Anda di halaman 1dari 19

BAB 1

PENDAHULUAN
2.1 Latar Belakang
Akuntansi sektor publik adalah akuntansi yang di gunakan untuk memberikan inormasi
mengenai transaksi ekonomi dan keuangan yang menyangkut organisasi pemerintah dan
organisasi!organisasi lain yang tidak bertu"uan men#ari laba $ non proit organi%ation &
'dealnya suatu pemerintahan yang baik adalah pemerintahan tersebut men"alankan tugas
dan ungsinya se#ara optimal yaitu melaksanakan prinsip!prinsip kepemerintahan yang baik
( Good Governance )
Lahirnya prinsip kepemerintahan yang baik $ good go(ernan#e & dilandasi oleh makin
besarnya beban pemerintahan) sehingga pemerintahan se#ara sadar telah melakukan
serangkaian kebi"akan untuk mengalihkan beban tersebut kepada s*asta dan masyarakat.
Dalam menata "alannya pemerintahan dan menata kehidupan masyarakat) diperlukan
suatu aturan baik berupa aturan+hukum yang tertulis maupun yang tidak tertulis) seperti
peraturan perundang!undangan sebagai hukum positi $ legal la*& dan adat istiadat atau
kebiasaan yang ada dalam masyarakat $ li(ing la* &) agar dapat di*u"utkan suatu keputusan
yang mengandung aspek keadilan) kemanatan) dan kepastian hukum
Hukum dalam bentuk perundang!udangan di buat untuk di"adikan pedoman atau
landasan bagi penyelenggara negara untuk menyelenggarakan pemerintahan baik di pusat
maupun daerah) serta sebagai pedoman dalam menyelesaikan masalah!masalah sosial
kemasyarakatan.
Banyak upaya yang dilakukan pemerintah dalam men#iptakan iklim go(ernan#e yang
baik) diantaranya ialah mulai di upayakannya transparansi inormasi terhadap publik
mengenai APBN sehingga memudahkan masyarakat untuk ikot berpartisipasi dalam
men#iptakan kebi"akan dan dalam proses penga*asan pengololaan APBN.
Diterapkannya good go(ernan#e tidak hanya memba*a dampak positi dalam sistem
pemerintahan sa"a) akan tetapi hal tersebut mampu memba*a dampak positi terhadap badan
usaha non pemerintah) yaitu dengan lahirnya #orporate go(ernan#e) dengan landasan tersebut
diharapkan dapat memba*a masyarakat a#eh khususnya a#eh timur ke dalam suatu
pemerintahan yang bersih dan amanah
2.2 ,umusan masalah
1. Bagaimana me*u"udkan konsep good go(ernan#e di pemerintahan A#eh-
2. apa sa"a tantangan dan hambatan dalam penerapan good go(ernan#e-
.. Bagaimana pelaksanaan setiap tahapan pengelolaan keuangan daerah mulai dari
peren#anaan dan penganggaran) pelaksanaan) dan pertanggung"a*aban keuangan di
pemerintahan A#eh-
2.. /u"uan
1. untuk mengetahui bagaimana me*u"udkan konsep good go(ernan#e khususnya di
pemerintahan A#eh
2. untuk mengetahui apa sa"a penerapan good go(ernan#e yang di terapkan khususnya
di pemerintahan A#eh
.. untuk men"elaskan pengelolaan keuangan daerah mulai dari peren#anaan sampai
pertanggung"a*aban keuanagan di pemerintahan A#eh
BAB 2
PE0BAHA1AN
2.1 Penerapan Konsep Good Governance Dalam Praktik Pengelolaan Keuangan di
Pemerintahan Aceh
Dalam upaya melakukan reormasi di pemerintahan) pemerintah telah melakukan
reormasi di bidang keuangan negara dengan di tetapkannya tiga paket perundang!undangan
di bidang keuangan negara) yaitu undang!undang no 12 tahun 2334 tentang keuangan negara)
uu no 1 tahun 2334 tentang perbendaharaan negara) uu no 15 tahun 2334 tentang
pemeriksaan pengelolan dan tanggung "a*ab keuangan negara) uu no .6 tahun 2332 tentang
pengelolaan uang negara + daerah) pp no 57 tahun 2335 tentang pengelolaan keuangan
daerah.
/anggung "a*ab dan pengelolaan negara yang baru tersebut memba*a implikasi di
tetapkannya suatu sistem pengelolaan keuangan negara yang lebih transparan) akuntabel dan
terukur. untuk me*u"utkan hal tersebut) diperlukan suatu sistem pengendalian intern yang
dapat memberikan keyakinan yang memadai atas ter#apainya t"uan instansi se#ara eekti dan
eisien) keandalan pelaporan keuangan) pengamanan aset negara) dan ketaatan terhadap
peraturan perundang!undangan yang berlaku.
0enurut gani ba%ar $2311& hampir dari semua aktor tersebut belum dapat dilaksakan
oleh pe"abat sektor publik dari segi e(ektiitas kiner"a dapat dilihat bangunan!bangunan yang
di buat banyak yang terbengkalai dalam arti bah*a tidak dapat di manaatkan) karena
memang belum saatnya di butuhkan sedangkan instansi itu sudah merang#angnya karena
anggaran sudah di setu"ui pihak legislatinya.
,ehabilitasi "alan dilakukan setiap tahun) namun hasil reablitas itupun ternyata hanya
mempuyai daya tahan paling tinggi 4 bulan) hal ini menun"ukkan kualitas bangunan isik
tidak memadai) apakah di karenakan dana terbatas atau memang bestek yang di buat tidak
sesuai dengan seharusnya. tapi "ika memang dana terbatas berarti pemborosan sa"a
membuang uang yang tidak bermanaat.
A. Neraca

