Anda di halaman 1dari 1

Pasien G

1
P
0
A
0
hamil 39 minggu datang ke RSPAD dengan keluhan keluar air-air sejak 8
jam sebelum masuk rumah sakit. Dari inspekulo didapatkan hasil berupa portio licin, valsava
(+) dan tampak cairan ketuban keluar dari ostium uteri eksterna (OUE). Dari pemeriksaan
dalam, hasilnya adalah portio kenyal, posterior, ostium tertutup dan ketuban dinyatakan (+),
Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) tanggal 3 September 2013. Dari data anamnesis dan
pemeriksaan obstetri dapat disimpulkan bahwa pasien G
1
P
0
A
0
hamil 39 minggu dengan ketuban
pecah dini aterm belum inpartu.
Dari hasil anamnesis awal pasien mengaku mengalami TBC pada tahun 2013 sebelum
hamil. Dalam hal ini pasien mempunyai faktor predisposisi yang dapat menyebabkan ketuban
pecah dini yaitu infeksi. Resiko infeksi pada ibu dan anak meningkatkan pada Ketuban Pecah
Dini (KPD). Pada ibu terjadi korioamnionitis. Pada bayi dapat terjadi septicemia, pneumonia,
omfalitis. Umumnya terjadi korioamnionitis sebelum janin terinfeksi. Pada KPD premature
lebih sering daripada aterm. Secara umum insiden infeksi sekunder pada KPD meningkat
sebanding dengan lamanya periode laten.
Pasien teratur melakukan Ante Natal Care (ANC) di Poli Obstetri RSPAD Gatot
Soebroto.
Berdasarkan Standar Pelayanan Medik POGI, penatalaksanaan ketuban pecah dini
bergantung pada usia gestasi saat terjadi KPD. Pada kehamilan > 35minggu prinsipnya adalah
lahirkan janin dan berikan antibiotik sebagai profilaksis. Pada pasien ini diberikan ceftriaxone
1x2g karena berspektrum luas, dan di induksi dengan oxytoxin 5u/500cc RL/24 jam dan
dilakukan evaluasi kemajuan persalinan.
Berdasarkan buku kebidanan sarwono. Kehamilan >37 minggu, induksi dengan oksitosin.
Bila gagal seksio sesarea. Dapat pula diberikan misoprostol 25ug-50ug intravaginal tiap 6 jam
maksimal 6 kali. Bila ada tanda-tanda infeksi berikan antibiotic dosis tinggi dan persalinan
terakhir. Bila skor pelvic <5, lakukan pematangan cervix, kemudian induksi. Jika tidak berhasil,
akhiri persalinan dengan seksio sesaria. Bila skor pelvic >5, induksi persalinan.