Anda di halaman 1dari 44

ANATOMI DAN FISIOLOGI SINUS

PARANASAL
Oleh : Arum Diah Pusporini

Pembimbing Klinik :
dr. Bastiana, M.Kes, Sp.THT-KL

EMBRIOLOGI TINGKAT PERKEMBANGAN SINUS
FRONTAL DAN MAKSILA
SINUS FRONTALIS
Terletak di os.frontal
Ukuran rata-rata :
tinggi 3 cm
lebar 2-2,5 cm
dalam 1,5-2 cm
isi rata-rata 6-7 ml.
berdrainase melalui ostium frontalis di ressus frontal yang
berhubungan dengan infundibulum ethmoid

SINUS MAKSILARIS/ANTRUM HIGHMORE
Ukuran
BBL:
tinggi = 7-8;
lebar = 4-6 mm;
volume = 8 ml
Usia 15 tahun :
tinggi = 31-32 mm;
lebar = 18-20mm;
dalam = 19-20 mm;
volume 15 ml
BATAS-BATAS
Anterior : fosa kanina
Posterior : permukaan infra-temporal maksila,
Medial : dinding lateral rongga hidung.
Dinding medial atau dasar antrum dibentuk oleh lamina
vertikalis os palatum, proc. uncinatus os ethmoid, proc.
maksilaris konka inferior, dan sebagian kecil os
lakrimalis.
Superior : dasar orbita
Inferior : prosesus alveolaris dan palatum.
Ostium sinus maksila berada di sebelah superior
dinding medial sinus dan bermuara ke hiatus
semilunaris melalui infundibulum ethmoid.
DINDING MEDIAL ANTRUM YANG MEPERLIHATKAN
HUBUNGAN DENGAN STRUKTUR-STRUKTUR INTRA
NASAL
SINUS ETHMOIDALIS
Mulai terbentuk pada janin berusia 4 bulan
berkembang sampai mencapai masa pubertas.
Ukuran :
anterior ke posterior = 4-5 cm
tinggi = 2,4 cm
Lebar = 0,5 cm di bagian anterior
1,5 cm di bagian posterior
volume = 14 ml.

sinus ethmoid anterior yang bermuara di meatus
medius

sinus ethmoid posterior yang bermuara di meatus
superior yang berhubungan dengan sinus sphenoid

sinus ethmoid anterior dan posterior dipisahkan
oleh lamina basalis
BATAS-BATAS
Atap (fovea ethmoidalis ) : lamina kribrosa
Lateral : lamina papirasea
Posterior : sinus sphenoid
POTONGAN SAGITAL MELALUI LABIRIN
ETHMOID
POTONGAN HORIZONTAL MELALUI LABIRIN
ETHMOID
SINUS SPHENOIDALIS
Letak : os sphenoid di belakang sinus ethmoid
posterior.
Sinus sphenoid dibagi oleh septum intersphenoid
Ukuran
tinggi = 2 cm
Lebar = 1,7 cm
Dalam = 2,3 cm,
Volume = 5 - 7,5 ml.
BATAS-BATAS
Superior : fosa serebri media dan gl. hipofisa
Inferior : atap nasofaring
Lateral : sinus kavernosus dan a.karotis interna
Posterior : fosa serebri posterior
Anterior : sinus ethmoid
POTONGAN SAGITAL MELALUI LABIRIN
ETHMOID
KOMPLEKS OSTIO-MEATAL
VASKULARISASI
INNERVASI SINUS
FISIOLOGI SINUS PARANASALIS
1. Sebagai pengatur kondisi udara (air conditioning)
2. Sebagai penahan suhu (thermal insulators)
3. Membantu keseimbangan kepala
4. Membantu resonansi suara
5. Sebagai peredam perubahan tekanan udara
6. Membantu produksi mukus

SISTEM MUKOSILIAR
Mukosa sinus paranasal
Silia
Palut lendir (blanket mucous)
Transport mukosiliar

