Anda di halaman 1dari 41

Pengelolaan Buangan Industri

Program Studi Teknik Lingkungan


Fakultas Teknik
Universitas Diponegoro
Intro
Konsep ekonomi berkelanjutan

Aktivitas manusia

Dampak lingkungan

Simbiosis terputus: Manusia vs Lingkungan;
seharusnya Manusia Lingkungan
Fakta
Perhatian terhadap lingkungan muncul akhir
1960-an dan awal 1970-an.
Persoalan setempat:
Pencemaran dari pipa dead end
Pencemaran dari cerobong asap pabrik
Tercemarnya sungai dari limbah-limbah cair
pabrik kimia.
dll
sumber: Djajadiningrat dan Famiola, Eco-Industrial Park, 2004
Fakta
Lingkungan

Politik

Gangguan lingkungan meluas dan skala
internasional:
Acid rain,
Lubangnya lapisan ozon,
Peningkatan suhu bumi.
Health and Environmental Effects
The following links provide more detailed information on the human health
and environmental effects of climate change:
1. Health
2. Agriculture and Food Supply
3. Forests
4. Ecosystems and Biodiversity
5. Coastal Zones and Sea Level Rise
6. Water Resources
7. Energy Production and Use
8. Public Lands and Recreation
9. Regions
10. Polar Regions
11. International
12. Extreme Events
13. Adaptation
sumber: www.epa.gov/climatechange/effects/index.html



Dampak-Dampak Kegiatan Industri
sumber: Diambil dari World Health Organization (WHO), Health and Environment in Sustainable Development:
Five Years after the Earth Summit (WHO, Geneva, 1997).

Sektor Udara Air Tanah/Lahan
Kimia (industri campuran
an-organik dan organik,
eksplorasi minyak)
Berbagai bentuk emisi
bergantung proses dan
manufakturnya digunakan.
Emisi dari berbagai unsur
kimia, SO
2
, Nox, CO, CFCs,
VOCs dan kimia organik lain,
bau-bauan. Resiko eksplorasi
dan kebakaran.
Penggunaan proses
pengolahan air dan cooling
water. Emisi dari kimia organik,
logam berat (cadmium,
mercury), suspensi-suspensi
padat, bahan-bahan organik
dan PCBs. Resiko tumpahan
produk-produk kimia tertentu.
Bermasalah pada buangan
sampah-sampah dari proses-
proses kimia. Bermasalah
pada endapan lumpur dari
proses pengolahan limbah air.

Pulp dan Kertas
Emisi SO
2
, Nox, CH
4
, CO
2
, CO,
hydrogen sulphide,
mercaptans, chlorine
compounds, dioxin
Penggunaan air proses . Emisi
dari suspensi padat, bahan-
bahan organik, chlorinated
organik substances, toxins
(dioxin).


Semen, Kaca, dan Keramik
Emisi debu semen, NOx, CO
2
,
chromium, timah, CO. Emisi
kaca timah, arsenic, SO
2
,
vanadium, CO, hydrofluoric
acid, soda ash, potassium,
dan bahan-bahan tertentu
lainnya (seperti chromium).
Emisi keramik silika, SO
2
,
NOx, fluorine.
Kontaminasi dari proses-proses
penggunaan air, seperti:
minyak dari logam berat.
Ekstraksi dari bahan baku.
Kontaminasi terhadap tanah
oleh logam dan masalah
pembuangan sampah.
Lanjutan: Dampak-Dampak...
Pertambangan logam dan
mineral
Emisi debu dari proses ekstraksi,
penyimpanan dan pengangkutan
dan konsentrat besi. Emisi logam
(seperti mercury) drying of ore
concentrate.
Kontaminasi terhadap air
permukaan dan tingginya
kandungan asam air akibat
kontaminasi dari berbagai logam
berbahaya (seperti: arsenic, timah,
cadmium). Kontaminasi penggunaan
bahan kimia dalam proses ekstraksi
logam.
Gangguan-gangguan permukaan
tanah dan erosi. Degradasi lahan
oleh luas timbunan ampas-ampas.

