Anda di halaman 1dari 40

Materi Debat Implementatif

Wahyu Syahputra


Prabowo-Hatta dinilai visioner-normatif, sedangkan Jokowi-JK dinilai solutif-aplikatif.

JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjamin materi dan tema debat perdana
pasangan capres-cawapres sudah memadai. Komisioner KPU Sigit Pamungkas menyatakan,
lembaganya bekerja sama dengan tujuh orang ahli sebelum menyusun materi dan tema debat
yang sudah berlangsung pada Senin (9/6) malam.

"Tim ahli berdiskusi dengan moderator untuk mengeksplorasi tema dan konteks menjelang
debat," kata Sigit di Jakarta, Selasa (10/6). Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay
menambahkan, pihaknya menjamin pertanyaan debat tidak bocor sebelum acara dimulai.
Detail pertanyaan pun hanya diketahui moderator.

Dalam acara debat yang diikuti dua pasangan capres-cawapres, semua kandidat
menggaungkan ide-ide baru untuk pemerintahan mendatang. Para pengamat menilai,
pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla sama-sama
menjabarkan gagasan yang implementatif.

Direktur Eksekutif Charta Politica Yunarto Wijaya mengatakan, hal yang membedakan kedua
pasangan kandidat hanyalah cara penyampaian ide dan dimensi ruang lingkup gagasannya.
Menurut Yunarto, Prabowo-Hatta memilih memasukkan ide-idenya dalam ruang lingkup
makro dan jauh ke depan. Adapun Jokowi-JK mengintroduksi gagasannya melalui contoh-
contoh solutif dan bersifat mikro.

"Ini menggambarkan perbedaan karakter keduanya. Prabowo-Hatta sangat visioner-normatif,
sedangkan Jokowi-JK solutif-aplikatif. Padahal, semuanya implementatif, applicable," kata
Yunarto. Dia melanjutkan, perbedaan karakter inilah yang akhirnya membuat debat
mempunyai warna kontras yang tegas.

Bagi kalangan akademis, mungkin saja pemikiran Prabowo-Hatta dapat dipahami dengan
baik. Namun, Yunarto menduga, publik luas lebih mengerti esensi gagasan yang disampaikan
Jokowi- JK lantaran sulit memahami ide-ide visioner Prabowo-Hatta dalam tataran praktis.
"Masyarakat jauh lebih mudah memahami dan mencerna ide-ide Jokowi-JK karena sangat
sederhana dan aplikatif," ujar Yunarto.

Pengamat politik dari UI Abdul Mutaali menyatakan, sebenarnya Prabowo-Hatta berangkat
dari tataran konsep kualitatif yang dikuantifikasi dengan tawaran langkah-langkah politik
hukum secara nyata dan konkret. "Dalam konteks ini, sosok Prabowo tampak seperti Presiden
Soekarno yang menawarkan konsep-konsep besar," ujar Mutaali. Sebaliknya, Mutaali
melanjutkan, pasangan Jokowi-JK lebih menawarkan paket manajerial yang sangat teknis.
(c57, ed:eh ismail)








JANJI KANDIDAT


Kedua pasangan capres-cawapres sudah melontarkan janji-janji konkret mereka kepada
publik pada acara debat perdana para kandidat yang digelar KPU, Senin (9/6) malam. Berikut
janji-janji mereka apabila terpilih menjadi presiden dan wakil presiden periode 2014-2019.

1 PRABOWO - HATTA
- Memberantas korupsi dengan memperkuat anggaran, institusi, dan sumber daya manusia
KPK, Polri, kejaksaan, dan kehakiman.
- Memberikan kebebasan kepada warga untuk menyalurkan hak-hak politiknya tanpa
diskriminasi.
- Memastikan hukum akan memperlakukan setiap warga negara secara setara.
- Menaikkan standar kualitas hidup para pemimpin/pejabat dan aparatur negara agar tidak
korupsi. Gaji hakim agung, menteri, bupati, wali kota, polisi, jaksa, dan PNS akan dinaikkan.
- Menaati RPJM/RPJP Nasional.
- Menekan biaya politik pada ajang pemilukada, pemilu legislatif, dan pilpres. Parpol tidak
akan diarahkan untuk mencari dana dari proyek- proyek APBN/APBD.
- Memperkuat pendidikan HAM dan NKRI harga mati.
- Meningkatkan sistem pemerintahan berbasis teknologi informasi mutakhir.

2 JOKOWI - JK
- Memberlakukan sistem pemerintahan berbasis elektronik secara nasional (e-budgeting, e-
procurement, e-audit, e-catalog, pajak online, IMB online, dll).
- Memberlakukan rekrutmen dengan seleksi dan promosi terbuka jabatan strategis.
- Menegaskan pemberantasan korupsi dengan mendukung penuh semua institusi hukum,
terutama KPK ditambah jumlah penyidiknya.
- Menaati RPJM/RPJP Nasional.
- Memberlakukan pengawasan kinerja setiap organisasi/lembaga pemerintah dari pusat
sampai daerah.
- Memastikan adanya keteladanan di bidang hukum agar hukum tidak tajam ke bawah tumpul
ke atas.
- Menekan pemekaran daerah dan hanya memberikan izin pemekaran terhadap daerah yang
mampu memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya.
- Melanggengkan tradisi baru politik dengan tidak mengajukan ketua umum parpol menjadi
capres.

Sumber: Pusat Data Republika Pengolah: EH Ismail






Merebut Kembali Pulau Dewata

Oleh Fitriyan Zamzami



Pada pertengahan Mei 2013, suasana di markas PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta
Selatan, tegang. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dilaporkan sedang
dalam suasana hati yang tak gembira.

Tujuh kepala daerah tingkat dua yang diusung PDI Perjuangan di Bali dipanggil ke Jakarta.
Belum lama sebelumnya, yang tak terduga buat PDI Perjuangan terjadi di Bali. Calon
gubernur yang di usung PDI Perjuangan dalam pemilu kada Bali, Anak Agung Gde Ngurah
Puspayoga, tak berhasil memenangi pemilihan di Bali. Kekalahan tersebut seperti jadi
sengatan buat PDI Perjuangan. Bagaimana tidak, secara historis, Bali adalah salah satu basis
terkuat partai berlambang banteng tersebut.

Dukungan untuk PDI Perjuangan dalam berbagai gelaran pemilihan umum selalu jauh
melampaui kekuatan politik lain. Salah satu pendorong kecenderungan tersebut adalah
keterkaitan pendiri bangsa Sukarno secara primordial dengan masyarakat Bali.

Para pengurus mengakui partai mereka terlalu percaya diri di wilayah tersebut. Aneka
perbaikan kemudian digeber menjelang Pileg 2014. Hasilnya, PDI Perjuangan kembali
berjaya. Partai itu memperoleh 43,94 persen suara di Pulau Dewata. Jumlah tersebut bahkan
mengalahkan perolehan gabungan seluruh parpol yang berkoalisi mendukung pasangan
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Dengan hasil tersebut, perebutan suara untuk Pilpres 2014 di Bali relatif lebih mudah diukur.
Hasil Pilpres 2009 di mana pasangan yang diusung PDI Perjuangan memperoleh 51,92
persen adalah target yang tak terlampau muluk untuk dilampaui.

