Anda di halaman 1dari 60

Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved

Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved


Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
Minyak dan Gas Bumi (Migas) merupakan sumberdaya yang amat sangat penting di bidang energi, karena Migas
merupakan salah satu penggerak roda perekonomian. Seiring pertumbuhan ekonomi kebutuhan energi kian meningkat
dari tahun ke tahun. Di tengah meningkatnya kebutuhan energi Indonesia, kian marak isu krisis energi yang akar
masalahnya yakni besarnya kergantungan terhadap bahan bakar minyak yang berasal dari minyak bumi, sementara itu
harga minyak bumi dari tahun ke tahun cenderung naik secara signifikan, kenaikan ini salah satunya di sebabkan oleh
permintaan sumber energi berupa minyak bumi sebagai konsekuensi atas pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Seiring bertambahnya populasi penduduk, kebutuhan akan energi terus meningkat. Di negara-negara lain sudah
mengalihkan ke energi alternatif dengan beragam teknologi tinggi. Hanya Indonesia masih beradaptasi dan masih
mengandalkan minyak bumi sebagai sumber utama energi. Padahal berbagai negara telah beralih ke pemakaian energi
alternatif lain, misalnya beralih ke energi baru terbarukan. Di sisi lain, produksi minyak mentah dalam negeri terus
menurun setiap tahunnya.
Ada tiga kriteria utama agar kemandirian energi yang menopang ketahanan energi
nasional dapat tercapai, yang pertama adalah aksesbilitas energi yaitu kemampuan untuk
mendapatkan akses energi, terkait dengan ketersediaan infrastruktur. Yang kedua adalah
daya beli masyarakat terhadap energi dan ketiga adalah ketersediaan energi pada sisi
hilir (demand side).
Pengelolaan energi di Indonesia masih sulit mencapai tahap mandiri untuk mendukung ketahanan nasional.
Sekalipun memiliki potensi cadangan energi yang relatif besar jumlah dan ragamnya, keterbatasan infrastruktur
dan mekanisme subsidi menyebabkan ketahanan energi itu berjalan timpang.
Paradigma industri migas nasional saat ini haruslah beralih dari paradigma berpikir produksi-hulu (supply-side)
menuju paradigma konsumsi-hilir (demand-side). Ketidakseimbangan antara konsumsi dan produksi energi
membutuhkan penanganan dan pengelolaan energi yang lebih baik komprehensif.
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
REALISASI PRODUKSI MINYAK BUMI INDONESIA
Sumber: BP Migas
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
PRODUKSI MINYAK BUMI NASIONAL (PERKIRAAN)
1
st
peak 1977
2
nd
peak 1994
Prediksi puncak produksi
1-5 tahun
Today

Q = 22 BBO
85% of Qt
Future

Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
Adanya kecenderungan penurunan produksi minyak
bumi
ISU MIGAS NASIONAL
Prediksi Produksi Minyak Indonesia (Metoda M. King Hubbert), Sumber: KESDM-2008
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
PRODUKSI GAS BUMI NASIONAL
(PERKIRAAN)
peak 2023
Prediksi puncak produksi
1-5 tahun
Q = 75 TCF
Pa = 32 %
P1 = 59%
Pf = 68 %
= 160 TCF
Today

Future

Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
KEBIJAKAN ENERGI NASIONAL
(Berdasarkan UU Energi No. 30 tahun 2007)
Peningkatan
Kegiatan
Ekonomi
Ketahanan
Nasional
P
E
R
A
N
A
N

E
N
E
R
G
I

K
E
T
A
H
A
N
A
N

E
N
E
R
G
I

EKSPLORASI
PRODUKSI
KONSERVASI
(OPTIMASI
PRODUKSI)
DIVERSIFIKASI
KONSERVASI
(EFISIENSI)
SUPPLY SIDE
POLICY
DEMAND SIDE
POLICY
JAMINAN
PASOKAN
PENINGKATAN
KESADARAN
PELAKU USAHA
DAN
MASYARAKAT
HARGA ENERGI
S
H
I
F
T
I
N
G

