Anda di halaman 1dari 27

MARLI NA PUTRI P.

PEKPEKAI
10 2013 041
F10
FAKULTAS KEDOKTERAN UNI VERSI TAS
KRI STEN KRI DA WACANA
Struktur Otak dan Meninges
serta Peran Cairan Serebrospinal pada Otak

Scenario 3
seorang laki-laki , usia 20 tahun tengah menonton televisi
ketika tiba-tiba merasa nyeri pada bahu, sulit bernapas , dan lemas.
Ayahnya segera membawa putranya ke UGD. Pemeriksaan radiologi
toraks memperlihatkan tanda pneumothoraks.
MIND MAP
RM
Sistem
Respirasi Atas
dan Bawah
makro
Mikro
Mekanisme dan
pengendlian
respirasi
Pengendalian
asam basa
Difusi dan
Transport gas
Pneumothoraks
Tekanan
Hipotesis

Sesak napas ,nyeri dan lemas disebabkan
kerena pneumothoraks.
Respirasi
Untuk membakar dan menghasilkan energy
Membuang , zat sisa hasil metabolisme
Meliputi : Inspirasi dan Ekspirasi
Struktur Sistem Rerpirasi
Saluran Pernapasan
Atas
Saluran Pernapasan
Bawah
Hidung
Larynx
Pharynx
Trakea
Bronkus
Paru Paru
Bagian Konduksi
Untuk menyalurkan udara
Rongga hidung-bronkiolus terminalis
Bagian Respiratorik
Bronkiolus respiratorius-alveolus
Tempat berlangsungnya pertukaran gas
Saluran Pernapasan
Atas
Rongga Hidung
Terdapat :
Nares nasal ( dibatasi oleh septum nasi)
Saluran Tempat bermuaranya sinus
paranasal )

- Meautus nasi Superior
- Meatus nasi Medius
- Meatus nasi Inferior
Dibatasi oleh konka nasalis.

Terdapat 4 sinus paranasal

Sinus Frontalis
Maxilaris
Sphenoidalis
Ethmoidalis
meringankan tulang tengkorak dan
memberikan resonansi suara
Pharynx
Pharynx adalah tabung muskular berukuran 12,5cm
yang merentang dari bagian dasar tulang tengkorak
sampai oesophagus.
Pharynx terbagi menjadi nasofaring, orofaring, dan
laringofaring
Mikroskopis :
Naso Pharynx : epitel respirasi, ada kelenjar campur, ada
noduli limfatisi
Oro Pharynx : epitel berlapis gepeng tanpa lapiran tanduk, ada
tonsila palatina ( amandel)
Laringo Pharynx : epitel bervariasi, sebagian besar epitel
berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk.
Laring tabung tidak teratur yang
menghubungkan faring dan trakea.

Tulang rawan yang besar ( tiroid ,
Cricoid dan kartilago aritenoidea )
merupakan tulang rawan hialin.

Tulang rawan yang lebih kecil ( epiglottis,
kuneformis, kornikulatum dan ujung
aritenoid) merupakan tulang rawan
elastin.
Laring
Terdapat :
Epiglotis
Pars lingualis
Pars laryngealis
Plica Vestibula
Plica Vocalis
Trakea
Tuba dengan panjang 10cm
sampai 12 cm dan diameter 2,5
cm serta terletak di atas
permukaan anterior esofagus.
Membelah menjadi dua
bronkus utama.
Trakea dapat tetap terbuka
karena adanya 16 sampai 20
cincin kartilago hialin
berbentuk C.
Trakea dilapisi epitelium
respiratorik (kolumnar
bertingkat dan bersilia) yang
mengandung banyak sel goblet
Percabangan Bronkus

Percabangan dari Trakea
ekstrapulmonar sampai memasuki paru-paru,
dalam paru disebut bronki intrapulmonar.

Bronkus bronkiolusbronkiolus
terminalbronkiolus respiratorikduktus
alveolaralveoli.

