik yang harus dibahas dan disesuaikan dengan
silabus Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan diperguruan tinggi,maka
penulis memberikan pengertian secara terperinci agar pembaca bisa cepat paham
dengan maksud penulisan makalah ini.
Penulis menyadari dengan kerendahan hati bahwa Makalah ini masih
sangat jauh dari sempurna, baik dari segi isi, susunan maupun bahasa. Adapun
makalah ini dibuat untuk memenuhi sebagian tugas softskill.
Akhir kata, tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini dan sadar
masih banyak kekurangan dan ketidak sempurnaan dalam makalah ini. Penulis
sangat berterima kasih atas kritik dan saran yang kelak disampaikan para pembaca
untuk perbaikan dari makalah ini agar lebih bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamualaikum Wr.Wb.

Bekasi, 12 Juni 2014

Maya
2

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ............................................................................................ i
KATA PENGANTAR ......................................................................................... ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... iii
BAB I. PENDAHULUAN ..................................................................................1
1.1. Latar Belakang Masalah................................................................................ 1
1.2. Rumusan Masalah...........................................................................................2
1.3. Tujuan.....................................................................2
BAB II. PEMBAHASAN.................................................3
2.1. Pengertian Ketahanan Nasional..3-6
2.2. Asas-asas Ketahanan Nasional dan Sifat Ketahanan Nasional.......6
2.1.1 Asas-Asas dalam Ketahanan Nasional (Tannas) Indonesia..6
2.1.2 Sifat ketahanan nasional...7-8
2.3 Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional terhadap Kehidupan Berbangsa dan
Bernegara..8-12
2.4 Keberhasilan Ketahanan Nasional Indonesia ....12-13
BAB III. PENUTUP...................................................14
3.1. Kesimpulan...........................................................................14
3.2. Saran.............................................................14
3.3 Daftar Pustaka.......................................................................15

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
ketahanan nasional adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang
meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang berintegrasi, berisi keuletan dan
ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional
dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan ancaman hambatan dan
gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam. Untuk menjamin
identitas, integritas kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan
mencapai tujuan nasionalnya.
Dalam perjuangan mencapai cita-cita/tujuan nasionalnya bangsa Indonesia
tidak

terhindar

dari

berbagai

ancaman-ancaman

yang

kadang-kadang

membahayakan keselamatannya. Cara agar dapat menghadapi ancaman-ancaman


tersebut, bangsa Indonesia harus memiliki kemampuan, keuletan, dan daya tahan
yang dinamakan ketahanan nasional.
Kondisi atau situasi bangsa kita ini selalu berubah-ubah tidak statis.
Ancaman yang dihadapi juga tidak sama, baik jenisnya maupun besarnya. Karena
itu ketahanan nasional harus selalu dibina dan ditingkatkan, sesuai dengan kondisi
serta ancaman yang akan dihadapi. Dan inilah yang disebut dengan sifat dinamika
pada ketahanan nasional. Kata ketahanan nasional telah sering kita dengar disurat
kabar atau sumber-sumber lainnya. Mungkin juga kita sudah memperoleh
gambarannya.
Sejak merdeka negara Indonesia tidak luput dari gejolak dan ancaman
yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa. Tetapi bangsa Indonesia
mampu mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya dari agresi Belanda
dan mampu menegakkan wibawa pemerintahan dari gerakan separatis.
Ditinjau dari geopolitik dan geostrategi dengan posisi geografis, sumber
daya alam dan jumlah serta kemampuan penduduk telah menempatkan Indonesia
menjadi ajang persaingan kepentingan dan perebutan pengaruh antar negara besar.
4

Hal ini secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak negatif
terhadap segenap aspek kehidupan sehingga dapat mempengaruhi dan
membahayakan kelangsungan hidup dan eksistensi NKRI. Untuk itu bangsa
Indonesia harus memiliki keuletan dan ketangguhan yang mengandung
kemampuan mengembangkan kekuatan nasional sehingga berhasil mengatasi
setiap bentuk tantangan ancaman hambatan dan gangguan dari manapun
datangnya.

1.2

Rumusan Masalah
Dalam makalah ini akan dibahas beberapa masalah, diantaranya :
1. Bagaimana Perkembangan Ketahanan Nasional ?
2. Bagaimana Perwujudan Ketahanan Nasional Indonesia?
3. Bagaimana pengaruh ketahanan nasional terhadap kehihupan berbangsa
dan bernegara?
4. Bagaimana perwujudan ketahanan nasional di indonesia?

