Anda di halaman 1dari 8

BUKTI AUDIT DAN PROSEDUR DOKUMENTASI AUDIT

A. Bukti Audit
1. Kesesuaian dan Kecukupan Bukti
Sifat Bukti Audit
Bukti audit yang mendukung laporan keuangan terdiri dari data akuntansi dan semua
informasi penguat yang tersedia bagi auditor. Jurnal, buku besar dan buku pembantu,
dan buku pedoman akuntansi yang berkaitan, serta catatan seperti lembaran kerja
(work sheet) dan spread sheet yang mendukung alokasi biaya, perhitungan, dan
rekonsiliasi keseluruhannya merupakan bukti yang mendukung laporan keuangan.
Data akuntansi ini seringkali dalam bentuk elektronik.
Bukti audit penguat meliputi baik informasi tertulis maupun elektonik, seperti cek;
catatan electonic fund transfers; surat kontrak; notulen rapat; konfirmasi dan
representasi tertulis dari pihak yang mengetahui; informasi yang diperoleh auditor
melalui permintaaan keterangan, pengamatan, inspeksi dan pemerikasaan fisik.
Dalam entitas tertentu, beberapa data akuntansi dan bukti penguat tersedia dalam
bentuk elektronik. Dokumen sumber seperti order pembelian, surat muat, faktor, dan
cek digantikan dengan pesan elektronik. Sebagai contoh, entitas dapat menggunakan
Electronic Data Interchange EDI! atau sistem pengolahan citra (image processing
systems) Dalam EDI, entitas dan pelanggannya atau pemasok menggunakan hubungan
komunikasi untuk melakukan transaksi bisnis secara elektronik. "ransaksi pembelian,
pengiriman, penagihan, penerimaan kas, dan pengeluaran kas seringkali dilaksanakan
seluruhnya dengan pertukaran pesan elektronik di antara pihak#pihak yang terkait.
Dalam sistem pengolahan citra, dokumen di#scan dan diubah menjadi citra elektronik
untuk memfasilitasi penyimpanan dan pengacuan, dan dokumen sumber dapat tidak
disimpan setelah diubah ke dalam citra tersebut.
Kompetensi Bukti Audit
$ntuk dapat dikatakan kompeten, bukti audit, terlepas bentuknya, harus sah dan
rele%an. &eabsahan sangat tergantung atas keadaan yang berkaitan dengan
pemerolehan bukti tersebut. Dengan demikian penarikan kesimpulan secara umum
mengenai dapat diandalkannya berbagai macam bukti audit, tergantung pada
pengecualian penting yang ada. 'amun, jika pengecualian yang penting dapat
1
diketahui, anggapan berikut ini mengenai keabsahan bukti audit dalam audit,
meskipun satu sama lain tidak bersifat saling meniadakan, dapat bermanfaat (
)! *pabila bukti dapat diperoleh dari pihak independen di luar perusahaan, untuk
tujuan audit auditor independen, bukti tersebut memberikan jaminan keandalan
yang lebih daripada bukti yang diperoleh dari dalam perusahaan itu sendiri.
+! Semakin efektif pengendalian intern, semakin besar jaminan yang diberikan
mengenai keandalan data akuntansi dan laporan keuangan.
,! -engetahuan auditor secara pribadi dan langsung yang diperoleh melalui inspeksi
fisik, pengamatan, perhitungan, dan inspeksi lebih bersifat menyimpulkan
dibandingkan dengan yang diperoleh secara tidak langsung.
Kecukupan Bukti Audit
*udit yang dilakukan auditor independen bertujuan untuk memperoleh bukti audit
kompeten yang cukup untuk dipakai sebagai dasar memadai dalam merumuskan
pendapatnya. Jumlah dan jenis bukti audit yang dibutuhkan oleh auditor untuk
mendukung pendapatnya memerlukan pertimbangan profesional auditor setelah
mempelajari dengan teliti keadaan yang dihadapinya.
