Anda di halaman 1dari 15

STATUS PASIEN

I. IDENTITAS PASIEN
Nama lengkap : Ny. W
Umur : 75 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pekerjaan : Tidak bekerja
tatus : !a"in
Pendidikan : #
Alamat : $esit%&'eb%g
N%. () : *755++
Tanggal Pemeriksaan : , Juni -./+
II. ANAMNESIS
Anamnesis se0ara : Aut%anamnesis dan all%anamnesis pada tanggal , Juni -./+
Keluhan Utama :
Penglihatan kabur pada mata kiri
Riwayat Penyakit Sekarang:
1s mengeluh pandangan mata kiri menjadi kabur seperti ada kabut yang
menghalangi baik pada saat melihat jauh maupun dekat sejak , tahun yang lalu.
Penglihatan kabur dirasakan terus menerus2 dan semakin lama semakin memberat
hingga terasa mengganggu akti3itas.
1s mengaku a"alnya keluhan seperti ini dirasakan di kedua matanya2 namun
, minggu yang lalu2 telah dilakukan %perasi katarak pada mata kanannya dan
sekarang penglihatan mata kanannya telah membaik.
(i"ayat trauma pada mata2 mata merah2 rasa gatal2 nyeri2 berair dan rasa
silau disangkal. Pasien memakai ka0amata sebelumnya.
Riwayat Penyakit Dahulu:
(i"ayat 4ipertensi 5&6
(i"ayat #iabetes melitus 5&6
(i"ayat asma 5&6
/ )entari #"i Putri
7! Uni3ersitas Tarumanagara
+.*/-7/..
(i"ayat alergi 5&6
(i"ayat penyakit seperti ini sebelumnya 586 pada mata kanan
(i"ayat %perasi katarak mata kanan 586
(i"ayat mengunakan ka0amata 586
Riwayat Penyakit Keluarga :
Tidak ada keluarga pasien yang mengalami keluhan serupa.
Riwayat so s ial ekonomi :
Pasien tidak bekerja. $er%bat menggunakan $PJ. !esan s%sial ek%n%mi kurang.
III. PEMERIKSAAN ISIK
A. !ITA" SI#N
Tensi 5T#6 : /,.9:. mm4g
Nadi 5N6 : 7; <9 menit
uhu 5T6 : ,*2* =
(espirati%n (ate 5((6 : /; <9menit
!eadaan Umum : $aik
!esadaran : =%mp%s mentis
tatus 'i>i : =ukup
$. STATUS %TA"M%"%#I
%&U"I DE'TRA(%D) PEMERIKSAAN %&U"I SINISTRA(%S)
*9*. !isus /9?
Tidak dik%reksi Koreksi Tidak dik%reksi
'erak b%la mata n%rmal2
en%@talmus 5&62
eks%@talmus 5&62
strabismus 5&6
$ul*us okuli
'erak b%la mata n%rmal2
en%@talmus 5&62
eks%@talmus 5&62
strabismus 5&6
Adema 5&62 hiperemis 5&62
nyeri tekan5&62
ble@ar%spasme 5862
lag%@talmus 5&62
ektr%pi%n 5&62 entr%pi%n 5&6
Pal+e*ra
Adema 5&62 hiperemis5&62
nyeri tekan 5&62
ble@ar%spasme 5&62
lag%@talmus 5&6
ektr%pi%n 5&62 entr%pi%n 5&6
- )entari #"i Putri
7! Uni3ersitas Tarumanagara
+.*/-7/..