1.3

Tujuan penulisan

Adapun tujuan penulisan makalah ini di antaranya:


1. Untuk mengetahui perkembangan ketahanan nasional Indonesia
2. Agar lebih mengerti apa yang dimaksud Ketahanan Nasional dan mengapa
perlu sekali untuk dipelajari dan dipahami.
3. Untuk memenuhi salah satu syarat penilaian mata kuliah Pancasila.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Ketahanan Nasional.
Ketahanan nasional adalah perihal tahan (kuat) keteguhan hati; ketabahan
dalam rangka kesadaran. Dalam arti bernegara adalah penduduk dari suatu
wilayah tertentu yang telah mempunyai pemerintahan nasional dan berdaulat.
Jadi, ketahanan nasional adalah tingkat keadaan keuletan dan
ketangguhan bangsa dalam menghimpun dan mengerahkan keseluruhan
kemampuan mengembangkan kekuatan nasional yang ada sehingga merupakan
kekuatan nasional yang mampu dan sanggup menghadapi segala ancaman,
tantangan, hambatan dan gangguan terhadap keutuhan maupun kepribadian
bangsa dalam mempertahankan kehidupan dan kelangsungan cita-citanya.
2.2 Asas-asas Ketahanan Nasional dan Sifat Ketahanan Nasional
2.1.1 Asas-Asas dalam Ketahanan Nasional (Tannas) Indonesia.
Asas Ketahanan Indonesia adalah taat laku berdasarkan nilai-nilai
Pancasila, UUD 1945, dan Wawasan Nusantara, yang terdiri dari :
1. Asas Kesejahteraan dan Keamanan
Kesejahteraan dan kemakmuran dapat dibedakan tetapi tidak dapat
dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar dan esensial.
Dengan demikian, kesejahteraan dan keamanan merupakan asa dalam sistem
kehidupan nasional. Tanpa kesejateraaan dan keamanan, sesitem kehidupan
nasional tidak akan dapat berlangsung. Kesejahteraan dan keamanan merupakan
nilai intrinsik yang ada pada sistem kehidupan nasional itu sendiri. Kesejahtrean
maupun keamanan harus selalu ada, berdampingan pada kondisi apa pun.
Dalam kehidupan nasional, tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional yang
dicapai merupakan tolak-ukur Ketahanan Nasional

2. Asas Komprehensif Integral atau Menyeluruh Terpadu


Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa
dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi dan
selaras pada seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Ketahanan Nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara
utuh, menyeluruh dan terpadu (komprehensif intergral).
3. Asas Mawas ke Dalam da Mawas ke Luar
Sistem kehidupan naasional merupakan perpaduan segenap aspek
kehidupan bangsa yang saling berinteraksi. Di samping itu, sistem kehidupan
nasional juga berinteraksi dengan linkungan sekelilingnya. Dalam proses interaksi
tersebut dapat timbul berbagai dampak baik yang bersifat positif maupun negatif.
Untuk itu diperlukan sikap mawas ke dalam maupun keluar.
a. Mawas ke Dalam
Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat, dan kondisi kehidupan
nasional itu sendiri berdasarkan nilai-nilai kemadirian yang proporsional untuk
meningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh.
b. Mawas ke Luar
Mawas Ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan berperan serta
mengatasi dampak lingkungan stategis luar negeri dan menerima kenyataan
adanya interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional.
4. Asas Kekeluargaan
Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan kebersamaan,
kesamaan, gotong royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Perbedaan tersebut harus dikembangkan
secara serasi dalam hubungan kemitraan agar tidak berkembangkan menjadi
konflik yang bersifat saling menghancurkan.

2.1.2 Sifat ketahanan nasional


Ketahan nasional suatu bangsa memiliki sifat sebagai berikut. :
1. manunggal, yaitu sifat integratif yang diartikan terwujudnya kesatuan dan
perpaduan yang seimbang serasi, dan selaras dengan seluruh aspek kehidupan

berbangsa dan bernegara.


2. mawas ke dalam, yaitu ketahan nasional yang diarahkan pada diribangsa dan
negara itu sendiri.
3. kewibawaan, yaitu kethanan nasional sebagai hasil pandangan yang bersifat
menunggal dapat mewujudkan kewibawaan nasional.
4. dinamis, yaitu kondisi tingkat ketahanan nasional suatu negara yang tidak tetap.
5. menitik beratkan konstitusi dan saling menghargai.
Ketahanan nasional tidak mendahulukan sikap adu kekuasaan dan adu kekuatan.
Maka, konsepsi ketahan nasional tidak mengutamakan penggunaan adu kekuasaan
dan adu kekerasan.