Besi dan Baja
Emisi SO2, Nox, hydrogen
sulphide, PAHs, timah, arsenik,
cadmium, chromium, copper,
mercury, nickel, selenium, zinc,
kandungan-kandungan organik,
PCDDs/PCDFs, PCBs, debu, bahan-
bahan lain, hidrokarbon, kabut
asam.
Penggunaan air proses. Emisi dari
material organik, tars dan minyak,
suspensi-suspensi padat, logam,
benzene, phenol, asam, sulfit, sulfat,
ammonia, sianida, trioktan, trisulfat,
fluorida, timah, seng (scrubber
effluent).
Lumpur dan residu bahan pelumas,
hidrokarbon, garam, kandungan
sulfur, logam berat, dan masalah
pembuangan air yang
mengkontaminasi tanah.

Logam-logam non-besi
Emisi dari bahan-bahan: SO
2
, NOx,
CO, hydrogen sulfit, hydrogen
chloride, chloride, aluminium,
arsenik, cadmium, chromium,
tembaga, seng, mercuri, nickel,
timah, magnesium, PAHs, fluorida,
silika, mangan, arang hitam,
hidrokarbon, aerosol.
Air-air pencucian tang yang telah
terkontaminasi logam. Gas-gas
effluen, bahan-bahan padat, florin,
dan hidrokarbon.
Lumpur dari bahan pengolahan
limbah, korosi dari sel-sel
elektroda (yang mengandung
karbon dan fluorida)
mengkontaminasi tanah dan air-air
buangan.
Lanjutan: Dampak-Dampak...
Produksi dan
Pertambangan Batubara
Emisi debu dari proses
ekstraksi, pengudangan dan
pengangkutan batu bara.
Emisi CO dan SO
2
dari
pembakaran ampas-ampas.
Emisi CH
4
dari formasi dasar.
Resiko eksplorasi dan
kebakaran.
Kontaminasi air permukaan
dan groundwater oleh
kandungan silika yang tinggi
atau asam-asam dari air
pertambangan.
Pengrusakan permukaan
tanah dan erosi. Degradasi
lahan oleh ampas-ampas
lumpur.

Pengilangan minyak dan
produk-produk petroleum
Emisi SO
2
, NOx, hydrogen
sulfide, HCs, benzene, CO,
CO
2
, zat-zat berbahaya lain,
metan, PAHs, kandungan
organik berbahaya, bau-
bauan. Resiko aktivitas
eksplorasi dan kebakaran.
Penggunaan cooling water.
Emisi HCs, metan, kaustik,
minyak, fenol, khromium,
effluen dari gas.
Sampah-sampah berbahaya.
Effluen pengolahan lumpur
yang mampu mengikis katalis
tar tanah.

Kulit dan Penyamakan Kulit
Emisi dari debu-debu kulit,
hydrogen sulphide, CO
2
,
kandungan khrom.
Proses yang menggunakan air.
Effluen dari berbagai
penggunaan banyak bahan-
bahan toksik yang
mengandung suspensi padat,
sulfat, khrom.
Lumpur-lumpur khrom
Industri
Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau
barang setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk
mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga
reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa
barang, tetapi juga dalam bentuk jasa.
(http://organisasi.org/pengertian_definisi_macam_jenis_dan_penggolongan
_industri_di_indonesia_perekonomian_bisnis, 2006)
Industri merupakan kegiatan mengolah barang setengah jadi menjadi
barang jadi. (Hartono, R., 2009)
Industri merupakan suatu kegiatan ekonomi yang mengolah barang mentah,
bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi untuk dijadikan barang
yang lebih tinggi kegunaannya. (Ardy, 2009)
Industri adalah kumpulan dari beberapa perusahaan yang memproduksi
barang-barang tertentu dan menempati areal tertentu dengan output
produksi berupa barang atau jasa. (Ardy, 2009)
Perusahaan yang menjalankan kegiatan ekonomi yang tergolong dalam
sektor sekunder. (Sukirno)
Jenis-jenis Industri: klasifikasi
SK Menteri Perindustrian No.19/M/I/1986
Industri kimia dasar
contohnya seperti industri semen, obat-obatan, kertas,
pupuk, dsb
Industri mesin dan logam dasar
misalnya seperti industri pesawat terbang, kendaraan
bermotor, dll
Industri kecil
Contoh seperti industri roti, kompor minyak, makanan
ringan, es, minyak goreng curah, dll
Aneka industri
misal seperti industri pakaian, tekstil, industri makanan
dan minuman, dan lain-lain.
Industri Kimia Dasar
Industri Kecil
Jenis/Macam-macam industri: Tempat bahan baku
Industri ekstraktif
Industri ekstraktif adalah industri yang bahan baku diambil
langsung dari alam sekitar.
Contoh : pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan,
peternakan, pertambangan, dan lain lain.
Industri non-ekstraktif
Industri non-ekstraktif adalah industri yang bahan baku
didapat dari tempat lain selain alam sekitar.
Contoh: setengah jadi bahan jadi
Industri fasilitatif
Industri fasilitatif adalah industri yang produk utamanya
adalah berbentuk jasa yang dijual kepada para konsumennya.
Contoh : Asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dan
lain sebagainya.

