Anda di halaman 1dari 32

BAB IV

HASIL PENELITIAN

1.1. Gambaran Umum Perusahaan PT. Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Serang Mill
PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk beridiri sejak tahun 1990 yang didirikan oleh bapak.
Sutomo Yamato, seorang pengusaha kelahiran Siantar, Sumatra Utara yang bekerjasama dengan
perusahaan dari Taiwan.
PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk merupakan salah satu pabrik yang memproduksi
kertas industri antara lain ivory, manila, art board, dupleks, gloss coated, flutting medium, liner
board, white kraft, dan tripleks. PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk ini merupakan cabang dari
Sinar mas dimana untuk di international khususnya di asia lebih terkenal dengan APP ( Asian
Pulp and Paper ).
Indah kiat telah tampil sebagai sebuah produk dari suatu pengaruh dari yang maha besar
sebagai akibat dari perkembangan bisnis Indonesia pada tingkat pasar domestic dan
internasional. Indah Kiat adalah anak perusahaan yang tak langsung dari asia pulp dan paper Co.
Ltd, perusahaan dari singapura, yang merupakan salah satu perusahaan pulp & paper terbesar
dan terintegrasi. Di asia perusahan ini terdaftar pada bursa efek new york dengan kapitalisasi
pasar kurang lebih, US,$ 2,5 milyar. Pada bulan Juni 1990, perusahaan mengadakan penawaran
publik yang pertama akan sahamnya di Indonesia, dan pada saat ini terdaftar pada bursa efek
Jakarta dan Surabaya.

1.2. Sejarah Perusahaan PT. Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Serang Mill
Indah kiat di dirikan pada tahun 1976 oleh perusahaan Indonesia, PT Berkat Indah Agung
bekerja sama dengan dua perusahaan Taiwan, Chung Hwa Pulp Corporation dan yuen poong Yu
paper terkenal sebagai produsen kertas di Taiwan.
Pada awal berdirinya IKPP, kedua perusahaan Taiwan di atas, menyediakan tehnologi
menufaktur dan proses yang melibatkan menggunakan micsed tropical hardwoord pulp yang
sangat di perlukan dalam pembuatan kertas cetak dan tulis. PT berkat indah agung dari Indonesia
memberikkan ekses kesumber yang kaya dengan mikxed tropical hardwood.
Dewasa ini, indah kiat adalah sebuah penghasil pulp, paper dan produk back aging
terintegrasi. Perusahaan menghasilkan kertas tulis dan cetak, blached hardwood kraft pulp (BHK
pulp), container board dan polding box board perusahaan juga membuat converted products,
seperti cu-tsized photocopier paper ( berasal dari uncoated preesheet) corrugated boxses.
Produksi indah kiat sangat terintegrasi karena BHK pulp yang di hasilkan oleh perusahaan di
gunakan sebagai bahan baku utama asli bagi pembuatan bermacam macam kertas tulis dan
kertas, selain dari kertas bekas yang di pakai untuk membuat carrogated boxed (kotak karton
bergelombang).
Sebagian besar satu dari kertas cetak dan tulis indah kiat yang di ekspor yang di hasilkan
dari pabriknya di perawng, Sumatra selatan. Pabrik kertas perawang terletak kurang lebih 500
meter dari pabrik pulp perawang milik perusahan dan 2,5 km dari sungai siak. Melalui sungai
siaklah hasil produksi kertas cetak dan tulis di kapalkan dan di kirim ke pasar- pasar ekspor
utama di asia tenggara.
Pabrik kertas kedua dari perusahaan berlokasi di Tanggerang, Banten, Indonesia dan
pabrik kertas karton Industri terletak di Serang Banten, Indonesia. Pabrik IKPP serang
memproduksi kertas dan karton dan produk produk kemasan lainnya yang bernilai tambah
melalui konprensi dari produk-produk utamanya. Pada tahun 1991, Pabrik mengambil alih
menjadi PT Sinar Dunia Makmur suatu produsen kelas menengah kertas-kertas untuk keperluan
industri dengan kapasitas produksi dengan kapasitas produksi 1 ton per hari.
Sejak itu, pabrik serang secara konsisten melakukan berbagai program perkembangan.
Pabrik melalui Produksi perdana berupa Industrial Paper pada bulan januari 1993 yang terdiri
dari Kraft linen board, Corugating Medium, dan corrugated carton bokxes. Corugating medium
ini yang di letakan di lapisan tengah dan bergelombang bisa di gunakan untuk menahan
bantingan dan getaran.
Pabrik Paper Tube di serang terletak di sebelah Pabrik Corrugated box, mesin paper tural
sepiral winding ini mempunyai kapasitas 30.000 ton paper tube per tahun. Sebagian dari
produksi pape tube ini di salirkan sebagai paper core ke pabrik IKPP sedang kan sisanya di
salurkan ke seluruh Indonesia. adapun jenis yang di hasilkan adalah DTY, POY dan Cones.
Kini, pabrik IKPP serang adalah pabrik kertas karton industri terbesar di Indonesia
dengan pengusahaan pasar utama kurang lebih 34% di pasar container board.dengan berbagai
macam produk dan kegunaan, kwalitas yang tinggi, penyaluran yang tepat waktu, pelayanan
terhadap pelanggan yang baik, kemampuan distribusi dan strategi garga yang bersaing telah
membuat perusahaan selalu dapat mempertahankan posisi puncaknya.

1.3. Lokasi PT. Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Serang Mill
Nama perusahaan : PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk.
Alamat Perusahaan : Jl. Raya Serang Km. 76 Desa Kragilan / Sentul, Kec. Kragilan P.O. Box
8 kragilan, Serang 42184, Banten-Indonesia.
Phone : (6254) 280088,281988.
Fax : (62254) 282432, 282433.

