Anda di halaman 1dari 27

MODUL 1

PENJAJAKANWILAYAH& ISUADVOKASI

Kerjaadvokasimerupakankerjaperjuangan,terutamabagimasyarakatyangberkepen
tinganlangsungdenganisuyangdiadvokasikan.Maka,maknastrategispenjajakanwilayahtid
akhanyaterbataspadaterhimpunnyainformasiyangdibutuhkan,tetapijugamenjadiwahana
pembelajaranbersamaantaratimdenganmasyarakatsetempat.
Daripenjajakaninipuladapatmenjadibagianawalsuatukesepakatanbersamauntuk
memperjuangkanperubahankebijakanyangmenjadipenyebabterlanggarnyahakkesehatan
masyarakat.Tentusaja,halitudapatterjadidengansyaratseluruhprosespenjajakanmemang
dilakukandenganmetodepartisipatif.Dengankatalain,penjajakaninibisamenjadialatpenya
daranbersama.

ETIKAPENJAJAKAN

Advokasikebijakandibidangkesehatan,dilaksanakandalamrangka
memperjuangkanterwujudnyahak-hakdasarmasyarakat,terutama
masyarakatmiskin,dalamhalkesehatan.Kerjamengupayakan
perwujudanhakmelaluiadvokasikebijakan,bukanlahkerjaproyek,tetapikerjaperjuanganbersamasel
uruhpihakyangberkepentingan terhadapterwujudnyahak-hakmasyarakattersebut.Maka,
pelaksanaanpenjajakaniniterikatpadaetik:

- Menghindariterjadinyabiaskerjaproyek
- Menghindarijanji-janjimemberikanproyek

PENDEKATAN PENJAJAKAN WILAYAH

Karenakerjaadvokasiinimerupakankerjaperjuanganbersamauntukmewujudkanha
kdasarmasyarakatakanpelayanankesehatan,makaakanmelibatkanberbagaipihakdankala
nganyangsangatberkepentinganterhadapterwujudnyahakdasarkesehatantersebut.

Sepertitelahdijelaskansebelumnya,penjajakanwilayahinibukanhanyakegiatanpeng
umpulaninformasisebagaibahanperencanaan,tetapisekaligusmerupakanbagiandarilangk
ahpersiapanawalperencanaankerjaadvokasikebijakankesehatan.

BEBERAPAHALLAINYANGPERLUDIPERHATIKAN

Untukdapatmenjalankanprinsip-
prinsippendekatandanmetodologitersebutdiatassecarabenardanefektif,makaanggota tim(baik
dariluarmaupundarimasyarakatitusendiri)dituntutmemilikikeyakinan bahwa:

- Masyarakat,sekalipunmerekamiskin,dapatmengembangkankekuatanmerekauntukmengata
simasalahmereka;
- Masyarakatbenar-benarmenginginkanperubahandandapatmelakukanperubahan;
- Masyarakatdapatmenjalankanhak
partisipasinyadalampembuatankeputusan,memberikanpersetujuan,danmengontrolperubah
andalammasyarakatnya,bilakesempatanuntukituberhasildiciptakan,
- Perubahan-
perubahanyangdiciptakanolehmasyarakatsendirimemilikimaknayangluas,bersifatpermane
n,danberkelanjutan.
- Pendekatanperubahansosialyangmenyeluruh(holistik)lebihmenjaminkeberhasilanmengata
simasalahdari padapendekatanyangsektoral,
- Penciptaanaksi-aksidankerjasama-
kerjasamamasayarakatyangterbuka,akanmembantusemuaorangbelajardariapayangtelahm
erekalakukan.

Disampingitu,andajugadituntutmempersiapkandiridenganbaikdansambilbekerjaterusmengem
bangkankemampuandanketrampilandasardalamhal:

- Teknik-teknikberkomunikasisosialyangmanusiawi(humancommunication),
- Teknik-teknikmelakukananalisissosial,
- Teknik-teknikpendidikanorangdewasa,
- Teknik-teknikmengembangkandialogsecarakritis

Langkah 1: Membentuk dan Mempersiapkan Tim

Sebelummemulaipenjajakandilapangan,seluruhtimperlumelakukanpersiapan-
persiapansupayadapatterbangunkomitmendanpemahamanbersamatentangberbagaitem
aatautopikmasalahkesehatanmasyarakat,mulaidariaraskebijakansampaikearaspelaksana
andankenyataanyangsesungguhnyadalamkehidupansehari-hari.

Tujuan:

(1) TerbentuknyaTimPenjajakansesuaikriteriadandengankebutuhanpenjajakan.
(2) Membangunpemahamanbersama,menumbuhkankomitmenbersamasertamerum
uskantopik-
topikmasalahkesehatanmasyarakat,yaknimasalahkebijakankesehatansertakebijak
ananggarankesehatanyangakandijadikanalasanbagikerja-kerjaadvokasi.
(3) Tersusunnyarencanaawalpenjajakanolehtimdidistrikyangsudahditentukan.


PEDOMANPEMBENTUKANTIM

- Jumlahanggotamaksimal10-15oranguntuksatukabupaten/
kota,yangdibagidalamtimkecilantara2sampai3orangyang
menggalidanmenghimpundatadaninformasi,sertamemfasilitasi
prosespenjajakandalamdiskusi-diskusidengankelompok-kelompokmasyarakat.
- Komposisilaki-lakidanperempuanberimbang
- Memilikiorientasidankepentinganyangsama.
- Bisabekerjadalamtim
- Beberapadiantaranyapalingtidaksudahmemilikipengetahuan
danketerampilandasarataupengalamanpernahmenggunakan metodepenelitianpartisipatif.
- Pilihdansepakatisatuorangdarianggotatimuntukbertugas
mengkoordinasikansemuakegiatananggota.

LANGKAH-LANGKAHPELAKSANAAN

(1) Lakukan prosesseleksi anggotatim danmintakesediaanmereka
untukmenjadianggotaTimPenjajakan.
(2) Lakukanlahpertemuanpertamatimuntuksalingberkenalandan
memulaimenumbuhkankeakraban,danmenyepakati:prinsip-prinsip
dasar,tujuan,ruanglingkup,danlangkah-langkahpelaksanaan penjajakan.
(3) Mulailahmengumpulkaninformasimengenaipermasalahan
kesehatandikawasanyangdirencanakandariberbagaisumber,
antaralain,mediamassacetakmaupuneletronik,laporan-laporan
penelitianmengenaipermasalahankesehatandariberbagai
kalangan,website,datadasarmilikpemerintah.
(4) Lakukanlah review terhadapseluruhinformasiyangsudah
dikumpulkantersebut.Kelompokkaninformasitersebutberdasarkan
kategorinya:derajatkesehatan,kesiapantimlokal,posisigeografis masing-
masingkabupaten/kota,danseterusnya.
(5) Sepakati1kabupaten/kotayang,menuruttim,palinglayak.Sepakatidalamtimkriteriadanpenil
aiannya.
(6) Mulailahtimbekerjadikabupaten/kotayangterpilih,diawali
denganmelakukanidentifikasi:instansipemerintah,ORNOP, ORMAS,organisasi-
organisasirakyat,danperseoranganyang
potensialdanakanbersediamenjadibagiandariTimPenjajakan.
(7) Lakukanlahpertemuandenganseluruhanggotatim,agarsaling
mengenaldanmulaimembangunkeakraban,danmenyamakan
pandangantentangtujuanpenjajakan.Sepakatijadwaldanlakukan
pertemuanlanjutanuntukmenyusunlebihrinci:
- Mekanismekerjatim
- Rencanakerjauntukmelakukanpengumpulandatasekunder
berikutpendekatanyangdigunakandalampengumpulannya
- Pembagiantugasdiantaraanggotatim
- Jadwalpengumpulandatasekunder
Langkah 2: Mengumpulkan Data Sekunder

Datasekunderyangperludihimpunadalahyangberkaitandengansituasikesehatanm
asyarakat,sarana-
prasaranakesehatan,kebijakanpembangunankesehatan,dankebijakananggarankesehatan
.