Golongan Industri berdasarkan Besar Kecil Modal
Industri padat modal
adalah industri yang dibangun dengan modal
yang jumlahnya besar untuk kegiatan
operasional maupun pembangunannya

Industri padat karya
adalah industri yang lebih dititik beratkan
pada sejumlah besar tenaga kerja atau
pekerja dalam pembangunan serta
pengoperasiannya.

Jenis-jenis Industri: jumlah tenaga kerja
Industri rumah tangga
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja
berjumlah antara 1-4 orang.
Industri kecil
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja
berjumlah antara 5-19 orang.
Industri sedang atau industri menengah
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja
berjumlah antara 20-99 orang.
Industri besar
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja
berjumlah antara 100 orang atau lebih.

Penggolongan industri: pemilihan lokasi
Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada pasar
(market oriented industry)
Adalah industri yang didirikan sesuai dengan lokasi potensi target
konsumen. Industri jenis ini akan mendekati kantong-kantong di
mana konsumen potensial berada. Semakin dekat ke pasar akan
semakin menjadi lebih baik.
Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada tenaga
kerja / labor (man power oriented industry)
Adalah industri yang berada pada lokasi di pusat pemukiman
penduduk karena biasanya jenis industri tersebut membutuhkan
banyak pekerja / pegawai untuk lebih efektif dan efisien.
Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada bahan
baku (supply oriented industry)
Adalah jenis industri yang mendekati lokasi di mana bahan baku
berada untuk memangkas atau memotong biaya transportasi yang
besar.

Jenis industri: Produktifitas Perorangan
Industri primer
adalah industri yang barang-barang produksinya bukan hasil
olahan langsung atau tanpa diolah terlebih dahulu
Contohnya adalah hasil produksi pertanian, peternakan,
perkebunan, perikanan, dan sebagainya.
Industri sekunder
industri sekunder adalah industri yang bahan mentah diolah
sehingga menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali.
Misalnya adalah pemintalan benang sutra, komponen
elektronik, dan sebagainya.
Industri tersier
Adalah industri yang produk atau barangnya berupa layanan
jasa.
Contoh seperti telekomunikasi, transportasi, perawatan
kesehatan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

TUGAS
Buat kesimpulan jenis industri beserta
contoh-contohnya di Indonesia?
Buat kesimpulan jenis industri beserta
contoh-contohnya di Asia?
Buat kesimpulan jenis industri beserta
contoh-contohnya di Dunia?
Kirim via kormat pbi tgl 13 September
2013 jam 09.00 wib via email + kormat.

