Anda di halaman 1dari 9

Sun burst appearance: gambaran dari reaksi periosteal, hasil dari ekstensi tumor.

Venektasi Pelebaran Pembuluh balik yang berkelok kelok


Segitiga Codman Hasil dari reaksi periostealyang menyisakan pada bagian tepi yang masih terlihat yang memberikan
gambaran radiologic yang khas sebagai suatu sudut segitiga.
Open biopsy : Biopsi terbuka (open biopsy) adalah prosedur pengambilan jaringan dengan jalan operasi kecil, eksisi ataupun
insisi yang dilakukan sebagai diagnosis preoperatif ataupun durante operation
Biopsi insisi durante operationam dan pemeriksaan histopatologi jaringan dengan teknik pemotongan beku (frozen section)
dilakukan untuk mengetahui sifat tumor jinak atau ganas. Dalam waktu yang singkat (5-10 menit) sifat tumor dapat ditentukan
dan tindakan bedah dapat dilakukan dalam satu tahap.am. Di rumah sakit yang tidak mempunyai fasilitas sitologi aspirasi
1. Midun mengalami bengkak di lutut sejak 5 bulan yang lalu
Bengkak

Osteosarkoma Patologi
Adanya tumor pada tulang menyebabkan jaringan lunak diinvasi oleh sel tumor. Timbul reaksi dari tulang normal dengan respon
osteolitik yaitu proses destruksi atau penghancuran tulang dan respon osteoblastik atau proses pembentukan tulang. Terjadi
destruksi tulang lokal.. Pada proses osteoblastik, karena adanya sel tumor maka terjadi penimbunan periosteum tulang yang baru
dekat lempat lesi terjadi sehingga terjadi pertumbuhan tulang yang abortif.
Bisa disebabkan karena:pertumbuhan sel osteoblast yang berlebihan yang diman gen penekan pertumbuhan sel
ini mengalami mutasi, sehingga gen penekan tersebut malah meransang untuk melakukan pertumbuhan secar a
berlebihan
Etiologi dari osteosarkoma masih belum diketahui tetapi radiasi dan virus onkogenik yang telah terlibat dalam terjadinya
keganasan serta faktor genetik.
Etiologi lain yang disebutkan (Rahayu Arie, 2010) dari osteosarkoma adalah :
a) Radiasi sinar radioaktif dosis tinggi.
b) Keturunan (genetik).
c) Beberapa kondisi tulang yang sebelumnya disebabkan oleh penyakit seperti penyakit paget (akibat pejanan radiasi).
(Smeltzer 2001).
d) Pertumbuhan tulang yang terlalu cepat.
e) Sering mengkonsumsi zat-zat toksik, seperti makanan dengan zat pengawet, merokok, dan lain-lain.

Osteosarkoma merupakan 20% dari seluruh kanker tulang ganas yang dapat terjadi di mana-mana dari tulang, biasanya di luar
batas yang paling dekat metaphyseal pertumbuhan tulang piring. Yang paling sering terjadi adalah pada tulang paha (42%, 75%
dari yang terpencil di tulang paha), tulang kering (19%, 80% dari yang di proximal tulang kering), dan humerus (10%, 90% dari
yang di yang proximal humerus). Lokasi lain yang signifikan adalah tengkorak dan rahang (8%) dan panggul (8%). Dan lebih dari
50% kasus terjadi pada daerah lutut.
2. Timbul pembengkakan setelah terjatuh dan hubungannya dengan kasus Midun
Dari beberapa referensi tidak ada hubungan kasus trauma dengan neoplasma atau belum ada hubungan yang sesuai.
Hubungan riwayat jatuh dengan keluhan saat ini:
Kanker tulang tidak ada hubungannya dengan trauma atau kejadian cedera akibat terjatuh. Namun, kita tetap harus waspada.
Pasalnya, pada orang yang sudah membawa "bakat" kanker dalam tubuhnya, peristiwa cedera atau trauma tersebut bisa jadi
menjadi awal mula diketahui adanya sel tumor tersebut.
Jadi, trauma disini hanya merupakan faktor pencetus.
(Sumber: dikutip dari artikeldr.Ahmad Basuki,Sp.OT, RS Kanker Darmais, Jakarta)

