Anda di halaman 1dari 19

1.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan geothermal dan origin panasnya


Jawab: Geothermal merupakan energi panas yang dihasilkan dan tersimpan di
bawah permukaan bumi. Energi ini berasal dari asal pembentukan planet, yaitu
peluruhan radioaktif dari mineral dan aktivitas vulkanik. Akibat perbedaan antara
pusat dan permukaan maka terjadilah konduktivitas dimana energi panas ini
bergerak dari pusat ke permukaan, yang disebut gradiengeothermal.
Origin Panas.
Panas inti mencapai 5000
0
C lebih. Dua penyebab inti bumi itu panas tekanan yang begitu
besar karena gravitasi bumi mencoba mengkompres atau menekan materi, sehingga bagian
yang tengah menjadi paling terdesak. bumi mengandung banyak bahan radioaktif seperti
Uranium-238, Uranium-235 danThorium-232. Bahan bahan radioaktif ini membangkitkan
jumlah panas yang tinggi. Panas tersebut dengan sendirinya berusaha untuk mengalir
keluar, akan tetapi ditahan olehmantel yang mengelilinginya.
Dipermukaan bumi sering terdapat sumber-sumber air panas, bahkan sumber uap panas.
Panas itu datangnya dari batu-batu yang meleleh ataumagma yang menerima panas dari inti
bumi.
memperlihatkan secara skematis terjadinya sumber uap, yang biasanya disebut fumarole
ataugeyser serta sumber air panas.


2. Gambarkan skema dari geothermal energy


3. Sebutkan dan jelaskan produk-produk geothermal
Jawab : - Geyser merupakan sejenis mata air panas yang menyembur secara periodik mengeluarkan
air panas dan uap air ke udara atau dapat disebut juga aliran air hangat yang menyembur ke
permukaan tanah.
- Fumarole merupakan lubang di dalam kerak bumi yang sering terdapat di sekitar gunung
berapi, umumnya mengeluarkan uap dan gas seperti karbon dioksida, sulfur dioksida, asam
hidroklorik, dan hidrogen sulfida.
- Hotspring merupakan sumber mata air panas alami yang muncul sebagai akibat adanya
kegiatan vulkanisme
4. Sebutkan dan jelaskan beberapa metode heat extraction !
Jawab : - Dry Steam merupakan metode mengubah uap panas yang berasal dari reservoir menjadi
tenaga gerak untuk menggerakkan turbin sehingga menghasilkan energy listrik. Kemudian air
condensate yang terbentuk diinjeksi kembali ke reservoir

- Power Plant / Binary Plant merupakan metode perubahan uap dengan menggunakan
prinsip heat exchanger, dimana fluida reservoir dengan temperature tinggi diproduksikan
menuju pipa yang terhubung dengan pipa lain yang terisi fluida. Kedua pipa ini saling
terhubung dan terjadi pertukaran panas dari fluida reservoir menuju fluida yang ada didalam
pipa yang akhirnya memanaskan fluida tersebut dan mengubahnya menjadi uap untuk
menggerakan turbin sehingga generator menghasilkan arus listrik. Setelah itu air condensate
yang terbentuk kembali ke pipa dan fluida reservoir yang telah kehilangan panasnya akan
diinjeksi kembali menuju reservoir.

- Single Flash merupakan metode ekstraksi panas menggunakan flash tank bertekanan
rendah untuk menampung fluida reservoir bertekanan tinggi sehingga fluida yang mudah
menguap sehingga bergerak menuju turbin dan menggerakannya sehingga generator
menghasilkan listrik.
- Double Flash sama seperti single flash, apabila masih terdapat sisa fluida pada flash tank
yang kedua maka fluida tersebut akan menguap kembali dan masuk menuju ruang turbin
dan menggerakan turbin sehingga generator menghasilkan listrik kembali. Jadi untuk double
flash menggunakan dua flash tank

