Anda di halaman 1dari 4

UJI EKSTRAK KENCUR ( Kaempferia galanga ) SEBAGAI ANTI MIKROBA TERHADAP Aspergillus niger

Alif Mei Laniar, Anis Mubashiroh, Brilian Akbar K.P, Nafilah Sonya, Vany Resti Rosdiyanti (090210103028, 100210103083, 100210103084, 100210103044, 090210103045)

ABSTRAK

Aspergillus niger adalah jamur yang sering mengkontaminasi makanan, seperti roti tawar, jagung yang disimpan terlalu lama dan sebagainya. Sifat lain dari spesies ini yaitu termasuk patogen yang menyebabkan pembusukan makanan dan memproduksi metabolit sekunder, seperti aflatoksin, yang beracun. Produksi metabolit, keterlibatan dalam pembusukan makanan, dan menjadi patogen inilah yang dapat membuat dampak ekonomi yang besar pada Amerika Serikat (sekitar $45 miliar pada ekonomi AS sendiri). Untuk mengatasi kontaminasi dari Aspergillus niger, banyak dikembangkan penggunaan antimikroba, termasuk antimikroba herbal. Salah satu yang diduga mengandung antimikroba adalah kencur (Kaempferia galanga). Kencur diketahui mengandung asam p-metoksisinamat yang memiiliki efek sebagai anti inflamasi, antitumor dan antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa ekstrak kencur memiliki efek antijamur terhadap Aspergillus niger. Penelitian ini merupakan eksperimental. Kelompok perlakuan yaitu kelompok jamur yang diberi ekstrak kencur dengan konsentrasi 10%; 30%; dan 50%. Kelompok kontrol mengunakan ketokonazol sebagai kontrol positif dan aquades sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kadar Hambat Minimal kontrol positif rata-rata 0.69 cm dan kontrol negatif 0, sedangkan ekstrak kencur 0. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu ekstrak kencur tidak mempunyai efek antimikroba terhadap Aspergillus niger. Kata kunci: Aspergilus niger, ekstrak kencur, antimikroba, kontrol positif, kontrol negatif

ABSTRACT

Aspergillus niger is a mold which often make food contamination, like bread, corn which to long in save and etc. Another caracteristic of this species is included patogen have cause decomposition of food and produced secondary metabolit, as oflatoxin wich toxic. Metabolit produced, involvement in food decomposition and be patogen this which can impact a big economy to united state of America (around $45 bilion to USA economy self). For eclipsed contamination of Aspergillus niger much in grow using antimicrobe, included herbal antimicrobe. That one which estimate contains antimicrobe is greater galingale (Kaempferia galanga). Greater galingale have known contains p-metosisinamat acid which is have effect as antiinflamation, antitumor and antimold. The objective of this resesearch is to proof thatgreater galingale extract have an effect anti mold to Aspergillus niger. This research is an experimental reseach, by using dilution tube method. The behaviour group is mold group gave greater galingale extract with the consentration 10%;30%; and 50%. The control group used ketokonazol as positive control and aquades as negative control. The result of reseach showed that the minimal standard positive blocked average 0.69 cm and the negative control 0, whereas the greater galingale extract 0. In conclusion, in this research greater galingale extract do not have antimicrobe effect to Aspergillus niger. Key words: Aspergilus niger, greater galingale extract, antimicrobe, positive control, negative control

PENDAHULUAN Salah satu penyebab kerusakan bahan pangan, khususnya biji-bijian adalah kontaminasi jamur selama

penyimpanan. Mikotoksin yang umum mencemari biji-bijian adalah aflatoksin dan fumonisin. Selain itu, okratoksin

dan patulin merupakan mikotoksin yang juga dapat mencemari biji-bijian. Produksi metabolit, keterlibatan dalam pembusukan makanan, dan menjadi patogen inilah yang dapat membuat dampak ekonomi yang besar pada Amerika Serikat (sekitar $45 miliar pada ekonomi AS sendiri).

Aspergillus merupakan jamur yang mampu memproduksi aflatoksin. Handajani dkk. (2003) berhasil mengidentifikasi dan menyeleksi jamur penghasil afatoksin yang tumbuh pada beberapa merk petis udang komersial antara lain A. flavus, A. niger, A. wentii, A. melleus, dan Penicillium citrinum.