Penyebab osteosarcoma tidak dikenal. Beberapa kelompok penelitian sel induk sedang menyelidiki kanker dan potensi mereka
untuk menyebabkan tumor. Jika tumornya besar, dapat muncul sebagai pembengkakan. Tulang yang terkena dampak tidak
sekuat tulang yang normal dan mungkin fraktur dengan trauma ringan (patah tulang patologis). Tulang yang terkena
kanker juga lemah dan rapuh dan mungkin fraktur atau mudah pecah dengan luka ringan atau trauma .
Sebagian masyarakat menganggap trauma atau benturan bisa menyebabkan tumor tulang. Padahal sebenarnya trauma itu tidak
ada kaitannya dengan tumor ganas itu. "Yang kemungkinan terjadi adalah, sebenarnya penderita memang telah memiliki bakat
menderita kanker tetapi baru mulai memperhatikan bagian tulangnya setelah mengalami trauma," kata Prof Errol menambahkan.
(Sumber: Seminar IDI Banyumas, 2012)

Perlu diketahui sambungnya, luka patah yang terjadi pada kaki bukanlah semata-mata disebabkan akibat terjatuh karena main
bola. Karena sudah ada tumor di dalam tulang, sehingga memudahkan terjadinya patah tersebut. Sederhananya, tumor itu
memang sudah ada di dalam tulang, lalu jatuh saat bermain bola, hanya merupakan pemicu sehingga tumor itu baru dapat
diketahui. "Karena salah satu tanda dari pada kanker tulang disebut faktur pathologis, jadi ada tulang yang seharusnya tidak patah,
namun karena sudah lemah diakibatkan Osteosarkoma, tulang pun menjadi patah," bilang Delyuzar.
(Sumber : dr.Delyuzar,Sp.PA (K), Analisa)


3. Orangtua mengganggap Midun hanya terkilir
Orangtua Midun menganggap hanya terkilir menduga berhubungan dengan riwayat trauma dan manifestasi peradangan
4. Pembengkakan semakin besar dan badannya semakin kurus
Patofisiologi pembengkakan dan tubuh semakin kurus (gangguan nutrisi). SKEMA :
PATOFISIOLOGI OSTEOSARCOMA
Radiasi radium, genetic, mutasi gen
Gen penekan tumor TP53/MDM2
Metafisis tulang
Tumor menginvasi jaringan lunak merangsang histamin
Respon osteolitik osteoblastik saraf simpatis
Destruksi tulang local peristaltik usus
Penimbunan periosteum tulang yg baru distensi lambung
Pertumbuhan tulang abortif (kanker) anorexia, energy turun
Menekan jar.sekitar distropi dan artropi otot
Tumbuh 2x lebih cepat takut gerak Gg. Nutrisi<kebutuhan
Perubahan bentuk tulang mobilisasi tertanggu fatique,kelelahan
Benjolan Gg. Activity daily living Perubahan peran
Sel sel ujung tidak dapat nutrisi Gg. psikologi
Luka Terbuka Terpapar mikroorganisme
Nyeri Infeksi Infeksi
Gg. Rasa nyaman nyeri Mengelurkan cairan terus menerus
Perluasan infeksi
Tambahan Informasi:
Ahli dari Modern Cancer Hospital Guangzhou menuturkan, karena kanker merupakan sejenis penyakit kronis, energi dan nutrisi
yang dibutuhkan sel kanker dalam masa pertumbuhannya jauh melebihi yang dibutuhkan oleh jaringan normal. Karena itu, seiring
dengan berkembangnya penyakit, kebutuhan ini akan meningkat setiap harinya, sehingga tubuh akan menjadi semakin kurus.
Pertumbuhan kanker Osteosarcoma sangat cepat Pembengkakan semakin membesar

5. Interpretasi Pemeriksaan Fisik
Pembengkakan di atas lutut diameter 15 cm, massa padat dan keras, dan terfiksir Hal ini menunjukkan ciri-ciri dari
tumor ganas.

Benjolan padat dan terfiksir invasive, membesar, padat, dan sudah menjalar. Benjolan ini menandakan massa abnormal yang
terus berproliferasi dan solid karena mengalami fibrosis, sehingga benjolan teraba solid atau keras. Tumor ganas tidak berbatas
tegas karena tidak memiliki kapsul, sehingga tidak mudah dipisahkan dengan jaringan sekitarnya (melekat dengan otot atau
jaringan di sekitarnya), sehingga tumor terfiksir.
Venektasi Karena aliran darah tersumbat oleh adanya benjolan tumor yang mengakibatkan terjadinya pelebaran pada
pembuluh darah ke permukaan kulit. Venektasi terjadi karena kanker yang ada menekan vena sehingga terjadi bendungan darah.
Menurut Gale. 1999: 245 terdapat 3 macam manifestasi klinik :
Nyeri atau pembengkakan ekstremitas yang terkena (biasanya menjadi semakin parah pada malam hari dan meningkat sesuai
dengan progresivitas penyakit)
Fraktur patologik (pada osteoporosis)
Pembengkakan pada atau di atas tulang atau persendian serta pergerakan yang terbatas.