5. Jelaskan teknologi vs temperature !
Teknologi dan temperature sangat berpengaruh juga dalam kegiatan industry pemboran. Namun
kita dapat menganalisis dari karakteristik teknologi dan temperatur tersebut berdasarkan sifat fluida
dan kegunaanya yang berhubungan dengan teknologi . Klasifikasinya adalah sebagai berikut :
Pada waktu temperaturnya tinggi >220
o
C (>430
o
F) jenis fluida reservoirnya yaitu water atau
steam. Biasanya berfungsi sebagai power generation direct. Sehingga dalam teknologi yang
bertemperatur tinggi, lebih efisien digunakan untuk Flash Steam, Combined (Flash and
Binary) Cycle ,Direct Fluid Use Heat Exchangers, dan Heat Pumps.
Untuk Intermediate Temperature 100-220
o
C (212 - 390
o
F) jenis fluida reservoirnya dominan
water. Namun, fungsinya hampir sama dengan high temperature yaitu juga sebagai power
generation direct. Dalam intermediate temperature yang sangat berpengaruh dalam
teknologi yaitu Binary Cycle , Direct Fluid Use , Heat Exchangers dan Heat Pumps
Selanjutnya dalam low temperature antara 50-150
o
C (120-300
o
F), jenis fluida reservoir yang
terkandung adalah dominan water. Sehingga hanya dapat berfungsi sebagai direct. Tetapi
dalam penggunaanya juga terbatas, yaitu hanya sebagai Direct Fluid Use dan Heat
Exchangers
6. Sebutkan environment impact geothermal meliputi wilayah darat, laut dan lainnya !
Jawab : - Polusi udara, apabila kandungan gas-gas CO2, H2S, CH4 dan NH3 yang terikut dalam proses
produksi fluida tidak ditanggulangi maka dapat menyebabkan pemanasan global, hujan asam
dan menimbulkan bau tidak sedap serta beracun.
- Rusaknya lingkungan, fluida geothermal mengandung material-material seperti merkuri,
arsenik, boron, antimon, dan garam-garam kimia yang dapat menyebabkan kerusakan pada
lingkungan. Untuk itu fluida reservoirnya diinjeksi kembali ke reservoir
- Subsidence, pembangunan fasilitas geothermal dapat mengganggu kestabilan tanah.
- Vegetation Loss, pembangunan fasilitas pembangkit geothermal membutuhkan lahan yang
jauh dari pemukiman penduduk sehingga dibutuhkan pembukaan lahan pada daerah hutan.
7. Sebutkan pemanfaatan geothermal secara langsung
Jawab : Pemanfaatan energi panas bumi oleh manusia, pertama kali dilakukan secara langsung.
Seperti dijelaskan sebelumnya, pemanfaatan energi panas bumi secara langsung sangat
beraneka ragam. Pemanfaatan fluida panas bumi dari yang bertemperatur rendah untuk
budidaya ikan dan pemanas lahan pertanian, temperatur sedang untuk pemanas ruangan dan
pengering, hingga temperatur tinggi untuk pembangkit listrik dan proses industri. Fluida
panas bumi dapat diambil secara langsung dari manifestasi panas bumi yang ada atau dengan
membuat sumur produksi. Kapasitas pemanfaatan energi panas bumi secara langsung yang
telah terpasang saat ini sebagai berikut (Lund dkk., 2010):





Kegiatan ekonomi yang terkait pemanfaatan energi panas bumi secara langsung maupun tidak
langsung pada suatu lapangan panas bumi dilaksanakan dalam suatu distrik. Distrik dibagi ke dalam
tiga area utama, yaitu: area konservasi, area budidaya, dan area produksi. Area konservasi berupa
hutan yang berfungsi sebagai recarge area untuk menjaga pasokan air ke dalam reservoir. Area
budidaya merupakan area yang berfungsi sebagai tempat kegiatan budidaya, cocok tanam, dan
industri yang memanfaatkan energi panas bumi. Area produksi merupakan area dimana energi panas
bumi dieksploitasi atau diproduksi untuk menghasilkan energi listrik maupun untuk pemanfaatan
langsung.