Adema 5&62
injeksi k%njungti3a 5&62
injeksi siliar 5&62
in@iltrat 5&62
hiperemis 5&6
Kon,ungti-a
Adema 5&62
injeksi k%njungti3a 5&62
injeksi siliar 5&62
in@iltrat 5&62
hiperemis 5&6
Putih Sklera Putih
Jernih
$ulat2 edema 5&62
in@iltrat 5&62 sikatriks 5&6 Kornea
Jernih
$ulat2 edema 5&62
in@iltrat 5&62 sikatriks 5&6
!edalaman 0ukup2
hip%pi%n 5&62
hi@ema 5&6
&amera %.uli Anterior
(&%A)
!edalaman 0ukup2
hip%pi%n 5&6
hi@ema 5&6
!ripta5&62"arna 0%klat25&62
edema5&62 synekia 5&6 Iris
!ripta5&62"arna 0%klat25&62
edema5&62 synekia 5&62
$ulat2 diameter B, mm2 letak
sentral2
re@leks pupil langsung 5862
re@leks pupil tak langsung 586
Pu+il
$ulat2 diameter B, mm2 letak
sentral2
re@leks pupil langsung 5862
re@leks pupil tak langsung 586
Jernih "ensa !eruh menyeluruh
had%" test 5&6
Caskularisasi n%rmal2
perdarahan 5&62 =#( B .2,2
eksudat 5&6
Retina ulit dinilai
N TI% N
$aik Proyeksi Sinar $aik
$aik Perse+si warna $aik
Api@%ra 5&62 lakrimasi5&6 Sistem "akrimasi Api@%ra 5&62 lakrimasi5&6
I!. RESUME
Su*,ekti/:
!eluhan utama : penglihatan kabur pada mata kiri
(i"ayat penyakit sekarang :
o Penglihatan kabur pada mata kiri2 terasa seperti ada kabut yang
, )entari #"i Putri
7! Uni3ersitas Tarumanagara
+.*/-7/..
menutupi sejak , tahun yang lalu2 terus menerus dan semakin
memberat.
o (i"ayat trauma 5&62 nyeri 5&62 mata merah 5&62 berair 5&62 gatal 5&62 rasa
silau 5&62 ri"ayat menggunakan ka0amata 586
(i"ayat s%sial ek%n%mi : kesan ek%n%mi kurang
%*,ekti/:
%&U"I DE'TRA(%D) PEMERIKSAAN %&U"I SINISTRA(%S)
*9*. !isus /9?
Jernih "ensa !eruh menyeluruh
had%" test 5&6
Caskularisasi n%rmal2
perdarahan 5&62 =#( B .2,2
eksudat 5&6
Retina ulit dinilai
$aik Proyeksi Sinar $aik
$aik Perse+si warna $aik
N TI% N
!. DIA#N%SA $ANDIN#
%S
/. !atarak senilis matur
-. !atarak senilis imatur
!I. DIA#N%SA KER0A
1 : !atarak senilis matur
#asar diagn%sis:
Penglihatan kabur pada mata kiri seperti ada kabut yang menghalangi2
terus menerus dan semakin memberat sejak , tahun )(
(i"ayat trauma 5&62 nyeri 5&62 mata merah 5&62 berair 5&62 gatal 5&62 rasa
silau 5&6.
tatus %@talm%l%gis 1 :
o Cisus /9?
+ )entari #"i Putri
7! Uni3ersitas Tarumanagara
+.*/-7/..
o Densa keruh2 shad%" test 5&6
o Pemeriksaan retina sulit dinilai
o Pemeriksaan lain dalam batas n%rmal
!II. TERAPI
)edikament%sa :
o =atarlens 5!alium I%dide6 -</ tetes 1
o 'entamisin *<- tetes 1
1perati@ : Akstraksi katarak2 baik se0ara A!A! maupun A!I! disertai
dengan pemberian I1D 5Intra 1kuler Densa6
!III. PR%#N%SIS
1!UDI #A!T(A 51#6 1!UDI INIT(A 516
Eu% Ad Citam Ad b%nam #ubia ad b%nam
Eu% Ad 7ungsi%nam Ad b%nam #ubia ad b%nam
Eu% Ad anati%nam Ad b%nam Ad b%nam
Eu% Ad !%smetikam Ad b%nam Ad b%nam
I'. SARAN
& #ilakukan pemeriksaan retin%metri untuk mengetahui @ungsi retina.