Hanya sedikit saja yang diperkirakan bisa memperlambat laju perolehan suara pasangan Joko
Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) di Bali. Salah satunya bahwa Jokowi bukan pentolan PDI
Perjuangan seperti Megawati Soekarnoputri atau putrinya, Puan Maharani.


HASIL PILPRES 2009 DI BALI
Megawati-Prabowo: 51,92 persen
SBY-Boediono: 43,03 persen
JK-Wiranto: 5,05 persen

HASIL PEMILUKADA BALI 2013
Pemenang : Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta (50,02 persen)
Pendukung : Demokrat
Runner-up : Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (49,98 persen)
Pendukung: PDIP

SUARA KOALISI PADA PILEG 2014 DI BALI:
Jokowi-JK
PDIP : 43,94 persen
PKB : 1,98 persen
Nasdem : 3,07 persen
Hanura : 3,89 persen
PKPI : 0,17 persen
Total : 53,03 persen

Prabowo-Hatta
Gerindra : 11,05 persen
PAN : 1,17 persen
PKS : 1,87 persen
Golkar : 16,59 persen
PPP : 0,76 persen
PBB : 0,19 persen
Total : 31,63 persen

Demokrat (Netral)
15,67 persen

Daftar Pemilih tetap di Bali
2.918.824
Suara Sah
1.986.534

Sumber: Badan Pusat Statistik/Komisi Pemilihan Umum
















Lima Komisioner KPU Lampung Barat Dipenjara



LAMPUNG -- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang memvonis enam bulan
penjara bagi lima komisioner KPU Kabupaten Lampung Barat dalam perkara pidana pemilu,
Selasa (10/6). Kelima terdakwa itu terbukti melanggar tindak pidana pada saat pemilihan
calon anggota legislatif 9 April lalu.

Lima komisioner KPU Lampung Barat yang mendapat vonis bui enam bulan penjara dan 10
bulan masa percobaan tersebut, yakni Lukman Zaini sebagai ketua KPU Lampung Barat dan
empat anggota KPU, yaitu Heri Ruslan, Paijo Rahman, Ahmad Malik, dan Rusmawati.
Mereka juga harus membayar denda sebanyak Rp 500 ribu subsider satu bulan penjara.

Ketua Majelis Hakim PN Tanjungkarang, Nursiah Sianipar, dalam sidang putusan
menyatakan kelima terdakwa bersalah dalan tindak pidana pemilu legislatif lalu. "Mereka
terbukti bertanggung jawab atas penggelembungan perolehan suara yang merugikan salah
satu caleg tertentu," kata Nursiah Sianipar di PN Tanjungkarang, Selasa (10/6).

Menurutnya, kelima terdakwa terbukti dengan sengaja melakukan tindak pidana pemilu
dengan melakukan penggelembungan suara pada rapat pleno rekapitulasi suara di tingkat
KPU Kabupaten. Penggelembungan suara ini terjadi pada salah seorang calon anggota
legislatif (caleg) DPR RI. Kendati terbukti bersalah menggelembungkan suara, hakim menilai
para terdakwa tak terbukti menerima suap dari caleg.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Salim
Malawat (52 tahun), juga divonis satu tahun penjara dan denda Rp 10 juta subsider tiga bulan
kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon.

"Terdakwa terbukti bersalah melanggar ketentuan Pasal 309 Undang-Undang RI Nomor 8
Tahun 2012 tentang Pemilihan Anggota DPR, DPD, dan DPRD, juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-
1 KUH Pidana," ujar ketua majelis hakim PN Ambon Mustari, SH di Ambon, Senin (9/6).

Majelis hakim juga menjatuhkan vonis satu tahun penjara, denda Rp 10 juta subsider tiga
bulan kurungan kepada terdakwa Jusuf Uweng dan Johanis Herman Serang yang berkas
perkaranya terpisah dari Salim Malawat. Majelis hakim mengatakan, Salim terbukti mengatur
pengalihan suara dari Jusuf Uweng untuk Joanis Herman.

Empat anggota PPK lainnya dalam kasus yang sama divonis enam bulan penjara dan denda
Rp 5 juta subsider satu bulan kurungan. (mursalin yasland/antara, ed: fitriyan zamzami)




ICW: Parpol Abaikan Keterbukaan Pendanaan


JAKARTA -- Peneliti Indonesia Corruption Watch Almas Sjafrina mengatakan bahwa
mayoritas partai politik belum memahami urgensi keterbukaan pendanaan partai politik
(parpol). Kebanyakan parpol dinilai belum memiliki mekanisme penyusunan laporan dan
pertanggungjawaban pendanaan.

"Berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan UU
Nomor 2 Tahun 2008 jo UU Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik mayoritas partai
politik belum memahami urgensi keterbukaan pendanaan," kata Almas dalam konferensi pers
Uji Akses Laporan Pendanaan Partai Politik di Kantor ICW, Jakarta, Selasa (10/6).

Menurutnya, urgensi keterbukaan pendanaan partai sebagai tanggung jawab badan publik.
Keterbukaan juga bisa menjadi alat kontrol publik terhadap partai dan mencegah terjadinya
korupsi pendanaan partai. "Dengan keterbukaan pendanaan partai dapat membaca relasi
partai dengan penyumbang serta melihat apakah partai telah menjalankan fungsinya,"
ujarnya.

Ia mengatakan ICW telah melakukan uji akses laporan pendanaan parpol terhadap sembilan
parpol di lima provinsi, yaitu Aceh, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Nusa
Tenggara Barat. "Laporan yang diminta berupa struktur pengurus partai politik, laporan
pendanaan tahun 2010 hingga 2012, serta laporan program kegiatan partai politik tahun 2010-
2012. Waktu uji, yaitu Agustus 2013 sampai Juni 2014," katanya memaparkan.

Setelah melakukan uji akses, Almas melanjutkan, pihaknya menemukan bahwa parpol di
daerah tidak memiliki Pejabat Pengelola Informasi dan Data (PPID) dan tidak mempunyai
mekanisme penyusunan laporan dan pertanggungjawaban pendanaan. "Tata kelola pendanaan
partai masih buruk, respons partai buruk terhadap surat permohonan informasi laporan
pendanaan, dan mayoritas partai tidak patuh terhadap putusan Komisi Informasi," ujarnya.
(antara, ed:fitriyan zamzami)














Cawapres Bicara Pendidikan



Salah satu amanat Undang-Undang Dasar 1945 adalah negara mesti berperan mencerdaskan
bangsa. Kendati demikian, setelah sekian lama merdeka, pendidikan di Indonesia dianggap
tak kunjung menjamin pembangunan karakter yang bekualitas. Bagaimana pandangan kubu
kedua pasangan calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) terkait isu tersebut.
Berikut paparannya.


