Anda di halaman 1dari 21

TUGAS MATERNITAS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN


DENGAN MASALAH KEHAMILAN DENGAN PRE
EKLAMPSIA
Dosen :
Sri Handayani S. Kep,S. Pd, M. Kes.
Disusun !e" :
D#KP#$I
Dian Is%i &a%ona" '(.').**((
MM. Ar!in Riyani '(.').**+'
Nuni, De-i Nur .ana" '(.').**+/
Sri Mu!ya%i '(.').**00
PRGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
SUR1A GL2AL
1G1AKARTA
3''/
2A2 I
KEHAMILAN DENGAN PRE EKLAMPSIA
A. DE&INISI
Pre eklampsia merupakan kumpulan gejala yang timbul pada ibu hamil setelah usia
kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan (masa nifas). Eklampsia adalah pre
eklampsia yang disertai kejang dan/atau koma yang timbul bukan akibat kelainan
neurologi. Kumpulan gejala tersebut terdiri dari trias !ipertensi" Proteinuri" dan Edema.
#bu tersebut tidak menunjukkan tanda$tanda kelainan$kelainan %askular atau hipertensi
sebelumnya.
&. ETILGI
Etiologi penyakit ini sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. &anyak teori$teori
dikemukakan oleh para ahli yang men'oba menerangkan penyebabnya, sehingga kelainan
ini sering dikenal sebagai the diseases of theory (penyakit teori). Adapun teori$teori
tersebut antara lain
(. Peran Prostasiklin dan )romboksan
Pada Pre eklamsi $ Eklamsi didapatkan kerusakan pada endotel %askuler" sehingga
terjadi penurunan produksi prostasiklin (P*# 2) yang pada kehamilan normal
meningkat" akti%asi penggumpalan dan fibrinolisis" yang kemudian akan diganti
dengan trombin dan plasmin. )rombin akan mengkonsumsi antitrombin ###
sehingga terjadi deposit fibrin. Akti%asi trombosit menyebabkan pelepasan
tromboksan ()+A2) dan serotonin" sehingga terjadi %asospasme dan kerusakan
endotel.
2. Peran ,aktor #munologis
Preeklampsia sering terjadi pada kehamilan pertama dan tidak timbul lagi pada
kehamilan berikutnya. !al ini dapat diterangkan bah-a pada kehamilan pertama
pembentukan blocking antibodies terhadap antigen plasenta tidak sempurna" yang
semakin sempurna pada kehamilan berikutnya.
,ierlie ,... ((//2) mendapatkan beberapa data yang mendukung adanya sistem
imun pada penderita Pre eklampsia $ Eklampsia
a. &eberapa -anita dengan Pre Eklampsia $ Eklampsia mempunyai
kompleks imun dalam serum.
b. &eberapa studi juga mendapatkan adanya akti%asi sistem komplemen pada
Pre Eklampsia $ Eklampsia diikuti dengan proteinuri.
0tirat ((/12) menyimpulkan" meskipun ada beberapa pendapat menyebutkan
bah-a sistem imun humeral dan akti%asi komplemen terjadi pada Pre Eklampsai $
Eklampsia" tetapi tidak ada bukti bah-a sistem imunologi bisa menyebabkan Pre
Eklampsai $ Eklampsia.
3. Peran ,aktor *enetik/familial
&eberapa bukti yang menunjukkan peran faktor genetik pada kejadian Pre
Eklampsia 4 Eklampsia antara lain
a. Preeklampsia hanya terjadi pada manusia.
b. )erdapatnya ke'endrungan meningkatnya frekuensi Pre Eklampsia $
Eklampsia pada anak$anak dari ibu yang menderita Pre Eklampsia $
Eklampsi.a
'. Ke'enderungan meningkatnya frekuensi Pre Eklampsia $ Eklampsia pada
anak dan 'u'u ibu hamil dengan ri-ayat Pre Eklampsia $ Eklampsia dan
bukan pada ipar mereka.