& Dakukan %perasi A!A! 8 I1D 1#
& 'unakan %bat se0ara teratur sesuai resep
& !%ntr%l / minggu setelah peng%batan atau jika ada keluhan pada mata.
& Dindungi mata dari debu ataupun benda asing
Anatomi 1an isiologi "ensa Mata
Densa adalah suatu struktur bikonveks, avaskular, tidak ber"arna dan hampir
transparan sempurna. Tebalnya sekitar + mm dan diameternya : mm. #i belakang iris2
lensa digantung %leh zonula, yang menghubungkannya dengan korpus siliare. #i
sebelah anteri%r lensa terdapat humor aquaeus, di sebelah p%steri%rnya2 vitreus.
!apsul lensa adalah suatu membran yang semipermeable 5sedikit lebih permeabel
daripada dinding kapiler6 yang akan memper%leh air dan elektr%lit masuk.
5 )entari #"i Putri
7! Uni3ersitas Tarumanagara
+.*/-7/..
#i sebelah depan terdapat selapis epitel subkapsular. Nukleus lensa lebih keras
daripada k%rteksnya. esuai dengan bertambahnya usia2 serat&serat lameral subepitel
terus dipr%duksi2 sehingga lensa lama&kelamaan menjadi lebih besar dan kurang
elastik. Nukleus dan k%rteks terbentuk dari lamellae konsentris yang panjang.
)asing&masing serat lamelar mengandung sebuah inti gepeng. Pada pemeriksaan
mikr%sk%p2 inti ini jelas dibagian peri@er lensa di dekat ekuator dan bersambung
dengan lapisan epitel subkapsul.
Densa ditahan di tempatnya %leh ligamentum yang dikenal dengan zonula
5>%nula zinni), yang tersusun dari banyak @ibril dari permukaan korpus siliare dan
menyisip ke dalam ekuator lensa.
Anam puluh lima persen terdiri dari air2 sekitar ,5 F pr%tein 5kandungan
pr%tein tertinggi di antara jaringan&jaringan tubuh6 dan sedikit sekali mineral yang
biasa ada di jaringan tubuh lainnya. !andungan kalium lebih tinggi di lensa daripada
dikebanyakan jaringan lain. Asam ask%rbat dan glutati%n terdapat dalam bentuk
ter%ksidasi maupun tereduksi. Tidak ada serta nyeri2 pembuluh darah atau syara@ di
lensa 5Caughan2 -...6.
Pada mata n%rmal2 %t%t siliaris melemas dan lensa mendatar untuk penglihatan
jauh2 tetapi %t%t tersebut berk%ntraksi untuk memungkinkan lensa menjadi lebih
0embung dan lebih kuat untuk penglihatan dekat. 1t%t siliaris dik%ntr%l %leh sistem
sara@ %t%n%m. erat&serat sara@ simpatis menginduksi relaksasi %t%t siliaris untuk
penglihatan jauh2 sementara sistem sara@ parasimpatis menyebabkan k%ntraksi %t%t
untuk penglihatan dekat.
Densa adalah suatu struktur elastis yang terdiri dari serat&serat transparan.
* )entari #"i Putri
7! Uni3ersitas Tarumanagara
+.*/-7/..
!adang&kadang serta&serat ini menjadi keruh 5%pak62 sehingga berkas 0ahaya tidak
dapat menembusnya2 suatu keadaan yang dikenal sebagai katarak. Densa de@ekti@ ini
biasanya dapat dikeluarkan se0ara bedah dan penglihatan dipulihkan dengan
memasang lensa buatan atau ka0amata k%mpensasi 5her"%%d2 -../6.
Katarak
De/inisi
!atarak adalah suatu keadaan di mana lensa mata yang biasanya jernih dan
bening menjadi keruh. Asal kata katarak dari kata Gunani cataracta yang berarti air
terjun 5Ilyas2 -..*6.
