Anda di halaman 1dari 25

5

Sistem Satuan Penerangan


2.1. Satuan-satuan
Dalam teknik penerangan terdapat satuan-satuan yang biasa digunakan, antara
lain:
1. Satuan untuk intensitas cahaya (I) adalah kandela (cd)
Intensitas cahaya adalah jumlah energi radiasi yang dipancarkan sebagai cahaya
kesuatu jurusan tertentu (harten, tahun !!:").
#$nt$h:
%ampu suar .!!!.!!! cd
D$p lampu sepeda dalam re&lekt$r 5! cd
. Satuan untuk &lu' cahaya () adalah lumen (lm)
(lu' cahaya yang dipancarkan $leh suatu sumber cahaya ialah seluruh jumlah
cahaya yang dipancarkan dalam satuan detik (harten, tahun !!:)).
#$nt$h:
%ampu sepeda memberi 1! lm
%ampu pijar 15! * memberi .1!! lm
%ampu +% ," * memberi ,.5! lm
,. Satuan untuk Intensitas penerangan atau iluminasi (-) adalah lux (lx)
"
Intensitas penerangan atau iluminansi di suatu bidang ialah &lu' cahaya yang
jatuh pada 1 m

pada suatu bidang (harten, tahun !!:.).
#$nt$h:
/uang kant$r .!! l'
+engah musim panas, siang hari 5!.!!! l'
0ekerjaan sangat halus ,.!!! l'
2.2. Diagram dan Grafik
1ntuk menghitung pr$yek-pr$yek penerangan digunakan diagram p$lar intensitas
cahaya yang didapat dari buku-buku katal$g sesuai dengan jenis lampu dan armatur
dan gra&ik intensitas penerangan yang didapat dari hasil perhitungan.
2.2.1 Diagram Polar Intensitas Cahaya
Diagram 0$laritas intensitas cahaya menggambarkan jumlah energi radiasi yang
dipancarkan kesuatu jurusan tertentu. 2ambar .1 panjang jari-jari dari !3 ke suatu
titik dari gra&ik menyatakan intensitas cahayanya ke arah itu dalam satuan candela.
1mumnya diagram-diagram ini diberikan untuk lampu yang memberi 1!!! lumen .
Intensitas cahaya sebuah lampu harus sebanding dengan &lu' cahayanya, $leh
karena itu untuk setiap lampu memiliki &lu' cahaya yang berbeda dan diagram masih
harus dikalikan dengan jumlah ribuan lumen lampu tersebut.
4ika lampu pada gambar .1 mempunyai "5!! lumen, maka pada sudut !3
intensitas cahayanya akan sama dengan :
",5 ' 15! 5 6)5 cd.
)
2ambar .1
Diagram 0$lar Intensitas cahaya
dan armatur
2.2.2. Grafik Intensitas Penerangan
Diagram p$lar intensitas cahaya digunakan untuk menghitung intensitas
penerangan di suatu titik menurut rumus (harten, tahun !! : 15).:
I
E
p
5
r
2
lux
Intensitas cahaya suatu sumber cahaya (gambar .) % kearah titik 0 sama dengan
I56!! cd, dan jarak antara % dan 0 sama dengan r 5 , m, maka intensitas penerangan
di titik 0 akan sama dengan:
E
p
5
900
3
2
= 1 lux
2ambar .
7rah Intensitas #ahaya
Intensitas penerangan -
1
di bidang a
1
8 b
1
tegak lurus pada arah I, menurut hukum
kuadrat akan sama dengan :
E
1
5
I
lux
r
2
Intensitas penerangan - di bidang h$ri9$ntal a-b, ialah pr$yeksi dari -
1
pada garis
tegak lurus pada bidang a-b di titik 0. jadi :
! = !
1
"os a
a 5 sudut antara sinar cahaya dan garis tegak lurus pada bidang a 8 b di titik 0.
/umus ini dikenal dengan hukum cosinus.
Dari dua rumus di atas didapat:
E 5
I
Cos a lux
r
2
4ika letak titik cahaya di atas bidang h$ri9$ntal sama dengan h, didapat :
Cos a 5
h
r
:ita dapat melihat gra&ik intensitas cahaya pada gambar ., dimana semakin jauh
antara sumber cahaya dan bidang yang dipancarkan cahaya maka intensitas
penerangannya akan semakin kecil.