d. Peran 5enin$Angiotensin$Aldosteron 0ystem (5AA0)
)eori yang diterima haruslah dapat menerangkan
a) .engapa frekuensi menjadi tinggi pada primi gra%ida" kehamilan ganda
dan mola hidatidosa
b) .engapa frekuensi bertambah seiring dengan tuanya kehamilan"
umumnya pada tri-ulan ###
') .engapa terjadi perbaikan keadaan penyakit" bila terjadi kematian janin
dalam kandungan
d) .engapa frekuensi menjadi lebih rendah pada kehamilan berikutnya" dan
e) Penyebab timbulnya hipertensi" proteinuri" edema" dan kon%ulsi sampai
koma.
6ari hal$hal tersebut diatas jelaslah bah-a bukan hanya satu faktor" melainkan
banyak faktor yang menyebabkan pre eklampsi dan eklamsi. ,aktor predisposisi tertentu
yang dikenal" antara lain
7 0tatus primi gra%ida
7 5i-ayat keluarga eklamsi atau pre eklamsi
7 Pernah eklamsi atau pre eklamsi
7 8sia ibu yang ekstrem (93: tahun)
7 0ejak a-al menderita hipertensi %askular" penyakit ginjal atau autoimun
7 6iabetes mellitus
7 Kehamilan ganda
7 .olahidatidosa
7 !idrops fetal
7 ;besitas
<. PAT&ISILGI
Pada pre eklampsia terjadi spasme pembuluh darah disertai dengan retensi garam dan
air. Pada biopsi ginjal ditemukan spasme hebat arteriola glomerulus. Pada beberapa
kasus" lumen arteriola sedemikian sempitnya sehingga hanya dapat dilakui oleh satu sel
darah merah. =adi jika semua arteriola dalam tubuh mengalami spasme" maka tekanan
darah akan naik sebagai usaha untuk mengatasi tekanan perifer agar oksigenasi jaringan
dapat di'ukupi. 0edangkan kenaikan berat badan dan edema yang disebabkan oleh
penimbunan air yang berlebihan dalam ruangan interstitial belum diketahui sebabnya"
mungkin karena retensi air dan garam. Proteinuria dapat disebabkan oleh spasme arteriola
sehingga terjadi perubahan pada glomerulus.
6. MANI&ESTASI KLINIK
6iagnosis pre eklampsi ditegakkan berdasarkan adanya dua dari tiga gejala" yaitu
penambahan berat badan yang berlebihan" edema" hipertensi" dan proteinuria.
Penambahan berat badan yang berlebihan bila terjadi kenaikan ( kg seminggu beberapa
kali. Edema terlihat sebagai peningkatan berat badan" pembengkakan kaki" jari tangan"
dan muka. )ekanan darah >(?0//0 mm!g atau tekanan sistolik meningkat 9 30mm!g
atau tekanan diastolik 9 (: mm!g yang diukur setelah pasien beristirahat selama 30
menit. )ekanan diastolik pada trimester kedua yang lebih dari 1: mm!g patut di'urigai
sebagai bakat pre eklamsi. Proteinuria bila terdapat protein sebanyak 0.3 g/l dalam air
ken'ing 2? jam atau pemeriksaan kualitatif menunjukkan @( atau 2A atau kadar protein >
( g/l dalam urin yang dikeluarkan dengan kateter atau urin porsi tengah" diambil minimal
2 kali dengan jarak -aktu 2 jam. 6isebut pre eklamsia berat jika ditemukan gejala berikut

7 )ekanan darah sistolik > (20 mm!g atau diastolik > ((0 mm!g
7 Proteinuria @ >: g/2? jam atau > 3 pada tes 'elup
7 ;liguria (B ?00 ml dalam 2? jam)
7 0akit kepala hebat atau gangguan penglihatan
7 Cyeri epigastrium dan ikterus
7 Edema paru atau sianosis
7 )rombositopenia
7 Pertumbuhan janin terhambat
6iagnosis eklampsia ditegakkan berdasarkan gejala$gejala pre eklampsia disertai
kejang$kejang atau koma. 0edangkan bila terdapat gejala pre eklampsia berat disertai
salah satu atau beberapa gejala dari nyeri kepala hebat" gangguan %isus" muntah$muntah"
nyeri epigastrium dan kenaikan tekanan darah yang progresif" dikatakan pasien tersebut
menderita impending pre eklampsia. #mpending pre eklampsia ditangani sebagai kasus
eklampsia.