Adanya tumor pada tulang menyebabkan jaringan lunak diinvasi oleh sel tumor.Timbul reaksi dari tulang normal dengan respon
osteolitik yaitu proses destruksi atau penghancuran tulang dan respon osteoblastik atau proses pembentukan tulang.
Terjadidestruksi tulang lokal.. Pada proses osteoblastik, karena adanya sel tumor maka terjadi penimbunan periosteum tulang
yang baru dekat lempat lesi terjadi sehingga terjadi pertumbuhan tulang yang abortif
6. Limfadenopati pada kaki Midun
Benjolan pada paha dapat disebabkan oleh Neoplasma maupun penyakit-penyakit Nonneoplasma
Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem pertahanan tubuh kita. Tubuh kita memiliki kurang lebih sekitar 600 kelenjar
getah bening, namun hanya didaerah submandibular (bagian bawah rahang bawah; sub: bawah;mandibula:rahang bawah), ketiak
atau lipat paha yang teraba normal pada orang sehat. Kelenjar limfa terdapat di sepanjang pembuluh limfa, terutama terdapat pada
pangkal paha, ketiak, dan leher.
Pembesaran kelenjar getah bening dapat berasal dari penambahan sel-sel pertahanan tubuh yang berasal dari KBG itu
sendiri seperti limfosit, sel plasma, monosit dan histiosit,atau karena datangnya sel-sel peradangan (neutrofil) untuk
mengatasi infeksi di kelenjar getah bening (limfadenitis), infiltrasi (masuknya) sel-sel ganas atau timbunan dari penyakit
metabolit makrofag (gaucher disease)
Ukuran : normal bila diameter 0,5cm dan lipat paha >1,5cm dikatakan abnormal)
Nyeri tekan : umumnya diakibatkan peradangan atau proses perdarahan
Konsistensi : keras seperti batu mengarahkan kepada keganasan, padat seperti karet mengarahkan kepada limfoma; lunak
mengarahkan kepada proses infeksi; fluktuatif mengarahkan telah terjadinya abses/pernanahan
Penempelan/bergerombol : beberapa KGB yang menempel dan bergerak bersamaan bila digerakkan. Dapat akibat tuberkulosis,
sarkoidosis, keganasan.

Lymphadenopathy: keterlibatan kelenjar limfa merupakan hal yang sangat jarang terjadi
-Kemungkinan sel kanker menyebar ke saluran limfe di daerah lipat paha (pangkal paha) sehingga menyebabkan limfadenopati.
-Kemungkinan juga karena saluran limfe terdekat yaitu di lipat paha.
-Karena jenis penyebaran sel tumor regional.

