Anda di halaman 1dari 15

UJI RANGSANGAN TUNGGAL

Oleh :

Nama : Pika Apriyance
NRP : 113020094
No. Meja : 4 (Empat)
Kelompok : E
Tanggal Praktikum : 14 Maret 2014
Asisten : Nur Laila Shaumi












JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2014
I PENDAHULUAN
Bab ini membahas mengenai : (1) Latar Belakang, (2) Tujuan Percobaan,
(3) Prinsip Percobaan, dan (4) Aplikasi dalam Bidang Pangan.
1.1 Latar Belakang
Penilaian organoleptik sangat banyak digunakan untuk menilai mutu
dalam industri pangan dan industri hasil pertanian lainnya. Penilaian ini terkadang
dapat memberi hasil penilaian yang sangat teliti. Penilaian dengan indera dalam
beberapa hal bahkan melebihi ketelitian alat yang paling sensitif. Jenis uji
organoleptik diantaranya adalah uji rangsangan tunggal, uji pasangan jamak, dan
uji hedonik.
Uji rangsangan tunggal dan uji pasanagn jamak merupakan jenis uji
pembedaan. Uji pembedaan adalah satu kebutuhan yang tidak dapat dihindarkan
bagi industri pangan atau industri lainnya yang menghasilkan produk untuk
masyarakat melalui pasar bebas atau kondisi persaingan bebas. Untuk
mempertahankan agar produk tetap dipilih oleh kosumen, produk harus senantiasa
dapat mempertahankan karakter dasarnya, tetapi harus dapat menampilkan atribut
mutu organoleptiknya secara progres demi peningkatan kepuasan pelanggan.
Produk harus dapat memenuhi kriteria mutu baik, jumlah cukup, distribusi lancar
dan harga bersaing. Beberapa produk bahkan tidak cukup hanya sekedar
memenuhi persyaratan standar minimal yang diharuskan, tetapi harus lebih.
Uji ini juga dipergunakan untuk menilai pengaruh beberapa macam
perlakuan modifikasi proses atau bahan dalam pengolahan pangan suatu
industri,atau untuk mengetahui adanya perbedaan atau persamaan antara dua
produk dari komoditi yang sama. Sifat atau kriteria yang diujikan harus jelas dan
dipahami panelis agar efektif. Keandalan (reliabilitas) dari uji pembedaan ini
tergantung dari pengenalan sifat mutu yang diinginkan, tingkat latihan panelis,
dan kepekaan masing-masing panelis
Uji rangsangan tunggal adalah uji pembedaan yang digunakan untuk
menggolongkan suatu contoh dengan contoh lainnya, sedangkan uji pasangan
jamak digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan pada sampel uji dari pembanding
yang banyak. Uji rangsangan tunggal umumnya digunakan untuk menggolongkan suatu contoh
dengan contoh lainnya. Antara kedua contoh tersebut tidak ada perbedaan yang nyata kecuali
criteria yang akan diuji (Yoga, 2013).
Uji rangsangan tunggal adalah salah satu metode uji pembeda dimana
panelis disediakan satu standar baku dan dua atau lebih sampel uji yang
digunakan untuk penggolongan suatu contoh dengan contoh lainnya (Sina, 2009).
Uji rangsangan tunggal merupakan metode uji pembeda dengan pembanding. Uji
pembeda dengan pembanding diperlukan untuk tujuan untuk mengukur atau
menilai pengaruh perlakuan (Dewi, 2011). Pada praktikum uji rangsangan
tunggal, panelis disediakan tiga contoh uji dan satu contoh pembanding. Ketiga
contoh uji yang disajikan berdasarkan rasa, warna, dan aroma dibandingkan
dengan satu contoh pembanding, kemudian panelis memberikan penilaian
berdasarkan sifat inderawi terhadap contoh uji apakah terdapat perbedaan atau
tidak dengan contoh pembanding (Yugatin, 2012).
Uji rangsangan tunggal dapat disebut juga uji A dan bukan A, maksud dari
bukan A adalah sama contoh yang tidak mempunyai sifat-sifat sensorik yang
dispesifikasikan dengan contoh A. Pengujian ini untuk membedakan sifat 2
macam sampel atau lebih terutama yingkat perbedaannya sedikit.
1.2 Tujuan Percobaan
Tujuan dari uji rangsangan tunggal adalah untuk menguj kemamppuan
fisio-psikologis panelis, khususnya kemampuan membedakan (discrimination)
dan digunakan untuk pengendalian mutu dalam memproduksi makanan dan
minuman.
1.3 Prinsip Percobaan
Prinsip dari percobaan uji rangsangan tunggal berdasarkan sensitivitas
panelis dalam membedakan sifat dua macam sampel atau lebih yang tingkat
perbedaannya sedikit yang mulai dapat memberikan kesan.
1.4 Aplikasi dalam Bidang Pangan
Aplikasi uji rangsangan tunggal dalam bidang pangan adalah untuk
membandingkan produk lama dengan yang baru, untuk menguji dalam
reformulasi produk dan untuk menguji sensitivitas panelis.










