Anda di halaman 1dari 12

Metformin versus Insulin for the Treatment

of Gestational Diabetes
Latar Belakang
Metformin adalah pengobatan yang logis bagi wanita dengan diabetes
mellitus gestasional, tetapi pada pengujian acak yang dilakukan untuk menilai
efikasi dan keamanan penggunaan metformin untuk diabetes gestasional hasilnya
ternyata kurang bagus.
Metode
Kami secara acak mengumpulkan 751 wanita dengan diabetes mellitus
gestasional dengan usia kehamilan 2 hingga !! minggu untuk diberikan
pengobatan dengan metformin "dengan tambahan insulin jika diperlukan# atau
insulin saja. $asil primer dari pengobatan tersebut didapatkan komplikasi antara
lain hipoglikemia neonatal, gangguan pernapasan, diperlukan untuk fototerapi,
trauma kelahiran, skor 5%menit kurang dari 7, atau prematuritas. &ercobaan ini
dirancang untuk menyingkirkan peningkatan !!' "dari !' sampai ('# dari
komplikasi pada bayi dari wanita yang diobati dengan metformin dibandingkan
dengan mereka yang diobati dengan insulin. $asil sekunder meliputi pengukuran
neonatal antropometrik, kontrol glikemik ibu, komplikasi hipertensi ibu, toleransi
glukosa postpartum, dan penerimaan pengobatan.
Hasil
)ari !*! wanita yang diberi metformin, +2,*' terus menerima metformin
sampai melahirkan dan (*,!' nya menerima insulin tambahan. $asil ,ingkat
komposit primer yaitu !2,' pada kelompok diberi metformin dan !2,2' pada
kelompok yang diberi insulin "risiko relatif, ,++- inter.al kepercayaan +5', ,/%
1,2!#. lebih banyak wanita pada kelompok metformin dibandingkan kelompok
insulin menyatakan bahwa mereka akan memilih untuk menerima pengobatan lagi
"7*,*' .s 27,2', & 0,1#. 1ata%rata dari hasil sekunder tidak berbeda secara
signifikan antara kelompok. ,idak ada yang lebih merugikan berkaitan dengan
penggunaan metformin.
1
Kesimpulan
&ada wanita dengan diabetes mellitus gestasional, metformin "sendiri atau
dengan tambahan insulin# tidak berhubungan dengan peningkatan komplikasi
perinatal dibandingkan dengan pemberian insulin. &ara wanita lebih senang
mendapat pengobatan metformin dibandingkan dengan insulin. "2ustralian 3ew
4elandia 5linical ,rials 1egistry nomor, 12*5!11*51.#
)iabetes 6estational merupakan 5' komplikasi pada kehamilan,
pre.alensinya meningkat, terkait dengan komplikasi pada kehamilan dan risiko
jangka panjang diabetes pada ibu dan anak.
1%5
)iperlukan inter.ensi untuk
mengubah gaya hidup dan, jika hiperglikemia ibu berlanjut, pengobatan dengan
insulin tambahan terbukti dapat meningkatkan perinatal outcomes.
*,7
7anita yang
menggunakan terapi insulin butuh pendidikan untuk menjamin pemakaian insulin
yang aman. &enggunaan insulin juga terkait dengan hipoglikemia dan
penambahan berat badan. 8leh karena itu penggunaan agen oral yang aman dan
efektif dapat menawarkan keuntungan lebih dibandingkan dengan insulin.
Metformin oral adalah pilihan yang logis untuk wanita dengan diabetes
mellitus gestasional. Metformin dapat meningkatkan sensitifitas insulin, dengan
mengaktifkan kinase 2M&, dan tidak berhubungan dengan kenaikan berat badan
atau hypoglycemia.
/,+
)ilaporkan hasil yang baik pada penggunaan metformin
selama kehamilan
1%1+
kecuali untuk sebagian kecil kejadian, pada study
2
kohort
retrospektif menunjukkan terdapat peningkatan rata%rata kerugian perinatal dan
preeklamsia pada penggunaan metformin dibandingkan dengan pengobatan
insulin. Metformin dapat melewati plasenta dan dapat mempengaruhi fisiologi
janin secara langsung.
