Anda di halaman 1dari 114

BLOK SARAF DAN

PERILAKU

BAHAN KULIAH
AGAMA
Oleh:
Dr. H. Zuhroni, MA.
2012 -2013
Kesehatan Jiwa dalam Islam.
Menjaga Akal (Hifzh al-Aql)

BLOK SARAF DAN PERILAKU
MATERI AGAMA
KULIAH PAKAR
KESEHATAN JIWA DALAM
ISLAM
Terhindarnya seseorang dari gejala-gejala
gangguan dan penyakit jiwa,
menyesuaikan diri, dan memanfaatkan
segala potensi dan bakat yg ada
semaksimal mungkin dan membawa
kepada kebahagiaan bersama serta
tercapainya keharmonisan jiwa dalam
hidup.
Zakiah Daradjat (1985:10-14)
mendefinisikan kesehatan mental :

1.Terhindarnya orang dari gejala-gejala
gangguan jiwa (neurose) dan dari
gejala-gejala penyakit jiwa (psychose).
2. Kemampuan untuk menyesuaikan diri
dengan diri sendiri, dengan orang lain
dan masyarakat serta lingkungan di
mana ia hidup.

3. Pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk
mengembangkan dan memanfaatkan segala potensi, bakat
dan pembawaan yang ada semaksimal mungkin, sehingga
membawa kepada kebahagiaan diri dan orang lain; serta
terhindar dari gangguan-gangguan dan penyakit jiwa.
4. Terwujudnya keharmonisan yang sungguh-sungguh antara
fungsi-fungsi jiwa, serta mempunyai kesanggupan untuk
menghadapi problem-problem biasa yang terjadi, dan
merasakan secara positif kebahagiaan dan kemampuan
dirinya

KESEHATAN MENTAL
Kesehatan mental = Terhindarnya seseorang dari
keluhan dan gangguan mental baik berupa neurosis
maupun psikosis (penyesuaian diri terhadap
lingkungan sosial) (Mujib dan Mudzakir, 2001,
2003).
Mental yang sehat tidak akan mudah terganggu
oleh Stressor (Penyebab terjadinya stres) orang
yang memiliki mental sehat berarti mampu
menahan diri dari tekanan-tekanan yang datang
dari dirinya sendiri dan lingkungannya (Noto
Soedirdjo, 1980)

Pola negatif (salaby), bahwa kesehatan mental
adalah terhindarnya seseorang dari neurosis (al-
amhradh al-ashabiyah) dan psikosis (al-amhradh
al-dzihaniyah).
Pola positif (ijabiy), bahwa kesehatan mental
adalah kemampuan individu dalam penyesuaian
terhadap diri sendiri dan terhadap lingkungan
sosial.

KESEHATAN MENTAL
Hasan Langgulung, = akhlak yang
mulia.
Keadaan jiwa yang menyebabkan
merasa rela (ikhlas) dan tentram
ketika ia melakukan akhlak yang
mulia.
KESEHATAN MENTAL/JIWA dalam
Khazanah Pemikiran Islam
Ibnu Rusyd = takwa.
Al-Ghazali = tazkiyat al nafs, identik
dengan iman dan takwa
ANJURAN MENJAGA AKAL
DLM AL-QURAN
Akal adalah amanah
Apresiasi bagi dalam al-Quran agar berfikir,
Mengecam orang yg tdk menggunakan akalnya


Berfikir berarti menggunakan dan menjaga
fikiran/akal.
Menggunakan akal dengan cermat dan teliti.
BENTUK
PERINTAH MENGGUNAKAN AKAL
Maka tidakkah kamu memikirkannya?
Maka tidakkah kamu memahaminya?
Maka tidakkah kamu berpikir
Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti
Supaya kamu memikirkannya.
Supaya kamu memahami (nya).
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-
tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
jika kamu memahaminya.
Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang
berakal





"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak
mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya
pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan
diminta pertanggungan jawabnya" (Q.s. al-Isra' (17):36)

LARANGAN TIDAK BERILMU (BERAKAL)

Maqashid al-Syariah
MENJAGA AKAL
BAGIAN DARI:
Definisi
MAQASHID AL-SYARIAH
Makna dan tujuan yang dikehendaki syarak dalam
mengsyariatkan suatu hukum bagi kemaslahatan
umat manusia.