P
A
R
A
D
I
G
M

SUBSIDI
LANGSUNG
MENUJU HARGA
KEEKONOMIAN
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
PERAN MIGAS TERHADAP PEMBANGUNAN
NASIONAL
Sumber: KESDM
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
DASAR HUKUM BPH MIGAS
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
TUGAS , FUNGSI DAN WEWENANG BPH MIGAS
Mengatur dan
menetapkan
ketersediaan dan
distribusi BBM.
Mengatur dan
menetapkan
cadangan BBM
nasional.
Mengatur dan
menetapkan
pemanfaatan
bersama fasilitas
pengangkutan dan
penyimpanan BBM.
Mengatur dan
menetapkan tarif
pengangkutan gas
bumi melalui pipa.
Mengatur dan
menetapkan harga
gas bumi untuk
rumah tangga dan
pelanggan kecil.
Mengatur dan
menetapkan
pengusahaan
transmisi dan
distribusi gas bumi.
FUNGSI
1. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan penyediaan
dan pendistribusian BBM agar terjamin di seluruh wilayah
NKRI dan kegiatan usaha pengangkutan gas bumi melalui
pipa pada kegiatan usaha hilir;
2. Meningkatkan pemafaatan gas bumi di dalam negeri.

WEWENANG
1. Menetapkan kewajiban badan usaha untuk melakukan
penyediaan dan pendistribusian BBM di daerah yang mekanisme
pasarnya belum berjalan dan pada daerah terpencil;
2. Menetapkan volume alokasi cadangan BBM masing-masing
badan usaha;
3. Menetapkan pemanfaatan fasilitas bersama untuk
mengoptimalkan infrastruktur pendistribusian BBM dan
pengangkutan gas bumi melalui pipa;
4. Menetapkan tarif pengangkutan gas bumi melalui pipa
5. Menetapkan dan memberlakukan Sistem Informasi dan Akun
Pengaturan Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa
6. Menyelesaikan perselisihan yang timbul terhadap pemegang Hak
Khusus
7. Mengusulkan kepada Menteri Keuangan mengenai Besaran Iuran
Badan Usaha
8. Memberikan Hak Khusus pengangkutan Gas Bumi melalui Pipa
sesuai dengan Rencana Induk

Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
STATUS DAN PERAN BADAN PENGATUR
Status
Lembaga Pemerintah yang dalam melaksanakan fungsi, tugas dan
wewenangnya bersifat independen.
Peran

Regulatory Body, membuat aturan
main yang sehat, wajar dan
transparan.
Supervisory Body, mengawasi
pelaksanaan kegiatan usaha hilir
migas.
Dispute Resolution Body,
menyelesaikan perselisihan yang
timbul dalam kegiatan usaha hilir
migas.
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
PEMANGKU KEPENTINGAN BADAN PENGATUR
3 Pemangku Kepentingan

Pemerintah, mengawasi dan
membuat aturan main yang
sehat, wajar dan transparan.
Badan Usaha, melaksanaan
kegiatan usaha hilir migas
dengan efisien dan efektif
sehingga dapat mendapatkan
keuntungan yang wajar .
Masyarakat/Konsumen,
mendapat kan pelayanan dan
harga yang wajar.
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
REGIONAL
LINGKUNGAN STRATEGIS
NASIONAL GLOBAL
PENGATURAN
PENGAWASAN
KOMITE/KA.
BPH MIGAS
BIDANG
SEKRETARIAT


1. INDUSTRI HILIR MIGAS
KOMPETITIF, EFISIEN,
EFEKTIF, TRANSPARAN,
DAN SEHAT
2. KETERSEDIAAN / TIDAK
ADA KELANGKAAN BBM
3. PENINGKATAN
PEMANFAATAN GAS
BUMI DALAM NEGERI
4. MENDORONG
PENINGKATAN
INVESTASI UNTUK
PEMB.INFRASTRUKTUR
5. KEGIATAN USAHA HILIR
MIGAS YANG
BERKEMBANG EFISIEN,
EFEKTIF,
SEHAT DAN
TRANSPARAN
SASAR
AN
PENYELESAIAN
PERSELISIHAN



1. PENINGKATAN KEBUTUHAN BBM DAN
GAS BUMI.
2. KETERBATASAN INFRASTRUKTUR
DISTRIBUSI BBM DAN GAS BUMI.
3. KETERBATASAN PASOKAN BBM DAN
GAS BUMI.
4. PENYALAHGUNAAN BBM BERSUBSIDI.
5. KETERBATASAN SDM DAN TEKNOLOGI
PENGAWASAN RANTAI PASOK BBM.

