Anda di halaman 1dari 1

STUDI PEMISAHAN URANIUM DARI LARUTAN URANIL

NITRAT DENGAN RESIN PENUKAR ANION



penelitian studi pemisahan uranium dari larutan uranil nitrat dengan resin penukar anion bertujuan
untuk mempelajari pemisahan ion uranium dengan variabel lamanya aktivasi resin terhadap
kemampuan mengikat ion uranium dan variabel eluent terhadap kemampuan pelepasan ion uranium
dari resin. Metode pemisahan uranium dan isotop-isotop lain dalam bahan bakar nuklir adalah
pemisahan dengan metode penukar ion. Metode penukar ion dapat memisahkan ion yang satu dari
yang lainnya, baik dengan metode penukar kation maupun metode penukar anion banyak
digunakan dengan kelebihannya masing-masing. Dengan metode penukar anion tidak hanya anion-
anion yang dapat dipisahkan dengan metode ini, tetapi juga kation-kation dapat dipisahkan
dengan metode penukar anion, yaitu dengan cara mengubah kation-kation menjadi ion kompleks
bermuatan negatif dengan bantuan media asam untuk membentuk kompleks anion. Asam-asam
yang biasa digunakan untuk membentuk senyawa kompleks anion dengan kation-kation adalah asam
klorida, nitrat, sulfat, fluoride, fosfat, dan karbonat. Pada penelitian ini dilakukan pemisahan uranium
dengan metode resin penukar anion. Resin yang digunakan adalah resin Dowex 1x8 ukuran 100-
200 mesh dan larutan asam yang digunakan untuk membentuk senyawa kompleks adalah asam
klorida 8M. Resin Dowex sebelum digunakan diaktivasi terlebih dahulu menggunakan asam klorida
8M. Waktu aktivasi divariasi mulai dari 1 jam, 12 jam, 24 jam, 36 jam, dan 48 jam. Sebagai
eluent untuk menarik ion uranium dari resin digunakan asam klorida dengan konsentrasi 1M, 6M,
dan 8M.
Hasil analisis larutan effluent dari pemisahan uranium menggunakan resin yang diaktivasi 1 jam,
12 jam, 24 jam, 36 jam, dan 48 jam sebelum digunakan menunjukkan bahwa, larutan effluent
dari aktivasi resin 1 jam kadar uraniumnya 0,026 ug/mL, sedangkan resin yang diaktivasi dengan
waktu 12 jam, 24 jam, 36 jam, dan 48 jam sebelum digunakan kadar uranium dalam larutan
effluent tidak terdeteksi. Hal tersebut menandakan bahwa resin yang diaktivasi 1 jam sebelum
digunakan menunjukkan proses aktivasi belum sempurna, sedangkan resin yang diaktivasi dengan
waktu 12 jam, 24 jam, 36 jam, dan 48 jam menunjukkan proses aktivasi telah sempurna, karena di
dalam larutan effluent hasil pemisahan sudah tidak mengandung uranium, yang berarti seluruh
uranium telah terikat dengan resin. Proses elusi untuk melepaskan ion uranium dari resin
menggunakan eluent HCl 1M, 6M, dan 8M didapatkan bahwa proses elusi dengan eluent HCl 1M
menunjukkan hasil yang paling tinggi dibanding eluent yang lain, hal ini terlihat dari hasil anlisis
kadar uranium sebesar 0,243 ug/mL. Sedangkan eluent HCl 6M, dan HCl 8M tidak dapat
melepaskan uranium dari resin. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa proses aktivasi resin
yang paling baik adalah diaktivasi selama minimal 12 jam, sedangkan lonsentrasi eluent yang
paling sesuai untuk pelepasan ion uranium dari resin adalah HCl 1M.