Anda di halaman 1dari 9

Kelompok III (2C Transportasi) Laboratorium Kerja Bengkel

Jurusan Teknik Sipil


Politeknik Negeri Ujung Pandang 1

BAB I
PENDAHULUAN

Teknologi Tepat Guna adalah teknologi yang dirancang bagi suatu
masyarakat tertentu agar dapat disesuaikan dengan aspek aspek lingkungan,
keetisan, kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan.
Dari tujuan yang dikehendaki, teknologi tepat guna haruslah menerapkan metode
yang hemat sumber daya, mudah dirawat, dan berdampak polutif minimalis
dibandingkan dengan teknologi arus utama yang pada umumnya beremisi banyak
limbah dan mencemari lingkungan.
Suatu teknologi dapat dikatakan sesuai tepat guna apabila :
1. Teknologi itu sebanyak mungkin mempergunakan sumber-sumber yang
tersedia banyak disuatu tempat.
2. Teknologi itu sebanyak mungkin mempergunakan sumber-sumber yang
terdapat sedikit disuatu tempat.
3. Teknologi itu dapat sesuai dengan keadaan ekonomi dan sosial masyarakat
setempat, dan
4. Teknologi itu membantu memecahkan persoalan / masalah yang
sebenarnya, bukan teknologi yang hanya bersemayam dikepala
perencananya.
Tujuan TTG adalah melihat pemecahan pemecahan terhadap masalah -
masalah tertentu dan menganjurkan mengapa hal itu sesuai.
Penerapan TTG adalah sebuah usaha pembaruan. Meskipun pembaruan itu
tidak mencolok dan masih dalam jangkauan masyarakat, tetapi harus diserasikan
dengan keadaan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat serta alam.


Kelompok III (2C Transportasi) Laboratorium Kerja Bengkel

Jurusan Teknik Sipil
Politeknik Negeri Ujung Pandang 2

Usaha pembaharuan dirancang sedemikian rupa sehingga seluruh
masyarakat merasa bahwa pembaharuan adalah prakarsa mereka sendiri. Berarti
di dalam pembaharuan teknologi itu terdapat minat dan semangat dalam
masyarakat tersebut.
Penerapan TTG harus mempertimbangkan keadaan alam sekitar. Dapat
diartikan bahwa dampak lingkungan yang disebabkan Teknologi Tepat Guna
(TTG) harus lebih kecil dibandingkan teknologi tradisional maupun teknologi
maju.
Teknologi Tepat Guna meliputi :
1. Pembuatan meja belajar
2. Finishing
3. Pembuatan ferocement
4. Pembuatan Paving block / batako
5. Pemasangan Paving blok




Kelompok III (2C Transportasi) Laboratorium Kerja Bengkel

Jurusan Teknik Sipil
Politeknik Negeri Ujung Pandang 3

BAB II
DASAR TEORI
2.1 Paving Block
Paving block merupakan produk bahan bangunan dari semen yang
digunakan sebagai salah satu alternatif penutup atau pengerasan
permukaan tanah. Paving block dikenal juga dengan sebutan bata beton
(concrete block) atau cone blok.
Sebagai bahan penutup dan pengerasan permukaan tanah, paving block
sangat luas penggunaannya untuk berbagai keperluan, mulai dari
keperluan yang sederhana sampai penggunaan yang memerlukan
spesifikasi khusus.
Proses pembuatan paving block relatif mudah untuk dilakukan dan tidak
memerlukan persyaratan khusus lokasi.
a. Peralatan untuk penyiapan bahan terdiri dari :
1. Ember, yang berfungsi sebagai alat mengukur takaran
perbandingan penggunaan semen dan pasir. Umumnya
menggunakan ember plastik dengan volume 14 liter.
2. Ayakan pasir, terbuat dari kawat kassa dengan ukuran lubang 0,5
cm yang diberi bingkai dan pegangan dari kayu. Ayakan pasir
biasanya digunakan untuk memperoleh pasir halus sebagai bahan
campuran bagian atas paving.
b. Peralatan untuk pembuatan campuran / adukan semen dan pasir
- Pembuatan bahan campuran / adukan semen dan pasir dilakukan
secara sederhana (manual) dengan menggunakan cangkul dan