REFORMASI PENDIDIKAN
Oleh Muhammad Iqbal

Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menjanjikan akan memprioritaskan sektor
pendidikan untuk membangun masyarakat beretika, berbudaya, dan berakhlak. Menurut
cawapres Hatta Rajasa, hal itu sesuai dengan esensi visi-misi yang berlandaskan Pancasila
dan UUD 45.
"Itu menjadi landasan yang sangat kuat dalam melakukan arah kebijakan untuk bangsa
Indonesia ke depan," ujar Hatta di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Kamis (29/5).

Pasangan Prabowo-Hatta juga bertekad mengembangkan pendidikan yang berkeadilan dan
inklusif. "Tidak boleh di Tanah Air kita yang karena tidak mampu mereka tidak bisa
mengenyam pendidikan," ujar Hatta. Seluruh biaya pendidikan usia belajar sampai dengan 12
tahun akan dibiayai oleh negara.

Prabowo-Hatta juga menjanjikan akan menghapus pajak buku pelajaran, menghentikan
penggantian buku pelajaran setiap tahun, dan mengembangkan pendidikan jarak jauh untuk
daerah terpencil.

Selain penguatan karakter, pendidikan juga diarahkan pada toleransi terhadap perbedaan.
Kemudian, melakukan realokasi dan peningkatan efisiensi terhadap pos-pos belanja
pendidikan.

Direktur Kebijakan dan Program Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Dradjad Wibowo,
mengatakan, perbaikan fasilitas pendidikan di berbagai tingkatan akan diupayakan Prabowo-
Hatta. "Apalagi kalau kita lihat, sekolah kita acak-acakan, fasilitasnya menyedihkan,"
kata Dradjad.

Bantuan berupa pengalokasian Dana Perbaikan Kualitas Fasilitas Pendidikan rata-rata Rp 150
juta per sekolah akan dikucurkan di seluruh SD sampai SMA. Bantuan juga akan disalurkan
kepada pesantren/sekolah agama sederajat. Peningkatan kualitas fasilitas pendidikan di
universitas, baik negeri maupun swasta, akan dilakukan melalui alokasi dana APBN Rp 20
triliun selama 2015-2019. (ed:fitriyan zamzami)


PENDIDIKAN KHUSUS DAN GRATIS
Oleh Andi Mohammad Ikhbal

Pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) menekankan kebijakan pada pendidikan
gratis. Cawapres Jusuf Kalla menjanjikan akan menggencarkan program pendidikan gratis
bagi masyarakat kurang mampu bila mendapat mandat sebagai presiden. Kesejahteraan guru
juga lebih diperhatikan dengan mengalokasikan dana bantuan operasional sekolah (BOS).

JK membantah keras isu yang menyebutkan pasangan Jokowi- JK akan menghapus sertifikasi
guru ke depannya. Menurut dia, hal tersebut bertentangan dengan visi misi mereka yang
justru ingin memajukan mutu pendidikan di Indonesia. "Sertifikasi guru akan kami
lanjutkan," kata JK saat menghadiri kampanye di Bekasi, Selasa (10/6). Dia menambahkan,
akan meningkatkan dana BOS untuk meningkatkan penghasilan guru.

Ia mengatakan, keberadaan sekolah yang dikhususkan bagi anak-anak disabilitas juga
menjadi hal penting. "SLB itu penting agar tidak ada diskriminasi. Anak-anak kita harus
maju. Semua harus sekolah. Kami akan beri pendidikan gratis untuk mereka," ujar JK.

Sementara Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, menambahkan, ke
depan infrastruktur dan sarana sekolah juga harus diperbaiki. Sedangkan dalam
metodologinya, para tenaga pengajar tersebut akan memperoleh insentif peningkatan
keunggulan mendidik.

Menurut dia, pendidikan adalah modal dasar untuk membangun karakter manusia Indonesia.
Bila Jokowi-JK ingin mengadakan revolusi mental, maka kuncinya terletak pada kemajuan
sumber daya manusianya. Selain keterangan tim pemenangan, pasangan Jokowi-JK juga
menjanjikan penataan kurikulum, penghapusan ujian nasional (UN), penyeimbangan
kurikulum muatan lokal dan nasional, jaminan buat guru di daerah terpencil, dan pendidikan
berbasis iptek. (ed: fitriyan zamzami)














Jokowi-Prabowo Hampir Imbang




Elektabilitas Prabowo-Hatta merangkak naik, sedangkan Jokowi-JK menurun.

JAKARTA -- Persaingan kedua kandidat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 kian ketat.
Hasil survei terbaru Pusat Data Bersatu (PDB) menunjukkan elektabilitas kedua calon
presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) masih imbang di Ibu Kota Jakarta dan
Surabaya.

Di Jakarta, elektabilitas Jokowi-JK sebesar 27,7 persen beda tipis dengan pasangan Prabowo-
Hatta yang mendapat 26,6 persen. Survei PDB ini dilaksanakan dari 26 Mei-1 Juni 2014
dengan wawancara tatap muka pada 2.688 responden.

Responden yang diambil menggunakan metode accidental sampling dan margin of error
sebesar lima persen. "Dengan margin of error 5,0 persen bisa dikatakan elektabilitas kedua
pasangan berimbang," kata Peneliti Senior PDB Agus Herta, Selasa (10/6).

Menurut Agus, pemilih di DKI Jakarta masih banyak yang belum menentukan pilihannya.
"Pemilih di kota, seperti Jakarta, sangat unik dan kritis, kemungkinan pemilih masih belum
merasakan kebijakan Jokowi dan Prabowo. Belum mengena," katanya.

Sama seperti di DKI Jakarta, persaingan di Surabaya sangat ketat. Di kota terbesar kedua ini
belum ada pasangan yang unggul. Bahkan, pemilih mengambang di Surabaya cukup tinggi
dengan presentase sebesar 21,0 persen. Di Surabaya, pasangan Prabowo-Hatta unggul tipis
dengan 27,4 persen dibanding pasangan Jokowi-JK yang mendapat 26,5 persen.

Survei PDB digelar di tujuh kota, yakni Medan, Jakarta, Balikpapan, Bandung, Semarang,
Makassar, dan Surabaya. "Setiap kota yang disurvei mewakili populasi provinsi, seperti
Bandung yang populasinya mewakili Jawa Barat," ujar Peneliti Senior PDB Daniel Rembeth.

Dari tujuh kota tersebut, pasangan Jokowi-JK unggul telak di tiga kota, yaitu Balikpapan,
Semarang, dan Makassar. "Semarang kita tahu adalah basis PDIP, sedangkan Makassar
merupakan basis pendukung Jusuf Kalla," ujarnya.

Sedangkan, pasangan Prabowo-Hatta unggul di Bandung dan Medan. Di Medan, kata Daniel,
pasangan Prabowo- Hatta menang telak atas Jokowi-JK. Sama halnya dengan di Medan,
lanjut dia, elektabilitas Prabowo-Hatta di Bandung unggul dua kali lipat dibanding Jokowi-
JK.

