Anda di halaman 1dari 4

Akal-Akalan Katarina Menuju Lantai Bursa

Sebagai perusahaan terbuka yang mencatatkan efeknya di Bursa Efek Indonesia, PT Katarina
Utama Tbk tergolong susah untuk dimintai keterangan.
omor telepon kantor sudah tidak bisa dihubungi. !ebsite perseroan, katarina.co.id, maupun
alamat email sekertaris perusahaan tak lagi bisa diakses. Kantor yang ditempati Katarina di
"ukan Tiara Buncit, Kemang Utara, #akarta terlihat kosong tanpa ada akti$itas.
%edung empat lantai itu sudah kelihatan usang dengan pintu depan yang gembok rapat. &ua
motor yang dibiarkan parkir di depan pintu dibiarkan berdebu.
'Itu dua motor punya Katarina, enggak ada yang berani ngambil,' kata (u)iyanto, satpam
"ukan Tiara Buncit, saat ditemui Selasa *++,-..
(u)iyanto mengatakan Katarina memang sudah tidak beroperasi se)ak / tahun lalu. Beberapa
kali, kantor ini sempat didemo oleh karya0annya. Para kreditur )uga kerap datang menagih
utang. Konon, kantor ini )uga sudah disegel oleh salah satu kreditur bank perseroan.
'Padahal dulu Katarina paling ramai, karya0annya paling banyak. Parkirnya paling penuh
sampai malam,' cerita (u)iyanto.

Angka-angka ganjil
Ke)atuhan PT Katarina Utama Tbk dia0ali dengan per)alanannya ke lantai bursa pada /11-
lalu. Katarina mena0arkan /+1 )uta saham kepada publik atau setara /2,-23 dari modal
disetor.
(enurut catatan Bisnis, pena0aran umum perdana *IP4. saham Katarina senilai "p55,6
miliar, sebagian besar diserap oleh pemodal asing asal (alaysia dan Singapura.
Salah satunya adalah (a$cap 7apital 4ne Sdn Bhd, anak usaha (alaysia 8enture 7apital
(anagement Bhd, yang kemudian disebut9sebut memiliki +:3 saham perseroan.
(enurut sumber Bisnis yang mengetahui kondisi keuangan perseroan, proses IP4 Katarina
se)ak a0al memang sudah penuh dengan akal9akalan. ;aporan keuangan perseroan per
&esember /11: yang digunakan sebagai dokumen prasyarat IP4 diduga dipalsukan.
'<ngka9angka di neraca keuangan /11: banyak yang fiktif,' katanya #umat */+,-..
&alam dokumen laporan keuangan /11: yang diterima Bisnis, nilai aset perseroan memang
terlihat naik hampir +1 kali lipat dari "p=,- miliar pada /11= men)adi "p=6 miliar pada /11:.
<dapun ekuitas peseroan tercatat naik +6 kali lipat men)adi "p6>,5 miliar dari "p>,>- miliar.
&ari angka yang melon)ak tinggi itu, sebesar "p6-,:= miliar yang tercantum di kolom aset
dan "p61 miliar di kolom ekuitas adalah angka9angka palsu. '"incian uang muka proyek
yang "p/-,6 miliar, piutang usaha "p+5 miliar, dan lainnya itu omong kosong semua,' )elas
sumber Bisnis.
&ireksi Katarina Utama pada masa itu, dipegang oleh ?a@li bin Aainal <bidin sebagai
&irektur Utama dan (ohd Sopiyan Bin (ohd "asidi sebagai &irektur Keuangan merangkap
Sekretaris Perusahaan.
(ereka me0akili perusahaan pengendali asal (alaysia PT Sil$er (ountaine yang per
&esember /11: tercatat memiliki saham sekitar -13 di Katarina.
&ari segi kesiapan perseroan, IP4 Katarina ini )uga terbilang gan)il. Pasalnya, Katarina baru
sa)a diakuisisi oleh PT Sil$er (ountaine pada /11:.
Pada /11=, saham Katarina tercatat masih dimiliki oleh PT Primadaya Bandara dan PT
Tritunggal Perkasa In$estama dengan kepemilikan masing9masing sebesar >23.
Entah bagaimana caranya, berbagai kegan)ilan tersebut akhirnya lolos dari pantauan PT
Bursa Efek Indonesia dan Badan Penga0as Pasar (odal dan lembaga Keuangan *Bapepam
;K.. Pada +> #uli /11-, Katarina sukses melakukan IP4 dengan saham berkode "I<.
&irektur Penilaian Perusahaan BEI yang men)abat saat itu, Eddy Sugito, mengaku tidak
mengetahui adanya manipulasi laporan keuangan /11: tersebut.
Pasalnya, laporan keuangan sudah diberikan opini 0a)ar oleh <uditor Independen Budiman
Soedarno dengan I<P 11.+.1=/5.
'Posisi bursa sulit karena kita tidak memiliki kapasitas untuk melakukan audit secara
independen. Ketika ada hal yang gan)il, tentu kita pertanyakan, tetapi kita sulit menilai
apakah pen)elasan yang diungkapkan perseroan benar atau tidak,' )elasnya Senin */>,-.
kemarin.
&i tempat yang berbeda, Kepala Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Bapepam9;K Sar)ito
mengiyakan perihal dugaan manipulasi laporan keuangan tersebut, namun enggan
men)elaskan lebih lan)ut perkembangan pemeriksaan yang telah dilakukan Bapepam ;K.