8. Jelaskan kaitan antara volcanic zone dengan geothermal
Jawab : Geothermal identik dengan proses vulkanisme pada gunung api, sehingga dengan adanya
volcanic zone maka disana terdapat potensi energy geothermal yang dapat dikembangkan.
Sumber energy geothermal sendiri berasal dari fluida reservoir berupa air atau uap yang
terpanaskan akibat adanya proses pemanasan oleh aktifitas vulkanik dari magma yang ada
diperut bumi.
9. Sebutkan lapangan-lapangan geothermal dari sisi barat Indonesia timur Indonesia !
Jawab : L.Pabum Darajat (Garut, Jawa Barat), L.Pabum Wayang Windu (), L.Pabum Awibengkok
(Gunung Salak), L.Pabum Kamojang, L.Pabum Dieng(Dieng, Wonosobo Banjarnegara),
L.Pabum Lahendong (Tomohon, Sulawesi Utara), ada dimateri dalam folder lanjutannya !
10. Jelaskan product geothermal yang terjadi di Sikidang, Sileri dan Telaga Warna
Jawab: Produk geothermal dari manifestasi panas bumi di tiga daerah tersebut yang dapat diperoleh
berupa batuan, air kawah, slurry dan slurry gell yang memiliki unsure kandungan yang
rendah. Daerah tersebut merupakan daerah yang memiliki batuan andesit terubah,
bertekstur vitrofiritik dan piroklastik dengan butir yang sangat halus.
Namun dari segi batuan, air kawah, slurry dan slurry gell tiap daerah memiliki karakteristik
yang berbeda-beda antara lain :
- Sikidang : berinteraksi dengan air asam sulfat, contoh batuan nya plagiokilas, piroksen,
muskovit dan mineral opak, kemudian air dan kawahnya mempunyai PH 1,2 dan 1,2, slurry
dan slurry gel akan berpotensi sebagai pencemar lingkungan
- Sileri : Dominan memiliki batuan pirit, hydrous pyrite yang mengisi tiap retakan batuan,
kawahnya pun memiliki Ph 5,9, slurry dan slurry gel akan berpotensi sebagai pencemar
lingkungan
- Telaga warna : Kawah Putih yang terletak di selatan Bandung merupakan telaga yang
terbentuk dari ledakan Gunung Patuha. Tingkat belerang yang tinggi menyebabkannya
berwarna putih.
11. Jelaskan beberapa istilah dari generator electricity power plant di dieng?
Jawab :
PT. Geo Dipa Unit Dieng
Sejak tanggal 4 September 2002 PT. Geo Dipa Energi mulai berperan dalam pengelolaan aset
Dieng Patuha. PT. Geo Dipa Energi merupakan anak perusahaan dari PT. PLN (Persero) dan
PT. Pertamina (Persero) yang didirikan pada tanggal 5 Juli 2002, lokasi kantor pusat berada
di Jl. Karawitan no. 32 Bandung Jawa Barat, yang kegiatannya melakukan eksplorasi dan
eksploitasi sumber panas bumi. PT. Geo Dipa Energi merupakan anak perusahaan dari dua
BUMN terbesar di Indonesia, yaitu PT. Pertamina (Persero) memegang saham 67%, dan PT.
PLN (Persero) dengan saham sebesar 33%.
Suhu di dataran tinggi Dieng kurang lebih 20 C dengan ketinggian 2000 2100 mdpl
(meter di atas permukaan laut). Lokasi perusahaan dapat ditempuh melalui dua jalur, yaitu
kota Wonosobo dengan jarak tempuh kurang lebih 25 km, dan jalur kedua melalui kota
Banjarnegara.

Kegiatan Produksi PT Geo Dipa Dieng :
Secara umum proses produksi uap (steam) sebagai penggerak turbin yang bersumber dari
panas bumi mengalami berbagai penyaringan. Uap yang keluar dari sumur dimasukkan ke
dalam separator untuk dipisahkan antara uap dengan air. Kemudian uap dialirkan melalui
steamline untuk menggerakkan turbin, sebelum masuk untuk menggerakkan sudu-sudu
turbin uap disaring dalam scrubber. Scrubber ini berada padalokasi power plant. Untuk
mencapai sumber panas bumi dilakukan pengecekan lokasi dan pengeboran yang mencapai
kedalaman kurang lebih 2000 2500meter, dari kedalaman tersebut dihasilkan uap (steam)
yang digunakan untuk menggerakkan turbin. Turbin digunakan sebagai penggerak
generator dengan kecepatan putar 3000 rpm, sehingga menghasilkan daya sebesar 60 MW.
Sebagian besar listrik hasil produksi disalurkan kejaringan PLN sebesar 55 MW sedangkan
yang 5 MW digunakan oleh PT.Geo Dipa Energi unit Dieng untuk menggerakkan pompa
dan kegiatan produksi lainnya.
Sumur Produksi Sumur produksi merupakan tempat pengeboran yang menghasilkan uap
panas. Potensi uap (steam) yang dihasilkan di Dieng menghasilkan 60% uap berupa cairan
dan 40 % berupa uap. Untuk mendapatkan uap dilakukan proses pemisahan dengan
separator, sehingga dimungkinkan steam akan benar-benar murni dan dialirkan menuju
power plant untuk menggerakkan turbin. Ketika brine dan steam masuk separator melalui
pipa inlet, brine akan jatuh ke bagian bawah separator dan steam akan terangkat keluar
melalui pipa outlet. Hal ini dapat terjadi karena berat jenis brine lebih berat dari pada steam.
Setelah uap keluar dari separator akan dialirkan menuju power plant, sedangkan brine
dikeluarkan melalui pipa dibagian bawah separator dan akan dibantu brine injection pump
untuk mengalirkannya ke sumur sumur injeksi. Di dalam separator level dan tekanannya
harus dijaga. Untuk menjaga tinggi permukaan brine yang ada di separator digunakan LCV
(Level Control Valve), dan untuk menjaga tekanan dari brine yang ada didalam separator
digunakan PCV (Pressure Control Valve) adalah valve yang bekerja pada tekanan tertentu,
valve ini membuka ketika tekanan yang ada di dalam separator lebih besar dari tekanan
yang telah diatur dan begitu juga sebaliknya. PCV merupakan partner kerja dari dump
valve. Dump valve berfungsi untuk, mengatur aliran brine apabila LCV sudah
membuka100% brine akan dialirkan ke silencer kemudian dari silencer akan didinginkan di
balong (kolam). Jalur pipa yang terdapat di industri tersebut di lapisi dengan Kalsit yang
dapat menjaga agar pipa tersebut tidak panas, karena panas yang asli dikeluarkan dari bumi
adalah 240 0C yang jika terkena kulit dapat melepuh, namun jika telah dilapisi Kalsit, panas
berkurang hingga menjadi kurang lebih 20 0C. Hasil produksi dari perusahaan ini berupa
listrik yang dibeli oleh PT. PLN (Persero) dan langsung tersambung dengan sistem
interkoneksi Jawa - Bali.

