Anda di halaman 1dari 29

FISIOLOGI HAID DAN

KEHAMILAN
Norina A
FISIOLOGI HAID
Menstruasi :
Sekret fisiologik darah dan jaringan
mukosa, siklik melalui vagina dari uterus
tidak hamil, dibawah pengendalian
hormon dan pada keadaan normal timbul
kembali, biasanya dalam interval sekitar
empat minggu(28 hari), tanpa adanya
kehamilan selama periode reproduktif
(pubertas sampai menopause). (dorland)

Merupakan hasil kerja sama antara
beberapa organ :
Hipothalamus
Hipofisis lobus anterior
Ovarium
Uterus

Hipothalamus :
Mensekresi Gonadotropin releasing hormon (GnRH).
GnRH merangsang hipofisis anterior menghasilkan
FSH (follikel stimulating hormon) dan LH
(luteineizing hormon).

Hipofisis Anterior :
FSH sebabkan pemasakan folikel (mjd folikel de
graaf, terbentuk teka interna dan eksterna, antrum
folikuli, dan zona pelucida),dan folikel tsb
menghasilkan estrogen
LH disekresi stlh produksi estrogen meningkat
(umpan balik positif) terjadi lonjakan LH
Ovulasi.

Siklus ovarium
Fase folikuler
Folikel primordial
Folikel preantral
Folike antral
Folikel preovulasi (folikel de Graaf)
Fase ovulasi
Fase lutheal
Siklus uterus
Fase proliferasi
Fase sekretori
Fase haid
Siklus ovarium
Fase folikuler
Hari ke 1-8 :
FSH dan LH relatif tinggi dan memacu perkembangan folikel
dan 1 folikel dominan, sisa folikel akan mengalami atresia
Folikel dominan adalah folikel yang lebih sensitif terhadap FSH
Hari ke 9-14 :
Pada saat ukuran folikel meningkat lokalisasi akumulasi cairan
tampak sekitar sel granulosa dan menjadi konfluen,
memberikan peningkatan pengisian cairan di ruang sentral
yang disebut antrum yg disebut merupakan transformasi
folikel primer menjadi folikel de Graaf
Pematangan folikel ini dipengaruhi oleh estrogen dari
granulosa dari folikel yg berkembang. Karena kadar estrogen
meningkat maka gonadotropin ditekan (umpan balik negatif)
untuk mencegah pematangan banyak folikel

Fase ovulasi
Hari ke-14, terjadi ovulasi
Pada fase ini estrogen akan meningkatkan
sekresi LH
Ovulasi terjadi 1-2 hari
Fase Lutheal
Hari ke 15-28 : sel granulosa mengalami
luteinisasi menjadi korpus lutheum. Korpus
luteum akan meningkatkan produksi
progesteron dan estradiol. Jika konsepsi dan
implantasi tidak terjadi korpus lutheum akan
regresi dan terjadilah haid
Siklus uterus
Fase Proliferasi
Segera setelah menstruasi, endometrium dalam keadaan
tipis dan dalam stadium istirahat.
Stadium ini berlangsung kira-kira 5 hari.
Kadar estrogen yang meningkat dan folikel yang
berkembang akan merangsang stroma endometrium untuk
mulai tumbuh dan menebal, kelenjar-kelenjar menjadi
hipertrofi dan berprolifenasi, dan pembuluh darah menjadi
banyak sekali. Kelenjar-kelenjar dan stroma berkembang
sama cepatnya. Kelenjar makin bertambah panjang tetapi
tetap lurus dan berbentuk tubulus. Epitel kelenjar
berbentuk toraks dengan sitoplasma eosinofilik yang
seragam dengan inti di tengah. Stroma cukup padat pada
lapisan basal tetapi makin ke permukaan semakin longgar.
Pembuluh darah akan mulai berbentuk spiral dan lebih
kecil. Lamanya fase proliferasi sangat berbeda-beda pada
tiap orang, dan berakhir pada saat tejadinya ovulasi.
Fase Sekretoris
Setelah ovulasi, di bawah pengaruh progesteron yang
meningkat dan terus diproduksinya estrogen oleb korpus
luteum, endoinetrium menebal dan menjadi seperti
beludru.
Kelenjar menjadi lebih besar dan berkelok-kelok, dan epitel
kelenjar menjadi berlipat lipat, sehingga memberikan
gambaran seperti gigi gergaji. Inti sel bergerak ke
bawah, dan permukaan pitel tampak kusut. Stroma
menjadi edematosa.
terjadi pula infiltrasi leukosit yang banyak, dan pemuluh
darah menjadi makin berbentuk spiral dan melebar.
Lamanya fase sekresi sama pada setiap perempuan yaitu
142 hari.

Fase Haid, terjadi pelepasan seluruh lapisan
endometrium disertai perdarahan, akibat terjadi
penurunan progesteron dan estrogen yang tajam


Pada kehamilan, korpus luteum
menghasilkan progesteron sehingga
akan berpengaruh terhadap
endometrium siap untuk menerima
hasil konsepsi(produk kehamilan),
korpus luteum tidak atrofi
dipertahankan oleh HCG (dihasilkan oleh
Trofoblast)


Tidak terjadi menstruasi



FISIOLOGI KEHAMILAN
Pembuahan nidasi Plasentasi
Perubahan fisiologi perempuan hamil
Sistem reproduksi
Sistem kardiovaskuler
Sistem digestivus
Sistem urinarius
Sistem endokrin
Pembuahan nidasi Plasentasi
Pembuahan
umumnya terjadi di ampula tuba, ovum
dilingkari zona pelusida dan korona
radiata,saat sperma menembus zona
pelusida terjadi reaksi korteks ovum
granula sel ovum mengeluarkan enzim ke
zona pelusida membentuk materi yang
keras & saling berkaitan satu sama lain
sehingga tidak dapat ditembus sperma
lain.
terjadi pembelahan sel blastokista
Nidasi
Terjadi pada hari keempat setelah
konsepsi stadium blastokista,
bagian luarnya adalah trofoblas
Trofoblas yang memiliki massa inner
sel yang nantinya akan menjadi
janin. Terbentuknya trofoblas akan
meningkatkan hCG
Plasentasi
berlangsung sampai 12-18 minggu setelah
fertilisasi, terus mengalami perkembangan
sehingga timbul ruangan ruangan
interviler, pembentukan vili korialis (awal
dari sirkulasi darah janin) plasenta
lapisan endometrium lapisan desidua :
- desidua kapsularis
- desidua basalis
- desidua parietalis

Perubahan fisiologi perempuan hamil

Sistem reproduksi
Uterus menebal pengaruh estrogen
Serviks lunak dan kebiruan
Ovarium
Vagina siap mengalami peregangan, penebalan
mukosa, sekret meningkat
Kulit dinding perut hiperpigmentasi
Payudara
Berat badan
Sistem kardiovaskuler
CO meningkat krn penekanan VCI dan akan
mengurangi darah balik ke jantung. Penekanan VCI
karena pembesaran uterus


Sistem digestivus
Penurunan motilitas otot polos mual
Sistem urinarius
Bulan bulan pertama tertekan sehingga
menekan VU makin besar keluhan sering
miksi berkurang saat mendekati aterm
keluhan muncul lagi.
Sistem endokrin
Perubahan kadar hormon terutama hormon
kolesterol
Sumber pustaka
Ilmu kebidanan, Sarwono
Prawirohardjo, 2008
Patofisiologi, Sylvia