PEMERINTAH ACEH
NERACA
Untuk Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2010 dan 2009
(Dalam
Rupiah)
URAIAN TAHUN 2010 TAHUN 2009
(1) (3) (4)
ASET
ASET LANCAR
Kas
1.302.508.645.13304 1.83!.394.415.1!!6! "as di "as Daerah
"as di Bendahara #engeluaran 4.21!.569.24500 5.594.263.39800
Ju!a" Kas 1.30#.$2#.214.3$%&04 1.%42.9%%.#$%.'$'&#$
P(u)a*+
6.!!5.6!1.33900 10.344.401.34400 #iutang $etribusi
#iutang %U&# 14.249.!41.85000 14.966.!99.85000
#iutang Dana Bergulir 42.251.461.00000 42.2!6.361.00000
#iutang #a'ak 1.556.24!.23000 (
#iutang %ain(lain !3.316.80800 90.2!8.80800
Ju!a" P(u)a*+ #4.90#.43%.22$&00 #$.#$$.%41.002&00
,e!a*-a .(/a0ar .(u1a
( 8.!64.924.08200 )e*a Diba+ar Dimuka
,suransi Diba+ar Dimuka 1.135.!53.26!83 !60.069.0282!
Ju!a" ,e!a*-a .(/a0ar .(u1a 1.13'.$'3.2#$&%3 9.'24.993.110&2$
Perse2(aa* $.34$.01%.333&00 1$.#3#.191.2#$&00
JUMLAH ASET LANCAR 1.3%0.11'.424.20'&%$ 1.93$.%2$.$03.9'4&94
ASET TI.AK LANCAR
IN3ESTASI JAN4KA PANJAN4
I*5es)as( N6* Pera*e*
1.100.000.00000 ( -n.estasi Dana Bergulir
Ju!a" I*5es)as( N6* Pera*e* 1.100.000.000&00 7
I*5es)as( Pera*e*
601.400.604.00000 602.496.014.00000 #en+ertaan /0dal #emerintah
Daerah
10.200.000.00000 10.200.000.00000 #en+ertaan m0dal #erusahaan
#atungan
#11.#00.#04.000&00 #12.#9#.014.000&00 Ju!a" I*5es)as( Pea*e*
JUMLAH IN3ESTASI JAN4KA PANJAN4 #12.$00.#04.000&00 #12.#9#.014.000&00
ASET TETAP
4.249.6!8.96828983 2.!95.652.301.08483 Tanah
#eralatan dan /esin 2.401.585.116.80980 2.144.952.101.24680
1edung dan Bangunan 4.934.!12.530.06529 3.58!.!39.6!1.46229
2alan -rigasi dan Bangunan 6.883.304.866.64!5! 5.1!1.680.596.4315!
,set Teta3 %ainn+a 124.653.966.02400 112.232.9!0.66400
"0nstruksi Dalam #enger'aan !6.940.!38.14611 432.368.501.56311
JUMLAH ASET TETAP 1%.#$0.%$#.1%'.9%2&#0 14.244.#2#.142.4'2&#0
.a*a Ca2a*+a* $20.'2$.33$.'42&00 $0$.$41.#23.#91&00
Ase) La(**0a $2.#''.9#3.1$#&00 #3.423.$$9.4$#&00
JUMLAH ASET TI.AK LANCAR 20.0$#.$#0.090.$00&#0 1'.#2%.4%$.''9.#19&#0
URAIAN TAHUN 2010 TAHUN 2009
(1) (3) (4)
T8TA
L ASET 21.4'#.%$'.'14.90#&'0
1$.'##.31'.2#3.'$4&'
0
KE9AJI,AN
7 2.12#.#2%.43%&30 KE9AJI,AN JAN4KA PEN.EK
Utang 2angka #endek %ainn+a 7 2.126.628.43830
JUMLAH KE9AJI,AN 7 2.12#.#2%.43%&30
EKUITAS .ANA
E1u()as .a*a La*car
)isa %ebih #embia+aan ,nggaran
1.306.!26.214.3!804 1.842.988.6!8.5!56! 4)-%#,5
6adangan #iutang 64.906.438.22!00 !!.202.834.112.2!
6adangan #ersediaan !.34!.018.33300 1!.636.191.26!00
6adangan Belan'a Diba+ar Dimuka 1.135.!53.26!83 7
#enda3atan ditangguhkan 7 7
Dana Yang 7arus Disediakan
untuk
7 42.126.628.438305 #emba+aran Utang 2angka #endek
JUMLAH EKUITAS .ANA LANCAR 1.3%0.11'.424.20'&%$ 1.93'.$01.0$'.'1#&#4
E1u()as .a*a I*5es)as(
Diin.estasikan dalam -n.estasi
612.!00.604.00000 612.696.014.00000 2angka #an'ang
Diin.estasikan dalam ,set Teta3 18.6!0.8!6.185.98260
14.244.626.142.4526
0
Diin.estasikan dalam ,set
!2.655.963.1!600 63.423.!!9.4!600 %ainn+a
JUMLAH EKUITAS .ANA IN3ESTASI 19.3'#.232.$'3.1'%&#0
14.920.$4'.93'.92%&#
0
E1u()as .a*a Ca2a*+a*
Diin.estasikan dalam Dana
!20.52!.33!.54200 !0!.!41.623.69100 6adangan
JUMLAH EKUITAS .ANA CA.AN4AN $20.'2$.33$.'42&00 $0$.$41.#23.#91&00
JUMLAH EKUITAS .ANA 21.4'#.%$'.'14.90#&'0
1$.'#4.1%%.#3'.13#&2
0
T8TA
L KE9AJI,AN .AN EKUITAS .ANA 21.4'#.%$'.'14.90#&'0
1$.'##.31'.2#3.'$4&'
0