II BAHAN, ALAT, DAN METODE PERCOBAAN
Bab ini membahas mengenai : (1) Bahan-Bahan yang Digunakan,
(2) Alat-Alat yang Dibunakan, dan (3) Metode Percobaan.
2.1. Bahan-Bahan yang Digunakan
Bahan - bahan yang digunakan dalam percobaan uji rangsangan tunggal
adalah larutan Nu green tea dan joy tea.
2.1. Alat-alat Percobaan
Alat - alat yang digunakan dalam percobaani uji rangsangan tunggal
adalah sendok plastik, gelas, nampan, dan sloki.
2.3. Metode Percobaan
Bahan makanan yang akan diuji diamati sifat sensoris yang dimiliki pada
setiap contoh, sampel seperti kenampakan (warna), Aroma dan Rasa.
Setelah mengamati sifat-sifat dari setiap penilaian dari sampel baku R, lalu
sampel tersebut dikembalikan ke asisten dan asisten memberikan sampel 385 dan
sampel 725 untuk dibandingkan dengan sampel yang sebelumnya kita nilai,
penilaian disini apabila sampel 385 dan 725 dibandingkan dengan contoh baku R
berbeda maka berikode 1 dan berikan kode 0 apabila sampel sama dengan sampel
baku R.Kemudian berikan komentar pada setiap sifat yang diamati.



III HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini menguraikan mengenai: (1) Hasil Percobaan dan (2) Pembahasan.
3.1. Hasil Percobaan
Tabel 1. Hasil Pengamatan Uji Rangsangan Tunggal (Single Stimulus)
Kode Contoh Warna Aroma Rasa Komentar
385 0 0 0

Berdasarkan pengamatan pada sampel
ini dapat disimpulkan bahwa sampel
385 dan 725 tidak sulit untuk
membedakannya.
725 1 1 0
(Sumber : Pika Apriyance, Meja 5, Kelompok E, 2014).
Tabel 2. Hasil Pengamatan Uji Rangsangan Tunggal

Panelis
Kriteria Penilaian
Warna Rasa Aroma
385 725 385 725 385 725
1 1 1 1 1 0 0
2 0 0 1 1 1 0
3 1 0 1 0 1 0
4 0 1 0 1 0 0
5 1 1 1 1 1 1
6 0 1 1 0 0 0
7 1 1 1 1 1 1
8 1 0 1 0 1 0
9 1 0 1 0 1 0
10 0 0 1 0 1 0
11 1 1 1 1 1 1
12 0 1 0 1 0 1
13
14 1 0 1 0 1 0
15 0 0 0 1 0 1
16 1 1 1 1 1 1
17 1 0 1 0 1 1
18 1 0 1 0 1 0
11 8 14 9 12 6