1.4. Visi, Misi dan Tujuan PT. Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Serang Mill
Visi : Memiliki lingkungan Kerja Yang Nyaman dengan Predikat Sebagai Super Eficiency
Company bertaraf International .
Misi :
Memberikan manfaat yang nyata kepada pelanggan dan konsumen.
Memperbaiki kualitas hidup dan menjaga keselamatan karyawan
Ikut membangun sesuai tujuan nasional sebagai tanggung jawab dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara
Membahagiakan para pemegang saham, investor yang berpotensi, karyawan,
manajemen, rekan usaha, pemerintah, dan lingkungan sekitar.
Tujuan :
1. Meningkatkan kepuasan pelanggan.
2. Mencegah kecelakaan kerja, kebakaran dan penyakit akibat kerja.
3. Menghemat pemakaian sumber daya, seperti : air, listrik, steam dan pulp.
4. Meminimalkan dampak lingkungan dari limbah yang dihasilkan.
5. Memenuhi perundang-undangan lingkungan dan K3.
6. Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia.

1.5. Struktur Organisasi PT. Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Serang Mill
PT. IKPP Corp Serang dipimpin oleh seorang Presiden Direktur yang berkedudukan di
Jakarta. Pelaksanaan operasi PT. IKPP Corp Serang dipimpin seksi. Wakil Presiden Direktur
yang membawahi 6 devisi 20 departemen dan 90 seksi. Wakil Presiden Direktur bertanggung
jawab pada Presiden Direktur.
Berdasarkan struktur organisasi, PT IKPP Corp Serang, membagi tugas dalam tiga
kelompok besar, yaitu :
General Mill Manager
Membawahi Pulp Mill, Paper Mill, Paper Plant, Chemical Plant, Utility, Design
And Environment Protection, dan Quality Control Departement.
Forest Devision
Membawahi Harvesting Departement dan Foresty Affairs Departement.
Administration Division
Membawahi Affairs Departement dan Supply Storage Departement.
Dengan demikian pelimpahan kekuasaan dari pimpinan kepada bawahan dan
pertanggungjawabannya atasan berjalan vertikal sesuai wewenangnya.
Tenaga Kerja
Sampai pada bulan Februari 2001 PT. IKPP Corp Serang mempunyai 5681 orang
karyawan dengan komposisi sebagai berikut :
Berdasarkan jenis kelamin
Pria : 5114 orang (90,01%)
Wanita : 567 orang (9,98%)
Berdasarkan pendidikan
SD-SLTP : 1311 orang (19.90%)
SLTA-D1 : 3998 orang (70,90%)
D2-D3 : 179 orang (3,15%)
S1-S2 : 373 orang (6,65%)
Berdasarkan daerah
Serang, Banten, dan Jawa Barat : 1923 orang (33,84%)
Jawa Tengah dan Jawa Timur : 1902 orang (33,48%)
Luar Jawa : 1356 orang (32,57%)
Pendapatan per bulan dari karyawan PT. IKPP Corp Serang sesuai dengan Upah
Minimum Regional (UMR). Sumber tenaga kerja didap dari lamaran masyarakat, iklan di surat
kabar, dan kerjasama dengan lembaga pendidikan atau jalur kaderisasi.
Program waktu kerja di PT. Indah Kiat Pulp and Paper di bagi menjadi dua golongan
yaitu:
1. General shift ( waktu kerja dengan jam biasa atau umum )
2. Shift ( waktu kerja dengan sistem bergilir atau bergantian )

Tabel 1. Jam kerja bagi general shift
Hari Jam kerja Jam istirahat
Senin Kamis 08.00 17.00 12.00 13.00
Jumat 08.00 17.30 11.30 13.00
Sabtu dan Minggu - -

Tabel 2. Jam kerja bagi shift
Shift Jam kerja Jam istirahat
Pertama 07.30 15.30 12.00 12.30
Kedua 15.30 23.30 18.00 18.30
Ketiga 23.30 - 07.30 04.00 04.30

Bagi karyawan non shift masuk kerja pada pukul 08.00 dan selesai kerja pukul 17.00
(senin-Kamis). Waktu istirahat dari pukul 12.00-13.00. Sedangkan hari jumat masuk kerja pada
pukul 08.00 dan selesai kerja pada jam 17.30. waktu istirahat dari pukul 11.30-13.00. Pada hari
Sabtu dan Minggu tidak masuk kerja atau libur.

1.6. Profil PT. Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Serang Mill
Bekerja dengan integritas dan komitmen kepada pelanggan, karyawan dan para
pemegang sahaam dan dalam waktu bersamaan, memantapkan perhatian kepada pengawas
terhadap kwalitas dan performa dan prima dari produk kertas.
1. Sumber daya manusia adalah kunci kesuksessn.
2. Kita harus menyeimbangkan kebutuhan lingkungan dengan permintaan dalam rangka
mendukung oprasi.
3. Kita harus kembangkan karyawan untuk mempedulikan kebutuhan pelanggan.
4. Kita tidaklah hanya mempertanggunjawabkan kepada pemegang saham tetapi juga
kepada masyarakat umum.
5. Kita mendukung kebijakan pemerintahan untuk membangun suatu bisnis yang
mendukung.
Pendidikan
PT. Indah Kiat pulp and paper Tbk. Serang Mill menyadari bahwa sumber manusia
adalah salah satu aset yang paling utama dan harus dikembangkan. Pendidikan adalah salah satu
kunci untuk mengembangkan sumberdaya itu dan perusahaan telah menginvestasikan ke dalam
berbagai program acara untuk mensosialisasikan pendidikan kepada masyarakat sebagai berikut :
a. Program acara ilmu pengetahuan untuk sekolah dasar, sekolah menengah dan para siswa
sekolah menengah keatas.
b. Program acara ilmu pengetahuan untuk derajat tingkat lebih lanjut belajar di akademik
pulp and paper di bandung. Siswa yang lulus dari akademik ini mempeunyai
kemungkinan untuk dipekerjakan oleh PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. Serang Mill.
c. Membangun sekolah dasar.
d. Distribusi buku latihan, seragam dan tas sekolah.
e. Program Praktik Kerja Lapangan (PKL), riset dan magang di PT. Indah Kiat Pulp and
Paper Tbk. Serang Mill untuk mahasiswa dari berbagai univeristas.
Kesehatan
Kesehatan adalah suatu aspek penting untuk masyarakat. Investasi dari PT. Indah Kiat
pulp and paper Tbk. Serang Mill kearah kesehatan masyarakat meliputi :
a. Membangun apotik dan klinik untuk karyawan dan melingkupi masyarakat.
b. Menyediakan pompa untuk air bersih.
c. Program acara donor darah sekali tiap bulan.
d. Perawatan medis bagi karyawan yang sakit.