Etiologi 1an aktor resiko
!atarak umumnya merupakan penyakit pada usia lanjut2 akan tetapi dapat juga
akibat kelainan k%ngenital atau penyulit penyakit mata l%kal menahun. 7akt%r&@akt%r
yang dapat memi0u timbulnya penyakit katarak2 diantaranya adalah sebagai berikut :
7isik
!imia
Penyakit predisp%sisi
'eneti0 dan gangguan perkembangan
In@eksi 3irus di masa pertumbuhan janin
Klasi/ikasi
$erdasarkan usia katarak dapat diklasi@ikasikan2 yaitu katarak k%ngenital2 katarak
ju3enil2 dan katarak senil 5Ilyas2 -..+6.
a. Katarak Kongenital
!atarak k%ngenital adalah katarak yang mulai terjadi sebelum atau segera setelah
lahir dan bayi berusia kurang dari satu tahun. !atarak k%ngenital sering ditemukan
7 )entari #"i Putri
7! Uni3ersitas Tarumanagara
+.*/-7/..
pada bayi yang dilahirkan %leh ibu&ibu yang menderita penyakit rubella,
galaktosemia, homosisteinuri, diabetes mellitus, hipoparatirodism, homosisteinuri,
toksoplasmosis, inklusi sitomegalik, dan histopalsmosis. Penyakit lain yang menyertai
katarak k%ngenital biasanya merupakan penyakit&penyakit herediter seperti
mikroftalmus, aniridia, koloboma iris, keratokonus, iris heterokrimia, lensa ektopik,
displasia retina2 dan megalo k%rnea.
*. Katarak 0u-enil
!atarak yang mulai terbentuk pada usia kurang dari : tahun dan lebih dari , bulan.
$iasanya merupakan kelanjutan dari katarak k%ngenital atau merupakan penyulit
penyakit sistemik ataupun metab%lik dan penyakit lainnya seperti :
/. !atarak metab%lik
a. !atarak diabetik dan galakt%semik 5gula6
b. !atarak hip%kalsemik 5tetanik6
0. !atarak de@isiensi gi>i
d. !atarak amin%asiduria 5termasuk sindr%m Lowe dan homosistinuria)
e. Penyakit Wils%n
@. !atarak berhubungan dengan kelainan metab%lik lain.
-. 1t%t Distrofi miotonik 5umur -. sampai ,. tahun6
,. !atarak traumatik
+. !atarak k%mplikata
a. !elainan k%ngenital dan herediter 5sikl%pia2 koloboma, mikroftalmia, aniridia,
pembuluh hialoid persisten2 heterokromia iridis).
; )entari #"i Putri
7! Uni3ersitas Tarumanagara
+.*/-7/..
b. !atarak degenerati@ 5dengan mi%pia dan distrofi vitreoretinal), seperti Wagner
dan retinitis pigmentosa, dan ne%plasma6.
0. !atarak anoksik
d. T%ksik 5k%rtik%ster%id sistemik atau t%pikal2 ergot, naftalein, dinitrofenol,
triparanol, antikholinesterase, klorpromazin, miotik, klorpromazin, busulfan,
dan besi6.
e. Dain&lain kelainan k%ngenital2 sindr%m tertentu2 disertai kelainan kulit
5sindermatik62 tulang 5dis%st%sis kraniofasial, osteogenesis inperfekta,
khondrodistrofia kalsifikans kongenita pungtata), dan kr%m%s%m.
@. !atarak radiasi
.. Katarak Senil
!atarak senil adalah semua kekeruhan lensa yang terdapat pada usia lanjut2 yaitu usia
diatas 5. tahun.
Patogenesis Katarak
/. !%nsep Penuaan
Densa mata mempunyai bagian yang disebut pembungkus lensa atau kapsul lensa2
k%rteks lensa yang terletak antara nukleus lensa atau inti lensa dengan kapsul lensa.
