Anda di halaman 1dari 89

M.YAMIN SUNARYO S.

DIVISI GASTRO ENTEROLOGI FK UNAIR-RSUD


DR.SUTOMO DAN DOKTER RS HUSADA UTAMA
SURABAYA
Keunggulan MRI
Resolusi kontras soft tissue tinggi
Tidak ada radiasi ion
Tidak menggunakan kontras Iodium
Mendeteksi endapan Fe hemosiderosis,
hemochromatosis
Mendeteksi perdarahan
Menentukan infiltrasi lemak
MRCP
MRA tanpa menggunakan kontras
Menkarakterisasi suatu lesi dengan analisa metabolit


Pemeriksaan CT full body pada orang dewasa, 45 th dapat menimbulkan resiko
mortalitas kanker seumur hidup =0,08 %. Kalau pemeriksaan ini setiap tahun
sampai 75 th bisa meningkat menjadi 2 %.
KEKURANGAN MRI
TIME CONSUMING
ARTEFACT
KONTRA INDIKASI : RELATIF
(claustrophobia) , ABSOLUT
( pacemaker , metal )

Perbaikan teknologi MR
(LOW TESLA HIGH TESLA )

1. Field strength magnet and gradient yang lebih tinggi
2. Phased-array body coil,
3. Breath-hold spoiled gradient-echo (SGE) sequences dengan supresi-
lemak sebelum dan setelah pemberian gadolinium dinamik
4. T2-weighted half-Fourier rapid acquisition with relaxation
enhancement (RARE) atau half-Fourier acquisition single shot turbo
spin echo (HASTE) sequences memberikan imaging berkualitas tinggi
dan cepat.
5. Navigator-triggered 2D Prospective Acquisition Correction (PACE) 3D
turbo spin-echo (TSE) sequences untuk gambar-gambar beresolusi
lebih tinggi
6. Analisa metabolit terus disempurnakan

MRI :
MENDETEKSI
MENGKARAKTERISASI
MENENTUKAN STADIUM

YANG DIEVALUASI : pankreas, vaskuler dan
duktus pancreatico-bilier

T1WI
T2WIFS
CBD CYST TODANI IV a
T1WI
T2WI
SEQUENCES YANG PENTING
T1WI FS
T1WI GD
T2WI
BFFE
MRCP
MRA
MRS
DWIBS
T1WI & T1W-GD
T1WI FS : hyperintense
protein acinar dan
ion-ion paramagnetik
yang tinggi.
T1WI GD : highly
contrast enhancement
pada phase arteriil dan
washout pada phase
vena

T1WI ARTERIIL
VENOUS T2WI
Lesi-lesi fokal pankreas & pankreatitis
MRI > unggul dari MSCT karena :
Resolusi kontras tinggi terhadap
soft tissue
Gadolinium > baik yodium.
Gadolinium chelate adalah sangat aman, dengan risiko reaksi berat sekitar 1
per juta pemeriksaan dan risiko reaksi ringan sekitar 2,5%, dan relatif
lamban secara farmakologis dengan efek renal buruk minimal atau bahkan
tidak ada efek renal.
T2WI untuk
evaluasi :
Pancreatic duct
Lesi kistik
Hubungan
pancreatic duct
dengan lesi
Kandungan
lesi/kista
pankreas dan
pseudokista
Tumor sel islet

MRCP :

Evaluasi pancreatic duct dan
biliary duct
Aplikasi klinis lain :
batu ginjal, tumor,
pelebaran dan penyempitan
duktus ,
varian-varian anatomik
( pancreas divisum )
Screening pasien yang
memerlukan ERCP,
angiography
Menentukan jenis pseudocyst
( communicating atau non
communicating pseudocyst )
Menggambarkan anatomi
duktus di luar lesi obstruktif
atau duktus yang rupture


MRCP TSE :
pseudocyst
yang besar
bersepta-septa
CBD tampak
melebar
akibat dari
pankreatitis
khronis .
Ductus
pancreaticus
juga melebar
Dilatasi
cabang lateral
BFFE
Non-Neoplastic Pancreacitic Disease
1. Acute pancreatitis
2. Chronic pancreatitis
3. Kelainan Anatomik dan Metabolik
4. Fatty Infiltration



Acute Pancreatitis (AP)
Pemeriksaan Radiologis :
> Memastikan diagnose
> Mencari komplikasi
> Menuntun prosedur intervensi

MRI > unggul CT :
> Menentukan Etiologi
> Mengevaluasi Pancreaticobiliary tract.
> Mengkarakterisasi Accumulation fluid
Mild AP
Pembesaran
pankreas
Perubahan
intensitas sinyal
Keradangan
peripankreatik .
T1WI
T2WI
MRI :
> Edema pancreas
> Delayed contrast
enhancement pada
T1WI GD
( arteriil phase)
edema interstisial,
vasokonstriksi &
trauma elemen
glandular pankreas
> Akumulasi cairan
peripancreatic.