7. Dugaan dokter adanya tumor ganas dan mencari metastase ke organ lain
Kemungkinan karena massa nya terfiksir, semakin besar, padat, dan bahkan telah terjadi limfadenopati kemungkinan
metastasis dan ganas K.U memburuk.
8. Diagnosa kerja dan diagnose banding
Diagnosa Kerja : Osteosarcoma
Gambaran klasik osteosarkoma pada plain foto menunjukkan lesi yang agresif pada daerah metafise tulang panjang. Rusaknya
gambaran trabekule tulang dengan batas yang tidak tegas tanpa reaksi endoosteal. Tampak juga campuran area radio-opak dan
radio-lusen, oleh karena adanya proses destruksi tulang (bone destruction) dan proses pembentukan tulang (bone formation).
Pembentukan tulang baru pada periosteum, pengangkatan kortek tulang, dengan pembentukan: Codmans triangle, dan gambaran
Sunburst dan disertai dengan gambaran massa jaringan lunak, merupakan gambaran yang sering dijumpai. Plain foto thoraks
perlu juga dibuat untuk menentukan adanya metastase pada paru.
Biopsi merupakan diagnosis pasti untuk menegakkan osteosarkoma. Biopsi yang dikerjakan tidak benar sering kali
menyebabkan kesalahan diagnosis (misdiagnosis) yang lebih lanjut akan berakibat fatal terhadap penentuan tindakan. Akhir-akhir
ini banyak dianjurkan dengan biopsi jarum perkutan (percutaneous needle biopsy) dengan berbagai keuntungan seperti: invasi
yang sangat minimal, tidak memerlukan waktu penyembuhan luka operasi, risiko infeksi rendah dan bahkan tidak ada, dan
terjadinya patah tulang post biopsi dapat dicegah.
Pada gambaran histopatologi akan ditemukan stroma atau dengan high-grade sarcomatous dengan sel osteoblast yang ganas,
yang akan membentuk jaringan osteoid dan tulang. Pada bagian sentral akan terjadi mineralisasi yang banyak, sedangkan bagian
perifer mineralisasinya sedikit. Sel-sel tumor biasanya anaplastik, dengan nukleus yang pleomorphik dan banyak mitosis.
Kadang-kadang pada beberapa tempat dari tumor akan terjadi diferensiasi kondroblastik atau fibroblastik diantara jaringan tumor
yang membentuk osteoid.
-----
Chondrosarcoma Chondrosarkoma adalah sebuah tumor ganas yang berkarakteristik dengan adanya formasi kartilago, bukan
pada tulang.
Ewing Sarcoma Merupakan keganasan yang jarang dimana ditemukan pada tulang dan jaringanlunak. Predileksi nya adalah
pelvis, femus, humerus, tulang rusuk, dan clavicula. Ewings sarcoma sering muncul pada remaha dan dewasa muda. Pada
pemeriksaan radiografi konvensional penampakan paling sering adalahreaksi periosteal yang secara klasik dideskripsikan sebagai
bentuk lamellar atau onion skin. Hal ini yang membedakan dengan osteosarcoma.
Osteomielitis Merupakan suatu proses inflamasi akut ataupun kronis dari tulang dan struktur-struktur disekitarnya akibat
infeksi dari kuman-kuman piogenik. Secara klinis, penderita memiliki gejala dan tanda dari inflamasi akut. Nyeri biasanya
terlokalisasimeskipun bisa juga menjalar ke bagian tubuh lain di dekatnya. Sebagai contoh,apabila penderita mengeluhkan nyeri
lutut, maka sendi panggul juga harus dievaluasiakan adanya arthritis. Penderita biasanya akan menghindari menggunakan
bagiantubuh yang terkena infeksi.Pada pemeriksaan biasanya ditemukan nyeri tekan lokal dan pergerakan sendi yangterbatas,
namun oedem dan kemerahan jarang ditemukan. Dapat pula disertai gejalasistemik seperti demam, menggigil, letargi, dan nafsu
makan menurun.Pada osteomielitis awal, tidak ditemukan kelainan pada pemeriksaan radiologi. Setelah 7-10 hari, dapat
ditemukan adanya area osteopeni, yang mengawali destruksi cancellous bone. Seiring berkembangnya infeksi, reaksi periosteal
akan tampak, danarea destruksi pada korteks tulang tampak lebih jelas. Osteomielitis kronik diidentifikasi dengan adanya detruksi
tulang yang masif dan adanya involukrum, yangmembungkus fokus sklerotik dari tulang yang nekrotik yaitu sequestrum.
Giant Cell Tumor
Stress Fracture
-----
Beberapa kelainan yang menimbulkan bentukan massa pada tulang sering sulit dibedakandengan osteosarkoma, baik secara klinis
maupun dengan pemeriksaan pencitraan.Adapun kelainan-kelainan tersebut adalah:
1. Ewings sarcoma
2. Osteomyelitis
3. Osteoblastoma
4. Giant cell tumor
5. Aneurysmal bone cyst
6. Fibrous dysplasia

9. Interpretasi pemeriksaan rontgen
Curiga metastasis.

Sunburst appearance pada osteosarkoma di femur distal.

