Anda di halaman 1dari 7

MANAJEMEN PELABUHAN DAN REALISASI EKSPOR IMPOR

ADMINISTRATOR PELABUHAN
























Oleh :

Mochammad Agus Afrianto (115020200111056)


JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA















Administrator Pelabuhan

A. Administrator Pelabuhan

Dalam zaman globalisasi ini tidak ada satu Negara pun yang mampu
memenuhi kebutuhanya sendiri. Untuk pemenuhan kebutuhan suatu Negara,
terjadilah proses ekspor impor. Hal tersebut terjadi karena ketidaksamaan sumber
daya alam yang dimiliki dan ketidaksamaan kemampuan dalam mengelola sumber
daya tersebut. Indonesia sendiri termasuk Negara yang melakukan kegiatan tersebut.

Negara-negara maju mengandalkan kekuatan ekonominya pada industry dan
pertanian dengan teknologi tinggi, sedangkan Negara-negara yang belum menguasai
teknologi tinggi masih mengandalkan ekonominya pada sumberdaya alam yang
melimpah. Kondisi ini menimbulkan saling ketergantungan dan saling membutuhkan.
Negara industry membutuhkan bahan baku, sedangkan Negara yang berkembang
membutuhkan hasil industry. Untuk itu diperlukan adanya kerja sama antarnegara
sehingga muncul kegiatan ekspor impor.

Dalam proses tersebut, salah satu departemen yang banyak terlibat adalah port
administration. Tugas dari port administration sendiri adalah memadukan rencana
operasional dalam menggunakan tambatan atau gudang dan fasilitas pelabuhan
lainnya. Port administration juga mengandalkan kelancaran arus kapal dan barang dan
mengadakan pembinaan tenaga kerja bongkar muat (TKBM), guna mengoordinasi
instansi yang ada dalam pelabuhan.

Berdasarkan keputusan menteri berhubungan No.: KM.89/OT.002/Phb.85 tanggal 11
April 1985 tentang susunan organisasi dan tata kerja kantor administrator pelabuhan
yang telah diubah dan disempurnakan dengan keputusan menteri perhubungan No.:
KM.67 tahun 1999 tanggal 18 agustus 1999, tugas pokok administrator pelabuhan
adalah memberikan pelayanan keselamatan pelayaran di daerah lingkungan kerja
pelabuhan untuk memperlancar angkutan laut.

B. Berbagai Fungsi Administrator Pelabuhan

Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Administrator Pelabuhan
menyelenggarakan fungsi berikut.

1. Penilikan kegiatan lalu lintas angkatan laut yang meliputi kapal, penumpang,
barang, dan hewan serta pemantauan pelaksanaan tarif angkatan laut, Pembina
tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dan pemantauan pelaksanaan tariff
TKBM, pengawasan keselamatan di bidang pembangunan fasilitas dan
peralatan pelabuhan, alur pelayaran dan kolam pelabuhan, serta pemantauan
kinerja operasional pelabuhan.
2. Penilikan terhadap pemenuhan persyaratan kelaik-lautan kapal dan
pengeluaran Surat Izin Berlayar (SIB), pemeriksaan nautis, teknis, radio,
pembangunan dan perombakan kapal, serta pemberian sertifikasi, pelaksanaan
pengukuran dan status hokum kapal, serta pengurusan dokumen pelaut,
penyijilan awak kapal dan perjanjian kerja laut.
3. Pencegahan dan penggulangan pencemaran serta pemadaman kebakaran di
perairan pelabuhan, pengamanan, penertiban, dan penegakan peraturan
perhubungan laut di dalam daerah lingkungan kerja pelabuhan guna menjamin
kelancaran operasional di bidang pelabuhan.
4. Pelaksanaan urusan kepegawaian, keuangan, tata usaha, dan rumah tangga
kantor administrator pelabuhan.
5. Pengawasan kegiatan penunjang angkatan laut dan pembinaan tenaga kerja
bongkar muat.
6. Pelaksanaan pengamanan, penertiban, penegakan peraturan di bidang
pelayaran dan tindakan pidana pelayaran di perairan pelabuhan dan di perairan
bandara guna menjamin kelancaran operasional pelabuhan.
7. Pengawasan kelayakan dan keselamatan fasilitas dan peralatan pelabuhan, alur
pelayaran dan kolam pelabuhan, serta pengawasan pembangunan fasilitas
pelabuhan dan penilikan kinerja operasi pelabuhan.
8. Pelaksanaan pemeriksaan nautis, teknis, radio, peralatan pencegahan
pencemaran, pembangunan dan perombakan kapal serta verifikasi manajemen
keselamatan kapal dan penerbitan sertifikasi kebangsaan, dan hipotek kapal.
9. Pelaksanaan pengukuran dan status hukum kapal, surat kebangsaan, dan
hipotek hipotek kapal, serta pengurusan dokumen pelaut, penyijlan awak
kapal, dan perjanjian kerja laut.

Dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi tersebut Adpel Tanjung Perak
mempunyai susunan organisasi yang terdiri dari tata usha, bidang lalulintas angkutan
laut dan kepelabuhanan, bidang penjagaan dan penyelamatan, bidang teknik kelaik-
lautan kapal.

Menyadari tugas kantor Adpel dan tuntutan peningkatan peran pelayanan keselamatan
kelayaran dan kelancaran lalu lintas angkutan laut sebagai urat nadi kehidupan
perekonomian, social budaya, pertahanan dan keamanan dalam kerangka wawasan
nasional, maka Adpel dengan perangkat organisasi yang ada harus mampu mencapai
hasil guna secara maksimal.

C. Berbagai Bidang Dalam Administrator Pelabuhan

Dengan adanya berbagai bidang dalam Administrator Pelabuhan guna mencapai
optimalisasi kerja dalam organisasi tersebut dibentuk berbagai bidang yang
mempunyai tanggung jawab dan kewenangan di bidang masing-masing, yaitu
meliputi bidang lalu lintas angkatan laut, bidang kelaik-lautan kapal, bidang
penjagaan dan penyelamatan, kesatuan pelaksana keamanan pelabuhan, kesatuan
penjaga dan pantai, distrik navigasi, serta kesyahbandaran masing-masing bidang
teknis.

C.1 Bidang Lalu Lintas Angkatan Laut dan Kelabuhan

- Selaku pengemban tugas pada subsector perhubungan laut, khususnya lalu
lintas angkatan laut administrator pelabuhan melaksanakan tugas operasional
kegiatan pelayanan ke pelabuhan penelitian dan kelancaran angkutan laut,
kegiatan bongkar muat dan keluar mask barang dari/ke pelabuhan serta
kelancaran dan kontinuitas tersedianya fasilitas angkatan darat dari/ke
pelabuhan.
- Melakukan kegiatan pemantauan Sembilan bahan pokok maupun komoditas
strategis lainnya bersama-sama instansi unsur perbantuan, instansi
pemerintahan, dan unit yang terkait untuk mengendalikan pelaksanaan tugas-
tugas operasional pelabuhan berdasarkan ketentuan yangberlaku.
- Kegiatan pelabuhan, khususnya di bidang operasional yang dilaksanakan oleh
administrator pelabuhan berpedoman pada instruksi menteri perhubungan
nomor IM.6 / AL005-96 tentang penetapan pelaksanaan system satu atap
pelayanan kapal dan bongkar muat barang di pelabuhan utama.
- Penelitian dan evaluasi ,aporan kedatangan dan keberangkatan kapal (LKKK)
dan rencana trayek yang disampaikan oleh perusahaan pelayaran serta
penilikan perjanjian/penunjukan keagenan (Agency Agreement dan letter of
Appoinment)
- Mengadakan pembinaan kepada tenaga kerja bongkar muat (TKBM) bersama
dengan koperasi TKBM Usaha Karya agar tercapai produktivitas kerja yang
maksimal.