T1WIFS
T1WI GD
T1WI
T1W FS
T1GD
T2WIFS
> Pasien colic abdomen
> Enzym amylase &
lipase tinggi
Akumulasi
Cairan
>> stadium lebih
lanjut.
Lokasi :
peripankreatik, ruang
pararenal anterior, dan
lesser sac ( sacus
minor) .
>> baik : T1WI GD dan
T2WI fat-sat
sequences.

T2WIFS
T1GD
MSCT : fresh blood ( 65 HU ) subacute ( 45 HU)
akan menurun secara progresif menjadi seperti
cairan ( chronic blood ) , berdensitas rendah, 10-
20HU
MRI : sangat sensitive terhadap methemoglobin
hyperintense pada T1WI dan tetap konsistent /tidak
berubah pada stadium kronik .
Jaringan nekrotik tidak enhance ( hypointense ) pada
T1WI, post kontras tetap hypointense , pada T2WI
juga hypointense .


PERDARAHAN DAN NECROSIS
T1WI FS
T1WGD
A : Irisan coronal T1W SGE Fat sat abnormal high signal
intensity dari pancreas transplant sesuai perdarahan .
B. Irisan coronal T1GD SGE Fat sat : enhancement pancreas
menghilang ,curiga necrosis. Terlihat fluid collection sekitar
pancreas
Ct kontras T2WI
T1WIFS T1GD
Acute pancreatitis dengan necrosis hemorrhagic

A .CT Scan (axial) + Kontras : area multiple yang tidak enhance
post kontras dd/. : necrosis, ductus yang dilatasi atau IPMN
( intra ductal papillary mucinous neoplasm) . Terlihat
peripancreatic inflamasi.
B.T2W Haste (axial) : ductus pancreaticus normal yang dikelilingi
oleh jaringan yang slight hyperintense ductus tidak dilatasi,
bukan pseudo cyst atau IPMN .
C. T1W FS SGE : Hyperintense pada corpus dan tail adalah
perdarahan pada necrosis mirip pancreas normal.
D. T1GD FS , phase venous : jaringan necrotic tidak enhance ,
pada corpus dan tail pancreas kontras penting !!.
PSEUDOCYST
Pseudocyst adalah
sekumpulan cairan
pankreas yang
terkurung.
+/- 4 minggu setelah
pankreatitis >> pada
pankreatitis kronik
Etiologi : pancreatitis/
trauma tumpul
abdomen .
Kelainan kistik >>
sering,
Unilokuler, dapat
berhubungan dengan
ductus pancreaticus.

Dengan : pendarahan, protein, atau
debris nekrotik hyperintense pada
T1WI dan menjadi heterogen pada
T2WI

PSEUDOCYST
T2WIFS
BFFE
T1WIFS
T1WIFS
PSEUDOCYST
Ductus pancreaticus
(DP)dilatasi , calculi : +/-
MRI > unggul ERCP dalam
memperlihatkan
hubungan ductus dengan
pseudocyst ,karena > 50%
pseudocyst tidak
berhubungan dengan
duktus pankreaticus
sehingga tidak dapat terisi
kontras saat pemeriksaan
ERCP .

