Anda di halaman 1dari 10

Pengertian air tawar

Air tawar ialah air yang tidak berasa dengan kata lain air yang tidak mengandung
banyak larutan garam dan larutan mineral di dalamnya. Saat menyebutkan air
tawar, orang biasanya merujuk ke air dari sumur , danau , sungai , salju , atau es .
Air tawar juga berarti air yang dapat dan aman untuk dijadikan minuman bagi
manusia. Adapun karateristrik air tawar adalah sebagai berikut:
Sifat Fisis Air Tawar
1) Warna, Bau, dan Rasa Air Tawar (Effect of Sediment)
Air tawar pada umumnya tidak berwarna, sehingga tampak bersih, bening dan
jernih. Tetapi pada beberapa jenis air tawar juga bisa memperlihatkan warna yang
berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena sedimen (bebatuan) dan organisme yang
hidup di dalamnya.
Air permukaan dan air sumur pada umumnya mengandung bahan-bahan metal
terlarut seperti Na, Mg, Ca, dan Fe. Air yang mengandung komponen-komponen
tersebut dalam jumlah tinggi disebut air sadah. Walaupun bahan-bahan tersuspensi
dan bakteri mungkin telah dihilangkan dari air tersebut, namun demikian air
minum dimungkinkan masih mengandung komponen-komponen terlarut.
Pada dasarnya air murni tidak enak untuk diminum karena beberapa bahan
yang terlarut dapat memberikan rasa yang spesifik terhadap air minum. Oleh
karena itu, air minum yang lazim diperdagangkan bukan merupakan air murni. Jadi
air yang tidak tercemar, merupakan air yang tidak mengandung bahan-bahan asing
tertentu dalam jumlah melebihi batas yang ditetapkan sehingga air tersebut dapat
digunakan secara normal untuk berbagai keperluan. Adanya benda-benda asing
yang mengakibatkan air tidak dapat digunakan secara normal disebut dengan
polusi/pencemaran. Kebutuhan makhluk hidup akan air sangat bervariasi, maka
batasan-batasan pencemaran untuk berbagai jenis air juga berbeda.
Warna air pada dasarnya dibedakan menjadi warna sejati (true color) yang
disebabkan oleh bahan-bahan terlarut, dan warna semu (apparent color), yang
selain disebabkan oleh adanya bahan-bahan terlarut juga karena adanya bahan-
bahan terlarut juga karena adanya bahan-bahan tersuspensi, seperti yang bersifat
koloid.
Air yang normal pada dasarnya tidak mempunyai rasa. Timbulnya rasa pada
air lingkungan (kecuali air laut yang mempunyai rasa asin) merupakan indikasi
kuat bahwa air telah tercemar. Rasa yang menyimpang tersebut biasanya
disebabkan oleh adanya polusi, dan rasa yang menyimpang tersebut biasanya
dihubungkan dengan baunya karena pengujian terhadap rasa air jarang dilakukan.
2) Kenaikan suhu air (Raising of Temperature)
Air menstabilkan suhu udara dengan menyerap panas dari udara yang lebih
hangat dan kemudian melepaskannya keudara yang lebih dingin. Air cukup efektif
sebagai penyimpan panas karena dapat menyerap dan melepaskan panas dalam
jumlah besar, dengan hanya mengalami sedikit perubahan suhu.
Proses suatu industry pada umumnya menimbulkan panas. Untuk
menormalkan suhu biasanya digunakan air sebagai pendinginnanya. Suhu air
sungai yang relative tinggi dapat ditandai seperti munculnya ikan dan hewan air
lainnya kepermukaan untuk mendapatkan oksigen.
b. Sifat Kimia Air Tawar
Di samping sifat-sifat fisiknya, sifat-sifat kimia air juga sangat sesuai
untuk kehidupan. Di antara sifat-sifat kimia air, yang terutama adalah bahwa air
merupakan pelarut yang baik: Hampir semua zat kimia bisa dilarutkan dalam air.
Zat-zat yang bercampur dan larut dengan baik dalam air (misalnya garam-garam )
disebut sebagai zat-zat "hidrofilik " (pencinta air), dan zat-zat yang tidak mudah
tercampur dengan air (misalnya lemak dan minyak ), disebut sebagai zat-zat
"hidrofobik " (takut-air).
Kelarutan suatu zat dalam air ditentukan oleh dapat tidaknya zat tersebut
menandingi kekuatan gaya tarik-menarik listrik (gaya intermolekul dipol-dipol)
antara molekul-molekul air. Jika suatu zat tidak mampu menandingi gaya tarik-
menarik antar molekul air, molekul-molekul zat tersebut tidak larut dan
akan mengendap dalam air
Konsekuensi yang sangat penting dari sifat kimia ini adalah mineral-
mineral dan zat-zat yang berguna yang terkandung tanah terlarut dalam air dan
dibawa ke laut oleh sungai. Diperkirakan lima milyar ton zat dibawa ke sungai
setiap tahun. Zat-zat tersebut penting bagi kehidupan laut.
Air juga mempercepat (mengkatalisis) hampir semua reaksi kimia yang
diketahui. Sifat kimia air yang penting lainnya adalah reaktivitas kimianya ada
pada tingkat yang ideal. Air tidak terlalu reaktif yang membuatnya berpotensi
merusak (seperti asam sulfat) dan tidak juga terlalu lamban (seperti argon yang
tidak bereaksi kimia). Mengutip Michael Denton: Tampaknya, seperti semua
sifatnya yang lain, reaktivitas air ideal baik bagi peran biologis maupun
geologisnya.
Masih banyak lagi sifat-sifat kimia yang ada pada air tawar. Diantaranya
berdasarkan kesadahan, pH, banyaknya zat terlarut dalam air itu.