Syariat Islam dibangun untuk kemaslahatan
manusia di dunia dan akhirat sekaligus (Al-
Sythib, w. 790 H.)
PEMBAGIAN
MAQASHID AL-SYARIAH
UMUM
KHUSUS
Teralisasikan kemaslahatan di
sektor-sektor khusus di
bidang-bidang khusus dalam
kehidupan, seperti keteraturan
ekonomi, keluarga, politik dan
seterusnya.
Menciptakan/merealisasikan
kemaslahatan bagi mahluk
secara keseluruhan, dunia dan
akhirat, terealisasikannya
peraturan-peraturan syariat
Islam
MASHLAHAH DAN
BATASANNYA
Manfaat atau suatu pekerjaan yang
mengandung manfaat (Bahasa)
Menolak kemudaratan dalam rangka
memelihara tujuan-tujuan syarak.
Suatu kemaslahatan harus sejalan
dengan tujuan syarak meskipun
bertentangan dengan tujuan-tujuan
manusia.

LIMA KEMASLAHATAN
(memelihara agama)
(memelihara jiwa)
(memelihara keturunan (kehormatan)
(memelihara akal)
(memelihara harta)

Memelihara Akal (hifzh al-Aql)
Islam sangat menekankan pemeliharaan akal.
Akal diposisikan sebagi sesuatu yang sangat penting
dalam kehidupan insani.
Manusia dimuliakan dari makhluk lain karena
eksistensi akalnya

Manusia diberi mandat menjadi khalifah dan memikul
amanah.

LARANGAN MERUSAK AKAL
Syariat Islam sangat menekankan memelihara akal dengan
mengharamkan berbagai tindakan yang dapat merusak
potensi akal, seperti larangan mengonsumsi khamar, ganja,
heroin, kokain, opium, ekstasi, NARKOBA, dsb.
Di dalamnya terkumpul berbagai kerusakan, dapat
menghancurkan kepribadian, membunuh akal serta
memusnahkan harta. Hal itu sudah cukup menjadi alasan bagi
orang yang berakal untuk menjauhinya.
Sanksi Bagi Palanggar:
Untuk menjaga akal, diwajibkan pelaksanaan
hukuman dera bagi peminum khamar = 80 kali.
Tujuannya:
Agar manusia menjauhi dosa tersebut, sehingga
akalnya selamat dan bersih, dapat berpikir dan
mengetahui mana perintah Allah dan mana yang
dilarang.

KEB, PRIMER

KEB. SEKUNDER

KEB. TERTIER

agama

jiwa

akal

harta
/
Keturunan/kehormatan

memelihara

mewujudkan

agama

jiwa

akal

harta
/
Keturunan/kehormatan

memelihara

mewujudkan

memelihara

mewujudkan

memelihara

mewujudkan

memelihara

mewujudkan

memelihara

mewujudkan
Iman dg rukun2nya, syahdatain, dasar2 aqidah,
dasar2 ibadah (sholat, zakat, puasa, haji dll
Dakwah, menghadapi musuh, jihad, Menindak
yang murtad, mencegah pendangkalan akidah
Kewajiban mencari nafkah, pernikahan
Haramnya merusak tanaman, diterapkannya
Hukum qishos
Allah memberikan akal kepada setiap manusia,
Kewajiban menuntut ilmu dasar
Haramnya mengkonsumsi yang dapat
Menghilangkan akal (khomr, narkoba)
Disyariatkannya berbagai bentuk muamalat/
transaksi
Haramnya mencuri, adanya hukuman pencurian,
Larangan merusak harta orang
Disyariatkannya pernikahan
Dilarangnya perzinahan dan aborsi,
Adanya hukuman bagi penzina & penuduhnya,

akal

memelihara

mewujudkan
Haramnya mengkonsumsi yang
dapat
Menghilangkan akal (khomr,
narkoba.
Jika ketentuan ini dilanggar,
akan berakibat terancamnya
eksistensi akal dan diancam
siksa di akhirat. Bahkan, dalam
batasan hukum Islam dikenai
sanksi dicambuk.