PERMASALAHAN
1. PENGATURAN DAN PENGAWASAN
PENYEDIAAN DAN PENDITRIBUSIAN BBM.
2. PENGAWASAN, PERENCANAAN SUPPLY-
DEMAND, MONITORING DAN EVALUASI,
PEMBANGUNAN SISTEM.
3. PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR
RANTAI PASOK BBM DAN GAS BUMI, PIPA
TRANSMISI DAN DISTRIBUSI GAS BUMI.
4. PENYUSUNAN PERATURAN/ PEDOMAN
YANG DITERBITKAN BPH MIGAS.
5. TERJAMINNYA KEPASTIAN INVESTASI
OLEH BADAN USAHA SERTA HARGA YANG
DAPAT TERJANGKAU OLEH MASYARAKAT.
ARAH KEBIJAKAN
KONDISI YANG
DIINGINKAN:
T
U
P
O
K
S
I

B
P
H

M
I
G
A
S

INSTRUMEN INPUT
(LANDASAN YURIDIS)
ARAH KEBIJAKAN BPH MIGAS
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved

PASAL 5 AYAT 2 - UU NO. 22 TAHUN 2001
KEGIATAN USAHA HILIR YANG MENCAKUP:

1. PENGOLAHAN;
2. PENGANGKUTAN;
3. PENYIMPANAN;
4. NIAGA

PASAL 7

(1) KEGIATAN USAHA HILIR SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PASAL 5
AYAT 2 DILAKSANAKAN DENGAN IZIN USAHA SEBAGAIMANA
DIMAKSUD DALAM PASAL 1 ANGKA 20.
(2) KEGIATAN USAHA HILIR SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PASAL 5
AYAT 2 DISELENGGARAKAN MELALUI MEKANISME USAHA YANG
WAJAR, SEHAT DAN TRANSPARAN.

KEGIATAN USAHA HILIR
KILANG
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
Keterangan
: Unit Pengolahan/Kilang
: Jalur Distribusi BBM : Depot-depot BBM
: Transit Terminal
: Terminal Back Loading
BITUNG
SABANG
KRUENG RAYA
LHOK SEUMAWE
UP. I - PKL. BRANDAN
LAB. DELI
UP. II - DUMAI
SIAK
MEULABOH
SIBOLGA
G. SITOLI
TT. TLK.
KABUNG
BENGKULU
JAMBI
PANJANG
UP. III - PLAJU
P. NATUNA
P. BATAM
SEMARANG
SURABAYA
CAMPLONG
MENENG
TT. TLK
MANGGIS
AMPENAN
BIMA
BADUNG
REO
ENDE
WAINGAPU
MAUMERE
L. TUKA
KALABAHI
ATAPUPU
DILI
KUPANG
SAUMLAKI
DOBO
TUAL
FAK - FAK
NABIRE
MERAUKE
JAYAPURA
BIAK
SERUI
MANOKWARI
SORONG
BULA
MASOHI
NAMLEA
SANANA
PABUHA
UP. IV
CILACAP
PONTIANAK
SINTANG
SAMPIT
CILIK RIWUT
PKL.BUN P. PISANG
BANJARMASIN
BALIKPAPAN
SAMARINDA
TARAKAN
TOLI - TOLI
MOUTONG
DONGGALA
PARIGI
POSO
GORONTALO
KOLONDALE
PALOPO
TAHUNA
KOTA BARU
PARE - PARE
P. SAMBU
BONTANG
PLUMPANG
UP.VI
BALONGAN
LUWUK
KENDARI
KOLEKA
RAHA
BAU -BAU
UJ. PANDANG
SUBUNG
TT.
WAY AME
TOBELO
TERNATE
BANGGAI
KALBUT
IMPORT
IMPORT
TT.
TG. GEREM/MERAK
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
2007 2008 2009 2010 2011
BBM Non Subsidi 23,428 23,816 26,241 26,833 29,742
BBM Subsidi 38,665 39,225 37,826 38,266 41,785
Total Konsumsi Nasional 62,093 63,041 64,067 65,099 71,527
B
B
M

