Anda di halaman 1dari 20

1

S.W. Adji 2006


1
PENGENALAN SISTEM PROPULSI KAPAL
1. PANDANGAN UMUM
Dalam operasinya di laut, suatu kapal harus memiliki kemampuan untuk
mempertahankan kecepatan dinas (Vs) seperti yang direncanakan. Hal ini
mempunyai arti bahwa, kapal haruslah mempunyai rancangan sistem propulsi
(penggerak) yang dapat mengatasi keseluruhan gaya-gaya hambat (total resistance)
yang terjadi agar memenuhi standar kecepatan dinasnya.
Secara umum, Sistem ropulsi !apal terdiri dari " (tiga) komponen utama, antara lain
# (a) $otor enggerak %tama (main engine)& (b) Sistem 'ransmisi& dan (c) (lat )erak
(propulsor). !etiga komponen utama ini merupakan suatu kesatuan yang didalam
proses perencanaannya tidak dapat ditinjau secara terpisah. !esalahan didalam
perancangan, akan membawa *konsekuensi+ yang sangat besar terhadap kondisi-
kondisi sebagai berikut &
,. 'idak tercapainya kecepatan dinas kapal yang direncanakan.
-. Fuel oil consumption yang tidak e.isien.
". 'urunnya nilai ekonomis dari kapal tersebut.
/. engaruh pada tingkat 0ibrasi yang terjadi pada badan kapal, dsb.
!on.igurasi dari ketiga komponen utama sistem propulsi ini sangat dipengaruhi oleh
rancangan .ungsi kapal itu sendiri, serta bagaimana misi yang harus dijalankan dalam
operasionalnya di laut. Sebagai contoh, kapal ikan (Trawlers/fishing vessels) pada
umumnya memiliki " (tiga) pola operasional di laut, yaitu # (a) e ncarian ik an & !apal
ikan sedang mencari posisi *gerombolan ikan+ yang ada di lingkungan
2
S.W. Adji 2006
sekitarnya1terdekat, biasanya kapal beroperasi dengan kecepatan ser0is berkisar 2 3
,- knots, (b) en g ej a ran ik a n & !apal ikan bergerak lebih cepat menuju titik posisi
*.ishing
3
S.W. Adji 2006
ground+, biasanya kecepatan ser0is kapal mencapai ,4 3 -5 knots, (c)
enang k a p an ik a n & kapal sedang menarik jaring tangkapannya, saat itu
kapal bergerak dengan kecepatan yang relati. rendah (% 4 knots).
6erdasarkan penjelasan tersebut diatas, terlihat bahwa tingkat .leksibilitas
dalam operasional kapal ikan adalah sangat tinggi. Sehingga untuk memenuhi
kebutuhan tersebut, maka kapal haruslah memiliki kon.igurasi sistem
propulsi yang handal dan yang mampu memberikan *ruang .leksibilitas+
secara optimal sesuai dengan cakupan teknis dan ekonomis kapal.
Sementara itu pada kapal-kapal komersial lainnya (misalnya# )eneral 7argo)
terlihat bahwa kebutuhan akan tingkat .leksibilitas operasionalnya, adalah
tidak begitu kompleks. %mumnya, pola operasional kapal-kapal general cargo
adalah cukup dengan satu kondisi designed speed saja. Sehingga, sistem
propulsi yang dirancang adalah hanya untuk memenuhi satu tuntutan
kecepatan ser0is yang direncanakan.
