Anda di halaman 1dari 23

1

UPAYA PENDEKATAN TERHADAP KELUARGA Tn. B


DALAM MENANGANI PERMASALAHAN PENDERITA
DIARE AKUT


Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kepaniteraan Klinik Kedokteran Keluarga






Disusun oleh:
Vina Noviyanti
H2A009048





FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
2013

2

UPAYA PENDEKATAN KELUARGA TERHADAP An. A
DALAM MENANGANI PERMASALAHAN PENDERITA DIARE

TAHAP I. KARAKTERISTIK DEMOGRAFI KELUARGA
Nama kepala keluarga : Tn. B (33 tahun)
Alamat : Jalan Candi Kencana VII Blok C No 39
Bentuk keluarga : Extended family
Tabel 1. Daftar anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah
Nama Kedudukan L/P Umur Pendidikan Pekerjaan Pasien Keterangan
1. Tn. B Kepala
keluarga
L 33 th SMA Satpam - -
2. Ny. S Istri P 32 th S1 Petugas
TU
- -
3. An. A Anak L 5 th TK Pelajar Pasien Diare akut
4. An. D Anak L 3,5 th - - - -
5. Tn. E Ayah L 60 th SMK - - -
6. Ny. S Ibu P 57 th SMA - - -
7. Sdri. D Adik P 26 th SMA Swasta - -
Kesimpulan tahap I :
Di dalam keluarga Tn. B berbentuk extended family didapatkan pasien atas nama An. A usia 5
tahun, pendidikan TK, dengan penyakit diare akut.










3

TAHAP II. STATUS PASIEN
A. IDENTITAS PENDERITA
Nama : An. A
Umur : 5 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : -
Pendidikan : TK
Agama : Islam
Alamat : Jalan Candi Kencana VII Blok C No 39
Suku : Jawa
Tanggal periksa : 30 Juli 2013

B. ANAMNESIS
1. Keluhan Utama
Buang air besar sering dan cair
2. Riwayat Penyakit Sekarang
Sejak 1 hari sebelum periksa, pasien mengeluh bila perutnya melilit dan sering
buang air besar. Menurut nenek pasien, pasien BAB sehari 3 kali, tinja berwarna kuning,
cair, tidak terdapat buih, lendir dan darah, bau tinja seperti biasa. Selain itu, pasien juga
muntah setiap habis makan. Nafsu makan pasien berkurang dan badan pasien lemas.
Pasien tidak demam. Menurut nenek pasien, pasien sering BAB setelah pulang dari
sekolah.
3. Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat sakit serupa : diakui 3 tahun lalu
Riwayat alergi : disangkal
Riwayat mondok : diakui 3 tahun lalu
4. Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat sakit serupa : disangkal
Riwayat sakit gula : disangkal
Riwayat sakit jantung : disangkal

4

5. Riwayat Kebiasaan
Riwayat makan-makanan pedas merangsang : (+)
Riwayat jajan di warung : (+)
Riwayat minum air mentah : disangkal
Riwayat olahraga teratur : pasien rutin berolahraga setiap seminggu
sekali waktu pelajaran olahraga di sekolah
6. Riwayat Sosial Ekonomi
Pasien tinggal serumah dengan ayah, ibu, adik, nenek, kakek, dan tantenya. Ayah
bekerja sebagai satpam dengan penghasilan Rp 1.500.000,00 perbulan. Kesan ekonomi
cukup.
7. Riwayat Gizi
Pasien makan 2-3 kali sehari dengan nasi, sayur, lauk pauk (tahu, tempe, ikan). Pasien
gemar mengkonsumsi makanan yang pedas. Pasien jarang mengkonsumsi buah. Kesan
gizi cukup.