Klafikasi air tawar

B. Karateristik air bersih
Air jernih yang kita lihat sehari-hari, yang biasa kita minum, apakah sudah
bener-benar sehat dan juga layak untuk kita konsumsi? Dari mana kita tahu air
tersebut memang bersih. Mengutip Keputusan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 tentang Persyaratan Kesehatan
Lingkungan Kerja Perkantoran dan industri terdapat pengertian mengenai Air
Bersih yaitu air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan kualitasnya
memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku dan dapat diminum apabila dimasak.
Air bersih disini kita kategorikan hanya untuk yang layak dikonsumsi, bukan
layak untuk digunakan sebagai penunjang aktifitas seperti untuk MCK. Karena
standar air yang digunakan untuk konsumsi jelas lebih tinggi dari pada untuk
keperluan selain dikonsumsi. Ada beberapa persyaratan yang perlu diketahui
mengenai kualitas air tersebut baik secara fisik, kimia dan juga mikrobiologi.
1. Syarat fisik, antara lain:
a. Air harus bersih dan tidak keruh
b. Tidak berwarna apapun
c. Tidak berasa apapun
d. Tidak berbau apaun
e. Suhu antara 10-25 C (sejuk)
f. Tidak meninggalkan endapan
2. Syarat kimiawi, antara lain:
a. Tidak mengandung bahan kimiawi yang mengandung racun
b. Tidak mengandung zat-zat kimiawi yang berlebihan
c. Cukup yodium
d. pH air antara 6,5 9,2
3. Syarat mikrobiologi, antara lain:
Tidak mengandung kuman-kuman penyakit seperti disentri, tipus, kolera, dan
bakteri patogen penyebab penyakit.
Seperti kita ketahui jika standar mutu air sudah diatas standar atau sesuai dengan
standar tersebut maka yang terjadi adalah akan menentukan besar kecilnya
investasi dalam pengadaan air bersih tersebut, baik instalasi penjernihan air dan
biaya operasi serta pemeliharaannya. Sehingga semakin jelek kualitas air semakin
berat beban masyarakat untuk membayar harga jual air bersih. Dalam penyediaan
air bersih yang layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat banyak mengutip
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 173/Men.Kes/Per/VII/1977,
penyediaan air harus memenuhi kuantitas dan kualitas, yaitu:
a. Aman dan higienis.
b. Baik dan layak minum.
c. Tersedia dalam jumlah yang cukup.
d. Harganya relatif murah atau terjangkau oleh sebagian besar
masyarakat
Parameter yang ada digunakan untuk metode dalam proses perlakuan, operasi
dan biaya. Parameter air yang penting ialah parameter fisik, kimia, biologis dan
radiologis yaitu sebagai berikut:
Parameter Air Bersih secara Fisika
1. Kekeruhan
2. Warna
3. Rasa & bau
4. Endapan
5. Temperatur
Parameter Air Bersih secara Kimia
1. Organik, antara lain: karbohidrat, minyak/ lemak/gemuk, pestisida, fenol,
protein, deterjen, dll.
2. Anorganik, antara lain: kesadahan, klorida, logam berat, nitrogen, pH,
fosfor,belerang, bahan-bahan beracun.
3. Gas-gas, antara lain: hidrogen sulfida, metan, oksigen.
Parameter Air Bersih secara Biologi
1. Bakteri
2. Binatang
3. Tumbuh-tumbuhan
4. Protista
5. Virus
v Parameter Air Bersih secara Radiologi
1. Konduktivitas atau daya hantar
2. Pesistivitas
3. PTT atau TDS (Kemampuan air bersih untuk menghantarkan arus listrik)
Dengan standar tersebut maka air konsumsi yang kita gunakan akan aman bagi
kesehatan kita, karena itu jadilah manusia yang selektif demi kesehatan dan juga
keberlangsungan kita. Semoga bermanfaat.