Gam#ar 2.$
Diagram p$lar intensitas cahaya sebuah lampu dengan gra&ik intensitas
penerangannya
2.$. Sistem Penerangan
0enyebaran cahaya dari suatu sumber cahaya tergantung pada k$nstruksi sumber
cahaya itu sendiri dan pada k$nstruksi armatur yang digunakan (harten, tahun !! :
,). :$nstruksi armaturnya antara lain ditentukan $leh
a. cara pemasangannya pada dinding atau langit-langit;
b. cara pemasangan &iting atau &iting-&iting di dalam armatur;
c. perlindungan sumber cahayanya;
d. penyesuaian bentuknya dengan lingkungan;
e. penyebaran cahayanya.
Sebagian besar dari cahaya yang ditangkap $leh mata, tidak datang langsung dari
sumber cahaya, tetapi setelah dipantulkan $leh lingkungan.
:arena besarnya luminansi sumber-sumber cahaya m$dern, cahaya langsung dan
sumber cahaya biasanya akan menyilaukan mata. :arena itu bahan-bahan armatur
harus dipilih demikian rupa sehingga sumber cahayanya terlindung dan cahayanya
terbagi secara tepat.
<erdasarkan pembagian &lu' cahayanya $leh sumber cahaya dan armatur yang
digunakan, dapat dibedakan sistem-sistem penerangan di ba=ah ini:
Sistem penerangan %angsung ke bidang kerja
a. 0enerangan langsung 6!-1!!>
b. +erutama penerangan langsung "!-6!>
c. 0enerangan #ampuran atau penerangan di&us ?!-"!>
d. +erutama penerangan tak langsung 1!-?!>
e. 0enerangan tak langsung !-1!>
2.$.1. %#sor&si
Sebagian dari cahaya yang mengenai suatu permukaan akan diserap $leh
permukaan itu. <agian yang diserap ini menimbulkan panas pada permukaan
tersebut. 0ermukaan yang gelap dan buram menyerap banyak cahaya .
<agian &lu' cahaya yang diserap $leh suatu permukaan di tentukan $leh &akt$r
abs$rpsi a permukaan itu:
(lu' cahaya yang diserap
a 5
(lu' cahaya yang mengenai permukaan
2.$.2. 'efleksi
4ika sinar-sinar cahaya sejajar yang mengenai suatu permukaan, dipantulkan tetap
sejajar, maka terjadi re&leksi cermin atau re&leksi teratur (gambar .?). /e&leksi
demikian terjadi pada cermin dan pada permukaan l$gam yang dip$les.
4ika sinar-sinarnya dipantulkan tersebar ke semua jurusan, maka tenjadi re&leksi
baur atau re&leksi di&us (gambar .5), seperti yang terjadi pada suatu permukaan
kasar, misalnya pada langit-langit yang dikapur.
7ntara dua bentuk ini masih dijumpai beberapa bentuk re&leksi lain, misalnya
re&leksi campuran (gambar ."). yang dapat dikenali dari permukaan yang berkilat
:alau bentuk berkas cahaya yang dipantulkan agak lebih teratur, dikatakan bah=a
terjadi re&leksi terpencar (gambar .))
4umlah cahaya yang dipantulkan tidak ditentukan $leh mengkilatnya suatu
permukaan, tetapi $leh si&at-si&at dan permukaan bahannya. 0ermukaan di&us kadang-
kadang dapat memantulkan lebih banyak cahaya daripada suatu permukaan yang
mengkilat.
2ambar.? /e&leksi teratur 2ambar.5 /e&leksi baur
2ambar." /e&leksi campuran
2ambar.) /e&leksi terpencar
<agian &lu' cahaya yang dipantulkan ditentukan $leh &akt$r re&leksi r suatu
permukaan:
(lu' cahaya yang dipantulkan
r 5
(lu' cahaya yang mengenai permukaan
(akt$r re&leksi !," atau "!> berarti, bah=a "!> dan &lu' cahaya yang mengenai per
permukaan dipantulkan.
2.$.$. (ransmisi
<ahan-bahan tembus cahaya, seperti berbagai jenis kaca, akan memantulkan atau
menyerap hanya sebagian saja dari cahaya yang mengenainya. Sebagian besar dan
cahaya itu dapat menembus bahan-bahan tersebut.