CT Scan kontras
T2WI
Debris dalam pseudocyst
T1WI T2WI
A. T1WI FS SGE : hyperintense
menunjukkan adanya perdarahan
di dalam pseudocyst di tail
pancreas
B. T2 HASTE : rim hypointense pada tepi
dari pseudocyst karena adanya hemosiderin
. Diagnose perdarahan bisa ditunjukkan
dengan jelas dengan MRI karena rim
hemosiderin ini.
Hubungan
pseudocyst dengan
duktus pankreas
diperlihatkan
secara lebih baik
pada MRI
dibanding CT, tapi
kadang hanya bisa
diperlihatkan pada
ERCP.
ERCP : untuk
guiding
drainase/penguras
an pseudocyst.
Kerusakan
duktus
pankreas paling
tepat
diperlihatkan
pada MRCP :
thick-slab T2WI
RARE atau thin-
slice T2WI
HASTE atau
single-shot fast
spin echo (SS-
FSE) sequences
Abscess
Sekumpulan cairan
purulen(nanah)
yang terkurung di
dalam pankreas
atau di sekitar
pankreas.
Beberapa minggu
sejak terjadi
pankreatitis.
Gas (+)
patognomonic
tapi hanya pada
20% kasus CT
scan >> MRI
MRI : >> baik
dalam
memperlihatkan
kompleksitas
abscess
CT KONTRAS
T1GD FS
T2WI
ABSCESS PANCREAS PADA ACUTE
PANCREATITIS
A. CT kontras : memperlihatkan
fluid collection pada caput dan
corpus pancreas
B. T1GDFS ( 11 hari dari A) :
irreguler enhancement pada
dinding abscess, disertai gas di
dalam abscess
C. T2W HASTE (coronal) : terlihat
debris yang hypointense di dalam
abscess (curved arrow), yang tidak
terlihat pada CT. A= abscess, S=
stomach.


PSEUDOANEURISM &VENOUS
THROMBOSIS
Komplikasi vaskuler
Penyebab utama komplikasi perdarahan
T1W GD : sebagai struktur-bulat dengan enhancement
hampir sama dengan arteri
Venous thrombosis : mengenai vena portal dan vena
lienalis mengakibatkan hipertensi portal terjadi
sirkulasi kolateral
Dalam trombosis akut : terlihat intravasculer filling .
Trombosis kronik : vena tidak dapat dikenali tapi
pembuluh kolateral biasanya terdeteksi.




PANKREATITIS KHRONIS (PK)
Ditandai dengan penggantian elemen-elemen
kelenjar pankreas oleh jaringan fibrous, dan terjadi
kemerosotan fungsional secara gradual.
Kelenjar atrophy, kalsifikasi, pelebaran duktus
pancreaticus dan irregularitas contour pancreas .
Pembesaran pankreas fokal, kelainan lemak
peripankreatik, dan dilatasi traktus bilier akibat
penyempitan oleh keradangan.

CT SCAN
CT SCAN
MRI CORONER, T2WI
A. CT Scan : memperlihatkan kalsifikasi
di dalam ductus pancreaticus di
caput pancreas
B. Ct Scan : gambaran atrophy pada
corpus dan cauda pancreas, tetapi
tanda-tanda pancreatitis khronis
yang lain tidak terlihat.
C. MRI Coroner /oblique T2WI RARE :
terlihat ductus pancreaticus yang
melebar ( arrow) dan munculnya
cabang-cabang lateral akibat
obstruksi oleh batu ( tapi pada
gambar ini tidak tampak ) . Terlihat
ductus pancreaticus di caput
pancreas normal
CT NON KONTRAS
CT KONTRAS
T1WI FS
PK STADIUM AWAL
MRI mampu mendeteksi
perubahan intensitas sinyal
dan abnormalitas
enhancement .
CT : masih terlihat normal
bahkan pada penyakit
stadium lanjut sekalipun
T1WI SGE Fat Sat : intensitas
menurun diffuse curiga
chronic pancreatitis.

CP stadium awal
Hypointense pada T1WI
fat-sat , delayed contrast
enhancement pada phase
arterial, menjadi enhance
pada delayed phase
akibat dari fibrosis &
aliran darah menurun
Ductus pankreaticus
dilatasi dan terbentuk
ductus kolateral terlihat
dengan baik pada MRCP ,
tapi gold standard nya
masih ERCP



Pancreatitis Khronis Awal :
Pada T2WI terlihat dilatasi ringan cabang-
cabang samping ductus pancreaticus
( arrows) . CBD dan ductus pancreaticus
utama dengan kaliber masih normal.
Pseudocyst (P) dengan septa-septa
terlihat pada tail pancreas .
MRI mampu mengevaluasi parenkim
pankreas sekaligus duktus pancreaticus
dan traktus biliernya ERCP hanya
sistim ductusnya .