Menurut Daniel, dari keseluruhan hasil survei, ada kecenderungan elektabilitas Prabowo-
Hatta merangkak naik, sedangkan Jokowi-JK menurun. Bahkan, kata dia, selisih elektabilitas
antarkeduanya hingga akhir Mei 2014 semakin menyempit.

Untuk saat ini, lanjutnya, selisih elektabilitas antara kedua kandidat hanya sekitar 5,7 persen.
Dengan rincian, Jokowi-JK 32,2 persen dan Prabowo-Hatta 26,5 persen. "Dalam pengalaman
riset kami, tren akan sulit berubah dalam waktu yang sempit. Biasanya, yang turun akan tetap
turun dan yang naik akan terus naik," katanya. (c81, ed: muhammad fakhruddin)


PETA PERSAINGAN KANDIDAT DI TUJUH KOTA

Prabowo-Hatta: Jokowi-JK:
Medan 54,9% Medan 26,6%
Jakarta 26,6% Jakarta 27,7%
Bandung 30,9% Bandung 16%
Semarang 14,9% Semarang 32,4%
Surabaya 27,4% Surabaya 26,6%
Balikpapan 18,8% Balikpapan 32,9%
Makassar 17,8% Makassar 53,8%


Sumber: Pusat Data Bersatu
























Tahu Pro-vo-ka-tor?

Oleh Irfan Fitrat


Raja dangdut Rhoma Irama memimpin kampanye terbuka pasangan capres-cawapres dari
koalisi Merah Putih Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Selasa (10/6). Rhoma bersama Soneta
Group memberikan sambutan untuk masyarakat yang datang di Parkiran Sirkuit Sentul,
Bogor.

Ratusan orang sudah memenuhi lokasi kampanye Prabowo-Hatta. Rhoma yang sudah
dinantikan menyapa masyarakat yang datang. Ia mengatakan, telah mendapat mandat untuk
menjadi capres 2014. "Hari ini, mandat tersebut saya serahkan sepenuhnya pada Prabowo
Subianto. Allahu Akbar," kata dia.

Setelah memberikan sambutan, Rhoma yang mengenakan setelan baju berwarna putih
menghimbur masyarakat dengan suguhan musik dangdut. Masyarakat yang datang tampak
bergoyang mendengar sajian musik `Satria Bergitar'. Rhoma memberikan sambutan ini
sambil menunggu kedatangan Prabowo ke lokasi kampanye.

Di Parkir Lapangan Sentul ini masyarakat sudah berkerumun menanti Prabowo. Berbagai
atribut bergambar Prabowo-Hatta tampak terlihat. Selain itu, bendera partai pengusung
pasangan capres nomor urut 1 pun turut menyemarakkan kampanye. "Mari tingkatkan
soliditas persatuan nasional," ujar Rhoma.

Rhoma bersama Soneta Group menghibur dengan lagu `Persatuan' dan `135 juta'. Sebelum
memasuki lagu berikutnya, Rhoma sempat berbincang dengan para pendukung Prabowo-
Hatta yang datang.

"Tahu Pro-vo-ka-tor?" ujar Rhoma dengan nada ucapan khasnya. Rhoma melanjutkan
komunikasinya. "Siapa? Tukang kipas. Tahu tukang kipas? Bukan tukang sate. Tapi tukang
fitnah, tukang hasut, tukang adu domba," kata dia. Rhoma pun kembali memberikan hiburan
dengan salah satu lagunya yang terkenal, "Adu Domba".

Sebelum mendendangkan lagu, Rhoma kembali berpesan pada para pendukung Prabowo-
Hatta yang datang. "Menangkan Prabowo- Hatta, jaga persatuan dan kesatuan nasional,
waspadai praktik-praktik adu domba," kata pedangdut yang sempat menjadi capres dari Partai
Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Di depan ratusan masyarakat itu, Rhoma mengungkapkan untuk memberikan mandat capres
itu kepada Prabowo. Ia pun mengampanyekan kepada masyarakat agar mencoblos nomor
satu pada pilpres, 9 Juli mendatang.

Ketua Tim Koalisi Merah Putih Kabupaten Bogor, Jaro Ade, mengatakan, kampanye di
Kabupaten Bogor menjadi prioritas bagi Prabowo. Karena, calon presiden nomor urut satu itu
adalah warga Bogor. "Pak Prabowo itu kan warga Bojong Koneng, Babakan Madang. Tentu
ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Bogor, bahwa ada warganya yang
menjadi calon presiden," ujar Ade.

Ade menyebutkan, rangkaian kampanye Prabowo di Kabupaten Bogor, setelah
menyampaikan orasi politiknya di sirkuit Sentul, Prabowo akan menyapa kalangan buruh
yang ada di sejumlah pabrik di kawasan industri Sentul. Usai menyapa buruh, calon presiden
nomor urut 1 tersebut akan menyambangi Sekretariat Gabungan Tim Pemenangan Prabowo-
Hatta di kantor DPD Golkar Jalan Tegar Beriman, Cibinong.

Selanjutnya, kata Ade, di Cibinong nanti, Prabowo akan melaksanakan shalat Ashar
berjamaah di Masjid Al Ijtihad yang persis berada di samping Sekretariat gabungan Koalisi
Merah Putih. Di masjid tersebut, secara simbolis, Prabowo akan melakukan pengecatan
rumah Allah yang sedang direnovasi. (antara, ed: muhammad fakhruddin)
































Pengamat Menjerumuskan


MOHAMAD FATHOLLAH, Peneliti dan pegiat Majelis Dzikir Gusdurian (MDG's)
Yogyakarta



Dalam pertarungan politik, pengamat kiranya dapat menjadi penengah atau pencerah bagi
ketidaktahuan khalayak akan realitas politik. Kini posisi pengamat (seolah-olah) sangat
dibutuhkan. Tidak jarang seorang pengamat politik dalam sehari dapat nampang di televisi
berbeda. Namun, bagaimana jadinya bila pengamat politik (secara de jure) membuat realitas
perpolitikan di Indonesia semakin runyam dan sinis.

Mungkin tak salah bila Edward Penggabean, sekjen Ikapol IISIP, ikut resah terhadap
merebaknya para pengamat politik yang semakin "menjerumuskan" paradigma negatif
terhadap masyarakat. Dalam koran ini (Republika, 06/05/14) Edward melihat saat ini
pendukung (tim sukses) sudah saling melakukan kampanye negatif terhadap sosok kedua
pasangan yang bertarung pada 9 Juli 2014 mendatang. Bahkan, katanya, paling pelik banyak
pengamat politik pun terkesan berpihak kepada salah satu pasangan kandidat.

Memang bila kita tonton televisi (dua televisi swasta yang memiliki core value berita) seolah
terlihat jawaban pengamat diarahkan untuk mendukung salah satu pasangan capres dan
cawapres. Begitu pula sebaliknya, mereka seolah hendak memberikan pemahaman kepada
khalayak bahwa pasangan tertentu lebih unggul daripada yang lain.

