Anda di halaman 1dari 11

1

LAPORAN ANALISIS TAMAN PENITIPAN ANAK (TPA) DEVI


JALAN.DURIAN KECAMATAN TANJUNG SELOR KABUPATEN
BULUNGAN
LAPORAN PENELITIAN DAN ANALISIS
BERMAIN KREATIF DENGAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF SEBAGAI MEDIA
PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI

Disusun Oleh :
Nama : M I S T R I
NIM : 817112976
Pokjar : UPBJJ 50 /SAMARINDA



FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH
UNIVERSITAS TERBUKA
SAMARINDA
2013










2

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kegiatan bermain adalah hak asasi bagi anak usia dini yang memiliki nilai utama dan hakiki
pada masa-masa pra-sekolah. Kegiatan bermain bagi anak usia dini adalah sesuatu yang sangat
penting dalam perkembangan kepribadiannya. Bermain bagi seorang anak tidak sekedar untuk
mengisi waktu, tetapi media bagi anak untuk belajar. TPA DEVI yang telah mendapat izin dari
Dinas Sosial dengan nomor izin...........................mempunyai program.Bermain kreatif dengan
Alat permaian Edukatif sebagai Media Pembelajaran pada anak.
...Setiap bentuk kegiatan bermain pada anak pra-sekolah mempunyai nilai positif
terhadap semua aspek perkembangannya misalnya, perkembangan kognitif, motorik, bahasa,
fisik, social-emosional, dan kemandirian dari seorang anak. Didalam bermain dengan alat
permainan edukatif berfungsi untuk memfasilitasi anak-anak mengembangkan hubungan yang
harmonis dan di latih bagaimana berkomunikasi, bagaimana mengalah, dan nilai-nilai lainnya
yang dapat terjadi di lingkungan sekitarnya. Ketika anak bermain, anak memiliki nilai
kesempatan untuk mengekspresikan sesuatu yang ia rasakan dan pikirkan. Dengan bermain, anak
sebenarnya sedang mendapatkan kepuasan dalam bermain, yang berarti mengembangkan dirinya
sendiri. Meskipun demikian, orangtua harus tetap intens memerhatikan anak, terutama pola
makannya. Sebab, banyak anak terlalu asyik dengan dunia permainannya menjadi lupa makan
dan malas untuk makan. Pola makan yang tidak teratur tentu juga menjadi hal yang tidak baik
karena mengurangi asupan gizi yang menjadi faktor penting dalam pertumbuhan dan
perkembangan anak. Dalam kenyataannya seperti sekarang ini, sering dijumpai bahwa kreatifitas
anak tanpa disadari telah terpasung di tengah kesibukan orangtua. Namun, kegiatan bermain
bebas sering menjadi kunci pembuka bagi gudang-gudang bakat kreatif yang dimiliki setiap
manusia. Kegiatan bermain bagi anak berguna untuk menjelajahi dunianya dan mengembangkan
kreatifitas anak.




3



B. Masalah
Berdasarkan hal ini permasalahan pokok dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut :
1. Mengapa anak perlu bermain?
2. Metode apa yang tepat dalam pembelajaran anak usia dini?
3. Apa solusi yang diberikan untuk anak yang kurang percaya diri untuk bermain?

C. Ruang Lingkup
Adapun ruang lingkup penelitian ini adalah di dalam lingkungan TPA DEVI yang terletak di
Jalan Durian, kota Tanjung Selor Sedangkan batasan penelitian ini berrada pada peserta didik
yang berada di TPA DEVI tersebut.

D. Tujuan
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui dengan bermain anak mengembangkan keterampilan dalam bidang-bidang
tertentu.
2. Untuk mengetahui metode apa yang tepat dalam pembelajaran anak usia dini.
3. Untuk memberikan solusi yang diberikan untuk anak yang kurang percaya diri dalam bermain.

E. Manfaat
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui kreatifitas anak dalam bermain
2. Mengetahui apa metode-metode pembelajaran anak usia dini
3. Memberikan bantuan dalam mengatasi anak yang kurang percaya diri dalam bermain
4. Menerapkan metode pembelajaran anak
5. Menambah khasanah bagi teori-teori pendidikan dalam tahapan perkembangan bermain
6. Sebagai sumbangan pemikiran atau bahan pengetahuan ilmiah bagi lembaga-lembaga
pendidikan pra-sekolah.


