Anda di halaman 1dari 7

Kelompok III (2C Transportasi) Laboratorium Kerja Bengkel

Jurusan Teknik Sipil


Politeknik Negeri Ujung Pandang 30

3.4 Membuat Paving Blok

A. TUJUAN
Setelah melakukan kegiatan/praktikum ini diharapkan :
1. Dapat mengetahui fungsi paving blok.
2. Dapat menghitung/ kalkulasi komposisi campuran yang akan
digunakan dalam membuat paving blok.
3. Dapat menggunakan mesin multiblok SB 302
4. Membuat paving blok dengan kualitas yang baik.

B. KESELAMATAN KERJA
1. Menggunakan peralatan sesuai dengan fungsinya
2. Mengoperasikan mesin pencetak paving blok dengan benar
3. Memerhatikan keselamatan kerja dan kekompakan dalam bekerja
4. Menggunakan waktu seefisien mungkin.
C. ALAT DAN BAHAN
1) BAHAN :
1. PC 4. Air Bersih
2. Abu batu 5.oli (pelumas Cetakan)
3. Pasir ( ayakan # 0,5 cm)
2) ALAT :
1. Mesin multiblok SB 302
- Haindel (ruas)
- Matras / cetakan atas dan bawah.
- Pedal vibrator
- Indikator kepadatan vibrator.
- Mengunci matras atas / locking
2. Sekop
3. Sendok spesi
4. Kotak spesi
5. Ember
6. Ruskam besi
7. Papan pengalas



Kelompok III (2C Transportasi) Laboratorium Kerja Bengkel

Jurusan Teknik Sipil
Politeknik Negeri Ujung Pandang 31

D. LANGKAH KERJA
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan, dan pastikan alat dalam
kondisi siapa pakai.
2. Mencampur bahan yang sudah disiapkan (semen, abu batu, dan pasir)
sesuai kompisisi.
a) Bahan-bahan campuran dimasukkan ke dalam kotak spesi dengan
komposisi campuran 1 Pc : 2 AB : 6 Ps.
b) Aduk campuran smpai merata ( homogen)
c) Memasukkan air sedikit demi sedikit selama proses pencampuran.
Sebaiknya menggunakan wadah gelas 250 ml sebagai takaran untuk
air.
3. Mencetak paving blok menggunakan mesin Multi Block SB302
a) Mengolesi terlebih dahulu cetakan dan papan pengalas dengan oli agar
permukaannya licin sebelum memasukkan campuran ke dalam
cetakan.
b) Memasukkan dan memadatkan campuran yang telah homogen
kedalam cetakan paving yang berada pada mesin pencetak paving.
c) Menekan pedal vibrator pada mesin dengan perlahan selama 2 detik
agar cetakan terisi dengan penuh.
d) Melepas kunci tuas dengan cara menghentakkan tuas ke atas sehingga
cetakan atas turun ke bawah dan menekan cetakan bawah.
e) Menginjak pedal vibrator pada mesin guna untuk penggetar selama
8 - 10 detik atau sampai indikator kepadatan sampai pada tempatnya.






f) Menarik turun secara perlahan lahan tuas pada mesin pencetak
paving guna untuk mengangkat cetakan.


Kelompok III (2C Transportasi) Laboratorium Kerja Bengkel

Jurusan Teknik Sipil
Politeknik Negeri Ujung Pandang 32

g) Kemudian mengangkat landasan yang berisikan paving yang telah
jadi.
4. Mengeringkan paving blok yang telah dicetak
a) Mengeringkan batako/paving blok yang sudah jadi tanpa terkena sinar
matahari secara langsung selama 8 jam.
b) Memindahkan paving blok ke tempat terbuka setelah dikeringkan 8
jam.
c) Selama 2 hari setelah proses pencetakan, paving blok disiram dengan
air secukupnya.
d) Setelah proses penyiraman selesai paving blok dikeringkan sesuai
dengan umur rencana beton (7- 28 hari).


E. KALKULASI BAHAN
Komposisi campuran 1 PC : 2 AB : 6 PS
Jenis Paving blok yang dibuat 10.5 x 21 x 7 cm (berat 3 kg)

1 kali mencampur total paving blok yang dihasilkan = 45/3 = 15,
Jadi tiap 1 kali mencampur dapat membuat 15 biji paving blok







Material Komposisi Bahan Campuran (kg) Kandungan bahan per biji (kg)
Semen 1 5 0,33
Abu Batu 2 10 0,67
Pasir 6 30 2,00
Total 45 3


Kelompok III (2C Transportasi) Laboratorium Kerja Bengkel

Jurusan Teknik Sipil
Politeknik Negeri Ujung Pandang 33

Gambar Alat
Landasan / Papan pengalas











Bagan Mesin Multi Block SB 302





























Kelompok III (2C Transportasi) Laboratorium Kerja Bengkel

Jurusan Teknik Sipil
Politeknik Negeri Ujung Pandang 34

F. KESIMPULAN DAN SARAN

1) KESIMPULAN
Setelah melakukan praktikum kami dapat menyimpulkan bahwa :
1. Kami telah mengetahui prosedur pembuatan paving blok
2. Kami dapat menggunakan mesin multiblok SB 302
3. Kami telah mengetahui fungsi dan pengaplikasian paving blok

2) SARAN
Adapun saran yang perlu diperhatikan yaitu :
1. Sebaiknya papan pengalas diberi kaki agar lebih mudah ketika
mengangkat hasil cetakan
2. Sebaiknya permukaan mesin pencetak paving blok tidak terlalu basah
ketika diolesi oli karena akan mengakibatkan hasil cetakan pecah-pecah
pada permukaannya.
3. Sebaiknya ada penelitian untuk mengetahui presentase kadar air yang tepat
untuk pembuatan paving blok yang berkualitas
4. Papan alas yang digunakan pada alat vibro harus benar-benar rapat dan
tidak bergerak agar hasil cetakan tidak mudah hancur.





















Kelompok III (2C Transportasi) Laboratorium Kerja Bengkel

Jurusan Teknik Sipil
Politeknik Negeri Ujung Pandang 35

G. Gambar Kerja



Kelompok III (2C Transportasi) Laboratorium Kerja Bengkel

Jurusan Teknik Sipil
Politeknik Negeri Ujung Pandang 36

H. DOKUMENTASI