MRI MRCP : sangat baik untuk mengevaluasi
intraductal stone , kelainan duktus dan massa pancreas
focal
MRCP : intraductal stone terlihat sebagai sinyal tanpa
filling defect yang dikelilingi oleh bile berintensitas sinyal
tinggi
CT > sensitif dari MRI dalam menggambarkan kalsifikasi
intra parenchym

SECRETIN
MRCP + secretin : untuk mengevaluasi kelainan cabang-
cabang samping , stenosis duktus pankreaticus , dan
varian-varian anatomik seperti pancreas divisum.
Mengevaluasi exocrine pancreas pengukuran duodenal
filling
CP stadium lanjut
Pancreas Atrophy
Kalsifikasi parenchym dan ductus bilier
Dilatasi ductus bilier dengaan batu di dalamnya

T2W HASTE :
Tiny stones gallbladder (closed arrow) . Dan
batu CBD ( tidak dilatasi )
( open arrow), tidak terlihat di ct scan .
MRCP menggambarkan secara akurat pelebaran
duktus, stenosis, iregularitas dan obstruksi.
Penyempitan benign : gradual funneling , sedangkan
tumor ganas terjadi secara mendadak (abrupt
funneling ) .
Kelainan Anatomi dan Metabolisme

Pancreas divisum terjadi jika duktus ventral dan
duktus dorsal gagal untuk bersatu ( fusi ).
MRI + MRCP merupakan modalitas imaging terbaik
untuk mengevaluasi pancreas divisum secara non-
invasif.
MRCP juga dapat memperlihatkan duktus dorsal
(Santorini) yang bermuara ke duodenum secara
terpisah dari duktus ventral (Wirsungi), yang mengalir
melalui papilla Vater bersama dengan CBD).
Berkorelasi dengan pancreatitis
T2WI
PANCREAS DIVISUM :
T2WI : terlihat ductus pancreaticus
utama dan ductus accesorius masuk ke
duodenum secara terpisah
Annular pancreas
Terjadi pengepungan (encircling ) total atau parsial pars
descenden duodenum oleh jaringan pankreas.
Ap dapat menyebabkan beberapa komplikasi seperti
penyumbatan duodenum selama pankreatitis di masa anak-
anak dan pankreatitis kronik ( saat dewasa ) .
MRI >> unggul dari CT mudah untuk mendeteksi dan
mengkarakterisasi jaringan yang mengelilingi duodenum
sebagai jaringan pankreas
Pada MRI, jaringan pankreas secara khas adalah
hyperintense pada T1WI fat-suppressed dan mengalami
enhancement kuat dibanding dengan duodenum post
kontras .
Apabila ditemukan duktus pankreas yang mengelilingi
duodenum pada MRI memberikan bukti diagnostik yang
lebih kuat.


T1WI
T1GD
Hemochromatosis
Penyakit resesif autosomal,
ditimbun : hati,
pankreas, dan jantung.
MR> baik dari CT karena
adanya efek kerentanan
magnetik dari zat besi
Hypointense pada T2WI
Hemosiderosis
Hemosiderosis
akibat transfusional
iron overload
ditimbun
reticuloendothelial
: hati & lien bisa di
pankreas juga terkena
jika tingkat iron
overload cukup berat.
T2WI
T1WI
T1WI FAT SAT
Fatty infiltration
Penggantian
lemak secara
total >>
cystic fibrosis.
Pankreas
membesar,
dengan
intensitas sinyal
sama dengan
lemak
retroperitoneal
Pankreas atrofi
& fibrosis atau
penggantian
lemak parsial
disertai dengan
kista dan
kalsifikasi.


Pancreatic Adenocarcinoma

>>>
10% s/d 15% dapat direseksi saat diagnosis.
CT : modalitas imaging primer diagnosis & resectabilitas
Tapi CT kurang sensitif lesi-lesi kecil, yang belum merusak
kontour pankreas.
MRI >>CT dalam mendeteksi lesi kecil & menentukan
stadium Resolusi soft tissue & post kontras sangat jelas
MRI : lesi fokal indeterminate , yang tidak terdiagnosis oleh CT
atau USG
Multiplanar MR images bermanfaat untuk mengevaluasi
hubungan tumor dengan struktur-struktur sekitar.
MRI dan MRA sebagai alternatif ERCP & angiografi, tapi
tidak menggantikan .