2ambar .. memperlihatkan transmisi teratur. Sinar-sinar cahaya yang masuk sejajar
keluar tetap sejajar.
2ambar .6 memperlihatkan transmisi di&us sempurna. Sinar-sinar yang masuk
sejajar, keluar tersebar, seperti misalnya pada kaca $pal.
2ambar .1! memperlihatkan transmisi campuran yang merupakan gabungan antara
transmisi teratur dan transmisi di&us.
2ambar .. +ransmisi teratur
2ambar .6 +ransmisi di&us sempurna
2ambar .1! +ransmisi campuran
(lu' cahaya yang dapat menembus
t 5
(lu' cahaya yang mengenai permukaan
2.). %rmatur
7rmatur-armatur lampu dapat dibagi menurut beberapa cara, yaitu (harten, tahun
!! : 6):
1. berdasarkan si&at penerangannya, atas armatur untuk penerangan langsung,
sebagian besar langsung, di&us, sebagian besar tak langsung dan tak langsung,
1?
. berdasarkan k$nstruksinya, atas armatur biasa, kedap tetesan air, kedap air, kedap
letupan debu dan kedap letupan gas;
,. berdasarkan penggunaannya, atas armatur untuk penerangan dalam, penerangan
luar, penerangan industri, penerangan dek$rasi, dan armatur yang ditanam di
dinding atau langit-langit dan yang tidak ditanam;
?. berdasarkan bentuknya, atas armatur bal$n, pinggan, armatur pancaran lebar dan
pancaran terbatas;
kemudian armatur kandil, palung dan armatur-armatur jenis lain untuk lampu.
lampu bentuk tabung;
5. berdasarkan cara pemasangannya, atas armatur langit-langit dinding. gantung,
berdiri, armatur gantung memakai pipa dan armatur gantung memakai kabel.
<entuk sumber cahaya dan armatur harus demikian rupa sehingga tidak me-
nyilaukan mata. <ayang-bayang harus ada, sebab bayang-bayang ini diperlukan untuk
dapat melihat benda-benda se=ajarnya. 7kan tetapi bayang-bayang itu tidak b$leh
terlalu tajam.
2.).1. Penerangan langsung
-&isiensi penerangan langsung sangat baik. #ahaya yang dipancarkan sumber
cahaya seluruhnya diarahkan ke bidang yang harus diberi penerangan; langit-langit
hampir tidak ikut berperan. 7kan tetapi sistem penerangan ini menimbulkan bayang--
bayang yang tajam. :eberatan ini dapat dikurangi dengan menggunakan sumber--
sumber cahaya bentuk tabung (lampu +%). 0ada gambar .11 menunjukan armatur
untuk penerangan langsung.
15
. berdasarkan k$nstruksinya, atas armatur biasa, kedap tetesan air, kedap air, kedap
langsung mengenai mata.
0enerangan langsung terutama digunakan di ruangan-ruangan, yang tinggi,
misalnya di bengkel dan pabrik, dan untuk penerangan luar.
2ambar .11 7rmatur palung
2.).2 (erutama &enerangan langsung
-&isiensi penerangan yang sebagian besar langsung ini juga cukup baik.
Dibandingkan dengan penerangan langsung, pembentukan bayang-bayang dan
kilaunya agak kurang. Sejumlah kecil cahaya dipancarkan ke atas, karena itu kesan
mengenai ukuran ruangannya menjadi lebih baik. 0ada 2ambar .1 menunjukan
armatur untuk terutama penerangan langsung dimana diagram p$laritas menunjukan
cahaya yang dipancarkan tersebar hingga ke atas.
1"
2ambar .1. 7rmatur terutama penerangan langsung
2.*. Cara menghitung &enerangan dalam
1ntuk suatu perusahaan pr$duksi, penerangan yang baik antara lain memberi
keuntungan-keuntungan berikut ini(harten, tahun !! : ,)).:
a. peningkatan pr$duksi;
b. peningkatan kecermatan;
c. kesehatan yang lebih baik;
d. suasana kerja yang lebih nyaman;
e.. keselamatan kerja yang lebih baik
0ilihan mengenai sistem penerangan yang sebaiknya digunakan dipengaruhi $leh
banyak &akt$r, antara lain:
a. intensitas penerangannya di bidang kerja;
b. intensitas penerangan umumnya dalam ruangan;
c. biaya instalasinya;
d. biaya pemakaian energinya;
1)
e.. biaya pemeliharaan instalasinya antara lain biaya untuk penggantian lampu lampu.