E. DIAGNSIS
6iagnosis ditegakkan berdasarkan
() *ambaran klinik pertambahan berat badan yang berlebihan"
edema" hipertensi" dan timbul proteinuria
*ejala subyektif sakit kepala di daerah frontal" nyeri epigastrium" gangguan
%isus penglihatan kabur" skotoma" diplopia A mual muntah.
*angguan serebral lainnya oyong" refleks meningkat" dan tidak tenang.
2) Pemeriksaan tekanan darah tinggi" refleks meningkat" dan proteinuria pada
pemeriksaan laboratorium
,. PEMERIKSAAN PENUN.ANG
7 8rin protein (proteinuri : g dlm urin 2? jam atau @3 atau lebih pada
dipsti'k)" reduksi" bilirubin" sedimen urin (albuminuri @3 atau @?)
7 6arah trombosit (trombositopeni)" ureum (nitrogen urea darah/&8C B
(0)" kreatinin serum meningkat" 0*;)" D6!" dan bilirubin
7 80*
7 Klirens kreatinin (30$(10
*. KMPLIKASI
)ergantung derajat pre eklampsia atau eklampsianya. Eang termasuk komplikasi
antara lain atoni uteri (uterus couvelaire) sindrom !EDDP (hemolysis, elevated liver
enzimes, low platelet count)" ablasi retina" K#6 (koagulasi intra%askular diseminata)"
gagal ginjal" perdarahan otak" edema paru" gagal jantung" hingga syok dan kematian.
Komplikasi pada janin berhubungan dengan akut atau kronisnya insufisiensi
uteroplasental" misal pertumbuhan janin terhambat atau prematuritas.
!. DIAGNSIS 2ANDING
7 Kejang" bisa disebabkan ensefalopati hipertensi" epilepi" trombo emboli"
intoksikasi obat" trauma" hipoglikemia" hipokalsemia" atau alkalosis
7 Koma" bisa disebabkan epilepsi" sinkop" intoksikasi alkohol"atau obat" asidosis"
hipoglikemia atau aFotemia
7 5entang kejang sampai koma bisa dibagi menjadi ? fase
(. 0tadium Premonitory
,ase ini biasanya tidak diketahui ke'uali dengan monitoring se'ara
konstan" mata berputar$putar ketika otot -ajah dan tangan tegang
2. 0tadium )onik
0egera setelah stadium premonitory tangan yang tegang berubah menjadi
mengepal. )erkadang ibu menggigit lidah seiring dengan ibu mengatupkan
gigi" sementara tangan dan kaki menjadi kaku. ;tot respirasi menjadi
spasme" yang dapat menyebabkan ibu berhenti bernafas. 0tadium ini
berlangsung selama sekitar 30 menit.
3. 0tadium Klonik
Pada fase ini spasme berhenti tetapi otot mulai tersentak dengan hebat"
berbusa" sali%a yang ber'ampur sedikit darah pada bibir dan kadang$
kadang bisa menarik nafas. 0etelah sekitar 2 menit kejang berhenti"
menuju keadaan koma" tapi beberapa kasus menuju gagal jantung.
?. 0tadium <oma
#bu tidak sadar" suara nafas berisik. Keadaan ini bisa berlangsung hanya
beberapa menit atau bahkan dapat menetap sampai beberapa jam.
#. PRGNSIS
.orbiditas dan mortalitas ibu dan bayi tinggi.