4




BAB II
METODE

A. Konsep dan Definisi
Konsep dan definisi adalah penjelasan dan penegasan mengenai onjek penelitian yang
diteliti. Adapun yang menjadi definisi oprasional dalam penelitian adalah :
1. Bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan mempergunakan atau tanpa mempergunakan alat
yang menghasilkan pengertian, memberikan informasi, memberikan kesenangan, dan dapat
mengembangkan imajinasi anak. Kegiatan bermain dapat digunakan anak-anak untuk
menjelajahi dunia nya, mengembangkan kompetensi dalam usaha mengatasi dunia nya dan
mengembangkan kreativitas anak. Dengan bermain, anak memiliki kemampuan untuk
memahami konsep secara ilmiah tanpa paksaan. Kegiatan bermain secara umum sering dikaitkan
dengan kegiatan anak-anak yang dilakukan secara spontan.
2. Kreativitas berasal dari kata kreatif, Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kreatif berarti
memiliki daya cipta, memiliki kemampuan untuk menciptakan. Jadi, kreativitas adalah suatu
kondisi, sikap, atau keadaan yang sangat khusus sifatnya dan hampir tidak mungkin dirumuskan
secara tuntas. Kreativitas dapat didefinisikan dalam beraneka ragam pernyataan tergantung siapa
dan bagaimana menyorotinya. Istilah kreativitas dalam kehidupan sehari-hari selalu dikaitkan
dengan prestasi yang istimewa dalam menciptakan sesuatu yang baru, menemukan cara-cara
pemecahan masalah yang tidak dapat ditemukan oleh kebanyakan orang, ide-ide baru, dan
melihat adanya berbagai kemungkinan.
3. Alat Permainan Edukatif merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pembelajaran anak di
TPA. Ketersedian alat permainan tersebut menunjang terselenggaranya pembelajaran anak secara
efektif dan menyenangkan sehingga anak-anak dapat mengembangkan berbagai potensi yang
dimilikinya secara optimal.
4. Dalam undang-undang tentang system pendidikan nasional,dinyatakan bahwa pendidikan anak
usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditunjukan kepada anak sejak lahir sampai dengan
usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu
5

pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam
memasuki pendidikan lebih lanjut (UU No 20 Tahun 2003 BAB 1 Pasal1 Ayat 14).
5. Anak usia dini adalah anak yang baru dilahirkan sampai usia 6 tahun. Usia ini merupakan usia
yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak. Usia dini
merupakan usia ketika anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Usia dini
merupakan periode awal yang paling penting dan mendasar dalam sepanjang rentang
pertumbuhan serta perkembangan kehidupan manusia. Masa ini di tandai oleh berbagai periode
penting yang fundamen dalam kehidupan anak selanjutnya sampai periode akhir
perkembangannya. Salah satu periode yang menjadi penciri masa usia dini adalah the golden
ages atau periode keemasan. Banyak konsep dan fakta yang ditemukan memberikan penjelasan
periode keemasan pada masa usia dini ketika semua pontensi anak berkembang paling cepat.
Beberapa konsep yang disandimgkan untuk masa anak usia dini adalah masa eksplorasi, masa
imitasi, masa peka, masa bermain, dan masa membangkang.

B. Alat dan Bahan
Beberapa jenis Alat Permainan Edukatif yaitu, boneka jari, puzzle besar, kotak alfabeth,
kartu lambing bilangan, kartu pasangan, puzzle jam, lotto warna, lotto warna bentuk, botol
aroma, dan bola suara.

C. Teknik dan Alat Pengumpulan Data
Metode Obervasi, Observasi Partisipasi, Teknik Home Visit, Teknik Dokumentasi


D. Teknik Analisis Data
Dalam penelitian ini, analisis yang digunakan adalah deskriptif. Dalam analisis ini
peneliti berusaha menggambarkan suatu objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-
fakta yang tampak sebagaimana adanya. Selanjutnya, agar penelitian mempunyai bobot yang
tinggi, maka penelitian ini dilakukan dengan jalan mengidentifikasikan dimensi-dimensi yang
cukup berpengaruh dan relevan untuk diperhatikan. Kemudian fakta yang ditemukan diberi
penafsiran.