2. PENGENALAN MOTOR PENGGERAK KAPAL
Di dalam sejarah perkembangan motor penggerak kapal terdapat beberapa tipe yang
mendominasi hingga kurun waktu tertentu, adalah sebagai berikut :
R e cipr o ca t in g S te a m E ngin e ; mendominasi dunia ship propulsion (sistem
penggerak kapal hingga sekitar tahun !"!#$an% &eunggulannya adalah terletak
pada pengaturan beban, khususnya untuk arah reversed (arah mundur yang
mana Reciprocating Steam Engine memberikan kemudahan serta lebih e'isien
pada range kecepatan rotasi tertentu agar match dengan kinerja screw propeller%
&elemahannya Reciprocating Steam Engine adalah pada instalasinya yang
relati' berat, kebutuhan space yang besar, output power per cylinder$nya masih
sangat terbatas% Selain itu, Steam tidak dapat bekerja secara e'ekti' pada tekanan
relati' rendah% Serta kebutuhan fuel consumption yang tinggi, sebagai gambaran
bahwa untuk triple-expansion engine maka memerlukan superheated steam
yang mengkonsumsi bahan bakar (oil hingga ( #%)# kg per k*h%
4
S.W. Adji 2006
+ a rine (S te a m ,urbine s ; yang pertama diinstal oleh Sir Charles Parsons ke
kapal Turbinia pada tahun !-"., dengan kecepatan mencapai /. knots%
5
S.W. Adji 2006
&emudian turbines mengalami kemajuan pesat hingga pada tahun !"#0, yang
mana diaplikasikan sebagai tenaga penggerak untuk kapal perang HS!
"readnought dan kapal #tlantic $iner % auretania% &ebutuhan bahan bakar
(fuel consumption secara rata$rata untuk suatu $arge Turbine adalah #%/# kg
per k*h% 1amun demikian, keunggulan segi ekonomis tersebut mengalami
suatu tantangan dari sisi &on-reversible dan Rotational Speed, yang mana
memerlukan pertimbangan teknis lebih lanjut% 2ntuk kepentingan reverse
diperlukan adanya reversing turbines yang secara terpisah diinstal ke sistem%
Sementara itu untuk mengatasi rotational speed$nya yang relati' tinggi, maka
diperlukan adanya mechanical geared untuk menurunkan putaran output
turbines khususnya untuk alat gerak kapal berjenis screw propeller, sehingga
hal itu menyebabkan terjadinya power loss berkisar 3 hingga . persen%
4enurunan putaran turbines (rpm ke propeller shaft (poros propeller, dapat
juga diatasi dengan merancang electric driven, yaitu dengan meng$couple
secara langsung antara turbine dengan generator yang mana keduanya sama$
sama memiliki operasional yang lebih e'isien bila dalam kondisi putaran tinggi%
&emudian, generator men$suppl' listrik ke electric motor yang dihubungkan
dengan poros propeller% 5al ini memberikan kelonggaran pada masalah la'-out
engine room yang mana pengaruh hubungan poros secara langsung dari turbine
ke propulsor dapat dieleminasi% Turbo-electric "rive juga memberikan
keuntungan terhadap pengurangan untuk reversed gear mechanism serta
'leksibilitas dalam operasinya% 1amun demikian, power loss akibat transmisi
tenaga serta investment perlu dipertimbangkan%
6nternal 7 o m b ustion Engine s ; yang digunakan dalam propulsi kapal, pada
umumnya adalah Reciprocating engines yang beroperasi dengan prinsip$prinsip
diesel (compression ignation yang mana kemudian dikenal dengan nama
"iesel Engines% 8erbagai ukuran untuk "iesel Engines ini kemudian dibuat,
mulai dari kebutuhan untuk pleasure boats hingga ke modern supertan(ers dan
passenger liners% Engine ini dapat dikembangkan hingga memberikan lebih dari
39## k* per cylinder, maka output power bisa mencapai /#,### k* untuk !3