2.3 Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional terhadap Kehidupan Berbangsa


dan Bernegara
Tiap-tiap aspek, terutama aspek-aspek dinamis, di dalam tata kehidupan
nasional relatif berubah menurut waktu, ruang dan lingkungan sehingga
interaksinya menciptakan kondisi umum yang sangat kompleks dan amat sulit.
Dari pemahaman tentang hubungan tersebut tentang gambaran bahwa Konsepsi
Ketahanan Nasional akan menyangkut hubungan antara aspek yang mendudung
kepribadian yaitu :
1. Aspek yang berkaitan dengan alam besifat stasti, yang meliputi Aspek
Geografi, Aspek Kependudukan, dan aspek Sumber Kekayaan Alam.
2. Aspek yang berkaitan dengan sosial bersifat dinamis, yang meliputi Aspek
Ideologi, Aspek Politik, Aspek Sosial Budaya, dan Aspek Pertahanan dan
Keamanan.
Pengaruh Aspek Ideologi
Ideologi adalah suatu sistem nilai sekaligus kebulatan ajaran yang memberikan
motivasi. ldeologi juga mengandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicitacitakan oleh suatu bangsa. Secara teoretis, suatu ideologi bersumber dari stuatu
falsafah dan meruakan pelaksanaan dari sistem falsafah itu sendiri.
a. Ideologi Dunia
1. Liberalisme

Aliran pikiran perseorangan atau individualistik. Aliran pemikiran ini


mengajarkan bahwa negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun
atas kontrak semua individu dalam masyarakat itu (kontrak sosial).
Liberalisme bertitik tolak dari hak asasi yang melekat pada manusia sejak ia lahir
dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapa pun termasuk penguasa kecuali atas
persetujuan yang bersangkutan. Paham Liberalisme mempunyai dasar-dasar
kebabasan dan kepentingan pribadi yang menuntut kebebasan individu secara
mutlak, yaitu kebebasan mengejar kebahagiaan hidup di tengah-tengah kekayaan
materil yang melimpah dan dicapai dengan bebas.
2. Komunisme
Aliran pikiran golongan (class theory) yang diajarkan oleh Karl Marx, Engels dan
Lenin pada mulanya merupakan kritik Kark Marx atas kehidupan sosial ekonomi
masyarakat pada awal revolusi industri.
Aliran pemikiran ini beranggapan bahwa negara adalah susunan golongan (kelas)
untuk menindas kelas lain. Golongan ekonomi kuat menindas ekonomi lemah.
Golongan borjuis menindas golongan proletar (kaum buruh). Karena itu Marx
menganjurkan agar kaum buruh mengadakan revolusi politik untuk merebut
kekuasaan negara dari golongan kaya kapitalis dan borjuis agar kaum buruh dapat
ganti berkuasa dan mengatur negara.
Sesuai dengan aliran pikiran yang melandasi komunisme, dalam upaya merebut
atau mempertahankan kekuasaan kominisme dalam upaya merebut atau
mempertahankan kekuasaan komunisme akan :
a. Menciptakan situas konflik untuk mengadu golongan-golongan, tertentu serta
menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.
b. Ajaran komunis bersifat atheis, tidak percaya akan adanya Tuhan Yang Maha
Esa, dan didasarkan pada kebendaan (materialistis). Bahkan agama dinyatakan
sebagai racun bagi kehidupan bermasyarakat.
c. Masyarakat komunis bercorak Internasional. Masyarakat yang dicita-citakan
oleh komunis adalah masyarakat komunis dunia yang tidak dibatasi oleh
kesadaran nasiona1. Hal ini tercermin dalam seruan Marx yang terkenalKaum
buruh diseluruh dunia bersatulah! Komunisme menghendaki masyarakat tanpa
nasionalisme.

d. Masyarakat komunisme yang dicita-citakan adalah masyarakat tanpa kelas.