C. PEMERIKSAAN FISIK
1. Tanda Vital
Tekanan darah : tidak dilakukan
Nadi : 80 kali permenit
Frekuensi nafas : 19 kali permenit
Suhu : 36,5C
2. Status Gizi
BB = 20 kg
TB = 110 cm
WAZ = 0,54 (normal)
HAZ = 0,02 (normal)
WHZ = 0,76 (normal)
3. Kulit : sawo matang
4. Kepala : Mesocephal, Turgor cukup
5. Mata : Konjungtiva hiperemis (-/-), sclera ikterik (-/-), korpus
5

alienum (-/-), injeksi (-/-), reflek pupil (+/+), ukuran pupil 3 mm
isokor.
6. Hidung : Nafas cuping hidung (-), deformitas (-), septum
deviasi (-), konka hiperemis (-), pembesaran konka (-), sekret (-).
7. Telinga : nyeri tekan aurikula (-/-), nyeri tekan mastoid (-/-),
nyeri tekan tragus (-/-),serumen (+/+), MAE hiperemis (-/-),
MAE terdapat massa (-/-), membrane timpani intake (+/+).
8. Mulut : bibir lembab, sianosis (-), karies gigi (+), stomatitis (-)
, lidah kotor (-), hiperemis (-), kripte melebar (-), uvula simetris,
tonsil T1-T1, granulasi (-), detritus (-), laring edema (-)
9. Leher : pembesaran kelenjar tiroid (-), pembesaran kelenjar
getah bening (-), deviasi trakea (-), otot bantu pernafasan (-)
10. Jantung : Ictus cordis terlihat, teraba di ICS 2 2cm medial linea
mid clavicularis, thrill (-), pulsus (-), kesan konfigurasi jantung
normal, bunyi jantung reguler, suara jantung murni.
11. Pulmo : bentuk datar, hemithorak simetris (statis / dinamis),
retraksi (-), nyeri tekan (-), pelebaran ICS (-), sonor di seluruh
lapang paru, suara dasar vesikuler
12. Abdomen
Inspeksi : Bentuk perut datar
Auskultasi : Bising usus (+) meningkat, bruit hepar (-)
Perkusi : Suara dasar abdomen tympani
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan
13. Ekstremitas : Akral dingin (-), ikterik (-), oedem (-)

D. RESUME
1 hari sebelum periksa, pasien mengeluh perutnya melilit dan sering BAB. BAB 3x
sehari, warna tinja kuning, cair, tidak terdapat buih, lendir, dan darah, bau tinja seperti biasa.
Pasien muntah setiap habis makan dan nafsu makan berkurang. Pasien juga merasa badannya
lemas. Menurut nenek pasien, pasien sering BAB setelah pulang dari sekolah. Dari
kebiasaan, pasien suka makan makanan pedas dan suka jajan di warung maupun penjual
makanan di sekolah. Dari pemeriksaan fisik didapatkan bising usus meningkat.
6

PATIENT CENTERED DIAGNOSIS
1. Diagnosis Holistik
An. A usia 5 tahun extended family, diare akut, hubungan dengan keluarga cukup
harmonis dan hubungan dengan masyarakat terjalin dengan baik.
2. Diagnosis Biologis
Diare Akut
3. Diagnosis Psikologis
Hubungan antar anggota keluarga akrab dan saling mendukung.
4. Diagnosis Sosial, Ekonomi, Budaya
Penderita merupakan anggota masyarakat biasa dan hubungan dengan masyarakat sekitar
berjalan baik.

PENATALAKSANAAN
1. Non medikamentosa
Menjelaskan kepada orang tua supaya anak tidak makan makanan pedas, dan tidak
jajan di warung
Memberi penjelasan pada orang tua supaya banyak memberi minum air putih pada
anak untuk mencegah dehidrasi
Istirahat cukup
2. Medikamentosa
Oralit VIII per 1 sach/ BAB
Lacto B X 2x1 sach
Dhavit syr I 1x1 cth
Domperidon syr I 3x3/4 cth

FOLLOW UP
Tanggal 31 Juli 2013
o Subyektif : BAB masih encer namun frekuensinya sudah berkurang
o Obyektif : keadaan umum baik, composmentis
o Tanda vital
Tensi : tidak dilakukan
7