6
S.W. Adji 2006
cylinders (.#,3## 54% ,orsi yang diproduksi oleh "iesel Engine, adalah
dibatasi oleh maximum pressure dari masing$masing silinder$nya% Sehingga,
ketika engine memproduksi maximum tor)ue, maka artinya, maximum power
hanya dapat dicapai pada kondisi maximum RP% "iesel Engine secara
konsekuensi, mungkin memproduksi power sedemikian hingga proporsional
dengan RP untuk masing$masing throttle setting$nya% 4embatasan ini
kemudian menyebabkan masalah tersendiri didalam melakukan matching antara
"iesel Engine dan Propeller%
* as T u r b in e ; juga telah dikembangkan dalam dunia ship propulsion yangmana
bahan bakar (fuel dibakar melalui proses udara yang dikompresikan, dan gas
panas hasil pembakaran tersebut digunakan untuk memutar turbine% *as turbine
umumnya diaplikasikan pada dunia kedirgantaraan, dan perkembangannya
sangat tergantung pada teknologi metal yang mampu menahan terhadap tekanan
dan temperatur yang tinggi% &eunggulan dari gas turbine ini terletak pada
ukuran dan kapasitas power yang dihasilkan dibandingkan dengan tenaga
penggerak lainnya% Selain itu, kesiapannya untuk beroperasi pada kondisi 'ull$
load sangat cepat, yaitu berkisar !9 menit untuk warming-up period% arine
*as Turbine sangat jarang dijumpai pada kapal$kapal niaga, hal ini disebabkan
karena operasi dan in:estasinya yang relati' mahal% Sehingga paling banyak
dijumpai pada kapal$kapal perang jenis, 'rigates; destroyers; patrol cra'ts; dsb%
6nstalasinya pun kadang merupakan kombinasi dengan tipe permesinan yang
lainnya, yakni : Diesel engines%
8eragam macam dari tipe marine engines+ tidak semuanya di$rate pada basis yang
sama% Sebagai misal, Steam Reciprocating Engines selalu di$rate dalam bentuk
,ndicated Power -P
,
.; ,nternal Combustion Engines dalam bentuk ,ndicated Power,
atau juga, /ra(e Power -P
/
.; dan Turbine dalam bentuk Shaft Power -P
S
.% 8entuk
Horse Power masih tetap digunakan sampai saat ini, dimana untuk ! 54 ; #%).9) k*,
sedangkan dalam English units ! 54 ; 99# 't$lb per sec% ,ndicated Power diukur di
dalam cylinders, yang artinya, ada suatu instruments yang bertugas merekam secara
7
S.W. Adji 2006
kontinu tekanan uap atau gas% Dari resultant indicator card, ean Effective Pressure
diukur, sebagai berikut :
P
I
= p
m
. L . A . N < dalam satuan k*atts = (!%!
dimana :
pm ; mean e''ecti:e pressure, k1>m3
? ; panjang piston stro(e, m
@ ; e''ecti:e piston area, m3
1 ; jumlah wor(ing stro(e per sec%
/ra(e Power (48 adalah power yang diukur pada cran(-shaft coupling, dimana
persamaannya adalah sebagai berikut :
P
B
= 2 . Q . N < dalam satuan k*atts = (!%3
, dimana A adalah bra(e tor)ue -(&-m., dan n adalah re:olutions per sec%
Shaft Power (4S adalah power yang ditransmisikan melalui poros ke propeller%
4engukuran dilaksanakan dikapal, dengan lokasi ukur sedekat mungkin dengan
propeller% 4engukuran dilakukan dengan bantuan suatu instrument (torsionmeter, yang
mengukur sudut twist antara dua section poros propeller tersebut% Sudut terukur dapat
diartikan proporsional terhadap torsi yang ditransmisikan% Shaft power dapat dihitung
dengan 'ormulasi sebagai berikut :
< dalam satuan k*atts = (!%/
, dimana d
s
adalah shaft diameter (m; B adalah Shear modulus of Elasticit' dari
material poros (k1>m
3
; C merupakan sudut twist yang terukur (derajad ; ?