C. Kriteria dan Standar kualitas air Minum
Kriteria dan standar kualitas air didasarkan atas :
Kesehatan : logam dan logam berat, anorganik (nitrit), zat organic
Estetika : bau, rasa, warna
Teknis : the best technology available atau best practical technology
Toksisitas : efek racun
Polusi : mencegah teremisinya pencemar ke lingkungan
Ekonomi : kerugian-kerugian ekonomi
Standar air minum di indonesia : diterapkan untuk sumber air minum (air baku) dan air
minum sehingga tidak akan menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan manusia
Standar sumber air minum (air baku) : PP 82/2001 Standar air minum : Keputusan Menkes
No. 907/2002
a. Kriteria air minum :
Kualitas : memenuhi persyaratan agar berfungsi secara baik dalam penggunanya
Kuantitas : memenuhi kebutuhan agar jumlahnya cukup sesuai kebutuhan
Kontinuitas : tersedia dan terjangkau setiap saat
b. Kualitas :
Kualitas fisik : bau, rasa, warna, suhu dan kekeruhan
Kualitas kimiawi :
Anorganik : ditoleransi hingga batas-batas tertentu, terutama dampaknya terhadap kesehatan.
Contoh maksimum konsentrasi Cu = 1 mg/l, Zn = 5 mg/l
Organik : dibatasi karena dapat bersifat toksik (baik karsinogen, maupun npn-karsigen),
seperti senyawa aktif pembentukan pestisida dll
Kualitas biologi : indikator pencemaran air oleh aktivitas domestik, contoh :
bakteri eschericia coli
Kualitas radioaktif : bebasdari zat radioaktif

D. Pengolahan air bersih
Air merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu
memerlukan air terutama untuk minum, masak, mandi, mencuci dan sebagainya. Pada saat ini, persentase
penduduk di Indonesia yang sudah mendapatkan pelayanan air bersih dari badan atau perusahaan air minum
masih sangat kecil yaitu untuk daerah perkotaan sekitar 45 % , sedangkan untuk daerah pedesaan baru sekitar 36
% .
Di daerah - daerah yang belum mendapatkan pelayanan air bersih tersebut, penduduk biasanya
menggunakan air sumur galian, air sungai yang kadang- kadang bahkan sering kali air yang digunakan kurang
memenuhi standart air minum yang sehat. Bahkan untuk daerah yang sangat buruk kualitas air tanah maupun air
sungainya, penduduk hanya menggunakan air hujan untuk memenuhi kebutuhan akan air minum. Oleh karena
itu di daerah - daerah seperti ini, persentase penderita penyakit yang disebabkan akibat penggunaan air minum
yang kurang bersih atau kurang memenuhi syarat kesehatan masih sangat tinggi.
Dalam rangka penyediaan air minum yang bersih dan sehat bagi masyarakat pedesaan yang mana kualitas
air tanahnya buruk serta belum mendapatkan pelayanan air minum dari PAM, perlu memasyarakatkan alat
pengolah air Minum sederhana yang murah dan dapat dibuat oleh masyarakat dengan menggunakan bahan yang
ada dipasaran setempat.
Salah satu alat pengolah air minum sederhana tersebut adalah alat pengolah air minum yang merupakan
paket terdiri dari Tong (Tangki), Pengaduk, Pompa aerasi dan saringan dari pasir atau disingat Model TP2AS.
Alat ini dirancang untuk keperluan rumah tangga sedemikian rupa sehingga cara pembuatan dan cara
pengoperasiannya mudah serta biayanya murah. Cara pengolahannya dengan menggunakan bahan kimia yaitu
hanya dengan tawas dan kapur (gamping).
Alat Pengolah Air Minum model TP2AS ini sangat cocok digunakan untuk pengolahan air minum yang
air bakunya mengandung zat besi dan mangan dan zat organik, dengan biaya yang sangat murah.
1. Tahapan Proses Pengolahan
Tahapan proses pengolahan terdiri dari beberapa tahap yaitu :
1. Netralisasi dengan pemberian kapur/gamping.
2. Aerasi dengan pemompaan udara.
3. Koagulasi dengan pemberian tawas.
4. Pengendapan.
5. Penyaringan.