Nadi : 85 kali permenit
RR : 20 kali permenit
Suhu : 36,5C
o Status Lokalis (abdomen)
Inspeksi : distensi (-)
Auskultasi : Bising usus + normal
Perkusi : Tympani
Palpasi : Supel, nyeri tekan (-)
o Assesment : Diare akut
o Planning : Terapi medikamentosa berupa Oralit VIII per 1 sach/ BAB, Lacto B X
2x1 sach, Dhavit syr I 1x1 cth, Domperidon syr I 3x3/4 cth, dilanjutkan, terapi non
medikamentosa berupa member penjelasan kepada orang tua supaya anak tidak makan
makanan pedas, dan tidak jajan di warung, banyak memberi minum air putih pada anak
untuk mencegah dehidrasi, dan Istirahat yang cukup

FLOW SHEET
Nama : An. A (5 tahun)
Diagnosis : Diare akut
Tabel 2. Flowsheet penderita
Tanggal Tanda Vital Keluhan Rencana Terapi Target
31/10/11 Tensi : tidak
dilakukan
Nadi :
85x/menit
RR :
20x/menit
Suhu :
36,5C
BAB
masih
encer,
namun
frekuensin
ya
berkurang
Medikamentosa :
- Oralit VIII per 1 sach/ BAB
- Lacto B X 2x1 sach
- Dhavit syr I 1x1 cth
- Domperidon syr I 3x3/4 cth
Non medikamentosa :
- Edukasi orang tua supaya supaya
anak tidak makan makanan pedas,
dan tidak jajan di warung, banyak
memberi minum air putih pada
anak untuk mencegah dehidrasi,
Konsistensi
tinja menjadi
padat, nafsu
makan
bertambah,
tidak
muntah, dan
frekuensi
BAB
kembali
normal
8

dan Istirahat yang cukup






























9

TAHAP III. IDENTIFIKASI FUNGSI-FUNGSI KELUARGA
1. FUNGSI HOLISTIK
a. Fungsi Biologis
Keluarga terdiri atas penderita (An. A 5 tahun), ayah (Tn. B 33 tahun), Ibu (Ny. S 32
tahun), adik (An. D 3,5 tahun), nenek (Ny. S 57 tahun), kakek (Tn.E 60 tahun), dan tante
(Sdri. D 26 tahun) tinggal bersama dalam satu rumah.
b. Fungsi Psikologis
Hubungan keluarga cukup harmonis, saling mendukung, dan perhatian satu sama lain.
c. Fungsi Sosial
Penderita dan keluarga hanya sebagai anggota masyarakat biasa. Hubungan dengan
masyarakat sekitar baik dan cukup aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.
d. Fungsi Ekonomi dan Pemenuhan Kebutuhan
Ayah penderita bekerja sebagai satpam dengan penghasilan 1.500.000,00 per bulan.
Kebutuhan dapat terpenuhi dengan baik.
e. Fungsi Penguasaan Masalah dan Kemampuan Beradaptasi
Komunikasi anggota keluarga berlangsung baik, permasalahan diselesaikan dengan cara
dimusyawarahkan bersama-sama.

2. FUNGSI FISIOLOGIS
Tabel 3. APGAR score keluarga Tn. B
Kode APGAR Tn.B Ny.S Tn. E Ny. S Sdri.
D
A Saya puas bahwa saya dapat kembali ke keluarga
saya bila saya mendapat masalah.
2 2 2 2 2
P Saya puas dengan cara keluarga saya membahas
dan membagi masalah dengan saya.
1 1 2 2 1
G Saya puas dengan cara keluarga saya menerima
dan mendukung keinginan saya untuk
melakukan kegiatan baru atau arah hidup yang
baru.
1 1 1 1 1
A Saya puas dengan cara keluarga saya 2 2 2 2 2
10

mengekspresikan kasih sayangnya dan merespon
emosi saya seperti kemarahan, perhatian dll.
R Saya puas dengan cara keluarga saya dan saya
membagi waktu bersama-sama.
2 2 2 2 2
Total (kontribusi) 8 8 9 9 8

Rata-rata APGAR score keluarga Tn.B = 8 + 8 + 9 + 9 + 8 = 8,4
5
Kesimpulan : Fungsi fisiologis keluarga Tn.B = baik