S
adalah
panjang sha't hingga di titik dimana twist tersebut diukur (m; dan n adalah re:olution
per sec% 5arga dari shear modulus untuk poros baja adalah -%/9 D !#
)
k1>m
3
%
8
S.W. Adji 2006
3. PENGENALAN PROPULSORS (ALAT GERAK KAPAL)
Secara mendasar alat gerak kapal dapat diklasi'ikasikan menjadi 3 (dua, yaitu : alat
gerak kapal yang non$mekanik dan yang mekanik% @lat gerak kapal yang non$mekanik
adalah Dayung dan Layar% Sedangkan alat gerak kapal yang mekanik, adalah sebagai
berikut :
!% EiDed 4itch 4ropeller
3% Ducted 4ropeller
/% 7ontra$rotating 4ropeller
.% F:erlapping propeller
9% 7ontrollable 4itch 4ropeller
0% *aterjet 4ropulsion System
)% 7yclodial 4ropeller
-% 4addle *heels
"% Superconducting Electric 4ropulsion System
!#% @Gimuth 4odded 4ropulsion System
(a) SEJARAH PERKEMBANGAN PROPULSORS
@wal sejarah perkembangan tentang
alat gera( (apal mungkin dapat ditarik
jauh hingga kisaran 3-) H 3!3 S+
yang mana seorang A!"#m$%$&
menemukan piranti untuk
memindahkan air dari danau ke saluran
irigasi pertanian Syiracuse di Sicily%
@lat ini kemudian dikenal dengan
sebutan I#rchimedean Screw Pumps0%
@dapun bentuk dari @rchimedean
Screw 4ump adalah seperti yang
diilustrasikan seperti Bambar !%!%
Gambar 1.1 Archimedean Screw Pump
&emudian di @bad ke JK$an, seorang bernama ?eonardo da Kinci (!.93$!9!" telah
membuat sketsa teknis tentang prinsip$prinsip ulir (screw principle seperti yang
digunakan sebagai helicopter rotor% 8eberapa tahun kemudian di tahun !00!, ,oogood
dan 5ayes dari 8ritain telah mematenkan (claimed patent temuannya yang mana
prinsip screw menggunakan helical surfaces (#rchimedean screws sebagai propeller%
Selanjutnya, seorang ahli 'isika dari 6nggris yang bernama 5ooke di tahun !0-#
menyarankan untuk menggunakan #rchimedean screw pada sistem penggerak kapal
(ship propulsion%
Gambar 1.2 Ide Baing!baing Le"nard" Da #inci
Selanjutnya di sekitar tahun !-#3$#., pak 7% Ste:es seorang berkebangsaan @merika
telah menggunakan screw propeller yang mana bentuknya mirip dengan screw
propeller sekarang ini untuk menggerakkan twin screw steamer dengan ukuran panjang
)%9 meter% Di tahun !-3-, pak R% *ilson seorang petani dari skotlandia telah sukses
mendemonstrasikan prinsip$prinsip screw propeller%
4ada tahun !-/0, seorang petani dari 6nggris yang bernama pak 4% Smith telah
menerapkan secara praktis untuk yang pertama kali% Dia menggunakan single bladed
screw yang terbuat dari kayu yang mana dapat berputar secara dua arah% Di tahun yang
sama !-/0, pak L% Ericsson, seorang ahli teknik dari Swedia mengembangkan fore
runner of contrarotating propeller (dua roda dengan tiga daun helicoidal berputar
dengan arah yang berlawanan% 4ada tahun !-/", pak Smith melengkapi kapalnya yang
berbobot 3/) ton, dengan #rchimedes screw props, yang mana hasilnya sukses luar
biasa dan hal ini kemudian menggeser aplikasi dari Paddle propulsion s'stems ke
Screw propulsion s'stem%
Gambar 1.$ Baing!baing %ric&&"n' ("re Runner )"n*rar"*a*ing Pr"peer
4erkembangan dari steam engines (!-.#$!-9# telah memberikan kontribusi untuk