Tidak ada kartilago dalam bronkiolus; silia
tetap ada sampai bronkiolus respiratorik
terkecil
Paru-paru
Paru-paru adalah organ berbentuk piramid seperti
spons dan berisi udara, terletak didalam toraks.
Paru kanan memiliki 3 lobus dan paru kiri memiliki
2 lobus.
apeks : bagian atas iga pertama,
Basal : diafragma
Paru-paru dibungkus oleh membran pleura.
Pleura viseral : menempel ke paru
Pleura parietal : menempel ke dinding toraks
Paru- Paru ( Pulmo )
No Pulmo Dexter Pulmo Sinister
1. Memiliki 3buah Lobus Memiliki 2buah Lobus
2.
Radixnya berada diatas A.Pulmonalis atau
berada sejajar
Radixnya berada dibawah A.Pulmonalis
3. Memiliki Apex Pulmonalis Memiliki Apex Pulmonalis
4. Memiliki Hilus Pulmonalis Memiliki Hilus Pulmonalis
5.
Memiliki Fissura Horizontalis dan Fissura
Obliqua
Hanya memiliki Fissura Horizontalis
6.
Jejas pada facies mediastinalis:
- Facies cardiaca
- Sulcus A. Subclavia
- Sulcus Vena Cava Superior
- Sulcus Vena Cava Inferior
- Sulcus V.Anonyma
- Sulcus V.Azygos
- Sulcus Trachea
- Sulcus Oesophagus
Jejas pada facies mediastinalis:
- Facies Cardiaca
- Sulcus A.Subclavia
- Sulcus V.Anonyma
- Sulcus Trachea
- Oesophagus
- Sulcus Ao.Thoracalis
- Sulcus Arcus Aorta
- Sulcus A.Carotis Com
7.
Memiliki 10 Bronchus Segmentorum (Lobus
Superior sebanyak 3 bronchus lobaris, Lobus
Medius sebanyak 2 bronchus lobaris dan Lobus
Inferior sebanyak 5 bronchus lobaris basalis)
Memiliki 10 Bronchus Segmentorum (Lobus
Superior sebanyak 5 bronchus lobaris dan
Lobus Inferior sebanyak 5bronchus lobaris
basalis)
Otot inspirasi utama ( principal ) :

Muskulus interkostalis eksterna ,
Muskulus interkartilaginus parasternal dan
Otot diaframga


Otot inspirasi tambahan :

* Muskulus sternocleidomastoideus
Muskulus skalenus anterior
Muskulus skalenus medius
Muskulus skalenus posterior

Ekpirasi diperlukan konstribusi kerja otot- otot:

Muskulus interkostalis interna
Muskulus interkartilaginus parasternal
Muskulus rektus abdominis
Muskulus oblikus abdominis eksternus
Mekanisme Penapasan
Dikenal sebagai Ventilasi Paru-paru
(Pulmonary ventilation)
Inspirasi
tenang (otot inspirasi kontraksi)
kuat (otot inspirasi + otot tambahan kontraksi)

Ekspirasi
tenang (otot inspirasi relaksasi)
kuat (kontraksi otot ekspirasi)
Terdapat tiga tekanan yang berperan penting dalam ventilasi, yaitu :


Tekanan atmosfer ( Barometrik )
Tekanan yang timbulkan oleh berat udara di atmosfer pada benda di
permukaan bumi. Pada ketinggian permukaan laut tekanan ini sama dengan
760 mmHg.

Tekanan intra-alveolus ( tekanan intraparu )
Merupakan tekanan yang ada di dalam alveolus. Karena alveolus berhubungan
dengan atmosfer melalui saluran napas pengahantar , udara sepat mengalir
menuruni gradient tekanannya setiap tekanan intra-alveolus berbeda dari
tekanan atmosfer ; udara terus mengalir sampai kedua tekanan seimbang (
ekuilibrium ).