Allah memberikan akal kepada
setiap manusia, Kewajiban
menuntut ilmu dasar

agama

jiwa

akal

harta
/
Keturunan/kehormatan
Disyariatkan rukhsoh (dispensasi) spt: jama sholat
Dlm safar, tayammum saat tdk ada air dll
Tidak ditegakkannya qishos karena
ketidakjelasan pembunuhan dan diganti dg diat
Kewajiban belajar/menuntut ilmu lebih dalam
Dibolehkannya muamalah yang terlepas dari kaidah
Umum, spt akad salam, istishna, muzaroah dll
Disyariatkannya pernikahan

akal
Kewajiban belajar/menuntut ilmulebih dalam .
Dianjurkannya menuntut ilmu pengetahuan, belajar
keterampilan tertentu dalam kaitannya dengan olah
otak,
jika tidak dilakukan tidak akan merusak akal tetapi
akan mempersulit diri seseorang dalam kaitannya
dengan pengembangan ilmu pengetahuan

agama

jiwa

akal

harta
/
Keturunan/kehormatan
Memakai pakaian yang bagus saat ke masjid,
Melakukan hal-hal yang sunnah
Makan dengan aneka rupa menu, vitamin tambahan
Melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,
Kelengkapan belajar dengan fasillitas komputer
Larangan menjual barang najis, membeli diatas
Tawaran orang lain
Pernikahan dengan resepsi

akal
Melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,
Kelengkapan belajar dengan fasillitas komputer
Dianjurkannya belajar keterampilan tertentu dalam
kaitannya olah otak.
Jika tidak dilakukan
tidak akan merusak
akal tetapi akan
mempersulit diri
seseorang dalam
kaitannya dengan
pengembangan ilmu
pengetahuan
BATASAN
Ketika terjadi kontradiktif, didahulukan yang pertama,
antara daruriyyah dan hajjiyah= Didahulukan
dharuriyah.
Menjaga agama didahulukan atas menjaga jiwa =
wajib jihad.
Dibolehkan minum khamar saat sangat haus dan tdk
mendapatkan air, demi menjaga jiwa didahulukan atas
menjaga akal.




Skala prioritas adalah Al-Dharuriyat, kemudian al-
Hajiyat, lalu al-Tahsiniyat.
Tidak boleh memperhatikan al-Hajiyat namun
merusak al-Dharuriyat, demikian juga tidak boleh
memperhatikan al-tahsiniyat jika merusak al-Hajiyat
dan al-Dharuriyat .

Contoh:
Diperbolehkan membuka aurat untuk pengobatan suatu
penyakit. Menutup aurat adalah tahsiniyat, sedangkan
berobat adalah menjaga jiwa yang bersifat al-dharuriyat.
Diperbolehkan memakan bangkai dalam keadaan darurat,
untuk memelihara jiwa
Kewajiban berjihad, meskipun risikonya (al-dharuriyat-
memelihara jiwa), tapi memelihara agama (al-dharuriyat)
lebih penting.
KAITAN AKAL DG PELAKSANAAN SYARIAT
ISLAM
Pikun
Orang gila
Anak-anak.
Penderita kurang akal
Hukum bermuamalah, jual-beli,
mengelola harta dsb.
Kewajiban shalat, puasa haji, dll
Sanksi hukum tindak kejahatan,:
membunuh, melukai,
Dasarnya:
Pena diangkat dari tiga golongan: orang yg gila yg akalnya tertutup sampai
sembuh orang yang tidur sehingga bangun dan anak kecil sehingga baligh. {HR.
Ibnu Khuzaimah Ibnu Hibban dan Ad-Daruquthni dari shahabat Ali dan Ibnu
Umar)

dda
MAKNA SEHAT
JIWA
DEFINISI SEHAT
WHO (1957) = Suatu keadaan dan kualitas dari organ tubuh
yang berfungsi secara wajar dengan segala faktor keturunan
dan lingkungan yang dimiliki
WHO (1974), menyebutkan Sehat adalah keadaan sempurna
dari fisik, mental, sosial, tidak hanya bebas dari penyakit atau
kelemahan.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam musyawarah Nasional
Ulama (1983) = Ketahanan jasmaniah, ruhaniyah dan sosial
yang dimiliki manusia sebagai karunia Allah yang wajib
disyukuri dengan mengamalkan tuntunan-Nya, dan
memelihara serta mengembangkannya.