12. Sebutkan beberapa karakteristik dari electricity power plant geothermal!
Jawab : - Pipe Line merupakan pipa yang digunakan untuk mengalirkan fluida reservoir menuju
separator
- Scrubber peralatan yang memiliki fungsi seperti separator yaitu sebagai pemisah akhir
sebelum uap masuk ke turbin, sehingga uap hasil keluaran scrubber ini akan benar-benar
kering.
- Cooling Tower berfungsi untuk membuang panas dari air melalui proses evaporasi
- Drine
- Steam merupakan uap yang diinjeksikan ke dalam ruang turbin, uap yang diinjeksikan
merupakan uap kering
13. Sebutkan aktifitas dari dimulai eksplorasi-produksi (abandon well)
.

Sumber: Exploration survey (geomaticsolutions.com)
Proses penemuan cadangan migas secara umum dimulai dari kegiatan eksplorasi geologi & geofisika
(G&G) meliputi survei seismik, magnetik dan gravitasi. Pada fase ini akan dihasilkan peta bawah
tanah yang menggambarkan terutama struktur batuan (stratigraphy). Kategori batuan yang menjadi
incaran adalah batuan sedimen, berupa batuan pasir (sandstone) dan batuan kapur (limestone). Kedua
jenis batuan tersebut mempunyai pori-pori yang memadai dan memungkinkan terisi oleh fluida migas,
yakni hidrokarbon. Lapisan batuan yang menyimpan hidrokarbon dinamakan reservoir.
Hasil eksplorasi para ilmuwan kebumian (geoscientist) akan dibuktikan terlebih dahulu melalui proses
pemboran eksplorasi. Tenaga ahli pemboran (drilling engineer) bersama-sama dengan para ahli G&G
(geoscientist) akan membuat perencanaan kegiatan pemboran (drilling program). Rencana pemboran
disusun secara cermat dan hati-hati karena resiko yang sangat tinggi dan biaya yang sangat besar.
Sumur eksplorasi dinyatakan sukses (discovery) apabila ditemukan hidrokarbon dengan jumlah yang
ekonomis. Namun tidak sedikit pemboran yang hanya menghasilkan lubang, tanpa ada migas yang
terkandung di dalamnya (dryhole). Jika suatu lokasi telah ditetapkan sebagai prospect discovery well,
selanjutnya akan masuk ke tahap pengembangan (development) dimana pemegang kontrak wilayah
kerja migas bersiap untuk mengebor sumur-sumur baru.
Teknologi yang ada saat ini memungkinkan untuk mengebor dengan lubang berarah. Lubang bor
dapat dibelokkan sesuai yang diinginkan, bahkan mendatar (horizontal), menggunakan peralatan
khusus. Measurement/Logging While Drilling (M/LWD) dan mud motor sampai yang terkini, Rotary
Steerable System (RSS) merupakan perlengkapan utama dalam bidang pemboran berarah (horizontal
directional drilling). Keuntungan metode HDD diantaranya mempersingkat waktu kerja, perpindahan
lokasi kerja yang minimal (terutama untuk kegiatan lepas pantai) hingga memaksimalkan
produktivitas sumur.

Sumber: Directional Drilling (ppdm.org)
Pasca pemboran, pada sumur akan dilakukan sederet pengujian sebelum berproduksi secara komersil.
Pada tahap ini akan diketahui jumlah kandungan dan kapasitas hidrokarbon yang dapat diproduksi
dalam barel/hari (barrel of oil per day, bopd) atau gas dalam juta kaki kubik/hari (million standard
cubic feet per day, MMSCFD). Jika hasil uji disimpulkan kurang menguntungkan, maka sumur akan
ditutup dan ditinggalkan (plugged and abandoned well).

