Anda di halaman 1dari 15

MAKROEKONOMI

dan

PENDAPATAN NASIONAL

MENGUKUR OUTPUT &
PENDAPATAN NASIONAL
Ekonomi makro mengandalkan data
Data diperoleh dari sumber data, yaitu: laporan
pendapatan nasional dan neraca produk
Fungsi Laporan Pendapatan Nasional dan Neraca
Produk:
Untuk menyampaikan data tentang kinerja ekonomi
Untuk pembandingan produk dari satu waktu ke waktu
lain
Macam Pendapatan Nasional
Gross National Product/GNP
Nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara
dalam suatu periode tertentu (satu tahun) yang diukur
dengan satuan uang
GNP dihitung dengan menjumlahkan semua nilai barang dan
jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara tersebut
ditambah dengan penduduk negara tersebut yang ada di luar
negeri
Gross Domestic Product/GDP
Nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara
dalam suatu periode tertentu yang menjumlahkan semua
hasil dari warga negara yang bersangkutan ditambah warga
negara asing yang bekerja di negara yang bersangkutan
Metode Menghitung Pendapatan
Nasional
Metode Produksi
Didasarkan pada penjumlahan nilai produksi yang dihasilkan
oleh sektor produksi atau dengan menghitung nilai tambah
Y= NTB = NTM1+ NTM2++ NTM9
Menurut BPS sektor tersebut meliputi:
Pertanian; Pertambahan & Penggalian; Industri
pengolahan; Listrik, gas dan air bersih; Bangunan;
Perdagangan, restoran dan hotel; pengangkutan dan
komunikasi; Keuangan, persewaan bangunan dan jasa
perusahaan;
Contoh: Biji gandum/kg dijual Rp. 1500; Gandum
terigu= 2000; Terigu roti = 3000; Roti roti bakar =
3500
Metode Menghitung Pendapatan
Nasional
Metode Pendapatan
Metode ini menjumlahkan semua pendapatan dari
faktor produksi dalam perekonomian:
Tenaga kerja (W)
Modal (i)
Tanah (R)
Skill/entrepreneurship (P)
Rumus = Y = YW + Yi + YR + YP
Hasil perhitungan ini sering disebut dengan
pendapatan nasional (National Income=NI)
Metode Menghitung Pendapatan
Nasional
Metode Pengeluaran/Penggunaan
Metode ini menghitung pendapatan nasional dengan cara
menjumlahkan semua pengeluaran, baik yang dilakukan:
Rumah tangga konsumen (C)
Rumah tangga swasta/produsen (I)
Rumah tangga pemerintah (G)
Export netto (X M)
Secara matematik dirumuskan
Y = AE = C + I + G + (X M) AE = Agregate Expenditure
Hasil perhitungan dengan metode ini sering disebut dengan
Produksi Nasional Brutto (GNP)
Produk Domestik Bruto
Produk domestik Bruto = Gross Domestic Product merupakan
konsep kunci dalam laporan pendapatan dan neraca produk
nasional
GDP = nilai pasar keluaran total sebuah negara, yaitu nilai pasar
semua barang jadi dan jasa akhir yang diproduksi selama
periode waktu tertentu oleh faktor-faktor produksi yang
berlokasi di dalam suatu negara
Barang jadi dan jasa akhir = barang dan jasa yang diproduksi
untuk penggunaan akhir
Barang intermediate = barang yang diproduksi oleh perusahaan
untuk diolah lebih lanjut oleh perusahaan lain.
Nilai tambah = perbedaan antara nilai barang ketika
meninggalkan tahap produksi dan biaya barang ketika
memasuki tahap produksi
Hubungan GNP, PN, Pendapatan Pribadi
dan Pendapatan Disposible
Pendapatan nasional sebenarnya dihitung dari:
GNP (Penyusutan + Pajak Tidak Langsung + Transfer
Payment Perusahaan + Kesalahan Statistik) + Subsidi
kepada Perusahaan Pemerintah
Pendapatan pribadi = semua jenis pendapatan
(termasuk pdptan yang diperoleh tanpa memberikan
sesuatu kegiatan apa pun yang diterima oleh penduduk
suatu negara)
Pendapatan disposible = pendapatan yang menjadi hak
penduduk yang dapat dibelanjakan tanpa tanggungan
yang menjadi kewajibannya
Hubungan PNB, PN, Pendapatan Pribadi
dan Pendapatan Disposible
Dalam perhitungan pendapatan nasional,
digunakan dua macam harga, yaitu:
Harga Konstan (Hk)
Harga Yang Berlaku (Hb)
Indeks harga = perbandingan antara pendapatan
nasional nominal (dengan harga konstan)
dengan pendapatan nasional riil (dengan harga
berlaku)
Produk Domestik Bruto Negara X
Tahun Produk Jumlah Harga NTBhb NTBhk 1990
1990
1991
1992
X
X
X
10
20
25
10
15
17
100
300
425
100=(10X10)
200=(10X20)
250=(10X25)
1990
1991
1992
Y
Y
Y
15
30
50
5
6
6,5
75
180
325
75=(5X15)
150=(5X30)
250=(5X50)
1990
1991
1992
Z
Z
Z
30
60
70
2
2,5
3
60
150
210
60=(2X30)
120=(2X60)
140=(2x70)
PDBhb = tahun 1990 = 100+75+60 = 235
tahun 1991 = 300+180+150 = 630
tahun 1992 = 425+325+210 = 960
PDBhk90 tahun 1990 = 100+75+60 = 235
tahun 1991 = 200+150+120 = 470
tahun 1992 = 250+250+140 =640
GDP Indonesia 1971 - 2000
-200000
0
200000
400000
600000
800000
1000000
1200000
1400000
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
Year
B
i
l
l
i
o
n

R
u
p
i
a
h
Expenditure on GDP
Consumption
Government Expenditure
Investment
Nett Export
GDP Malaysia 1971 - 2000
-50000
0
50000
100000
150000
200000
250000
300000
350000
400000
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
Year
M
i
l
l
i
o
n

R
i
n
g
g
i
tExpenditure on GDP
Consumption
Government Expenditure
Investment
Nett Export
GDP Singapura 1971 - 2000
-20000
0
20000
40000
60000
80000
100000
120000
140000
160000
180000
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
Year
M
i
l
l
i
o
n

S
i
n
g

D
o
l
l
a
r
s
Expenditure on GDP
Consumption
Government Expenditure
Investment
Nett Export
GDP Thailand 1971 - 2000
-1000000
0
1000000
2000000
3000000
4000000
5000000
6000000
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
Year
M
i
l
l
i
o
n

B
a
t
h
Expenditure on GDP
Consumption
Government Expenditure
Investment
Nett Export
GDP Philipina 1971 - 2000
-500
0
500
1000
1500
2000
2500
3000
3500
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
Year
B
i
l
l
i
o
n

P
e
s
o
s
Expenditure on GDP
Consumption
Government Expenditure
Investment
Nett Export