C.2 Bidang Kelaik-lautan Kapal

- Pelaksanaan pengawasan tertib Bandar dan keselamatan pelayaran bagi kapal-
kapal yang keluar masuk pelabuhan.
- Mengawasi, mencegah dan mendeteksi bongkar muat barang serta dampak
yang membahayakan bagi pelayaran pelabuhan.
- Melakukan pengawasan terhadap kemungkinan yang terjadinya pendangkalan
alur, pengurusan, pemerikasaan kecelakaan, kerusakan dan awak kapal.
- Melakukan pemeriksaan dan pengesahan buku arian kapal serta melakukan
pengurusan PKL, penyidik kapal, pemberian dokumen pelaut, dst.
- Melakukan pemeriksaaan kondisi teknis kapal.

C.3 Bidang Penjagaan dan Penyelamatan

- Melaksanakan pengamanan, penertiban, dan pengawasan dengan melakukan
penjagaan di pos-pos pintu masuk/keluar pelabuhan, pangkalan/dermaga,
daerah rawan pencurian, barang-barang vital milik Negara dilingkungan
pelabuhan.
- Melaksanakan tugas pengamanan, penertiban, dan pengawasan kegiatan
bongkar muat barang, hewan, naik-turun penumpang, dst.
- Pengawasan dan keamanan sarana bantu navigasi, pencegahan pencemaran di
laut, dan pengamanan kapal-kapal yang sedang berlabuh atau bersandar.

D. Berbagai Instansi Dan Asosiasi Terkait Di Pelabuhan

Dalam Mengelola pelabuhan Administrator Pelabuhan perlu adanya instansi dan
asosiasi lain karena keterbatasan pengelolaan administrasi pelabuhan internal yang
tidak bias ditangani sendiri. Beberapa Instansi dan Asosiasi terkait berikut ini.

1. Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3)
Kesatuan dari unsur kepolisian untuk menjaga agar kegiatan di pelabuhan berjalan
dengan aman dan tertib.

2. Kesatuan Penjaga dan Laut Pantai (KPLP)
Unit Pelaksana teknis di bidang keamanan pelabuhan, Bandar, perairan laut, dan
bantuan SAR dalam lingkungan Departemen Perhubungan.
3. Distrik Navigasi
Unit pelaksana teknis pemerintahan di bidang perambuan, penerangan pantai, dan
elektronika pelayaran dalam lingkungan departemen perhubungan, yang berada di
bawah dan bertanggung jawab langsung kepada kepala kantor wilayah perhubungan
laut. Tugasnya adalah menyelenggarakan perambuan dan penerangan pantai,
elektronika dan telekomunikasi, serta mengatur penggunaan dan pemeliharaan kapal-
kapal Negara.

4. Kesyahbandaran
Unit Pelaksana teknis pemerintahan di bidang kebandaran, perkapalan, dan jasa
maritime dalam lingkungan departemen perhubungan yang dipimpin oleh seorang
kepala yang disebut syahbandar. Tugasnya adalah melaksanakan penilikan
kebandaran, keselamatan kapal dan pengukuran dan pendaftaran kapal, serta kegiatan
jasa maritim.

5. Bea Cukai
Tugas pokok yaitu memungut pajak-pajak yang tidak langsung, seperti bea masuk,
bea keluar, cukai serta mencegah adanya penyelundupan pajak-pajak tersebut.

6. Karantina Kesehatan Pelabuhan
tugasnya melaksanakan pencegahan masuk dan keluarpenyakit karantina dan penyakit
menular tertentu melalui kapal laut dan pesawat udara, dan peningkatan sanitasi
lingkungan di pelabuhan, kapal laut, dan pesawat udara, serta pelayanan kesehatan
terbatas di pelabuhan laut dan pelabuhan udara.

7. Imigrasi
mengawasi kedatangan dan keberangkatan orang-orang yangdatang dari luar maupun
yang berangkat keluar melalui pelabuhan.

8. Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Indonesia (APBMI)
Khusus melaksanakan bongkar muat barang-barang ekspor maupun barang impor dari
Gudang Lini I ke dalam palka kapal da sebaliknya dari palka kapal ke Gudang Lini I
ke dermaga pelabuhan.