N
o
n

S
u
b
s
i
d
i
B
B
M

N
o
n

S
u
b
s
i
d
i
B
B
M

N
o
n

S
u
b
s
i
d
i
B
B
M

N
o
n

S
u
b
s
i
d
i
B
B
M

N
o
n

S
u
b
s
i
d
i
B
B
M

S
u
b
s
i
d
i
B
B
M

S
u
b
s
i
d
i
B
B
M

S
u
b
s
i
d
i
B
B
M

S
u
b
s
i
d
i
B
B
M

S
u
b
s
i
d
i
T
o
t
a
l

K
o
n
s
u
m
s
i

N
a
s
i
o
n
a
l
T
o
t
a
l

K
o
n
s
u
m
s
i

N
a
s
i
o
n
a
l
T
o
t
a
l

K
o
n
s
u
m
s
i

N
a
s
i
o
n
a
l
T
o
t
a
l

K
o
n
s
u
m
s
i

N
a
s
i
o
n
a
l
T
o
t
a
l

K
o
n
s
u
m
s
i

N
a
s
i
o
n
a
l
-
10,000
20,000
30,000
40,000
50,000
60,000
70,000
80,000
Sumber : BPH Migas, 2012
Juta KL
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
(Sumber : BPH Migas, 2012)
Konsumsi BBM Non Subsidi dari tahun ketahun menunjukkan kenaikan konsumsi, pada
tahun 2008 naik 2% bila dibandingkan dengan tahun 2007, dan seterusnya tahun 2009
naik 10%, tahun 2010 naik 3% dan tahun 2011 naik 10%.
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
Sumber : BPH Migas, 2012
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
PERBANDINGAN REALISASI BBM JENIS TERTENTU
TAHUN 2012, KUOTA TAHUN 2013 DAN REALISASI JAN s.d MAR 2013
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
GRAFIK REALISASI TAHUN 2012, KUOTA TAHUN 2013
DAN REALISASI JAN s.d MAR 2013
UNTUK BBM JENIS PREMIUM TERTENTU TAHUN
Bulan
Kiloliter (KL)
2,000,000
2,100,000
2,200,000
2,300,000
2,400,000
2,500,000
2,600,000
2,700,000
2,800,000
Jan Feb Mar April Mei Juni Juli Agust Sept Okt Nop Des
Realisasi 2012
Kuota 2013
Realisasi 2013
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
-
20,000
40,000
60,000
80,000
100,000
120,000
140,000
160,000
180,000
Jan Feb Mar April Mei Juni Juli Agust Sept Okt Nop Des
Realisasi 2012
Kuota 2013
Realisasi 2013
GRAFIK REALISASI TAHUN 2012, KUOTA TAHUN 2013
DAN REALISASI JAN s.d MAR 2013
UNTUK BBM JENIS KEROSENE TERTENTU TAHUN
Bulan
Kiloliter (KL)
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
1,000,000
1,050,000
1,100,000
1,150,000
1,200,000
1,250,000
1,300,000
1,350,000
1,400,000
1,450,000
Jan Feb Mar April Mei Juni Juli Agust Sept Okt Nop Des
Realisasi 2012
Kuota 2013
Realisasi 2013
Bulan
GRAFIK REALISASI TAHUN 2012, KUOTA TAHUN 2013
DAN REALISASI JAN s.d MAR 2013
UNTUK BBM JENIS MINYAK SOLAR TERTENTU TAHUN
Kiloliter (KL)
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
GRAFIK TOTAL REALISASI BBM JENIS TERTENTU TAHUN 2012
, KUOTA TAHUN 2013 DAN REALISASI JAN s.d MAR 2013
Bulan
Kiloliter (KL)
3,200,000
3,300,000
3,400,000
3,500,000
3,600,000
3,700,000
3,800,000
3,900,000
4,000,000
4,100,000
4,200,000
Jan Feb Mar April Mei Juni Juli Agust Sept Okt Nop Des
Realisasi 2012
Kuota 2013
Realisasi 2013
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
KONDISI PENYALURAN BBM JENIS TERTENTU
BULAN JANUARI S.D MAR 2013
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
KUOTA DAN REALISASI BBM BERSUBSIDI 2013
Realisasi JBT Triwulan I Tahun 2013*
Realisasi Vs Kuota Triwulan I Tahun 2013
* PT. Pertamina (Persero) (sudah diverifikasi) & BU pendamping (belum diverifikasi)
** Belum diverifikasi
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
Komoditas BBM Non Subsidi mengikuti kaidah Pasar Bebas yang mengikuti mekanisme
management supply and demand.
Komoditas BBM Bersubsidi tidak mengikuti kaidah Pasar Bebas melainkan mengikuti
mekanisme management supply and demand melalui pengaturan pasar (market /
distribution side management) yang dilakukan oleh pemerintah.
Market side management yang dilakukan oleh pemerintah meliputi pengaturan antara lain
tentang ; jenis, harga, kuota, pengguna, wilayah, penyalur dan mekanisme penyerahan BBM
Bersubsidi
Sebelum berlakunya Undang - Undang Nomor 22 Tahun 2001 fungsi tersebut diatas
dilaksanakan oleh Pertamina
Setelah berlakunya Undang - Undang Nomor 22 Tahun 2001 fungsi pengaturan tersebut
belum sepenuhnya dikembalikan dan dilaksanakan oleh Pemerintah seperti penentuan
Kategori Penyalur , Unit Usaha yang berhak melakukan penyaluran BBM Bersubsidi, alokasi
BBM Bersubsidi per penyalur, Vendor Managed Inventory serta pemberlakuan Titik Serah
(Custody Transfer Point) penyaluran sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 55/2005,
09/2006 dan 15/2012.

Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
Kemenkeu
DEPOT
Bukti DO
Payment flow
Fuel Flow
Data Flow
Custody Transfer Point
(in to Retailer)
Bukti DO
Retail margin
TITIK SERAH (CUSTODY TRANSFER POINT)
BBM SUBSIDI MASIH OUT OF DEPOT (EXISTING)
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
Kemenkeu
DEPOT
Bukti struk
penjualan BBM
Payment flow
Fuel Flow
Penagihan subsidi
Custody Transfer Point
(out from Retailer)
Struk
Struk
Retail margin
PERUBAHAN TITIK SERAH (CUSTODY TRANSFER POINT)
BBM SUBSIDI PADA RANTAI DISTRIBUSI
(Sistem Vendor Managed Inventory)
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
1. MARKET SIDE MANAGEMENT :
Pengaturan harga BBM Bersubsidi terkait dengan harga
keekonomian (Monetary Approach).
Pengaturan alokasi BBM Bersubsidi untuk tiap penyalur (Volume
Approach).
Pengaturan jenis pengguna BBM Bersubsidi (Volume Approach).
Pengaturan dan penetapan titik serah BBM Bersubsidi sebagai
Point of Sales sebagai dasar pengajuan pembayaran subsidi
kepada Badan Usaha Pelaksana Penugasan Penyediaan dan
Pendistribusian BBM Bersubsidi (Monetary Approach).
Pengaturan dan penetapan Biaya Distribusi + Margin (alpha) per
kabupaten/kota (Monetary Approach).

Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
2. DEMAND SIDE MANAGEMENT :
Pengaturan kuota BBM Bersubsidi untuk tiap jenis
BBM perjenis pengguna (Volume Approach).

3. SUPPLY SIDE MANAGEMENT :
Pengaturan mekanisme pasokan BBM Bersubsidi
yang kompetitif melalui pemberian penugasan
penyediaan dan pendistribusian BBM Bersubsidi
kepada Badan Usaha Niaga Umum secara terbuka
(Monetary Approach).

Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
POLA DISTRIBUSI PREMIUM
(POTENSI PENYIMPANGAN)
SPBU
KENDARAAN
BERMOTOR
TRANSPORTIR
ANGKUTAN
APMS
TRANSPORTIR
ANGKUTAN
POOL
KONSUMEN
KENDARAAN
BERMOTOR
KENDARAAN
BERMOTOR
PENIMBUNAN BBM
ILEGAL/OPLOSAN
PENGKALAN M.T. /KOPERASI
/YAYASAN
TRANSPORITR
ANGKUTAN
LAUT
: POTENSI PENYIMPANGAN
: PROSEDUR LEGAL
KETERANGAN :
KILANG
INSTALASI /
DEPOT
BADAN USAHA
IMPOR
- Kilang-Transportir, melebihi volume
saat loading
- Kilang-Depot melalui Pipa, losses
penyaluran memalui Pipa
Luar Negeri
Kapal Besar/
Kapal Nelayan industri
- Depot - Transportir, Depot manipulasi volume penyaluran
- Depot- Transportir, Transportir mengurangi volume di perjalanan
- Transportir-Industri, mengalihkan tujuan penyaluran
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
POLA DISTRIBUSI BBM SOLAR
(POTENSI PENYIMPANGAN)
KENDARAAN
BERMOTOR
TRANSPORTIR
ANGKUTAN
APMS
TRANSPORTIR
ANGKUTAN
KENDARAAN
BERMOTOR
: POTENSI PENYIMPANGAN
Luar Negeri
Kapal Besar/
Kapal Nelayan
SPBU
PENIMBUNAN BBM
ILEGAL/OPLOSAN
PENGKALAN M.T. /KOPERASI
/YAYASAN
: PROSEDUR LEGAL
KETERANGAN :
KILANG
INSTALASI /
DEPOT
BADAN USAHA
IMPOR
TRANSPORTIR
ANGKUTAN LAUT
industri
industri
- Kilang-Transportir, melebihi volume
saat loading
- Kilang-Depot melalui Pipa, losses
penyaluran memalui Pipa
- Depot - Transportir, Depot manipulasi volume penyaluran
- Depot- Transportir, Transportir mengurangi volume di perjalanan
- Transportir-Industri, mengalihkan tujuan penyaluran
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
POLA DISTRIBUSI BBM SOLAR BUNKER
(POTENSI PENYIMPANGAN)
: POTENSI PENYIMPANGAN
KETERANGAN :
:
Bunker Service
Agen Bunker
( Valas )
Kapal Domestik tujuan LN
Kapal Berbendera Asing
Kapal Domestik <500 DWT
Kapal
30 GT/ < 90 PK
Bunker Bunker
Kapal
Domestik/Asing
Domestik Domestik
Dermaga
Bunker PIT
Dermaga
Kapal Domestik &
Kapal TNI / POLRI
Domestik Domestik
Nelayan
Bunker Service
KILANG
INSTALASI / DEPOT
IMPOR
Transportasi laut
Transportasi laut
Transportasi laut
SPDN/SPBN
SPBB
PENIMBUNAN BBM
ILEGAL/OPLOSAN
Ilega
Alokasi Indsutri dan
sumber Lainnya
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
POLA DISTRIBUSI MINYAK TANAH
(POTENSI PENYIMPANGAN)
Konsumen
Akhir
Warung
Tk Dorong
Warung
Konsumen
Akhir
Konsumen
Akhir
Pangkalan
Konsumen
Akhir
Tk Dorong
industri
Pengoplos / Pengumpul
Sektor Informal
Motor tempel
AGEN MINYAK TANAH
KILANG
INSTALASI / DEPOT
IMPOR
: POTENSI PENYIMPANGAN
: PROSEDUR LEGAL
KETERANGAN :
- Kilang-Transportir, melebihi volume saat loading
- Kilang-Depot melalui Pipa, losses penyaluran memalui Pipa
- Depot - Transportir, Depot manipulasi
volume penyaluran
- Depot-Transportir, Transportir
mengurangi volume di perjalanan
- Transportir-Industri, mengalihkan
tujuan penyaluran
- Transportir-Industri, mengalihkan
tujuan penyaluran

Warung
- Agen-Pangkalan, Menjual diatas ketentuan HET
- Agen-Pangkalan Lain, Mengalihkan tujuan penyaluran
- Pangkalan-Sektor Komersial (non UK), mengalihkan
tujuan penyaluran
KAPAL NELAYAN
TRANSPORTIR
Halaman
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
AGEN MINYAK TANAH
PANGKALAN
Industri Kecil
POLA DISTRIBUSI DAN PENGAWASAN PENYALURAN
MINYAK TANAH
KILANG
INSTALASI / DEPOT
IMPOR
TRANSPORTIR
BPH MIGAS
Monitoring Room
PERENCANAAN PENGADAAN