0enerangan suatu ruangan kerja pertama-tama harus tidak melelahkan mata.
:arena itu perbedaan intensitas penerangan yang terlalu besar antara bidang kerja dan
sekelilingnya, harus dihindari, karena akan memerlukan daya penyesuaian mata yang
terlalu besar sehingga melelahkan.
0erbandingan antara intensitas penerangan minimum dan maksimum di bidang.
kerja harus sekurang-kurangnya !,). 0erbandingan dengan sekelilingnya harus
sekurang-kurangnya !,, (harten, tahun !! : ,)).
2.*.1. Intensitas Penerangan
Intensitas penerangan harus ditentukan di tempat di mana pekerjaannya akan
dilakukan. <idang kerja umumnya diambil .! cm di atas lantai. <idang kerja ini
mungkin sebuah meja atau bangku kerja, atau juga suatu bidang h$ris$ntal khayalan,
.! cm di atas Iantai (harten, tahun !! : ,)).
Intensitas penerangan yang diperlukan ikut ditentukan $leh si&at pekerjaan yang
harus dilakukan. +abel .1 menunjukan intensitas penerangan untuk ruang dan jenis
pekerjaan. Suatu bagian mekanik halus misalnya, akan memerlukan intensitas
penerangan yang jauh lebih besar daripada yang diperlukan suatu dapur.
4uga panjangnya =aktu kerja mempengaruhi intensitas penerangan yang di-
perlukan. 0ekerjaan yang lama dengan penerangan buatan, juga memerlukan
intensitas penerangan yang lebih besar.
Intensitas penerangan E dinyatakan dalam satuan lu', sama dengan jumlah
Im@m

. 4adi &lu' cahaya yang diperlukan untuk suatu bidang kerja seluas A m

1.
ialah(harten, tahun !! : ,.).:
= E x A lm
(lu' cahaya yang dipancarkan lampu-lampu tidak semuanya mencapai bidang
kerja. Sebagian dan &lu' cahaya itu akan dipancarkan ke dinding dan langit-langit.
:arena itu untuk menentukan &lu' cahaya yang diperlukan harus diperhitungkan
e&isiensi atau rendemennya:
0ada gambar .1,
a. 0embagian &lu' cahaya dalam ruangan.
Dalam hal ini &lu' cahayanya sebagian besar menuju langsung ke bidang kerja.
b. Dalam ruangan tinggi ini hanya sebagian kecil dan &lu' cahayanya menuju
langsung ke bidang kerja.
a
#
2ambar .1,
0embagian &lu' cahaya
16
(a#el 2.1
+abel Intensitas penerangan yang diterbitkan philips (harten, tahun !! : ?1)
Sifat &enerangan Penerangan
sangat #aik
Penerangan
#aik
1. +antor
/uang gambar !!! lu' 1!!! lu'
/uang kant$r (pekerjaan biasa) 1!!! lu' 5!! lu'
/uang yang jarang dipergunakan (arsip, r.tunggu) 5! lu' 15! lu'
2. 'uang sekolah
/uang kelas 5!! lu' 5! lu'
/uang 2ambar 1!!! lu' 5!! lu'
$. Industri
0ekerjaan sangat halus (pembuatan jam tangan) 5!!! lu' 5!! lu'
0ekerjaan halus (bubut halus) !!! lu' 1!!! lu'
0ekerjaan biasa (pemasangan biasa) 1!!! lu' 5!! lu'
) (oko
'uang ,ual dan &amer-
+$k$-t$k$ besar 1!!! lu' 5!! lu'
+$k$-t$k$ lain 5!! lu' 5! lu'
!talase
+$k$-t$k$ besar !!! lu' 1!!! lu'
+$k$-t$k$ lain 1!!! lu' 5!! lu'
*. .es,id/ gere,a/ ds# 5! lu' 15 lu'
!
0. 'umah (inggal
Dapur 5!! lu' 5! lu'
:amar +idur 5!! lu' 5! lu'
2udang, garasi 5! lu' 15 lu'
0enerangan 1mum 5! lu' 15 lu'
2.*.2. !fisiensi Penerangan
Dari
Ag
B 5
A
!