,. LAP8RAN REALISASI AN44ARAN

PEMERINTAH ACEH

LAP8RAN REALISASI AN44ARAN

Untuk Tahun Yang Berakhir sam3ai dengan 31 Desember 2010 dan 2009
(Dalam
Rupiah)
URAIAN AN44ARAN TA 2010 REALISASI TA : REALISASI TA
415 435
2010
455
2009
445 465
PEN.APATAN ACEH
Pe*2a;a)a* As!( Ace"
$9'.4%$.000.000&
0
%11.1$#.20#.%#
1
101&9
$
$3'.20'.$%%.49
1
&30
0 &03
#a'ak ,8eh
4!6.9!5.000.000
0
521.326.412.81
8
1093
0
462.151.!!2.86
9
0 00 00
$etribusi ,8eh
13.000.000.0000
0
!.493.489.4!3
2
12.040.362.913

1 5!64 00
7asil #egel0laan
"eka+aan
!5.104.468.183

,8eh Yang Di3isahkan


dan
!4.512.000.0000
0
98.845.196.!92

1326
6
7asil #en+ertaan /0dal 00
36
,8eh
30.648.0!5.!39
1.021
22.649.354.923

9akat:-n;a< 3.000.000.00000
02 60 00
%ain(lain #enda3atan
,sli
228.000.000.000
0
152.863.032.03
8
6!05
163.259.829.60
3
,8eh Yang )ah 0 !1
030
Pe*2a;a)a* Tra*s<er
'.'94.%''.142.09
2
#.14$.'1'.'$9.
1 109&%
%
'.299.242.#4$.
#
Tra*s<er Peer(*)a"
&00 03&00 3%&00
1.$10.1$3.#43.09
2
2.2#3.012.429.
9
132&3
3
1.'$0.#03.94$.
#
Pusa)7.a*a Per(/a*+a* &00 $1&00 3%&00
Dana Bagi 7asil #a'ak
223.590.261.984
0
209.!91.646.9!
2
9383
1!5.323.122.33
!
00 00
0
Dana Bagi 7asil
118.201.135.45
6
88.595.888.120

7idr0karb0n dan )D,


80.896.226.2560
0
1461
1
00 00
lainn+a
Dana ,l0kasi Umum
621.431.612.000
0
621.0!4.916.00
0
509.686.224.00
0
0 9994 00
00
Dana ,l0kasi "husus
30.356.900.0000
0
30.356.900.000

1000
0
48.189.000.000

00
00
Dana Tambahan Bagi
7asil
!53.898.642.852
0
1.283.58!.831.
5
!48.809.!13.18
1
/in+ak dan 1as Bumi 0 4300
1!02
6
00
Tra*s<er Peer(*)a"
Pusa)
3.%%4.#%1.499.00
0
3.%%4.'03.149.
1
100&0
0
3.$2%.#3%.$00.
0
La(**0a &00 32&00 00&00
Dana =t0n0mi "husus 3.849.806.840.00 3.849.806.840. 100&0 3.!28.282.000.
0 0
0
0
Dana #en+esuaian
00 0000 0000
34.8!4.659.0000
0
34.696.309.132
9949
356.!00.00000 00
La(*7!a(* Pe*2a;a)a*
13.0'%.#$3.'00&0
0
33.'#2.11%.0'4
& 2'$&0
1
%.019.342.934&
0
=a*+ Sa" 0$ 0
Dana ,l0kasi "husus 13.058.6!3.5000
0
13.058.6!3.500

1000
0 (
"urang Ba+ar
00
#enda3atan %ainn+a (
20.503.444.554

8.019.342.934
0
0
0!

