Anda di halaman 1dari 4

MORFOLOGI Kakao (Theobroma Cacao)

BATANG (Caulis)
Pada Theobroma cacao merupakan tanaman dengan batang berkayu (lignosus) yaitu
batang yang biasanya keras dan kuat, karena sebagian besar terdiri atas kayu, yang
terdapat pada pohon-pohon (arbores). Tanaman coklat merupakan pohon yaitu
tumbuhan yang tinggi besar, batang berkayu dan bercabang jauh dari permukaan
tanah. Bentuk batangnya adalah bulat (teres). Tanaman coklat mempunyai batang
yang di bagian bawahnya lebih besar dan keujung semakin mengecil. Cara
percabangannya adalah monopodial, yaitu batang pokok selalu tampak jelas karena
lebih besar dan lebih panjang daripada cabang-cabangnya. Arah tumbuh cabangnya
adalah condong keatas (patens). Tanaman coklat biasanya mempunyai tinggi sekitar 5-
10 m. Warna batangnya adalah coklat kotor. AKAR (Radix)
Tanaman coklat memiliki system akar tunggang, yaitu akar lembaga tumbuh terus menjadi akar
pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil. Akar pokok berasal dari akar
lembaga. Akar tunggang tanaman coklat bercabang (ramosus). Akar tunggang ini berbentuk
kerucut panjang, tumbuh lurus ke bawah, bercabang-cabang banyak, dan cabang-cabangnya
bercabang lagi, sehingga dapat memberi kekuatan yang lebih besar pada batang, dan juga daerah
perakaran menjadi amat luas, hingga dapat diserap air dan zat-zat makanan yang lebih banyak.
Warna akarnya adalah kecoklatan.
DAUN ( Folium)

Pada Theobroma cacao daunnya merupakan daun tunggal ( folium simplex) yaitu pada tangkai
daunnya hanya terdapat satu helaian daun saja Bentuk tangkai daunnya (petiolus) adalah bulat
telur Bangun daunnya adalah memanjang(oblongus). Pada ujung ( apex folii) dan pangkal
daunnya ( basis folii) berbentuk runcing ( acutus) yaitu kedua tepi daunnya di kanan dan kiri ibu
tulang sedikit demi sedikit menuju keatas dan pertemuaannya pada puncak daun membentuk
suatu sudut lancip. Tepi daunnya ( margo folii) berbentuk rata (integer). Panjang daunnya adalah
sekitar 10-48 cm dan lebarnya adalah 4-20 cm. Susunan tulang daunnya ( nervatio) adalah
bertulang menyirip (penninervis) yaitu hanya mempunyai satu ibu tulang yang berjalan dari
pangkal ke ujung, dan merupakan terusan tangkai daun. Warna daunnya adalah hijau.

BUNGA



Tanaman coklat merupakan tanaman berbunga tunggal (planta uniflora), yaitu tanaman yang
hanya menghasilkan satu bunga saja. Letak bunganya adalah pada ujung batang (flos terminalis).
Bunga pada tanaman coklat memiliki kelamin dua (hermaproditus), yaitu bunga yang padanya
terdapat benang sari maupun putik. Bunga ini seringkali dinamakan bunga lengkap, karena
mempunyai hiasan bunga yang terdiri atas kelopak (calyx) dan mahkota (corolla). Kelopaknya
(calyx) berwarna putih dengan panjang 6-8 mm. kelopak ini berguna sebagai pelindung bunga.
Mahkota bunganya (corolla) mempunyai panjang 8-9 mm. Benang sarinya (stamen) berbentuk
periuk. Stamodia berwarna ungu tua. Bakal buahnya (ovarium) beruang banyak (multilocularis)
yaitu bakal buah yang tersusun atas banyak daun buah yang berlekatan dan membentuk banyak
sekat-sekat sehingga terjadi banyak ruang-ruang. Warna bunganya adalah merah.
BUAH (Fructus)
Buah pada tanaman coklat merupakan buah sungguh atau buah sejati, yaitu buah yang terjadi
dari bakal buah. Tanaman coklat merupakan buah sejati tunggal, yaitu buah sejati yang terdiri
dari satu bunga dengan satu bakal buah saja. Tanaman coklat merupakan buah sejati tunggal
yang berdaging, yaitu dinding buahnya menjadi tebal berdaging dan kulit buahnya tebal. Buah
pada tanaman coklat termasuk dalam buah buni (bacca), yaitu buah yang dindingnya mempunyai
dua lapisan, yang terdiri dari lapisan luar yang tipis agak menjangat atau kaku seperti kulit dan
lapisan dalam yang tebal, lunak,, dan berair. Buah buni dapat terjadi dari satu atau beberapa daun
buah dengan satu atau beberapa ruang. Panjang buahnya adalah sekitar 12-22 cm dengan warna
merah.

BIJI (Semen)



Bijinya berdaging dan berair. Bentuknya adalah bulat telur. Biji pada tanaman coklat dibalut
selaput putih yang tebal. Bijinya berwarna coklat. Tumbuhan bijinya mempunyai lembaga
dengan dua daun lembaga. Biji ini kelihatan jelas terdiri atas dua belahan atau dua keeping
sehingga dinamakan tumbuhan biji belah. Biji Theobroma cacao berkhasiat sebagai obat pusing,
obat wasir, obat tekanan darah rendah, obat cacing dan perangsang saraf. Untuk obat pusing
dipakai 15 gram serbuk biji kering Theobroma cacao, diseduh dengan 1/2 gelas air panas,
diaduk sampai rata, dirninum sekaligus. Biji Theobroma cacao mengandung alkaloida, saponin,
tlavonoida dan tanin. Selain mempunyai akar, batang dan daun tanaman coklat juga mempunyai
kuncup liar yaitu kuncup-kuncup yang tidak terdapat pada ujung atau ketiak daun. Letak kuncup
liar ini adalah disembarang tempat pada batang dan jika tumbuh biasanya akan menghasilkan
wiwian atau tunas air.