1.7. Gambaran Unit K3 PT. Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Serang Mill
Industrial Safety merupakan unit k3 yang berada pada PT. Indah Kiat Pulp and Paper
Products Serang Mill bukan merupakan divisi yang berdiri sendiri, tetapi berada dibawah divisi
Administrasi sehingga tidak bertanggung jawab secara langsung kepada Vice President.

1.8. Visi, Misi dan Tujuan K3 PT. Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Serang Mill
Visi :
Memprediksi, harapan dan gambaran tentang keadaan yang akan datang yang berkaitan
dengan peran organisasi dan bersifat jangka panjang. Visi Unit K3 : Zero Accident, Zero
fire.
Misi :
Memprediksi, harapan dan gambaran tentang keadaan yang akan datang yang berkaitan
dengan peran organisasi dan bersifat jangka menengah. Misi Unit K3 : Berusaha sebaik
mungkin untuk mencegah kerugian bagi perusahaan.
Tujuan :
Mencegah Kerugian bagi perusahaan baik manusianya maupun asset perusahaan sebagai
prioritas di setiap produksi. Yang menitik beratkan pada kategori, kecideraan karyawan,
kerusakan harta benda, berhubungan dengan kesehatan, kebakaran, penanggulangan
keadaan darurat dan keamanan.
1.8.1. Proses Produksi Kertas PT. Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Serang Mill
Dalam proses produksi kertasnya terdiri dari beberapa tahapan kegiatan sehingga menjadi
kertas yang siap dipasarkan didalam negeri maupun luar negeri. Adapun proses produksi tersebut
sebagai berikut :
1.8.1.1.Pengumpulan Bahan Baku (Waste Paper)
Dalam rangka penghematan serat maka setelah dilihat,kertas yang telah menjadisampah
dalam lingkungan perusahaan ,diolah kembali kembali kertas yang berukuranbesar. Perlu
diketahui, dalam perusahaan ini sampah yang berupam plastic,kertas putih,dan kertas berwarna
lainnya itu tidak dibuang begitu saja melainkan dibagi atas beberapatempat yaitu kartas berwarna
putih dibuang ketempat yang berwarna putih, kertasberwarna lain dibuang ke kotak yang
berwarna coklat, sedangkan yang berupa plastic dibuang ketempat yang berbahan plastic atau
tong sampah plastic, yang tempat sampahnyaberada dimasing-masing bawah meja karyawan.
Penggunaan kertas bekas mempunyai beberapa keuntungan diantaranya adalah sebagai berikut:
Pengamatan bahan baku dengan harga murah
Investasi pengolahannya lebih murah dibandingkan dengan pabrik pulp,
Pengamatan sumber daya alam
Mengurangi polusi lingkungan.
Bahan baku yang digunakan dalam proses pembuatan kertas dibagi menjadi 2 bagian yaitu:
a. Serat Alam (virgin pulp)
Serat alam terdiri dari :
1. NUKP (needle unbleach kraft pulp)
Merupakan jenis serat yang paling panjang yang belum diputihkan.
2. LBKP (leaf bleach kraft pulp)
Merupakan jenis serat pendek yang telah diputihkan.
3. NBKP (needle bleach kraft pulp)
Merupakan jenis serta panjang yang telah diputihkan.
4. CTMP (chemi termo mechanical pulp)
Merupakan jenis serat mekanik.
5. KLB (kraft liner board)
Merupakan serat alam yang berupa lembaran seperti karton.

b. Serat Sekunder (waste pulp)
1. AOCC (american old corrugated carton)
Merupakan kertas bekas karton gelombang atau box karton bekas yang didatangkan
dari Amerika.
2. LOCC (local old conrrugated carton)
Merupakan kertas bekas yang berasal dari bahan baku lokal.
3. ONP (old news paper)
Merupakan jenis kertas cetak atau koran yang banyak mengandung bahan pengisi
seperti kaolin.
4. OMP (old magazine paper)
Merupakan jenis kertas majalah yang didatangkan baik dari dalam maupun luar
negeri.
1.8.1.2.Stock Preparation (SP)
Stock Preparation merupakan awal dalam proses produksi kertas. Bahan baku yang
berupa pulp diolah menjadi buburan pulp dan ditambah bahanbahan kimia tertentu. Buburan
pulp tersebut kemudian mengalami proses pembersihan, penggilingan dan pencampuran sebelum
dikirim ke PM.
1.8.1.3.Paper Machine (PM)
Dibagian Paper Machine bubur pulp yang berasal dari SP diolah sehingga dihasilkan
lembaran-lembaran kertas dalam bentuk jumbo roll, dalam pembuatan kertas di PM.
1.8.1.4.Finishing (FN)
Kertas jumbo roll yang merupakan hasil akhir dari PM diuji kualitas diDepartemen
Quality Control. Kertas yang memenuhi syarat dikirim ke seksi FN dan seksi CV.

