Anda di halaman 1dari 2

Luka intravital dan postmortemPada luka di tubuh jenazah perlu ditentukan apakah luka tersebut terjadi

sebelum atausesudah kematian sehingga perlu dicari adanya tanda-tanda intravital. Tanda
intravitalmerupakan tanda yang menunjukkan bahwa :-Jaringan setempat masih hidup ketika terjadi
trauma. Gambaran secara umumnya berupa:-Retraksi jaringan-Reaksi vaskuler -Reaksi
mikroorganisme/infeksi-Reaksi biokimiawiang hidup akan menimbulkan perdarahan-Organ dalam masih
berfungsi ketika terjadi. Gambaran secara umumnya berupa:-Perdarahan hebat-Emboli udara-Emboli
lemak -Pneumotoraks-Krepitasi kulit
1
Retraksi jaringan pada luka intravital terjadi karena serabut-serabut elastis dibawahkulit terpotong dan
kemudian mengkerut sambil menarik kulit diatasnya.
1
Pada luka akibat trauma biasanya terjadi reaksi vaskuler berupa memar atau contusio. Padaluka yan
terjadi pada korban yang masih hidup luka akan berwarna merah kecoklatan ataukekuningan sedang
luka yang terjadi setelah korban meninggal akan terlihat nerwarna abu-abu muda atau kuning.
1,2
Infeksi dapat terjadi pada korban dalam keadaan hidup yang mendapatkan traumaterbuka.Luka yang
mengalami infeksi akan menunjukkan cirri-ciri sebagai berikut:-Warna kemerahan-Bengkak -Pus-
Jaringan granulasi pada luka lamaTrauma yang terjadi pada orang hidup akan menimbulkan perdarahan
yang banyak sebab jantung masih bekerja sehingga darah rang terpompa akan terus keluar lewat
lukatersebut. Pada luka postmortem darah hanya keluar secara pasif karena pengaruh ravitasisehingga
darah yang keluar hanya sedikit
1
Tattoase merupakan reaksi pada luka tembak jarak menengah yang hanya terjadi padaluka intravital.
Karena itu tattooase dapat digunakan untuk membedakan apakah lukatersebut merupakan luka
intravital atau posrmortem. Pada luka tembak intravital jarak sedang tattoase akan berwarna merah
kecoklatan atau merah kekuningam. Pada luka postmortem mesiumenimbulkan luka yang berwarna
abu-abu muda atau kekuningan.
2
Pustaka1.Dahlan S. Ilmu Kedokteran Forensik Pedoman Bagi Dokter dan Penegak Hukum.Semarang:
Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2007; p.77-80.2.Di Maio, Vincent. Gunshot wounds. 2nd
Edition. New York: CRC Press