21
&enggunaan metformin dalam kehamilan masih
kontro.ersial, perlu kita ketahui, hanya dua bagian kecil, pada percobaan acak
didapatkan data laporan yang menyanggah pertanyaan tersebut.
22, 2!
&ercobaan metformin pada diabetes gestational kami rancang untuk
menyingkirkan peningkatan !!' komposit komplikasi perinatal pada bayi
perempuan yang diobati dengan metformin dibandingkan dengan insulin.
$ipotesis kami adalah pada kedua pengobatan hasilnya akan sama untuk
perinatal, dan perempuan akan mempertimbangkan lebih menerima pengobatan
2
dengan metformin dibandingkan dengan insulin, dan metformin dapat
meningkatkan sensiti.itas insulin pada ibu dan bayi.
Metode
4tudi desain kami lakukan secara acak,yaitu percobaan open%label dengan
membandingkan pengobatan metformin dan insulin pada 1 perkotaan di rumah
sakit obstetrik di 4elandia 9aru dan 2ustralia. 2turannya terdapat lembar re.iew
pesetujuan pada semua tempat penelitian untuk dilakukan studi ini, dan peserta
diberikan informed consent tertulis. 1incian dari desain studi telah diterbitkan
dimana%mana.
2(
)r 1owan .ouches yang bertanggung jawab pada integritas dan
kelengkapan data.
Studi Subjek
7anita yang memenuhi syarat untuk dimasukkan adalah mereka yang
berusia antara 1/ dan (5 tahun, yang didiagnosis diabetes mellitus gestational
sesuai dengan kriteria dari 2ustralasian )iabetes in &regnancy society "2):&4#,
25
7anita hamil dengan janin tunggal dan usia kehamilan antara 2 dan !! minggu,
memenuhi kriteria rumah sakit untuk memakai pengobatan insulin, dan, setelah
inter.ensi gaya hidup yang terdiri dari nasihat tentang diet dan olahraga, memiliki
lebih dari satu kali pengukuran glukosa darah kapiler setelah puasa semalam
diatas 5,( mmol per liter "+7,2 mg per desiliter# atau lebih dari satu kali
pengukuran glukosa darah 2 jam postprandial di atas *,7 mmol per liter "12,* mg
per desiliter#. &engecualian kriteria adalah diagnosis diabetes sebelum hamil,
kontraindikasi terhadap metformin, anomali janin, hipertensi gestational,
preeklamsia, gangguan pertumbuhan janin, dan ketuban pecah dini.
&engacakan dilakukan dengan empat ukuran blok dan bertingkat sesuai
tempat dan usia gestational "dari 2 minggu sampai 27 minggu * hari, atau dari 2/
minggu sampai !! minggu * hari#. 4emua tempat setuju untuk melakukan
pengecekan kadar glukosa kapiler yang direkomendasikan oleh 2):&425
"pengecekan setelah puasa semalam tingkatnya, 05,5 mmol per liter ;++ mg per
desiliter<- 2 jam postprandial tingkat, 07, mmol per liter ;12* mg per desiliter<#,
meskipun beberapa tempat menunjukan tingkat yang lebih rendah.
3
&ara wanita memperoleh obat yang diresepkan dari apotek disekitar
tempat tinggal mereka. Metformin "Metomin di 4elandia 9aru ;&acific =armasi<
dan )iaformin di 2ustralia ;2lphapharm dan produsen nonspecified lainnya<#
pemberianya dimulai pada dosis 5 mg sekali atau dua kali sehari bersama
dengan makanan dan biasanya ditingkatkan selama periode 1 sampai 2 minggu,
untuk memenuhi target glikemik sampai dosis maksimal harian yaitu 25 mg.
>ika metformin saja sasarannya tidak tercapai, maka perlu tambahan insulin.