Diakui ataupun tidak, pemilihan presiden (pilpres) pada tahun ini dapat dikatakan sengit.
Tidak adanya pasangan lain yang ikut berkompetisi membuat masing-masing dari dua
kelompok tersebut dengan mudah `menyerang', baik mengkritisi program kerja yang tertuang
dalam visi misi kedua pasangan ataupun dengan melakukan kampanye hitam (black
campaign), kampanye negatif (negative campaign), dan lainnya. Di lain pihak para pengamat
yang notabene hanya sebagai pengukur atau orang di luar pagar dengan mudah pula
mengkritisi sesuai cara pandang atau paradigma yang dimiliki.

Bisa jadi, menurut pengamat, satu atau kedua calon pasangan capres-cawapres yang berlaga
tidak baik atau tidak memiliki kapabilitas dalam memimpin negeri ini. Namun demikian,
pengamat bukanlah Tuhan yang dapat bersabda dan menggiring masyarakat untuk concern
atau berpandangan negatif-positif terhadap sosok yang diwacanakan. Toh pengamat bukanlah
sabda pandita ratu yang ucapannya diikuti dan ditiru. Pengamat bisa saja mengarahkan,
namun masyarakat kini dapat memiliki preferensi sendiri terhadap pilihan pasangan calon
capres-cawapres yang berlaga.

Mekanis atau organis
Posisi pengamat politik lebih satu dasawarsa belakangan ini semakin meningkat. Terbukanya
gerbang demokrasi pasca-1998 membuat semua orang memiliki hak yang sama untuk
bersuara dan menyuarakan pendapatnya. Manusia pascareformasi tidak lagi merasa terkekang
oleh intimidasi atau merasa dimata-matai. Adanya keran demokrasi semakin memperlebar
wadah semua orang saling mengkritik dan (pura-pura) tahan kritik.

Dibanding negara-negara tetangga, Malaysia dan Brunei Darussalam, misalnya, posisi
pengamat lebih bebas mengkritisi posisi, kebijakan pemerintahan, dan bahkan sosok (pribadi)
seseorang. Tak terkecuali sosok calon pemimpin dan pengikutnya (tim sukses) yang
berkampanye beberapa hari ini.

Bila meminjam istilah Durkheim, masyarakat politik kita dapat pula terkelompok dalam
kategori masyarakat yang memiliki solidaritas mekanis dan solidaritas organis. Emile
Durkhiem (1858-1917) mengatakan bahwa perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat
karena adanya solidaritas yang melingkupi. Berdasarkan kategorisasi kerja Durkheimian,
solidaritas mekanis lebih didasarkan adanya persamaan pekerjaan. Homogenitas masyarakat
dalam kerja membuat masyarakat menjadi kolektif. Tidak adanya pertarungan dalam merebut
jatah membuat masyarakat cenderung equilibrium atau seimbang. Solidaritas ini lebih banyak
terjadi pada masyarakat konservatif-tradisionalis.

Sedangkan solidaritas organis lebih mengarah pada penghapusan kolektivitas (masyarakat).
Kategori membuat masyarakat lebih bervarian dan saling bergantung satu sama lainnya.
Adanya ketergantungan ini secara tidak langsung dapat membuat masyarakat bersaing
merebut (ke)kuasa(an). Solidaritas organis cenderung dimiliki oleh masyarakat modern
dewasa ini. Beragam pekerjaan dan kebutuhan yang bervarian membuat seseorang memiliki
ketergantungan pada yang lain. Pertanyaannya, kalau ada politisi haruskah ada pengamat
politik? Jawabnya tidak harus. Bukan berarti pula pengamat politik menjadi sia-sia belaka.
Tidak hanya pada masyarakat pekerja.

Kedua ketegori solidaritas ala Durkheim ini bila ditarik pada politik elektoral memiliki
hubungan konstan bahwa para politisi dan pengamat politik dapat mengubah keadaan
masyarakat lebih baik atau buruk. Masyarakat politik yang memiliki solidaritas organis
cenderung lebih mengedepankan adanya kesepahaman dan kesepakatan antardua kelompok
atau lebih. Sebaliknya, masyarakat politik yang memiliki solidaritas organis cenderung
terdapat persaingan dan ketergantungan.

Tentunya kita sepaham bahwa realitas politik di Indonesia seharusnya diarahkan pada
pendidikan politik yang memanusiakan. Tidak adanya saling intrik dan saling menjatuhkan
merupakan elan vital pembangunan manusia politik (zoon politicon). Imbauan Edward
kiranya mencerahkan bahwa seyogianya para pengamat atau orang yang berkepentingan
dalam percaturan politik di Indonesia (khususnya di masa pilpres ini) jangan terkesan
memojokkan pasangan tertentu dengan membuat opini atau isu-isu negatif. Mengajarkan
rakyat untuk berpikir positif dapat dimulai dari orang-orang politik (politisi dan pengamat
politik) yang terekspose media.

Preferensi politik

Seperti dikemukakan di atas bahwa preferensi masyarakat terhadap pasangan calon presiden
dan wakil presiden yang berlaga pada tahun kuda kayu ini memiliki keyakinan sendiri.
Namun, tidak menutup kemungkinan adanya negative campaign, baik yang dilancarkan oleh
elite politik atau melalui analisis pengamat politik secara terus-menerus dapat memengaruhi
kesadaran politik masyarakat.

Kesadaran politik masyarakat yang memiliki solidaritas organis, bila dikategorikan secara
geografis, cenderung berada di perkotaan dan elitis. Sementara masyarakat dengan solidaritas
mekanis cenderung tersebar di desa-desa yang preferensi politiknya masih mengambang.
Masyarakat di perkotaan cenderung memiliki kesadaran politik yang baik daripada
masyarakat perdesaan. Akan tetapi, bisa terjadi sebaliknya bila ancaman dan kicauan politik
hingga pemilihan 9 Juli esok tetap bernada naif dan negatif.

Bolehlah dua `geng' pasangan capres-cawapres berbeda pandangan. Pun juga bolehlah para
pengamat tetap mengkritisi peristiwa Pilpres 2014. Akan tetapi, lebih elok lagi bila `geng'
pilpres dan para pengamat politik berafiliasi pada kesadaran solidaritas positif daripada
solidaritas negatif. Tak dapat dibayangkan apa jadinya peta politik kita di masa mendatang
bila para politisi masih tetap saling serang dan para pengamat politik tunduk pada arahan
kamera dan uang.





















TAJUK

Peringkat Korupsi


Selama 10 tahun terakhir, Indonesia tampaknya belum lepas dari peringkat negatif sebagai
negara yang tidak bebas dari korupsi. Pada 2013 lalu, organisasi dunia, transparency.org
merilis ada 10 negara terkorup di dunia. Dan dari 10 daftar negara itu, Indonesia berada di
peringkat ke-5, di bawah Azerbaijan, Bangladesh, Bolivia, dan Kamerun. Sedangkan di
wilayah Asia Pasifik, Indonesia menjadi negara paling korup dengan menempati posisi
pertama.