Masyarakat tanpa kelas dianggap masyarakat yang dapat memberikan suasana
hidup yang aman dan tentram, tanpa pertentangan, tanpa hak milik pribadi atas
alat produksi dan tanpa pembagian kerja.
3. Faham Agama
Ideologi bersumber dari falsafah agama yang termuat dalam kitab Agama.
b. Ideologi Pancasila
Sila-sila Pancasila adalah :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan
atau perwalikan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung nilai spiritual, memberikan
kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua pemeluk agama dan penganut
kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa untuk berkembang di Indonesia.
Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab mengandung nilai kesamaan derajat
maupun kewajiban dan hak, cinta mencintai, hormat menghormati, keberanian
membela kebenaran dan keadilan, toleransi, dan gotong royong.
Sila Persatuan Indonesia dalam masyarakat Indonesia yang pluralistik
mengandung nilai persatuan bangsa dan kesatuan wilayah yang merupakan faktor
pengikat yang menjamin keutuhan nasional atas dasar Bhineka Tunggal Ika
Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam
permusyawaratan atau perwalikan menunjukan bawha kedaulatan berada di
tangan rakyat, yang diwujudkan oleh persatuan nasional yang riil dan wajar
Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mengandung nilai keadilan,
keseimbangan antara hak dan kewajiban, penghargaan terhadap hak orang, gotong
royong dalam suasana kekeluargaan, ringan tangan, dan kerja keras untuk
bersama-sama mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadlian sosial.

10

c. Ketahanan pada Aspek Ideologi


1. Konsepsi tentang Ketahanan Ideologi
Ketahanan ini mengandung keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam
menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan
dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung dalam
rangka menjamin kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Republik
Indonesia.
Pelaksanaan obyektif adalah pelaksanaan nilai-nilai yang secara surat terkandung
dalam ideologi atau paling tidak secara tersirat dalam UUD 1945 serta secara
peraturan perundang-undangan dibawahnya dan nsegala kegiatan
penyelenggaraan negara. Pelaksanaan subyektif adalah pelaksanaan nilai-nilai
tersebut oleh masing-masing individu dalam kehidupan sehari-hari, sebagai
pribadi, anggota masyarakat, dan warga negara. Pancasila mengandung sipat
idealistik, realistik dan pleksibel, serhingga terbuka terhadap perkembangan yang
terjadi.
Pancasila sebagai dasar negara Republlik Indonesia terhadap dalam alinea 4
pembukaan UUD 1945, ketetapan MPR RI No. 2 XVIII/MPR/1998. Pancasaila
sebagai ideologi nasional terhadap dalam ketetapan MPR RI no.2
XVIII/MPR/1998. Pancasila sebagai pandangan hidup dan sumber hukum
terhadap ketetapan MPR RI no.2 XX/MPRS/1966 yo ketetapan MPR RI no.2
IX/MPR/1978.
2. Pembinaan Ketahanan Ideologi
Upaya memperkuat ketahanan Ideologi memerlukan langkah pembinaan berikut:
a. Pengamalan Pacasila secara obyektif dan subyektif terus dikembangkan serta
ditingkatkan.
b. Pancasila sebagai ideologi terbuka perlu terus direlefansikan dan di
aktualisasikan nilai instrumentalnya agar tetap mampu membimbing dan
mengarahkan kehidupan dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, selaras
dengan peradaban dunia yang berubah dengan cepat tanpa kehilangan jati diri
bangsa Indonesia.
c. Sesanti Bhineka Tunggal Ika dan konsep wawasan Nusantara yang bersumber
dari Pancasila harus terus di kembangkan dan ditanamkan dalam masyarakat yang

11

majemuk sebagai upaya untuk selalu menjaga persatuan bangsa dan kesatuan
wilayah serta moralitas yang royal dan bangga terhadap bangsa dan negara.
Disamping itu anggota masyarakat dan pemerintah perlu bersikap wajar terhadap
kebhinekaan.
d. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar negara Republik
Indonesia harus dihayati dan diamalkan serta nyata oleh setiap penyelenggaraan
negara, lembaga kenegaraan, lembaga kemasyarakatan, serta setiap warga negara
Indonesia, agar kelestarian dak keampuhannnya terjaga dan tujuan nasional serta
cita-cita bangsa Indonesia terwujud, dalam hal ini suri tauladan para pemimpin
panyelenggara negara dan pemimpin tokoh masyarakat merupakan hal yang
sangat mendasar.
e. Pembangunan, sebagai pengamalan Pancasila, harus menunjukan keseimbangan
antara Fisik material dcngan mental spiritual untuk menghindari tubuhnya
materialisme dan skuarisme. Dengan memperhatikan kondisi geografi Indonesia,
pembangunan harus adil dan merata di seluruh wilayahuntuk memupuk rasa
persatuan bangsa dan kesatuan wilayah.
f. Pendidikan moral Pancasila ditanamkan pada diri anak didik dengan cara
mengintegrasikannya. Ke dalam mata pelajaran lain seperti pendidikan budi
pekerti, pendidikan sejara perjuangan bangsa, bahasa Indonesia dan kepramukaan.
Pendidikan Moral Pancasila juga perlu diberikan kepada masyarakat luas secara
non formal.