URAIAN
AN44ARAN TA
2010 REALISASI TA : REALISASI TA
415 435
2010
455
2009
445 465
JUMLAH PEN.APATAN #.403.400.%1'.'92 #.992.2'3.904.0 109&20 #.042.4#$.$$9.0
&00 1%&3$ #3&03
,ELANJA ACEH 4.21$.#99.0##.210
&
3.941.$'%.%3'.2
$
3.'30.#19.0$2.3
% ,e!a*-a 8;eras( 93&4
# 00 2&00 '&2'
Belan'a #ega*ai
1.141.692.451.82!

1.036.112.182.9
0
90!5
961.513.310.380

00 200 25
Belan'a Barang
1.!53.695.953.613

1.603.848.154.6
2
1.459.188.115.!
3
00 9146
Belan'a )ubsisdi
600 900
1.000.000.00000 598.868.80500 5989
6.8!3.15!.2480
0
Belan'a 7ibah
539.685.368.2!00
0
532.841.!!8.439

98!3
433.398.506.260

00
00
Belan'a Bantuan )0sial
!68.35!.850.500

9830
669.645.982.!58

!81.625.292.5000
0 00
00
,e!a*-a M62a!
3.'2%.#90.42$.9'$
&
3.2#$.911.3%#.'
#
92&#1
3.#9#.304.0$%.%
9
00 9&00 0&00
,elan'a tanah
340.116.401.4330
0
295.499.055.181

8688
349.61!.300.!05

00 00
Belan'a #eralatan dan
/esin
394.611.143.5020
0
349.909.135.030

886!
403.501.29!.220

00 00
Belan'a 1edung dan
Bangunan
1.302.085.543.628

1.204.68!.811.2
5
9252
1.510.!32.152.9
!
00 400 !00
Belan'a 'alan -rigasi
dan
1.4!3.202.966.629

1.399.969.339.4
6
9503
1.400.396.02!.1
0
2aringan 00 400 600
Belan'a ,set Teta3
%ainn+a
1!.846.045.640
0
9556
32.05!.300.882
0
18.6!4.3!2.!6500 0
0
,e!a*-a T(2a1 Ter2u+a '0.000.000.000&00
#.3$9.'04.000&0
0 12&$#
2.0$9.%$0.000&0
0
Belan'a Tidak Terduga 50.000.000.00000
6.3!9.504.0000
0 12&$#
2.0!9.8!0.0000
0
Ju!a"
,e!a*-a
$.$9#.3%9.494.1#$
&
$.21#.049.$2'.%
4
92&'#
$.229.003.021.2
$
00 1&00 '&2'
Tra*s<er
4'0.000.000.000&0
0
312.4##.#42.3$'
&
#9&44
413.%43.9%3.919
&
00 00
Bagi 7asil #a'ak ke 300.000.000.0000
0
162.466.642.3!5

5416
313.843.983.919

"abu3aten:"0ta 00 00
Bagi 7asil #enda3atan 150.000.000.0000
0
150.000.000.000
1000
0
100.000.000.000

%ainn+a ke "abu3aten:"0ta 00 00
JUMLAH ,ELANJA .AN
TRANS>ER
%.24#.3%9.494.1#$
&
$.'2%.'1#.3#%.2
1
91&29
$.#42.%4$.00'.1
9
00 #&00 4&2'
)U$#%U):D&>-)-T
41.842.988.6!8.5!
5
4536.262.464.19
!
2910
41.600.3!9.226.
1
005 635 31225
PEM,IA=AAN 1.%42.9%%.#$%.'
$
4.01'.3%0.2%9.1
9
Pe*er(aa* Pe/(a0aa*
1.%42.9%%.#$%.'$'
&
100&0
0
'&#$ #&%9
00
#enggunaan )isa %ebih
1.842.988.6!8.5!5

1.842.988.6!8.5
!
4.015.380.289.1
9
#embia+aan ,nggaran tahun
1000
0
00 56! 689
sebelumn+a
Pe*+e!uara* Pe/(a0aa* ( ( (
'$2.012.3%4.490
&
00
#en+ertaan /0dal
#emerintah
( ( (
81.600.000.000
0
,8eh 0
#emba+aran "egiatan
( ( (
490.412.384.490

%an'utan
00
PEM,IA=AAN NETT8
1.%42.9%%.#$%.'$'
&
1.%42.9%%.#$%.'
$ 100&0
0
3.443.3#$.904.$
0
00 '&#$ #&%9
SISA LE,IH PEM,IA=AAN 1.30#.$2#.214.3
$
1.%42.9%%.#$%.'
$
AN44ARAN TAHUN ,ERJALAN (
%&04 '&#$
(SILPA)
%a30ran "euangan #emerintah ,8eh Tahun 2010