Pada anak dan remaja nukleus bersi@at lembek sedang pada %rang tua nukleus ini
menjadi keras. #engan menjadi tuanya sese%rang2 maka lensa mata akan kekurangan
air dan menjadi lebih padat. Densa akan menjadi keras pada bagian tengahnya2
sehingga kemampuannya mem@%kuskan benda dekat berkurang. #engan
bertambahnya usia2 lensa mulai berkurang kebeningannya2 keadaan ini akan
berkembang dengan bertambah beratnya katarak.
-. Te%ri (adikal $ebas
)ekanisme terjadinya katarak karena penuaan memang masih diperdebatkan2 tetapi
: )entari #"i Putri
7! Uni3ersitas Tarumanagara
+.*/-7/..
telah semakin nyata bah"a %ksidasi dari pr%tein lensa adalah salah satu @akt%r
penting. erat&serat pr%tein yang halus yang membentuk lensa internal itu sendiri
bersi@at bening. !ebeningan lensa se0ara keseluruhan bergantung pada keseragaman
penampang dari serat&serat ini serta keteraturan dan kesejajaran letaknya di dalam
lensa. !etika pr%tein rusak2 keseragaman struktur ini menghilang dan serat&serat
bukannya meneruskan 0ahaya se0ara merata2 tetapi menyebabkan 0ahaya terpen0ar
dan bahkan terpantul. 4asilnya adalah kerusakan penglihatan yang parah 5G%ungs%n2
-..56.
!erusakan pr%tein akibat elektr%nnya diambil %leh radikal bebas dapat
mengakibatkan sel&sel jaringan dimana pr%tein tersebut berada menjadi rusak yang
banyak terjadi adalah pada lensa mata sehingga menyebabkan katarak
5!umalaningsih2 -..*6.
Pandangan yang mengatakan bah"a katarak karena usia mungkin disebabkan %leh
kerusakan radikal bebas memang tidak langsung2 tetapi sangat kuat dan terutama
didasarkan pada perbedaan antara kadar anti%ksidan di dalam tubuh penderita katarak
dibandingkan dengan mereka yang memiliki lensa bening.
,. inar Ultra3i%let
$anyak ilmuan yang sekarang ini men0urigai bah"a salah satu sumber radikal bebas
penyebab katarak adalah sinar ultra3i%let yang terdapat dalam jumlah besar di dalam
sinar matahari. )emang sudah diketahui bah"a radiasi ultra3i%let menghasilkan
radikal bebas di dalam jaringan. Jaringan di permukaan mata yang transparan sangat
peka terhadap sinar ultra3i%let. Pada mereka yang mempunyai ri"ayat terpajan sinar
matahari untuk "aktu lama dapat memper0epat terjadinya katarak.
+. )er%k%k
!erusakan lensa pada katarak adalah kerusakan akibat %ksidasi pada pr%tein lensa.
(%k%k kaya akan radikal bebas dan substansi %ksidati@ lain seperti aldehid. #iketahui
bah"a radikal bebas dari asap r%k%k dapat merusak pr%tein. #ilihat dari semua ini2
tidaklah mengherankan bah"a per%k%k lebih rentan terhadap katarak dibanding
dengan yang bukan per%k%k.
/. )entari #"i Putri
7! Uni3ersitas Tarumanagara
+.*/-7/..
Perubahan lensa pada usia lanjut :
/. !apsul
a. )enebal dan kurang elastis 5/9+ dibanding anak6.
b. )ulai presbi%pia
0. $entuk lamel kapsul berkurang atau kabur.
d. Terlihat bahan granular
-. Apitel semakin tipis
a. el epitel 5germinati@6 pada equator bertambah besar dan berat.
b. $engkak dan vakuolisasi mit%k%ndria yang nyata.
