Anda di halaman 1dari 14

1

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pada setiap hewan baik itu berukuran kecil ataupun besar, pada bagian
tubuhnya terdapat arteri,vena, nervi, limfonodus, glandula serta organ pada
lehernya. Dalam praktikum Anatomi Veteriner II, hewan praktikum yang kami
gunakan adalah anjing, terlebih khusus bagian leher pada anjing.
arteri merupakan saluran darah berotot yang membawa darah keluar dari jantung.
Semua arteri, dengan pengecualian arteri pulmonari dan arteri umbilikal, membawa darah
beroksigen. Arteri merupakan komponen utama sistem peredaran yang penting bagi
benda hidup. Arteri berfungsi menghantar oksigen dan nutrien kepada semua sel, dan
juga untuk menyingkirkan karbon dioksida serta bahan buangan dari tubuh.
vena merupakan pembuluh yang membawa darah menuju jantung. Darahnya
banyak mengandung karbon dioksida. Umumnya terletak dekat permukaan tubuh dan
tampak kebiru-biruan. Dinding pembuluhnya tipis dan tidak elastis.
nervi merupakan kumpulan akson yang keluar dari ratusan atau ribuan neuron. Satu
saraf mungkin berisi akson dari neuron sensorik dan neuron motorik. Selain neuron,
sistem saraf memiliki pula sejumlah besar sel non-neuronal, yang dinamakan sel glia
atau sel pendukung, yang tersebar diantara neuron dan seringkali di sekeliling neuron. Sel
glia berasal dari bahasa Yunani glia (yang berarti lem), karena salah satu fungsi utamanya
adalah mempertahankan neuron di tempatnya. Sel glia tidak dikhususkan untuk menerima
atau mengirimkan sinyal.
limfonodus retropharyngea terletak pada fascia buccopharyngeal di caudal
bagian dorsal faring dan di cranial lengkungan os.Atlas. Dan yang kelima adalah
organ, organ yang terdapat pada anjing adalah faring, laring dan trachea.
Untuk mengetahui bahasan materi secara mendalam, maka perlu
pembelajaran yang lebih lanjut yang akan kami bahas dalam paper. Hal tersebut
yang melatar belakangi pembuatan paper ini.





2

1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari paper ini adalah :
1. Apa saja arteri, vena, nervi yang terdapat pada leher anjing ?
2. Apa saja limfonodus dan glandula pada leher anjing ?
3. Apa saja organ-organ yang terdapat pada leher anjing ?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan paper ini adalah:
1. Mengetahui dan mengenali arteri, vena, nervi yang terdapat pada leher
anjing ?
2. Apa saja limfonodus dan glandula pada leher anjing ?
3. Apa saja organ-organ yang terdapat pada leher anjing ?

1.4 Manfaat
1. Mahasiswa mengetahui dan mengenal arteri, vena, nervi, kelenjar, serta
organ yang terdapat pada leher.
2. Memenuhi nilai tugas Anatomi Veteriner II.















3

BAB II
MATERI DAN METODE

2.1 Materi
2.1.1 Arteri, vena dan nervi pada leher anjing
2.1.2 Limfonodus dan glandula pada leher anjing
2.1.3 Organ yang terdapat pada leher anjing

2.2 Metode
2.2.1 Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum dilakukan pada praktikum tanggal dan bertempat di
Laboratorium Anatomi, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana
Jalan PB Sudirman.
2.2.2 Bahan dan Alat Penelitian
Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah:
1. cadaver dari hewan anjing
2. formalin
Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah :
1. pinset
2. mata pisau
3. scapel
4. hand gloves
5. masker
6. plastik
7. tisu atau kapas
8. Kamera
Cadaver yang digunakan dalam praktikum ini sebelumnya telah dibedah
oleh mahasiswa semester tiga di Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran
Hewan, Universitas Udayana.



4

2.3 Metode Penelitian
Penelitian dilakukan dengan cara mengamati cadaver tubuh anjing dengan
mengamati masing-masing bagian arteri, vena, nervi, limfonodus, glandula serta
organ pada leher anjing dengan menggunakan kamera. Gambar yang diperoleh
diolah dengan menggunakan photo scape, kemudian dianalisa mengenai bentuk
khas dan fungsi dari otot-otot tersebut. Selanjutnya, sistem penamaan dilakukan
berdasarkan Nomina Anatomica Veterinaria (WAVA 2005).

