Treatment Evaluation Process:
Industrial Wastewater
Step 1: Analysis of Manufacturing Processes
Step 2: Wastes Minimization and Wastes Characterization
Study
Step 3: Determine Treatment Objectives
Step 4: Select Candidate Technologies
Step 5: Bench-Scale Investigations
Step 6: Pilot-Scale Investigations
Step 7: Prepare Preliminary Designs
Step 8: Conduct Economic Comparisons
Step 9: Final Design
Step 10: Solicitation of Competitive Bids for Construction

Sumber: Woodard & Curran, Inc., Industrial Waste Treatment Handbook, 2006
Sumber: Woodard &
Curran, Inc., Industrial
Waste Treatment
Handbook, 2006
Analysis of Manufacturing Processes
One of the first steps in the analysis of
manufacturing processes is to develop a block
diagram that shows how each manufacturing
process contributes wastewater to the treatment
facility.
In this example, the raw material (woven greige
goods) for the process is first subjected to a process
called desizing where the substances used to
provide strength and water resistance to the raw
fabric, referred to as size, are removed.
Sumber: Woodard & Curran, Inc., Industrial Waste Treatment Handbook, 2006
Wastes Minimization and Wastes
Characterization Study
Sumber: Woodard &
Curran, Inc., Industrial
Waste Treatment
Handbook, 2006
Determine Treatment Objectives
After the volume, strength, and substance characteristics of the
wastewater have been established, the treatment objectives must be
determined.
These objectives will depend on where the wastewater is to be sent
after treatment.
As a minimum, compliance with the Federal Pretreatment Guidelines
issued by the Environmental Protection Agency (EPA) and published in
the Federal Register is required. Some municipal or regional treatment
facilities have pretreatment standards that are more stringent than
those required by the EPA.
If the treated effluent is discharged to an open body of water, permits
issued by the National Pollutant Discharge Elimination System
(NPDES) and the appropriate state agency must be obtained.
Sumber: Woodard & Curran, Inc., Industrial Waste Treatment Handbook, 2006
Select Candidate Technologies
Successful application to a similar
wastewater
Knowledge of chemistry, biochemistry,and
microbiology
Knowledge of available technologies, as
well as knowledge of their respective
capabilities and limitations

Sumber: Woodard & Curran, Inc., Industrial Waste Treatment Handbook, 2006
Bench-Scale Investigations
Sumber: Woodard & Curran, Inc., Industrial Waste Treatment Handbook, 2006
Contoh Bench Scale
Contoh Bench Scale
Pilot-Scale
Investigations
Sumber: Woodard & Curran, Inc.,
Industrial Waste Treatment
Handbook, 2006
Prepare Preliminary Designs
A preliminary design, then, is the design of an entire
waste treatment facility, carried out in sufficient
detail to enable accurate estimation of the costs for
construction, operation, and maintenance.
It must be complete to the extent that the sizes and
descriptions of all of the pumps, pipes, valves,
tanks, concrete work, buildings, site work, control
systems, and manpower requirements are
established.

Sumber: Woodard & Curran, Inc., Industrial Waste Treatment Handbook, 2006
Conduct Economic Comparisons
Capital Costs
O&M Costs
1. Chemicals
2. Power
3. Labor
4. Sludge disposal, if applicable
5. Sewer use charges
6. Maintenance
Annualized Costs

Sumber: Woodard & Curran, Inc., Industrial Waste Treatment Handbook, 2006

Sumber: Woodard & Curran,
Inc., Industrial Waste
Treatment Handbook, 2006
Final Design
Sumber: Woodard & Curran, Inc., Industrial Waste Treatment Handbook, 2006
Solicitation of Competitive Bids
for Construction
Sumber: Woodard & Curran, Inc., Industrial
Waste Treatment Handbook, 2006
Tugas Individu 1
Bedah semua Laporan Kerja Praktek yang berorientasi pada
industri
Buat:
1. Step 1: Analysis of Manufacturing Processes
2. Step 2: Wastes Minimization and Wastes Characterization
Study
Tiap individu harus berbeda bahasan industrinya
Dikumpulkan hari senin, tanggal 17 September 2012

Tugas Individu 2
Buat:
1. Step 3: Determine Treatment Objectives
2. Step 4: Select Candidate Technologies
Dikumpulkan hari senin, tanggal 24 September
2012


Tugas Individu 3
Buat:
1. Step 5: Bench-Scale Investigations
2. Step 6: Pilot-Scale Investigations
3. Step 7: Prepare Preliminary Designs
Dikumpulkan hari senin, tanggal 1 Oktober 2012


Tugas Kelompok
Lampiran tugas tersendiri.
Dikumpulkan hari senin, tanggal 8 Oktober
2012