Aspergillus niger bila dilihat secara lebih mendalam termasuk patogen yang menyebabkan pembusukan makanan dan memproduksi metabolit sekunder, seperti aflatoksin dan ochratoksin A, yang beracun. Ochratoksin adalah mikotoksin kelompok derivat 7 isokumarin yang berikatan melalui ikatan amida dengan kelompok amino dari L-b fenilalanina. Dari tiga macam ochratoksin yaitu Ochratoksin A, Ochratoksin B dan Ochratoksin C, diketahui Ochratoksin A yang paling toksik dan paling banyak ditemukan di alam. Secara kimia, Ochratoksin A merupakan suatu campuran kristal jernih atau tidak berwarna/ pucat yang memperlihatkan fluoresensi biru di bawah sinar UV.

Untuk mengatasi kontaminasi dari Aspergillus niger, banyak dikembangkan penggunaan antimikroba, termasuk antimikroba herbal. Salah satu yang diduga mengandung antimikroba adalah kencur (Kaempferia galanga). Tanaman ini termasuk kelas monocotyledonae, bangsa Zingi-berales, suku

Bahan : Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah PDA, ketokonazol, Aspergillus niger, Aquades, ekstrak kencur 10%,30%,50%.

Zingiberaceae

Kaempferia(Winarto, 2007).

Kencur (Kaempferia galanga L.) ini sudah dikenal luas di masyarakat baik sebagai bumbu makanan atau untuk pengobatan, di-antaranya adalah batuk, mual, bengkak, bisul dan antitoksin seperti keracunan tempe bongkrek dan jamur. Selain itu minuman beras kencur berkhasiat untuk menambah daya tahan tubuh, menghilangkan masuk angin, dan kelelahan, dengan dicampur minyak kelapa atau alkohol digunakan untuk mengurut kaki keseleo atau mengencangkan urat kaki. Komponen yang terkandung di dalamnya antara lain saponin, flavonoid, polifenol, minyak atsiri serta mengandung asam p- metoksisinamat yang memiiliki efek sebagai anti inflamasi, antitumor dan antijamur. 4

mar-ga

dan,

Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa Aspergillus niger adalah jamur patogen yang memberikan banyak dampak negatif karena menyebabkan pembusukan makanan dan memproduksi metabolit sekunder yang beracun sehingga dibutuhkan substansi antimikroba yang efektif dan mudah didapat, khususnya di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini dirancang sebagai tahap awal pembuktian mengenai efek antimikroba ekstrak Kencur (Kaempferia galanga L.) terhadap Aspergillus niger sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan pemanfaatannya di bidang kesehatan dan pangan.

METODOLOGI PENELITIAN

Alat dan Bahan Alat : Alat yang di gunakan dalam penelitian ini adalah vortex, cawan petri, labu erlenmeyer, Spirtus, tabung reaksi, pipa pembuat sumuran, jangka sorong, Oven dan mikropipiet Pada penelitian ini penulis melakukan uji di laboratorium yang bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan efek antimikroba dari Kencur (Kaempferia galanga L.)

terhadap

Aspergillus niger.

pertumbuhan

koloni

Sampel yang digunakan adalah isolat jamur Aspergillus niger yang diperoleh dari Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Jember. Variabel bebas pada penelitian ini adalah ekstrak kencur dengan konsentras 10%, 30% dan 50%. Variabel terikat pada penelitian ini adalah pertumbuhan Aspergillus niger yaitu dengan mengukur daerah yang tidak ditumbuhi Aspergillus niger. Variabel kontrol satu pasang K+ yang menggunakan ketokonazol dan K- yang menggunakan aquades.

Prosedur penelitian pertama- tama adalah membuat 5 buah sumuran pada medium PDA yang telah ditanami Aspergillus niger. Mengocok ekstrak kencur hingga homogen menggunakan vortex. Kemudian memasukkan ekstrak kencur tersebut kedalam sumuran sebanyak masing-masing 20 µl ekstrak kencur 10%,30% 50% serta K+ dan K-. Selanjutnya melakukan pengamatan dan pengukuran zona bening menggunakan jangka sorong setiap hari selama 3 hari dan di foto.

HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini digunakan 3 macam konsentrasi ekstrak kencur yaitu10%, 30%, 50% serta ketokonazol sebagai kontrol positif dan aquades sebagai kontrol negatif. KHM (Kadar Hambat Minimal) adalah kadar terendah dari antifungi yang mampu

menghambat pertumbuhan jamur (ditandai luas zona bening pada medium cawan petri), yang diamati pada inkubasi 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Berdasarkan hasil pengamatan, hanya kontrol positif yang menunjukkan adanya zona bening, dimana ekstrak kencur dengan konsentrasi 10%,30% dan 50% tidak dapat membentuk zona bening dan untuk kontrol negatif juga tidak menunjukkan zona bening. Untuk Zona bening kontrol positif di ukur 3 kali setiap hari selama 3 hari sehingga didapatkan zona bening hari pertama 0,81 cm, hari kedua 0,51 cm dan hari ketiga 0,77cm sehingga rata-ratanya 0,69 cm. Ketokonazol sebagai kontrol positif dapat menghambat jamur Aspergillus niger hal ini karena

Ketokonazol merupakan turunan imidazol dan klotrimazol yang larut dalam air dan dalam pH asam dimana ketokonazol ini telah terbukti aktif sebagai anti jamur baik sistemik maupun nonsistemik yang efektif terhadap golongan Candida, Coccidioides immitis, Cryptococcus neoformans, H. Capsulatum, B. Dermatitidis , Aspergillus dan Sporothrix spp. Pada ekstrak kencur tidak dapat menghambat hal ini membuktikan bahwa kandungan kencur yaitu saponin,

flavonoid, polifenol, minyak atsiri serta asam p-metoksisinamat yang merupakan anti fungi tidak efektif pada Aspergillus niger dan untuk aquades sebagai kontrol negatif tidak menimbulkan zona bening karena aquades tidak mengandung senyawa antifungi, yang mana dapat dilihat pada

gambar1.

Gambar

 

Keterangan

Hari : 1

Hari : 1
 

Hari

I

: K+

=1,31-0,5 = 0,81 cm

K-

:

-

10%

:

-

30%

:

-

50%

:

-

Hari : 2

Hari : 2
 

Hari

II : K+

=1,01-0,5 = 0,51 cm

K-

:

-

10%

:

-

30%

:

-

50%

:

-

Hari : 3

Hari : 3
 

Hari

III

: K+

=1,27 cm-0,5 =

0,77 cm

 

K-

:

-

10%

:

-

30%

:

-

50%

:

-

Gambar 1 Hasil Pengamatan Uji Ekstrak kencur terhadap Aspergillus niger

KESIMPULAN

Ekstrak Kencur (Kaempferia galanga L.) tidak mempunyai efek antimikroba terhadap jamur Aspergillus niger. Kadar Hambat Minimum (KHM) ekstrak kencur (Kaempferia galanga L) terhadap jamur Aspergillus niger adalah 0, aquades 0 dan ketokonazol rata-rata 0,69 cm.

DAFTAR PUSTAKA

1. Setyaningsih, Iriani.2005. Konsentrasi Hambatan Minimum Ekstrak Chlorella sp. Terhadap Bakteri dan Kapang. (Dalam: http://

repository.ipb.ac.id/handle/1234

56789/29555). Diakses tanggal 15 Desember 2013.

2. Golib, Djaenudin. 2009. Daya Hambat Ekstrak Kencur (Kaempferia galangaL.) Terhadap Trichophyton mentagrophytes Dan Cryptococcus neoformans Jamur Penyebab Penyakit Kurap Pada Kulit Dan Penyakit Paru. (Dalam: http://balittro. litbang.deptan.go.id) . Diakses tanggal 15 Desember 2013.

3. Winarto, WP. 2005. Khasiat dan Manfaat Kunyit. Jakarta:

Agromedia Pustaka.

4. Dwi, Rista.2010. Efektivitas Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga Linn.)

Dalam Menghambat Pertumbuhan Candida albicans ISOLAT 218-SV Secara Invitro. (Dalam: http://old.fk.ub.ac.id) .Diakses tanggal 15 Desember

2013.