1. Foto polos dari osteosarkoma dengan gambaran Codman triangle (arrow) dan difus, mineralisasi osteoid diantara aringan
lunak.
2. Perubahan periosteal berupa Codman triangles (white arrow) dan masa jaringan lunak yang luas (black arrow).
Dari pemeriksaan radiolog didapatkan gambaran segitiga codman yang merupakan sisa dari destruksi tulang dan reaksi
periosteum. Selain itu, juga ditemukan adanya bagian korteks yang terputus dan tumor menembus jaringan di sekitarnya
dan membentuk garis-garis pembentukan tulang yang radier kea rah luar yang berasal adari korteks dan dikenal sebagai
sunburst appearance.
Gambaran radiologis didapat adanya gambaran osteolitik dan osteoblatik, pada MRIditemukan garis destruksi. Pada MRI
ditemukan garis akibat proses destruksi dan ekstensi jaringan lunak sel-sel tumor. Foto polos merupakan hal yang esensial dalam
evaluasi pertama dari lesi tulang karena hasilnya dapat memprediksi diagnosis dan penentuan pemeriksaanlebih jauh yang tepat.
Gambaran foto polos dapat bervariasi, tetapi kebanyakan menunjukkan campuran antara area litik dan sklerotik. Sangat jarang
hanya berupa lesi litik atau sklerotik. Lesi terlihat agresif, dapat berupa moth eaten dengan tepi tidak jelas atau kadangkala
terdapat lubang kortikal multipel yang kecil. Setelah kemoterapi, tulang disekelilingnya dapatmembentuk tepi dengan batas jelas
disekitar tumor. Penyebaran pada jaringan lunak seringterlihat sebagai massa jaringan lunak. Dekat dengan persendian,
penyebaran ini biasanya sulitdibedakan dengan efusi. Area seperti awan karena sclerosis dikarenakan produksi osteoid yang
maligna dan kalsifikasi dapat terlihat pada massa. seringkali terdapat ketika tumor telahmenembus kortek. Berbagai spektrum
perubahan dapat muncul, termasuk Codmantriangles dan multilaminated , spiculated, dan reaksi sunburst, yang
semuanyamengindikasikan proses yang agresif.
Pertumbuhan neoplasma yang cepat mengakibatkan terangkatnya periosteum dantulang reaktif terbentuk antara periosteum yang
terangkat dengan tulang dan padaX-Ray terlihat sebagai segitiga Codman. Kombinasi antara tulang reaktif dan tulang
neoplastik yang dibentuk sepanjang pembuluh darah berjalan radier dari kortek tulang ke arah masatumor membentuk gambaran
Sunbrust.

Radiologi : Didapat 3 macam gambar radiologi yaitu:1. Gambaran osteolitik, dimana proses destruksi merupakan proses utama.2.
Gambaran osteoblastik, yang diakibatkan oleh banyak pembentukan tumor tulang.3. Gambaran campuran antara proses destruksi
dan proses pembentukan tumor tulang.

10. Interpretasi histopatologi (Open Biopsy)
Biopsi gold standar
Yang didapat ---------------------------------------------------------------------------

Kriteria untuk diagnosis adalah didapatnya stroma sarkoma dengan
pembentukan osteoidneoplastik dari tulang disertai gambaran anaplasia yang
menyolok. Sel-sel ganas menembusrongga antara kumpulan osteoid.Gambaran
patologis ditemukannya stroma sarcoma dan anaplasia.
11. Pemeriksaan lainnya