Tujuan:

(1) Mendapatkandatadaninformasiyangdapatmemberikangambaransecaraumumtent
angsituasiproblematikkesehatanmasyarakat,keadaanprasaranadansaranakesehat
an,kebijakanpembangunankesehatan,dankebijakananggarankesehatandisuatuka
bupaten/kota.
(2) Teridentifikasinyatopik-
topikumummasalahkesehatanmasyarakat,masalahkebijakanpembangunankeseh
atan,dankebijakananggarankesehatan.

JenisdanSumberData

1. LingkupKeadaanKesehatanMasyarakat
- DatakesehatandarihasilanalisisdataSUSENAS;
- DatakependudukanyangdibuatBPS(BiroPusatStatistik)Daerah;
- Datakesehatanyangdibuatolehpusat-
pusatstudikesehatanmasyarakatdibeberapauniversitas;
- Laporan-laporankerjadariorganisasi-
organisasinonpemerintah(ORNOP)yangbergerakdibidangkesehatanmasyarakat,p
emantauanpembangunan,danhakasasimanusia;
- Jurnal-jurnal,laporanmediamassatentangkesehatanmasyarakat;
2. LingkupKebijakanPembangunanKesehatanMasyarakat
Tujuanutamakegiataniniadalahuntukmendapatkangambaranyangjelas:apa
kahkebijakan-
kebijakanpembangunankesehatansudahberorientasipadapemenuhanhak-
hakwargadalambidangkesehatan(perlindungandanpelayanan),termasukhakpartis
ipasiwargadalamprosespenentuankebijakantersebut,ataujustrusebaliknya.
Dengandemikian,pengumpulandatakebijakanpembangunankesehataninip
erludikaitkandengantemuan-
temuandaripengumpulandatatentangsituasikesehatanmasyarakatpadalangkahseb
elumnya.Artinya,kebijakan-
kebijakanyangdikumpulkandandikajiadalahyangberkaitandenganmasalahpening
katankualitashidupwarga,khususnyaorangmiskin.

Berikutinicontoh-contohdatakebijakandansumbernya:
- Datakebijakanpembangunankesehatanyangadadalamdokumenperencanaanstrate
giskabupaten/kota,sepertiRencana
StrategisDaerah(RENSTRADA),ProgramPembangunanDaerah(PROPERDA),dan
sebagainya;
- Datakebijakanpemerintahpusatmaupunkabupaten/kotatentangJPS(JaringPenga
manSosial)sektorkesehatanbagikeluargamiskin;
- DatakebijakantentangpelayananPUSKESMASyangadadiDinasKesehatan;
- Datakebijakanpencegahandanpenangananpenyakitmenular;
- DatakebijakanKB-KRdariDinasKesehatankabupaten/kota;
- DataKebijakanprogrampenurunanAKI&AKBdariDinasKesehatan;
- Datakebijakanpelayananairbersih,terutamakepadakeluargamiskin;
- Datakebijakanpelayananterhadapkorbankekerasanterhadapanakdanperempuan;
- Datakebijakanpembangunansarana-
prasaranakesehatanolehDinasKesehatankabupaten/kota;
3. LingkupKebijakanAnggaranKesehatanMasyarakat
Pengumpulandatakebijakananggarankesehatandimaksudkanuntukmenda
patkangambaranyangjelas:apakahtelahterjadipeningkatanalokasiAPBDuntukkese
hatan?;apakahtelahterjadikebijakanalokasianggaranuntukpeningkatanpelayanan
publicgoodsyanglebihberpihakkepadaorangmiskin?;apakahtelahdiberlakukanke
bijakantentangstandarpelayananminimal(SPM)?;danseterusnya.
JenisdatakebijakananggarankesehatanadalahdatatentangAnggaranPendap
atan&BelanjaDaerah(APBD)disektorkesehatandansektor-
sektorlainyangterkaitdenganmasalahkesehatan.Datainibisadiperolehsecararesmi
dariSekretariatDPRDkabupaten/kotaatau,dalambanyakpraktiknyaselamaini,seca
rainformaldariataumelaluianggotaDPRD.

LANGKAH-LANGKAHPELAKSANAAN

(1) Mulailahtimbekerjamengumpulkandata-datasekunder
tentang:situasikesehatanmasyarakat,sarana-prasarana
kesehatan,kebijakankesehatan,dankebijakananggaran kesehatandikabupaten/kotaterpilih.
(2) Aturlahbahan-bahan/datayangtelahterkumpulditempatyang
amandanmudahdiaksesolehanggotatim.Jikadiperlukan,ada
orangyangsecarakhususditugaskanmengoladatatersebut.
(3) Mulailahmempelajaridatatersebutdanmembuatcatatan-
catatanpentingyangrelevandengankebutuhan.
(4) Diskusikandalamtimtemuan-temuanpentingdaridatatersebut,danrumuskantopik-
topikmasalahkesehatanmasyarakatyangandatemukan.
(5) Akhirnya,lakukandiskusi reviewterhadapkeseluruhantemuan
tersebut,dansusunlahlaporantemuanawalmengenaisituasi
kesehatanmasyarakat,kondisisarana-prasaranakesehatan,
kebijakanpembangunankesehatan,dankebijakananggaran kesehatan.

YANGPERLUDIPERHATIKAN

Sebelumpengumpulandatasekunderdimulai,timperlumendikusikan:
- jenis-jenisdataapasajayangdiperlukan?
- sumber-sumberdataapasajayangharusdiakses?
- menentukandimanadata-dataakanditempatkan(pusatdata)?
- bagaimanadatayangdikumpulkanakandikelola?
- siapamelakukanapa(pembagiantugasanggotatim)?
- penyusunanjadwalkerja:kapandatadikumpulkan,kapan
monitoringbersamadilakukan,dankapan reviewdatadilakukan?
Disampingitujugamenyiapkanhal-halyangdiperlukanuntukdapat mengakseskelembaga-
lembagasumberdata,sepertisurat permohonan,dansebagainya.

Langkah 3: Menyusun Rancangan Penjajakn & Pembekalan Tim

Padatahapini,timsudahmemilikihasilreviewdatasekunderberupatopik-
topikumumpermasalahankesehatanmasyarakat,kebijakanpembangunandananggarankes
ehatandiwilayahkabupaten/kotayangdipilih.
Berdasarkanhasilitulah,timkemudianperlumenyusunrancanganrincipelaksanaan
penjajakanyangsesungguhnya,sebagaiacuanataupedomanpokokdilapangan.

Tujuan:
(1) Terumuskannyarancanganrincipenjajakanyangmemuatinformasitentang:datayan
gakandigalidarimasing-
masingtopik,sumberdatanya,teknikpenggaliandatanya,hasilnya,pelaksananya,wa
ktudantempatnya.
(2) Seluruhanggotatimmemilikiketerampilandalammenjalankanpenjajakansesuaiden
ganrancanganyangsudahdisusun.

PRINSIP-PRINSIP

- Penyusunanrancangandanpembekalandihadiriolehseluruh anggotatim
- Setiapanggotatimmendapatkesempatanyangsamauntuk
mengembangkangagasandanujicobateknikpengggalian informasi
- Tentukanteknikpenggalianinformasiberdasarkan
kemungkinansumberdatanyayangterbukadalam
menyampaikandatadanmengembangkangagasan
- Tentukanteknikberdasarkankemampuandankesesuaiannya
dalammenggalijenisdatayangdibutuhkan
- Lakukanperagaan-peragaantentangteknik-teknikpenggalian
informasiberdasarkanpengalamanmasing-masing.
- Dalamrancangan,secaratersuratdicantumkanbeberapa
teknikdansumberdatauntuksatudatayangingindigali,untuk
menjaminakurasidatayangdiperoleh.