Berdasarkan table hasil pengamatan didapat tanggapan yang
benar untuk warna rasa dan aroma adalah 11, 14, 12. Sedangkan berdasrkan hasil
table two sampel test diperoleh jumlah minimum tanggapan yang benar taraf
5% adalah 13 dan taraf 1% adalah 15 sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel
teh hijau dengan kode 385 (Nu green tea) dan kode 725 (joy tea) dalam hal warna
dan aroma tiddak berbeda tetapi dengan rasa berbeda dengan sampel R.
3.2 Pembahasan
Uji rangsangan tunggal, pengujian ini digunakan probabilitas 5% dan 1%,
hal ini karena pada dasarnya di teknologi pangan ini tidak di perlukan tingkat
ketelitian yang terlalu akurat dibandingkan dengan menggunakan probabilitas
0,1% yang biasa di gunakan dalam ilmu kedokteran yang sangat memerlukan
tingkat ketelitian yang akurat.
Uji Rangsangan Tunggal adalah salah satu metode uji pembeda dimana
panelis disediakan standar baku dan dua atau lebih sampel uji yang digunakan
untuk penggolongan suatu contoh dengan contoh lainnya. Uji rangsangan Tunggal
merupakan metode uji pembeda dengan pembanding. Uji pembeda dengan uji
pembanding diperlukan untuk tujuan mengukur atau menilai pengaruh perlakuan.
Aplikasi Uji Rangsangan Tunggal dalam penggunaan di indutri pangan
adalah Untuk membandingkan produk lama dengan yang baru, untuk menguji
dalam reformulasi produk dan untuk menguji sensitivitas panelis.
Uji pembeda terdiri atas dua jenis, yaitu sensitivity test yang mengukur
kemampuan panelis untuk mendeteksi suatu sifat sensori, dan uji different test
yang dimaksudkan untuk melihat secara statistik adanya perbedaan diantara
contoh uji. Pengujian pembeda ini meliputi uji pasangan (paired comparison),
uji segitiga (triangle test), uji pembanding ganda (duals standart test), uji
pembanding jamak (multiple standart test), uji rangsangan tunggal (single
stimulus test), uji pasangan jamak (multiple pairs test), dan uji tunggal. Uji ini
juga dipergunakan untuk menilai pengaruh beberapa macam perlakuan modifikasi
proses atau bahan dalam pengolahan pangan suatu industri, atau untuk mengetahui
adanya perbedaan atau persamaan antara dua produk dari komoditi yang sama.
Jadi, agar efektif sifat atau kriteria yang diujikan harus jelas dan dipahami panelis.
Keandalan (reliabilitas) dari uji pembedaan ini tergantung dari pengenalan sifat
mutu yang diinginkan, tingkat latihan panelis dan kepekaan masing-masing
panelis (Susiwi, 2009).
Uji pembedaan digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan
antara sampel yang disajikan. Uji ini dapat menggunakan atau tanpa sampel
pembanding. Untuk melakukan uji pembedaan, diperlukan panelis yang terlatih.
Ada beberapa macam tipe uji pembedaan, antara lain uji berpasangan (paired
comparison, paired stimuli, atau paired test), uji triangle, uji duo-trio, uji multiple
standards, uji pasangan jamak (multiple paired), dan uji stimulus tunggal
(Kartika, dkk., 1988).
Penetralan penciuman, peraba, pendengar, penglihatan, pencicipan dapat
dilakukan dengan penambahan masking agent yang dapat menyembunyikan suatu
sifat yang dimiliki oleh bahan dan hanya akan dimunculkan satu sifat yang akan
diamati.
Berdasarkan Uji Rangsangan Tunggal ini bila dihubungkan dengan
kesalahan phsiologis kita pada saat pengujian di laboratorium adalah Tendensi
Sentral yang dimana karakteristik kesalahan ini ialah panelis selalu memberi nilai
tengah pada skala nilai dan ragu-ragu untuk memberi nilai tertinggi. Efek dari
kesalahan ini adalah menganggap semua sampel yang diuji adalah sama. Hal ini
terjadi akibat panelis tidak mengenal metode pengujian dan produk yang
dinilainya.

Gambar 1. Nu green tea
Komposisi teh hijau less sugar merk Nu Green Tea adalah air, gula, ekstrak
teh hijau, vitamin C & perisa melati (Anonim, 2012).

Gambar 2. Joy Tea
Komposisi teh hijau joy tea adalah air, gula, ekstrak teh hijau, vitamin C &
perisa melati (Anonim, 2012).
IV KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini menguraikan mengenai: (1) Kesimpulan dan (2) Saran
4.1. Kesimpulan
Berdasarkan table hasil pengamatan didapat tanggapan yang
benar untuk warna rasa dan aroma adalah 11, 14, 12. Sedangkan berdasrkan hasil
table two sampel test diperoleh jumlah minimum tanggapan yang benar taraf
5% adalah 13 dan taraf 1% adalah 15 sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel
teh hijau dengan kode 385 (Nu green tea) dan kode 725 (joy tea) dalam hal warna
dan aroma tiddak berbeda tetapi dengan rasa berbeda dengan sampel R.
4.2. Saran
Saran yang ingin disampaikan sebailnya panelis dalam melakukan uji
rangsangan tunggal ini lebih memperhatikan lagi apa yang akan di ujikan, dan
panelis harus lebih sensitive agar hasil yang didapatkan sesuai dengan yang
diharapkan.