Metformin dihentikan jika ada kontraindikasi pada ibu "4eperti gangguan hati atau
ginjal atau sepsis# atau gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin. :nsulin
diresepkan sesuai dengan praktek yang biasanya.
engumpulan Data
)ata demografi dan data klinis yang tercatat sebanyak pendaftaran yang
ada. 5ontoh setelah puasa semalam darah diambil untuk menilai kadar glukosa
darah dasar dan pastikan hasil dari tes fungsi ginjal dan hati tidak menghalangi
penggunaan metformin. 6lucose, hemoglobin terglikasi, dan trigliserida diukur di
laboratorium lokal, glukosa diukur dari plasma .ena dengan metode heksokinase,
dan hemoglobin terglikasi diukur dengan metode yielding menghasilkan hasil
yang konsisten pada orang%orang dari kontrol percobaan )iabetes dan Komplikasi
diabetes. &ara wanita melakukan pengukuran glukosa darah di rumah dengan
menggunakan Medi4ense meter- setelah puasa semalaman dan 2%jam postprandial
hasilnya ditranskripsi ke dalam database. &ada usia kehamilan !*%!7 minggu,
.ena glukosa plasma diukur lagi setelah puasa semalaman. &ada persalinan,
komplikasi kehamilan, dicatat indikasi rujukan, tujuan pengiriman, dan
komplikasi neonatal.
4etelah tali pusat dijepit,darah tali pusat dikumpulkan dalam tabung polos
yang berisi ?),2 dan dikirim untuk diproses dalam 1 menit setelah
pengumpulan atau disimpan di dalam es untuk diolah selama + menit. 4etelah
disentrifugasi, 1%ml ali@uot disimpan dalam freeAer pada %/ B 5. Konsentrasi
insulin serum diukur di laboratorium tunggal dengan penggunaan 1oche
)iagnostics ?lecsys analyAer 2.1 otomatis dan ?lecsys 11C21 insulin kit
"no. 2.17.5(7#. &ada .olume yang sama polietilen glikol 25'%* ditambahkan
4
ke masing%masing sampel untuk mengendapkan antibodi sebelum di analisis.
Koefisien .ariasi konsentrasi insulin adalah 1,/' pada 15 pmol per liter "175
mD per liter#, 2,' pada !! pmol per liter "55 mD per liter#, dan (,/' pada !/
pmol per liter "* mD per liter#.
Studi Hasil
$asil primer adalah gabungan dari komplikasi neonatal, komponen yang
dipilih penting untuk mencerminkan efek merugikan dari paparan ibu yang
hiperglikemia pada janin yang mungkin dimodifikasi dan dipengaruhi langsung
oleh pengobatan metformin diseluruh placenta.
2(
$asil komponen komposit dari
neonatal hipoglikemia "nilai glukosa neonatal dua atau lebih 02,* mmol per liter
;(*,/ mg per desiliter<#, pernapasan "setidaknya perlu oksigen tambahan ( jam
untuk mendukung pernapasan, saluran pernafasan secara terus menerus diberi
tekanan udara positif, atau tekanan .entilasi positif intermiten selama 2( jam
pertama setelah melahirkan#, kebutuhan akan fototerapi, trauma kelahiran "cedera
pada bayi saat melahirkan, dicatat sebagai trauma ringan jika memar atau lecet
yang terjadi saat lahir dan sembuh sebelum * minggu post partum- cedera lebih
serius juga dicatat#, 2pgar skor 5%menit nilainya di bawah 7, atau kelahiran
prematur "0!7 minggu kehamilan#. 3eonatus dimonitor hipoglikemianya dengan
diukur kadar glukosa darah 2 jam setelah lahir dan sebelum makan sampai kadar
glukosa masing%masing berturut%turut 2,* mmol per liter "(*,/ mg per desiliter#
atau lebih besar dapat tercapai. &embacaan di bawah 2,* mmol per liter dan 1,*
mmol per liter "2/,/ mg per desiliter# dicatat, untuk pengobatan hipoglikemia.
Komplikasi hipertensi pada ibu didiagnosis menurut 2ustralasian
guidelines.