LANGKAH-LANGKAHPELAKSANAAN

(1) Lakukanlahpertemuanseluruhanggotatimdengantujuan
menghasilkanrancanganrincipelaksanaanpenjajakan.
(2) Fasilitatormengarahkanprosesacara,tetapiperludisepakatiagarhasilnyapalingtidakmemuati
nformasi:(a)data-datayangharusdiperolehdilapanganuntuksetiaptemaatautopik;(b)sumber
datayangrelevan;(c)teknikpenggaliandatanya;(d)hasilnya;(e)
pelaksananya;serta(f)waktudantempatnya.
(3) Selanjutnya,bagikankepadaseluruhanggotatimbahan-bahan bacaanmengenaiteknik-
teknikpenggalianinformasiyangakan digunakan.
(4) Tentukanfasilitatorpertemuanyangakanmemandukegiatan simulasitersebut.
(5) Prosessimulasisebaiknyasehidupmungkin,misalnyadengan teknik-
teknikbermainperandanperagaanlangsung..
(6) Lakukanlahperagaanuntuksemuateknikyangsudahdisepakatiakandigunakan,sampaiseluru
htimdianggapmengertidanmampu menjalankannya.

Langkah 4: Mengumpulkan Data Primer

Dataprimeradalahsemuainformasiyangbelumtersajidalamtulisan,film,suara,tetap
imasihtersimpandimasing-
masingsumberdata.Padalangkahini,timakanberhubungandanberdialoglangsungdengans
umberdatayangsudahdirencanakandalamrancanganrincipelaksanaan.
Penggalianinformasidilakukandalamberbagaitekniksesuaidenganrancanganpelak
sanaanyangsudahdirumuskan.Mungkinadawawancarasecaraperorangan,wawancaraseca
rakelompok,DiskusiKelompokTerfokus,dansebagainya.
Secaragarisbesar,pengelompokanjenisdatadaninformasiprimeryangperludigaliadalah:

(1) Kondisiumumkesehatanmasyarakatsetempat;
(2) Kebijakanpemerintahdaerahdalampembangunansektorkesehatandansektor-
sektorlainyangterkait;
(3) Alokasianggaranbelanjadaerahuntuksektorkesehatandansektor-
sektorlainyangterkait;
(4) SemuadatadasaryangdibutuhkanuntukmenghitungNeracaKesehatanDaerah(Distric
tHealthAccount)sertakerugianekonomis(economicloss)akibatpenyakityangdideritam
asyarakatdidaerahtersebut(misalnya:jumlahtotalpenduduk,demografiusiaproduktif,
upahataupendapatanreratapendudukdanangkatankerja,angkamorbiditas,dansebagai
nya).
(5) Dataetnografikesehatanpenduduk;
(6) Petapartisipasimasyarakatselamainidalamprogram-
programpelayanandanperawatankesehatan;
(7) Petaberbagaiorganisasilokalyangbergerakdisektorkesehatanatauyangberkaitan,serta
yangpotensialmenjadijaringankerjaadvokasinanti.

Tujuan:

Diperolehinformasi-
informasiberupadataprimersesuaidenganyangtertuangdalamrancanganrincipelaksanaan
penjajakan.

LANGKAH-LANGKAHPELAKSANAAN

(1) Menghubungipihak(bisaperorangan,ataubeberapaorang)
sesuaidenganyangtelahditetapkandalamrancangan.
(2) Apabilasumberdataadalahbeberapaorangdanbentuk
kegiatannyaadalahwawancarakelompokataufocusgroup
discussion(FGD),makaanggotatimperlumerundingkandengan
merekasemuauntukbersepakatmengenaitempatdanwaktu
bertemumelakukanwawancarakelompokatauFGD.
(3) Bagiseluruhtimdalambeberapakelompokkecil(masing-masing2-
3orang)sesuaidengantemaatautopik-topikpengamatanatau pembagianlokasinya.
(4) Lakukanlahpendataansedapatmungkin
tidakjauhberubahdariyangtelahdituangkandalamrancanganrincipelaksanaan,tetapitanpaha
rus terlalukakujika memangdiperlukanadaperubahandan penyesuaiandilapangan.
(5) Setelahsemuaanggotatimberkumpulkembali,lakukanreview atasdata-
dataprimeryangdiperoleh,danjanganlupaevaluasiatas teknikdanprosespendataannya.

PRINSIP-PRINSIP

- Mengembangkansuasanaakrab
- Menghargaipendapatsumberdata
- Untukmenggalisatuinformasi,gunakanbeberapasumberdata
- Mendorongsumberdatauntukmengemukakandan menganalisismasalah

Langkah 5: Menganalisis & Menyusun Kesimpulan

Adatigasatuananalisisyangharusdilakukan,yaitu:

- Tingkatderajatkesehatanmasyarakatsetempat,kebijakanpembangunankesehatan,
dankebijakananggarankesehatanpemerintahdaerah;

- Kondisipartisipasimasyarakat,kelembagaanlokaldanjaringankerjanya;

- Posisigeografiskabupaten/kotadalamkeseluruhankawasanyanglebihluasdisana;

Analisisdapatdilakukandenganmemadukanmetodakualitatifdenganmetodakuantitati
fsesuaidengankebutuhan.

Setelahanalisis,buatlahkesimpulanmengenaiketigaaspektersebut.Kesimpulanmengga
mbarkankeadaanyangdapatdijadikanalasanapakahkerja-kerjaadvokasi
layakdilakukandikabupaten/kotayangbersangkutan.
Tujuan:

(1) Merumuskanmasalahkesehatandidaerahkabupaten/kotayangdijajaki,mene
mukanpenyebabmasalahtersebutpadakebijakanpemerintah,termasukkebi
jakananggaran.
(2) Membuatkesimpulanmengenaikelayakandaerahtersebutsebagaiwilayahker
jaadvokasimasalahkesehatanmasyarakat.
(3) Menyusunsaran-
saranataurekomendasipentingsebagailandasanmenyusunrancanganadvok
asi.

PRINSIP-PRINSIP

_ Analisisharusmenggunakantemuandatadanfaktayangbenar dandiakui
_ Analisisharusmenggunakankerangkapendekatandaninstrumen hak-
hakasasimanusia,yaknibahwapelayanankesehatandasar
adalahkewajibannegaradanmenjadihaksetiapwarganegara.

_ Analisissebaiknyamemadukanantarametodakuantitatifdengan metodakualitatif.

LANGKAH-LANGKAHPELAKSANAAN

(1) Kumpulkansemuadatayangtelahterkumpul,baikdatasekunder maupunprimer.
(2) Kumpulkansemuahasil-hasilanalisisyangsudahditulisdalam
laporanawal,danbuatlahrangkumannya.
(3) Adakanpertemuansemuaanggotatimuntukmelakukandiskusianalisis.
(4) Mulailahdiskusidenganmenyusunpertanyaanpentingdarisetiap atautigaunitanalisis
diatas,dangunakandatayang adauntuk menjawabpertanyaan-pertanyaantersebut.
(5) Sajikanhasilanalisisketigaaspek(derajatkesehatan,kebijakan
dananggarankesehatan;potensikelompok-kelompokmasyarakat;
posisigeografis).Sajianbisadalambentuknarasi,tabel,grafik,sesuai dengankebutuhan.
(6) Buatlahkesimpulanakhirdarihasilanalisistersebut.
(7) Susunlahsejumlahsaranataurekomendasi.Adaduakemungkinan isirekomendasi,yaitu:


Langkah 6: Menyusun Laporan Hasil Penjajakan

Isilaporan,sekurang-kurangnyamemuat:
- Latarbelakangdilaksanakannyapenjajakan;
- Uraiansingkatkerangkakerjapenjajakan:tujuan,ruang-
lingkuppenjajakan,metodeyangdigunakan,garisbesarprosespelaksanaan,organisa
sitimpelaksana,waktudantempatpelaksanaan;
- Gambaranumumkabupaten/kotayangmenjadidaerahpenjajakan;dand
eskripsimasalahkesehatandikabupaten/kotatersebut
- Gambarantingkatpartisipasiwargadalampembangunankesehatandidae
rahtersebut:tanggapandansikapdariberbagaiorganisasilokalterhadappermasala
hankesehatanmasyarakat;programataukegiatanmerekaselamainiyangberkaitande
nganmasalahkesehatanmasyarakat;danpotensimerekasebagaijaringanadvokasike
sehatanmasyarakatdidaerahtersebut.
- Analisismengenaipenyebab-penyebabtimbulnyamasalah-
masalahkesehatanmasyarakatyangditemukanselamapenjajakan;faktor-
faktorpenentuataudeterminanutamanya,dandalamkaitannyadengankebijakanres
mipemerintahdaerah;sertasebab-
sebabmendasardaritingkatpartisipasimasyarakatsetempatdantanggapanorganisas
i-organisasilokal.
- Kesimpulandansaran-
saranberdasarkananalisistersebut.Saranhendaknyadifokuskanpadarencana-
rencanaadvokasimasalahkesehatandidaerahtersebut.
Tujuan:
Terumusnyalaporanakhirpenjajakanwilayahadvokasi.