Kelompok III (2C Transportasi) Laboratorium Kerja Bengkel

Jurusan Teknik Sipil
Politeknik Negeri Ujung Pandang 4

sekop. Apabila pencampuran bahan dalam kapasitas besar, dapat
dilakukan dengan menggunakan pencampur atau molen.
c. Peralatan cetakan pembuatan paving
Pembuatan paving dapat dilakukan dengan cara manual dan dengan
menggunakan mesin press. Pembuatan paving dengan cara manual
menggunakan peralatan sebagai berikut :


Proses produksi antara lain :
1. Penyiapan bahan
Seperti semen, air, dan abu batu
2. Pencampuran / pengadukan
3. Percetakan
Adukan pasir dan semen untuk bagian atas dimasukkan terlebih dahulu ke
dalam cetakan dengan ketebalan 1 1,5 cm, selanjutnya dimasukkan
adukan pasir dan semen bagian utama sampai penuh. Selanjutnya
dilakukan pengepresan. pengepresan menggunakan mesin dilakukan
dengan menempattkan cetakan diatas meja kerja tepat bawah alat penekan,


Kelompok III (2C Transportasi) Laboratorium Kerja Bengkel

Jurusan Teknik Sipil
Politeknik Negeri Ujung Pandang 5

selanjutnya diberi tekanan dengan pengepresan hidrolik dengan kekuatan
tekan sekitar 100 -125 kg/cm
2
.
Paving block yang terbentuk di dalam cetakan selanjutnya dikeluarkan
dari cetakan sambil ditempatkan di atas tetakan kemudian diletakkan dan
disusun di tempat teduh. Diamkan 3 4 hari agar mendapatkan hasil yang
sempurna.

2.2 Fungsi dan Manfaat Kayu
Kayu sampai saat ini masih banyak dicari dan dibutuhkan orang.
Diperkirakan pada masa masa yang akan datang, kayu masih
dibutuhkan manusia. Kayu dinilai memiliki sifat sifat utama yang tak
bisa ditiru oleh bahan bahan lain sehingga menyebabkan kayu selalu
tetap dibutuhkan.
Untuk pekerjaan kayu selalu di proses sesuai kebutuhan atau perilaku apa
yang ingin direncanakan oleh manusia terhadapnya.
Beberapa hal mengenai sifat kayu yang menguntungkan tersebut adalah :
1. Mudah didapatkan karena harganya relatif lebih murah dibandingkan
bahan bangunan lain seperti beton dan baja.
2. Mudah dikerjakan tanpa alat alat berat atau khusus misalnya mudah
di potong, di haluskan, di lubangi ataupun di sambung sebagai suatu
konstruksi.
3. Bentuk indah alami sehingga sering diexpose serat seratnya sesuai
hiasan ruangan.


Kelompok III (2C Transportasi) Laboratorium Kerja Bengkel

Jurusan Teknik Sipil
Politeknik Negeri Ujung Pandang 6

4. Isolator panas, sehingga rumah yang bayak menggunakan bahan katu
akan terasa sejuk.
5. Isolator listrik
6. Tahan terhadap zat kimia seperti asam dan garam
7. Ringan
8. Serbaguna, artinya dapat dipakai sebagai konstruksi bangunan,
seperti kuda kuda atau langit langit, pintu, jendela, tiang dinding,
maupun sebagai hiasan ruangan seperti meja, kursi, dan selain itu
dapat juga untuk alat bantu kerja sementara seperti bekisting untuk
alat beton boplank, profil, untuk pasangan pondasi atau bata, tangga
kerja dan lain sebagainnya.