penggunaan screw propellers secara e'ekti'% Di tahun !-.9, kapal Grea* Bri*ain adalah
kapal dengan screw propeller pertama yang melintasi lautan @tlantic% Selanjutnya, pada
tahun !--#, ,hornycro't telah merancang propellers yang bentuknya sama dengan
propellers saat ini%
Gambar 1.+ Baing!baing dengan prin&ip uir dari Smi*h
Selanjutnya mulai tahun !--# hingga !")#, bentuk dasar dari propeller tidak banyak
mengalami perubahan% 8aru kemudian di era !")# hingga !""#Man, dimana terjadi
kondisi NEuel crisisM dan pertimbangan$pertimbangan terhadap Nen:ironmental e''ectsM
(misalnya ; low noise, :ibrations dan emissions telah memberikan impact pada
rancangan bentuk propeller dan stern configurations, yang mana juga membawa pada
perkembangan mengenai unconventional propellers%
(') PROPULSORS MODERN
( #)$% P#*!" P+p$,,$& ((PP)
8aling$baling jenis ini secara NtradisiM telah membentuk basis produksinya
8aling$baling ini secara umum telah memenuhi NproporsiM yang tepat terutama
jenis rancangan dan ukurannya, baik itu untuk baling$baling perahu motor yang
kecil hingga untuk kapal muatan curah hingga kapal tangki yang berukuran
besar
E44 ini adalah mudah untuk membuatnya
Gambar 1., Baing!baing -eni& (i.ed Pi*ch Pr"peer
D-!*$% P+ p $ ,, $
8aling$baling "ucted terdiri dari dua komponen, yaitu :
Saluran pipa ("uct berbentuk seperti gelang yangmana mempunyai potongan
melintang berbentuk aero'oil, dan
8aling$baling
&eberadaan Nsaluran pipaM (duct akan mengurangi gaya$gaya tekanan yang meng$
induced pada lambung kapal% 8aling$baling jenis ini dikenal dengan sebutan &ort
1oGGles, melalui pengenalan &ort 4ropulsion 7ompanyMs sebagai pemegang 5ak 4aten
dan asosiasi dari jenis baling$baling ini% E'isiensi 8aling$8aling ditingkatkan
tergantung atas beban baling$baling%
Gambar 1./ Baing!baing -eni& Duc*ed Pr"peer
.+/*a0 +*a *#/ 1 p+p$,,$&
8aling$baling jenis ini mempunyai dua-coaxial propellers yang dipasang dalam satu
sumbu poros, secara tersusun satu didepan yang lainnya dan berputar saling berlawanan
arah%
8aling$baling ini memiliki keuntungan hidrodinamis terhadap permasalahan
penyelamatan energi rotasional Nslip streamM yang mungkin akan NhilangM bilamana kita
menggunakan sistem Nsingle screw propellerM yang kon:entional% Energi yang dapat
diselamatkan sekitar !9O dari dayanya%
8aling$baling jenis ini biasanya diaplikasikan pada small outboard units yang
beroperasi pada putaran !9## sampai dengan 3### R4+% 2ntuk aplikasi pada kapal$
kapal yang berukuran relati' besar terdapat permasalahan teknis yang terkait dengan
sistem perporosan yang relati' mempunyai ukuran lebih panjang%
Gambar 1.0 Baing!baing -eni& )"n*ra!R"*a*ing Pr"peer&
O2 $ ,app #/1 P+ p$,,$ &
&onsep dari baling$baling ini adalah dua propeller tidak dipasang>diikat secara
coaxiall', tapi masing$masing propeller memiliki sumbu poros pada sistem perporosan
yang terpisah% Sistem ini dalam prakteknya, adalah sangat jarang diaplikasikan%
+eskipun e'isiensi propulsi dari sistem ini adalah lebih tinggi dari single screw