C. LAP8RAN ARUS KAS






PEMERINTAH ACEH

LAP8RAN ARUS KAS

Untuk Tahun Yang Berakhir sam3ai dengan 31 Desember 2010 dan 2009
(Dalam Rupiah)
URAIAN TAHUN 2010 TAHUN 2009
(1) (2) (3)
,$U) ",) D,$- ,"T-?-T,) =#&$,)-
Arus Masu1 Kas
521.326.412.81800 462.151.!!2.86900 #enda3atan #a'ak ,8eh
#enda3atan $etibusi ,8eh !.493.489.4!321 12.040.362.91300
7asil #engel0laan "eka+aan ,8eh 98.845.196.!9236 !5.104.468.18300
+ang Di3isahkan
30.648.0!5.!3902 22.649.354.92300 9akat:-n;a<
%ain(lain #enda3atan ,sli ,8eh 152.!02.395.034!1 163.068.02!.53398
Yang )ah
209.!91.646.9!200 1!5.323.122.33!00 Dana Bagi 7asil #a'ak
Dana Bagi 7asil Bukan #a'ak 118.201.135.45600 88.595.888.12000
4)umber Da+a ,lam5
621.0!4.916.00000 509.686.224.00000 Dana ,l0kasi Umum
Dana ,l0kasi "husus 30.356.900.00000 48.189.000.00000
Dana =t0n0mi "husus 3.849.806.840.00000 3.!28.282.000.00000
Dana Tambahan Bagi 7asil /in+ak 1.283.58!.831.54300 !48.809.!13.18100
dan 1as Bumi
34.696.309.13200 356.!00.00000 Dana #en+esuaian
Dana ,l0kasi khusus kurang ba+ar 13.058.6!3.50000 (
Dana Darurat ( (
#enda3atan %ainn+a 20.503.444.5540! 8.019.342.93400
Ju!a" Arus Kas Masu1 #.992.093.2#$.014&3$ #.042.2$'.9$#.993&9%
Arus Kas Ke!uar
1.036.112.182.90200 961.513.310.38025 Belan'a #ega*ai
Belan'a Barang dan 2asa 1.603.848.154.62600 1.459.188.115.!3900
Belan'a Bunga ( (
Belan'a )ubsidi 598.868.80500 6.8!3.15!.24800
Belan'a 7ibah 532.841.!!8.43900 433.398.506.26000
Belan'a Bantuan )0sial !68.35!.850.50000 669.645.982.!5800
Belan'a Bantuan "euangan 150.000.000.00000 100.000.000.00000
Belan'a Tidak Terduga 6.3!9.504.00000 2.0!9.8!0.00000
Belan'a Bagi 7asil ke 162.466.642.3!500 313.843.983.91900
"abu3aten:"0ta
4.2#0.#04.9%1.#4$&00 3.94#.'42.92#.304&2' Ju!a" Arus Kas 1e!uar
Arus Kas Bersih dari Aktivitas 2.731.488.285.367,37 2.095.733.050.689,73
Operasi
ARUS KAS .ARI AKTI3ITAS IN3ESTASI
ASET N8NKEUAN4AN
Arus Kas Masu1
6.530.!4000 ( #enda3atan #en'ualan atas Tanah
#enda3atan #en'ualan atas 6.000.00000 (
#eralatan dan /esin
14!.268.!6400 132.802.06905 #enda3atan #en'ualan atas 1edung
dan Bangunan
7 ( #enda3atan #en'ualan atas 2alan
-rigasi dan 2aringan 83!.50000 59.000.00000
#enda3atan #en'ualan ,set Teta3
%ainn+a
7 ( #enda3atan #en'ualan ,set %ainn+a
Ju!a" Arus Kas Masu1 1#0.#3$.004&00 191.%02.0#9&0'