=. PEN4EGAHAN PRE EKLAMPSIA
&elum ada kesepakatan dalam strategi pen'egahan preeklampsia. &eberapa penelitian
menunjukkan pendekatan nutrisi (diet rendah garam" diet tinggi protein" suplemen
kalsium" magnesium" dll) atau medikamentosa (teofilin" antihipertensi" diuretik" aspirin"
dll) dapat mengurangi kemungkinan timbulnya preeklampsia.
K. PENATALAKSANAAN
Pre5e,!a6psi rin7an
Pengobatan hanya bersifat simptomatis dan selain ra-at inap" maka penderita
dapat dira-at jalan dengan skema periksa ulang yang lebih sering" misalnya dua kali
seminggu.
Penanganan pada penderita ra-at jalan atau ra-at inap adalah dengan istirahat di
tempat tidur" diet rendah garam dan berikan obat$obatan seperti %alium tablet : mg dosis
3 kali sehari atau fenobarbital tablet 30 mg dengan dosis 3 + ( sehari.
6iuretika dan obat antihipertensi tidak dianjurkan" karena obat ini tidak begitu
bermanfaat" bahkan bisa menutupi tanda dan gejala pre$eklampsi berat.
6engan 'ara diatas biasanya pre$eklampsi ringan jadi tenang dan hilang" ibu
hamil dapat dipulangkan dan diperiksa ulang lebih sering dari biasa.
&ila gejela masih menetap" penderita tetap di ra-at inap. .onitor keadaan janin
kadar estriol urin" lakukan amnioskopi" dan ultrasografi" dan sebagainya. &ila keadaan
mengijinkan barulah dilakukan induksi partus pada usia kehamilan minggu 3G keatas.
Pre5e,!a6psi 8era%
7 Pre5e,!a6psi 8era% pada ,e"a6i!an ,uran7 dari 90 6in77u
() =ika janin belum menunjukkan tanda$tanda maturitas paru$paru dengan uji
ko'ok dan rasio D/0" maka penanganannya adalah sebagai berikut
$ &erikan suntikan sulfas magnesikus dengan dosis 1 gr intra muskular"
kemudian disusul dengan injeksi tambahan ? gr intramuskuler setiap ?
jam (selama tidak ada kontra indikasi)
$ =ika ada perbaikan jalannya penyakit" pemberian sulfat
magnesikusdapat diteruskan lagi selama 2? jam sampai di'apai kriteria
pre$eklampsi ringan (ke'uali ada kontraindikasi).
$ 0elanjutnya ibu dira-at" diperiksa dan keadaan janin dimonitor serta
beratbadan ditimbang seperti pada pre$eklampsi ringan" sambil
menga-asi timbulnya lagi gejala.
$ =ika dengan terapi diatas tidak ada perbaikan dilakukan terminasi
kehamilan dengan induksi partus atau tindakan lain tergantung
keadaan.
2) =ika pada pemeriksaan telah dijumpai tanda$tanda kematangan paru janin"
maka penatalaksanaan kasus sama seperti pada kehamilan diatas 3G minggu
7 Pre5e,!a6psi 8era% pada usia ,e"a6i!an dia%as 90 6in77u
() Penderita dira-at inap
$ #stirahat mutlak dan ditempatkan dalam kamar isolasi
$ &erikan diit rendah garam dan tinggi protein
$ &erikan suntikan sulfas magnesikus 1 gr intramuskuler" ? gr di bokong
kanan dan ? gr di bokong kiri
$ 0untikan dapat diulang dengan dosis ? gr setiap ? jam
$ 0yarat pemberian .g0;
?
adalah refleks patela positifA diuresis (00 ''
dalam ? jam terakhirA respirasi (2 kali per menit" dan harus tersedia
antidotumnya yaitu kalsium glukonas (0H dalam ampul (0 ''
$ #nfus dektrosa :H dan 5inger Daktat
2) &erikan obat antihipertensi injeksi katapres ( ampul i.m. dan selanjutnya
dapat diberikan tablet katapres 3 kali tablet atau 2 kali tablet sehari.