Memasuki fase produksi, fluida hidrokarbon dari dalam perut bumi akan diolah sementara sebelum
dijual berupa minyak mentah (crude oil). Sampai dipermukaan, campuran fluida akan dipisahkan
melalui fasilitas produksi menjadi gas, minyak dan air. Produk yang bernilai ekonomis, tentu saja
minyak mentah dan gas. Untuk minyak mentah, akan diolah lebih lanjut agar dapat digunakan.
Sedangkan gas, secara umum dapat langsung dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Perusahaan Listrik
Negara (PLN) dan beberapa pabrik menggunakan gas sebagai pembangkit listrik. Sebagian industri
juga memanfaatkan gas bumi sebagai bahan baku pembuatan pupuk.
Di kilang, minyak mentah akah diolah sedemikian rupa menghasilkan elpiji (liquified petroleum gas,
LPG), bensin, avtur, solar, minyak bakar dan residu. Sistem pengolahan minyak mentah melibatkan
proses yang sangat kompleks, diantaranya penyulingan (fractional distillation), pelepasan sulfur
(hydroprocessing), pemecahan rantai HC (catalytic cracking), pembentukan ulang senyawa HC
(reforming) dan pencampuran (blending). Melalui proses-proses tersebut, produk minyak bumi
(petroleum products) akan dihasilkan sesuai kriteria yang ada di pasaran.

Sumber: Distillation (emec.com.eg)
Melimpahnya produksi gas di seluruh dunia juga memberikan pengaruh tersendiri terhadap bisnis
BBM. Pengembangan proses gas menjadi minyak cair (Gas to Liquid, GTL) menawarkan alternatif
bagi ketergantungan masyarakat terhadap BBM.

Sumber: Gas-to-Liquid (carbonscience.com)
Proses GTL dimulai dengan mereaksikan karbon dioksida (salah satu polutan udara terbesar) dengan
gas alam menjadi campuran senyawa hidrogen dan karbon monoksida (Syngas). Syngas diubah
menjadi metanol kemudian dikonversikan menjadi bensin. Karena berasal dari gas alam, produk
bensin (gasoline) yang dihasilkan dari proses GTL lebih bersih sehingga ramah lingkungan.
Kandungan polutan seperti sulfur, CO maupun CO2 lebih rendah daripada bensin dari minyak
mentah. Sebagai perbandingan biaya, harga rata-rata gas alam adalah $30 per barel ekuivalen
sedangkan pasaran minyak mentah berkisar $100 per barel.
14. Jelaskan jenis-jenis reservoir berdasarkan
Jawab : - Perangkap Fluida
Perangkap Struktur Trap ini dipengaruhi oleh kejadian deformasi dengan
terbentuknya struktur lipatan dan patahan yang merupakan respon dari kejadian
tektonik.

Perangkap Stratigrafi Trap reservoir ini dipengaruhi oleh variasi perlapisan secara
vertikal dan lateral, perubahan facies batuan dan ketidakselarasan, serta variasi
lateral dalam litologi pada suatu lapisan reservoir dalam perpindahan minyak bumi.

Perangkap Kombinasi Trap ini antara struktural dan stratigrafi, dimana trap ini
merupakan faktor bersama dalam membatasi pergerakan dari minyak bumi.