Posisi Indonesia yang dinilai sebagai negara terkorup di dunia ini, tentu bukan prestasi yang
membanggakan. Data itu justru menunjukkan bahwa Indonesia berada dalam kondisi yang
memprihatinkan. Sebagai negara yang mayoritas penduduknya penganut Muslim, data itu
justru memalukan.

Data terbaru yang dirilis Transparency International (TI) pada 2014, posisi Indonesia sebagai
negara terkorup masih belum membaik. Kondisinya bisa dibilang datar-datar saja. Indeks
Persepsi Korupsi (IPK) berdasar 13 indeks data korupsi, menempatkan Indonesia pada posisi
ke-64 negara terkorup di dunia.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa korupsi menjadi ancaman serius negeri ini. Bertahun-
tahun menempati posisi terpuruk, tentu menjadi tantangan berat bagi pemerintahan baru
untuk keluar dari julukan terkorup itu.

Kondisi ini jauh berbeda dengan peringkat dua negara tetangga. Singapura menduduki
peringkat ke-173. Singapura berada di posisi lima negara paling bersih versi TI. Sedangkan
Malaysia menduduki peringkat 125 negara korup. Malaysia berada di posisi 52 di jejeran
negara paling bersih. Meski begitu, peringkat itu lebih baik dibanding kan 2012 saat
Indonesia menduduki peringkat 60 besar negara paling korup.

Selama ini, tindak pidana korupsi seolah mendarah daging di lembaga-lembaga pemerintahan
(eksekutif), parlemen (legislatif), dan penegak hukum (yudikatif). Tapi, belakangan ini,
perbuatan itu sudah menjalar hingga ke tingkat swasta.

Dari tiga lembaga itu (yudikatif, eksekutif, dan legislatif), berdasarkan data Corruption
Bureaucracy Index (CBI) sepanjang 2009 hingga 2012 untuk wilayah Asia Tenggara,
lembaga yang paling korup di Indonesia adalah parlemen (legislatif). Disebutkan, di
Thailand, korupsi banyak dilakukan oleh pengurus partai politik serta polisi. Di Kamboja,
pelaku korupsi tertinggi adalah lembaga pengadilan. Di Malaysia dan Filipina, pelaku korupsi
didominasi oleh polisi.

Bahkan ditegaskan, korupsi yang dilakukan anggota parlemen di Indonesia ini terbilang
sangat massif. Dalam 10 tahun terakhir, tercatat sebanyak 65 anggota parlemen tersangkut
kasus korupsi. Dan semuanya dituntut dengan hukuman rata-rata di atas 10 tahun penjara.
Fakta telah membuktikan, banyak anggota parlemen (DPR, DPRD provinsi, hingga
kabupaten/kota) yang terlibat dalam praktik-praktik korupsi. Dan mereka (sebagian) telah
divonis bersalah, sedangkan sebagian lagi sedang menghadapi tuntutan yang cukup berat
pula.

Harus diakui, salah satu yang menjadi pemicu bagi anggota parlemen untuk melakukan
praktik korupsi dikarenakan besarnya biaya pemilu. Hampir semua partai politik
`mewajibkan' para calon anggota parlemen untuk mengeluarkan biaya sebagai bagian dari
kampanyenya untuk menjadi anggota parlemen.

Bahkan, ada yang harus mengeluarkan dana hingga miliaran rupiah untuk lolos ke parlemen.
Akibatnya, saat mereka menjadi anggota parlemen maka berbagai upaya dilakukan untuk
mengambil kembali dana yang telah dikeluarkan. Caranya, di antaranya dengan gratifikasi,
mark-up anggaran, dan praktik-praktik korupsi lainnya.

Dengan data-data di atas, maka tantangan yang harus dilakukan pemerintahan mendatang
adalah memberantas korupsi, menegakkan hukum seadil-adilnya tanpa pandang bulu, dan
menghukum pelaku korupsi seberat-beratnya.




































Orang Superkaya Asia Makin Banyak
Oleh Elba Damhuri, Esthi Maharani



Boston Consulting Group (BCG) mengumumkan kekayaan individu-individu di Asia Pasifik
naik tajam sepanjang 2013. Kekayaan orang-orang Asia ini mengalami kenaikan secara
massal di Cina dan India. Secara rata-rata, BCG mengatakan, loncatan kekayaan warga Asia
Pasifik ini mencapai 31 persen menjadi 37 triliun dolar AS.

Tentu, kekayaan individu yang dimaksud BCG ini terkait dengan aset-aset, deposito, dan
tabungan yang mereka miliki di pasar finansial global. "Asia yang selama ini menjadi mesin
pertumbuhan ekonomi global ikut mendorong kenaikan kekayaan ini," demikian pernyataan
BCG, seperti dikutip BBC.

BCG mengategorikan individu-individu ini berasal dari kalangan rumah tangga.
Penghitungan kekayaan mereka meliputi bisnis ritel dan jasa, real estat, maupun jual beli
barang-barang mewah. Menurut BCG, Cina terus tampil sebagai pendorong terbesar kenaikan
kekayaan ini dengan lonjakan lebih dari 49 persen pada 2013.

Total kekayaan pribadi yang dikuasai kaum pekerja dan pengusaha secara global naik 14
persen menjadi 152 triliun dolar AS pada tahun lalu. "Di hampir semua negara, pertumbuhan
kekayaan pribadi didorong oleh kembali menguatnya pasar ekuitas yang telah dimulai pada
paruh kedua 2012," demikian pernyataan laporan itu.

Stabilitas ekonomi yang mulai terlihat di Eropa ikut memberikan andil terhadap
membengkaknya jumlah kaum miliarder. Juga, tanda-tanda pemulihan ekonomi di AS dan
beberapa negara Eropa berkontribusi positif atas mekarnya pasar saham.

Kawasan dengan individu kaya terbanyak sampai saat ini masih dipegang oleh Amerika
Utara. Total harta masyarakat kaya di wilayah itu mencapai 50,3 triliun dolar AS. Pada 2013,
kekayaan individu di sana meningkat hingga 15,6 persen.

Eropa Barat berada pada urutan kedua dengan total kekayaan mencapai 37,9 triliun dolar AS.
Benua ini meliputi Inggris, Jerman, dan Prancis. Posisi ketiga diduduki Asia, disusul Timur
Tengah dengan total kekayaan 5,2 triliun dolar AS, Amerika Latin 3,9 triliun dolar AS, dan
Eropa Timur 2,7 triliun dolar AS. Eropa Timur sudah memasukkan Rusia, Polandia, dan
Ceska.

BCG memprediksi, pada 2014 kawasan Asia Pasifik akan melewati Eropa Barat sebagai
pemegang kekayaan individu terbesar kedua. "Pada 2018, warga Asia akan menjadi
pemegang kekayaan individu terbesar di dunia, mengungguli Amerika Utara,"
kata BCG.
Naiknya jumlah miliarder pada akhirnya meningkatkan ketimpangan sosial di sejumlah
negara, termasuk Indonesia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjelaskan,
tantangan utama untuk mengatasi ketimpangan adalah memastikan bahwa semua kelompok
miskin dan menengah mempunyai kesempatan untuk bergerak secara sosial dan ekonomi,
seperti halnya kelompok atas.