1. Angiografi merupakan pemeriksaan yang lebih invasif. Dengan angiografi dapat ditentukandiagnose jenis suatu osteosarkoma,
misalnya pada High-grade osteosarcoma akan ditemukanadanya neovaskularisasi yang sangat ekstensif. Selain itu angiografi
dilakukan untuk mengevaluasi keberhasilan pengobatan preoperative chemotheraphy, yang mana apabilaterjadimengurang atau
hilangnya vaskularisasi tumor menandakan respon terapi kemoterapi preoperatif berhasil.
2. Nuclear Medicine. Osteosarcoma secara umum menunjukkan peningkatan ambilan dari radioisotop pada bonescan yang
menggunakan technetium-99m methylene diphosphonate (MDP). Bone scansangat berguna untuk mengeksklusikan penyakit
multifokal. skip lesion dan metastase paru- paru dapat juga dideteksi, namun skip lesion paling konsisten jika menggunakan
MRI.Karena osteosarkoma menunjukkan peningkatan ambilan dari radioisotop maka bone scan bersifat sensitif namun tidak
spesifik.
3. MRI. MRI merupakan modalitas untuk mengevaluasi penyebaran lokal dari tumor karenakemampuan yang baik dalam
interpretasi sumsum tulang dan jaringan lunak. MRI merupakantehnik pencitraan yang paling akurat untuk menentuan stadium
dari osteosarkoma danmembantu dalam menentukan manajemen pembedahan yang tepat. Untuk tujuan stadium daritumor,
penilaian hubungan antara tumor dan kompartemen pada tempat asalnya merupakanhal yang penting. Tulang, sendi dan jaringan
lunak yang tertutupi fascia merupakan bagiandari kompartemen. Penyebaran tumor intraoseus dan ekstraoseus harus dinilai. Fitur
yang penting dari penyakit intraoseus adalah jarak longitudinal tulang yang mengandung tumor,keterlibatan epifisis, dan adanya
Skip metastase. Penilaian dari penyebaran tumor ekstraoseusmelibatkan penentuan otot manakah yang terlibat dan hubungan
tumor dengan struktur neurovascular dan sendi sekitarnya. Hal ini penting untuk menghindari pasien mendapatreseksi yang
melebihi dari kompartemen yang terlibat. Keterlibatan sendi dapat didiagnosaketika jaringan tumor terlihat menyebar menuju
tulang subartikular dan kartilago.
Kebanyakan pemeriksaan laboratorium yang digunakan berhubungan dengan penggunaan kemoterapi. Sangat penting untuk
mengetahui fungsi organ sebelum pemberiankemoterapi dan untuk memonitor fungsi organ setelah kemoterapi. Pemeriksaan
darah untuk kepentingan prognosa adalah lactic dehydrogenase (LDH) dan alkaline phosphatase (ALP).Pasien dengan
peningkatan nilai ALP pada saat diagnosis mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mempunyai metastase pada paru. Pada
pasien tanpa metastase, yang mempunyai peningkatan nilai LDH kurang dapat menyembuh bila dibandingkan dengan pasien
yangmempunyai nilai LDH normal.Beberapa pemeriksaan laboratorium yang penting termasuk:
O LDH
oALP (kepentingan prognostik)
o Hitung darah lengkap
oHitung trombosit
o Tes fungsi hati: Aspartate aminotransferase (AST), alanine aminotransferase (ALT), bilirubin, dan albumin.
O Elektrolit : Sodium, potassium, chloride, bicarbonate, calcium, magnesium, phosphorus.
O Tes fungsi ginjal: blood urea nitrogen (BUN), creatinine
O Urinalisis