3. FUNGSI PATOLOGIS
Tabel 4. Fungsi Patologis SCREEM keluarga Tn.T
Sumber Patologi Keterangan
Social Interaksi sosial cukup, aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. -
Cultural Kepuasan atau kebanggaan terhadap budaya baik, banyak tradisi
budaya yang masih diikuti.
-
Religion Beragama dan memiliki pemahaman terhadap ajaran agama,
ketaatan ibadah cukup baik
-
Economic Penghasilan keluarga cukup ( di atas UMR) -
Education Tingkat pendidikan keluarga baik (menempuh wajib belajar 9
tah)
-
Medical Kesadaran tentang pentingnya kesehatan cukup baik. Jika sakit
pasien segera berobat ke dokter, puskesmas, rumah sakit.
-
Kesimpulan : keluarga Tn.B tidak memiliki fungsi patologis.







11

4. GENOGRAM











Diagram 1. Genogram keluarga Tn. T

Keterangan :
: Laki-laki : Pasien Diare akut

: Perempuan

Kesimpulan Genogram :
Penyakit yang diderita pasien tidak ditemukan pada anggota keluarganya. Dari genogram
tersebut tidak ada penyakit yang diturunkan maupun penyakit menular.









12

5. POLA INTERAKSI KELUARGA











Diagram 2. Pola interaksi keluarga Tn. T
Kesimpulan : Pola interaksi 2 arah antar anggota keluarga berjalan baik dan harmonis.

6. FAKTOR PERILAKU
a. Pengetahuan
Pendidikan keluarga penderita cukup baik, ayah, ibu, nenek, kakek, dan tante penderita
bersekolah sampai lulus SMP. Keluarga menyadari arti penting kesehatan tetapi memiliki
pengetahuan yang kurang tentang kesehatan.
b. Sikap
Penderita dan keluarganya sudah memiliki kesadaran tentang pentingnya kesehatan
namun belum dapat menerapkan pola hidup sehat, penderita masih sering jajan di
warung.
c. Tindakan
Penderita dan keluarga cukup menyadari pentingnya arti hidup sehat karena setiap ada
anggota keluarga yang sakit akan diperiksakan ke klinik atau puskesmas. Namun keluarga
belum terbiasa melakukan kontrol rutin, pasien hanya berobat saat ada keluhan saja.



Keterangan :
: Hubungan baik
: Hubungan tidak baik
An. A
An. D
Tn. B
Tn. E
Ny. S
Ny. S
Ny. D
13

7. FAKTOR NON PERILAKU
a. Lingkungan
Rumah yang ditempati oleh keluarga Tn.B sebenarnya sudah cukup memadai.
Keadaan di dalam dan di luar rumah cukup bersih, sampah dibuang pada tempat sampah,
sumber air terjaga kebersihannya, sanitasi baik, pencahayaan dan ventilasi cukup.
Kondisi rumah juga rapi dan di halaman terdapat pepohonan yang rindang.
b. Keturunan
Tidak terdapat faktor keturunan yang mempengaruhi penyakit penderita
c. Pelayanan Kesehatan
Unit pelayanan kesehatan tersedia dengan baik. Apabila ada anggota keluarga yang
sakit langsung berobat ke klinik atau puskesmas di sekitar tempat tinggal penderita.

8. LINGKUNGAN INDOOR














Keluarga Tn. T tinggal di sebuah rumah berukuran 150 m
2
dengan posisi rumah
menghadap ke barat. Rumah tertata rapi terdiri atas ruang tamu yang cukup luas, tiga kamar
tidur, ruang keluarga yang dilengkapi TV, ruang makan, dapur, dan satu kamar mandi
dengan dua WC. Dinding rumah terbuat dari batu bata yang sudah dicat. Lantai rumah
Kamar Dapur Halaman Belakang Kamar
Mandi Tidur
Kamar Tidur Ruang Keluarga


Ruang Tamu Kamar Garasi
Tidur


Teras
Pagar
14

semuanya telah dilapisi keramik. Atap rumah terbuat dari genteng dan ditutupi langit-langit.
Rumah penderita juga dilengkapi dua pintu keluar, yaitu pintu depan, dan pintu samping.
Ventilasi dan pencahayaan cukup baik. Masing-masing kamar sudah memiliki ranjang dan
kasur yang layak. Perabotan rumah tangga cukup. Secara keseluruhan kebersihan rumah
cukup baik. Sehari-hari keluarga memasak menggunakan kompor gas. Sumber air berasal
dari PAM.