2*
9erat lahir persentil dihitung dengan menggunakan suatu kalkulasi
27
disesuaikan dengan jenis kelamin dan usia kehamilan bayi, serta tinggi ibu, berat
ibu pada awal kehamilan, etnis kelompok, dan paritas. &engukuran 3eonatal
antropometri, termasuk panjang tumit, panjang pantat, lingkar kepala, lingkar
dada,lingkar perut, pertengahan lingkar lengan atas, ketebalan lipatan kulit trisep,
dan ketebalan lipatan kulit subskapularis, masing%masing diukur dalam waktu (/
jam setelah lahir.
2(
Kuesioner diberikan kepada ibu terlatih pada minggu pertama
postpartum untuk menilai akseptabilitas pengobatan.
5
?fek samping dimasukan di data dan panitia memantau keamanannya.
?fek samping obat dan komplikasi kehamilan dicatat saat kunjungan klinik, dan
informasi para peneliti di rawat inap. anomali bawaan dan peristiwa fatal,
mengancam jiwa, terkait dengan kecacatan serius atau kelemahan, diperlukan
rawat inap lebih lama "terlepas dari rawat inap yang terkait dengan peristiwa
kehamilan yang diharapkan#, atau diperlukan inter.ensi besar untuk mencegah
terjadinya efek samping yang serius. Eangkah%langkah lain perlu untuk mendata
komplikasi neonatal tingkat 2 atau tingkat ! yang masuk ke unit perawatan
intensif neonatal, lama tinggal di Dnit perawatan intensif neonatal, dan diagnosis
saat pulang dari rumah sakit. )alam kasus%kasus tertentu p$ janin diukur dari
darah kulit kepala atau tali pusat,kemudian nilai terendah tercatat. Dkuran hasil
sekunder adalah ibu dan berat badan bayi, kontrol glikemik ibu, komplikasi
hipertensi, toleransi glukosa ibu pada * sampai / minggu post partum, dan
pengobatan yang diterima .
!nalisis Statistik
&erkiraan frekuensi hasil primer adalah !' "berdasarkan data lokal dari
perempuan yang telah diobati dengan insulin#. ,ingkat untuk antisipasi masing%
masing komponen adalah 1(' untuk hipoglikemia, 5' untuk gangguan
pernapasan, 5' untuk fototerapi, 1,5' untuk trauma kelahiran, kurang dari 1'
untuk 2pgar skor di bawah 7, dan 15' untuk kelahiran prematur. &ara bayi bisa
memenuhi satu atau lebih dari kriteria tersebut. ,ujuan utama dari penelitian ini
adalah untuk mengesampingkan secara klinis peningkatan signifikan "dari !'
sampai ('# pada kelompok yang diberi metformin. &erhitungan two-tailed
digunakan untuk menyingkirkan perbedaan yang signifikan pada keduanya. Dntuk
kekuatan /' dan ,ingkat signifikansi 5', dibutuhkan !75 subjek dalam setiap
kelompok.
)ata dicatat frekuensi atau persentasenya untuk .ariabel kategori sebagai
sarana dan standar de.iasi atau median dan rentang interkuartil untuk .ariabel
kontinyu, tergantung pada distribusinya. &erbedaan kelompok pengobatan
dibandingkan dengan menggunakan tes chi%s@uare atau =isher untuk .ariabel
kategori dan .ariabel kontinyu. 4elain perbandingan kelompok secara acak, data
6
dari wanita kelompok metformin yang dirawat dengan metformin saja dan yang
mendapat tambahan insulin dianalisis secara terpisah,. 2nalisis dilakukan dengan
software 424, .ersi +.1 untuk 7indows. 1isiko relatif dengan inter.al
kepercayaan +5'. )ua analisis dilakukan sementara oleh data terakhir dari komite
pemantauan keamanan. 3ilai & yang disesuaikan oleh &eto%$aybittle Metode.
&ara peneliti harus diberitahu jika terdapat perbedaan hasil antara perlakuan
kelompok tiga atau lebih dari standar de.iasi.
Hasil
4tudi 4ubjek &endaftaran selesai antara 8ktober 22 dan 3o.ember 2*
"6br. 1#. )ari 751 perempuan yang terdaftar, * orang menjalani dua kali
pengacakan sebagai akibat dari kesalahan peneitian, kesalahan segera diakui, dan
perlakuan acak dilakukan pertama. setelah pengacakan tidak tersedia data untuk
1 wanita dalam kelompok metformin dan / wanita kelompok insulin, oleh karena
itu tidak dapat dimasukkan dalam analisis. sisa 2nalisis !*! perempuan dalam
kelompok metformin dan !7 pada kelompok insulin.