3) 6iuretika tidak diberikan" ke'uali bila terdapat edema umum" edema paru" dan
kegagalan jantung kongestif. 8ntuk itu dapat disuntikkan ( ampul intra%ena
lasi+.
?) 0egera setelah pemberian sulfas magnesikus kedua" dilakukan induksi partus
dengan atau tanpa amniotomi. 8ntuk induksi dipakai oksitosin (pintosin atau
sintosinon) (0 satuan dalam infus tetes.
:) Kala ## harus dipersingkat dengan ekstraksi %a'um atau for'ep" jadi ibu
dilarang mengedan.
2) =angan berikan methergin post partum" keguali bila terjadi perdarahan yang
disebabkan atonia uteri.
G) Pemberian sulfas magnesikus kalau tidak ada kontraindikasi" kemudian
diteruskan dengan dosis ? gr setiap ? jam dalam 2? jam post partum.
1) &ila ada indikasi obstetrik dilakukan seksio sesaria.
KASUS :
#bu usia ?0 tahun datang ke klinik bersalin ibrahim" *3 P2 A0. usia kehamilan 32
minggu" terdiagnosa PE&" tidak ada ri-ayat menderita hipertensi. =arak kehamilan dngan
persalinan lalu 2 tahun.
2A2 II
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN
DENGAN MASALAH PRE5EKLAPSIA 2ERAT
DI 2ANGSAL :;: RUMAH SAKIT :;:
A. PENGKA.IAN
)anggal ....................
=am ....................
)empat ....................
(. &#;6A)A
a. #dentitas Klien
Cama
)empat")gl Dahir
8mur
=enis Kelamin
Alamat
Agama
0uku &angsa
Pendidikan
Pekerjaan
Co. <.
)anggal .asuk 50
6iagnosa .edis
b. #dentitas Penanggung =a-ab
Cama
)empat")gl Dahir
8mur
=enis kelamin
Alamat
Agama
0uku &angsa
!ubungan 6gn Klien
2. 5#IAEA) KE0E!A)AC
a. Keluhan utama
0akit kepala hebat
b. 5i-ayat kesehatan sekarang
Klien mengalami sakit kepala berat" gangguan penglihatan dan
nyeri di perut bagian atas" klien mengalami edema di kaki dan
muka. Klien tampak lemah. &erat badan naik.
'. 5i-ayat kesehatan dahulu
Klien tidak mempunyai ri-ayat hipertensi
d. 5i-ayat kesehatan keluarga
Ada keluarga yang mengalami hipertensi
e. 5i-ayat kesehatan lingkungan
Klien tinggal di lingkungan yang bersih dan sehat
f. 5i-ayat obstetri
Anak ke
Dahir
&&
Keluhan
Keterangan
g. 5i-ayat menstruasi
0ebelum hamil menstruasi klien normal" dan belum menopause
h. 5i-ayat K&
Klien tidak menggunakan K&
3. P;DA ,8C*0# KE0E!A)AC
a. Pola persepsi kesehatan
Apabila klien merasakan sakit biasanya men'eritakan kepada
suaminya dan klien biasanya berobat ke puskesmas
b. Pola aktifitas latihan
AK)#,#)A0 0 ( 2 3 ?
.andi
&erpakaian
Eliminasi
.obilitas ditempat tidur
Pindah
Ambulansi
.akan .