Definisi
KESEHATAN MENTAL
Kesehatan mental dengan terwujudnya keserasian
yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi kejiwaan
dan terciptanya penyesuaian diri antara individu
dengan dirinya sendiri dan lingkungannya
berdasarkan keimanan dan ketakwaan
(Zakiah Daradjat).
1
Metode tahalli, takhalli, dan
tajalli
2
Metode syariah, thariqah,
haqiqah, dan marifat;
3
Metode iman, islam, dan
ihsan
METODE PEROLEHAN DAN
PEMELIHARAAN KESEHATAN JIWA
(MENTAL)
PENGERTIAN
ROH, JIWA, KALBU,
AKAL
Indera Jiwa
Sering disebut Indera bathin.
Jiwa juga memiliki indra penglihatan dan
pendengaran.
Dari situlah setan (dan jin) memberikan
pengaruhnya ke jiwa, berupa suara-suara di
hati yang mengajak ke perbuatan negatif.
HAKIKAT JIWA
Jiwa adalah badan halus manusia, yang bisa bepergian
keluar dari Jasad wadag, ketika bermimpi, atau ketika ber
OBE (Out of Body Experience) atau PLB Perjalanan Luar
Badan.
Jiwa, merupakan tubuh halus manusia. Jiwa memiliki
perangkat-perangkat yang menyebabkan manusia dicap
sebagai makhluk sosial, makhluk cerdas (Aqal), makhluk
spiritual (Qolbu). Jiwa yang menanggung semua akibat
perbuatan tubuh fisik dan tubuh eterik.
Jiwa diciptakan sempurna tanpa cacat. Tidak ada yang terlahir
sakit jiwa. Nggak ada bayi edan. Jiwa adalah putih bersih
ketika dilahirkan, lingkungan dan pengalamanlah yang
membuatnya bisa tetap putih atau kotor.
Nafsu (sahwat, emosi), Hasrat
(keinginan, ego), Aqal, Qalbu, dll.

`
KOMPONEN JIWA
Kesadaran Jiwa
Membuka lapisan penutup. Salah satu caranya dengan serius
berupaya membersihkan diri, membersihkan Jiwa,
membersihkan Qalbu (hati) dengan NIAT mendekatkan diri
kepada ALLAH SWT.
Atau merupakan sebuah anugrah karunia-NYA (given).


Lapisan ini berubah menjadi hijab kalau kotor. Bila pada
lapisan ini kotor (hijab) berakibat komunikasi antara Jiwa
dengan Ruh terganggu. Muncullah penyakit non-fisik /
kejiwaan (nafs) seperti pemarah, kejam, nafsuan, dll).


CARA KERJA NAFS
(NAFSU)
1. Kepribadian Ammarah (nafs al-ammarah) =
Cenderung pada tabiat jasad dan mengejar pada
prinsip-prinsip kenikmatan (pleasure principle).
2. Kepribadian Lawwamah (nafs al-awwamah)=
didominasi oleh komponen akal yang mengikuti
prinsip rasionalistik dan realistik yang membawa
manusia pada tingkat kesadaran.
3. Kepribadian Muthmainnah (nafs al-muthmainnah)
= telah diberi kesempurnaan nur kalbu, sehingga
dapat meninggalkan sifat-sifat tercela dan tumbuh
sifat-sifat yang baik,
ROH
Kesadaran tertinggi dari Jiwa adalah Kesadaran Ruhiah.
Hakikat Roh = Allah yang tahu




Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh.
Katakanlah: Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan
tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit .
(Q.s. Al-Israa'(17): 85


Ruh adalah suci, ciptaan Allah, sehingga dikategorikan sebagai
Makhluk.
Jadi ruh dalam diri jasad manusia bukanlah Allah itu sendiri.



Maka apabila telah Aku menyempurnakan kejadiannya dan telah meniupkan
kedalamnya Ruh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud (Q.s.
Al Hijr (15) :29)

Pengertian roh KU=
Roh milik Allah. Roh ciptaan dan milik Allah, yang ditiup masuk oleh Allah ke
dalam Jasad manusia. Bila manusia meninggal maka ruh ini akan kembali ke
Sang Pencipta.
ROH JAHAT, ROH
GENTAYANGAN ?
Dalam Islam = Tidak ada yang namanya Ruh jahat,
gentayangan, ataupun lainnya.
Ruh selalu mengajak jiwa ke jalan yang lurus,
tetapi setan sangat gigih menggoda jiwa agar
sesat.








Al-Quran:
Setan adalah
musuh yang nyata
KEMBALINYA ROH
Tubuh Fisik yang tersusun dari materi
duniawi akan kembali menjadi materi-materi
tanah. Tidak ada lagi kesadaran yang
tersisa. Tak ada lagi cerita.
Roh akan kembali kepada Allah utk
mempertangungjawabkan perbuatannya.