"Cara terbaik untuk meraihnya adalah melalui pendidikan. Ini senjata terbaik memberantas
kemiskinan," katanya. Ia menjelaskan persentase kelompok miskin yang mencicipi
pendidikan di perguruan tinggi di Indonesia sangat kecil dibanding kelompok menengah dan
kaya. Maka, pemerintah mendorong agar sistem pembayaran pendidikan di perguruan tinggi
disesuaikan dengan tingkat ekonomi masing-masing siswa.

Selain pendidikan, menurut SBY, cara lainnya dalam mengatasi ketimpangan sosial adalah
dengan memberikan kredit mikro untuk orang miskin. Sejak 2007, Indonesia telah
menyalurkan kredit mikro tanpa jaminan sebesar Rp 150 triliun kepada sekitar 11 juta
pengusaha mikro dengan tingkat kredit bermasalah (NPL) hanya empat persen.

Indonesia juga memilih jalan menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan meningkatkan jumlah
pengusaha, khususnya pengusaha mikro, kecil, dan menengah. Jika Indonesia dapat
menambah tiga juta pengusaha pada dekade mendatang, dan masing-masing membutuhkan
25 pekerja, maka akan ada sekitar 75 juta pekerjaan baru tercipta. Hal itu, menurutnya, akan
berdampak besar bagi masyarakat dan ekonomi Indonesia. (ed:fitria andayani)

























Ahok Dituntut Minta Maaf

Esthi Maharani



Menpora menyebut somasi bisa dicabut jika proses penggantian Stadion Lebak Bulus
berjalan lancar.

JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo serius dengan langkah
somasi terhadap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Somasi yang dilayangkan Kemenpora
kepada Pemprov DKI mengenai pengalihan fungsi Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan,
menjadi bagian dari mass rapid transit (MRT).

Roy mengatakan, somasi tersebut tak lain untuk mengingatkan pejabat teras DKI Jakarta agar
tidak sembarangan mengumbar pernyataan. "Kalau soal somasi, saya kira itu harus dilakukan
karena kita menerapkan tertib peraturan," kata Roy saat ditemui di Istana Negara, Selasa
(10/6).

Jadi, kata dia, seorang pejabat jangan seenaknya mengumbar statement. "Apalagi, ternyata
setelah dicek, anak buahnya sendiri yang melakukan kesalahan dan dia baru tahu setelah
dilakukan," ucap Roy.

Roy mengatakan, tindakan tersebut sebagai respons dari pernyataan Plt DKI Jakarta Basuki
Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyalahkan pemerintah pusat, terutama Kementerian
Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), atas keterlambatan proyek MRT. Kemenpora secara
terus-menerus dituduh tidak memberikan rekomendasi pemindahan Stadion Lebak Bulus,
Jakarta Selatan.

"Saya langsung cross check dengan jajaran dan pasti ada syarat-syarat yang belum dipenuhi
Pemprov DKI Jakarta. Baru kemarin ditemukan faktanya," kata dia.

Pembongkaran stadion tidak bisa dilakukan lantaran Pemprov DKI belum merampungkan
surat jaminan sertifikat Stadion Bersih Manusia dan Berwibawa (BMW) yang diminta
Kemenpora. Padahal, sertifikat Stadion BMW adalah syarat utama izin pembongkaran
Stadion Lebak Bulus.

"Dia belum menyelesaikan tugasnya, tapi sudah buru-buru Pemprov DKI Jakarta
menyalahkan pemerintah pusat," tutur pria kelahiran Yogyakarta, 18 Juli 1968, ini. Meski
Ahok sudah mengakui kesalahannya, namun Roy Suryo meminta permintaan maaf dilakukan
secara formal antarinstansi.

Ia mendengar Ahok pun menyalahkan media massa karena menulis pemberitaan soal tuduhan
tersebut terlalu bombastis. Roy sempat heran karena pejabat teras DKI Jakarta itu sering
menyalahkan kanan-kirinya.

"Kalau kebiasaan itu dilakukan, kasihan juga yang terlalu dituduh," kata dia. Roy
menegaskan, somasi yang diberikan kepada Pemprov DKI Jakarta adalah urusan
antarinstansi, bukan antar-personal. "Ini bukan personal, ini adalah antarinstansi. Saya hanya
menyayangkan mengapa Pak Ahok tidak koreksi dulu ke dalam," kata dia.

Somasi, menurut Roy bisa saja dicabut. Tetapi, ia minta proses penggantian Stadion Lebak
Bulus berjalan baik dan tidak ada masalah. "Mungkin bisa nantinya kalau saya saja karena
kami ingin cepat ini MRT selesai, tapi kami tidak ingin kasus Stadion Menteng terjadi," ujar
dia.

Di Balai Kota, usai rapat pimpinan, Senin (9/6), Ahok mengaku kesal dengan kinerja Badan
Pengelola Keuangan Daerah (BPKD). Sebab, surat jaminan sertifikat Stadion BMW tak
kunjung rampung.

Ahok mengaku sudah suruh BPKD mengirim surat. "Ternyata, belum dikirim. Tadi, saya
sudah marah sama BPKD. Makanya, di sini itu prinsipnya kalau bisa dipersulit mengapa
dipermudah," ujar Ahok.

Ahok menyatakan, somasi terhadapnya merupakan kesalahpahaman Kemenpora. Ia
mengklaim tidak pernah menyudutkan Kemenpora. "Saya nggak pernah tuh ngomong begitu,
sudah saya cek juga nggak ada," ujar Ahok. (c63, ed: karta raharja ucu)
























Pelecehan Nodai Pelantikan Sisi



Pelantikan Presiden Mesir Abdul Fatah al-Sisi pada Ahad (8/6) menyisakan kabar tak
mengenakkan. Pelecehan seksual terjadi terhadap wanita di dekat Alun-Alun Tahrir di Kairo
ketika para pendukung Sisi sedang merayakan pelantikan sang presiden.

Pada Senin (9/6), Pemerintah Mesir mengaku menangkap tujuh pelaku yang menjadi
tersangka pelecehan tersebut. Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan, tujuh pria yang
berusia antara 15 dan 45 tahun telah ditahan atas dugaan pelecehan seksual terhadap beberapa
gadis.

Penahanan dilakukan menyusul dikeluarkannya undang-undang baru Mesir yang mengatur
khusus tentang pelecehan seksual. UU yang disahkan pada pekan lalu ini merupakan pertama
mengatur pelecehan. Selama ini, Mesir tidak memiliki hukum yang secara detail
mendefinisikan pelecehan seksual. Padahal, angka pelecehan di Mesir setiap tahunnya
mengalami peningkatan.

Seperti yang tercatat oleh sebuah studi PBB pada 2013, sembilan dari 10 perempuan di Mesir
pernah mengalami pelecehan seksual, dari skala minor sampai pemerkosaan. Perbuatan
tersebut terjadi, baik pada wanita dewasa, remaja, maupun anak-anak.

