Anda di halaman 1dari 2

MENGHINDARI RISIKO JATUH PADA LANSIA

Dr. Yuda Turana, SpS


Jatuh menjadi salah satu insiden yang paling sering terjadi pada orang lanjut usia (lansia)
yang mengakibatkan trauma serius, seperti nyeri, kelumpuhan bahkan kematian. Hal ini
menimbulkan rasa takut dan hilangnya rasa percaya diri sehingga mereka membatasi
aktivitasnya sehari-hari yang menyebabkan menurunnya mutu kehidupan pada lansia yang
mengalaminya dan juga berpengaruh pada anggota keluarganya.

Apa faktor risiko seorang Lansia terjatuh ?

Faktor penyebab jatuh pada lansia dapat dibagi dalam 2 golongan besar, yaitu: Faktor
Intrinsik dan Ekstrinsik. Faktor instrinsik dapat disebabkan oleh proses penuaan dan
berbagai penyakit seperti
Stroke dan TIA yang mengakibatkan kelemahan tubuh sesisi , Parkinson yang
mengakibatkan kekakuan alat gerak, maupun Depresi yang menyebabkan lansia tidak
terlalu perhatian saat berjalan . Gangguan penglihatan pun seperti misalnya katarak
meningkatkan risiko jatuh pada lansia. Gangguan sistem kardiovaskuler akan menyebabkan
syncope, syncope lah yang sering menyebabkan jatuh pada lansia.
Jatuh dapat juga disebabkan oleh dehidrasi. Dehidrasi bisa disebabkan oleh diare, demam,
asupan cairan yang kurang atau penggunaan diuretik yang berlebihan. Selain itu
Faktor-faktor lingkungan pun dapat menyebabkan risiko jatuh meningkat, seperti :
Alat-alat atau perlengkapan rumah tangga yang sudah tua atau tergeletak di bawah,tempat
tidur tidak stabil atau kamar mandi yang rendah dan tempat berpegangan yang tidak kuat
atau tidak mudah dipegang, lantai tidak datar, licin atau menurun, karpet yang tidak dilem
dengan baik, keset yang tebal/menekuk pinggirnya, dan benda-benda alas lantai yang licin
atau mudah tergeser,lantai licin atau basah, penerangan yang tidak baik (kurang atau
menyilaukan), alat bantu jalan yang tidak tepat ukuran, berat, maupun cara penggunaannya.


Pencegahan
Pencegahan dilakukan berdasar atas faktor resiko apa yang dapat menyebabkan jatuh seperti
faktor neuromuskular, muskuloskeletal, penyakit yang sedang diderita, pengobatan yang
sedang dijalani, gangguan keseimbangan dan gaya berjalan, gangguan visual, ataupun faktor
lingkungan.dibawah ini akan di uraikan beberapa metode pencegahan jatuh pada orang tua :
1. Latihan fisik
latihan fisik diharapkan mengurangi resiko jatuh dengan meningkatkan kekuatan tungkai
dan tangan, memperbaiki keseimbangan, koordinasi, dan meningkatkan reaksi terhadap
bahaya lingkungan, latihan fisik juga bisa mengurangi kebutuhan obat-obatan sedatif.
Latihan fisik yang dianjurkan yang melatih kekuatan tungkai, tidak terlalu berat dan
semampunya, salah satunya adalah berjalan kaki.(1,4,5,6)
2. Managemen obat-obatan
Gunakan dosis terkecil yang efektif dan spesifik.
Perhatikan terhadap efek samping dan interaksi obat.
Gunakan alat bantu berjalan jika memang di perlukan selama pengobatan.
Kurangi pemberian obat-obatan yang sifatnya untuk waktu lama terutama sedatif dan
tranquilisers.
Hindari pemberian obat multiple (lebih dari empat macam) kecuali atas indikasi klinis kuat.
Menghentikan obat yang tidak terlalu diperlukan.
3. Modifikasi lingkungan
Atur suhu ruangan supaya tidak terlalu panas atau dingin untuk menghindari pusing akibat
suhu.
Taruhlah barang-barang yang memang seringkali diperlukan berada dalam jangkauan tanpa
harus berjalan dulu.
Gunakan karpet antislip di kamar mandi.
Perhatikan kualitas penerangan di rumah.
Jangan sampai ada kabel listrik pada lantai yang biasa untuk melintas.
Pasang pegangan tangan pada tangga, bila perlu pasang lampu tambahan untuk daerah
tangga.
Singkirkan barang-barang yang bisa membuat terpeleset dari jalan yang biasa untuk
melintas.
Gunakan lantai yang tidak licin.
Atur letak furnitur supaya jalan untuk melintas mudah, menghindari tersandung.
Pasang pegangan tangan ditempat yang di perlukan seperti misalnya di kamar mandi.
Hindari penggunaan furnitur yang beroda.

4. memperbaiki kebiasaan pasien lansia misalnya :
Berdiri dari posisi duduk atau jangkok jangan terlalu cepat.
Jangan mengangkat barang yang berat sekaligus.
Mengambil barang dengan cara yang benar dari lantai.
Hindari olahraga berlebihan.

5. Alas kaki
Hindari sepatu berhak tinggi, pakai sepatu berhak lebar.
Jangan berjalan hanya dengan kaus kaki karena sulit untuk menjaga keseimbangan.
Pakai sepatu yang antislip.

6. Alat bantu jalan
Terapi untuk pasien dengan gangguan berjalan dan keseimbangan difokuskan untuk
mengatasi atau mengeliminasi penyebabnya atau faktor yang mendasarinya. Pada
penggunaannya, alat bantu jalan memang membantu meingkatkan keseimbangan, namun di
sisi lain menyebabkan langkah yang terputus dan kecenderungan tubuh untuk membungkuk,
terlebih jika alat bantu tidak menggunakan roda., karena itu penggunaan alat bantu ini
haruslah direkomendasikan secara individual. Apabila pada lansia yang kasus gangguan
berjalannya tidak dapat ditangani dengan obat-obatan maupun pembedahan. Oleh karena
itu, penanganannya adalah dengan alat bantu jalan seperti cane (tongkat), crutch (tongkat
ketiak) dan walker. (Jika hanya 1 ekstremitas atas yang digunakan, pasien dianjurkan pakai
cane. Pemilihan cane type apa yang digunakan, ditentukan oleh kebutuhan dan frekuensi
menunjang berat badan. Jika ke-2 ekstremitas atas diperlukan untuk mempertahankan
keseimbangan dan tidak perlu menunjang berat badan, alat yang paling cocok adalah four-
wheeled walker. Jika kedua ekstremitas atas diperlukan untuk mempertahankan
keseimbangan dan menunjang berat badan, maka pemilihan alat ditentukan oleh frekuensi
yang diperlukan dalam menunjang berat badan.
7. Periksa fungsi penglihatan dan pendengaran.
8. Hip protektor : terbukti mengurangi resiko fraktur pelvis.
9. Memelihara kekuatan tulang
Suplemen nutrisi terutama kalsium dan vitamin D terbukti meningkatkan densitas tulang
dan mengurangi resiko fraktur akibat terjatuh pada orang tua.
Berhenti merokok
Hindari konsumsi alkohol
Latihan fisik
Anti-resorbsi seperti biophosphonates dan modulator reseptor estrogen.
Suplementasi hormon estrogen / terapi hormon pengganti.