. !enis Bukti Audit
"ipe bukti audit dapat dikelompokkan menjadi dua golongan berikut ini (
"ipe data akuntansi
)! -engendalian Intern
&uat atau lemahnya pengendalian intern merupakan factor utama yang
menentukan jumlah bukti audit yang harus dikumpulkan oleh auditor dari
berbagai sumber bukti. Semakin kuat pengendaliam intern, semakin sedikit
bukti audit yang harus dikumpulkan sebagai dasar pernyataan pendapat
auditor. Jika pengendalian intern lemah, auditor harus mengumpulkan jumlah
bukti audit yang lebih banyak.
+! .atatan *kuntansi
Jurnal, buku besar, dan buku pembantu merupakan catatan yang digunakan
oleh klien untuk mengolah transaksi keuangan guna menghasilkan laporan
keuangan. /leh karena itu, pada 0aktu auditor melakukan %erifikasi terhadap
suatu jumlah yang tercantum dalam laporan keuangan, ia akan melakukan
2
penelusuran kembali jumlah tersebut melalui catatan akuntansi. Dengan
demikian, catatan akuntansi merupakan bukti audit bagi auditor mengenai
pengolahan transaksi keuangan yang telah dilakukan oleh klien.
Informasi penguat
)! Bukti fisik
Bukti fisik adalah bukti audit yang diperoleh dengan cara inspeksi atau
perhitungan akti%a ber0ujud. "ipe bukti ini pada umumnya dikumpulkan oleh
auditor dalam pemeriksaan terhadap sediaan dank as. -emeriksaan terhadap
surat berharga, piutang 0esel, in%estasi jangka panjang, dan akti%a ber0ujud
juga memerlukan bukti fisik ini.
+! Bukti Dokumenter
"ipe bukti audit yang paling penting bagi auditor adalah bukti documenter.
"ipe bukti audit ini dibuat dari kertas bertuliskan huruf atau angka atau
simbol#simbol yang lain. 1enurut sumbernya, bukti documenter dapat dibagi
menjadi tiga golongan yaitu (
Bukti dokumenter yang dibuat oleh pihak luar yang bebas yang dikirimkan
langsung kepada auditor.
Bukti dokumenter yang dibuat pihak luar yang bebas yang disimpan dalam
arsip klien.
Bukti dokumenter yang dibuat dan disimpan dalam organisasi klien.
,! Sumber
Bukti audit yang berasal dari sumber di luar organisasi klien pada umumnya
merupakan bukti yang tingkat kompetensinya dianggap tinggi.
2! &etepatan 3aktu
&etepatan 0aktu berkaitan dengan tanggal berlakunya bukti yang diperoleh
auditor. &etepatan 0aktu pemerolehan bukti audit sangat penting dalam
mem%erifikasi akti%a lancer, utang lancar, dan saldo akun laba rugi yang
bersangkutan.
4! /bjekti%itas
Bukti yang bersifat objektif umumnya dianggap lebih andal dibandingkan
dengan bukti yang bersifat subjektif. Sebagai contoh, bukti tentang eksistensi
akti%a tetap ber0ujud akan lebih kompeten bila diperoleh melalui inspeksi
fisik, karena secara objektif bukti tersebut lebih konklusif.
3
B. P"osedu" dan Dokumentasi Audit
1. P"o#"am Audit Su$stantif
-rogram audit merupakan merupakan kumpulan prosedur audit dibuat tertulis! yang
rinci dan dijalankan untuk mencapai tujuan audit.
Dalam program audit, auditor menyebutkan prosedur audit yang harus diikuti dalam
melakukan %erifikasi setiap unsur yang tercantum dalam laporan keuangan, tanggal,
dan paraf pelaksana prosedur audit tersebut, serta penunjukkan indeks kertas kerja
yang dihasilkan. Dengan demikian, program audit berfungsi sebagai suatu alat yang
bermanfaat untuk menetapkan jad0al pelaksanaan dan penga0asan pekerjaan audit.