propeller, namun sistem ini sangat berpengaruh terhadap besarnya tingkat getaran dan
ka:itasi yang ditimbulkan%
Gambar 1.1 Baing!baing -eni& O2erapping Pr"peer&
.+/* + ,,a' , $ P#* ! " P + p $ ,,$ & (.PP)
4emilihan dalam aplikasi baling$baling 744 dibandingkan dengan penerapan E44,
adalah disebabkan oleh kebutuhan yang lebih tinggi untuk pengaturan dalam
operasional yang harus lebih 'leksibel dari pada kebutuhan e'isiensi propulsi pada saat
kondisi ser:is%
8aling$baling 744 menyediakan ekstra dalam tingkat Nderajad kebebasanM melalui
kemampuan perubahan NpitchM dari daun baling$balingnya% 5al ini khususnya untuk
kapal$kapal jenis ferries+ tugs+ trawlers+ dan fisheries yang membutuhkan kemampuan
manoue:er (olah$gerak lebih tinggi%
1amun demikian, beaya manu'aktur>'abrikasinya adalah sangat tinggi serta kebutuhan
beaya untuk perawatan dan perbaikan juga relati' tinggi%
Gambar 1.1 Baing!baing -eni& )PP
3a*$4$* P +p- ,&#+/ S5&*$m
Sistem propulsi water1et telah menjawab tentang kebutuhan akan aplikasi sistem
propulsi untuk :ariasi dari small high speed crafts, meski sesungguhnya juga banyak
kita jumpai aplikasi sistem propulsi ini pada kapal$kapal yang berukuran relati' besar%
4rinsip operasi dari water1et, air dihisap melalui sistem ducting oleh internal pump
yangmana terjadi penambahan energi pada air% &emudian, air tersebut di semprotkan ke
belakang dengan kecepatan yang tinggi% Baya dorong (Thrust yang dihasilkan
merupakan hasil dari penambahan momentum yang diberikan ke air%
Sistem lebih disukai untuk suatu baling$baling kon:ensional% Sebab suatu baling$baling
kon:ensional mengalami cavitation pada kecepatan sangat tinggi ( .9 knots, tetapi di
dalam water1et unit pompa mestinya tidak terjadi ka:itasi% Sistem propulsi 2ater1et
memiliki kemampuan untuk meningkatkan olah$gerak kapal%
Gambar 1.3 4a5 Si&*em Pr"pu&i 6a*er-e*
Gambar 1.3 4b5 Si&*em Pr"pu&i 6a*er-e*
.5!,+#%a, P+p $,,$&
Sistem )yc"ida Pr"peer& adalah juga dikenal dengan sebutan baling$baling poros
:ertikal meliputi satu set vericall' mounted vanes, enam atau delapan dalam jumlah,
berputar pada suatu cakram horisontal atau mendekati bidang horisontal% Sistem ini
mempunyai keuntungan yang pantas dipertimbangkan ketika kemampuan olah gerak
dalam mempertahankan posisi stasiun kapal merupakan 'aktor penting pada
perencanaan kapal% Dengan aplikasi propulsor jenis ini, maka instalasi kemudi yang
terpisah pada kapal sudah tidaklah diperlukan% Sistem memperlengkapi dengan rangka
pengaman untuk membantu melindungi propulsor tersebut dari kerusakan$kerusakan
yang di sebabkan oleh sumber eksternal%
Gambar 1.17 )yc"ida Pr"peer
P a %%,$ 3 " $$,& (R+%a P$%a,)
Salah satu tipe propulsors mekanik yang aplikasinya sudah jarang ditemui saat ini%
Seperti namanya, maka Paddle 2heels ini adalah suatu roda yang pada bagian diameter
luarnya terdapat sejumlah bilah>sudu$sudu yang ber'ungsi untuk memperoleh
momentum geraknya% @da dua tipe bilah>sudu yang diterapkan pada propulsors jenis
ini, antara lain : fixed blades dan ad1ustable blades%
