Anda di halaman 1dari 18

TORCH

ASPEK MIKROBIOLOGI
dr. Ridha Wahyutomo
UPF MIKROBIOLOGI KLINIK
FKU UNISSULA
ONCE UPON A TIME
Tahun 1971, Nahmias mengemukakan istilah TORCH untuk pertama
kalinya.
TORCH merupakan singkatan dari Toxoplasma, Other,Rubella,
Citomegalovirus dan Herpes.
Other (sypilis,varicella,echovirus,polio,mumps,coxacie-B,hepatitis B
&C,HIV,HPV,Human parvovirus B 19)
TORCH menjadi ancaman bagi kehamilan karena memberi efek
teratogenik pada janin dalam rahim.
TOXOPLASMA DIBAHAS OLEH UPF PARASITOLOGI
KLINIK
RUBELLA
Disebut pula campak Jerman (germany measles) atau campak tiga hari
Ditandai ruam ringan(scarlet fever),pembesaran-nyeri limfonodi
(pascaoksipital,retroaurikuler,servikalis posterior)
Pada kehamilan trimester 1 dapat menimbulkan Sindrom Rubella
KongenitalNorman Mc Alister 1941
Disebabkan oleh virus rubella (merah kecil)
Nama : Virus Rubella
Famili : Togaviridae
Genus : Rubivirus
Morfologi:60-70nm,sferis,Virus RNA ss, envelope+, ikosahedral
Replikasi: sitoplasma
Morfogenesis: membran sel
Mengandung hemaglutinin
Daya infeksiusnya dipertahankan dalam suhu -70C
Media biak RK-13, BHK-21, Vero
Isolasi dengan menggunakan hemaglutination inhibition test (HI)
Ig M pada pasien menunjukkan infeksi yang masih berlangsung
Ig G akan bertahan sepanjang hayat di kandung badan, kebal seumur
hidup. Dapat ditransfer dari ibu ke janin dan secara perlahan hilang
setelah 6 bulan

Patogenesis: Awalnya menginfeksi saluran nafas atasmenyebar ke
kelenjar limfe lokal limfadenopati viremia ke seluruh tubuh
rash.
Gejala prodromal timbul sekitar 2 minggu dan ini masih dapat
ditularkan lewat sekret pernafasan.
Natural defenses thd virus ini tjd di nasofaring dan paru dan muncul pula
antibodi sesaat setelah viremia. Mekanisme ini disebut Tanggap Kebal
Gagal tanggap kebal, virus masuk ke plasenta lalu ke vasculer fetus
mengganggu pertumbuhan normal,mitosis, dan struktur kromosom fetus.
Umumnya 16 minggu pertama kehamilan
Mengakibatkan Sindrom Rubella Kongenital Trias Rubella
Kongenital (Katarak, Kelainan Jantung,Tuli)
A. Glikoprotein spike
B. Fosfolipid bilayer
C. Nukleokapsid protein
D. RNA ss

CITO MEGALO VIRUS
Herpes virus memiliki keanekaragaman manifestasi klinik.
Dibagi menjadi
Alf a
Simpleks
Herpes simpleks tipe 1
Herpes simpleks tipe 2
Varicello
Virus varicella zoster
Beta
Cytomegalo
CMV
Roseolo
Herpes virus manusia 6
Herpes virus manusia 7
Gama
LymphocryptoEBV
RhadinoSarkoma kaposi
CMV memicu pembesaran masif sel terinfeksi.
Genom DNAnya lebih besar dari DNA HSV
Bersifat spesifik spesies dan spesifik sel
Pada manusia spesifik sel fibroblas dan menyebar secara lambat
Dapat ditularkan lewat kontak erat dengan inkubasi 4-8 minggu
Kongenital CMV dapat menyebabkan kematian janin IUFD
Gambaran klinis CMV kongenital :
IUGR -Hepatosplenomegali
Ikterus -Trombositopeni
Mikrosefali -Retinitis
Kalau selamat akan menimbulkan defek SSP dengan wujud tuli berat,kelainan
okuler,dan retardasi mental.
Nama : Cytomegalovirus
Famili : Herpetoviridae
Genus : Cytomegalo
Morfologi:100nm,sferis,Virus DNA ds, envelope+, ikosahedral
Replikasi: nukleus, bertunas dari membran nuklear
Ciri khas menonjol:
Menyandi banyak enzym
Menyebabkan infeksi laten
Menetap tak terbatas dalam host
Dapat reaktifasi bila ada imunosupresi
Karsinogenik (beberapa kasus)
Diagnosis Lab Mikrobiologi:
PCRdeteksi virus yang bereplikasi
Isolasi virus dengan fibroblas mikroskopi
Serologi Ig G (infeksi lampau) dan Ig M (infeksi baru)
Bahan urin,sputum,biopsi hati,leukosit

HERPES SIMPLEKS
Dibagi menjadi herpes simpleks tipe 1 dan Herpes simpleks tipe 2
Tumbuh sangat cepat dan sangat sitolotik
HSV menimbulkan nekrosis sel disertai peradangan
Perubahan histopatologi yang terjadi meliputi penggelembungan sel, inklclusion bodies
intranuklear Cowdry tipe A, marginasi kromatin, dan produksi sel datia inti banyak
Bentuk infeksi
Infeksi primer
HSV 1
Virus menembus kulit/mukosa setelah menyebar via pernafasan atau kontak air liur.
Replikasi awal di tempat infeksi lalu menginvasi ujung saraf lokal dan dibawa
melalui aliran aksonal retrograd ke ganglion radiks dorsalis. Latensi terjadi di
Ganglia trigeminalis
HSV 2
Sama dengan HSV 1 hanya ditularkan via genital

Infeksi laten
HSV 1
Latensi terjadi di Ganglia trigeminalis
HSV 2
Latensi terjadi di Ganglia sacralis
Herpes kongenital
Paling sering terjadi lewat kontak dengan lesi herpetik pada jalan lahir, umumnya oleh
karena HSV 2
Ada 3 manifestasi:
Lesi kulit, mata, dan mulut
Ensefalitis dengan dan tanpa lesi
Diseminata yang mengenai banyak organpneumonia viral dan koagulopati intravasculer