Pancreatic
Adenocarcinoma

Pada T1WI FS hypointense , post
kontras phase arteriil
hypoenhance , pancreas normal
enhancement dengan kuat.
Pada phase berikutnya, tumor
akan mengalami enhancement
secara gradual dan menjadi
kurang jelas.
Sifat tersebut karena
adenocarcinoma yang
hypovaskular dan fibrotik.
T1WI : menggambarkan
infiltrasi tumor peripankreatik,
yang tampak hypointense
sehubungan dengan lemak
retroperitoneal berintensitas
sinyal tinggi.



Pada tumor caput pankreas,
MRCP memperlihatkan
double-duct sign, seperti
terlihat pada ERCP atau USG ,
disebabkan adanya
penyumbatan pada ductus bilier
dan ductus pankreaticus
Double-duct sign seharusnya
membuat seorang radiolog
mewaspadai kemungkinan
underlying tumor/tumor yang
mendasari, tapi ia bersifat non-
spesifik karena hal seperti ini
juga terlihat pada pankreasitis
kronik.

Adanya infiltrasi ke vaskular oleh tumor dapat
dievaluasi pada gambar-gambar dinamik setelah
pemberian kontras tampak sebagai : kerusakan
bentuk kontur atau iregularitas, penyumbatan lumen
vaskular ( thrombus) , infiltrasi tumor lebih dari
separuh lumen vessels dan pelebaran vena kolateral
serta infiltrasi lemak perivaskular.
Eksplorasi bedah mengungkapkan banyak metastasis
yang tak terdeteksi pada CT , 15-20%.
MRI > sensitif
menggambarkan
metastasis dapat
menghindari
laparotomy yang
tidak perlu.
MRI > baik untuk
mendiagnosis
peritoneal
implants optimal
pada delayed T1-
weighted SGE images
MRI mampu mendeteksi metastasis hepar
yang kecil yang tidak terlihat pada CT .
MRI amat berguna dalam karakterisasi dan
diferensiasi metastasis hepar tunggal
maupun multiple, kecil dari lesi-lesi jinak
seperti kista atau hemangioma, yang punya
implikasi penting bagi prognosis dan
penanganan pasien dengan tumor primer .
Tumor Sel Islet

Tumor sel islet diklasifikasikan : functioning tumor
dan nonfunctioning tumor berdasarkan ada atau tidak
adanya gejala-gejala yang terkait dengan produksi
hormon.
Functioning tumor ukurannya kecil sehingga sukar
dideteksi pada pemeriksaan imaging.
Functioning tumor (FT) : insulinoma dan gastrinoma.
Insulinoma tumor jinak dan soliter, sedangkan
gastrinoma cenderung ganas dan multiple.
Non FT bisa mencapai ukuran yang besar sebelum
didiagnosis karena tidak ada gejala atau gejalanya non-
spesifik. Jenis tumor ini sering ganas dan sering
ditemukan adanya kalsifikasi dan nekrosis.

MR imaging lebih unggul dibanding CT untuk
diagnosis tumor sel islet, terutama lesi kecil, dan
untuk mendeteksi metastasis ke hepar.
MRI sering berguna pada pasien dengan suspected
tumor sel islet yang tidak dapat didiagnosis dengan
modalitas imaging lainnya.
Tumor ini : hyperitense pada T2WI dan hypointense
pada T1WI FS .

T1WI FS
Terlihat tumor hypointense
pada caput pancreas ( arrow)
Tumor hypervascular, homogen
atau lesi-lesi ring-enhancement
yang lebih besar dibanding
pankreas normal dalam phase
arterial
Akan tetapi, terlihat
enhancement yang cukup kuat
dalam phase vena dan pola-pola
enhancement yang atipikal.
T2WI FS : menggambarkan
ekstensi tumor ekstra pancreas ,
tumor berintensitas sinyal tinggi
dalam background supressed fat.
Berhubungan Von Hippel
Lindau dan Multiple Endocrine
Neoplasia tipe 1 .

Phase arteriil terlihat
tumor kecil
hyperenhancement pada
corpus pancreas.