PRINSIP-PRINSIP

- Usahakanlaporancukupringkas,tetapimenggambarkansemua prosesdanhasilpenjajakan.
- Menggunakanbahasayangmudahdimengertioleh berbagai pihak yangberbeda.
- Usahakanmelengkapinyadenganberbagaiilustrasigrafisatau visual,jikamungkinjugaaudio-
visual,agarlebihmenarikdanlebih mudahdipahami.

LANGKAH-LANGKAHPELAKSANAAN

(1) Tentukanwaktusecarabersama-samauntukmenyusunlaporan akhir.
(2) Kumpulkansemuahasilyangsudahdiperolehselamapenjajakan lapangan.
(3) Sepakatibersamakerangkadasardanmuatan-muatandalam laporansertasistematikanya.
(4) Sepakatianggotatimpenulisdanpenyuntingakhirlaporan,juga
yangditugaskanuntukmenyusuntata-letakcetakanakhirnya.
(5) Untukitu,bagilahseluruhpekerjaankepadaseluruhanggotatim.
Dalammenentukanpembagiantugasini,perludipertimbangkanada
anggotatimyangmemangtidakcepatdalammenulisataumenyunting, makasebaiknya
merekadiberitugasyanglebihsesuaiyang bukan urusantulis-
menulis,misalnya,mentabulasiataumengkompilasidata mentah,menyiapkanbahan-
bahangrafisuntukilustrasi,dsb.
(6) Tentukandansepakatibersamarentangdantenggat-waktu
penyelesaiantugassetiapanggotatimtersebut,sehinggalaporan benar-
benardapatdiselesaikansesuaijadwal.Untukitu,lakukan
pemeriksaanberkalahasilpengerjaantugasmasing-masing.
(7) Mintadankumpulkanmasukanatausaran-saranperbaikandari semuaanggotatim.
(8) Lakukanpertemuanterakhiruntukmengumpulkanseluruhhasil penugasandan
serahkansemuanyakepada satutimkhusus(1-
2orangsaja)untukmenyuntingdanmenyusuntata-letaklaporanakhir.Tetapkantenggat-
waktupenyelesaiantugastimpenyuntingdanpenata laporan.



















MODUL 2
PERENCANAAN ADVOKASI

Perencanaanadvokasidisiniadalahtahapuntukmemahamidanmenganalisiskonteksser
tapermasalahan-
permasalahanpokokkesehatandiwilayahkerjaadvokasi,memfokuskansasarandarikerja-
kerjaadvokasiyangakandilakukan,danmerumuskanrencanakerjaadvokasi.Adatigalangka
hpentingdalamperencanaanadvokasi:
- Pembentukantiminti;
- Penetapanisustrategis;dan
- Perancangankerangkakerja&unsurdasaradvokasi.

Pembentukantimintiadalahprosesmembentuktimintidantimkerjaadvokasibesertapra
syaratyangdiperlukanagarmerekacukupdantetappejal(solid).Langkahinisangatmenentuk
andalamkerja-kerjaadvokasi,karenasemuaprinsipdanpandangandasar,sertagagasan-
gagasandankesepakatanawaldibangunpadatahapini.

Penetapanisustrategisadalahprosesmemilihdanmenetapkanisuyangakandiadvokas
ikan.Untukitu,pendalamanpermasalahanatauisukesehatanmasyarakatperludilakukanole
htimadvokasi,danhalitudijelaskandalam
Modul-3(AnalisisKebijakanMasalahKesehatanMasyarakat).

Perancangankerangkakerja&unsurdasaradvokasiadalahtahap-
tahapkegiatanyangdirangkaisehinggasasaranadvokasidapattercapai,baikmelaluiproses-
proseslegislasidanlitigasi,proses-prosespolitikbirokrasi,maupunproses-
prosessosialisasidanmobilisasi.

Langkah 1: Membentuk Tim Inti

TimIntisuatugerakanadvokasisebenarnyamerupakansuatutimyangsiapbekerjapur
na-
waktu,kohesifdanpejal(solid).Ibaratmenghadapisuatupeperangan,TimIntiadalahpemega
ngtongkatkomandoutamayangsiapsetiapsaatdimarkasbesarselamaprosesadvokasiberla
ngsung.

TOLOK-UKURTIMINTIADVOKASI
- Memilikivisi,carapandang&kepentinganyangsamaterhadapisu yangdiadvokasikan.
- Memilikikemampuansebagaipenggagasdanpenggerakkegiatan advokasi.
- Mampumembedakansecarategaskapansaatnyaharusbersikap
apa,dandengancarabagaimanaterhadapsiapa.
- Rendahhatiuntukbekerjasamadanmenerimapembagianperan
secaraproporsional.Sebaliknya,tidakbolehmerasamenjadibintangapabilaberadadigarisdep
an.
- Memilikiwaktuluangyangcukupsehinggadapatmencurahkan segalatenagadanpikirannya.
- JumlahanggotaTimIntisebaiknyatidakterlalubanyakuntuk
memudahkankoordinasi.Berdasarkanpengalamanselamaini,jumlah
anggotaTimIntisebaiknyaantara3-5orangsaja.


LANGKAH-LANGKAHPOKOKPEMBENTUKANTIMINTIADVOKASI

(1) Tentukanorang-orangyangakanmenjadipenggagasdan penggerakkegiatanadvokasi.
(2) BagilahperananggotaTimdenganmelihatrencanaadvokasi secarakeseluruhan,
sehinggadapatmenentukanposisidan peran masing-
masingberdasarkemampuanyangdimiliki.
(3) Adakanserangkaiandiskusimendalamuntukmenyatukanvisi,cara
pandangterhadappersoalan,danisuyangakandiadvokasi.
(4) Pertimbangkan,apakahjumlahorangdankemampuananggota
telahmencukupiataumasihperlumenambah oranglagi.Jikamasih
dianggapperlutambahanorang,diskusikandibagianmanayang
masihperlu,lalucaridanpilihorangyangtepatuntukitusesuai denganprasyaratdantolok-
ukurdiatastadi.

Langkah 2: Merumuskan Isu Strategis

TOLOK-UKURISUSTRATEGISUNTUKDIADVOKASIKAN

Selainfaktoraktualitas (sedanghangatatausedangmenjadiperhatianmasyarakat),
padadasarnya,suatuisudapatdikatakansebagaiisuyangstrategisjika:

- Memangpenad(relevan)denganmasalah-masalahnyatadan
aktualyangdihadapiolehmasyarakat,khususnyakalanganatau
lapisanmasyarakatyangmenjadikonstituenutamadarikerja-kerja advokasitersebut.
- Masalahnyamemangmendesakdansangatpentinguntukdiberiperhatiansegera.Jikatida
kdicobauntukdiatasisegera,akanberakibatfataldimasadepan(misalnya:masalahnyamakin
gawatdanrumit,ataumembawaakibatkerusakanyanglebihparah,dsb.)
- Pengaruhsertadampaknyacukupbesardanmeluas.Jika
diadvokasikan,apalagijikanantinyaberhasil,isutersebut
diperkirakanmemangakanberdampakpositif padaperubahan
kebijakanpubliklainnyadalamrangkaperubahan sosialyanglebih besardanlebihluas.