MUKOSA SINUS PARANASAL
Epitel : pseudostratified ciliated columnar
epithelium
sel :
Sel kolumnar bersilia menggerakkan mukus dengan
kecepatan rata2 9mm/menit
sel kolumnar tidak bersilia mikrovili pada
permukaannya yang berfungsi menghangatkan dan
melembabkan udara sebelum masuk ke saluran
pernapasan bawah
sal goblet produksi glikoprotein yang memengaruhi
karakteristik mukus
sel basalmenggantikan sel-sel bersilia atau sel-sel
goblet yang telah mati

SILIA
struktur yang menonjol dari permukaan sel.
Bentuknya panjang, dibungkus oleh membran sel
dan bersifat mobile.
Jumlah silia dapat mencapai 200 buah pada tiap
sel.
Panjang 6 m; diameter 0,3 m.
Struktur silia terbentuk dari dua mikrotubulus
sentral tunggal yang dikelilingi sembilan pasang
mikrotubulus luar.
Mikrotubulus dihubungkan satu sama lain oleh
bahan elastis yang disebut neksin
Tiap silia tertanam pada badan basal yang letaknya
tepat di bawah permukaan sel
POLA GERAKAN SILIA
active stroke : cepat dan tiba-tiba ke salah satu
arah dengan ujungnya menyentuh lapisan
superfisial sehingga menggerakkan lapisan ini.
recovery stroke : bergerak kembali lebih lambat
dengan ujung tidak mencapai lapisan superfisial
metachronical waves : Silia berurutan seperti efek
domino pada satu area arahnya sama

SKEMA MUKOSILIAR
SUMBER ENERGI SILIA
ADP ATP
ATP berada di lengan dinein yang menghubungkan
mikrotubulus dalam pasangannya. Sedangkan
antara pasangan yang satu dengan yang lain
dihubungkan dengan bahan elastik yang diduga
neksin
Gerak silia terjadi 12 sampai 1400 kali/menit.
MIKROVILIA
Panjang maksimal 2 m ; diameternya 0,1 m atau
1/3 diameter silia.
Tidak bergerak
Jumlahnya mencapai 300-400 buah tiap sel.
Mikrovilia merupakan perluasan membran sel, yang
menambah luas permukaan sel.
Membantu pertukaran cairan dan elektrolit dari dan
ke dalam sel epitel mencegah kekeringan
permukaaan sel
PALUT LENDIR (BLANKET MUCOUS)
diproduksi oleh kelenjar mukus dan serous,
terutama oleh sel-sel goblet pada mukosa.
PH 7 atau sedikit asam
Komposisi :2,5-3% musin, garam 1-2% dan air
95%, juga mengandung IgA.

LAPISAN BLANKET MUCOUS
lapisan perisiliar : menyelimuti batang sillia, lebih tipis dan
kurang lengket
berperan penting pada gerakan silia karena sebagian
besar batang silia berada dalam lapisan ini.




Lapisan superfisialis : lendir yang lebih kental yang
mengandung glikoprotein
menangkap partikel terinhalasi dan dikeluarkan oleh gerakan
mukosiliar, menelan atau bersin.
sebagai pelindung pada temperatur dingin, kelembaban
rendah, gas atau aeosol yang terinhalasi
menginaktifkan virus yang terperangkap
lapisan lendir digerakan oleh silia di bawahnya
bersamaan dengan materi-materi asing yang
terperangkap olehnya, secara berkesinambungan
ke arah faring dan esophagus untuk kemudian
ditelan atau dibatukkan
VIDEO TRANSPORT MUKOSILIAR
TRANSPORT MUKOSILIAR
arah gerakan silia pada sinus seperti spiral, dimulai
dari tempat yang jauh dari ostium.

Kecepatan bertambah secara progresif saat
mencapai ostium, dengan kecepatan 15 hingga 20
mm/menit.
sekret dari anterior bermuara di dekat infundibulum
ethmoid dialirkan ke arah nasofaring.

Sekret dari sinus posterior bergabung di resesus
sphenoethmoidmenuju nasofaring.

Dari rongga nasofaring mukus turun ke bawah oleh
gerakan menelan

VIDEO ANATOMI SINUS PARANASAL




TERIMA KASIH