12. Hubungan Usia dan Jenis Kelamin

Osteosarkoma Merupakan tumor tulang kedua paling sering setelah mieloma
- Sebagian besar yang terkena adalah anak-anak, remaja, dan dewasa muda
- Lokasi yang paling sering terkena adalah tulang yang paling aktif tumbuh, yaitu tulang paha,
tulang kering, tulang lengan, dan tulang panggul
- Pada orang dewasa, osteosarkoma dapat timbul sebagau salah satu kmplikasi penyakit Paget
Umur - Risiko osteosarcoma tertinggi selama ledakan pertumbuhan remaja
Tinggi - Mungkin ada hubungan antara anak-anak tinggi dan osteosarkoma
Sex - Osteosarcoma lebih sering terjadi pada laki-laki daripada perempuan
Etnis - Osteosarcoma adalah sedikit lebih umum di Afrika Amerika daripada kulit putih

13. Penatalaksanaan
Preoperatif kemoterapi diikuti dengan pembedahan limb-sparing (dapat dilakukan pada 80% pasien) dan diikuti dengan
postoperatif kemoterapi merupakan standar manajemen. Osteosarkoma merupakan tumor yang radioresisten, sehingga radioterapi
tidak mempunyai peranan dalam manajemen rutin.
- Medikamentosa
Sebelum penggunaan kemoterapi (dimulai tahun 1970), osteosarkoma ditangani secara primer hanya dengan pembedahan
(biasanya amputasi). Meskipun dapat mengontrol tumor secara lokal dengan baik, lebih dari 80% pasien menderita rekurensi
tumor yang biasanya berada pada paru-paru. Tingginya tingkat rekurensi mengindikasikan bahwa pada saat diagnosis pasien
mempunyai mikrometastase. Oleh karena hal tersebut maka penggunaan adjuvant kemoterapi sangat penting pada penanganan
pasien dengan osteosarkoma. Pada penelitian terlihat bahwa adjuvant kemoterapi efektif dalam mencegah rekurensi pada pasien
dengan tumor primer lokal yang dapat direseksi. Penggunaan neoadjuvant kemoterapi terlihat tidak hanya mempermudah
pengangkatan tumor karena ukuran tumor telah mengecil, namun juga dapat memberikan parameter faktor prognosa. Obat yang
efektif adalah doxorubicin, ifosfamide, cisplatin, dan methotrexate dosis tinggi dengan leucovorin. Terapi kemoterapi tetap
dilanjutkan satu tahun setelah dilakukan pembedahan tumor.
- Pembedahan
Tujuan utama dari reseksi adalah keselamatan pasien. Reseksi harus sampai batas bebas tumor. Semua pasien dengan
osteosarkoma harus menjalani pembedahan jika memungkinkan reseksi dari tumor prmer. Tipe dari pembedahan yang diperlukan
tergantung dari beberapa faktor yang harus dievaluasi dari pasien secara individual. Batas radikal, didefinisikan sebagai
pengangkatan seluruh kompartemen yang terlibat (tulang, sendi, otot) biasanya tidak diperlukan. Hasil dari kombinasi kemoterapi
dengan reseksi terlihat lebih baik jika dibandingkan dengan amputasi radikal tanpa terapi adjuvant, dengan tingkat 5-year survival
rates sebesar 50-70% dan sebesar 20% pada penanganan dengan hanya radikal amputasi. Fraktur patologis, dengan kontaminasi
semua kompartemen dapat mengeksklusikan penggunaan terapi pembedahan limb salvage, namun jika dapat dilakukan
pembedahan dengan reseksi batas bebas tumor maka pembedahan limb salvage dapat dilakukan. Pada beberapa keadaan amputasi
mungkin merupakan pilihan terapi, namun lebih dari 80% pasien dengan osteosarkoma pada eksrimitas dapat ditangani dengan
pembedahan limb salvage dan tidak membutuhkan amputasi. Jika memungkinkan, maka dapat dilakukan rekonstruksi limb-
salvage yang harus dipilih berdasarkan konsiderasi individual, sebagai berikut :
Autologous bone graft: hal ini dapat dengan atau tanpa vaskularisasi. Penolakan tidak muncul pada tipe graft ini dan tingkat
infeksi rendah. Pada pasien yang mempunyai lempeng pertumbuhan yang imatur mempunyai pilihan yang terbatas untuk fiksasi
tulang yang stabil (osteosynthesis).
Allograft: penyembuhan graft dan infeksi dapat menjadi permasalahan, terutama selama kemoterapi. Dapat pula muncul
penolakan graft.
Prosthesis: rekonstruksi sendi dengan menggunakan prostesis dapat soliter atau expandable, namun hal ini membutuhkan biaya
yang besar. Durabilitas merupakan permasalahan tersendiri pada pemasangan implant untuk pasien remaja.
Rotationplasty: tehnik ini biasanya sesuai untuk pasien dengan tumor yang berada pada distal femur dan proximal tibia, terutama
bila ukuran tumor yang besar sehingga alternatif pembedahan hanya amputasi.
Selama reseksi tumor, pembuluh darah diperbaiki dengan cara end-to-end anastomosis untuk mempertahankan patensi dari
pembuluh darah. Kemudian bagian distal dari kaki dirotasi 180 dan disatukan dengan bagian proksimal dari reseksi. Rotasi ini
dapat membuat sendi ankle menjadi sendi knee yang fungsional.
Sebelum keputusan diambil lebih baik untuk keluarga dan pasien melihat video dari pasien yang telah menjalani prosedur
tersebut.
Resection of pulmonary nodules: nodul metastase pada paru-paru dapat disembuhkan secara total dengan reseksi pembedahan.
Reseksi lobar atau pneumonectomy biasanya diperlukan untuk mendapatkan batas bebas tumor. Prosedur ini dilakukan pada saat
yang sama dengan pembedahan tumor primer. Meskipun nodul yang bilateral dapat direseksi melalui median sternotomy, namun
lapangan pembedahan lebih baik jika menggunakan lateral thoracotomy. Oleh karena itu direkomendasikan untuk
melakukan bilateral thoracotomies untuk metastase yang bilateral (masing-masing dilakukan terpisah selama beberapa minggu).