Skema tahapan proses dapat dilihat pada Gambar 1.


1. Netralisasi
Yang dimaksud dengan netralisasi adalah mengatur keasaman air agar menjadi netral (pH 7 - 8). Untuk
air yang bersifat asam misalnya air gambut, yang paling murah dan mudah adalah dengan pemberian
kapur/gamping. Fungsi dari pemberian kapur, disamping untuk menetralkan air baku yang bersifat asam juga
untuk membantu efektifitas proses selanjutnya.
2. Aerasi
Yang dimaksud dengan aerasi yaitu mengontakkan udara dengan air baku agar kandungan zat besi dan
mangan yang ada dalam air baku bereaksi dengan oksigen yang ada dalam udara memben tuk senyawa besi dan
senyawa mangan yang dapat diendapkan. Disamping itu proses aerasi juga berfungsi untuk menghilangkan gas-
gas beracun yang tak diinginkan misalnya gas H2S, Methan, Carbon Dioksida dan gas-gas racun lainnya. Reaksi
oksidasi Besi dan Mangan oleh udara dapat ditulis sebagai berikut:
4 Fe
2+
+ O
2
+ 10 H
2
O ====> 4 Fe(OH)
3
+ 8 H
+

tak larut
Mn
2+
+ O
2
+ H
2
O ====> MnO2 + 2 H
+

tak larut
Dari persamaan reaksi antara besi dengan oksigen tersebut, maka secara teoritis dapat dihitung bahwa
untuk 1 ppm oksigen dapat mengoksidasi 6.98 ppm ion Besi. Reaksi oksidasi ini dapat dipengaruhi antara lain :
jumlah Oksigen yang bereaksi , dalam hal ini dipengaruhi oleh jumlah udara yang dikontkkan dengan air serta
luas kontak antara gelembung udara dengan permukaan air . Jadi makin merata dan makin kecil gelembung
udara yang dihembuskan kedalam air bakunya , maka oksigen yang bereaksi makin besar. Faktor lain yang
sangat mempengaruhi reaksi oksidasi besi dengan oksigen dari udara adalah pH air. Reaksi oksidasi ini sangat
efektif pada pH air lebih besar 7(tujuh). Oleh karena itu sebelum aerasi dilakukan, maka pH air baku harus
dinaikkan sampai mencapai pH 8. Hal ini dimaksudkan agar pH air tidak menyimpang dari pH standart untuk
air minum yaitu pH 6,5 - pH 8,5. Oksidasi Mangan dengan oksigen dari udara tidak seefektif untuk besi, tetapi
jika kadar Mangannya tidak terlalu tinggi maka sebagaian mangan dapat juga teroksidasi dan terendapkan.
3. Koagulasi
Koagulasi adalah proses pembubuhan bahan kimia kedalam air agar kotoran dalam air yang berupa
padatan tersuspensi misalnya zat warna organik, lumpur halus bakteri dan lain-lain dapat menggumpal dan cepat
mengendap. Cara yang paling mudah dan murah adalah dengan pembubuhan tawas/alum atau rumus kimianya
Al
2
(SO
4
)
3
.18 H
2
O. (berupa kristal berwarna putih).
Reaksi koagulasi dengan Tawas secara sederhana dapat ditulis sebagai berikut :
Al
2
(SO
4
)
3
.18 H
2
O + 3 Ca(HCO
3
)
2
==> 2 Al(OH)
3
+3 Ca(SO
4
) + 6 CO
2
+ 18 H
2
O
alkalinity