:nsulin tambahan diperlukan oleh 1*/ wanita "(*,!'# pada kelompok
metformin. pengobatan Metformin dihentikan pada 27 wanita "7,('# sebelum
melahirkan "6br. 1#. &engobatan dihentikan pada 11 wanita sesuai dengan
protokol percobaan "+ wanita memiliki komplikasi obstetri, 1 memiliki sepsis, dan
1 hasil tes fungsi hatinya buruk#, pengobatan dihentikan di 7 wanita "1,+'# karena
efek samping gastrointestinal , 5 wanita memilih untuk menghentikan metformin,
dan ( wanita ke kesehatan profesional lainnya yang tidak terlibat dalam
penelitian. )osis metformin dikurangi karena terdapat efek samping
gastrointestinal pada !2 wanita "/,/'#- tapi 1 dari semua mampu
mempertahankan dosis setidaknya 1 mg per hari.
Karakteristik dasar dari dua kelompok serupa ",abel 1#. )osis harian rata%
rata metformin adalah 25 mg "kisaran interkuartil, 175 25#. 9agi wanita
yang membutuhkan tambahan insulin, dosis harian median maksimum insulin
adalah (2 unit "kisaran interkuartil, 22 sampai /1#, maksimum dosis harian lebih
rendah dari pemakaian insulin umumnya "5 unit- interkuartil kisaran, ! sampai
7
+# "& F ,2#. ,ambahan insulin dimulai pada median 2,( hari "interkuartil
jangkauan, 12,(%27,5# setelah pemakaian metformin secara acak.
Studi Hasil
$asil utama % gabungan komplikasi neonatal % antara kelompok tidak
berbeda secara signifikan "!2,' pada kelompok metformin dan !2,2' pada
kelompok insulin, & F ,+5# ",abel 2#. )ari hasil, komposit hipoglikemia "kadar
glukosa 01,* mmol per liter# jarang pada kelompok metformin "& F ,/#, tapi
kelahiran prematur "sebelum !7 minggu kehamilan# lebih sering pada kelompok
metformin "& F ,(# ",abel 2#. 2da satu kelahiran sebelum usia kehamilan !2
minggu di setiap perlakuan kelompok. &ada kelompok insulin, persalinan pada
usia kehamilan 2+ minggu terjadi karena kematian janin intrauterin, satu%satunya
kerugian perinatal dalam penelitian. :bu ini telah direkrut pada usia kehamilan 2
minggu dengan nilai hemoglobin terglikasi 1,2'- pada pemeriksaan postmortem,
janin memiliki 9udd%5hiari syndrome. )ari analisis untuk indikasi kelahiran
prematur, frekuensi kelahiran prematur iatrogenik sama pada kedua perlakuan
kelompok, tapi ada kecenderungan bayi prematur dengan persalinan spontan
"persalinan spontan atau ketuban pecah dini# lebih banyak ke arah kelompok
metformin ",abel 2#. 2da hasil signifikan pada uji statistik tapi perbedaan
klinisnya kecil pada rata%rata usia kehamilan saat melahirkan antara kelompok
metformin "!/,! minggu# dan kelompok insulin "!/,5 minggu, & F ,2#.
Hasil Sekunder dan Komplikasi Tambahan "kuran #eonatal
$asil sekunder dirangkum dalam ,abel !. ,idak ada perbedaan yang
signifikan antara kelompok dalam langkah%langkah antropometri neonatal atau
pengukuran konsentrasi insulin serum tali pusat. Meskipun secara keseluruhan
kadar glukosa ibu 2 jam postprandial sedikit lebih rendah pada kelompok
metformin, nilai%nilai tersebut tidak berbeda secara signifikan antara kelompok
pada 2 minggu sebelum persalinan ",abel !#, sebuah temuan menunjukkan bahwa
target glukosa dicapai lebih cepat pada kelompok metformin. ,ingkat komplikasi
hipertensi ibu tidak berbeda secara signifikan antara kedua kelompok.