SEHAT
WALAFIAT
QALBU
Qalbu = Jantungnya Jiwa.
Qalbulah yang menentukan baik-buruknya Jiwa, gelap-
terangnya Jiwa.


Suara-suara di Qalbu (hati)
Suara si jiwa sendiri
Suara Ruh kita
Suara makhluk lain
MAKNA SEHAT WALAFIAT
Afiat


Berfungsinya anggota tubuh manusia sesuai
dengan tujuan penciptaannya.

SAKIT, SEMBUH DAN SEHAT
Dalam Al-Quran, disebutkan kata maradl, syifa dan
salim.
Kata maradl dan syifa secara berdampingan
diungkapkan dalam ayat:



Apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan akuQS.al-Syu`ara [26):
80 .

SAKIT, SEMBUH DAN SEHAT
Term sakit-maradl dikaitkan dengan
manusia,
syifa maupun kesembuhan yang
diberikan pada manusia disandarkan
pada Allah SWT.

Setiap ada penyakit pasti ada obatnya,
dan apabila obatnya itu sesuai
penyakitnya akan memperoleh
kesembuhan, dan kesembuhannya itu
adalah atas izin dari Allah SWT.

KESEHATAN HAKIKI (SALIM)
Kesehatan menunjukkan kebersihan dan kesucian dalam diri
manusia, jasmani DAN rohani, lahir dan batin, baik tauhid
rububiyah (insaniyah) maupun uluhiyah (ilahiyah) sejak dari
awal kehidupan hingga di hari kebangkitan.
Kesehatan jasmani lebih difokuskan pada perilaku amal
shalih dan bukan sekadar berorientasi pada bentuk
jasadiah, badaniyh maupun harta kekakayaan, tetapi pada
amal perbuatan yang didasarkan pada nilai-nilai ruhaniyah
uluhiyah maupun rububiyyah.

PERANAN AGAMA TERHADAP
KESEHATAN JIWA
Berbagai praktik keagamaan, di samping
bernilai ubudiah juga berkaitan dengan
kesehatan jiwa:

Nikah = Ketenangan jiwa.
Zakat = Tidak stres, depresi
dst.
( )
Siapa yang banyak kesedihannya, maka akan sakit badannya.
JIWA YANG SEHAT MENURUT
ISLAM
Jiwa yang dapat mengatasi segala
gangguan.
Menurut al-Quran, dalam menghadapi
berbagai rasa cemas, takut, gelisah ini,
harus diatasi dan diobati dengan mengingat
Allah.
RANGKUMAN KESEHATAN MENTAL
MENURUT ISLAM
1. Secara umum teori penanganan terhadap penyakit
kejiwaan yang ditawarkan oleh ilmu kesehatan mental
sejalan dengan yang ditawarkan oleh ajaran Islam
sebagaimana yang tertuang dalam al-Quran dan
hadits Nabi.
2. Konsep kesehatan rohani dalam Islam justru
lebih menonjol dan kuat. Penegasan secara
pointer dalam al-Quran maupun hadits sejalan
dengan teori dalam teori ilmu kesehatan
mental modern.
3. Menurut ajaran Islam, di antara sebab timbul
dan menjadi kronisnya penyakit jiwa pada
manusia karena tidak menyadari hakikat setiap
masalah dan tidak mengembalikannya kepada
norma Islami.
4. Untuk mengatasi dan mencari solusi dari
setiap persoalan kejiwaan, Islam mengajak
kembali 'mengingat-Nya' dalam pengertian
yang seluas-luasnya.
BUNUH DIRI, PUTUS ASA =
PERTANDA JIWA, ROH, DAN
KALBUNYA TDK BERFUNGSI
BAIK (SAKIT
KRONIS/GAWAT)
ANCAMAN PELAKU BUNUH
DIRI
Kekal dalam Neraka
Zikir Merupakan Penawar Kesedihan
Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram
karena zikrullah. Sungguh, dengan zikrullah hati-hati menjadi
tentram. (Qs. al-Radu: 28).



