Anda di halaman 1dari 11

PNEUMONIA

Yuli Hermansyah
Pendahuluan
Peradangan jaringan parenkim paru
Disebabkan mikoorganisme virulen : bakteri, virus,
jamur, parasit)
Faktor resiko :
Riwayat perjalanan
Kontak binatang, pasien
Merokok
Status HIV
Musim
Lokasi geografis
Pekerjaan
Gejala klinis
Batuk dengan sputum produktif
Demam
Sesak nafas
Sakit dada
Pemeriksaan fisik
Terdapat tanda tanda konsolidasi paru
Pekak pd perkusi
Suara nafas bronkial
Ronki basah nyaring
Takipnea
Demam
Etiologi
Bakteri
Virus
Jamur
Parasit
Ricketsia
Kriteria diagnosis
Terdapat 2 gejala dari :
Demam
Batuk produktif
Leukositosis
Terdapat infiltrat baru
Terdapat infiltrat yang progresif
Diagnosis banding
Emboli paru
Abses paru
Penyakit jantung kongestif
Karsinoma paru
Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan gram sputum
Jumlah leukosit sputum > 35/LPB, epitel
< 5/LPB
Kultur sputum mikroorganisme &
resistensi
Foto thoraks : bervariasi konsolidasi lobar
dgn air bronchogram-difus infiltrat, multiple
nodul, cavitas, pleural efusion, hilar
adenoopaty
Analisis gas darah
Terapi
Antibiotik sesuai kultur
Sementara menunggu kultur : empiris
Community acquired pneumonia :
Rawat jalan : amoksisilin, trimetoprim-sulfametoksazol,
makrolide
Rawat inap : ampisilin-sulbaktam, amoksisilin-
clavulanat, sefalosporin generasi 2
Hospital acquired pneumonia :
Sefalosporin generasi 3
Antipseudomonas: ceftazidim, cefoperazon, imipenem,
ceppirom, cefepim, siprofloksasin
Penyulit
Gagal nafas
Efusi pleura
Sepsis
Syok septik