5

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Arteri, vena, dan nervi pada leher anjing
Arteri merupakan saluran darah berotot yang membawa darah keluar dari jantung.
Semua arteri, dengan pengecualian arteri pulmonari dan arteri umbilikal, membawa darah
beroksigen. Arteri merupakan komponen utama sistem peredaran yang penting bagi
benda hidup. Ia berfungsi menghantar oksigen dan nutrien kepada semua sel, dan juga
untuk menyingkirkan karbon dioksida serta bahan buangan dari tubuh.
Vena merupakan pembuluh yang membawa darah menuju jantung. Darahnya
banyak mengandung karbon dioksida. Umumnya terletak dekat permukaan tubuh dan
tampak kebiru-biruan.Dinding pembuluhnya tipis dan tidak elastis. jika diraba, denyut
jantungnya tidak terasa. Pembuluh vena mempunyai katup sepanjang pembuluhnya.
Katup ini berfungsi agar darah tetap mengalir satu arah. Dengan adanya katup tersebut,
aliran darah tetap mengalir menuju jantung.Jika vena terluka, darah tidak memancar
tetapi merembes. Dari seluruh tubuh, pembuluh darah balik bermuara menjadi satu
pembuluh darah balik besar, yang disebut vena cava.Pembuluh darah ini masuk ke
jantung melalui serambi kanan. Setelah terjadi pertukaran gas di paru-paru, darah
mengalir ke jantung lagi melalui vena paru-paru.Pembuluh vena ini membawa darah yang
kaya oksigen. Jadi, darah dalam semua pembuluh vena banyak mengandung karbon
dioksida kecuali vena pulmonalis.
Nervi merupakan kumpulan akson yang keluar dari ratusan atau ribuan neuron.
Satu saraf mungkin berisi akson dari neuron sensorik dan neuron motorik.Selain neuron,
sistem saraf memiliki pula sejumlah besar sel non-neuronal, yang dinamakan sel glia atau
sel pendukung, yang tersebar diantara neuron dan seringkali di sekeliling neuron.Sel glia
berasal dari bahasa Yunani glia (yang berarti lem), karena salah satu fungsi utamanya
adalah mempertahankan neuron di tempatnya. Sel glia tidak dikhususkan untuk menerima
atau mengirimkan sinyal. Berikut penjelasan dari arteri, vena dan nervi yang terdapat
pada leher :

Arteri Carotis Communis
Darah yang menuju ke kepala dan leher disuplai oleh arteri carotis
communis. Arteri carotis communis dapat terlihat dari sisi dextra dan
sinistra.Arteri carotis communis dextra merupakan percabangan dari arteri
6

brachiocephalica dan arteri carotis communis sinistra merupakan percabangan
dari aorta.Baik pada sisi dextra maupun sinistra, arteri carotis communis berjalan
ke ventral leher di bawah musculus sternomastoideus.


Gambar 1. Arteri Carotis Communis

Vena J ugularis
Vena jugularis , terdapat dua bagian yaitu Vena jugularis externus dan Vena
jugularis Internus. Vena Jugularis merupakan vena superficial terbesar dalam
tubuh. Vena jugularis juga menjadi fokus tempat berkumpulnya darah, sehingga
kebanyakan dokter hewan mengambil darah hewan di daerah vena jugularis,
tepatnya jugularis externa.
a. Vena Jugularis Externa
Vena jugularis externa adalah pembuluh darah yang menerima darah dari
bagian lateral tempurung kepala dan medial wajah. Vena ini dibentuk oleh vena
retromandibular posterior dan vena aurikularis posterior. Pembuluh ini berjalan
dari kelenjar parotis menuju sudut rahang bawah, dan berjalan tegak lurus ke
ventral leher ke arah garis yang ditarik dari sudut mandibula ke tengah klavikula
dan berakhir di perbatasan posterior dari sternocleidomastoideus tersebut. Vena
jugularis eksterna mengalir ke vena subclavia lateral di persimpangan vena
subclavia dan vena jugularis internal.
7


Gambar 2. Vena Jugularis Externa

b. Vena Jugularis Interna
Vena jugularis interna adalah vena yang mengalirkan darah dari otak, bagian
ventral wajah dan leher. Vena ini merupakan kelanjutan langsung dari transversus
sinus yang berawal dari bagian posterior di foramen jugularis pada dasar
tengkorak. Vena jugularis interna berjalan hampir vertikal di sisi leher di bagian
awal arteri carotis interna lateral. Bagian bawah vena jugularis interna menyatu
dengan vena subclavia untuk membentuk vena brachiosephalica (vena
innominata). Di bagian atas vena jugularis interna terletak pada rektus capitis
lateralis, di belakang arteri karotid internal dan saraf melewati foramen jugularis.