5

%a30ran "euangan #emerintah ,8eh Tahun 2010

URAIAN TAHUN 2010 TAHUN 2009
(1) (2) (3)
Arus Kas Ke!uar
295.499.055.18100 349.61!.300.!0500 Belan'a Tanah
Belan'a #eralatan dan /esin 349.909.135.03000 403.501.29!.22000
Belan'a 1edung dan Bangunan 1.204.68!.811.25400 1.510.!32.152.9!!00
Belan'a 2alan -rigasi dan 1.399.969.339.46400 1.400.396.02!.10600
2aringan
1!.846.045.64000 32.05!.300.88200 Belan'a ,set Teta3 %ainn+a
Belan'a ,set %ainn+a 7 (
Ju!a" Arus Kas Ke!uar 3.2#$.911.3%#.'#9&00 3.#9#.304.0$%.%90&00
Arus Kas Bersih dari Aktivitas
(3.267.750.749.565,00
)
(3.696.112.276.820,9
5)
!vestasi Aset "#! keua!$a!
ARUS KAS .ARI AKTI3ITAS PEM,IA=AAN
Arus Kas Masu1
( ( #en8airan Dana 6adangan
7asil #en'ualan ,set:"eka+aan ( (
,8eh +ang Di3isahkan
( (
#enerimaan #in'aman dan
=bligasi
#enerimaan "embali #in'aman ( (
#enerimaan #iutang ( (
Ju!a" Arus Kas Masu1 ( (
Arus Kas Ke!uar
( ( #embentukan Dana 6adangan
#en+ertaan /0dal 4-n.estasi5 ( 81.600.000.00000
#emerintah ,8eh
( ( #emba+aran #0k0k Utang #in'aman
dan =bligasi
( ( #emberian #in'aman
#emba+aran "egiatan %an'utan ( 490.412.384.49000
Ju!a" Arus Kas Ke!uar 7 '$2.012.3%4.490&00
Arus Kas Bersih dari Aktivitas 7 (572.012.384.490,00)
%e&'ia(aa!
ARUS KAS .ARI AKTI3ITAS N8N
AN44ARAN
Arus Kas Masu1
466.201.506.94400 418.30!.423.61100 #enerimaan #erhitungan #ihak
"etiga
1.3!6.694.15300 8.248.621.09100 Transit0 4nett05
Ju!a" Arus Kas Masu1 4#$.'$%.201.09$&00 42#.''#.044.$02&00
Arus Kas Ke!uar
466.201.506.94400 418.30!.423.61100 #engeluaran #erhitungan #ihak
"etiga
4##.201.'0#.944&00 41%.30$.423.#11&00 Ju!a" Arus Kas Ke!uar
Arus Kas Bersih dari Aktivitas "#! 1.376.694.153,00 8.248.621.091,00
A!$$ara!
Ke*a(1a* (Pe*uru*a*) ,ers(" Kas ('34.%%'.$$0.044&#3)
(2.1#4.142.9%9.'30&22
)
Se!aa Per(62e
1.83!.394.415.1!!6! 4.001.53!.404.!0!89 Sa!26 A?a! Kas 2( ,UA
Sa!26 A1"(r Kas 2( ,UA 1.302.508.645.13304 1.83!.394.415.1!!6!
Sa!26 A1"(r Kas 2( ,e*2a"ara 4.21!.569.24500 5.594.263.39800
Pe*+e!uara*
( ( Sa!26 A1"(r Kas 2( ,e*2a"ara
Pe*er(aa*
1.30#.$2#.214.3$%&04 1.%42.9%%.#$%.'$'&#$ Sa!26 A1"(r Kas


2.2 Tantangan dan Hambatan Dalam Penerapan Good Governance
Persoalan trasparansi dan akuntbilitas terkaid dengan kiner"a dan sektor publik telah
men"adi tuntutan yang terus mendesak. /ransparansi berarti pemerintah terbuka dalam
memberikan inormasi seluas!luasnya dalam pengelolaan sumber daya publik kepada
masyarakat. Dalam hal pengelolaan keuangan daerah yang note!bane merupakan dana
masyarakat) maka pemerintah perlu di dorong untuk memberikan inormasi keuagan yang
diperlukan se#ara akurat) rele(an) tepat *aktu) dan dapat diper#aya
Pengungkapan $dis#losure& dan pemberian inormasi aktiitas dan kiner"a inansial oleh
pemerintah daerah adalah dalam rangka memenuhi hak!hak masyarakat untuk mengetahui
$righ to kno*&) hak untuk mendapatkan inormasi $righ to be inormed&) dan hak untuk
diperhatikan dan di dengar aspirasinya $righ to be heard and to be listenet& $0ardiasmo)
2332&. Pen#iptaan good go(ernan#e dalam keuangan daerah dampaknya masih memerlukan
*aktu dan proses yang pan"ang.
secara mendasar !ardiasmo men"ebutkan ter"ata ada #(tiga) permasalahan utama
"ang men"ebabkan good governance itu masih $auh dari ken"ataan %
1. tidak adanya sistem akuntansi yang handal yang diperlukan untuk mendukung
pelaksanan pen#atatan dan pelaporan) menyebabkan lemahnya pengendalian intern
pada pemerintahan daerah tersebut.
2. terbatasnya personil di daerah tersebut yang berlatar belakang pendidikan akuntansi)
selain itu "uga sedikit sar"ana akuntansi yang 8ualiaed yang tertarik untuk
mengembangkan proesinya di pemerintahan daerah tersebut karena konensasi yang
rendah yang di ta*arkan kepada mereka.
.. belum adanya kesepakatan mengeni adanya peraturan standar akuntansi sektor publik
yang baku) hal ini penting untuk a#uan pembuatan laporan keuangan sebagai salah
satu mekanisme pengendalian
&.
1. AKUNTABILITAS: Meningkatkan akuntabilitas para pengambil keputusan dalam segala bidang yang
menyangkut kepentingan masyarakat.
2. PENGAWASAN : Meningkatkan upaya pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan
pembangunan dengan mengusahakan keterlibatan swasta dan masyarakat luas.
3. DAYA TANGGAP: Meningkatkan kepekaan para penyelenggaraan pemerintahan terhadap aspirasi
masyarakat tanpa kecuali.
4. PROFESIONALISME: Meningkatkan kemampuan dan moral penyelenggaraan pemerintahan agar
mampu memberi pelayanan yang mudah, cepat, tepat dengan biaya terjangkau.
5. EFISIENSI & EFEKTIVITAS: Menjamin terselenggaranya pelayanan kepada masyarakat dengan
menggunakan sumber daya yang tersedia secara optimal & bertanggung jawab.
. TRANSPARANSI: Menciptakan kepercayaan timbal!balik antara pemerintah dan masyarakat melalui
penyediaan in"ormasi dan menjamin kemudahan didalam memperoleh in"ormasi.
#. KESETARAAN: Memberi peluang yang sama bagi setiap anggota masyarakat untuk meningkatkan
kesejahteraannya.
$. WAWASAN KE DEPAN: Membangun daerah berdasarkan %isi & strategis yang jelas & mengikuti!
sertakan warga dalam seluruh proses pembangunan, sehingga warga merasa memiliki dan ikut
bertanggungjawab terhadap kemajuan daerahnya.
&. PARTISIPASI: Mendorong setiap warga untuk mempergunakan hak dalam menyampaikan pendapat
dalam proses pengambilan keputusan, yang menyangkut kepentingan masyarakat, baik secara langsung
mapun tidak langsung.
1'. PENEGAKAN HUKUM: Mewujudkan penegakan hukum yang adil bagi semua pihak tanpa
pengecualian, menjunjung tinggi ()M dan memperhatikan nilai!nilai yang hidup dalam masyarakat.
2.
Hambatan'Hambatan Dalam Pelaksanaan Good Governance Dan (lean
Governance Dalam )istem Pemerintahan *agari