Keterangan
0 J .andiri
( J 6engan menggunakan alat bantu
2 J 6engan menggunakan bantuan orang lain
3 J 6engan menggunakan alat K dibantu orang lain
? J )ergantung total" tidak berpartisipasi dalam beraktifitas
c. Pola istirahat tidur
Pasien tidak dapat tidur dengan nyenyak karena terdapat nyeri
pada abdomen dan pusing yang hebat
d. Pola nutrisi metaboli'
.engalami penurunan intake nutrisi
e. Pola eliminasi
Klien mengalami oliguria
f. Pola kognitif perseptual
0aat pengkajian pesien dalam keadaan sadar" dapat bi'ara dengan
jelas dan lan'er" pendengaran masih bagus" -ajah tampak menahan
nyeri.
g. Pola konsep diri
Pasien terlihat 'emas atas penyakit yang dideritanya
h. Pola seksual reproduksi
Pola seksual terganggu
i. Pola peran hubungan
Pasien memiliki hubungan yang baik dengan keluarga maupun
dengan masyarakat
j. Pola nilai keper'ayaan
Pasien beragama islam" pasien taat menjalankan sholat : -aktu
k. Pola koping
=ika klien mempunyai masalah kesehatan atau sakit klien selalu
ber'erita kepada suaminya
?. PE.E5#K0AAC ,#0#K
a. )anda$tanda %ital
)6 (10/(30 mm!g
Cadi lebih 'epat
0uhu normal
55 sedikit lebih 'epat
b. Keadaan umum
Klien lemah
c. 6ata sistematik
a. 0istem kardio%askuler
)ekanan darah (10/(30 mm!g
6enyut nadi lebih 'epat
b. 0istem respirasi dan pernafasan
Pernapasan klien lebih 'epat karena diafragma mulai terdesak
oleh uterus
'. 0istem gastrointestinal
Klien mengalami muntah$muntah
d. 0istem mus'ulos'eletal
Klien tidak mengalami gangguan sistem muskuloskeletal
e. 0istem integumen
Klien tidak mengalami gangguan sistem integumen
f. 0istem perkemihan
Klien mengalami oliguri
&. DIAGNSA KEPERAWATAN
() 6ata ,okus
6;
$ 0akit kepala hebat
$ Cyeri perut bagian atas
$ ;liguri
$ Edema pada kaki dan muka
$ Klien lemah
$ .untah$muntah
$ Kenaikan berat badan
2) Analisis 6ata
Co 0ymptom Problem Etiologi
(
2
3
?
:
6;
$ 0akit kepala hebat
6;
$ Edema
$ Kenaikan berat
badan
$ ;liguri
6;
$ Edema di kaki dan
muka
$ Kenaikan berat
badan
6;
$ ;liguri
6;
$ .untah$muntah
Cyeri akut
Penurunan 'urah jantung
Kelebihan %olume 'airan
5etensi urin
Ketidakseimbangan
nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh
*angguan perfusi
jaringan serebral
Peningkatan preload
dan penurunan after
load
5etensi air dan garam
Penurunan filtrasi
glomerulus
#ntake yang tidak
adekuat
<. DIAGNSA KEPERAWATN DAN PRIRITAS MASALAH
() Cyeri akut berhubungan dengan gangguan perfusi jaringan serebral
2) Penurunan 'urah jantung berhubungan dengan peningkatan preload dan
penurunan afterload
3) Kelebihan %olume 'airan berhubungan dengan retensi air dan garam
?) 5etensi urin berhubungan dengan penurunan filtrasi glomerulus
:) Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan intake tidak adekuat
6. REN4ANA KEPERAWATAN
Wa,%u No.
D;
Tu<uan In%er=ensi
T7
!
.a6
( 0etelah dilakukan tindakan
kepera-atan selama ... + 2? jam
diharapkan skala nyeri berkurang
dengan kriteria hasil
Pain !e=e!
7 3*'3'* melaporkan nyeri
7 3*'3'9
frek-ensi nyeri
7 3*'3'+
ekspresi masase muka nyeri
7 3*'3'0
mengatur posisi badan
Pain >on%ro!