6



BAB III
PEMBAHASAN

A. Mengapa Anak Perlu Bermain
Bermain sangat penting bagi perkembangan pribadi anak dan menjadi dasar keterampilan
selanjutnya seperti membaca, menulis, berhitung dan memahami banyak hal. Bermain
berkontribusi bagi tumbuh-kembang anak secara fisik, sosial, kognitif, emosional dan spiritual.
Jika anak tidak belajar melalui permainan, dampaknya tidak hanya pada prestasi sekolah nanti,
tetapi juga dalam kepribadian dan perilaku anak.
Dengan bermain anak mengembangkan keterampilan dalam bidang berikut:
1. Kemampuan emosional. Anak-anak belajar menangani kekecewaan, mengembangkan
ketekunan, merasakan kegembiraan bila usaha yang diambil setelah beberapa kali percobaan
mencapai kesuksesan.
2. Kemampuan motorik. Anak-anak mengembangkan respon otot yang cepat, menilai situasi
lapangan dan melakukan koordinasi tangan-mata dengan lebih baik. Motorik kasar dan halus
berkembang dengan bermain.
3. Kemampuan kognitif. Melalui bermain anak-anak belajar logika, berkonsentrasi lebih baik,
menahan diri dari tindakan, memahami nuansa kosakata dan belajar bahasa.
B. VISI ,MISI TPA DEVI
VISI



MISI





7

C. Tahapan Perkembangan Bermain
Pada umumnya, para ahli hanya membedakan atau mengkategorikan kegiatan
bermain tampak secara jelas mengemukakan bahwa suatu jenis kegiatan bermain lebih
tinggi tingkatan perkembangannya dibandingkan dengan jenis kegiatan lainnya.
1. Jean Piaget
Adapun tahapan kegiatan bermain menurut Piaget adalah sebagai berikut.
a) Permainan sensori motorik ( bulan- tahun).
Kegiatan bermain di ambil pada periode perkembangan kognitif, sensori motor, selama 3-4 bulan
yang belum dapat dikategorikan sebagai kegiatan bermain. Kegiatan ini hanya merupakan
kelanjutan kenikmatan yang diperoleh seperti kegiatan makan atau menggantikan sesuatu.
b) Permainan simbolik ( 2-7 tahun).
Permainan simbolik merupakan ciri periode pra-operasional yang ditemukan pada usia 2-7 tahun
ditandai dengan bermain khayal dan permainan pura-pura. Pada masa ini, anak lebih banyak
bertanya dan menjawab pertanyaan, mencoba berbagai hal berkaitan dengan konsep angka,
ruang, kuantitas, dan sebagainya. Anak sering sekedar bertanya, tidak terlalu meperdulikan
jawaban yang diberikan dan walaupun sudah dijawab anak akan bertanya terus. Anak sudah
menggunakan berbagai simbol misalnya, sapu sebagai kuda-kudaan, sobekan kertas sebagai
uang, dan lain-lain.
c) Permainan social yang memiliki aturan ( 8-11 tahun).
Pada usia 8-11 tahun anak lebih banyak terlibat dalam kegiatan game with rules ( permainan
yang beraturan) tempat kegiatan anak lebih banyak dikendalikan oleh peraturan permainan.
Anak-anak mendengar, melihat, dan merasakan dengan pengalaman langsung dalam
permainan mereka. Anak-anak belajar memahami dunia dengan meniru dan mencoba segala
macam interaksi yang kompleks. Permainan yang tampaknya sederhana seperti bermain peran,
menggambar garis dengan pensil di atas kertas, berdandan di depan cermin, atau memanjat
pohon mengajarkan anak-anak mengenai diri dan lingkungan mereka. Anak-anak tidak memiliki
pola, kebiasaan atau rutinitas yang tetap. Mereka terus-menerus dihadapkan dengan peluang-
peluang baru yang terlalu menyenangkan untuk di lewatkan. Anak-anak sangat intens dalam
permainan mereka dan menjelajahi dunia dengan segala kemungkinan dan batasnya. Bermain
adalah kerja keras bagi seorang anak. Dia menemukan segala sesuatu melalui kreatifitasnya
sendiri.
8