- Fasa Fluida
1. Black Oil Reservoir
Pada kondisi awal tekanan reservoir lebih besar dari tekanan gelembungnya sedangkan
temperatur lebh kecil dari temperatur kritiknya. Pada keadaan awak reservoir hanya terdiri
dari fasa cair, yaitu minyak mentah. Apabila minyak tersebut diproduksikan ke permukaan
maka fasa gas akan terbentuk di dalam sumur(well), sehingga yang terproduksi ke
permukaan terdiri dari dua fasa, yaitu minyak dan gas.
2. Volatile Oil Reservoir
Tidak jauh berbeda dengan Black Oil Reservoir, perbedaannya adalah pada gas oil ratio
nya(GOR). GOR dari Volatile Oil Reservoir lebih besar dari GOR black oil reservoir.
3. Gas-Condensate Reservoir
Reservoir mempunyai temperatur diantara temperatur kritik dan cricondenterm. pada
kondisi awal reservoir terdiri dari fasa gas. selama produksi berlangsung, tidak ada fasa cair
dalam reservoir sebelum tekanan titik embunnya terlampaui, fasa cair akan terdapat dalam
resevoir akan tetapi fasa cair tidak akan mengalir ke dalam sumur produksi bila saturasi
kritisnya belum terlampaui.
4. Wet Gas Reservoir
Reservoir yang awalnya gas pada saat keadaan reservoir, namun seiring berjalannya
produksi serta penurunan pressure dan temperature pada saat di surface terbentuk liquid
dari uap-uap yang terbentuk.
5. Dry Gas Reservoir
Reservoir yang dari awalnya sudah gas pada saat keadaan di reservoir hingga diproduksikan
ke surface tetap menghasilkan gas, tidak ada yang lain.
- Mekanisme Pendorong
Solution gas drive
Reservoir dengan pendorong yang berasal dari gas yang terlarut dalam fluida reservoir,
dimana ketika fluida reservoir mencapai titik kritikal gas yang semula terlarut dalam fluida
akan mengembang dan berekspansi sehingga meringankan pergerakan fluida reservoir.
Ketika melewati titik kritikal, gas yang terlarut tadi akan segera memisahkan diri dari fluida
reservoir
Gas cap drive
Reservoir dengan pendorong gas yang berasal dari reservoir, dimana pada reservoir terdapat
gas cap yang sudah terbentuk sejak awal sebagai tempat terakumulasinya gas dan pada saat
produksi gas akan mendesak fluida reservoir menuju ke surface
Water drive
Reservoir dengan tenaga pendorong air yang memang sudah ada pada reservoir, dimana
ketika memulai produksi fluida reservoir air akan mendorong minyak yang berada diatasnya
karena pengaruh perbedaan tekanan reservoir dengan tekanan disurface. Sehingga pada
saat produksi fluida reservoir dapat mengalir ke surface
Combination drive
Reservoir dengan tenaga pendorong kombinasi biasanya memiliki ciri-ciri terdapat 3 fasa
dalam reservoir tersebut atau 2 fasa, misalnya oil dan water saja atau gas, oil, water. Yang
mana pada saat produksi sama-sama akan mendesak oil dari reservoir menuju ke surface.
15. Gambarkan dan jelaskan skema microbial diagenesis
As organic matter is buried, the process of diagenesis compacts it into organic rich sedimentary
rocks. Further degrees of diagenesis then lead to the generation of kerogen which is then,
through deeper burial and catagenesis, transformed through various means into crude oil
and natural gas, or coal, depending on the precise conditions. In the case of oil shale and,
according to the second theory, bitumen sands, the process of catagenesis is never allowed
to be completed due to insufficient burial (temperatures and pressures too low). For the first
theory, we allow complete catagenesis and petroleum formation; with a third component
that represents eventual decay to bitumen.


Step 1: Diagenesis forms Kerogen
Diagenesis is a process of compaction under mild conditions of temperature and pressure. When
organic aquatic sediments (proteins, lipids, carbohydrates) are deposited, they are very
saturated with water and rich in minerals. Through chemical reaction, compaction, and
microbial action during burial, water is forced out and proteins and carbohydrates break
down to form new structures that comprise a waxy material known as kerogen and a black
tar like substance called bitumen. All of this occurs within the first several hundred meters
of burial.
The bitumen comprises the heaviest components of petroleum (i.e. asphalt), but the kerogen will
undergo further change to make hydrocarbons and, yes, more bitumen
Step 2: Catagenesis (or cracking) turns kerogen into petroleum and natural gas
As temperatures and pressures increase (deeper burial) the process of catagenesis begins, which is
the thermal degradation of kerogen to form hydrocarbon chains. The conditions of
catagenesis determine the product, such that higher temperature and pressure lead to more
complete cracking of the kerogen and progressively lighter and smaller hydrocarbons.
Petroleum formation, then, requires a specific window of conditions; too hot and the
product will favor natural gas (small hydrocarbons), but too cold and the organic matter will
remain as kerogen.
In the second theory of oil sand formation, vast organic deposits underwent diagenesis to form
kerogen rich compacted sediments similar to oil shale. The process of catagenesis may then
have occurred to some extent, but in general, the process did not reach sufficient
temperature to undergo complete alteration of the kerogen. Over extremely long periods of
time, some portion of this kerogen was transformed into bitumen products, which then
seeped into the surrounding sands.
16. Jelaskan proses-proses geokimia petroleum
Jawab : - accumulation Sejumlah senyawa hidrokarbon yang lebih cepat berpindah dari batuan induk
ke batuan penyimpan dibandingkan waktu hilangnya jebakan akan membuat minyak dan gas
bumi terkumpul.
- Maturation merupakan proses pematangan hydrocarbon pada batuan induk
- Generation & Expultion merupakan proses dimana Tekanan dari batuan-batuan di atas
batuan induk membuat temperatur dan tekanan menjadi lebih besar dan dapat
menyebabkan batuan induk berubah dari material organik menjadi minyak atau gas bumi.
- Migration merupakan proses Senyawa hidrokarbon (minyak dan gas bumi) akan cenderung
berpindah dari batuan induk (source) ke batuan penyimpan (reservoir) karena berat jenisnya
yang ringan dibandingkan air.
- Altration
17. Gambarkan dalam 1 skema meliputi semua perangkap (tipe trap)