DAFTAR PUSTAKA
Anonim, (2012), Uji Rangsangan Tunggal dan Uji Pasanagn Jamak
http://yugatin47.blogspot.com/2012/11/uji-rangsangan-tunggal-uji-
bukan-dan.html Akses : 20 Maret 2014.
Anonim, (2013), Uji Rangsangan Tunggal,
http://bimantarayoga.blogspot.com/2013/01/uji-organoleptik.html
Akses : 20 Maret 2014.
Anonim, (2014), Uji Organoleptic Rangsangan Tunggal,
http://www.scribd.com/doc/129571644/90172553-Laporan-Uji-
Rangsangan-Tunggal-Dan-Pembanding-Jamak Akses : 20 Maret
2014.
Kartika, B., Pudji H., Wahyu S., (1988), Pedoman Uji Inderawi Bahan Pangan,
Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Soekarto, S.,T, (1985), Penilaian Organoleptik untuk Industri Pangan dan
Hasil Pertanian, Bharata Karya Aksara, Jakarta.
Susiwi S, (2009), Penilaian Organoleptik, http://www.scribd.com, akses: 20
maret 2014.





LAMPIRAN KUIS DAN JAWABAN
1. Sebutkan dan jelaskan macam-macam ambang rangsang!
Jawab:
Ambang Mutlak (Absolute Threshold) adalah jumlah benda perangsang
terkecil yang dapat menghasilkan kesan atau tanggapan
Ambang Pengenal (Recognition Threshold) adalah konsentrasi atau jumlah
perbandingan terendah yang dapat dikenal betulserta dapat mendeteksi kesan
dengan tepat
Ambang Pembeda (Difference Threshold) adalah Perbedaan terkecil dari
dua rangsangan yang masih dapat dikenali
Ambang Batas (Terminal Threshold) adalah jika kenaikkan tingkat
rangsangan tidak lagi mempengaruhi tingkat intensitas kesan
2. Apa yang dimaksud dengan uji threshold?
Jawab:
Uji Threshold adalah pengujian dengan menggunakan rangsangan dimana
rangsangan terkecil sudah dapat menimbulkan kesan
3. Apa saja tahapan seleksi paneli uji inderawi?
Jawab :
Wawancara
Penyaringan
Pemilihan/seleksi
Instruksi
Latihan
Uji kemampuan
4. Apa saja yang termasuk ke dalam kesahalan psikologis?
Jawab:
Contrast Effect
Tendensi Sentral
Halo Effect
Stimulus Error
Expectation Effect
Logical Error
Sugestion
5. Sebutkan tujuan dan prinsip uji threshold!
Jawab :
Tujuan : untuk melatih kepekaan indera peencicip atau penciuman terhadap
berbagai rangsangan. Selain itu untuk menentukan ambang mutlak, ambang
pengenalan, ambang pembedaan dan ambang batas
Prinsip : berdasarkan sensitivitas panelis dalam menentukan rangsangan
terendah yang mulai dapat menghasilkan kesan




LAMPIRAN HASIL
Hasil Pengamatan Uji Rangsangan Tunggal

Panelis
Kriteria Penilaian
Warna Rasa Aroma
385 725 385 725 385 725
1 1 1 1 1 0 0
2 0 0 1 1 1 0
3 1 0 1 0 1 0
4 0 1 0 1 0 0
5 1 1 1 1 1 1
6 0 1 1 0 0 0
7 1 1 1 1 1 1
8 1 0 1 0 1 0
9 1 0 1 0 1 0
10 0 0 1 0 1 0
11 1 1 1 1 1 1
12 0 1 0 1 0 1
13
14 1 0 1 0 1 0
15 0 0 0 1 0 1
16 1 1 1 1 1 1
17 1 0 1 0 1 1
18 1 0 1 0 1 0
11 8 14 9 12 6
(Sumber: Kelompok E, 2014)