8
&ada * sampai / minggu post partum, 552 wanita "75,!'# menjalani 75%g
tes toleransi%glukosa oral. )alam *2 dari 27 perempuan "2!,'# di kelompok
metformin dan 5/ dari 2/2 "2,*'# pada kelompok insulin, mengalami toleransi
glukosa terganggu atau didiagnostik diabetes. 7anita dalam kelompok metformin
memiliki penurunan berat badan lebih besar ketika pendaftaran dan kunjungan
postpartum dan berat badan kurang didapat saat pendaftaran dan usia kehamilan
!* minggu daripada wanita kelompok insulin ",abel !#.
$asil kuesioner postpartum menilai akseptabilitas pengobatan ditunjukkan
pada ,abel (. )i antara wanita yang diobati dengan metformin, 7*,*'
mengatakan mereka akan memilih metformin dalam selanjutnya kehamilan,
sedangkan 27,2' dari wanita dalam kelompok insulin mengatakan mereka akan
memilih insulin lagi "& 0,1#. &erempuan Eebih memilih kelompok metformin
dibandingkan kelompok insulin mereka mengatakan bahwa meminum obat lebih
mudah "5+,' .s !5,!', & 0,1#, dan lebih sedikit perempuan di kelompok
metformin dibandingkan kelompok insulin yang mengatakan bahwa minum obat
cara pengobatan lebih sulit "1,5' .s 27,2', & 0,1#.
?fek samping serius yang mempengaruhi baik ibu atau anak diringkas
dalam ,abel 5.,idak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan,
dan tidak ada efek samping yang serius yang didata dan komite pemantauan
keamanan terkait pengobatan.
engobatan Metformin dan Insulin Tambahan
)ibandingkan dengan wanita yang diobati dengan metformin saja, pada
wanita yang memiliki 9M: lebih dan memiliki kadar glukosa lebih tinggi juga
membutuhkan tambahan insulin "lihat Eampiran ,ambahan, tersedia dengan teks
lengkap artikel ini di www. nejm.org#. ,ingkat hasil primer tidak berbeda antara
wanita yang diobati dengan metformin saja dengan mereka yang memerlakukan
insulin tambahan "masing%masing 2+,7' dan !(,5',- risiko relatif, ,/*-
confidence inter.al +5' ;5:<, ,*(%1,1*- & F ,!!#.
Diskusi
Kami tidak menemukan adanya peningkatan yang signifikan dalam
9
komposit komplikasi neonatal antara perempuan dengan diabetes mellitus
gestasional yang secara acak ditugaskan untuk memakai metformin dibandingkan
dengan insulin. peningkatan hipoglikemia neonatal, salah satu komponen akhir
komposit, sama pada kedua kelompok, namun hipoglikemia berat "01,* mmol
glukosa per liter ;2/,/ mg per desiliter<# secara signifikan lebih sering terjadi pada
bayi wanita yang memakai metformin. Kami tidak melihat penurunan kosentrasi
insulin pada serum tali pusat di kelompok metformin, namun temuan ini harus
diinterpretasikan dengan hati%hati, karena hasil yang tersedia kurang dari setengah
peserta.
&rematuritas dimasukkan sebagai bagian dari hasil komposit. 2lasannya
adalah jika metformin memiliki efek samping tak terduga pada pertumbuhan atau
kesejahteraan janin, akan ada lebih banyak kelahiran prematur iatrogenik.
=rekuensi kelahiran prematur lebih tinggi pada kelompok metformin
dibandingkan dengan kelompok insulin, tetapi perbedaan dikaitkan dengan
frekuensi lebih besar dari kelahiran spontan "bukan iatrogenik# kelahiran prematur
karena efek dari metformin pada proses persalinan saat ini belum diakui.