2.3 Desain
Kayu didesai dengan mempertimbangkan fungsi, bentuk, bahan
konstruksinya.
Hal yang perlu dipertimbangkan dengan seksama secara menyeluruh agar
desain menjadi baik dan benar yaitu :
- Tujuan pemakai
- Keinginan perabot
- Fungsi perabot
- Bentuk /penampilan luar
- Konstruksi
- Cara membuat


Kelompok III (2C Transportasi) Laboratorium Kerja Bengkel

Jurusan Teknik Sipil
Politeknik Negeri Ujung Pandang 7

Desain bentuk dari keinginan perilaku perilaku manusia terhadapnya
harus sama dilakukan secara efektif, efesiensi serta berdaya guna. Salah
satu contoh desain alami kayu meskipun dikuatkan dengan plat dan naut
besi, tetap belum menghasilkan suatu desain yang berfungsi baik. Conth
ini menunjukkan kurangnya pengetahuan bahan kayu.
Mengerjakan kayu untuk sebagai makna berdaya guna tidak lepas dari
prinsip ilmu bentuk yaitu :
- Fungsi
- Konstruksi
- Proporsi

2.4 Finishing
Finishing bertujuan untuk memperlihatkan, melindungi dari benda cair,
cuaca, dan sinar serta menarik perhatian. Finishing memiliki bahan
bahan dasar antara lain cellulosa, getah tumbuh tumbuhandan bahan
finishing.
Finishing dimulai dari :
1. Merakit, yaitu mencocokkan satu dengan yang lainnya.
2. Merangkai, yaitu memasang dengan kuat bahan bahan yang btelah
di rangkai sebelumnya.
Adapun jenis jenis finishing antara lain :
- Serlak (plitur)
Bahan dasarnya untuk plitur yang menggunakan bahan pencair
spiritus, perbandingannya 1 ons serlak : 1 liter spiritus.


Kelompok III (2C Transportasi) Laboratorium Kerja Bengkel

Jurusan Teknik Sipil
Politeknik Negeri Ujung Pandang 8

Plitur tak tahan panas, air dan alkohol.
- Vernis
Bahan dasarnya untuk plitur yang menggunakan bahan
pencarian afdiner.
Digunakan untuk barang barang sederhana
Tidak tahan panas, air, dan alkohol.
- Teak Oli
Bertujuan untuk menonjolkan serat serat kayu agar lebih
hidup permukaannya.
Lama mengering sehingga debu mudah menempel.
Hasil finishing tak selalu plitur.
- Cat
Untuk memberikan warna pada permukaan serta befungsi
sebagai pelindung permukaan kayu dari air.
- Melamic
Lapisan
Wood filler (planir) berfungsi menutup pori pori. Jika terlalu
kental, tambahkan tinner secukupnya.
Pewarna untuk menyampaikan warna kayu agar lebih irit
dengan menambahkan tinner 10 %.
Cat dasar / sending sealer agar permukaan lebih halus.

2.5 Ferrocement


Kelompok III (2C Transportasi) Laboratorium Kerja Bengkel

Jurusan Teknik Sipil
Politeknik Negeri Ujung Pandang 9

Ferrocement adalah bahan gabungan yang diperoleh dengan cara
memberikan mortar semen sesuai tulangan berupa anyaman kawat baja.
Mortar semen berfungsi sebagai massa dan kawat baja sebagai pemberi
kekuatan tarik dan daklitas. Secara lebih teliti ferrosemen dapat diartikam
sebagai beton bertulang dan berbentuk khusus yaitu dengan tulangan
lebih rapat dari pada beton bertulang. Walaupun demikian ferosemen
mempunyai sifat berbeda dengan beton bertulang, terutama pada tingkat
tegangan yang sedang. Karena distribusi dari tulangan yang kecil kecil
lebih merata maka kecil kemungkinan mortar untuk retak retak. Selain
itu beberapa sifat lain, misalnya ketahanan terhadap pecah, ketahanan
terhadap patah, ketahanan terhadap kelolosan air (kedap air).
Kelebihan dari ferocement yaitu :
a. Struktur yang dibuat dari ferocement yang tipis dan ringan, sehingga
dapat terjadi pengamatan pada tiang dukungannya maupun pada
fondasinya.
b. Karena berat sendiri yang lebih ringan memungkinkan untuk
pabrikasi (di cetak di pabrik)
c. Cara pengerjaannya sederhana sehingga tidak memerlukan pekerjaan
ahli.
d. Penghematan bahan cetakan dapat dilakukan.