1.9. Analisa Univariat
1.9.1. Pengetahuan
Pengetahuan adalah pemberian bukti oleh seseorang melalui proses pengingatan atau
pengenalan informasi dan ide yang sudah diperoleh sebelumnya. Bloom dalam Notoatmojo
(2003) mengelompokan pengetahuan dalam domain kognitif dan menempatkan sebagai uraian
pertama dari domain kognitif karena pengetahuan merupakan unsur dasar untuk pembentukan
tingkat-tingkat domain kognitif berikutnya yang meliputi tingkat pemahaman, penerapan,
analisis, sintesis, dan penilaian.
Dalam penelitian ini, pengetahuan merupakan variabel X1. Dalam variabel pengetahuan
terdapat 7(tujuh) pertanyaan yang memiliki katagori jawaban baik dan tidak baik. Untuk
mengetahui tingkat pengetahuan responden di bagi menjadi 3 katagori yaitu baik dan tidak baik.
Dimana penentuan tingkat pengetahuan tersebut diambil dengan menggunakan interval yang
ditentukan dengan memakai rumus sebagai berikut: Skor tertinggi Skor terendah
Interval =
Jumlah pilihan jawaban
7 - 0
Interval =
2
= 3.5
Adapun penentuan kategorinya adalah sebagai berikut :
Skor total <4 mendapat kategori baik
Skor total 4 mendapat kategori kurang baik
Jawaban untuk masing-masing pertanyaan diberi skor sebagai berikut :
Baik = 2
Tidak baik = 0
(skor jawaban dan skor total terlampir)
Hasil dari analisis univariat mengenai pengetahuan responden terhadap perilaku
penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dapat dilihat pada tabel-tabel di bawah ini:
Tabel 5.1
Distribusi Frekuensi Pengetahuan Responden Mengenai
Istilah/Definisi Alat Pelindung Diri (APD)
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Kurang Baik 19 37.3
Baik 32 62.7
Jumlah 51 100.0

Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa 37.3% responden dengan pengetahuan kurang
baik dan 62.7% responden dengan pengetahuan baik dalam pengetahuan mengenai
Istilah/Definisi Alat Pelindung Diri (APD).
Tabel 5.2
Distribusi Frekuensi Pengetahuan Responden Mengenai
Pengertian Alat Pelindung Diri (APD)
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Kurang Baik 7 13.7
Baik 44 86.3
Jumlah 51 100.0

Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa 13.7% responden dengan pengetahuan kurang
baik dan 86.3% responden dengan pengetahuan baik dalam pengetahuan mengenai Pengertian
Alat Pelindung Diri (APD).
Tabel 5.3
Distribusi Frekuensi Pengetahuan Responden Mengenai
Prinsip Dasar Keselamaatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Kurang Baik 9 17.6
Baik 42 82.4
Jumlah 51 100.0

Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa 17.6% responden dengan pengetahuan kurang
baik dan 82.4% responden dengan pengetahuan baik dalam pengetahuan mengenai Prinsip Dasar
Keselamaatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Tabel 5.4
Distribusi Frekuensi Pengetahuan Responden Mengenai
Pengaruh Alat Pelindung Diri (APD) Terhadap Pekerja
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Kurang Baik 12 23.5
Baik 39 76.5
Jumlah 51 100.0

Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa 23.5% responden dengan pengetahuan kurang
baik dan 76.5% responden dengan pengetahuan baik dalam pengetahuan mengenai Pengaruh
Alat Pelindung Diri (APD) Terhadap Pekerja.
Tabel 5.5
Distribusi Frekuensi Pengetahuan Responden Mengenai
Tempat Kerja Berpotensi Menimbulkan Kecelakaan
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Tidak Baik 11 21.6
Baik 40 78.4
Jumlah 51 100.0
Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa 21.6% responden dengan pengetahuan kurang
baik dan 78.4% responden dengan pengetahuan baik dalam pengetahuan mengenai Tempat Kerja
Berpotensi Menimbulkan Kecelakaan.
Tabel 5.6
Distribusi Frekuensi Pengetahuan Responden Mengenai
Prinsip Alat Pelindung Diri (APD)
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Kurang Baik 15 29.4
Baik 36 70.6
Jumlah 51 100.0

Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa 29.4% responden dengan pengetahuan kurang
baik dan 70.6% responden dengan pengetahuan baik dalam pengetahuan mengenai Prinsip Alat
Pelindung Diri (APD).
Tabel 5.7
Distribusi Frekuensi Pengetahuan Responden Mengenai
Kegunaan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Perusahaan
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Kurang Baik 17 33.3
Baik 34 66.7
Jumlah 51 100.0

Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa 33.3% responden dengan pengetahuan kurang
baik dan 66.7% responden dengan pengetahuan baik dalam pengetahuan mengenai Kegunaan
Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Perusahaan.
Berdasarkan 7 pertanyaan tentang pengetahuan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) didapat
tingkat pengetahuan responden yang baik semua sebesar 100% dapat dilihat dibawah ini :
Tabel 5.8
Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Kurang Baik 17 33.3
Baik 34 70.6
Jumlah 51 100.0

Berdasarkan tabel 5.8 diatas menunjukan bahwa 17 responden (33,3%) memiliki tingkat
pengetahuan yang kurang baik dan 34 responden (70,6%) memiliki tingkat pengetahuan yang
baik
1.9.2. Ketersediaan APD
Dalam UU No. 1 tahun 1970 pasal 14 butir c menyatakan bahwa pengurus (pengusaha)
diwajibkan untuk menyediakan secara cuma-cuma semua alat perlindungan diri yang diwajibkan
pada pekerja yang berada dibawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yang
memasuki tempat kerja tersebut, disertai dengan petunjuk-petunjuk yang diperlukan menurut
petunjuk pegawai pengawas atau ahli-ahli keselamatan kerja. APD harus tersedia sesuai dengan
risiko bahaya yang ada di tempat kerja. Contohnya pada tempat kerja Paper Machine (PM)
menggunakan respirator dalam penggulungan kertas.
Dalam penelitian ini, ketersediaan APD merupakan X2. Dalam variabel ketersediaan
APD terdapat 8 pertanyaan yang memiliki katagori jawaban baik dan tidak baik. Untuk
mengetahui tingkat ketersediaan APD responden dibagi menjadi 2 katagori yaitu baik dan tidak
baik. Dimana penentuan tingkat ketersediaan APD tersebut diambil dengan menggunakan
interval yang ditentukan dengan memakai rumus :
Skor tertinggi Skor terendah
Interval =
Jumlah pilihan jawaban
8 - 0
Interval =
2
= 4
Adapun penentuan kategorinya adalah sebagai berikut :
Skor total <5 mendapat kategori lengkap
Skor total 5 mendapat kategori tidak lengkap
Jawaban untuk masing-masing pertanyaan diberi skor sebagai berikut :
Baik = 1
Kurang baik = 0
(skor jawaban dan skor total terlampir)
Hasil dari analisis univariat mengenai ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) responden
terhadap perilaku penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dapat dilihat pada tabel-tabel di
bawah ini:
Tabel 5.9
Distribusi Frekuensi Ketersediaan APD Responden Mengenai
Alat Pelindung Diri (APD) Untuk Melindungi Pekerja
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Tidak Lengkap 14 27.5
Lengkap 37 72.5
Jumlah 51 100.0

Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa 27.5% responden dengan ketersediaan APD
tidak lengkap dan 72.5% responden dengan ketersediaan APD lengkap dalam ketersediaan APD
mengenai Alat Pelindung Diri (APD) Untuk Melindungi Pekerja.
Tabel 5.10
Distribusi Frekuensi Pengetahuan Responden Mengenai
Safety Hand Untuk Melindungi Salah Satu Bagian Tubuh
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Tidak Lengkap 9 17.6
Baik 42 82.4
Jumlah 51 100.0

Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa 17.6% responden dengan ketersediaan APD
tidak lengkap dan 82.4% responden dengan ketersediaan APD lengkap dalam ketersediaan APD
mengenai Safety Hand Untuk Melindungi Salah Satu Bagian Tubuh.
Tabel 5.11
Distribusi Frekuensi Ketersediaan APD Responden Mengenai
Alat Pelindung Diri (APD) Cukup Untuk Semua Pekerja
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Tidak Lengkap 11 21.6
Lengkap 40 78.4
Jumlah 51 100.0

Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa 21.6% responden dengan ketersediaan APD
tidak lengkap dan 78.4% responden dengan ketersediaan lengkap dalam Alat Pelindung Diri
(APD) Cukup Untuk Semua Pekerja.
Tabel 5.12
Distribusi Frekuensi Ketersediaan APD Responden Mengenai
Perusahaan Menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) yang Sesuai Dengan Pekerjaan
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Tidak Lengkap 6 11.8
Lengkap 45 88.2
Jumlah 51 100.0

Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa 11.8% responden dengan ketersediaan APD
tidak lengkap dan 88.2% responden dengan ketersediaan APD lengkap dalam Perusahaan
Menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) yang Sesuai Dengan Pekerjaan.
Tabel 5.13
Distribusi Frekuensi Ketersediaan APD Responden Mengenai
Alat Pelindung Diri (APD) Mudah Didapat di Tempat Kerja
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Tidak Lengkap 3 5.9
Lengkap 48 94.1
Jumlah 51 100.0

Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa 5.9% responden dengan ketersediaan APD
tidak lengkap dan 94.1% responden dengan ketersediaan APD lengkap dalam Alat Pelindung
Diri (APD) Mudah Didapat di Tempat Kerja.
Tabel 5.14
Distribusi Frekuensi Ketersediaan APD Responden Mengenai
Tersedia Tempat Penyimpanan Alat Pelindung Diri
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Tidak Lengkap 9 17.6
Lengkap 42 82.4
Jumlah 51 100.0

Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa 17.6% responden dengan ketersediaan APD
tidak lengkap dan 82.4% responden dengan ketersediaan APD lengkap dalam Tersedia Tempat
Penyimpanan APD.
Tabel 5.15
Distribusi Frekuensi Ketersediaan APD Responden Mengenai
Mengetahui Nama-nama Alat Pelindung Diri (APD)
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Tidak Lengkap 10 19.6
Lengkap 41 80.4
Jumlah 51 100.0
Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa 19.6% responden dengan ketersediaan APD
tidak lengkap dan 80.4% responden dengan ketersediaan APD lengkap dalam Mengetahui
Nama-nama Alat Pelindung Diri (APD).
Tabel 5.16
Distribusi Frekuensi Ketersediaan APD Responden Mengenai
Ketersediaan APD Mempengaruhi Perilaku Pekerja
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Tidak Lengkap 5 9.8
Lengkap 46 90.2
Jumlah 51 100.0

Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa 9.8% responden dengan ketersediaan APD
tidak lengkap dan 90.2% responden dengan ketersediaan APD lengkap dalam Ketersediaan APD
Mempengaruhi Perilaku Pekerja.
Berdasarkan 8 pertanyaan tentang ketersediaan APD dalam penggunaan Alat Pelindung Diri
(APD) didapat tingkat ketersediaan APD responden yang baik semua sebesar 100% dapat dilihat
dibawah ini :
Tabel 5.17
Distribusi Frekuensi Tingkat Ketersediaan APD dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri
(APD)
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Tidak Lengkap 6 11.8
Lengkap 45 88.2
Jumlah 51 100

Berdasarkan tabel 5.17 diatas menunjukan bahwa 6 responden (11.8%) mengatakan
tingkat ketersediaan tidak lengkap dan 45 responden (88.2%) Alat Pelindung Diri (APD)
lengkap.
1.9.3. Pengawasan
Perilaku pekerja terhadap penggunaan APD sangat dipengaruhi oleh perilaku dari
manajemen. Pengawas harus menjadi contoh yang pertama dalam menggunakan APD. Harus ada
program pelatihan dan pendidikan ke pekerja dalam hal menggunakan dan merawat APD dengan
benar (Wentz, 1998).
Dalam penelitian ini, pengawasan merupakan X3. Dalam variabel pengawasan terdapat 5
pertanyaan yang memiliki katagori berkala dan tidak berkala. Untuk mengetahui tingkat
pengawasan responden dibagi menjadi 2 katagori yaitu baik dan tidak baik. Dimana penentuan
tingkat pengawasan tersebut diambil dengan menggunakan interval yang ditentukan dengan
memakai rumus :
Skor tertinggi Skor terendah
Interval =
Jumlah pilihan jawaban
5 - 0
Interval =
2
= 2.5
Adapun penentuan kategorinya adalah sebagai berikut :
Skor total <3 mendapat kategori berkala
Skor total 3 mendapat kategori tidak berkala
Jawaban untuk masing-masing pertanyaan diberi skor sebagai berikut :
Baik = 1
Tidak baik = 0
(skor jawaban dan skor total terlampir)
Hasil dari analisis univariat mengenai pengawasan responden terhadap perilaku
penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dapat dilihat pada tabel-tabel di bawah ini:
Tabel 5.18
Distribusi Frekuensi Pengawasan Responden Mengenai
Petugas Safety Melakukan Pengawasan Terhadap Alat Pelindung Diri (APD)
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Tidak Berkala 7 13.7
Berkala 44 84.6
Jumlah 51 100.0

Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa 13.7% responden dengan pengawasan tidak
berkala dan 84.6% responden dengan pengawasan berkala dalam Petugas Safety Melakukan
Pengawasan Terhadap Alat Pelindung Diri (APD).
Tabel 5.19
Distribusi Frekuensi Pengawasan Responden Mengenai
Pengawasan Dilakukan Secara Rutin
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Tidak Berkala 9 17.6
Berkala 42 82.4
Jumlah 51 100.0
Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa 17.6% responden dengan pengawasan tidak
berkala dan 82.4% responden dengan pengawasan berkala dalam Pengawasan Dilakukan Secara
Rutin.
Tabel 5.20
Distribusi Frekuensi Pengawasan Responden Mengenai
Pengawasan Sebagai Aturan Untuk Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Tidak Berkala 6 11.8
Berkala 45 88.2
Jumlah 51 100.0

Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa 11.8% responden dengan pengawasan tidak
berkala dan 88.2% responden dengan pengawasan berkala dalam Pengawasan Sebagai Aturan
Untuk Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
Tabel 5.21
Distribusi Frekuensi Pengawasan Responden Mengenai
Memerlukan Pengawasan Dalam Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Tidak Berkala 7 13.7
Berkala 44 86.3
Jumlah 51 100.0

Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa 13.7% responden dengan pengawasan tidak
berkala dan 86.3% responden dengan pengawasan berkala dalam Memerlukan Pengawasan
Dalam Menggunkan Alat Pelindung Diri (APD).
Tabel 5.22
Distribusi Frekuensi Pengawasan Responden Mengenai
Petugas Safety Bertujuan Agar Pekerja Terhindar Dari Resiko Kecelakaan Kerja
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Tidak Berkala 3 5.9
Berkala 48 94.1
Jumlah 51 100.0

Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa 5.9% responden dengan pengawasan tidak
berkala dan 94.1% responden dengan pengawasan berkala dalam Petugas Safety Bertujuan Agar
Pekerja Terhindar Dari Resiko Kecelakaan Kerja.
Berdasarkan 5 pertanyaan tentang pengawasan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) didapat
tingkat pengawasan responden yang baik sebesar 98.1% dan tingkat pengawasan responden yang
tidak baik sebesar 1.9% dapat dilihat dibawah ini :
Tabel 5.23
Distribusi Frekuensi Tingkat Pengawasan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Tidak Berkala 6 11.8
Berkala 45 88.2
Jumlah 51 100.0

Berdasarkan tabel 5.23 diatas menunjukan bahwa 6 responden (11.8%) memiliki tingkat
pengawasan yang tidak berkala dan 45 responden (88.2%) dengan tingkat pengawasan berkala.
1.9.4. Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)
Perilaku pada dasarnya berorientasi pada tujuan. Dengan perkataan lain, perilaku kita
pada umumnya dimotivasi oleh suatu keinginan untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan spesifik
tersebut tidak selalu diketahui secara sadar oleh individu yang bersangkutan (Winardi, 2004).
Skinner (1938) seorang ahli psikologi merumuskan bahwa perilaku merupakan respons atau
reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar), oleh karena perilaku itu terjadi
melalui proses adanya stimulus terhadap organisme dan kemudian organisme tersebut
merespons.
Dalam penelitian ini, perilaku merupakan variabel Y. Dalam variabel pengetahuan
terdapat 10(sepuluh) pertanyaan yang memiliki katagori jawaban sangat setuju, setuju, kurang
setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan responden di
bagi menjadi 5 katagori yaitu sangat setuju, setuju, kurang setuju, tidak setuju dan sangat tidak
setuju. Dimana penentuan tingkat perilaku tersebut diambil dengan menggunakan interval yang
ditentukan dengan memakai rumus sebagai berikut :
Skor tertinggi Skor terendah
Interval =
Jumlah pilihan jawaban
50 - 0
Interval =
5
= 10
Adapun penentuan kategorinya adalah sebagai berikut :
Skor total 41-50 mendapat kategori sangat setuju
Skor total 31-40 mendapat kategori setuju
Skor total 21-30 mendapat katagori kurang setuju
Skor total 11-20 mendapat katagori tidak setuju
Skor total 0-10 mendapat katagori sangat tidak setuju
Penilaian untuk pernyataan diberi skor sebagai berikut :
Sangat Setuju = 5
Setuju = 4
Kurang Setuju = 3
Tidak Setuju = 2
Sangat Tidak Setuju = 1
(skor jawaban dan skor total terlampir)
Hasil dari analisis univariat mengenai sikap responden terhadap penggunaan Alat
Pelindung Diri (APD) dapat dilihat pada tabel-tabel di bawah ini:
Tabel 5.24
Distribusi Frekuensi Sikap Responden Mengenai
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) Saat Bekerja
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Sangat Tidak Setuju 1 2.0
Tidak Setuju 3 5.9
Kurang Setuju 10 19.6
Setuju 11 21.6
Sangat Setuju 26 51.0
Jumlah 51 100.0

Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa 2.0% responden dengan sikap sangat tidak
setuju, 5.9% responden dengan sikap tidak setuju, 19.6% responden dengan sikap kurang setuju,
21.6% responden sikap setuju dan 51.0% responden sikap sangat setuju dalam Menggunakan
Alat Pelindung Diri (APD).
Tabel 5.25
Distribusi Frekuensi Sikap Responden Mengenai
Alat Pelindung Diri (APD) Tidak Mengganggu Saat Bekerja
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Sangat Tidak Setuju 2 3.9
Tidak Setuju 4 7.8
Kurang Setuju 15 29.4
Setuju 12 23.5
Sangat Setuju 18 35.3
Jumlah 51 100.0

Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa 3.9% responden dengan sikap sangat tidak
setuju, 7.8% responden dengan sikap tidak setuju, 29.4% responden dengan sikap kurang setuju,
23.5% responden sikap setuju dan 35.3% responden sikap sangat setuju karena Alat Pelindung
Diri (APD) Tidak Mengganggu Saat Bekerja.
Tabel 5.26
Distribusi Frekuensi Sikap Responden Mengenai
Tidak Melepasakan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Saat Bekerja
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Sangat Tidak Setuju - -
Tidak Setuju - -
Kurang Setuju 9 17.6
Setuju 24 47.1
Sangat Setuju 18 35.3
Jumlah 51 100.0

Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa, 17.6% responden dengan sikap kurang setuju,
47.1% responden sikap setuju dan 35.3% responden sikap sangat setuju dalam Tidak
Melepasakan Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Saat Bekerja.
Tabel 5.27
Distribusi Frekuensi Sikap Responden Mengenai
Ada Tidaknya Pengawas Akan Tetap Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Sangat Tidak Setuju - -
Tidak Setuju 1 2.0
Kurang Setuju 1 2.0
Setuju 21 41.2
Sangat Setuju 28 54.9
Jumlah 51 100.0

Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa, 2.0% responden dengan sikap tidak setuju dan
sikap kurang setuju, 41.2% responden sikap setuju dan 51.0% responden sikap sangat setuju
dalam Ada Tidaknya Pengawas Akan Tetap Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
Tabel 5.28
Distribusi Frekuensi Sikap Responden Mengenai
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) atau Tidak Menggunakan Dapat Mempengaruhi
Resiko Kecelakaan Kerja
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Sangat Tidak Setuju - -
Tidak Setuju - -
Kurang Setuju 1 2.0
Setuju 17 33.3
Sangat Setuju 33 64.7
Jumlah 51 100.0

Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa, 2.0% responden dengan sikap kurang setuju,
33.3% responden sikap setuju dan 64.7% responden sikap sangat setuju dalam Menggunakan
Alat Pelindung Diri (APD) atau Tidak Menggunakan Dapat Mempengaruhi Resiko Kecelakaan
Kerja.
Tabel 5.29
Distribusi Frekuensi Sikap Responden Mengenai
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) Merupakan Kewajiban dan Keselamatan
Bekerja
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Sangat Tidak Setuju 1 2.0
Tidak Setuju 2 3.9
Kurang Setuju 3 5.9
Setuju 19 37.7
Sangat Setuju 26 51.0
Jumlah 51 100.0
Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa 2.0% responden dengan sikap sangat tidak
setuju, 3.9% responden dengan sikap tidak setuju, 5.9% responden dengan sikap kurang setuju,
37.7% responden sikap setuju dan 51.0% responden sikap sangat setuju dalam Menggunakan
Alat Pelindung Diri (APD) Kewajiban dan Keselamatan Bekerja.
Tabel 5.30
Distribusi Frekuensi Sikap Responden Mengenai
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) Untuk Mengurangi Risiko Kecelakaan Kerja.
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Sangat Tidak Setuju - -
Tidak Setuju - -
Kurang Setuju 1 2.0
Setuju 23 45.1
Sangat Setuju 27 52.9
Jumlah 51 100.0
Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa 2.0% responden dengan sikap kurang setuju,
45.1% responden sikap setuju dan 52.9% responden sikap sangat setuju dalam Menggunakan
Alat Pelindung Diri (APD) Untuk Mengurangi Resiko Kecelakaan Kerja.
Tabel 5.31
Distribusi Frekuensi Sikap Responden Mengenai
Tidak Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Saat Ada Pengawas Safety saja
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Sangat Tidak Setuju - -
Tidak Setuju 1 2.0
Kurang Setuju 3 5.9
Setuju 6 11.8
Sangat Setuju 41 80.4
Jumlah 51 100.0
Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa 2.0% responden dengan sikap tidak setuju,
5.9% responden dengan sikap kurang setuju, 11.8% responden sikap setuju dan 80.4% responden
sikap sangat setuju dalam Tidak Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Saat Ada
Pengawas Safety saja.
Tabel 5.32
Distribusi Frekuensi Sikap Responden Mengenai
Sadar Akan Alat Pelindung Diri (APD) karena Keselamatan dan Kesehatan hal utama
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Sangat Tidak Setuju - -
Tidak Setuju 1 2.0
Kurang Setuju 3 5.9
Setuju 8 15.7
Sangat Setuju 39 76.5
Jumlah 51 100.0
Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa 2.0% responden dengan sikap tidak setuju8,
5.9% responden dengan sikap kurang setuju, 15.7% responden sikap setuju dan 76.5% responden
sikap sangat setuju dalam Sadar Akan Alat Pelindung Diri (APD) karena Keselamatan dan
Kesehatan nomor satu.
Tabel 5.33
Distribusi Frekuensi Sikap Responden Mengenai
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) Harus Sesuai Peraturan Perusahaan
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Sangat Tidak Setuju - -
Tidak Setuju - -
Kurang Setuju 2 3.9
Setuju 12 23.5
Sangat Setuju 37 72.5
Jumlah 51 100.0