Perawatan Jangka Panjang
- Rawat Inap
Siklus kemoterapi: hal ini secara umum memerlukan pasien untuk masuk rumah sakit untuk administrasi dan monitoring. Obat
aktif termasuk methotrexate, cisplatin, doxorubicin, and ifosfamide. Pasien yang ditangani dengan agen alkylating dosis tinggi
mempunyai resiko tinggi untuk myelodysplasia dan leukemia. Oleh karena itu hitung darah harus selalu dilakukan secara
periodik.
Demam dan neutropenia: diperlukan pemberian antibiotic intravena
Kontrol lokal: penanganan di rumah sakit diperlukan untuk kontrol lokal dari tumor (pembedahan), biasanya sekitar 10 minggu.
Reseksi dari metastase juga dilakukan pada saat ini.
- Rawat Jalan
Hitung jenis darah: pengukuran terhadap hitung jenis darah dilakukan dua kali seminggu terhadap granulocyte colony-stimulating
factor (G-CSF) pasien, pengukuran G-CSF dapat dihentikan ketika hitung neutrophil mencapai nilai 1000 atau 5000/L.
Kimia darah: sangat penting untuk mengukur kimia darah dan fungsi hati pada pasien dengan nutrisi parenteral dengan riwayat
toksisitas (terutama jika penggunaan antibiotik yang nephrotoxic atau hepatotoxic dilanjutkan.
Monitoring rekurensi: monitoring harus tetap dilanjutkan terhadap lab darah dan radiografi, dengan frekuensi yang menurun
seiring waktu. Secara umum kunjungan dilakukan setiap 3 bulan selama tahun pertama, kemudian 6 bulan pada tahun kedua dan
seterusnya.
Follow-up jangka panjang: ketika pasien sudah tidak mendapat terapi selama lebih dari 5 tahun, maka pasien dipertimbangkan
sebagai survivors jangka panjang. Individu ini harus berkunjung untuk monitoring dengan pemeriksaan yang sesuai dengan terapi
dan efek samping yang ada termasuk evaluasi hormonal, psychosocial, kardiologi, dan neurologis.

14. Prognosis, Komplikasi, dan SKDI
Prognosis : Angka harapan hidup penderita kanker tulang mencapai 60% jika belum terjadi penyebaran ke paru-paru. Sekitar
75% penderita bertahan hidup sampai 5 tahun setelah penyakitnya terdiagnosis. Sayangnya penderita kanker tulang kerap datang
dalam keadaan sudah lanjut sehingga penanganannya menjadi lebih sulit. Jika tidak segera ditangani makatumor dapat menyebar
ke organ lain, sementara penyembuhannya sangat menyakitkan karenaterkadang memerlukan pembedahan radikal diikuti
kemotherapy.
Pada permulaannya prognosis Osteosarkoma adalah buruk 5 years Survival Rate-nya hanya berkisar antara 10-20%. Belakangan
ini dengan terapi adjuvan berupa sitostatik yang agresif dan intensif yang diberikan prabedah dan pasca bedah maka SurvivalRate
menjadi lebih baik dapat mencapai 60-70%. Berkat terapi adjuvan juga terapi amputasi belakangan ini sudah berkurang, sekarang
pada pusat-pusat pengobatan kanker yang lengkap,maka terapi non amputasi atau Limb Salvage lebih sering dilakukan
Stadium I osteosarcoma jarang dan termasuk osteosarcoma parosteal atau kelas rendah osteosarcoma pusat. Ini memiliki
prognosis yang sangat baik (> 90%) dengan reseksi luas.
Tahap IIb prognosis tergantung pada lokasi tumor (tibia proksimal, tulang paha, panggul, dll) ukuran massa tumor (dalam cm.),
Dan derajat nekrosis dari neoadjuvant kemoterapi (kemoterapi sebelum operasi). Faktor patologis lain seperti tingkat p-
glikoprotein, apakah tumor adalah CXCR4-positif, atau Her2-positif juga penting, karena ini berhubungan dengan metastasis jauh
ke paru-paru. Prognosis untuk pasien dengan osteosarkoma dengan meningkatkan metastasis kali lebih lama untuk metastasis,
(lebih dari 12 bulan-24 bulan), sejumlah kecil metastasis (dan resectability mereka). Lebih baik untuk memiliki metastasis lebih
sedikit dibandingkan waktu lebih lama untuk metastasis. Mereka yang memiliki panjang lebih lama (> 24bulan) dan nodul
beberapa (2 atau lebih sedikit) memiliki prognosis yang terbaik dengan kelangsungan hidup 2-tahun setelah metastasis dari 50%
5-tahun 40% dan 10 tahun 20%. Jika metastasis keduanya lokal dan regional, prognosis lebih buruk.
Presentasi awal osteosarcoma stadium III dengan metastates paru-paru tergantung pada resectability dari tumor primer dan nodul
paru-paru, derajat nekrosis tumor primer, dan mungkin jumlah metastasis. Prognosis keseluruhan adalah sekitar 30%.
Komplikasi :
Komplikasi tergantung pada metastase penyakit terhadap organ-organ tubuh yang lain, seperti : paru, ginjal, jantung, saraf, dan
lain-lain. Biasanya komplikasi yang terjadi terhadap rekonstruksinya adalah: longgarnya prostesis, infeksi, kegagalan mekanik.

SKDI : 1 (OSTEOSARCOMA) Mengenali dan Menjelaskan Rujuk