7 *+')'*
mengenali faktor penyebab
7 *+')'3
mengenali serangan nyeri
Pain 6ana7e6en%
.engkaji se'ara konfrehensif
tentang nyeri meliputi
karakteristik penempatan"
serangan" frek-ensi" intensitas
nyeri dan faktor presipitasi
.onitor kenyamanan klien
terhadap manajemen nyeri
pada inter%al yang ditentukan
&erikan informasi tentang
nyeri seperti penyebab" berapa
lam terjadi dan tindakan
pen'egahan
*unakan komunikasi
theraupeti' kepada pasien
tentang pengalaman nyeri
Pa%ien% >on%ro!!ed ana!7esia
2 0etelah dilakukan tindakan
kepera-atan selama L + 2? jam
diharapkan tekanan darah klien
kembali normal dengan kriteria
hasil
7 4ardia> pu6p
e??e>%i=eness
7 4ir>u!a%ion s%a%us
7 $i%a! si7n s%a%us
@p>aA assis%an>e
bekerja sama dengan dokter"
pasien dan anggota keluarga di
dalam memilih jenis antipiretik
untuk digunakan
4ardia> 4are :
7 <atat adanya disritmia
jantung
7 <atat adanya tanda dan
gejala penurunan 'ardia'
output
7 .onitor status
kardio%askuler
7 .onitor status pernapasan
yang menandakan gagal
jantung
7 .onitor balan'e 'airan
monitor adanya
perubahan tekanan darah
&!uid 6ana7e6en% :
7 .onitor hasil laboratorium
yang sesuai dengan retensi
'airan
7 .onitor %ital sign sesuai
indikasi penyakit
7 Kolaborasi dokter jika
'airan berlebihan mun'ul
memburuk
3
?
0etelah dilakukan tindakan
kepera-atan selama L + 2? jam
diharapkan 'airan tubuh terkontrol
dengan 'riteria hasil
&!uid 2a!an>ed :
7 )ekanan darah dalam batas
normal
7 Keseimbangan intake dan
output 2? jam
7 &erat badan stabil
7 )idak ada edema perifer
7 Elektrolit serum dalam batas
normal
7 &= urin normal
0etelah dilakukan tindakan
kepera-atan selama L + 2? jam
diharapkan retensi urin berkurang
atau hilang dengan kriteria hasil
7 Klien mampu berkemih
&!uid 6oni%orin7 :
7 .onitor berat badan
7 .onitor serum dan
elektrolit urin
7 .onitor &;" !5" dan 55
7 Kolaborasi pemberian obat
yang dapat meningkatkan
output urin
&!uid 6ana7e6en% :
7 <atat perubahan berat
badan
7 <atat intake dan output
'airan
7 .onitor tanda$tanda %ital
&!uid 6oni%orin7 :
7 .onitor status nutrisi
7 .onitor lokasi" luas
edema dan amati
perkembangan tiap hari
7 Konsultasikan dokter jika
tanda dan gejala kelebihan
'airan berlangsung lam
atau memburuk
7 Kaji penyebab retensi urin
7 Kontrol intake dan output
'airan
7 Kolaborasi dengan dokter
:
0etelah dilakukan tindakan
kepera-atan selama L + 2? jam
diharapkan kebutuhan nutrisi dapat
terpenuhi dengan kriteria hasil
Nu%rien s%a%us
7 *''('*
masukan nutrisi
7 *''('3
makanan dan masukan 'airan
dalam pemberian diuretik
Nu%i%ion 6oni%orin7 :
&& klien dalam batas normal
.onitor adanya penurunan berat
badan
.onitor mal muntah'atat adanya
edema" hiperemik
hipertonikpapila lidah dan
'a%itas oral
Nu%rien% 6ana7e6en%
Pastikan makanan kesukaan
pasien
Kolaborasi dengan ahli
giFiuntuk menentukan jumlah
kalori dan nutrisi yang
dibutuhkan klien
.onitor asupan nutrisi

DA&TAR PUSTAKA
- .o'htar" 5ustam Prof. 6r. (//1. Sinopsis Obstetri. E*< =akarta
- .ansjoer" Arief dkk. 200G. Kapita 0elekta Kedokteran =ilid #. .edia Aes'ulapius
,K8# =akarta
$ http//---.tempointeraktif.'om/medika/arsip/02200(/art$2.htm