2.4 Keberhasilan Ketahanan Nasional Indonesia


Kondisi kehidupan nasional merupakan pencerminan ketahanan nasional
yang mencakup aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan
keamanan, sehingga ketahanan nasional adalah kondisi yang harus dimiliki dalam
semua aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam wadah
NKRI yang dilandasi oleh landasan idiil Pancasila, landasan konstitusional UUD
1945, dan landasan visional Wawasan Nasional. Utnuk mewujudkan keberhasilan
ketahanan nasional diperlukan kesadaran setiap warga negara Indonesia, yaitu :

12

1.

Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik

yang berupa keuletan dan ketangguhan yang tidak mengenal menyerah yang
mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka
menghadapi segala ancaman, gangguan, tantangan dan hambatan baik yang
datang dari luar maupun dari dalam, untuk menjamin identitas, integritas,
kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan
nasional.
2.

Sadar dan peduli terhadap pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek

ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, sehingga


setiap warga negara Indonesia baik secara individu maupun kelompok dapat
mengeliminir pengaruh tersebut, karena bangsa Indonesia cinta damai akan tetapi
lebih cinta kemerdekaan. Hal itu tercermin akan adanya kesadaran bela negara
dan cinta tanah air.
Apabila setiap warga negara Indonesia memiliki semangat perjuangan
bangsa dan sadar serta peduli terhadap pengaruh yang timbul dalam
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta dapat mengeliminir pengaruhpengaruh tersebut, maka akan tercermin keberhasilan ketahanan nasional
Indonesia. Untuk mewujudkan ketahanan nasional diperlukan suatu kebijakan
umum dari pengambil kebijakan yang disebut Politik dan Strategi Nasional
(Polstranas).

13

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Ketahanan nasional adalah kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi
keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan kekuatan nasional
didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan,serta
gangguan baik yang datang dari dalam maupun dari luar yang secara langsung
ataupun tidak langsung yang dapat membahayakan integritas, identitas serta
kelangsungan hidup bangsa dan negara.
Ketahanan nasional dianalisis berdasarkan pembidangan kehidupan
nasional. Bangsa Indonesia membagi kehidupannya secara global kedalam
delapan gatra. Trigatra mencakup unsur-unsur alam yang terdiri atas kondisi
geografis negara, kekayaan alam, dan keadaan serta kemampuan penduduk.
Aspek pancagatra mencakup unsur-unsur sosial yang meliputi ideologi, politik,
ekonomi, sosial budaya, hankam.
3.2 SARAN
Ketahanan Nasional merupakan tanggung jawab kita bersama, UUD RI
1945 telah mengamanatkan hak dan kewajiban atau keikutsertaan warga negara
dalam usaha pertahanan dan keamanan negara, antara lain:
-

Pasal 27 ayat (3) yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak dan
wajib ikut serta dalam upaya bela negara

Pasal 30 ayat (1) tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam
usaha pertahanan dan keamanan negara.
Maka setiap warga negara berhak turut serta dalam menentukan kebijakan

tentang pembelaan negara (melalui saluran dan sesuai peraturan perundangundangan yang berlaku). Dan setiap warga negara berkewajiban turut serta dalam

14

usaha pembelaan negara sesuai dengan kemampuan dan profesinya masingmasing.


3.3

DAFTAR PUSTAKA
-

Kaelan, Zubaidi Achmad. Pendidikan kewarganegaraan. Yogykarta:


Paradigma, 2007.

Budiyanto. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Erlangga,2006.

http://informasilive.blogspot.com/2013/04/pengertian-hakikat-sifat-danciri.html

http://niekerahma.blogspot.com/2011/02/pengaruh-aspek-ketahanannasional-pada.html

http://www.slideshare.net/herarosdiana9/makalah-ketahanan-nasional

Pendidikan Kewarganegaraan. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2005.

15