A$ 5 &lu' cahaya yang dipancarkan $leh semua sumber cahaya yang ada dalam
ruangan;
Ag5 &lu' cahaya berguna yang mencapai bidang kerja, langsung atau tak langsung
setelah dipantulkan $leh dinding dan langit-langit.
dan
Cg 5 - ' 7 lm
didapat rumus &lu' cahaya
di mana:
- ' 7 lm
A
!
5
B
A 5 luas bidang kerja dalam m

.
E 5 intensitas penerangan yang diperlukan di bidang kerja.
-&isiensi atau rendemen penerangannya ditentukan dan tabel . . Setiap tabel
hanya berlaku untuk suatu armatur tertentu dengan jenis lampu tertentu dalam
ruangan tertentu pula (harten, tahun !! : ,6).
1ntuk menentukan e&isiensi penerangannya harus diperhitungkan:
a. e&isiensi atau rendemen armaturnya (v);
b. &akt$r re&leksi dindingnya (r
w
), &akt$r re&leksi langit-langitnya (r
p
) dan &akt$r
re&leksi bidang pengukurannya (r
m
);
c. indeks ruangannya,
+abel . -&isiensi penerangan dalam keadaan baru
2.*.$. 1aktor-faktor refleksi
(akt$r-&akt$r re&leksi r
w
dan r
p
masing-masing menyatakan bagian yang
dipantulkan dari &lu' cahaya yang diterima $leh dinding dan langit-langit, dan
kemudian mencapai bidang kerja.
(akt$r re&leksi semu bidang pengukuran atau bidang kerja r
m
ditentukan $leh
re&leksi lantai dan re&leksi bagian dinding antara bidang kerja dan lantai. 1mumnya
untuk r
m
ini diambil !,1.
%angit-langit dan dinding ber=arna terang memantulkan 5!-)!3, dan yang
ber=arna gelap 1!-!>.
0engaruh dinding dan langit-langit pada sistem penerangan langsung jauh lebih
kecil daripada pengaruhnya pada sistem-sistem penerangan lainnya. Sebab cahaya
yang jatuh di langit-langit dan dinding hanya sebagian kecil saja dari &lu' cahaya.
Dalam tabel-tabel . e&isiensi penerangannya diberikan untuk tiga nilai r
p
yang
berbeda. 0ada setiap nilai r
p
terdapat tiga nilai r
w
.
1ntuk &akt$r re&leksi dinding r
w
ini dipilih suatu nilai rata-rata, sebab pengaruh
g$rden dan sebagainya sangat besar
Silau karena cahaya yang dipantulkan dapat dihindari dengan cara-cara berikut
ini:
a. menggunakan bahan yang tidak mengkilat untuk bidang kerja;
b. menggunakan sumber-sumber cahaya yang permukaannya luas dan luminansinya
rendah;
c. penempatan sumber cahaya yang tepat.
2.*.). Indeks ruang atau indeks #entuk
Indeks ruangan atau indeks bentuk k menyatakan perbandingan antara ukuran-
ukuran utama suatu ruangan berbentuk bujur sangkar:
p . l
k 5
h (p+l)
di mana:
p 5 panjang ruangan dalam m,
I = lebar ruangan dalam m;
h 5 tinggi sumber cahaya di atas bidang kerja, dinyatakan dalam m.
<idang kerja ialah suatu bidang h$ris$ntal khayalan, umumnya !,.! m di atas
lantai.
:alau nilai k yang diper$leh tidak terdapat dalam tabel, e&isiensi penerangannya
dapat ditentukan dengan interp$lasi. :alau misalnya k = ?,5 maka untuk B diambil
nilai tengah antara nilai-nilai untuk k 5 ? dan k= 5.
1ntuk k yang melebihi 5, diambil nilai B untuk k 5 5, sebab untuk k di atas 5,
e&isiensi penerangannya hampir tidak berubah lagi.
2.*.*. 1aktor Penyusutan 2 De&resiasi
(akt$r penyusutan atau &akt$r depresiasi d ialah:
- dalam keadaan dipakai
d 5
- dalam keadaan baru
Intensitas penerangan E dalam keadaan dipakai ialah intensitas penerangan rata-
rata suatu instalasi dengan lampu-lampu dan armatur-armatur, yang daya gunanya
telah berkurang karena k$t$r, sudah lama dipakai atau karena sebab-sebab
lain.-&isiensi penerangan yang diberikan dalam tabel . .