Raibnya Dana IPO
(asalah Katarina tak berhenti sampai situ. Setahun pasca listing, dugaan penyele0engan
dana IP4 mulai tercium otoritas bursa dan pasar modal. &ana raihan sebesar "p55,6 miiar
tidak )elas penggunaannya. &iduga, dana yang riil dipakai sesuai dengan prospektus hanya
"p> miliar9"p2 miliar sa)a.
Padahal perseroan, men)an)ikan sekitar 2>,123, akan dipakai untuk kebutuhan modal ker)a
sementara 56,1>3 sisanya diperuntukan untuk membeli berbagai peralatan proyek.
&ugaan penyele0engan tersebut, lagi9lagi dipicu oleh laporan keuangan perseroan yang
menun)ukan angka9angka a)aib. Pada /1+1, )umlah aset terlihat menyusut drastis dari
"p+12,+ miliar pada /11-, men)adi "p/6,: miliar. Ekuitas an)lok dari "p-=,-6 miliar
men)adi "p/1,>5 miliar.
<dapun pendapatan yang tadinya sebesar "p/-,- miliar, hanya tercatat "p5,= miliar.
Perseroan pun menderita kerugian sebesar "p== miliar dari periode sebelumnya yang
memperoleh laba "p22 miliar.
Sumber Bisnis, lagi9lagi membenarkan adanya penyele0engan itu, bahkan dana operasional
yang ada )uga disikat sehingga menyebabkan proyek9proyek Katarina tidak dapat ditangani.
'Proses IP4 itu biayanya cukup mahal, mungkin bisa dikisaran "p> miliar sampai "p=
miliar. Uang yang digunakan untuk IP4 ya diambil dari uang operasional perusahaan,'
katanya.
amun, dia melan)utkan, penggelapan dana IP4 diperkirakan tidak mencapai "p55,6 miliar,
melainkan hanya "p+6 miliar sa)a. Itupun, lan)ut dia, tidak diketahui pasti siapa yang
menikmati uangnya.
<tas dugaan penggelapan itu, saham "I< akhirnya disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia
pada + September /1+1. 4toritas bursa dan pasar modal melakukan penyelidikan dan
memanggil &irektur Utama ?a@li Aainal <bidin.
Eddy Sugito kala itu mengaku mendapat banyak keluhan dari karya0an Katarina. (ereka
mengeluh karena perusahaan tidak menepati )an)i9)an)i yang diberikan sebelum IP4.
'Perusahaan ber)an)i untuk meningkatkan kese)ahteraan. Karya0an yang kontrak katanya
ingin diangkat )adi tetap. Pembukaan kantor cabang yang sesuai prospektus )uga katanya
fiktif,' )elas Eddy.
Berdasarkan kesimpulan yang ada, Eddy lantas membuat laporan ke Bapepam ;K. Barulah
pada /1++, otoritas pasar modal mengeluarkan surat perintah pemeriksaan dan penyidikan
pada Katarina.

Tetap kena sanksi
amun hingga berita ini diturunkan, kasus raibnya dana IP4 Katarina masih mengambang
tanpa ke)elasan. Tentang siapa yang menikmati uang IP4 itu pun belum ada )a0aban pasti.
Suspensi saham "I< yang mengin)ak tahun kedua dan opini disclaimer terhadap dua
laporan keuangan perseroan membuat BEI tak punya pilihan lain selain melakukan delisting
atas saham tersebut per + 4ktober /1+/.
(enurut Sar)ito, kasus penggelapan dana IP4 Katarina kini sudah keluar dari bironya dan
kemungkinan besar ditangani Komite Penetapan Sanksi dan Keberatan *KPSK..
Belum )elas sanksi apa yang akan dikenakan. amun, dia mengatakan sanksi akan diberikan
bagi mana)emen lama perseroan, bukan mana)emen baru yang kini beker)a dalam naungan
PT "ene0able Po0er Indonesia Tbk.
'Sudah selesai, sedang diproses, mungkin sebentar lagi diumumkan. Kalaupun ada sanksi,
yang akan kena CsanksiD mana)emen lama, bukan perusahaan,' u)arnya singkat kepada Bisnis
*5,:..
(enurut &irektur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Boesen, 0alau Katarina
Utama delisting dari bursa, perseroan masih harus menanggung sanksi yang di)atuhkan oleh
Bapepam ;K.
'Kalau ada sanksi, tetap bisa kena karena status mereka di Bapepam ;K masih perusahaan
terbuka, hanya sa)a sahamnya sudah tidak tercatat di bursa,' katanya beberapa 0aktu lalu.
Setelah mengecek dan menyelidiki berkas9berkas lama dari Katarina Utama, Boesen
mengatakan IP4 Katarina memang memiliki indikasi sebagai sebuah persekongkolan antar
lembaga.
'Ini kumpulan beberapa oknum yang bermasalah yang bergabung menipu, Ea auditornya,
pengacara yang sekarang tidak tau kemana, dan pen)amin emisinya yang )uga punya kasus
penyele0engan dana. (asalah kenapa kita bisa kena tipu, ya itu sialnya kita lah. Tapi yang
salah tetap penipu itu,' katanya kemarin.
Bela)ar dari situ, Boesen mengaku pihaknya akan lebih berhati9hati untuk meloloskan
permohonan IP4 calon emiten. '&engan peraturan dan kondisi yang sama, diskusi kepada
emiten kita perta)am sembari menunggu beberapa 0acana yang dikembangkan Bapepam
;K,' katanya.