&eningkatan kelahiran prematur tidak berkaitan dengan komplikasi lain, mungkin
karena perbedaan rata%rata usia kehamilan antara kedua kelompok saat melahirkan
secara klinis signifikan. )alam kohort sebelumnya wanita dengan diabetes
mellitus gestational yang diobati baik dengan insulin atau glyburide, tingkat
kelahiran prematur adalah 1!' untuk kelompok insulin dan 12' untuk kelompok
glyburide, namun penyebab kelahiran prematur tidak dikumpulkan.
2/

)alam penelitian kami, (*,!' wanita yang memakai metformin
memerlukan insulin tambahan. &roporsi ini cenderung ber.ariasi dalam populasi
lainnya, tergantung karakteristik pasien dan tingkat target glukosa.
9agaimana efek metformin pada wanita diabetes mellitus gestational
dibandingkan dengan yang dilaporkan untuk glyburideG )alam percobaan acak
membandingkan glyburide dan insulin pada (( wanita dengan diabetes mellitus
gestasional glikemik, kontrol dan kehamilan hasilnya sama antara kelompok
"meskipun penelitian itu underpowered untuk mengatasi komplikasi neonatal# .
2+
&engalaman berikutnya dengan glyburide menunjukkan bahwa sekitar 2'
wanita ganti memilih memakai insulin.
!,!1
Dntuk kita ketahui, tidak ada nya
10
publikasi percobaan membandingkan metformin dengan glyburide, dan
perbandingan antara data yang tersedia dibatasi oleh perbedaan studi populasi dan
tujuan glikemik .
7alaupun penelitian kami tidak dirancang untuk membandingkan hasil
pengobatan kombinasi dengan salah satu pengobatan saja, tingkat komplikasi
neonatal tidak berbeda secara signifikan antara wanita yang membutuhkan insulin
tambahan dan mereka yang menerima metformin saja. 4elain itu, wanita yang
menerima pengobatan gabungan kurang memerlukan insulin dan berat badan
lebih dapat berkurang daripada mereka yang memakai insulin saja.
Kekuatan dari percobaan ini adalah hal itu terjadi rutin dalam praktek
klinis dan pada wanita dengan diagnosis diabetes mellitus gestasional. Kelemahan
adalah pengobatan tersebut open%label, karena tidak dianggap praktis atau
beretika. 4ebuah methodologic keterbatasan kita adalah menggunakan desain
superioritas untuk menilai apakah insulin lebih unggul dari metformin daripada
membuktikan hipotesis nol "9ahwa tidak ada perbedaan antara pengobatan#.
Meskipun demikian, inter.al kepercayaan +5' pada risiko relatif dari gabungan
komplikasi neonatal menunjukkan peningkatan risiko lebih dari 2!' pada
pemakaian metformin tidak masuk akal. 4elain itu, sebuah analisis post hoc
menggunakan desain noninferiority dan margin yang diusulkan dari 1,!! "!!'
perubahan dalam komplikasi# mendukung kesimpulan bahwa metformin tidak
kalah terhadap insulin "risiko relatif, ,++- +7,5' 5:, ,7/ untuk 1.2*#. 2khirnya,
hasil komposit disertakan hasil berbeda significance.
!2
klinis 3amun, data yang
berkaitan dengan komponen indi.idu dari ukuran gabungan berfungsi untuk
menginformasikan dokter tentang efek yang rele.an beberapa metformin.
2(
)okter tetap harus berhati%hati untuk penggunaan metformin sampai data
lanjut untuk anak tersedia. Eanjutan dari percobaan ini adalah dinilai pada usia 2
tahun. )ata pada usia 1/ bulan dari 12* bayi dari wanita dengan polikistik
sindrom o.arium yang diobati dengan metformin telah memberikan efek kurang
bagus pada awal pertumbuhan dan pada perkembangan motorik dan sosial.
!!

Kesimpulan, temuan kami menunjukkan bahwa metformin, sendiri atau
dengan insulin tambahan, efektif dan aman untuk pilihan pengobatan bagi wanita
dengan diabetes mellitus gestasional yang memenuhi kriteria untuk memakai
11
insulin, dan metformin lebih dapat diterima untuk wanita dengan diabetes mellitus
gestasional daripada insulin. Eebih lanjut dibutuhkan data untuk tindak lanjut
membangun keamanan jangka panjang.
12