Zikir yang didasari dengan penuh keimanan kepada Allah.
benar-benar yakin bahwa segala problem tetap ada solusinya
di sisi Allah
La tahzan, kata Allah SWT. La tahzan, kata
rasul-Nya. Kata Abdullah al-Qarni pun La
tahzan!
OBAT STRESS
Beberapa dokter kadang hanya memberi
obat penenang sejenis chlordiazepoksida,
diazepam, dan nipam,
Jika mulai mengalami gangguan mental dan
tidak bisa tidur. Jenis obat-obat tersebut
sekadar mengurangi intensitas detak
jantung, mengendorkan otot tegang, dan
mengurangi ketegangan saraf.
Cara mengembalikan ke jalan yang benar "


PENGARUH IBADAH DALAM
MEMECAHKAN KESULITAN
STRES KARENA TIDAK PERCAYA
PADA TAKDIR
Stessor penyakit kejiwaan = Tidak ada
keyakinan terhadap qadha dan qadar, hari
akhirat

Berburuk sangka kepada Allah
KALBU
PEMBAGIAN, PENYAKIT, DAN
TERAPINYA
PEMBAGIAN
KALBU
Kalbu yang hidup (hayy), bersih dan selamat.
Kalbu yang selamat dari belenggu hawa
nafsu, sehingga ia mampu melaksanakan
ibadah dan melakukan perintah Allah dan
menjauhi larangan-NYA.
Aktivitasnya, hanya diorientasikan kepada
Allah, dalam semua keadaan, takut, berharap,
cinta, berserah diri, ikhlas, dan bertaubat.
Kalbu shahih atau Qalbun
Salim (Kalbu Sehat)
Kalbu Mayyit (Hati yang
mati),
Kalbu yang tidak mengenal Tuhan, meninggalkan
ibadah, perbuatannya hanya untuk menuruti
syahwat sehingga mengakibatkan kebencian dan
murka Tuhan.
Kalbu yang menjadikan hawa nafsu sebagai
pemimpinnya, syahwat sebagai panglimanya,
kebodohan sebagai sopirnya, lupa sebagai
kendaraannya. Jika ia berpikir hanya menghasilkan
sesuatu yang bermotivasi duniawi
Kalbu Marid
(jiwa yang sakit)
Kalbu yang hidup tetapi memiliki penyakit
kejiwaan, seperti iri hati, sombong,
membanggakan diri, gila kekuasaan, dan mudah
membuat kerusakan di muka bumi
KALBU MATI
Hati munafik, kafir
Tidak dapat membedakan antara yang baik
dan salah
Benar dan salah
Hanya menurutkan nafsunya
Tujuan utama hidup adalah kehidupan duniawi
Pengabdi syetan
KALBU SAKIT
Ada kebaikan dan ada pula buruknya.
Kadang taat kepada Allah, dan kadang
mendurhakai-Nya.
PANGKAL KESEHATAN = QALBU
(



Dalam jasad ada mudgah, jika ia baik baiklah
seluruh stubuhnya, jika buruk rusaklah seluruh
tubuhnya, dia adalah al-kalbu (HR. al-Bukhari)
TERAPI STRESS
Menurut Al-Quran
Sabar
Zikrullah

ZIKIR = OBAT STRESS
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi
tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan
mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Q.s. Al-Rad:28)
TERAPI PENYAKIT KALBU HATI
1. Mengingat mati
2. Ziarah kubur
3. Menyaksikan proses sakaratul maut
4. Menyaksikan jenazah, mengurus dan merawat jenazah.
5. Memperbanyak mengkaji sejarah Nabi dan para Sahabat.
6. Memilih dan bergabung dengan komunitas orang saleh.
7. Ingat surga dan neraka
8. Menghadiri dan aktif dalam kajian tyentang perjalana hidup Nabi,
sahabat, dan hal ihwal mati dan kiamat.
9. Shalat malam
10. Baca al-Quran


Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke
dalam hati orang-orang mu'min supaya keimanan
mereka bertambah di samping keimanan mereka
(yang telah ada). (Q.s. al-Fath:4)
TUHAN = PEMBERI KETENANGAN
TAKWA =
DIJANJIKAN MENDAPATKAN JALAN KELUAR DARI
KESULITAN
Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia
akan mengadakan baginya jalan ke luar. (Q.S. AL-
Thalaq:2)
Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-
sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada
Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.
(Q.s. al-Thalaq: 3)
TAKWA DAN TAWAKKAL =
DIBERI RIZKI DAN DITANGGUNG ALLAH
dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu
beruntung. (Q.s. al-Jumuah: 10)
Keberuntungan Akibat Bersyukur
TIDAK FRUSTASI DAN PUTUS ASA
Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas
terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa
dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-
dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.s. al-Zumar: 53)
LANGKAH-LANGKAH ISLAMI
UNTUK MENENANGKAN
HATI (KALBU)
1. Membaca dan mendengarkan al-Quran
2. Menyayangi orang miskin
3. Menyayangi orang miskin.
4. Menjaga silaturahmi
5. Banyak mengucapkan la hawla wa la
quwwata illa billah.