18. Jelaskan cara mengatasi efek blowout di offshore?
Jawab : Untuk mengatasi blowout biasanya digunakan relief well dan bell.
Penyebab terjadinya blowout yaitu ketika kick tidak dapat tertanggulangi, baik karena kick
datangnya terlalu cepat, atau karena operator yang terlalu lambat mengetahui, atau karena
memang secara alamiah alamnya sangat ganas, misalnya zona gas yang bertekanan sangat
tinggi.
Ketika blowout akhirnya terjadi, maka kecenderungan pertama akan mengakibatkan SBO,
kemudian petugas biasanya akan dengan segera menutupkan Blow Out Preventer (alat yang
berfungsi sebagai penyekat di permukaan), kemudian dilakukan proses Pressure Control
untuk segera mengeluarkan fluida kick dengan cara memompakan lumpur yang sesuai dan
membuka valve sesuai prosedur.
Namun, adakalanya ketika proses pressure control dilakukan ternyata kekuatan tekanan dari
bawah jauh melebihi kekuatan batuan ataupun casing di bagian atas, maka bisa terjadi UGBO.
Penyebab sampai terjadinya UGBO secara teknis:
1. Akibat tekanan di dalam lubang sumur melampaui kekuatan formasi, pada saat
mengeluarkan kick. Baik kick yang disebabkan oleh formasi abnormal ataupun akibat
kecelakaan loss and kick.
Cara penanggulangannya ialah hentikan operasi, injeksikan lumpur berat yang sesuai,
semen sebagian, dan pasang casing string tambahan.
2. Adanya gas yang mengalir di annulus di belakang casing setelah penyemenan. Kerusakan
yang terjadi biasanya sangat cepat dan ekstrim. Pilihan pengendalian blowout sangat
terbatas. Kehilangan sumur ataupun platform sudah umum terjadi pada kasus ini. Lumpur
dengan berat tertentu dibutuhkan untuk menangani skenario kecilnya perbedaan mud-
weight dan formation integrity. Pengeboran selanjutnya pasti membutuhkan penambahan
berat lumpur yang mungkin saja dapat melebihi formation integrity. Mud losses dapat
saja langsung terjadi pada lapisan atas. Solusinya Casing atau liner harus dipasang dan
disemen agar dapat mengisolasi zona-zona pada interval yang lebih dalam dan bertekanan
tinggi.
3. Terjadi UGBO saat melakukan Sidetracking pada sumur yang sebelumnya kick, pipa
seringkali tersangkut (stuck) di sebagian besar bagian openhole, terutama di bagian atas
dekat dudukan casing. Sidetracking dimulai dengan menaruh dasar yang yang kokoh,
seperti whipstock, untuk memulai pembelokan arah. Cara yang paling tua dan umum
dilakukan adalah menggunakan cement plug pada bagian openhole di atas drillstring fish.
Bagian atas cement plug kemudian dibor hingga mengenai bagian semen yang kokoh.
Proses ini pada akhirnya hanya dapat menyisakan sebagian kecil semen di atas fish. Hal
ini dapat mengakibatkan UGBO kembali terjadi. Skenario ini sangat berbahaya serta sulit
dikendalikan,
4. Akibat kegagalan sekat semen di annulus, problematika produksi seperti ini dapat juga
mengakibatkan terjadinya UGBO selama masa produksi normal, yaitu: turunnya tekanan
produksi, sementara tekanan di zona lain, baik di bawah maupun di atas zona produksi,
tetap sama seperti semula. Seiring dengan meningkatnya perbedaan tekanan antara
formasi tersbut, akan mengakibatkan potensi pecahnya semen yang menjadi penyekat
selama ini. Kegagalan fungsi sekat semen mengakibatakan fluida dapat mengalir secara
vertikal ke atas ataupun ke bawah. Solusi yang efektif adalah Perforasi dan squeeze
cementing di antara interval aliran.
5. Kegagalan casing dapat mengakibatkan terjadinya UGBO juga. Tingkat kerusakannya
merupakan fungsi dari kedalaman sumber kebocoran dan tekanan sumber aliran. Semakin
dalam letak kebocoran, semakin kecil kemungkinan aliran akan menuju ke permukaan.
Dia mengatakan, dari contoh-contoh tersebut menguraikan sebagian besar penyebab
umum terjadinya kick dan blowout, baik SBO maupun UGBO.
Hal tersebut harus dipahami dengan seksama dan selalu dikaji secara periodik untuk
meyakinkan bahwa tim pengeboran memahaminya dan memasukannya dalam
perencanaan kemungkinan yang akan terjadi. Yang lebih penting lagi, gejala-gejalanya
pun harus selalu diperhatikan saat pengeboran sumur berlangsung oleh setiap pelaksana
pemboran untuk meningkatkan kewaspadaan akan terjadinya kick maupun blowout,
imbaunya.
19. Sebutkan hazard dan resiko pada oil & gas industry?
Hazard (bahaya) adalah sesuatu yang dapat menyebabkan cedera pada manusia atau kerusakan pada
alat atau lingkungan. Sedang risk (resiko) didefinisikan sebagai peluang terpaparnya seseorang atau
alat pada suatu hazard (bahaya).
Batuan rapuh di tambang bawah tanah merupakan contoh hazard. Jika seorang pekerja berada 100 m
dari daerah itu, dia akan aman. Artinya, pekerja itu mempunyai resiko hampir nol untuk tertimpa.
Namun jika si pekerja ini mendekati daerah batuan rapuh itu, resiko tertimpa semakin meningkat.
Jadi tidak semua hazard akan menimbulkan kerugian. Hazard mesti ketemu dengan risk untuk
menuntun ke terjadinya kecelakaan. Semakin besar risk, semakin tinggi pula peluang kecelakaan itu.
Untuk melindungi karyawan dan aset perusahaan, hazard and risk harus ditekan serendahnya.
Simbol Keselamatan Kimia