VERIFIKASI
BADAN USAHA
Pengawasan dengan APRV
Pengawasan dengan Kartu Kendali
Badan Usaha
Tk Dorong
Warung
Usaha Kecil
Rumah Tangga
Rumah Tangga
Rumah Tangga
Halaman
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
PETA IUP DAN PKP2B DI KALIMANTAN
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
Alternatif Lokasi Smelter Baru
PETA IUP DAN PKP2B DI SULAWESI
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
PETA IUP DAN PKP2B DI KALIMANTAN BARAT
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
(Sumber : BPH Migas, 2012)
PERATURAN MENTERI ESDM NO 01 TAHUN 2013
TENTANG
PENGENDALIAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR MINYAK
PETUNJUK PELAKSANAAN (JUKLAK)
PERPRES 15 TAHUN 2012
DITUANGKAN DALAM
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
PASAL 4 DAN PASAL 5
Tentang
PENTAHAPAN PEMBATASAN
oleh MENTERI ESDM
NELAYAN DENGAN
KAPAL > 30GT
KENDARAAN DINAS,
PERTAMBANGAN,
PERKEBUNAN
PERMEN ESDM NOMOR 8 TAHUN 2012
TENTANG PELAKSANAAN PERATURAN PRESIDEN TENTANG
HARGA JUAL ECERAN DAN KONSUMEN PENGGUNA JENIS
BAHAN BAKAR MINY AK TERTENTU
PERMEN ESDM NOMOR 12 TAHUN 2012
TENTANG PENGENDALIAN PENGGUNAAN BAHAN
BAKAR MINYAK
KENDARAAN DINAS,
PERTAMBANGAN,
PERKEBUNAN, PELAYARAN
PERMEN ESDM NOMOR 01 TAHUN 2013
TENTANG PENGENDALIAN PENGGUNAAN BAHAN
BAKAR MINYAK
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
Satuan KL
Text
in
here
PERATURAN
BADAN
PENGATUR
HILIR MINYAK
DAN GAS
BUMI
1
Supply and distribution of Oil Fuel;
TENTANG :
PENGENDALIAN JENIS BAHAN BAKAR TERTENTU
UNTUK MOBIL BARANG YANG DIGUNAKAN PADA
KEGIATAN PERKEBUNAN DAN PERTAMBANGAN
PERATURAN
BPH MIGAS
NO. 3 TAHUN
2012
1
Supply and distribution of Oil
Fuel;
TENTANG :
ALOKASI VOLUME BAHAN BAKAR MINYAK JENIS
TERTENTU UNTUK MASING MASING KONSUMEN
PENGGUNA BAHAN BAKAR MINYAK JENIS
TERTENTU
PERATURAN
BPH MIGAS
NO. 4 TAHUN
2012
1
Supply and distribution of Oil Fuel;
TENTANG :
PEDOMAN PENERBITAN SURAT REKOMENDASI SATUAN
KERJA PERANGKAT DAERAH UNTUK PEMBELIAN
BAHAN BAKAR MINYAK JENIS TERTENTU
PERATURAN
BPH MIGAS
NO. 5 TAHUN
2012
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
Tim Satuan Tugas
Pengawasan
Penyediaan dan
Pendistribusian
BBM Bersubsidi

Jadual Pelaksanaan
1 Juni 2012 di Jabodetabek
1 Agustus 2012 di Jawa dan
Bali
1 September 2012, di Seluruh
wilayah NKRI
1 Januari 2013
Unsur Pengawas
Polhukam, KESDM, Kemdagri,
Kehutanan, Perhubungan,
Kelautan dan Perikanan, Polri,
TNI, BIN, BAIS, Bakorkamla,
Kejaksaan, Bea Cukai, dan BPH Migas.
Metode
Preemptif
Preventif
Persuasif
Media
Kriteria Kendaraan
1. Kendaraan Perkebunan
2. Kendaraan Pertambangan
3. Kendaraan Pemerintah, TNI,
POLRI, Pemda, BUMN, dan
BUMD.
4. Pelayaran
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
PENGATURAN BBM BERSUBSIDI 2013
Penyusunan rancangan peraturan BPH Migas tentang :

1. Penyaluran BBM untuk angkutan barang, perkebunan, pertambangan,
kehutanan dan kapal barang yang dapat menggunakan BBM
Bersubsidi.

