Anda di halaman 1dari 4

Lembar Kerja Siswa

Mengamati komponen biotik dan abiotik di lingkungan sekolah


dan
Menghitung kepadatan populasi rumput

Tujuan :
Mengetahui komponen biotik dan abiotik di lingkungan sekolah
Mengetahui peran masing-masing komponen biotik dan abiotik
Mengetahui perbedaan antara kepadatan populasi di tempat teduh dan tempat panas

Alat dan Bahan :
1. Tali rafia
2. Meteran ulur
3. Alat tulis
4. Kebun sekolah

Cara Kerja :
1. Menyiapkan alat dan bahan
2. Memilih lokasi teduh dan panas kebun sekolah secara bergantian yang akan dijadikan
tempat pengamatan
3. Membuat sebuah kuadrat berukuran 1m x 1m berbentuk bujur sangkar dengan
menggunakan tali rafia
4. Mengamati komponen abiotik dan biotik beserta perannya yang berada dalam kuadrat
tersebut dan mencatatnya ke dalam tabel pengamatan
5. Menghitung jumlah rumput yang berada dalam kuadrat ditempat teduh maupun panas
secara teliti
6. Menghitung kepadatan populasi rumput yang berada ditempat teduh maupun panas
7. Merapikan alat-alat yang telah selesai digunakan
8. Menuliskan hasil pengamatan dan menjawab pertanyaan

Hasil Pengamatan :
Tempat teduh
BIOTIK ABIOTIK
Rumput Tanah
Semut Udara
Jamur Cahaya matahari
Potongan kayu Plastik
Sisa roti Suhu
Air
Batu

Kepadatan populasi rumput
Jumlah rumput : 121
Luas tanah/ kuadrat : 1m x 1m = 1m
2

Rumus : Jumlah individu aggota populasi = 121
Luas daerah 1m
2


= 121 rumput setiap satu meter persegi

Tempat panas
BIOTIK ABIOTIK
Rumput Tanah
Semut Suhu
Belalang Cahaya matahari
Cacing Sedotan
Batu kerikil
Udara
Air

Kepadatan populasi rumput
Jumlah rumput : 135
Luas tanah/ kuadrat : 1m x 1m = 1m
2

Rumus : Jumlah individu aggota populasi = 135
Luas daerah 1m
2


= 135 rumput setiap satu meter persegi
Pembahasan :
Berdasarkan tabel pengamatan yang telah kami lakukan, terdapat perbedaan komponen
biotik dan abiotik yang kami temukan ditempat panas, begitupula dengan kepadatan populasi
rumput yang telah kami hitung juga berbeda.
Ditempat teduh, kami lebih banyak menemukan komponen biotik dibandingkan
komponen biotik yang terdapat di tempat panas. Ditempat teduh, kami menemukan rumput,
semut, jamur, potongan kayu yang telah lapuk dan sisa roti. Peran dari rumput tersebut adalah
sebagai produsen dan penyedia oksigen sebagai hasil dari fotosintesisnya yang bisa digunakan
oleh makhluk hidup lainnya. Semut berperan sebagai detritivor karena semut dan cacing
memakan dan menguraikan makanannya menjadi bagian yang lebih kecil. Sedangkan jamur
berperan sebagai dekmposer untuk mengubah zat organik menjadi zat anorganik. Potongan
kayu nanti berperan sebagai bahan senyawa organic yang akan diuraikan oleh decomposer
untuk menyuburkan tanah. Komponen abiotik yang kami temukan di tempat teduh adalah tanah
yang berperan sebagai tempat tinggal makhluk hidup dan sumber nutrisi bagi tumbuhan.
Cahaya matahari berperan sebagai sumber utama untuk rumput melakukan proses fotosintesis.
Suhu berperan untuk menjaga suhu tubuh makhluk hidup yang tumbuh agar tetap terjaga
kelangsungan hidupnya. Air berperan sebagai sumber mineral dan bermanfaat untuk
melangsungkan metabolism makhluk hidup. Sedangkan udara berperan untuk menyedikan
oksigen dan karbondioksida yang dibutuhkan oleh hewan dan manusia serta tumbuhan. Batu
berperan sebagai tempat tinggal makhluk hidup kecil seperti semut dan cacing. Plastik
merupakan komponen abiotik yang juga kami temukan sebagai sampah.
Ditempat panas, kami menemukan komponen biotic rumput, semut, belalang dan
cacing. Peran rumput dan semut telah dijelaskan diatas, sedangkan peran cacing adalah sama
dengan peran semut dan peran belalang adalah sebagai herbivora yang memakan rumput.
Komponen abiotik yang kami temukan di tempat panas yaitu tanah, suhu, udara, cahaya
matahari, air, dan batu kerikil. sedangkan batu kerikil berfungsi sebagai tempat tinggal semut
untuk menghindar dari konsumen yang akan memakannya.
Antara komponen biotik dan komponen abiotik saling berhubungan, sebagai contohnya
rumput dan tanaman lain yang mengeluarkan oksigen sebagai hasil fotosintesisnya yang daoat
digunakan untuk menkhluk hidup lain bernafas. Komponen abiotik juga berhubungan dengan
komponen biotik, contohnya tanah membutuhkan semut untuk menggemburkan tanah. Jadi
antara komponen biotik dan abiotik saling berhubungan.
Pengamatan selanjutnya adalah menghitung kepadatan populasi rumput ditempat panas
dan ditempat teduh. Dari hasil yang telah kami hitung, kepadatan populasi rumput ditempat
panas lebih padat yaitu 135 rumput setiap satu meter persegi dibandingkan kepadatan populasi
di tempat teduh hanya 121 rumput setiap satu meter persegi.

Kesimpulan :
Berdasarkan pembahasan diatas, kami dapat menyimpulkan bahwa :
Komponen biotik dan abiotik yang kami temui ditempat panas dan teduh berbeda.
Setiap komponen biotik dan abiotik memiliki peran masing-masing yang saling
berhubungan
Antara komponen biotik dan abiotik saling mempengaruhi begitupula komponen
abiotik dan biotik juga saling mempengaruhi.
Kepadatan populasi ditempat di tempat panas lebih padat dibanding ditempat teduh