9. GAFEKSI/INFA
Organisasi gabungan forwader dan ekspedisi yang menangani pengangkutan barang-
barang di darat serta penyelesaian dokumen kepabenan barang ekspor maupun impor
di kantor bead an cukai.

10. Stasiun Karantina Hewan
Instansi Yang bertugas menyelenggarakan pencegahan penyakit menular terhadap
hewan yang berasal dari luar pelabuhan maupun yang akan keluar pelabuhan melalui
kapal laut.

11. Balai Karantina Tumbuhan
Instansi yang bertugas menyelenggarakan pencegahan penyakit terhadap tumbuh-
tumbuhan yang berasal dari luar pelabuhan maupun yang akan keluar pelabuhan.

12. Pemanduan
Memandu kapal-kapal selama berlayar di alur pelabuhan.
13. Pelayanan Air Bersih
Disuplai Oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) melalui pipa yang tersedia
disepanjang dermaga.

14. Bunker
Dilaksanakan Oleh PT. Pertamina untuk mengisi bahan bakar kapal/

15. Docking, Repairing dan Shipbuilding
Membantu Aktivitas kelancaran operasional dan aktivitas kerja di pelabuhan.


E. Kepala Kantor Administrasi Pelabuhaan Selaku Pejabat Pemegang Fungsi
Tugas dan Wewenang :
1. Penilikan Kegiatan lalu lintas kapal yang masuk dan keluar pelabuhan.
2. Penilikan terhadap pemenuhan persyaratan kelaik-lautan kapal
3. Penilikan pemanduan dan penundaan kapal serta penyediaan dan
pemeliharaan alur pelayaran
4. Pencegahan dan penanggulangan pencemaran perairan pelabuhan
5. Pengamanan dan penertiban dalam daerah lingkungan kerja dan dalam daerah
lingkungan kepentingan pelabuhan guna menjamin kelancaran operasional
perusahaan.
6. Penilikan terhadap pembangunan/pengembangan dan pengoperasian
pelabuhan.

F. Kepala Kantor Administrator Pelabuhan Selaku Syahbandar
Tugas dan Wewenang :
1. mengeluarkan atau mencabut Surat Izin Berlayar(SIB)
2. melakukan pengawasan terhadap kapal yang memasuki pelabuhan dan selama
kapal tersebut di pelabuhan
3. menetapkan tempat sandar bagi kapal yang memasuki pelabuhan da memberi
waktu berpindah tempat kepada kapal yang sedang berlabuh di pelabuhan.
4. Memberikan izin bagi kapal-kapal yang sedang berlabuh untuk berpindah
tempat.
5. Mengambil tindakan terhadap kapal yang menyebabkan terjadinya
kerusakan/kecelakaan.
6. Memberikan petunjuk untuk pencegahan terjadinya kebakaran.
7. Memimpin tugas penanggulangan kebakaran kapal.
8. Memasuki kapal melakukan pemeriksaan keadaan kapal, awak kapal, muatan
kapal, dan penumpang kapal.
9. Menunda dan atau menahan keberangkatan kapal
10. Mengurus pendaftaran dan balik nama kapal
11. Melakukan pemeriksaan, pengujian, dan sertifikasi kapal.
12. Melakukan pengawasan terhadap perlindungan, perangkat penemu, dan
pemadam kebakaran sesuai jenis dan ukuran kapal
13. Melakukan pengawasan terhadap alat penolong di kapal sesuai jenis, ukuran
dan daerah pelayanan.
14. Melakukan pengawasan terhadap perangkat komunikasi radio kapal sesuai
jenis, ukuran, dan daerah pelayaran.
15. Melakukan pengawasan terhadap perangkat perlengkapan navigasi kepal
sesuai jenis, ukuran dan daerah pelayaran.
16. Melakukan pengawasan terhadap ruang akomodasi dan perbekalan untuk
awak kapal dan penmpang
17. Melakukan pengawasan terhadap peralatan dan kegiatan bongkar muat dari
dank e kapal serta stabilitas kapal
18. Melakukan pengawasan dan koordinasi penanggulangan pencemaran yang
bersumber dari kapal.