Dari tabel yang diatas menunjukan bahwa 3.9% responden dengan sikap kurang setuju,
23.5% responden sikap setuju dan 72.5% responden sikap sangat setuju dalam Menggunakan
Alat Pelindung Diri (APD) Harus Sesuai Peraturan Perusahaan.
Berdasarkan 10 pertanyaan mengenai sikap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) didapat
tingkat sikap responden yang setuju sebesar 58.8% dan tingkat sikap responden yang kurang
setuju sebesar 41.2% dapat dilihat dibawah ini :
Tabel 5.34
Distribusi Frekuensi Tingkat Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)
Katagori Frekuensi (f) Presentase (%)
Sangat Tidak Setuju - -
Tidak Setuju - -
Kurang Setuju - -
Setuju 3 5.9
Sangat Setuju 48 94.1
Jumlah 51 100.0
berdasarkan tabel 5.34 diatas menunjukan bahwa 3 responden (5,9%) memiliki sikap
setuju dan 48 responden (94,1%) memiliki sikap sangat setuju.
1.10. Analisis Bivariat
1.10.1. Hubungan Pengetahuan terhadap Sikap Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)
Untuk menganalisa hubungan antara pengetahuan dengan sikap dalam penggunaan Alat
Pelindung Diri (APD) pada pekerja di unit produksi PT. Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP)
Serang Mill tahun 2011, dapat dilihat dari tabel berikut :
Tabel 5.35
Distribusi Frekuensi Hubungan Pengetahuan terhadap Sikap Penggunaan Alat
Pelindung Diri (APD) pada pekerja di unit produksi PT. Indah Kiat Pulp and Paper
(IKPP) Serang Mill tahun 2011
Variabel Perilaku Penggunaan APD
Jumlah
P-
Value
Pengetahuan Kurang Baik Baik
Frekuensi % Frekuensi %
Kurang
Baik
1 7.1 13 92.9 14
0.478
Baik 1 2.7 36 97.3 37

Berdasarkan tabel 5.35 hasil data menunjukan bahwa responden yang memiliki
pengetahuan kurang baik juga memiliki perilaku kurang baik dalam penggunaan Alat pelindung
Diri (APD) saat bekerja terdapat 1 responden (7,1%) dan responden berpengetahuan baik tetapi
memiliki sikap kurang baik dalam pengggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada saat bekerja
sebanyak 13 responden (92,9%). Sedangkan responden yang memiliki pengetahuan tentang Alat
Pelindung diri (APD) yang baik tetapi memiliki sikap yang kurang baik dalam penggunaan Alat
Pelindung Diri(APD) sebanyak 1 responden (2,7%) dan responden yang memiliki pengetahuan
baik tentang penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) tetapi memiliki sikap yang baik
menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 36 responden (97,3%) saat bekerja.
Dari uji statistik chi-square antara pengetahuan dengan perilaku diperoleh nilai p = 0,478
(p>0,05), OR = 0,05 (95% CI) yang berarti p-value (0,478 > 0,05) maka Ho diterima artinya
bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan pekerja dengan sikap
penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).
1.10.2. Hubungan Ketersediaan Alat Pelindung Diri terhadap Sikap Penggunaan Alat
Pelindung Diri (APD)
Untuk menganalisa hubungan antara Ketersediaan Alat Pelindung Diri dengan sikap
dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada pekerja di unit produksi PT. Indah Kiat Pulp
and Paper (IKPP) Serang Mill tahun 2011, dapat dilihat dari tabel berikut :
Tabel 5.36
Distribusi Frekuensi Hubungan Ketersediaan APD terhadap Sikap Penggunaan Alat
Pelindung Diri (APD) pada pekerja di unit produksi PT. Indah Kiat Pulp and Paper
(IKPP) Serang Mill tahun 2011
Variabel Perilaku Penggunaan APD
Jumlah
P-
Value
Ketersediaan
Kurang Baik Baik
APD Frekuensi % Frekuensi %
Kurang
Lengkap
2 6.9 27 93.1 29
0.500
Lengkap 0 0.0 22 100.0 22

Berdasarkan tabel 5.36 hasil data menunjukan bahwa responden menyatakan ketersediaan
Alat Pelindung Diri (APD) tidak lengkap dan memiliki sikap yang kurang baik sebanyak 2
responden (6,9%) dan responden yang menyatakan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD)
lengkap dan memiliki sikap yang kurang baik sebanyak 27 responden (93,1%). Sedangkan
pekerja yang menyatakan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) tidak lengkap tetapi memiliki
sikap yang baik dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) 0 responden (0,0%) dan pekerja
yang menyatakan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap serta memiliki sikap baik
dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 22 responden (100,0%).
Dari uji statistik chi-square antara ketersediaan dengan sikap diperoleh nilai p = 0,500
(p<0,05), OR = 0,05 (95% CI) yang berarti p-value (0,500 > 0,05) maka Ho diterima artinya
bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara ketersediaan Alat pelindung Diri (APD).
1.10.3. Hubungan Pengawasan terhadap Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)
Untuk menganalisa hubungan antara Pengawasan dengan sikap dalam penggunaan Alat
Pelindung Diri (APD) pada pekerja di unit produksi PT. Indah sKiat Pulp and Paper (IKPP)
Serang Mill tahun 2011, dapat dilihat dari tabel berikut :
Tabel 5.37
Distribusi Frekuensi Hubungan Pengawasan terhadap Sikap Penggunaan Alat
Pelindung Diri (APD) pada pekerja di unit produksi PT. Indah Kiat Pulp and Paper
(IKPP) Serang Mill tahun 2011
Variabel Perilaku Penggunaan APD
Jumlah
P-
Value
Pengawasan
Kurang Baik Baik
Frekuensi % Frekuensi %
Tidak Berkala 1 100.0 0 0.0 1
0.039
Berkala 1 2.0 49 98.0 50
Dari tabel 5.37 hasil data menunjukan bahwa responden menyatakan pengawasan
menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) di perusahaan kurang baik dan memiliki sikap yang
kurang baik sebanyak 1 responden (100,0%) dan responden yang menyatakan pengawasan yang
dilakukan pada pekerja menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang terlaksana dengan baik
dan memiliki sikap yang kurang baik sebanyak 0 responden (0,0%). Sedangkan pekerja yang
menyatakan pengawasan terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di perusahaan kurang
baik tetapi memiliki sikap yang baik dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) 1
responden (2,0%) dan pekerja yang menyatakan pengawasan menggunakan Alat Pelindung Diri
(APD) yang sudah baik serta memiliki sikap baik dalam menggunakan Alat Pelindung Diri
(APD) sebanyak 49 responden (98,0%).
Dari uji statistik chi-square antara pengawasan dengan perilaku diperoleh nilai p = 0,039
(p<0,05), OR = 0,05 (95% CI) yang berarti p-value (0,039 > 0,05) maka Ho ditolak artinya
bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengawasan Alat pelindung Diri (APD) di PT.Indah
Kiat Pulp and Paper Serang dengan perilaku penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).