Poisonous
Beracun
Bahan kimia yang paling cukup
berbahaya jika tertelan atau terhirup,
banyak di antaranya berbahaya bahkan
pada kontak.

Stow away from foodstuffs
Menyelundup jauh dari bahan
makanan
Bahan Berbahaya bagi dijauhkan dari
bahan yang dapat dimakan.

Environmental hazard
Lingkungan bahaya
Relatif jarang dengan bahan kimia
laboratorium (yang sebagian besar
menimbulkan beberapa bahaya
lingkungan jika tidak menyingkirkan
benar), ini memerlukan perawatan
khusus harus diambil mengenai
pembuangan.

Dangerous when wet
Berbahaya saat basah
Ini umumnya berarti bahwa ia akan
bereaksi cukup keras dengan air.

Corrosive
Korosif
Ingatlah bahwa karat dapat (dalam
kondisi tertentu) lemari kimia.

Flammable Gas
Gas mudah terbakar
Simbol pengaman yang digunakan
untuk transportasi atau penyimpanan
gas yang mudah terbakar.

Explosive
Eksplosif
meskipun cukup jarang terlihat di
laboratorium, ingatlah bahwa suara dan
gerakan juga dapat memicu ledakan
(bukan hanya percikan / api!).


Non flammable gas
Non mudah terbakar gas
Simbol pengaman yang digunakan
dalam transportasi gas non mudah
terbakar (dan karenanya sering tidak
berbahaya, setidaknya di tempat
terbuka).

Flammable or extremely flammable
Mudah terbakar atau sangat mudah
terbakar
Pelarut yang mudah menguap dapat
menjadi masalah tertentu karena
mereka rentan untuk menyebarkan
sekitar dari wadah membukanya. Hal ini
juga mencakup bahan piroforik (yang
terbakar spontan pada paparan udara).


Organic Peroxide Peroksida organik
Simbol keamanan bahan kimia yang
digunakan dalam transportasi dan
penyimpanan peroksida organik.

Irritant or Harmful
Iritasi atau Berbahaya
Simbol ini mencakup berbagai (kadang-
kadang relatif kecil) bahaya - dengan
tindakan pencegahan seperti
menghindari, kontak dengan kulit, tidak
bernapas, dll - terbaik untuk merujuk ke
lembar data yang relevan untuk rincian.


Corrosive
Korosif
Transportasi bahan korosif - lagi,
hindari kontak dengan kulit.

Oxidising chemical
Pengoksidasi kimia
Oksidasi kimia adalah bahan yang
spontan berevolusi oksigen pada suhu
kamar atau dengan pemanasan sedikit,
atau yang mempromosikan
pembakaran. Untuk dijauhkan dari
bahan kimia yang mudah terbakar di
semua biaya!

Inhalation Hazard
Penghirupan Hazard
Inhalasi bahaya transportasi /
penyimpanan simbol.

Poisonous Gas
Gas Beracun
Digunakan untuk transportasi gas
beracun - pada tabung gas, atau
kadang-kadang sebagai indikator pada
kendaraan.

Marine Pollutant
Polutan Kelautan
Polutan laut - tidak membuang dalam
sistem saluran pembuangan.

Miscellaneous danger Miscellaneous
bahaya
Catch-semua simbol untuk semua
bahaya lainnya (biasanya ditentukan
dalam ruang).

Explosive
Eksplosif
Digunakan dalam transportasi bahan
peledak.

Poison
Racun
Lebih umum simbol untuk
pengangkutan bahan beracun (belum
tentu gas).

Spontaneously Combustible Secara
spontan mudah terbakar
Secara spontan terbakar material
(mengobati dengan hati-hati! ...).

Flammable Solid
Mudah terbakar Padat
Flammable solid. Mudah terbakar yang
solid.

Flammable Liquid
Mudah terbakar Cair
Digunakan dalam transportasi cairan
yang mudah terbakar.