LANGKAH-LANGKAHPOKOK MERUMUSKANISUSTRATEGIS

(1) TimIntimencaridanmemilihorangyangberkemampuanuntuk
melakukankajiankebijakan(policystudy)bidangkesehatan. TimInti
mengorganisirmerekamenjadisuatuKelompokKerjakhususyang
membantudanbertanggungjawablangsungkepadaTimInti,tetapi bukananggotaTimInti.
(2) KelompokKerjaKajianKebijakan(K4)tersebutsegeramelakukan
tugasutamanya:mengumpulkandanmenganalisissemuadatadan informasiyang
berkaitandengankebijakankesehatanpadasemuaaras (darilokal sampainasional,jika perlu
jugasampaikearasinternasional).
(3) K4tersebutmerumuskankesimpulandanrekomendasinyatentangisustrategiskebijakankeseh
atanyangakandiadvokasikan,dan
menyajikannyakepadaTimIntiuntukdibahasdandisepakati.Padatahapini,
dilakukanpenilaianberdasarkantolok-ukurisustrategis diatas tadi.
(4) Jika telahdisepakati,makaTimIntikembalimenugaskankepadaK4
tersebutuntukmenyusunKertasPosisi(PositionPaper)berdasarkan
hasilkajiankebijakantersebut.

Langkah 3: Merancang Strategi Dasar Advokasi

Unsur-unsurdasarstrategiadvokasiyangperludirencanakanadalah:

_Perancanganarusdantahapankerjayangakanditempuh,sekaligusindikator-
indikatorpencapaianpadasetiaptahapantersebut.
_Penggalanganberbagaipihakataukalanganyangmungkindiajaksebagaisekutuatau
pendukung.
_Pemilihandanpenggunaanjenisdanarasmediayangakandigunakan.
_Pengorganisasianbasislegitimasidankemungkinanperluasannya,yaknikelom
pok-
kelompokataulapisantertentudimasyarakatyangsangatberkepentingandenganisustrategi
syangakandiadvokasikan.











MODUL 3
ANALISIS KEBIJAKAN

Tujuan dan sasaran utama advokasi adalah terjadinya perubahan kebijakan publik di
sektor kesehatan. Advokasi itu sendiri lahir karena kepentingan umum masyarakat terganggu,
dalam hal ini adalah kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang memadai tidak
terpenuhi. Masalah ini bersumber dari suatu produk kebijakan tertentu.Karena itu, pemahaman
menyangkut kebijakan publik sangat diperlukan dalam kerja-kerja advokasi di sektor kesehatan.

Apa Itu Kebijakan Publik ?

Kebijakan publik pada dasarnya meliputi seluruh keputusan politik yang secara tertulis,
berwujud sebagai undang-undang, peraturan-peraturan, dan keputusan-keputusan Negara yang
menyangkut kehidupan rakyat. Keputusan-keputusan tersebut dapat berupa keputusan
pemerintah pada aras terbawah, yakni desa, sampai ke arah yang lebih tinggi (Kabupaten,
nasional, bahkan internasional).
Prosedur dalam proses pembuatan kebijakan publik sebenarnya telah diatur dalam
mekanismeketatanegaraan yang antara lain, memberikan hak-hak atas partisipasi dan kontrol
rakyat. Namun kenyataannya proses tersebut sering diabaikan.
Oleh sebab itu, kita perlu meahami kebijakan publik, sebagai suatu kesatuan sistem hukum
yang terdiri dari:
- Isi hukum (content of law)
- Tatanan hukum (structure of law)
- Budaya hukum (culture of law)
Sebagai suatu kesatuan sistem, 3 aspek hukum tersebut saling terkait satu sama lain.

Dasar Pijakan
Kebijakan pembangunan kesehatan saat ini mengalami pergeseran dari pendekatan
kebutuhan kea rah pendekatan berlandaskan hak. Kesehatan adalah hak azasi, maka Negara
berkewajiban untuk memenuhinya bagi setiap warganya.

Langkah 1: Memahami Kebijakan Global & Nasional tentang Pelayanan Kesehatan
Memperoleh pelayanan kesehatan adalah hak setiap warga negara, sehingga merupakan
kewajiban Negara untuk berupaya memenuhinya.
Memang, masih banyak kalangan yang tetap terjebak dalam pandangan lama bahwa
pelayanan kesehatan adalah tanggungjawab semua orang, sehingga sering mengaburkan makna
akan adanya kewajiban dasar Negara.
Perubahan sistem politik nasional di Indonesia sejak tahun 1998, akhirnya membuka tabir
banyak pengelabuan semacam itu selama ini.Untuk itu, berbagai perjanjian internasional pun
dibuat untuk menegaskan kewajiban Negara tersebut.

Sistem Kebijakan dan Pelayanan Kesehatan
Kesehatan adalah kebutuhan masyarakat.Dalam teori ekonomi, penyediaan suatu
akomodasi yang dibutuhkan masyarakat bisa melalui cara-cara yang memenuhi kaidah
keberhasilan alokasisumberdaya yaitu efisiensi.
Secara teoritis, mekanisme pasar yang sempurna bisa terjadi bila kedua belah pihak
berada pada posisi yang sama kuat, terutama dalam hal informasi mengenai komoditi yang
dibutuhkan dan ditawarkan. Teori tersebut sudah tentu majal jika diterapkan dalam bidang
kesehatan sebab ada karakteristik yang unik dalam perihal kesehatan.
Pertama, karena adanya asas ketidak pastian (uncertainty).
Kedua, karena adanya ketidak seimbangan informasi (asimetri informasi).
Ketiga, adanya dampak terhadap pihak lain (eksternalitas).

Langkah 2: Memahami Perihal Pembiayaan Kesehatan
Pembiayaan kesehatan mengandung pengertian telaah mengenai besar biaya, sumber-
sumber serta peruntukannya bagi berbagai program prioritas. Telaah tersebut sangat berguna
untuk menilai bagaimana dana sektor kesehatan diperoleh dan dipergunakan, serta implikasinya
terhadap efisiensi dan equity (pemerataan berazaskan keadilan, bukan sama rata).
Sebelum diberlakukannya UU no 22/1999 dan no 25/2000 mengenai pelimpahan
wewenang ke kabupaten/kota (desentralisasi), pembiayaan program kesehatan sangat tergantung
dari pusat (tidak kurang dari 75% dana berasal dari pusat).

Langkah 3: Analisis Kasus & Masalah Kesehatan Lokal
Setelah melakukan analisis kebijakan internasional dan nasional mengenai pelayanan
kesehatan masyarakat, maka langkah berikutnya adalah mencoba mengaitkan semua kebijakan
agregatif tersebut dengan kenyataan yang sesungguhnya terjadi di tingkat local, yang dialami
oleh lapisan terbesar warga negara.
Apakah yang sesungguhnya disebut sebagai masalah kesehatan?Pada satu sisi, masalah
kesehatan seringkali diterjemahkan secara sederhana sebagai individu yang sedang mengidap
penyakit.
Sebenarnya, harus dibedakan antara: masalah kesehatan, masalah determinan kesehatan
dan masalah program kesehatan.Masalah Kesehatan adalah gangguan kesehatan yang
dinyatakan dalam ukuran kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas).Sedangkan tidak
tersedianya obat, seperti contoh di muka, adalah masalah program kesehatan dan tidak adanya air
bersih adalah masalah lingkungan kesehatan (determinan kesehatan).

Masalah Determinan Kesehatan, menurut Henrik L. Blum ada beberapa determinan derajat
kesehatan penduduk, yaitu (1) genetika dan kependudukan, (2) lingkungan kesehatan,(3)
perilaku kesehatan dan (4) program dan pelayanan kesehatan.
Masalah utama kesehatan ini tentu saja dipengaruhi oleh berbagai factor determinan tadi
atau tidak murni suatu derajat kesehatan atau satu masalah kesehatan tersebut disebabkan oleh
satu faktor saja.
Analisis Masalah Program dan Pelayanan Kesehatan pada dasarnya adalah sebuah
system, maka pendekatan yang dilakukan dalam analisisnya adalah pendekatan system pula,
yaitu menganalisis input, proses dan output dari pelayanan tersebut.
Analisis Situasi Perilaku Kesehatan merupakan analisis perilaku kesehatan yang meliputi
banyak hal.Analisis Situasi Lingkungan Kesehatan adalah determinan utama dari banyak
masalah kesehatan, terutama masalah penyakit infeksi dan beberapa masalah penyakit non-
infeksi seperti polusi dan kecelakaan.Oleh sebab itu, sebagaimana halnya dengan perilaku
kesehatan, intervensi atau program kesehatan lingkungan harus mendapat prioritas dalam
program kesehatan masyarakat.
Analisis Situasi Kependudukan sangat penting dalam perencanaan kesehatan karena hal-
hal sebagai berikut:
Menunjukkan total penduduk yang pembangunan keehatannya sedang direncanakan.
Dapat diketahui jumlah penduduk yang rentan terhadap penyakit, seperti misalnya jumlah
ibu hamil, ibu melahirkan, bayi lahir, balita, anak sekolah, kelompok remaja, kelompok
tenaga kerja dan kelompok usia lanjut.
Dapat menggambarkan distribusi penduduk daerah di kecamatan-kecamata.
Dapat dipergunakan sebagai denominator dalam menghitung rate suatu keadaan atau
suatu masalah kesehatan.