Hambatan dalam pelaksanaan Good Governance adalah masih kita rasakan belum
terciptan"a tata kelola pemerintahan "ang baik dan bersih +irokrasi "ang masih
belum e,esien masih membutuhkan -aktu "ang lama masih berbelit belit masih
ter$adi "ang namam"a dunsanakisme ketika ada hubungan kekerabatan baru
pela"anann"a berkualitas tidak ter$adi transparanc" keuangan di nagari bahkan
akuntabilitas masih belum bagus begitu ban"ak hambatan atau kendalan"a adalah
di sebabkan oleh mesin birokrasi "ang tidak ber$alan sesuai dengan reln"a../0
Kita merasakan masih ba"akn"a ter$adin"a koropsi karena sistem tata kelola belum
e,ekti, terbuktin"a otonomi kebablasan bahkan hari ini "ang ter$adi koropsi tidak
han"a di pusat tapi telah berimbas ke *agari berbeda dengan re1im orde bari "ang
berani korupsi han"a pusat. Tapi hari ini $ustru telah ter$adi ra$a ra$a kecil di
daearah dengan terciptan"a pemindahan ladang korupsi secara ber$emaah dan di
kololam oleh DP2D.
Prilaku "ang sesuai dengan peranan"a selaku abdi tersebut. Keseluruhan prilaku
para anggota birokrasi tercermin pada pela"anan pada seluruh mas"arakat. Karena
penerapan prinsip 3ungsionalisasi spesialisasi dan pembagian tugas sudah barang
tentu men$adi bagian mas"arakat suatu institusi tertentu.
Prinsip pela"anan "ang harus di berikan kepada rak"at atau mas"arakat oleh
birokrat adalah pela"anan "ang bersi,at adil cepat ramah korek tanpa
diskriminasi dan tanpa pilih kasih. Karena itu ungkapan "ang mengatakan bah-a
para pega-ai negeri adalah mela"ani bukan untuk di la"ani hendakn"a ter-u$ud
dalam praktek dan realisasin"a dan akan tidak ada artin"a kalau han"a pada
tataran konsep tanpa di tuangkan ke praktekn"a. Dan kita tidak inginkan han"a
ungkapan tersebut han"a men$adi slogan tanpa di ikuti makna.

