Anda di halaman 1dari 4

Katalis

Katalis adalah zat yang ditambahkan pada reaksi kimia dengan tujuan untuk
mempercepat reaksi tersebut. Katalis dapat mempercepat reaksi kekanan atau kekiri sehingga
keadaan setimbang lebih cepat tercapai, katalis ini disebut dengan katalis positif. Penambahan
katalis juga dapat menghambat reaksi, katalis tersebut disebut katalis negative atau anti katalis
atau inhibitor.
Penambahan katalis akan mempengaruhi laju reaksi. Pada teori tumbukan dan distribusi
energi molecular Maxwell Boltzman pada gas, tumbukan-tumbukan menghasilkan reaksi jika
partikel-partikel bertumbukan dengan energi yang cukup untuk memulai suatu reaksi. Energi
minimum yang diperlukan disebut dengan reaksi aktifitas reaksi.
Katalis dapat dibagi berdasarkan dua tipe dasar, heterogen dan homogen. Reaksi
heterogen, katalis berada dalam fase yang berbeda dengan reaktan. Reaksi homogen, katalis
berada dalam fase yang sama dengan reaktan. Proses katalitik menggunakan katalis heterogen
dalam industri pertama kali pada tahun 1857, menggunakan Pt untuk mengoksidasi SO
2
menjadi
SO
3
dalam larutan asam.
1. Katalis Homogen
a. Katalis Asam-Basa
Arhenius mengemukakan bahwa kemampuan suatu asam untuk meganalisis reaksi
tertentu tidak bergantung pada sifat anion tetapi tergantung pada hantaran listrik
larutanya. Hal serupa jua dinyatakan bahwa laju suatu reaksi yang dikatalisi oleh basa
bergantung pada hantarannya tetapi tidak oleh sifat kation yang menunjukkan bahwa
reaksi katalisis dlakukan oleh ion hidroksida. Jika reaks dilakukan dalam air yaitu
dalam larutan yang bersifat asam sehingga konsentrasi ion hidroksida rendah
sehingga aksi katalisnya tidak besar. Dilain sisi ion hidrogen sangat efektif sebagai
katalis, dan laju dapat dinyatakan sbb:
] ][ [ ] [

H S k S k r
H
o

k
o
= konstanta laju untuk reaksi tanpa katalis
[H
+
] = konsentrasi ion hidrogen
k
H
+
= konstanta laju reaksi yang dikatalisis oleh ion hidrogen
dalam persamaan laju diatas, reaksi juga dikatalisis oleh ion hidroksida sehingga:
] [ ] ][ [ ] [


OH k H S k S k r
OH H
o

Untuk reaksi orde pertama, konstanta lajunya sbb:
] [S
r
k .
Oleh karena itu: ] [ ] [


OH k H k k r
OH H
o

k
H
+
dan k
OH
-
= konstanta katalitik untuk ion hidrogen dan ion hidrokida.
Untuk sistem larutan dalam air. Konsentrasi H
+
dan OH
-
dihubungkan sebagai
pendekatan sbb: [H
+
][OH
-
] = K dan dapat ditulis sbb:
] [
] [

H
K k
H k k k
OH
H
o

Dalam beberapa larutan salah satu faktor konsentraasi ini dapat diabaikan terhadap
yang lain. Pada tahun 1913 Dawson dan Powis melakukan pegukuran secara hati-hati
pada reaksi aseton dan iodium. Hasil yang diperoleh bahwa untuk katalis buffer asam
asetat, ion asetat reaksi tidak hanya dikatalisis oleh ion H
+

dan OH
-
tetapi juga oleh
asam asetat yang terdisosiasi dan ion asetat. Oleh karena itu konstanta laju untuk
proses tersebut adalah sbb:
] [ ] [ ] [ ] [



A K HA k OH k H k k k
A HA
OH H
o

HA = asam asetat
A
+
= ion asetat
A HA
danK k = konstanta katalitik
Jika katalisis dilakukan oleh hydrogen dan hidroksida disebut sebagai katalis asam
basa umum. Jika katalisis dilakukan hanya oleh ion hidrohen dan ion hdroksida
disebut sebagai katalis asam basa spesifik.
b. Katalis Enzim
Enzim adalah katalis biologi yang aktiv dalam kehidupan, yang sifat sifat
kinetikanya sama dengan katalis heterogen atau seringkali dikatakan mikroheterogen
katalis Suatu contoh yang sangat menarik dan khas adalah urease yang merupakan
katalis terbaik bagi urea untuk dikonversi ke amonia dan karbon dioksida
CO(NH
2
)
2
+ H
2
O 2 NH
3
+ CO
2
Urease

Enzim hanya dikenal untuk satu proses yang sfesifik, namun kinetikanya cukup sulit
karena enzim tak mudah didapatkan, artinya mekanismenya sangatlah komplek.
Mekanisme reksi enzimatis adalah sebagai berikut :
Suatu substrat S dikatalis dengan enzim E, mula mula terbentuk komplek subtrat
enzim, yang akhirnya akan kembali terpisah dan terbentuk produk, dengan gambaran
mekanisme
k
1
E + S ES (1)
k
2


k
2
E S Produk + E (2)

Michaelis Menten telah menerangkan pengaruh konsentrasi subtrat pada laju reaksi.
E dan S adalah konsentrasi mula mula enzim dan subtrat, ES adalalah konsentrasi
komplek enzim subtrat, sedang konsentrasi enzim bebas adalah E ES,
konsentrasi subtrat senantiasa lebih besar dari enzim, karenanya konsentrasinya tak
berubah. Maka konstanta kesetimbangannya adalah

K =
) ES (
S) } ES - E ({

Atau
ES =
S) + (K
S) E (

Bila asumsinya reaksi 2 sangat lambat, maka
= k
2
( ES)
= k
2

S) + (Km
S) )( (E

reaksi maksimum jika semua enzim membentuk komplek ES, yaitu ketika konsentrasi
ES sama dengan konsentrasi mula mula E, maka pada kondisi ini laju reaksi
menjadi :

mak
= k
2
( E)
masukkan kembali ke persamaan sebelumnya , menjadi
=
mak

S) + (Km
S) (

K
m
adalah konstanta Michaelis.
Lineweaver dan Burk merubah persamaan diatas menjadi persamaan linear yaitu

) (
) ( 1 1
s v
K
v v
mak
m
mak

Dengan menggambar
v
1
versus
S
1
akan diperoleh garis yang lurus dengan slope
mak
m
v
K ) (
dan intersep
mak
v
1




v
1



mak
m
v
K ) (



mak
v
1
1/S
S
1