:alau &akt$r depresiasinya !,., suatu instalasi yang dalam keadaan baru memberi
15! lu', akan memberi hanya 1! lu' saja dalam keadaan sudah dipakai.
4adi untuk memper$leh e&isiensi penerangannya dalam keadaan dipakai, nilai
rendemen yang didapat dari tabel masih harus dikalikan dengan &akt$r depresiasinya.
(akt$r depresiasi ini dibagi atas tiga g$l$ngan utama, yaitu untuk:
a. peng$t$ran ringan
b. peng$t$ran biasa
c. peng$t$ran berat
Dasing-masing g$l$ngan utama ini dibagi lagi atas tiga kel$mp$k, tergantung
pada masa pemeliharaan lampu-tampu dan armatur-armaturnya, yaitu setelah 1,
atau , tahun.
0eng$t$ran ringan terjadi di t$k$-t$k$, kant$r-kant$r dan gedung-gedung sek$lah
yang berada di daerah-daerah yang hampir tidak berdebu.
0eng$t$ran berat akan terjadi di ruangan-ruangan dengan banyak debu atau
peng$t$ran lain, misalnya di perusahaan-perusahaan c$r, pertambangan, pemintalan
dan sebagainya.
0eng$t$ran biasa terjadi di perusahaan-perusahaan lainnya.
:alau tingkat peng$t$rannya tidak diketahui, digunakan &akt$r depresiasi !,..
Di samping pengaruh peng$t$ran, dalam &akt$r depresiasi telah juga diper-
hitungkan pengaruh usia lampu-lampunya. 0engaruh ini tergantung pada jumlah jam
nyalanya. 1ntuk tampu-tampu +% diperhitungkan 15!!! jam nyala per tahun (harten,
tahun !! : ?1). 7ngka-angka ini sesuai dengan angka rata-rata di perusahaan-
perusahaan.
5
2.0. 3am&u ta#ung fluoresen
Saat ini dimasyarakat paling banyak menggunakan lampu &lu$resen untuk
penerangan, lampu &lu$resen ini tidak menyebabkan panas. -nergi listrik diubah
menjadi energi cahaya sebesar .!> dan energi panas !>. %ampu tabung &lu$resen
dipasarkan $leh philips dengan k$de +%. Demiliki ukuran diameter ,. mm, dan
panjang tergantung pada daya tabung. Didalam tabung diberi lapisan serbuk
&lu$resen.
2.4. +ualitas Pen"ahayaan
Brigh!"ss #isri$uio!
Denunjukkan jangkauan luminansi (suatu ukuran untuk terang suatu benda) dalam
daerah penglihatan. Suatu rati$ k$ntras yang tinggi diinginkan untuk penerimaan
detail, tetapi penerimaan yang berlebihan dari luminansi dapat menyebabkan
timbulnya masalah. Data menerima cahaya utama yang sangat terang sehingga mata
menjadi sulit untuk memeriksa dengan cermat $byek-$byek yang lebih gelap dalam
suatu daerah terang (ek$,tahun !!?:,!).
%lar" 5Silau6
#ahaya yang berlebihan mencapai mata akan menyebabkan silau, dalam hal ini ada
dua kateg$ri:
a. #ahaya menyilaukan yang tidak menyenangkan (Disamfort Glare).
"
#ahaya ini dapat meningkatkan kelelahan dan menyebabkan sakit kepala.
b. Silau yang menggangu (Disabbility Glare)
#ahaya ini menggangu penglihatan dengan adanya penghamburan cahaya
dalam lensa mata (ek$,tahun !!?:,!).
&ha#ows 57ayang-#ayang6
<ayang bayang yan tajam adalah akibat dari sumber cahaya buatan (artificial) yang
kecil atau dari cahaya langsung matahari. :eduanya dapat mengakibatkan rati$ terang
yang berlebihan dalam jangkauan penglihatan, detil-detil penting yang tidak begitu
jelas (ek$,tahun !!?:,1).
