Anda di halaman 1dari 2

INTISARI

TINGKAT CEMARAN MIKROORGANISME PADA DAGING SAPI


DI PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN DI KOTA KUPANG

Annisa Wandha Sari
Pasar tradisional merupakan tempat yang hanya menjual komoditas daging segar secara
khusus. Daging dikatakan segar jika antara waktu pemotongan dan rentang masa komoditas ini
dijual di pasar sangat singkat. Sedangkan di pasar modern, daging yang dijual dalam bentuk sudah
beku. Cemaran mikroorganisme pada daging dapat mengakibatkan penurunan kualitas daging dan
pembusukkan pada daging. Penurunan kualitas mengakibatkan penurunan nilai gizi daging dan
gangguan kesehatan. Untuk mengetahui tingkat cemaran mikroorganisme pada daging sapi
digunakan metode Total Plate Count (TPC) sehingga mendapatkan hasil jumlah mikroorganisme
dengan menghitung koloni bakteri yang ditumbuhkan pada media agar. Untuk mengetahui jumlah
bakteri Escherichia coli yang terdapat pada daging sapi tersebut digunakan metode Most Probable
Number (MPN) E.coli yang terdiri dari uji presumtif dan uji konfirmasi dengan menggunakan
media cair di dalam tabung reaksi dan dilakukan berdasarkan jumlah tabung positif yang dapat
dilihat dari timbulnya gas di dalam tabung Durham. Secara umum daging yang berasal dari pasar
tradisional maupun pasar modern baik dari segi warna, bau, konsistensi dan tekstur masih
memenuhi kriteria daging yang masih baik dan layak dikonsumsi. Hasil pemeriksaan uji TPC
sampel dari pasar tradisional (22 sampel) dan dari pasar modern (4 sampel), 100% melebihi dari
BMCM. Tingkat cemaran yang tinggi dipengaruhi oleh RPH yang kurang terjaga sanitasinya.
Daging yang dijual di kedua pasar tersebut berasal dari RPH di kota Kupang. Sedangkan hasil
pemeriksaan uji MPN E.coli, 100% sampel dari pasar tradisional dan pasar modern nilai MPN
melewati BMCM. Namun hanya beberapa sampel yang positif E.coli. Oleh karena itu, daging dari
pasar tradisional dan pasar modern (100%) tidak aman untuk dikonsumsi. Faktor yang
mempengaruhinya yaitu higiene personal, pendistribusian daging, penyimpanan daging, perilaku
konsumen, dan sanitasi lingkungan.

Kata kunci : Daging sapi, Cemaran Mikroorganisme, Pasar Tradisional, Pasar Modern, Kupang







ABSTRACT

THE LEVELS OF MICROORGANISMS CONTAMINANT ON BEEF AT
TRADITIONAL MARKET AND MODERN MARKET IN KUPANG CITY

Annisa Wandha Sari

Traditional markets are places that only sell fresh meat in particular commodities. Meats
could be said fresh if between the time of meat cuts and the time span of the commodities sold in
the market is very short. While in the modern market, meats sold in already frozen condition.
Microorganisms contamination on meat can lead to a reduction in the quality of meat and meat
decomposition. Loss of quality resulting a decrease of the nutritional value of meat and health
problems. To determine the level of contamination of microorganisms on beef used Total Plate
Count (TPC) method to get the number of microorganisms by counting the bacterial colonies
grown on agar media. To determine the number of Escherichia coli bacteria found in the beef,
used method of Most Probable Number (MPN) E.coli which consists of a presumptive test and a
confirmation test using a liquid medium in a test tube and carried out based on the number of
positive tubes which can be seen from the onset of the gas in the Durham tube. Generally, the meat
that comes from traditional markets and modern markets both in terms of color, odor, consistency
and texture of the meat still meet the criteria that are still good and suitable for consumption. Test
results TPC test samples from traditional markets (22 samples) and from the modern market (4
samples), exceeds 100% of the BMCM. High level of contamination that is less influenced by
RPH maintained sanitation. The meat is sold in both markets came from slaughterhouses in
Kupang city. While the results of E. coli MPN test, 100% of samples from traditional markets and
modern markets MPN passes BMCM. However, only a few samples were positive E. coli.
Therefore, meat from traditional markets and modern markets (100%) are not safe for
consumption. The factors that influence are personal hygiene, distributing meat, meat storage,
consumer behavior, and environmental sanitation.
Keywords: Beef, Microorganisms contamination, Traditional market, Modern market, Kupang.