Gambar 3. Vena Jugularis Interna
8


c. Nervi Laringeus reccurent
Nervus Laringeus reccurent terletak posterior dari batang arteria thyroidea
inferior tetapi bisa terletak di depan arteri atau terletak di antara cabangnya.
Nervus Laryngeus recurrent adalah salah satu dari dua cabang dari nervus vagus
yang menghubungkan ke pangkal tenggorokan, nervus laryngeus reccuren terletak
manempel di sepanjang V. jugularis interna. Nervi laringeus reccurent berfungsi
sebagai vocal cord paralysis, contohnya seperti raungan anjing atau hewan
lainnya. Laryngeus recurren berjalan memasuki faring, bersama dengan a. et v.
laryngeus inferior di bawah otot inferior untuk menginervasi otot-otot intrinsik
laring bertanggung jawab untuk mengendalikan gerakan lipatan pita suara.


Gambar 4. Nervi Laringeus recurrent

d. Trunkus Vagosymphaticus
Truncus vagosympathicus berjalan dengan arteri carotis communis dalam
selubung umum dari fasia, kedua jalur ini terhubung.Mereka terletak di dorsal
trakea dan esofagus.




9


Gambar 5. Trunkus Vagosymphaticus

3.2 Limfonodus dan Glandula Leher
Limfonodus Retrofaringeus
Limfonodus retropharyngea terletak pada fascia buccopharyngeal di caudal
bagian dorsal faring dan di cranial lengkungan os.Atlas. Saraf afferent berjalan di
rongga hidung, faring, dan telinga. Sedangkan saraf efferent berjalan ke dorsal
kelenjar cervicalis bagian dalam.
Glandula Thyroid
Thyroid merupakan kelenjar yang terletak di cranial vertebrae cervicalis 5, 6,
& 7 dan ditemukan di pangkal lidah (ductus thyroglossus atau lingua thyroid) dan
pada bagian leher yang lain. Kelenjar ini tidak mempunyai ductus dan terdiri dari
dua lobus (kanan dan kiri) yg dihubungkan oleh isthmus (jembatan) yg terletak di
depan trachea tepat di bawah cartilago cricoidea. Kelenjar thyroid awalnya
merupakan penonjolan dari dinding cranial bagian tengah dari farings yang
disebut pharyngeal pouch. Penonjolan ini terletak antara arcus brachialis 1 dan 2.
Tonjolan ini selanjutnya akan hilang. Kelenjar thyroid dialiri dua arteri utama
yaitu arteri thyroidea superior dan arteri thyroidea inferior. Arteri-arteri ini saling
bercabangan dan berhubungan. Arteri thyroidea superior dan inferior
beranastomose di bagian posterior. Kelenjat thyroid juga memiliki tiga pasang
vena utama yang membawa darah menuju Vena jugularis interna. Ketiga vena
tersebut antara lain: V. thyroidea superior, V. thyroidea medialis, V. thyroidea
10

inferior. Umumnya vena-vena tersebut berjalan di bagian kelenjar thyroid sebelah
anterior dan juga isthmus dan trachea.

Gambar 6. Glandula Thyroid

Glandula Paratiroid
Kelenjar paratiroid menempel pada bagian anterior dan posterior kedua lobus
kelenjar tiroid sehingga kelenjar paratiroid berjumlah empat buah. Namun, letak
masing-masing paratiroid dan jumlahnya dapat cukup bervariasi, jaringan
paratiroid kadang-kadang ditemukan di mediastinum.
Kelenjar ini terdiri dari dua jenis sel yaitu chief cells dan oxyphill cells.
Chief cells merupakan bagian terbesar dari kelenjar paratiroid. Kelenjar paratiroid
sering tampak sebagai lobulus lain dari kelenjar tiroid. Chief cells merupakan
bagian terbesar dari kelenjar paratiroid.