Tekanan Intrapleura
Merupakan tekanan di dalam kantung pleura. Tekanan ini , yang juga dikenal
sebagai tekanan intrathoraks, adalah tekanan yang ditimbulkan di luar paru di
dalam rongga thoraks.
Difusi dan Transport gas
104
45 95
40
45
40
45
40
Pengendalian Pernapasan
Kimiawi
Kemoreseptor
Sentral
Perifer
Sistem Saraf
Pons
Apneutik
Pneumotaksis
Pengendalian pernafasan
Pons
pusat apneutik dan pusat pnumotaksis.
Apneutik : mengirimkan rangsangan impuls pada area inspirasi dan menghambat
ekspirasi.
Pneumotaksis : membatasi durasi inspirasi, dan dibantu juga oleh N.X (Vagus)
Kendali Kimia
Ada 2 jenis kemoreseptor, yaitu kemoreseptor pusat yang berada di
medulla dan kemoreseptor perifer yang berada di badan aorta dan
karotid pada sistem arteri.
a. Kemoreseptor pusat, dirangsang oleh peningkatan kadar karbon
dioksida dalamdarah arteri, peningkatan ion hidrogen dengan merespon
peningkatan frekuensi dan kedalaman pernapasan.
b. Kemoreseptor perifer, reseptor kimia ini peka terhadap
perubahan konsentrasi oksigen, karbon dioksida dan ion hidrogen.
Misalnya adanya penurunan oksigen, peningkatan karbon dioksida dan
peningkatan ion hidrogen maka pernapasan menjadi meningkat.

Keseimbangan Asam Basa
Ph Normal : 7,35-7,45

> 7, 45 Alkalosis
< 7,35 Asidosis
Bila terjadi perubahan maka akan di stabilkan dengan :

mengaktifkan sistem dapar kimia
mekanisme pengontrolan pH oleh sistem pernapasan
mekanisme pengontrolan pH oleh sistem perkemihan

Ada 4 sistem dapar kimia, yaitu:
Dapar bikarbonat
Dapar protein
Dapar hemoglobin
Dapar fosfat
Ada 4 kategori ketidakseimbangan asam-basa, yaitu:


Asidosis respiratori, > CO2 hipoventilasi. Pembentukan
H2CO3dan disosiasi asam ini akan meningkatkan konsentrasi ion H.



Alkalosis respiratori, < CO2 hiperventilasi. Pembentukan
H2CO3 menurun sehingga pembentukan ion H menurun.


Asidosis metabolik, Diare akut, diabetes mellitus, olahraga yang
terlalu berat, dan asidosis uremia akibat gagal ginjal akan menyebabkan
penurunan kadar bikarbonat sehingga kadar ion H bebas meningkat.


Alkalosis metabolik, penurunan kadar ion H dalam plasma
karena defisiensi asam non-karbonat. Akibatnya konsentrasi H
2
CO
3

meningkat.

kehilangan ion H muntah-muntah dan minum obat-obat alkalis.
Hilangnya ion H akan menyebabkan berkurangnya kemampuan
untuk menetralisir bikarbonat, sehingga kadar bikarbonat plasma
meningkat.
Pneumothorax
Normal : Tdk ada udara dlm Pleura
Keadaan abnormal masuknya udara ke
dalam rongga pleura dikenal sebagai
pneumothoraks ( udara dalam darah )
Jika , dinding dada tertusuk ( misalnya oleh
luka tusuk atau iga yang patah ) , udara
mengalir menuruni gradient tekanan dari
tekanan atmosfer yang tinggi ke dalam ruangan
pleura.
Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan diatas respirasi ( pernapasan )
melibatkan keseluruhan proses yang menyebabkan pergerakan pasif O
2

dari atmosfer ke jaringan untuk menunjang metabolisme sel, serta
pergerakan pasif CO
2
selanjutnya yang merupakan produk sisa
metabolisme dari jaringan ke atmosfer. Merupakan suatu proses yang
terjadi secara otomatis walau dalam keadaan tertidur sekalipun karena
sistem pernapasan dipengaruhi oleh susunan saraf autonom di medulla
( pons) . Adapun anatomi dari sistem pernapasan itu meliputi
hidung(nasal), faring(tekak), laring(pangkal tenggorokan), trakea(batang
tenggorokan), bronkus(cabang tenggorokan), alveoli, paru-paru dan
pleura. Dalam proses respirasi terjadi pertukaran gas antara O
2
dan CO
2

yang terjadi baik di dalam alveoli ataupun di jaringan, dengan cara difusi .
Pada keadaan ini tubuh dapat menyeimbangkan konsentrasi asam basa
dalam tubuh. Pada kasus , Pneumotoraks dapat menyebabkan sesak napas
dikarenakan adanya udara yang masuk dalam pleura yang disebabkan
adanya cedera .