Langkah 4: Kesehatan adalah Investasi

Pembangunan sosial (kesehatan dan pendidikan) merupakan pembangunan sumber daya manusia
(SDM).Unicef dan Pusat Kajian Ekonomi Kesehatan tahun 2002 menunjukkan Indonesia belum
memperhatikan pembangunan SDM secara optimal. Ini tercermin dari rendahnya anggaran
pembangunan pada sektor kesehatan dan pendidikan.Krisis moneter pertengahan 1997 baru
mendorong pemerintah memperhatikan pembangunan sosial dengan meluncurkan program
jarring pengaman sosial (JPS) bidang kesehatan dan pendidikan bagi keluarga miskin. Alasan
utamanya adalah krisis moneter (Ekonomi) berdampak kepada menurunnya akses masyarakat
pada kesehatan dan pendidikan akibat rendahnya daya beli dan meningkatnya harga (Gani
A;1998).
Pola pikir seperti ini menurut Sach JD menunjukkan bahwa perhatian pemerintah kepada
kesehatan hanya sebagai produk sampingan ekonomi, artinya tujuan pembangunan kesehatan
akan tercapai dengan sendirinya atau otomatis jika pertumbuhan ekonomi sudah baik.
Peningkatan ekonomi akan meningkatan kemampuan membiayaiberbagai upaya kesehatan, yaitu
pada tingkat individu, rumah tangga, masyarakat, perusahaan swasta dan pemerintah.
Dampak negatif kemajuan ekonomi adalah perubahan gaya hidup seperti pola makan tinggi
lemak, kurang kegiatan fisik, konsumsi alcohol, konsumsi zat adiktif dll. Dampak kemajuan
teknologi berpotensi menimbulkan dampak negatif pada masalah kesehatan terutama kesehatan
masyarakat.
Konstribusi kesehatan dalam sosial ekonomiterjadi dalam jangka pendek dan jangka panjang.
Kerugian jangka pendek meliputi: hilangnya rasa nyaman dan sejahtera, hilangnya kesempatan
melakukan interaksi sosial, biaya untuk berobat, biaya transportasi untuk berobat, hiangnya
pendapatan akibat sakit atau mati.

SITUASI KESEHATAN NASIONAL

Fase pertama dimulai pada masa kehamilan. Kalau anak tersebut lahir dengan selamat, dia
menghadapi risiko lain yang mengancam pertumbuhan otak yaitu penyakit-penyakit infeksi dan
kekurangan gizi. Ibu hamil, bayi dan balita merupakan fase yang berharga dalam pertumbuhan
otak. Uraiana ini menunjukkan bahwa produktivitas tenaga kerja rendah akibat kapasitas tenaga
kerja yang dibawahnya sudah rendah, dan produktivitas lebih rendah lagi karena banyak tenaga
kerja sekaligus juga menderita penyakit-penyakit kronis seperti anemia, TBC paru, malaria dan
lain sebagainya. Daftar permasalahan akan semakin panjang jika mereka memasuki usia lanjut
atau usia pensiun.


Langkah 5: Menyusun Kertas Posisi

Kertas posisi merupakan uraian gagasan yang menunjukkan paradigma, keberadaan pada dasar
perubahan-perubahan yang diinginkan, antara lain meliputi: filosofi, arah dan tujuan, serta
strategi-strategi dasar, dan prinsip-prinsip pendekatan perubahan yang akan ditempuh.
Intinya kertas posisi harus menggambarkan kehendak masyarakat terutama kelompok
masyarakat miskin dalam perubahan-perubahan yang lebih baik untuk pemenuhan hak-hak dasar
mereka terhadap kesehatan.







MODUL 4
PELAKSANAAN ADVOKASI

Setelah membangun konsep dan merencanakan kerangka strategi advokasi pada modul 3
sebelumnya, maka saatnya memahami dan melaksanakan langkah langkah yang berisikan
teknik teknik dan strategi advokasi.Tetapi, hal pertama yang harus dilakukan adalah mencapai
misi dan sasaran advokasi yang ingin diperjuangkan.

Karena kinerja advokasi juga bergerak dalam kancah yang sangat dinamis, sangat dipengaruhi
oleh faktor faktor eksternal dan internal yang terus berubah, maka pendekatan yang bersifat
kontekstual, yang nampaknya lebih sesuai dalam penyusunan strategi dan taktiknya. Tindakan
ini merupakan upaya menuju perubahan kebijakan skaligus tatanan yang lebih adil menyangkut
pelayanan dan perlindungan yang menjamin hak hak esehatan masyarakat.

Langkah 1 : Mengajukan Rancangan Kebijakan

Ada banyak bentuk atau jenis kegiatan yang dapat ditempuh, mulai dari pengajuan
rancangan kebijakan dan peraturan sampai baracara di mahkamah peradilan. Tetapi, kita hanya
memusatkan perhatian kita terutama pada cara cara pengajuan rancangan kebijakan dan
peraturan atau rancangan tanding terhadap suatu peraturan atau kebijkan yang sudah ada (
counter drafting )
Secara garis besar, proses proses legilasi di tingkat kabupaten adalah :
Pertama, ketika masih dalam bentuk usulan atau gagasan, kita masih dapat mengajukannya
sendiri langsung, atau mereka yang akan terlibat langsung dalam proses proses legilasi
tersebut, yaitu kalangan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan kalangan politisi anggota
DPRD sebagai pengusul maupun sebagai pemutusnya dalam siding panitia kerja atau khusus,
komisi dan pleno DPRD.

Langkah Langkah Pokok Mengajukan Rancangan Kebijakan &Peraturan :
1. Bangun saluran kontak atau informasi dengan kalangan PEMDA, DPRD Partai Politik yang
memiliki kekuatan fraksi yang cukup berpengaruh di DPRD, khususnya yang berkaitan dengan
sector kesehatan.
2. Bangun pula saluran kontak dan informasi dengan kalangan professional untuk memperoleh
masukan lain yang akan memperkaya informasi anda sendiri.
3. Bangun juga saluran kontak dngan pihak akademisi hokum untuk membantu mereka naskah
akademik Rancangan Peraturan Daerah ( RAPERDA ).
4. Lakukan diskusi berkala yang mendalam terhadap semua informasi yang anda peroleh dari
semua pihak tadi.
5. Pelajari dan pilih momentum yang tepat kapan saatnya mengajukan usulan anda tersebut, dan
sebaiknya melalui siapa diantara semua pihak tadi.
6. Lakukan pemantauan bagaimana perkembangan selanjutnya.

Langkah 2 : Melakukan Lobi & Negosiasi

Secara garis besar tahapan yang kita lakukan adalah :
Pertama, ketika masih dalam bentuk usulan atau gagasan, kita masih dapat mengajukannya
sendiri langsung atau melalui mereka yang akan terlibat langsung dalam proses proses
perencanaan dan penganggaran tersebut yaitu kalangan Pemerintah Daerah, melalui rangkaian
proses Musyawarah Pembangunan ( MUSBANG ) dari tingkat dusun sampai kabupaten.