,. erat lensa :
a. Debih irregular
b. Pada k%rteks jelas kerusakan serat sel.
0. Brown sclerotic nucleus, sinar ultra3i%let lama kelamaan merubah pr%tein
nukleus 5 histidin, triptofan, metionin, sistein, tirosin) lensa2 sedang "arna
0%klat pr%tein lensa nukleus mengandung histidin dan triptofan dibanding
n%rmal.
d. !%rteks tidak ber"arna karena:
& !adar asam ask%rbat tinggi dan menghalangi @%t%%ksidasi.
& inar tidak banyak mengubah pr%tein pada serat muda.
!atarak senil biasanya berkembang lambat selama beberapa tahun2 kekeruhan lensa
dengan nukleus yang mengeras akibat usia lanjut yang biasanya mulai terjadi pada
usia lebih dari *. tahun.
!atarak senil se0ara klinik dikenal empat stadium yaitu: insipien, intumesen, imatur,
// )entari #"i Putri
7! Uni3ersitas Tarumanagara
+.*/-7/..
matur, hipermatur dan morgagni.
Katarak Insi+ien.
Pada stadium ini akan terlihat hal&hal berikut:
!ekeruhan mulai dari tepi ekuat%r berbentuk jeriji menuju k%rteks anteri%r dan
p%steri%r 5 katarak kortikal 6.
akuol mulai terlihat di dalam k%rteks.
!atarak subkapsular p%steri%r2 kekeruhan mulai terlihat anteri%r subkapsular
p%steri%r2 0elah terbentuk antara serat lensa dan dan k%rteks berisi jaringan
degenerati@ 5benda !orgagni) pada katarak insipien.
!ekeruhan ini dapat menimbulkan p%li%pia %leh karena indeks re@raksi yang
tidak sama pada semua bagian lensa. $entuk ini kadang&kadang menetap untuk
"aktu yang lama.
Katarak Intumesen.
!ekeruhan lensa disertai pembengkakan lensa akibat lensa degenerati@ yang
menyerap air. )asuknya air ke dalam 0elah lensa disertai pembengkakan lensa
/- )entari #"i Putri
7! Uni3ersitas Tarumanagara
+.*/-7/..
menjadi bengkak dan besar yang akan mend%r%ng iris sehingga bilik mata menjadi
dangkal dibanding dengan keadaan n%rmal. Pen0embungan lensa ini akan dapat
memberikan penyulit glauk%ma. !atarak intumesen biasanya terjadi pada katarak
yang berjalan 0epat dan mengakibatkan mi%pia lentikular. Pada keadaan ini dapat
terjadi hidrasi k%rteks sehingga akan men0embung dan daya biasnya akan bertambah2
yang memberikan miopisasi. Pada pemeriksaan slitlamp terlihat 3aku%l pada lensa
disertai peregangan jarak lamel serat lensa.
Katarak Imatur.
ebagian lensa keruh atau katarak. !atarak yang belum mengenai seluruh lapis lensa.
Pada katarak imatur akan dapat bertambah 3%lume lensa akibat meningkatnya tekanan
%sm%tik bahan lensa yang degenerati@. Pada keadaan lensa men0embung akan dapat
menimbulkan hambatan pupil2 sehingga terjadi glauk%ma sekunder.
Katarak Matur.
Pada keadaan matur kekeruhan telah mengenai seluruh masa lensa. !ekeruhan ini
bisa terjadi akibat dep%sisi i%n =a yang menyeluruh. $ila katarak imatur atau
intumesen tidak dikeluarkan maka 0airan lensa akan keluar2 sehingga lensa kembali
pada ukuran yang n%rmal. Akan terjadi kekeruhan seluruh lensa yang bila mana akan
mengakibatkan kalsi@ikasi lensa. $ilik mata depan akan berukuran kedalaman n%rmal
kembali2 tidak terdapat bayangan iris pada lensa yang keruh2 sehingga uji bayangan
iris negati@.