T1WI FS kontras
T1WI FS
T1WIGD
Tumor Sel Islet
Pancreas pada von
Hippel Lindau
disease :
A. Mass caput pancreas
dan lesi hypointense
pada liver segmen 6 &
3 biopsi
memastikan suatu
neuroendocrine tumor.
B. Heterogenous contrast
enhancement mass
dengan necrotic pada
sentral pancreas dan
lesi metastase di hepar
.
CYSTIC NEOPLASMS:
MUCINOUS
CYSTIC
NEOPLASM
SEROUS
CYSTADENOMA
IPMN/IPMT

MUCINOUS CYSTIC NEOPLASM

>> pada wanita usia 40-60 tahun.
Perlu di DD/.pseudocyst
Massa cystic, bersepta dan
enhancement nodule condong ke
cystic neoplasm
Uni / multi-locular macrocytic
tumor, ukuran > 2 cm
Kalsifikasi capsuler/septal
terlihat pada >> baik pada CT
Khas mengenai corpus dan cauda
panccreas.
Tidak berhubungan dengan ductus
pancreaticus
Berpotensi ganas perlu reseksi



Imaging tidak dapat membedakan antara tumor jinak dan tumor
ganas, maka operasi bedah biasanya menjadi pengobatan yang paling
tepat untuk seluruh mucinous cystic neoplasm.
CT NON KONTRAS
T2WI
T1WI FS
Mucinous Cystadenoma
pancreas :
A. Kista besar di cauda pancreas
yang menyerupai mass.


B. Lesi hyperintense dengan
loculated lesi di dalamnya ,
yang sedikit hypointense



C. Lesi hypointense encapsulated
dengan internal cyst ( arrow)
yang intensitasnya sedikit
lebih tinggi , isinya mucin
& kandungan darah.
SEROUS CYSTADENOMA
Microcystic adenoma merupakan tumor jinak , terjadi
pada wanita diatas 60 tahun .
Kista lebih kecil dari 2 cm MR imaging mampu
mengungkap karakteristik microcystic adenoma dan
membantu diagnosisnya
Lesi-lesi ini tipikalnya hypointense pada T1WI &
hyperintense pada T2WI.
Terdapat metastasis hepar pada waktu diagnosis,
dengan intensitas sinyal hampir sama dengan tumor
primer.

SEROUS CYSTADENOMA
Tumor kistik paling sering
Wanita usia > 60 th
Terdiri atas kista kecil-kecil < 2
cm , sponge like mass berisi
glicogen solid pada CT & USG
Fibrous stella scar , stellate
calcification pathognomonic!
Khas pada caput pancreas, meski
bisa di semua bagian .

MR imaging memperlihatkan karakteristik kista
T2WI : microcystic multiple dengan scar di central
T1WI GD : terlihat enhancement septa-septa diantara kista kecil-kecil
Central scar dan calcification terlihat hypointense, terlihat > baik pada MSCT
Kista dengan septa-septa membentuk honey comb /buah anggur.


T2WIFS
2D BFFE
T2WI
T1GD
T2WI
Lesi yang terdiri dari kista
kecil yang sangat banyak ,
lobulated, khas suatu
microcystic cystadenoma.
Sifat kistik ini sangat baik
diperlihatkan dengan
MRI(T2WI) daripada CT.
Von Hippel Lindau (VHL)
syndrome :
Seluruh jaringan pancreas
diganti oleh kista , pada caput
kista tampak lebih besar
microcystic cystadenoma .
T2WI :
Intraductal Papillary Mucinous
Neoplasms (IPMN)

IPMN ditandai dengan proliferasi epitel duktus
pankreas dan produksi mucin sangat banyak, dengan
pelebaran duktus pankreas secara progresif disertai
pembentukan kista.
IPMN lebih sering pada pria lansia.
Histologi yang beragam, dari jinak sampai ganas,
dapat dilihat pada lesi yang sama.
Peningkatan usia pasien sebanding dengan
peningkatan IPMN ganas secara progresif.
Terjadi lag of time hampir 5 tahun untuk perkembangan
darib intraductal papillary mucinous adenoma ke
intraductal papillary mucinous invasive carcinoma.
Tumor-tumor ini punya prognosis lebih baik daripada
pancreatic adenocarcinoma, karena IPMN biasanya
terdeteksi sejak dini, ketika foci ganas bersifat
mikroskopik, disebabkan komponen noninvasifnya yang
besar.
IPMN invasif dan noninvasif cenderung kambuh setelah
reseksi sempurna maka dianjurkan melakukan surveilance
pasca-operasi dengan MDCT atau MRCP setiap tahun.