9. LINGKUNGAN OUTDOOR
Lingkungan sekitar rumah berupa perumahan dengan kondisi masyarakat akrab dan baik.
Rumah satu dengan yang lainnya saling berdempetan. Terdapat selokan untuk menyalurkan
limbah rumah dan alirannya lancer. Sampah dikumpulkan di depan rumah dan akan diambil
petugas setiap hari selasa dan jumat. Kondisi jalan di depan rumah sudah beraspal.

RESUME IDENTIFIKASI FUNGSI-FUNGSI KELUARGA
1. Fungsi Holistik (biopsikososial) : baik
2. Fungsi Fisiologis (APGAR) : baik
3. Fungsi Patologis (SCREEM) : tidak ada
4. Fungsi Genogram Keluarga : baik
5. Fungsi Pola Interaksi Keluarga : baik
6. Fungsi Perilaku Keluarga : cukup
7. Fungsi Non Perilaku Keluarga : baik
8. Fungsi Lingkungan Indoor : baik
9. Fungsi Lingkungan Outdoor : baik

DAFTAR MASALAH
1. Masalah Medis
Diare akut
2. Masalah Nonmedis
a. Pengetahuan penderita dan keluarga tentang pola hidup sehat masih rendah
b. Kebiasaan penderita membeli makanan di warung sembarangan
c. Kebiasaan orang tua memberikan makanan pedas pada penderita
15

PRIORITAS MASALAH
Tabel 5. Matrikulasi masalah untuk memilih prioritas masalah
No. Daftar Masalah I T R Jumlah
IxTxR P S SB Mn Mo Ma
1. Pengetahuan penderita dan
keluarga tentang pola hidup sehat
masih rendah
4 4 4 3 4 4 4 12.288 (III)
2. Kebiasaan penderita membeli
makanan di warung sembarangan

5 5 4 3 5 4 4 24.000 (I)
3. Kebiasaan orang tua memberikan
makanan pedas pada penderita

4 5 4 3 4 4 4 15.360 (II)
Keterangan :
I : Importancy (pentingnya masalah)
P : Prevalence (besarnya masalah)
S : Severity (akibat yang ditimbulkan oleh masalah)
SB : Social Benefit (keuntungan sosial karena selesainya masalah)
T : Technology (tehnologi yang tersedia)
R : Resources (sumber daya yang tersedia)
Mn : Man (tenaga yang tersedia)
Mo : Money (sarana yang tersedia)
Ma : Material (pentingnya masalah)