Katarak 2i+ermatur.
!atarak hipermatur adalah katarak yang mengalami pr%ses degenerasi lanjut2 dapat
menjadi keras atau lembek dan men0air. )asa lensa yang berdegenerasi keluar dari
kapsul lensa sehingga lensa menjadi menge0il2 ber"arna kuning dan kering. Pada
pemeriksaan terlihat bilik mata dalam dan lipatan kapsul lensa. !adang&kadang
pengkerutan berjalan terus sehingga hubungan dengan zonula zinn menjadi kend%r.
/, )entari #"i Putri
7! Uni3ersitas Tarumanagara
+.*/-7/..
$ila pr%ses katarak berjalan lanjut disertai dengan kapsul yang tebal maka k%rteks
yang berdegenerasi dan 0air tidak dapat keluar2 maka k%rteks akan memperlihatkan
bentuk sebagai sekant%ng susu disertai dengan nukleus yang terbenam di dalam
k%rteks lensa karena lebih berat. !eadaan ini disebut katarak )%rgagni.
Katarak $runesen.
!atarak yang ber"arna 0%klat sampai hitam 5katarak nigra6 terutama pada lensa2 juga
dapat terjadi pada katarak pasien diabetes mellitus dan mi%pia tinggi. ering tajam
penglihatan lebih baik dari dugaan sebelumnya dan biasanya ini terdapat pada %rang
berusia lebih dari *5 tahun yang belum memperlihatkan adanya katarak k%rtikal
p%steri%r 5Ilyas2 -..+6.
Peng%batan katarak adalah dengan pembedahan. Pembedahan dilakukan apabila tajam
penglihatan sudah menurun sedemikian rupa sehingga mengganggu pekerjaan sehari&
hari atau bila katarak ini menimbulkan penyulit seperti glau0%ma dan u3eitis.
$erdasarkan l%kasi terjadinya2 katarak terbagi atas:
a. !atarak Inti atau Nuklear
!atarak inti atau nuklear merupakan yang paling banyak terjadi. D%kasinya terletak
pada nukleus atau bagian tengah dari lensa. $iasanya karena pr%ses penuaan. !eluhan
yang biasa terjadi :
)enjadi lebih rabun jauh sehingga mudah melihat dekat dan untuk melihat
dekat melepas ka0a matanya.
etelah mengalami penglihatan kedua ini 5melihat dekat tidak perlu ka0amata6
penglihatan mulai bertambah kabur atau lebih menguning. Densa lebih 0%klat.
)enyetir malam silau dan sukar.
ukar membedakan "arna biru dan ungu.
/+ )entari #"i Putri
7! Uni3ersitas Tarumanagara
+.*/-7/..
b. !atarak !%rtikal
!atarak k%rtikal ini biasanya terjadi pada k%rteks. )ulai dengan kekeruhan putih
mulai dari tepi lensa dan berjalan ketengah sehingga mengganggu penglihatan.
$anyak pada penderita diabetes mellitus.!eluhan yang biasa terjadi :
Penglihatan jauh dan dekat terganggu.
Penglihatan merasa silau dan hilangnya penglihatan k%ntra.
0. !atarak ubkapsular
!atarak ubkapsular dimulai dengan kekeruhan ke0il diba"ah kapsul lensa2 tepat
pada lajur jalan sinar masuk. Adanya ri"ayat diabetes mellitus2 retinitis pigmentosa
dan pemakaian k%rtik%ster%id dalam jangka "aktu yang lama dapat men0etuskan
kelainan ini. $iasanya dapat terlihat pada kedua mata. !eluhan yang biasa terjadi :
)engganggu saat memba0a.
)emberikan keluhan silau dan hal% atau "arna sekitar sumber 0ahaya.
)engganggu penglihatan 5Ilyas2 -..*6.
/5 )entari #"i Putri
7! Uni3ersitas Tarumanagara
+.*/-7/..