6. Mengatakan yang haq (benar) sekalipun pahit
7. Tidak ambil peduli terhadap celaan orang lain
asalkan yang dilakukan benar-benar karena Allah
8. Tidak mengemis kepada orang lain
9. Menjauhi Utang
10. Selalu berpikir positif
TIP UMUM
MENGELOLAAN STRESS
1. Menikmati hidup dan tidak membesar-
besarkan masalah secara berlebihan
(proporsional), syukur.
2. Memiliki pengendalian diri, dengan
bersabar.
3. Bertanggung jawab terhadap diri sendiri,
dengan berusaha memanfaatkan waktu
sebaik-baiknya dan bertujuan, terutama
untuk memenuhi kebutuhan, keinginan,
dan aspirasi).
4. Memiliki kepercayaan diri dan harga diri,
bertindak secara rasional dan dewasa,
menyatakan secara langsung apa yang
diinginkan, memiliki pendekatan yang khas
terhadap hidup, jujur, positif, terbuka, serta
menghargai dan memahami orang lain seperti
yang dilakukan terhadap diri sendiri).

5. Berusaha melakukan sesuatu secara tulus
dan ikhlas. Ketulusan akan menghindari
seseorang dari kekecewaan.
6. Terlibat dalam aktivitas yang dapat
menenangkan pikiran, seperti rutinitas
spiritual (tilawah Quran, zikir, shalat,
tahajud), dan terlibat dalam kegiatan sosial,
mengembangkan hobi, dan rekreasi.

7. Mencintai dan menerima diri apa adanya
(dengan segala kelebihan dan
kekurangannya). Menerapkan konsep syukur
nikmat.
8. Jangan pernah berhenti untuk terus belajar
dan mengembangkan diri. Ini akan
menimbulkan semangat, karena ada yang
ingin dicapai.
9. Berpikir positif dan menghindari berpikir negatif.
Jauhi prasangka buruk, tanpa menghilangkan
kewaspadaan dan usaha klarifikasi.
10. Menyadari bahwa sudah tabiat kehidupan itu ada
enak dan ada tidak enaknya, karena itu hindari
kecenderungan lupa diri (lalai) baik saat senang
maupun saat sedih.

11. Berolah raga secara rutin.
12. Istirahat dan tidur yang cukup (6-7 jam
sehari),
13. Makan makanan yang seimbang dan teratur,
yang tentu saja halal.
14. Jika mendapat masalah yang membebani
pikiran cobalah untuk berdiskusi dengan
teman/rekan yang dapat dipercaya.


15. Perkaya pergaulan, mendekati orang-orang
yang bermental kuat dan stabil (orang-
orang shalih), orang-orang ini akan
menularkan kebiasaan baik di saat stress.
16. Berusaha membuat hidup menjadi
produktif, tanpa membunuh diri sendiri
(jangan terlalu banyak kegiatan sehingga
over loaded).
17. Luangkan waktu untuk rileks.
18. Mencoba menerapkan teknik relaksasi.
Dalam kondisi tegang, cobalah untuk
merelaksasikan fikiran dan tubuh dengan
beberapa metode relaksasi sambil misalnya
duduk relaks atau berbaring sambil
menghirup nafas dalam-dalam dan
mengeluarkannya perlahan-lahan selama
kira-kira 10 menit.
19. Selalu berharap dan berdoa kepada Allah. Doa
adalah ekspresi ketawakkalan manusia kepada
Sang Maha Pencipta, juga berfungsi sebagai
penangkal frustasi. Keyakinan akan diberikan jalan
keluar oleh Allah, akan mempertahankan
keoptimisan, karena memiliki harapan.
20. Banyak berdzikir, sebelum, saat, dan sesudah
beraktivitas. Dengan berzikir maka hati menjadi
tenang.