Langkah Langkah Pokok Mempengaruhi Kebijakan & Alokasi APBD
Bangun saluran kontak atau informasi dengan kebijakan PEMDA dan DPRD yang memiliki
kaitan dengan proses proses penyusunan RAPBD.
Bangun pula saluran kontak dan informasi dengan kalangan profesional untuk memperoleh
masukan informasi teknis yang akan memperkaya informasi.
Bangun juga saluran kontak dengan pihak narasumber khusus yang memang memahami masalah
anggaran dan analisis anggaran pembangunan pemerintah selama ini.
Lakukan diskusi berkala yang mendalam terhadap semua informasi yang anda peroleh dari
semua pihak.
Pelajari dan pilih momentum yang tepat kapan saatnya mengajukan usulan tersebut dan
sebaliknya.
Lakukan pemantauan berkala bagaimana perkembangan selanjutnya.

Langkah 3 : Membentuk Pendapat Umum

Kegiatan kegiatan yang harus dilakukan di jalur lebih banyak ditujukan pada
masyarakat luas. Salah satunya adalah upaya membentuk pendapat umum masyarakat agar
memahami dan kemudian mendukungisu yang kita advokasikan.
Cara yang paling lazim dikenal dan digunakan selama ini adalah memanfaatkan media
massa sebagai saluran saluran kampanye. Masalahnya cara ini adalah karena hasil dan
dampaknya nyaris tak dapat dikendalikan sama skali. Namun, kelebihan cara ini adalah biayanya
yang nisbi jauh lebih murah. Biayanya dapat digunakan untuk membangun prasarana dan sarana
lengkap satu siaran televise komunitas local yang permanen.
Meskipun demikian, tidak berarti bahwa dianjurkan untuk tidak memanfaatkan sama
skali saluran atau jaringan media massa berskala besar dan luas. Tetapi, manfaatkan sebatas yang
memang dibutuhkan saja.

Prinsip Prinsip:
Jangan berharap berlebihan pada media massa, sesuaikan harapan dengan kapasitas terbaik yang
mereka miliki.
Bangun hubungan kerjasama dengan pihak media dalam keadaan setara.
Kembangkan hubungan kerjasama itu tidak hanya sebatas pada kegiatan pemberitaan dan
kampanye saja.
Perhatikan juga aspek aspek hubungan personal dengan berbagai kalangan media.
Sebaiknya gagaskan rencana untuk menimba semua ilmu dan keterampilan mereka sehingga
kelak membangun sendiri system media kampanye yang jauh lebih baik.

Langkah Langkah Pokok Memilih & Menggunakan Media Mikro Lokal Untuk Kampanye
Pendapat Umum
Kumpulkan sebanyak mungkin data dan informasi untuk mengidentifikasi bentuk dan jenis
media mikro local apa saja yang tersedia di daerah advokasi.
Pelajari dengan cermat karakteristik setiap media tersebut.
Pilih dan tetapkan mana di antara media itu yang paling sesuai atau mendekati visi dan misi
advokasi.
Mulai melakukan kontak kontak awal dengan pemilik, pengelola, dan para wartawan dari
berbagai media tersebut.
Menyiapkan konsep kerjasama yang lebih sistematik dan semuanya secara tertulis.
Melakukan evaluasi bersama tentang hasil dan dampak pemberitaan atau kampanye yang mereka
beritakan.
Langkah langkah yang sama juga lakukan pada jenis jenis media lain yang digunakan.
Sebaiknya mulai mengajak mereka menjadi bagian dari tim advokasi.

Langkah 4 : Melancarkan Tekanan Melalui Aksi Massa

Bentuk kegiatan ini adalah mengorganisir kelompok masyarakat basis pendukung isu
yang diadvokasikan.Sebaiknya, memang mereka yang paling berkepentingan langsung dengan
isu yang diadvokasikan tersebut.
Banyak cara untuk melakukannya, mulai dari yang paling sederhana tetapi sangat
artifisial, yaitu dengan mengajak mereka bergerak bersama melakukan sesuatu karena dorongan
dari luar.Yang paling mendasar adalah jika akhirnya mereka bergerak sepenuhnya karena
dorongan dari dalam diri mereka sendiri.Tentu ada perbedaan tegas antara kedua cara ini.Cara
pertama lebih mudah dan lebih cepat, sementara yang kedua lama sulit dan lebih lama.

Prinsip Prinsip
Jangan dating mendekati mereka dengan janji janji tetapi lebih dengan kekuatan gagasan dan
kesamaan pandangan tentang isu yang diadvokasikan.
Mulai dari apa yang mereka butuhkan, apa yang mereka punya dan apa yang mereka ketahui.
Buktikan ketulusan niat dan tujuan engan tindakan nyata.
Tempatkan diri anda sebagai kawan mereka dan biarkan mereka sendiri yang memimpin diri
mereka sendiri.
Gunakan cara atau mekanisme kerja yang sudah mereka kenal. Jangan memaksakan struktur
yang masih terlalu asing bagi mereka.

Langkah Langkah Pokok Menggalang Kerjasama dengan Kelompok Kelompok Masyarakat
Terorganisir Untuk Melakukan Aksi Massa
Kumpulkan sebanyak mungkin data dan informasi untuk mengidentifikasi secara tepat kelompok
masyarakat yang memang telah terorganisir rapi dan pejal selama ini atas dorongan selama ini
atas dorongan dari diri mereka sendiri.
Pelajari dengan cermat apakah kelompok masyarakat yang terorganisir itu memang memiliki
kepentingan langsung dengan isu yang diadvokasikan.
Petakan dengan teliti kekuatan dan pola hubungan sosial dalam kelompok masyarakat tersebut
sehingga benar benar mengetahui siapa saja sebenarnya diantara mereka yang merupakan
pemimpin sejati dan siapa yang sangat potensial sebagai penggerak.
Mulai mendekati mereka melalui orang orang kunci tersebut.
Mulai memperkenalkan diri untuk menarik perhatian. Lalu bertahap masuk ke inti persoalan atau
isu yang diadvokasikan.
Bahas dan sepakati apa yang harus dilakukan bersama terhadap isu yang di advokasikan.
Biarlah mereka yang memberikan keputusan.





















MODUL 5
MEMBANGUN SISTEM PENDUKUNG ADVOKASI

Sistem pendukung dalam kerja-kerja advokasi yang dimaksudkan adalah serangkaian kegiatan
pengelolaan dan pengorganisasian dukungan yang efektif dan efisien sehingga menjamin
kelancaran kerja-kerja tim advokasi. Sistem pendukung yang diperlukan bagi kerja-kerja
advokasi dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Kesekretariatan wilayah, meliputi penentuan dan pemilihan kesekretariatan,
mempersiapkan sarana kerja secretariat, dan pengelolaan kegiatan kesekretariatan sebagai
pusat koordinasi seluruh proses advokasi.
2. Sistem pendukung - informasi dan pangkalan data, mencakup pencarian, penghimpunan,
pengolahan, dan pemeliharaan data, serta pendistribusian data untuk mendukung kerja-kerja
advokasi.
3. Sistem pendukung media; penyediaan berbagai bahan-bahan dan media kreatif untuk
pendidikan dan pelatihan, kampanye, dan aksi-aksi langsung, bahkan juga untuk keperluan
lobbi, dll.
4. Sistem pendukung jaringan; memetakan, melakukan, dan memelihara hubungan kerja
dengan pihak-pihak yang dapat memberikan kontribusi untuk mendukung kerja advokasi.
5. Sistem pendukung pengembangan kapasitas (Capacity Building); pengembangan
kemampuan sumber daya manusia dan organisasi untuk kerja-kerja advokasi.
6. Sistem pendukung penggalangan dan pengelolaan danadari masyarakat dan berbagai
pihak lainnya untuk mendukung kerja-kerja gerakan advokasi.