2.8 Dasar Instalasi listrik.
0rinsip-prinsip dasar instalsi listrik yang harus menjadi pertimbangan agar
instalasi yang dipasang dapat dilakukan secara $ptimum adalah keandalan,
ketercapaian, ketersediaan, keindahan, &akt$r keamanan, ek$n$mis
2.8.1. +eandalan
7ndal secara mekanik dan listrik (instalasi bekerja pada nilai n$minal tanpa
menimbulkan kerusakan) keandalan juga menyangkut ketepatan. :etepatan
pengaman untuk menanggapi jika terjadi gangguan. 1ntuk pemasangan instalasi
penerangan yang pada suhunya diatas suhu n$rmal adalah lebih andal jika digunakan
kabel beris$lasi karet silik$n dibandingkan dengan is$lasi 0E#.
2.8.2. +eter"a&aian
)
Suatu instalasi yang dipasang harus bisa di$perasikan dengan n$rmal, pemasangan
saklar diletakkan 1,m dari lantai. 0$sisi panel tidak terhalagi $leh benda-benda yang
mengganggu di hadapannya.
2.8.$. +etersediaan
Suatu Instalasi harus siap untuk menghadapi perluasan-perluasan atau
penambahan- penambahan yang se=aktu-=aktu diperlukan, maka didalam instalasi
(di dalam panel bagi) harus disediakan ataupun tersedia peralatan pengaman yang
belumterhubung dengan beban.
2.8.). +eindahan
:erapian pemasangan instalasi listrik harus disesuaikan dengan peraturan yang
berlaku. #$nt$h : 0emasangan beberapa pipa pada permukaan temb$k tampak lebih
indah jika dilakukan $leh $rang-$rang yang terlatih, pemasangan pipa dengan
mengunakan clamp.
2.8.* 1aktor +eamanan
(akt$r keamanan adalah aman secara elektrik atau listrik untuk manusia, ternak,
dan barang-barang lainnya. #$nt$h: St$p k$ntak yang dipasang yang akan dipakai
anak-anak jika terpaksa dipasang ,!n cm diatas lantai harus menggunakan st$p
k$ntak yang aman secara mekanis (tertutup) atau met$de peng$perasian ditekan
kedua-duanya dan diputar.
2.8.0 !konomis
<iaya untuk pemasangan instalasi harus sehemat mungkin karena biaya besar
tidak menjamin mutu suatu instalasi . #$nt$h: 4ika arus yang akan melalui
.
penghantar diperkirakan 15 7, kabel yang akan dipasang adalah nya .5 mm

,
instalasi tersebut bisa saja dipasang penghantar FG7 " mm

. tetapi secara ek$n$mis


tidak menguntungkan.
2.9 Daya 3istrik
Setiap Instalasi harus dihitung kebutuhan beban yang akan dipasang, ini berguna
untuk melihat besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar pemakaian
beban listrik yang dipakai, perhitungan dapat dihitung dengan rumus:
0 5 E.I. c$s H. t (:*I)
2.1 Indek Proteksi
Indeks pr$teksi adalah suatu standar k=alitas suatu barang terhadap perlindungan
dari debu, air , dan benturan. 7ngka pertama menunjukan tingkat perlindungan
terhadap benda padat:
! : tidak ada pr$teksi
1 : perlindungan terhadap benda yang lebih besar dari 5! mm
: perlindungan terhadap benda yang lebih besar dari 1 mm
, : perlindungan terhadap benda yang lebih besar dari .5 mm
? : perlindungan terhadap benda yang lebih besar dari 1 mm
5 : perlindungan terhadap debu
" : debu sekecil apapun tidak dapat masuk
6
7ngka kedua menunjukan perlindungan terhadap air @likuid
! : tidak ada pr$teksi
1 : terlindung dari air yang jatuh Jertikal
: terlindung dari air yang jatuh membentuk sudut 153 dengan garis Jertikal
, : terlindung dari air yang jatuh membentuk benda seberat 5!!g
? : terlindung dari air yang datang dari segala arah
5 : terlindung dari air yang disempr$tkan membentuk benda 5 kg
" : terlindung dari sempr$tan air yang menyerupai gel$mbang air laut
) : terlindung dari e&ek tenggelam (kedap air!
. : terlindung dari e&ek tenggelam dengan kedalaman yang disertai tekanan air
7ngka ketiga pr$teksi terhadap benturan
! : tidak ada
1 : tahan terhdap benturan sebesar !,5 j$ule
, : tahan terhdap benturan sebesar !,5 j$ule
5 : tahan terhdap benturan sebesar j$ule garis Jertikal
) : tahan terhdap benturan sebesar " j$ule
6 : tahan terhdap benturan sebesar ! j$ule