4ada fixed blades, sudu$sudu terikat secara mati pada bagian roda pedal tersebut%
Sehingga hasil momentum gerak dari roda pedal tidaklah begitu optimal% 1amun bila
ditinjau dari aspek teknis pembuatannya adalah sangat jauh lebih mudah daripada
ad1ustable blades% 5al ini disebabkan oleh tingkat (omple(sitas konstruksi $ ad1ustable
blades$nya, yang mana harus mampu menjaga posisi blades agar selalu tegak lurus
terhadap arah gerak kapal%
&elemahan teknis dari propulsors ini adalah terletak pada adanya penambahan >
perubahan lebar kapal sebagai konsekuensi terhadap penempatan kedua roda pedal di
sisi sebelah kiri dan kanan dari badan kapal% Selain itu, keberadaan instalasi roda pedal
adalah relati' berat bila dibandingkan dengan screw propeller% Sehingga secara umum
aplikasi roda pedal membawa konsekuensi juga terhadap berat instalasi motor
penggerak kapal% &emudian paddle$wheels ini juga rentan terhadap gerakan rolling
kapal, yang mana akan menyebabkan Nketidak$seimbanganM momentum gerak yang
dihasilkan% &ondisi ini tentu akan mengakibatkan gaya dorong paddle-wheels menjadi
tidak seragam antara roda disebelah kiri dan kanan kapal, sehingga laju gerak kapal
berubah NGig$GagM% @plikasi yang tepat dari roda pedal ini adalah untuk perairan yang
tenang, seperti danau, sungai dan pantai%
Gambar 1.11 Padde!6hee&
S-p $0!+/ %-!*#/1 E,$ !*#! P +p- ,& #+/
4ada sistem ini tidak perlu disediakan propulsors (alat gerak kapal, seperti misalnya
screw propellers ataupun paddle-wheels% 4rinsip dasarnya adalah merupakan
electromagnetic propulsion, yang mana dihasilkan dari interaksi antara fixed coil
didalam badan kapal dan Narus listrikM yang dilewatkan melalui air laut oleh elektrode$
elektrode yang tempatkan pada bagian dasar (bottom dari lambung kapal%
Baya yang dihasilkan secara orthogonal terhadap medan magnet dan arus listrik, adalah
merupakan hasil dari (eming8& righ*!hand rue% Lenis Pr"pu&i"n ini mampu menekan
tingkat n"i&e dan 2ibra*i"n akibat propulsi hidrodinamik, sehingga hal ini menjadikan
pertimbangan tersendiri untuk aplikasi pada kapal$kapal angkatan laut%
Satu dari masalah utama yang terjadi pada sistem propulsi ini adalah kesulitan$
kesulitan teknis untuk menjaga superconducting coil di 3ero resistance propert', yang
mana hal tersebut dibutuhkan untuk menjaga temperatur Li9uid :eium hingga
mencapai $30-
#
7%
Gambar 1.12 Superc"nduc*ing %ec*ric Pr"pu&i"n
A6#m- *" P +%%$% P+ p - ,&#+/ S 5&*$m
Lenis propulsion s'stem ini memiliki tingkat olah$gerak kapal dan e'isiensi yang tinggi,
demikian juga dengan tingkat noise dan cavitation yang relati' rendah% Saat ini
pengguna terbanyak dari sistem pod units ini adalah kapal$kapal cruise liner%
4engenalan teknologi pada aplikasi Pod Propulsion ini akan membawa perubahan
untuk penempatan unit propulsi, yang sedemikian hingga tanpa perlu lagi
mempertimbangkan susunan shaft atau space untuk motor penggerak% ,entu saja, hal
ini akan memberikan kesempatan$kesempatan baru kepada designers kapal untuk
membuat rancangan N-,*#ma*$ "-,,7+mM%
Gambar 1.1$ A;imu*h P"dded Pr"pu&i"n Sy&*em
S.W. Adji 2006
18