Al
2
(SO
4
)
3
.18 H
2
O + 3 Ca(OH)
2
==> 2 Al(OH)
3
+ 3 Ca(SO
4
) + 3 CO
2
+ 18 H
2
O
mengendap
Pengendapan kotoran dapat terjadi karena pembentukan alumunium hidroksida, Al(OH)
3
yang berupa
partikel padat yang akan menarik partikel - partikel kotoran sehingga menggumpal bersama-sama, menjadi
besar dan berat dan segera dapat mengendap. Cara pembubuhan tawas dapat dilakukan sebagai berikut yaitu :
sejumlah tawas/ alum dilarutkan dalam air kemudian dimasukkan kedalam air baku lalu diaduk dengan cepat
hingga merata selama kurang lebih 2 menit. Setelah itu kecepatan pengadukkan dikurangi sedemikian rupa
sehingga terbentuk gumpalan - gumpalan kotoran akibat bergabungnya kotoran tersuspensi yang ada dalam air
baku. Setelah itu dibiarkan beberapa saat sehingga gumpalan kotoran atau disebut flok tumbuh menjadi besar
dan berat dan cepat mengendap.
4. Pengendapan
Setelah proses koagulasi air tersebut didiamkan sampai gumpalan kotoran yang terjadi mengendap semua
(+ 45 - 60 menit). Setelah kotoran mengendap air akan tampak lebih jernih. Endapan yang terkumpul didasar
tangki dapat dibersihkan dengan membuka kran penguras yang terdapat di bawah tangki.
5. Penyaringan
Pada proses pengendapan, tidak semua gumpalan kotoran dapat diendapkan semua. Butiran gumpalan
kotoran dengan ukuran yang besar dan berat akan mengendap, sedangkan yang berukuran kecil dan ringan
masih melayang-layang dalam air. Untuk mendapatkan air yang betul-betul jernih harus dilakukan proses
penyaringan.
Penyaringan dilakukan dengan mengalirkan air yang telah diendapkan kotorannya ke bak penyaring yang
terdiri dari saringan pasir.
2. Bahan
Untuk pembuatan satu unit alat pengolah air minum sederhana ini, diperlukan bahan-bahan antara lain
seperti pada tabel di bawah ini (lihat tabel berikut. Jika bahan tersebut tidak tersedia dipasaran setempat, dapat
disesuaikan dengan bahan yang tersedia. Jadi tidak harus seperti yang tertera pada Tabel 1.
Tabel 1: Bahan-bahan yang diperlukan.
No BAHAN SATUAN J UMLAH
1 Tangki Fiber glass Vol. 500 liter buah 1
2 Tong Kran Plastik, Volume 20 atau 40 liter buah 1
3 Stop kran " buah 1
4 Stop kran " buah 2
5 Socket PVC drat luar " buah 3
6 Socket PVC drat luar " buah 3
7 Fauset PVC drat dalam " buah 3
8 Fauset PVC drat dalam " buah 2
9 Pipa PVC " batang 1
10 Pipa PVC " batang 1
11 Slang Plastik 5/8" meter 6
12 Pompa Tekan buah 1
13 Ember Plastik buah 2
14 Spons busa, tebal 2 cm lembar 1
15 Kerikil, diameter 1-2 cm kg 5
16 Pasir silika kg 25
17 Arang kg 5
18 Ijuk ikat 1
19 Kapur Gamping - -
20 Tawas - -
21 Kaporit - -
Bahan-bahan tersebut tidak termasuk bahan untuk dudukkan alat. Di samping itu bahan - bahan tersebut
dapat juga disesuaikan dengan keadaan setempat misalnya, jika tidak ada tong plastik dapat juga dipakai drum
bekas minyak yang dicat terlebih dahulu.
3. Peralatan yang digunakan
Peralatan yang digunakan terdiri dari Tong, pengaduk, pompa aerasi, dan saringan dari pasir. Kegunaan
dari masing-masing peralatan adalah sebagai berikut:
Tong/Tangki Penampung
Terdiri dari Drum Plastik dengan volume 220 liter. Drum tersebut dilengkapi dengan dua buah kran yaitu
untuk mengalirkan air ke bak penyaring dan untuk saluran penguras. Pada dasar Drum sebelah dalam diplester
dengan semen sehingga berbentuk seperti kerucut untuk memudahkan pengurasan. Selain itu dapat juga
menggunakan tangki fiber glass volume 550 liter yang dilengkapi dengan kran pengeluaran lumpur. Tong atau
tangki penampung dapat juga dibuat dari bahan yang lain misalnya dari tong bekas minyak volume 200 liter
atau dari bahan gerabah. Fungsi dari drum adalah untuk menampung air baku, untuk proses aerasi atau
penghembusan dengan udara, untuk proses koagulasi dan flokulasi serta untuk pengendapan.
Pompa Aerasi
Pompa aerasi terdiri dari pompa tekan (pompa sepeda) dengan penampang 5 cm, tinggi tabung 50 cm.
Fungsi pompa adalah untuk menghembuskan udara kedalam air baku agar zat besi atau mangan yang terlarut
dalam air baku bereaksi dengan oksigen yang ada dalam udara membentuk oksida besi atau oksida mangan yang
dapat diendapkan. Pompa tersebut dihubungkan dengan pipa aerator untuk menyebarkan udara yang
dihembuskan oleh pompa ke dalam air baku. Pipa aerator terbuat dari selang plastik dengan penampang 0.8 cm,
yang dibentuk seperti spiral dan permukaannya dibuat berlubang-lubang, jarak tiap lubang + 2 cm.
Bak Penyaring
Bak Penyaring terdiri dari bak plastik berbentuk kotak dengan tinggi 40 cm dan luas penampang 25 X 25
cm serta dilengkapi dengan sebuah keran disebelah bawah. Untuk media penyaring digunakan pasir. kerikil,
arang dan ijuk. Susunan media penyaring media penyaring dari yang paling dasar keatas adalah sebgai berikut :
Lapisan 1: kerikilatau koral dengan diameter 1-3 cm, tebal 5 cm.
mm,.
Diantara Lapisan 4 dan 5, dan Lapisan 5 dan 6, dapat diberi spons atau kasa plastik untuk memudahkan
pada waktu melakukan pencucian saringan. Gambar penampang Tangki Penampung, Selang Aerator dan
penampang saringan adalah seperti tertera pada Gambar 2, Gambar 3, dan Gambar 4.
Bahan Kimia
Bahan kimia yang diperlukan antara lain : Tawas, kapur tohor dan kaporit bubuk.