Langkah 1: Menyiapkan Sekretariat Kerja Tim Advokasi
Prinsip-prinsip:
Penempatannya harus strategis dan dapat mendukung kerja-kerja advokasi
Pengelolaannya harus cukup pegas, bergantung kepada situasi dan kondisi wilayah serta
terbuka dan bertanggung jawab (transparent and accountable) terutama dalam
pengelolaan dana dan penyajian data/informasi
Sekretariat advokasi bukan kantor resmi dan tidak membutuhkan papan nama, alamat
lengkap, maupun atribut lainnya.
Mampu mendukung kebutuhan data dan informasi secara tepat dan cepat

Langkah-langkah penyiapan sekretariat kerja advokasi:
1. Tetapkan posisi dan penempatan kesekretariatan wilayah
2. Menentukan koordinator / penanggung jawab tim secretariat
3. Menentukan tim pendukung secretariat
4. Monitoring / refleksi dan evaluasi sebagai bagian dari proses pembelajaran bersama

Langkah 2: Membangun Sistem Informasi dan Pangkalan Data

Mengolah data dan mengemas informasi merupakan baian penting dari sistem pendukung kerja
advokasi. Tujuannya adalaha untuk mengumpulkan sebanyak mungkin data yang dapat diolah
menjadi informasi yang di perlukan untuk mendukung semua kegiatan lain dalam proses
advokasi. Tim advokasi sering dituduh oleh pihak lawan sebagai provokator, asal ngomong
dan tuding-tudingan miring lainnya. Bahkan tidak jarang tim advokasi kemudian mendapat
gugatan balik dari pihak yang di advokasi.

Prinsip-prinsip:
1. Memahami informasi atau data apa yang dibutuhkan untuk mendukung kerja advokasi
2. Memahami cara memperoleh, memelusurinya, mengolah, menyimpan dan
mendistribusikannya.
3. Selalu mencari data baru dari sumber-sumber lain
4. Ada orang yang secara khusus menanganinya
5. Memahami jalur-jalur sumber informasi yang harus dikelola, dijaga dan dikembangkan
untuk memperoleh informasi/data
6. Berada dalam kendali Tim Inti dan Tim Kerja Advokasi

Langkah-langkah penyiapan system informasi dan pangkalan data
1. Asessmen kebutuhan data dan informasi sesuai dengan isu yang akan diadvokasikan
2. Pengumpulan informasi dan data
3. Penetapan sistem penyimpanan dan pengembangan pangkalan data
4. Menetapkan pengelola informasi dan pangkalan data
5. Pemantauan, refleksi dan evaluasi
6. Penyebarluasan informasi

Langkah 3: Mengembangkan Media Pendukung Advokasi

Tugas utama sistem pendukung media adalah menyiapkan bahan dan media yang di produksi
untuk mendukung kerja-kerja advokasi. Penggunaan media sebagai pendukung kerja
advokasi,pada prinsipnya, mempunyai dua tujuan. Pertama, media yang di kerjakan untuk
kepentingan kerja-kerja legislasi dan litigasi, serta kerja-kerja mempengaruhi proses-proses
politik dan birokrasi.Kedua, untuk kepentingan pendidikan dan pelatihan warga masyarakat
berkaitan dengan perubahan social di masyarakat.

Prinsip-prinsip:
1. Strategi pengelolaan dan pengembangannya harus komunikatif-interaktif dan
dapat divisualisasikan
2. Memahami informasi atau data apa yang dibutuhkan untuk mendukung
pengembangan media
3. Memahami cara memperoleh, menelusurinya, mengolah, menyimpan dan
mendristribusikannya
4. Ada orang yang secara khusus menanganinya, termasuk yang mampu menjaga
hubungan baik dengan jaringan kerja media
5. Berada dalam kendali (control system) Tim Inti dan Tim Kerja Advokasi
Langkah-langkah pengembangan media sebagai system pendukung kerja advokasi
1. Identifikasi kebutuhan media
2. Pengemasan media
3. Pengelolaan dan penyimpanan
4. Pemantauan, refleksi dan evaluasi berkala
5. Menetapkan pengelola sistem media pendukung

Langkah 4: Membangun Sistem Jaringan Pendukung

Untuk mengajak dan meyakinkan berbagai pihak mendukung isu yang akan diadvokasikan, kerja
sistem jaringan pendukung ini paling sedikit harus memenuhi beberapa syarat, yaitu :
1. Memandang penting dan berarti bagi mereka yang akan kita ajak
2. Sebaiknya pilihlah isu yang khas dengan cakupan atau lingkup terbatas dulu
3. Isu tersebut tetap mencerminkan adanya tujuan-tujuan perubahan yang lebih besar dan
berjangka panjang
4. Isu yang kita tawarkan itu memiliki landasan untuk membangun kerjasama dan
persekutuan yang lebih lanjut di masa-masa mendatang
5. Kerjasama dan persekutuan yang dibangun akan memungkinkan kita dan mitra kita
saling bermanfaat satu sama lain
6. Pilihan isu yang tepat dan bagus itu sendiri belum cukup

Prinsip-prinsip:
1. Terfokus pada tujuan dan sasaran-sasaran advokasi yang sudah disepakati bersama
2. Ada pembagian peran dan tugas yang jelas di antara semua pihak yang terlibat
3. Terbentuknya sebagai hasil atau dampak dari adanya pertentangan dalam masyarakat
4. Memungkinkan lahirnya bentuk-bentuk hubungan kerjasama baru yang lebih
berkembang di masa-masa mendatang
5. Ada mekanisme komunikasi yang baik dan lancer, antara pengelola dukungan dengan tim
kerja advokasi
6. Dukungan yang diberikan harus menjelaskan jangka waktu secara jelas

Langkah-langkah membangun system jaringan pendung gerakan advokasi
1. Identifikasi kebutuhan sistem jaringan pendukung
2. Menetapkan kriteria dan prasyarat sistem jaringan pendungkung
3. Ruang lingkup sistem jaringan pendukung
4. Pemantauan, refleksi dan evaluasi
5. Menetapkan koordinasi
Langkah 5: Mengembangkan Kapasitas Pendukung

Sistem pengembangan kapasitas pendukung dalam kerja advokasi, bertujuan untuk mendukung
tersedianya sumber daya manusia dan organisasi yang memiliki kemampuan melakukan kerja-
kerja advokasi secara berkelanjutan. Keberadaan sistem pengembangan kapasitas ini menjadi
sangat penting untuk membantu Tim Inti dalam meningkatkan kemampuan dan kapasitas tim
kerja advokasi agar secara konsisten memiliki semangat dalam melakukan kerja-kerja advokasi.

Prinsip-prinsip:
1. Mengutamakan pendekatan partisipatif
2. Mendorong prakarsa, menghargai kearifan dan pengalaman local
3. Berangkat dari kebutuhan yang sesuai dengan kerja-kerja advokasi
4. Mendorong kemampuan peserta untuk melakukan proses-proses belajar berkelanjutan
5. Mampu melahirkan perspektif keadilan social-gender dan proses-proses transformasi
social.

Langkah-langkah pengembangan kapasitas para pelaku, sekutu, dan pendukung gerakan
advokasi
1. Asesmen dan identifikasi kebutuhan
2. Menetapkan strategi pengembangan kapasitas
3. Ruang lingkup sistem pengembangan kapasitas
4. Pemantauan, refleksi dan evaluasi
5. Menetapkan pengelola

Langkah 6: Menggalang Dana

Kelemahan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok kerja advokasi di Indonesia selama ini
adalah menggantungkan sumber pembiayaan mereka hampir sepenuhnya pada lembaga-lembaga
donor internasional. Tuduhan yang sering dilemparkan adalah: Advokasi yang dialkukan tidak
murni, tetapi lebih untuk kepentingan dari pihak luar. Strategi yang harus diulakukan oleh Tim
Inti adalah meyakinkan banyak pihak, terutama masyarakat luas, meyakinkan mereka bahwa jika
isu tidak diatasi akan menimbulkan bergai dampak kerugian bagi masyarakat luas.

Prinsip-prinsip:
1. Public accountability
2. Transparansi
3. Independensi
4. Resources allocation
5. Ada standart prosedur operasional (SPO)

Langkah-langkah pengembangan system pendanaan untuk gerakan advokasi
1. Identifikasi kebutuhan
2. Menentukan bentuk dan besarnya kebutuhan dana
3. Menentukan strategi penggalangan dana
4. Mekanisme pengelolaan dan pengawasan
5. Pemantauan, refleksi dan evaluasi
6. Menetapkan pengelola