MATERI
ISLAM DLM
SKENARIO
HAJI BAGI ORANG
YANG SAKIT
KELUARGA SAKINAH, MAWADDAH,
WA RAHMAH
Sakinah = tenang, tentram.kedamaian, kebahagiaan
Mawaddah = cinta, harapan.
Adanya dorongan batin yang kuat dalam diri sang
pencinta untuk senantiasa berharap dan berusaha
menghindarkan orang yang dicintainya dari segala
hal yang buruk, dibenci dan menyakitinya
Kelapangan dada dan kehendak jiwa dari kehendak
buruk
Rahmah = kasih sayang.
Kelembutan hati dan perasaan empati yang
mendorong seseorang melakukan kebaikan kepada
pihak lain yang patut dikasihi dan disayangi



DALIL AL-QURAN
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia
menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri,
supaya kamu cenderung dan merasa tenteram
kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan
sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-
benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (Q.s.
al-Rum (30): 21)
Hak dan Kewajiban Suami
Menjaga, melindungi dan memimpin
isterinya.
Memberi nafkah
Mempergauli isteri dengan baik
(muasyarah bil maruf) .
Membimbing isteri menjadi shalihah
(taushiyah bil khair)
Hak dan Kewajiban Isteri
Taat dan patuh kepada suami.
Bertanggung jawab di rumah
suaminya, untuk kebahagiaan seluruh
keluarga.
Senantiasa berusaha untuk memiliki
gaya dan daya penarik serta tambatan
hati bagi suaminya.
Mengatur rumah tangga, bersolek dan
berhias dalam ukuran yang wajar dan
pantas.
Membahagiakan suami.
dll.
BIRRUL WALIDAIN
(BERBAKTI KEPADA ORANG TUA)
1. Mentaati kedua orang tua
terhadap semua apa yang
diperintahkan, selama tidak
bermaksiat kepada Allah.
2. Kebalikannya = Uquq al-
Walidain, yaitu mendurhakai,
menjauhi, dan tidak berbuat baik
kepada orangtuanya.
Dalil Wajibnya Birrul Walidain
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah
selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan
sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-
duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali
janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan
janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka
perkataan yang mulia. (Q.s. al-Isra (17):23)
Kewajiban Anak terhadap
Orangtua Hidup
Mentaatinya selama tidak mendurhakai
Allah
Berbakti dan merendahkan diri
Berbicara dengan lembut kepada mereka.
Menyediakan makanan adan kebutuhan
hidup mereka
Meminta izin kepada mereka sebelum
melakukan pekerjaan penting.
Memberikan uang kepada mereka
sesuai dengan permintaannya
Memberikan uang kepada mereka
sesuai dengan permintaannya
Memenuhi sumpah mereka.
Tidak mencelanya atau
menyebabkan dicela orang lain
Mendahulukan berbakti kepada ibu
daripada ayah.
Kewajiban Terhadap Orangtua yang
telah Meninggal
Menshalati dan mendoakannya.
Beristighfar (memintakan ampunan) kepada
mereka.
Menunaikan janji mereka, menunaikan wasiat
kedua orang tua dan melanjutkan secara
berkesinambungan amalan-amalan kebaikan
yang dahulu pernah dilakukan keduanya.
Memuliakan teman-teman mereka.
Menyambung Tali Silaturahim Dengan Kerabat
Ibu dan Ayah
IBADAH MAHDHAH
Secara etimologis = menyembah atau mengadikan diri.
Orangnya disebut bid, berarti hamba atau budak.
Secara terminologis Ibadah mempunyai beberapa arti,
yaitu:
- Perbuatan atau penyataan bakti terhadap Allah
yang didasari oleh peraturan agama.
- Segala usaha lahir dan batin yang sesuai perintah
agama yang harus dituruti pemeluknya.
Upacara yang berhubungan dengan agama.
Ibadah Mahdhah
Aktivitas atau perbuatan pegabdian diri kepada Allah
yang sudah ditentukan syarat dan rukunnya.
Batasan ibadah Mahdlah:
Keberadaannya berdasarkan adanya dalil
perintah
Tata-caranya berpola kepada contoh Rasul saw
Bersifat supra-rasional (di atas jangkauan akal),
Azasnya taat
Pembagian Jenis Ibadah
Batasan:
Keberadaannya didasarkan atas tidak
adanya dalil yang melarang.
Tata-cara pelaksanaannya tidak perlu
berpola kepada contoh Rasul,
Bersifat rasional
Azasnya Manfaat,
Ibadah Ghairu Mahdhah
1. Tauhidul wijhah (menyatukan arah
pandang).
2. Tauhidul harakah (Kesatuan gerak).
3. Tauhidul lughah (Kesatuan ungkapan atau
bahasa).
Hikmah Ibadah Mahdhah