16

DIAGRAM PERMASALAH PASIEN









Diagram 3. Diagram permasalahan pasien




















I. Kebiasaan penderita
membeli makanan di
warung sembarangan

II. Kebiasaan orang tua
memberikan makanan
pedas pada penderita

III. Pengetahuan
penderita dan keluarga
tentang pola hidup sehat
masih rendah
An. A 5 tahun, diare
akut
17

TAHAP IV. HUBUNGAN DIARE DENGAN KEBIASAAN JAJAN DI WARUNG
SEMBARANGAN
Sampai saat ini penyakit diare masih merupakan salah satu masalah kesehatan utama dari
masyarakat di Indonesia. Diare sendiri adalah penyakit di mana tinja atau feses berubah menjadi
lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam. Beberapa faktor
yang menyebabkan terjadinya diare adalah mengkonsumsi makanan jajanan yang tidak terjamin
kebersihannya, lingkungan, peran keluarga, dan ekonomi. Di daerah yang masih di pinggiran
kota tingkat higienitas suatu jajanan yang dikonsumsi oleh anak-anak masih rendah. Dapat
dibuktikan dengan angka kejadian diare yang sering melanda anak-anak didaerah pinggiran kota.
Anak usia sekolah dasar lebih sering jajan berupa es atau kue-kue. Cara persiapan dan
penyimpanan bahan makanan dapat menimbulkan akibat buruk, sebagai contoh dalam kehidupan
sehari-hari adalah penyimpanan air di rumah atau kantin atau warung sekolah, penggunaan atau
juga kemungkinan kontaminasi silang dari makanan mentah ke makanan yang sudah di masak,
atau dari tempat pembungkus atau penampung, makanan dan peralatan masak, atau status
kesehatan dan perilaku hygiene para pengolah makanan. Dari kondisi ini makanan dapat
terkontaminasi oleh berbagai racun, sehingga bisa menimbulkan diare karena terdapat berbagai
macam mikroba. Makanan atau jajanan yang sering dikonsumsi anak sekolah sangat sensitif
terhadap pencemaran, yang bersumber dari bahan tambahan pangan berupa pewarna tekstil, zat
pengawet, dan pemanis buatan.
Patofisiologi dasar terjadinya diare adalah absorpsi yang berkurang dan atau sekresi yang
meningkat. Adapun mekanisme yang mendasarinya adalah mekanisme sekretorik, mekanisme
osmotik dan campuran. Mekanisme sekretorik atau disebut juga dengan diare sekretorik
disebabkan oleh sekresi air dan elektrolit ke dalam usus halus. Hal ini terjadi, bila absorpsi
natrium oleh villi gagal sedangkan sekresi klorida di sel epitel berlangsung terus atau meningkat.
Kalau pada diare infeksi prinsip dasarnya adalah kemampuan bakteri mengeluarkan toksin-toksin
yang bertindak sebagai reseptor untuk melekat pada enterosit, merusak membran enterosit dan
kemudian menghancurkan membran enterosit, mengaktifkan enzim-enzim intraseluler sehingga
terjadi peningkatan sekresi, sehingga terjadi diare sekresi. Tapi jika ada kerusakan enterosit,
maka disamping diare sekresi juga dapat terjadi diare osmotik tergantung dari derajat
kerusakannya.
18

Penderita saat di rumah maupun di sekolah sering jajan makanan yang dijual di pinggir
jalan yang kebersihannya belum dapat kita jamin. Kemungkinan tercemarnya makanan yang
dimakan penderita yang mengakibatkan penderita mengalami diare.



























19

TAHAP V. SIMPULAN DAN SARAN

A. SIMPULAN
Diagnosis Holistik :
1. Diagnosis Biologis
Diare akut
2. Diagnosis Psikologis
Penderita tidak memiliki beban pikiran maupun mental akan penyakitnya. Hubungan
antar anggota keluarga harmonis dan saling mendukung.
3. Diagnosis Sosial
Hubungan dengan masyarakat sekitar berjalan baik, kondisi lingkungan dan rumah
cukup sehat, pendidikan penderita dan keluarganya cukup baik, penderita menyadari
arti pentingnya kesehatan.
B. SARAN
Saran Komprehensif
Saran yang dapat diberikan kepada penderita dan keluarganya adalah sebagai berikut:
1. Promotif
Edukasi kepada keluarga mengenai diare yang diderita Tn. T, faktor resiko, dan cara
penularan diare sehingga keluarga dapat membantu mengawasi pola makan An. A
2. Preventif
konsumsi makanan rendah garam dan tinggi serat
Tidak jajan sembarangan
Menjaga kebersihan rumah dan sekitar
berolahraga teratur
3. Kuratif
o Oralit VIII per 1 sach/ BAB
o Lacto B X 2x1 sach
o Dhavit syr I 1x1 cth
o Domperidon syr I 3x3/4 cth
4. Rehabilitatif
Berolahraga secara teratur setiap harinya.
20

DAFTAR PUSTAKA
1. Pradipta, H Aditya; Djallalluddin; S,N Meitria. Hubungan Perilaku Jajan Dengan Kejadian
Diare Pada Anak Sekolah Dasar. Berkala Kedokteran Vol. 9 No. 1. 2013
2. Alatas, H., Hasan, R. Ilmu Kesehatan Anak, Buku Kuliah 2, FKUI, Jakarta. 2000



























21

Keadaan Rumah



TERAS


RUANG TAMU




22


RUANG KELUARGA




KAMAR TIDUR






23


KAMAR MANDI





DAPUR