2. Penyaluran dan penjualan volume BBM Bersubsidi kepada konsumen
pengguna pada wilayah tertentu.

3. Kewajiban Badan Usaha penyedia BBM Bersubsidi untuk melakukan
pemasangan alat baca elektronik pada kendaraan pengguna BBM
Bersubsidi di titik serah (SPBU) dan Jenis dan Macam SPBU.
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
PENGAWASAN BBM BERSUBSIDI 2013
Pengawasan dilakukan melalui kegiatan sebagai berikut :
1. Penertiban Pengecer disekitar SPBU oleh BPH Migas bersama PEMDA, POLISI, PT.
Pertamina (Persero) dan Hiswana Migas, selama 1 (satu) bulan penuh sejak
diberlakukan Kebijakan Baru.
2. Operasi Terbuka dan Tertutup Tim Satgas P4BBM ( Pengawasan dan Pengendalian
terhadap Penyediaan dan Pendistribusian BBM diseluruh wilayah NKRI dengan
melibatkan anggota sebanyak 586 Personel dari instansi sebagai berikut:
- BPH Migas - Kementerian Polhukam - Kementerian ESDM
- Kementerian Dalam
Negeri
- Kementerian Kehutanan - BIN
- Kementerian
Perhubungan
- Kementerian Kelautan
dan Perikanan
- BAIS TNI
- PUSPOM MABES TNI - MABES POLRI - KEJAGUNG
- Ditjen Bea Cukai - BAKORKAMLA
3. Pengawasan difokuskan terhadap Badan Usaha penyedia BBM Bersubsidi yang
melakukan penjualan sesuai Perpres No.15 Tahun 2012, dengan alat bantu Informasi
Teknologi dan Tagging maupun Pengawasan Terbuka.
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
Teknologi Penanda (Taggant Technology)
Source : http://www.tracetag.com
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
57
Engine yang berfungsi membaca, menarik,
meng-encrypt dan mentransfer data ke Master
SISTEM TI TERPADU BPH MIGAS WAR ROOM
PT. AKR
PERTAMINA
Public
Network
SERVER
WAR ROOM BPH MIGAS
MASTER AGENT
AGENT

AGENT
KANTOR BPH MIGAS...
PT. SPN
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved
1. Agar ketersediaan BBM Nasional dapat dicapai jika 3 kriteria utama terpenuhi
Aksesbilitas yaitu kemampuan untuk mendapatkan akses energi/BBM, terkait dengan
ketersediaan infrastruktur.
Daya beli masyarakat terhadap energi/BBM
Ketersediaan energi pada sisi hilir (demand side).
2. Ketersediaan Infrastruktur dibutuhkan pembangunan kilang minyak baru dan/atau
modifikasi kilang eksisting dengan kapasitas pengolahan sebesar minimal 350-400 ribu
barrel per hari atau pembangunan Terminal Transit untuk BBM Impor;
3. Dibutuhkan pembangunan Tangki Penyimpanan baru dan atau modifikasi/perbaikan
Tangki Penyimpanan dengan kapasitas penyimpanan sebesar 2,4 juta KL per hari dan
agar pembangunan infrastruktur BBM merata, pengembangan khususnya di wilayah
Indonesia bagian timur diutamakan, agar tercapai efisiensi jalur pemasokan;
4. Kebijakan Harga (Pricing policy) yang mengacu kepada 3 pemangku kepentingan, yaitu
Pemerintah, Badan Usaha dan Masyarakat.
5. Ketersediaan yang optimum melalui Pengaturan dan Pengawasan yang intensif dan
efektif dengan penerapan Sistem Tertutup dengan memanfaatkan Teknologi Informasi
dan Teknologi Penanda yang terpadu.
Copyright BPH Migas 2013, All Rights Reserved