-rogram audit dapat digunakan untuk merencanakan jumlah orang yang diperlukan
untuk melaksanakan audit beserta komposisinya, jumlah assisten dan auditor junior
yang ditugasi, taksiran jam yang akan dikonsumsi, serta untuk memungkinkan auditor
yang berperan sebagai supervisor dapat mengikuti kemajuan audit yang sedang
berlangsung.
Berikut adalah contoh program audit terhadap kas, yang berisi prosedur pengujian
substantif terhadap kas.
P"o#"am Audit untuk Pen#u%ian
su$stantif
Indeks
Ke"tas Ke"%a
Tan##a&
Pe&aksanaan
Pe&aksana
P"osedu" Audit A'a&
). $sut saldo kas yang tercantum dalam
neraca ke saldo akun kas yang
berkaitan dalam buku besar.
+. 5itung kembali saldo akun kas dalam
buku besar.
,. 6akukan review terhadap mutasi luar
biasa dalam jumlah dan sumber posting
dalam akun kas.
2. $sut saldo a0al akun kas ke kertas
kerja tahun lalu.
4. $sut posting pendebitan dan
pengkreditan akun kas ke dalam jurnal
penerimaan kas dan jurnal pengeluaran
4
kas.
Pen#u%ian Ana&itik
7. Bandingkan saldo kas dengan angka
kas yang dianggarkan, saldo kas akhir
tahun lalu, atau angka harapan lain.
8. 5itung ratio saldo kas dengan akti%a
lancar dan bandingkan dengan angka
harapan.
Pen#u%ian te"(adap T"ansaksi Rinci
9. 6akukan pengujian pisah batas
transaksi kas.
:. Buatlah dan lakukan analisis terhadap
rekonsiliasi bank.
);. Buatlah daftar transfer bank dalam
periode sebelum dan sesudah tanggal
neraca untuk menemukan kemungkinan
terjadinya check kitting.
Pen#u%ian te"(adap Sa&do Akun Rinci
)). 5itung kas yang ada di tangan klien.
)+. <ekonsiliasi catatan atas klien dengan
rekening koran bank yang berkaitan.
),. 6akukan konfirmasi saldo kas di bank.
)2. -eriksa cek yang beredar pada tanggal
neraca ke dalam rekening koran bank.
)4. Buatlah rekonsiliasi saldo kas menurut
cutoff bank statement dengan saldo kas
menurut catatan klien.
)7. $sut setoran dalam perjalanan deposit
in transit! pada tanggal neraca ke dalam
cutoff bank statement.
)8. -eriksa tanggal yang tercantum dalam
5
cek yang beredar pada tanggal neraca
)9. -eriksa adanya cek kosong yang
tercantum dalam cutoff bank statement.
):. -eriksa semua cek dalam cutoff bank
statement mengenai kemungkinan
hilangnya cek yang tercantum sebagai
cek yang beredar pada tanggal neraca.
)e"ifikasi Pen*a%ian dan Pen#un#kapan
+;. -eriksa ja0aban konfirmasi dari bank
mengenai batasan yang dikenakan
terhadap pemakaian rekening tertentu
klien di bank.
+). 6akukan 0a0ancara dengan
manajemen mengenai batasan
penggunaan kas klien.
++. -eriksa adanya kemungkinan
penggelapan kas dengan cara lapping
penerimaan dan pengeluaran kas.
. Dokumentasi Audit +Ke"tas Ke"%a Audit,
&ertas kerja audit merupakan kertas#kertas yang diperoleh akuntan selama melakukan
pemeriksaan dan dikumpulkan untuk memperlihatkan pekerjaan yang telah
dilaksanakan, metode dan prosedur pemeriksaan yang diikuti serta kesimpulan#
kesimpulan yang telah dibuatnya.
Dengan kata lain kertas kerja audit dapat berasal dari pihak klien, hasil analisis yang
dibuat auditor atau dari pihak ketiga yang independen baik secara langsung maupun
tidak langsung. Berkas kertas kerja yang berasal dari klien dapat berupa ('eraca
Saldo "rial balance!, <ekonsiliasi bank Bank reconciliation!, *nalisa $mur -iutang
*ccounts <ecei%able *ging Schedule!, <incian -ersediaan =inal In%entory 6ist!,
<incian $tang, <incian Biaya $mum dan *dministrasi, <incian Biaya -enjualan,
Surat -ernyataan 6angganan.