IPMN : hypointense pada T1-weighted image dan
hyperintense pada T2-weighted images.
IPMN diklasifikasikan menjadi tipe main duct dan
branch duct, dan kombinasi kedua tipe ini (
branch dan main duct ) .
Sukar dibedakan dari pankreasitis kronik karena
gejala-gejala klinisnya &temuan-temuan imaging
hampir sama, termasuk pelebaran duktus pankreas
dan atrofi pankreas.
Tipe branch duct tampak sebagai kista multiple kecil-
kecil seperti segerombol buah anggur, biasanya
terletak di caput pankreas atau uncinate process tapi
bisa dilihat di keseluruhan pankreas, berupa lesi
mikrokista atau makrokista
IPMN
Di kelompokkan menjadi 3 :
Main duct
Branch duct
Kombinasi branch dan main duct
IPMN- Main duct type
Dilatasi diffuse PD
Lesi polipoid pada dinding
MPD, curiga perubahan ke arah
malignancy
ERCP memperlihatkan dilatasi
papilla mayor (*), yang
menonjol ke lumen duodenum
Adanya mucin intra ductal yang
tebal di diagnose ,yang manifest
sebagai Elongated filling
defects pada ERCP images .


IPMN- Branch duct type
Lesi multicystic lobulated
Rim enhancement,
dinding tipis , irreguler
Sering keliru dengan
serous cystadenoma.
Multiplanar rekonstruksi
untuk membuktikan
hubungan dengan
pancreatic duct ini
KUNCI .
IPMN- Combined type
Multicystic mass di
proc.uncinatus yang
berhubungan dengan PD
yang dilatasi .


IPMN: Features of Invasive
Malignancy
Main duct and combined
type
Large tumor, >2-6 cm
Mural nodules
Dilatasi PD >7mm
Mural nodule di dalam
main PD


RADIOGRAPHICS 2005 Nov/Dec
Tipe main duct lebih sering invasif dibanding tipe
branch duct. Pelebaran main duct diameter
maksimum > 15 mm.
Tumor branch duct diameter > 3 cm, keberadaan
mural nodules mengindikasikan adanya keganasan.
Gambar MR cross-sectional untuk menentukan
adanya local spread atau metastasis.

IPMN selalu berhubungan dengan duktus
pankreatikus dan ini yang membedakan dari
mucinous cystic neoplasm pankreas.
MRCP punya peran penting dalam pembedaan
tersebut dan > baik dalam memperlihatkan hubungan
dengan duktus pankreas jika dibanding CT.
ERCP memungkinkan kita untuk memperlihatkan secara
langsung duodenal papilla yang terbuka lebar / menonjol ,
memperlihatkan mucin yang menonjol ke lumen
duodenum dan ia lebih baik daripada MRCP dalam
memperlihatkan komunikasi lesi-lesi kista dengan duktus
pankreas.Akan tetapi, mucin yang terjepit bisa
menghambat keopakan duktus pankreas pada saat ERCP
dikerjakan .
MRI dan MRCP punya kemampuan lebih baik dalam
mengkarakterisasi tipe dan besarnya lesi, dan
memperlihatkan pelebaran branch duct yang berkista,
nodulus dan septa di dalam kista .



T2WI
T1GD MRI
ERCP
IPMN :
A. T2WI : multiloculated cystic
lesion dari proc.uncinatus
pancreas , sebagai
rangkaian buah anggur
B. T1WGD : normal enhancing
dari pancreas, cystic lesion
tidak enhance
C. ERCP : dilatasi ductus
pancreaticus disertai intra
ductal filling defect
representasi dari mucin
,tergambar dengan baik,
lesion dengan ductus, tetapi
tidak bisa sebaik MRI dalam
memperlihatkan perluasan
lesi .

Rangkuman

MRI menjadi modalitas imaging yang sangat berharga
untuk mengevaluasi banyak penyakit pankreas.
MRI bermanfaat pada pasien yang punya
kontraindikasi dengan bahan kontras beryodium.
MRI tidak ada radiasi.
MRI merupakan problem-solving tool pada pasien
dengan suspected kelainan pancreaticobiliary.
Pemakaian MRCP memungkinkan seorang radiolog
untuk mengevaluasi pancreatico biliary duct secara
noninvasif.