Dengan kata lain teramat penting untuk mengupa"akan agar para anggota
birokrasi menghindari prilaku "ang tidak sesuai dengan peranan"a selaku abdi
negara ma"arakat. Dari inilah 4penting di pahami patologi birokrasi "ang
bersumber dari keprilakuan5 . Pemahaman tentang prilaku dalam kaitan"a pada
birokrasi mutlak perlu di soroti dari sudut andang etos ker$a dan kultur organisasi
"ang berlaku adalah kultur sosial "ang luas.
Hambatan Pelaksanaan Good Governance selan$utn"a adalah permasalahan atau
tantangan masa depan )istem Pemerintahan nagari menurut penulis adalah tidak
terciptan"a good local governance tata kelola pemerintahan"ang baik dan bersih
dan konsekuensin"a adalah munculn"a ra$a ra$a kecil dari daerah korupsi "ang
semakin bersarang di daerah artin"a seolah'olah otonomi daerah memberi peluang
pemindahan korupsi dari pusat kepada daerah.
Pemekaran dalam daerah "ang tidak proporsional ban"ak pelimpaan ke-enangan
"ang men"impang sehinga bupati lebih presiden dari presiden sendiri. Persoalan
diatas sebagai solusin"a perlu good local governance agar daerah lebih e,ekti, dan
e,eien dan akuntabilitas di dalam pen"elengaraan sistem disentaralisasi
2.6 Kapan Pela"anan Di Katakan +aik
Tata kelola pemerintahan "ang baik dan bersih dapat di katakan baik apabila sistem
pela"anann"a "ang baik maka produk pela"anan itu akan ber$alan sesuai dengan
rel "ang ada.
)tandar buruk atau baik tata kelola pela"anan "ang baik dan bersih sangat di
tentukan pemberian la"anan publik "ang lebih pro,essional dan e,ekti, e,isien
sederhana transparan tepat -aktu responsive dan adapti, dan sekaligus dapat
membangun kualitas individu dalam arti menigkatkan kapasitas individu dan
mas"arakat untuk secara akti, masa depann"a.
2esponsi, kemauan untuk membantu konsumen bertanggung $a-ab terhadap mutu
la"anan "ang diberikancompeten tuntutan "ang dimiliki pengetahuan dan
keterampilan "ang baik oleh aparatur dalam memberikan la"anan.
Pela"anan publik (publik services) merupakan salah satu per-u$udan dari ,ungsi
aparatur *egara sebagai abdi mas"arakat dan abdi *egara . Pela"anan publik oleh
birokrasi publik di maksudkan untuk meningkatkan kese$ahteraan mas"arakat.
Kondisi mas"arakat saat ini telah berkembang dengan sangat dinamis tingkat
kehidupan mas"arakat "ang semakin baik merupakan sebuah indikasi dari
empo-ering "ang dialami oleh mas"arakat
Pen"ebabn"a ialah pela"anan buruk "ang diberikan kepada mas"arakat umum.
Pela"anan buruk tersebut dikarenakan adan"a peraturan "ang berlebihan
minimn"a transparansi serta tingkah laku para birokrat "ang tidak mendukung
untuk menciptakan hukum dan peraturan "ang dapat dipatuhi oleh sebagian besar
anggota mas"arakat (7orld +ank &882).
Karena itu maka tak terlalu menge$utkan $ika 9ndonesia dikategorikan sebagai
suatu pemerintahan "ang buruk (bad governance). Kesulitan re,ormasi birokrasi
disebabkan oleh% -arisan se$arah (historical institutionalism) "ang melingkupi
birokrasi se$ak masa kemerdekaan hingga sekarang: kuatn"a intervensi politik atas
birokrasi: dan melemahn"a posisi ta-ar birokrasi terhadap partai politik.
2.; Pela"an Publik )ebagai Pilar Good Governance

Pela"anan publik (publik services ) oleh birokrasi publik tadi adalah merupakan
salah satu per-u$udan dari ,ungsi aparatur *egara sebagai abdi mas"arakat dan
abdi *egara. Pela"anan publik oleh birokrasi publik dimaksudkan untuk
mense$ahterakan mas"arakat (-arga *egara ) dari suatu *egara kese$ahteraan
(-el,are state ).

Dan sekali lagu tu$uan dari good governce sebagai tu$uan Primer adalah: me-uhkan
pendidikan politik kepada mas"rakat (demokrasi) sementara tu$uan sekunder dari
Good Governance adalah menciptakan sistem pela"anan "ang e,esien dan e,ekti,
akuntabilitas tapai "ang men$adi perslan sekarang adalah good governance lebh
,okus kepada pela"an publik artin"a ketika seseorang berbicra Goog <ocal
Governnace maka "ang terba"ang di depan matan"a adalah ela"ann "ang e,ekti,
dan e,esien.
Pela"anan publik dapat diartikan disini adalah pemberi la"anan atau keperluan
orang aatau mas"arakat "ang mempun"ai kepentingan pada organisasi itu sesuai
dengan aturan pokok dan tata cara "ang telah ditetapkan. )ementara itu kondisi
mas"arakat pada saat ini telah ter$adi suatu perkembangan "ang sangat dinamis
dimana tingkat kehidupan mas"arakat "ang semakin baik merupakan indikasi dari
4empo-ering5 "ang dialami oleh mas"arakat.
Hal ini berarti mas"arakat semakin sadar akan apa "ang men$adi hak dan
ke-a$ibann"a sebagai -arga *egara mas"arakat semakin berani untuk
menga$ukan tuntutan keinginan aspirasikepada pemerintah mas"arakat semakin
kritis dan berani untuk melakukan kontrol terhadap apa "ang dilakukan oleh
pemerintah.

)alah satu produk dari organisasi publik adalah memberikan pela"anan publik
kepada pengguna. Pela"anan publik dalam negara demokrasi dengan memin$am
pendapat <envine (&88= % &>>) harus memenuhi tiga indikator% &).
2esponsivenessatauresponsivitasadalah% da"a tanggap pen"edia la"anan terhadap
harapan keinginan aspirasi maupun tuntutan pengguna la"anan 2).
2esponsibilit"atau responsibilitas adalah: suatu ukuran "ang menun$ukkan
seberapa $auh proses pemberian la"anan publik itu dilakukan sesuai dengan
prinsip'prinsip atau ketentuan'ketentuan administrasi dan organisasi "ang benar
dan telah ditetapkan #). Accountabilit" atau akuntabilitas adalah% suatu ukuran
"ang menun$ukkan seberapa besar proses pen"elenggaraan pela"anan sesuai dengan
kepentingan stakeholders dan norma'norma "ang berkembang dalam mas"arakat.