&ertas kerja yang dikumpulkan oleh akuntan merupakan data#data rahasia yang
menjadi milik perusahaan, oleh karenanya akuntan berke0ajiban untuk menjaga
6
kerahasiaan tersebut jangan sampai data tersebut jatuh pada pihak#pihak yang tidak
diinginkan perusahaan.
Isi Ke"tas Ke"%a Audit
&ertas kerja harus cukup memperlihatkan bah0a catatan akuntansi cocok dengan
laporan keuangan atau informasi lain yang dilaporkan serta standar auditing yang
dapat diterapkan telah dilaksanakan.
Dalam S* ,,: dikemukakan bah0a kertas kerja biasanya berisi dokumentasi yang
memperlihatkan (
-emeriksaan telah direncanakan dan disuper%isi dengan baik, yang
menunjukkan dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan yang pertama.
-emahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern telah diperoleh
untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian
yang telah dilakukan.
Bukti audit telah diperoleh, prosedur pemeriksaan yang telah diterapkan dan
pengujian yang telah dilaksanakan, yang memberikan bukti kompeten yang
cukup sebagai dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan
keuangan auditan, yang menunjukkan dilaksanakannya standar pekerjaan
lapangan yang ketiga.
Pen#a"sipan Ke"tas Ke"%a Audit
Current File, yaitu arsip pemeriksaan tahunan yang diperoleh dari pemeriksaan tahun
berjalan, informasi dari current file pada umumnya mempunyai manfaat untuk tahun
yang diperiksa..ontoh ( 'eraca saldo, Berita acara kas opname, <ekonsiliasi bank,
<incian piutang, <incian persediaan <incian utang, <incian biaya dan lain lain.
Permanent File, merupakan arsip kertas kerja yang secara relatif tidak mengalami
perubahan. *rsip ini dapat digunakan berulang ulang untuk beberapa periode
pengauditan. .ontoh ( *kte pendirian, *ccounting manual pedoman akuntansi!,
&ontrak kontrak, 'otulen rapat.
"ujuan dari permanent file (
Sebagai acuan yang digunakan untuk pemeriksaan tahun#tahun mendatang.
1emberikan ringkasan mengenai kebijakan dan organisasi klien bagi staff
yang baru pertamakali menangani pemeriksaan laporan keuangan.
7
$ntuk menghindari pengulangan pembuatan kertas kerja yang sama dari tahun
ke tahun.
KEPEMI-IKAN KERTAS KER!A AUDIT
&ertas kerja audit akuntan yang disusun selama pelaksanaan audit, baik yang disusun
oleh auditor sendiri maupun yang disusunkan oleh klien untuk auditor, adalah milik
auditor akuntan publik!. /leh karena itu semua kertas kerja tersebut harus disimpan
oleh auditor dengan sebaik#baiknya, dalam arti disimpan secara teratur sesuai dengan
urutan yang logis.
3alaupun kertas kerja tersebut milik auditor, tetapi auditor dilarang memperlihatkan
atau membocorkan informasi yang ada pada kertas kerja tersebut kepada pihak ketiga
tanpa sei>in kliennya, kecuali atas perintah pengadilan atau profesi akuntan. Selama
melaksanakan audit, auditor memperoleh sejumlah informasi yang sifatnya rahasia
antara lain berupa informasi tentang gaji karya0an penting key personels!, rencana
ad%ertensi, data biaya produksi dan metode penentuan harga jual produk. Jika auditor
membocorkan informasi#informasi pada pihak ketiga atau kepada karya0an kliennya,
maka auditor tersebut dapat dimintai pertanggung ja0abannya atau dituntut ke
pengadilan.
Refe"ensi .
Ikatan *kuntan Indonesia. +;;). Standar Professional Akuntan Publik. Jakarta( Salemba
Empat.
1ulyadi. +;;+. Auditing. Jakarta( Salemba Empat.
8