V. Cara Pembuatan

1. Masukkan air baku kedalam tangki penampung sampai hampir penuh (550 liter).
2. Larutkan 60 - 80 gram bubuk kapur / gamping (4 - 6 sendok makan) ke dalam ember kecil
yang berisi air baku, kemudian masukkan ke dalam tangki dan aduk sampai merata.

Gambar 2. Alat pengolah air minum sederhana.
3. Masukkan slang aerasi ke dalam tangki sampai ke dasarnya dan lakukan
pemompaan sebanyak 50 - 100 kali. setelah itu angkat kembali slang aerasi.
4. Larutkan 60 - 80 gram bubuk tawas (4 - 6 sendok makan) ke dalam ember
kecil, lalu masukkan ke dalam air baku yang telah diaerasi. Aduk secara cepat dengan
arah yang putaran yang sama selama 1 - 2 menit. Setelah itu pengaduk diangkat dan
biarkan air dalam tangki berputar sampai berhenti dengan sendirinya dan biarkan
selama 45 - 60 menit.
5. Buka kran penguras untuk mengelurakan endapan kotoran yang terjadi,
kemudian tutup kembali.
6. Buka kran pengeluaran dan alirkan ke bak penyaring. Buka kran saringan dan
usahakan air dalam saringan tidak meluap.
7. Tampung air olahan (air bersih) dan simpan ditempat yang bersih. Jika
digunakan untuk minum sebaiknya dimasak terlebih dahulu.

Anda mungkin juga menyukai