3.3 Organ pada Leher
Faring
Faring merupakan saluran yang termasuk dalam sistem digestivus dan
sistem respiratorius. Jadi, faring merupakan saluran tempat bahan makanan
disalurkan dari mulut ke esofagus dan saluran yang menghubungkan rongga
hidung dan trakea. Bukaan yang menuju ke faring meliputi dua lubang kaudal
(bukaan dari rongga nasal), dua tuba eustasian (auditoris) dari telinga bagian
tengah, mulut, laring,dan esofagus. Faring dapat dibagi menjadi bagian nasal yang
11

berkaitan dengan rongga nasal,dan bagian oral yang berkaitan dengan mulut,serta
bagian laringeal yang berkaitan dengan laring.

Larings
Laring (kotak bunyi) mengontrol penghembusan (ekspirasi) dan
penghirupan (inspirasi) udara, mencegah inhalasi benda-benda asing,dan bersifat
esensial untuk pembentukan bunyi. Laring dilengkapi oleh kartilago epiglotik
yang terletak di belakang lidah.

Gambar 7. Laring

Trakea
Trakea adalah saluran berupa kartilago berbentuk huruf C yang berderet-
deret sehingga menyebabkan lumen tidak menutup. Ujung-ujung yang bebas
saling dihubungkan oleh musculus trachealis otot polos dan ligamentum annularis.
Trakea berjalan dari laring sampai akar paru-paru dimana trakea terbelah menjadi
dua yaitu bronkus utama kiri dan kanan.Posisi di dorsal trakea adalah esofagus, di
ventral dan lateralnya ditutupi oleh otot seperti pipa yang membentang dari stetum
sampai kepala. Di sebelah dorsal lateral trakea diikuti oleh arteri carotis
communis, trunkus vagosimpatikus, vena jugularis externa, nervus laringeus
caudalis, dan trunkus simpatikus trakealis.
12


Gambar 8. Trakea (yang ditunjuk oleh tanda panah)

Oesophagus
Merupakan suatu kelanjutan langsung dari faring berupa suatu saluran
muskular yang merentang dari faring menuju ke cardia dari perut, persis pada
posisi kaudal dari diafragma. Dari faring esofagus melintas dorsal menuju ke
trachea dan umumnya miring ke arah kiri daripada leher. Sekali lagi melintas
dorsal menuju trachea dimana kemudian masuk ke dada dan berlanjut ke arah
kaudal di antara trakhea dan aorta pada diafragma. Esofagus kemudian melintas
melalui hiatus esofagus dari diafragma dan bergabung dengan perut di dalam
rongga abdominal pada kardia. Kardia atau sfingter kardiak merupakan istilah
yang digunakan karena proksimitasnya terhadap jantung.
Dinding muskular esofagus terdiri dari 2 lapisan yang saling melintas
miring, kemudian spiral, dan akhirnya membentuk suatu lapisan sirkuler dalam.
Ototnya berubah dari jenis serang lintang menjadi otot halus pada sebagian
sepertiga kaudal dari esofagus (pada kuda), dan persis di depan diafragma (pada
babi), sedangkan pada anjing dan ruminansia adalah otot serang lintang
keseluruhannya.
13


Gambar 9. Oesophagus





















14

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Dari hasil praktikum dan pembahasan yang telah dijelaskan diatas didapat
kesimpulan bahwa bagian-bagian yang terdapat pada regio leher antara lain arteri
carotis communis yang terbagi menjadi Arteri Carotis Communis (ACC) sinistra
dan dextra, vena jugularis externa dan interna, nervi laringeus reccurent dan
trunkus vagosymphatichus. Terdapat pula limfonodus retrofaringeus dan glandula
tiroid serta paratiroid.Adapun organ-organ yang terdapat pada leher adalah faring,
laring, trakea, dan esoephagus.

4.2 Saran
Semoga paper ini dapat menjadi bahan acuan dan referensi bagi para
pembaca khususnya Mahasiswa Kedokteran Hewan Universitas Udayana dalam
matakuliah Anatomi Veteriner II.Semoga kedepannya dapat dibuat lebih baik
tentang bagian-bagian yang terdapat pada regio leher.