D. Metode Apa yang Tepat dalam Pembelajaran Anak Usia Dini
Variabel Metode Pembelajaran
1. Tujuan
Karakteristik tujuan perlu dipertimbangkan dalam memilih dan menggunakan metode
pembelajaran, apakah berkaitan dengan perkembangan kognitif, bahasa, social-emosiaonal, fisik,
moral-agama, dan motorik.
2. Tema
Tema pembelajaran di PAUD meliputi beberapa tema. Masing-masing tema memiliki
karakteristik tersendiri. Dalam meilih dan menggunakan metode pembelajaran, karakteristik
tema merupakan salah satu factor yang perlu dipertimbangkan.
3. Kegiatan
Kegiatan perlu pula dipertimbangkan karena belajar di PAUD tidak hanya dilaksanakan di dalam
kelas, tetapi juga ada kegiatan belajar diluar kelas.
4. Anak
Anak perlu dipertimbangkan karena anak memiliki karakteristik dalam perkembangan dan
belajar nya anak itu unik dan memiliki potensi untuk belajar.
5. Media dan Sumber Belajar
Media dan Sumber Belajar yang dipilih harus dapat mendukung terlaksananya proses belajar
yang efektif dan relevan dengan metode pembelajaran yang dipilih guru.
6. Guru
Guru merupakan factor penentu dalam keberhasilan belajar anak. Kepiawaian guru dalam
memilih dan menggunakan metode pembelajaran merupakan factor yang sangat terpengaruh
terhadap keberhasilan belajar anak.
7. Evaluasi
Evaluasi merupakan kegiatan pengukuran keberhasilan belajar anak. Model evaluasi terhadap
anak usia dini tentu tidak semata-mata berbasis
kognitif, di dalamnya penting untuk dapat merekam jejak aktifitas anak..


9


E. Solusi yang Diberikan Untuk Anak yang Kurang Percaya Diri Untuk Bermain
Solusi yang terbaik untuk anak yang kurang percaya diri yaitu menumbuhkan rasa percaya
dirinya. Selain penting untuk perkembangan anak-anak, bermain juga menguatkan rasa percaya
diri. Anak bisa berkata: Aku bisa! Belajar menghadapi kemungkinan dan ketidakmungkinan,
belajar berkonsentrasi dan menghadapi konflik dapat diperoleh melalui permainan bebas. Yang
dimaksud permainan bebas adalah kebebasan bereksplorasi tanpa tuntutan orang dewasa, aturan-
aturan dan tekanan waktu. Dengan bermain bebas seorang anak mengembangkan rasa percaya
diri untuk:
1. berinteraksi dengan anak lain atau orang dewasa
2. belajar dengan cara trial and error
3. berbagi dengan orang lain
4. berkomunikasi dan menyampaikan pendapat
5. mengatasi rasa takut
Suasana yang menyenangkan, anak akan mencoba melakukan berbagai kegiatan yang
mereka sukai dengan cara menggali dan menemukan sesuai yang ingin mereka ketahui. Kondisi
tersebut sangat mendukung anak dalam mengembangkan rasa percaya diri mereka dalam
melakukan kegiatan. Alat permainan edukatif memiliki fungsi yang sangat strategi sebagai
bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan anak dalam melakukan kegiatan-kegiatannya
sehingga rasa percaya diri berkembang secara wajar. Pada kegiatan ini, anak memainkan suatu
alat permainan dengan tingkat kesulitan tertentu, misalnya menyusun balok-balok menjadi suatu
bentuk bangunan tertentu, pada saat tersebut ada suatu proses yang dilalui anak sehingga ank
mengalami suatu kepuasan setelah melampau suatu tahap kesulitan tertentu yang terdapat dalam
alat permainan tersebut. Proses-proses seperti itu akan dapat mengembangkan rasa percaya
secara wajar ketika anak merasakan bahwa tiada suatu kesulitan yang tidak di temukan
penyelesaiaannya.




10




DAFTAR PUSTAKA

Musbikin, Imam. 2012. Pintar Mengatasi Tumbuh Kembang Anak. Jogjakarta: FlashBook.
Wiyani. & Novan Ardy. 2012. Format Paud. Jogjakarta: AR-Ruzzmedia.
Hastuti. 2012. Psikologi Perkembangan Anak. Jogjakarta: PT. Suka Buku.
Sujiono. & Nurani, Yuliani. 2009. Konsep Dasar PAUD. Jakarta : PT Indeks.
Diposkan oleh Nizmah MC di 23.46

















11









s