Dalam undang-undang baru itu, setiap pelaku yang melakukan pelecehan, baik melalui kata-
kata mau pun tindakan, akan dikenai penjara minimal enam bulan. Tidak hanya itu, para
pelaku pelecehan seksual akan dikenakan denda sebanyak 3.000 hingga 5.000 pound atau
setara dengan 714 dolar AS.

Sebuah video yang diunggah ke Youtube pada Ahad (8/6) menunjukkan seorang wanita tanpa
busana yang terluka di tengah kerumunan di Tahrir. Dengan noda darah di sekujur badan dan
luka besar di pinggulnya, polisi berjuang membawa wanita tersebut dan menaikkannya ke
ambulans. Video tersebut langsung menghebohkan warga Mesir yang kemudian geram
dengan kejadian tersebut.

Tidak ada perincian lebih lanjut yang diberikan sehubungan dengan beredarnya video
tersebut. Namun, petugas yang berwenang menyatakan jika gadis yang di dalam video
tersebut saat ini telah berada di rumah sakit untuk mendapat perawatan. Gadis tersebut
berusia 19 tahun.

Seorang aktivis di Mesir geram dengan insiden pelecehan seksual yang justru terjadi saat
perayaan terhadap Sisi berlangsung. Kejadian ini, menurut dia, tak bakal terungkap jika
tayangan video terebut tidak beredar. "Sebuah budaya impunitas telah merajalela tiga tahun
terakhir, rumah sakit di Mesir tidak pernah dilengkapi dengan alat pendeteksi pemerkosaan,"
ujar Maha Bahnassi, seorang pembawa berita di sebuah stasiun televisi lokal Mesir.
Azza Kamel, seorang aktivis di Mesir, mengatakan, dari penyelidikan yang mereka lakukan,
sedikitnya terdapat lima kasus pelecehan yang terjadi selama perayaan kemenangan Sisi. Hal
itu berlangsung hingga Ahad malam hari.

Secara terpisah, Sisi masih memercayakan Ibrahim Mehleb untuk membentuk pemerintahan.
(c66/reuters, ed: teguh firmansyah)










































Junta Militer Dituntut ke Pengadilan

Ani Nursalikah


BANGKOK -- Seorang aktivis politik Thailand, Chalard Vorachat, mengadukan junta militer
ke Pengadilan Kriminal Ratchada, Bangkok. Chalard berpendapat, intervensi militer
berdasarkan Undang-Undang Darurat Perang Thailand tak memiliki dasar hukum kuat.

"Untuk mengumumkan darurat militer, negara harus berperang atau diterapkan di wilayah
tertentu tempat kekerasan terjadi. Perdana menteri dan raja juga harus memberi izin," kata
Chalard kepada wartawan di luar pengadilan, Selasa (10/6).

Namun, militer, kata dia, tetap menjalankan aksi kudetanya tanpa mendapatkan persetujuan.
Dalam delik aduannya, Chalard menganggap militer telah menebar fitnah dan melakukan
tindakan pengkhianatan terhadap raja.

Seperti dilansir Bangkok Post, tuntutannya ditujukan pada tujuh anggota Dewan Nasional
untuk Perdamaian dan Ketertiban (NCPO), 20 menteri umum dan oditur (penuntut umum).
Chalard adalah seorang pensiunan letnan angkatan laut yang kerap melakukan aksi mogok
makan. Kini dia melakukan aksi mogok makan karena menolak kudeta militer.

Chalard (71 tahun) pertama kali melakukan mogok makan pada 1992 terhadap perdana
menteri terpilih umum Suchinda Kraprayoon. Tapi, Bangkok Post melaporkan, Chalard telah
tujuh kali melakukan mogok makan sejak 1980. Umumnya tindakannya dilatarbelakangi
motif politik. Dalam aksinya saat ini dia hanya meminum air dan madu.

Di depan gedung parlemen, Chalard telah mogok makan selama 19 hari. Dia menuntut agar
konstitusi ditulis ulang untuk membuat Thailand benar-benar demokratis. Dia juga
menginginkan adanya perdana menteri terpilih. "Jika tidak ada perdana menteri dari pemilu,
maka biarkan saya kelaparan hingga akhir hidup saya," katanya.

Chalard menambahkan, dia tidak akan memenuhi panggilan NCPO jika dipanggil. Dia akan
mengakhiri mogok makan begitu tanggal pemilihan umum diumumkan.

Jenderal Prayuth mengambil alih kekuasaan pada 22 Mei. Dia mengatakan, tentara
diperlukan untuk memulihkan ketertiban setelah hampir tujuh bulan kekacauan politik antara
kubu anti-pemerintah dan pendukung mantan perdana menteri Yingluck Shinawatra.
Sedikitnya 28 orang tewas dan lebih dari 700 terluka selama bulan-bulan kerusuhan. Kudeta
itu merupakan puncak dalam perebutan kekuasaan. (ap/reuters, ed:teguh firmansyah)




Kursi Presiden Komisi Eropa Diperebutkan

Lida Puspaningtyas



STOCKHOLM -- Posisi Presiden Komisi Eropa yang baru terus menjadi perdebatan hangat.
Pertemuan mini para pemimpin Swedia, Jerman, Inggris, dan Belanda di dekat Stockholm
pada Senin (9/6) turut membicarakan masalah kepemimpinan itu, selain pembicaraan terkait
reformasi Eropa.

Mantan pemimpin Luksemburg, Jean Claude Juncker, diperkirakan menjadi calon kuat untuk
menduduki posisi tersebut. Ia dijagokan oleh Kanselir Jerman Angela Merkel. Sementara
Perdana Menteri Inggris, David Cameron menolak Juncker dan memilih untuk mencari
kandidat lain. Cameron tak sendirian karena Swedia dan Belanda mendukungnya untuk
menghentikan langkah Juncker. Ia juga mengaku mendapat dukungan dari semua partai besar
Inggris.

Reuters melaporkan, Cameron telah berdiskusi dengan PM Italia Matteo Renzi dan PM
Hungaria Viktor Orban melalui telepon untuk membahas masalah tersebut. Cameron sangat
menentang keinginan Juncker untuk memperkuat persatuan politik antara anggota Uni Eropa.
Dia tak ingin Brussels mengintervensi lebih jauh negara-negara anggota.

Ia menggambarkan Juncker terlalu ingin menang sendiri. Ia menilainya sebagai "wajah lama
tahun 1980-an" yang tak bisa memecahkan masalah lima tahun ke depan. Cameron mendapat
kekuatan lebih ketika partai oposisi, partai Buruh, mengatakan wakilnya di parlemen Eropa
juga tidak akan memilih Juncker. Saat ini, Juncker dikabarkan didukung oleh kelompok
politik sayap kanan-tengah terbesar di Parlemen Eropa, Partai Rakyat Eropa (EPP).

Setibanya di Swedia, Cameron mengatakan para pemimpin negara Uni Eropa-lah yang
seharusnya memilih Presiden Komisi Eropa, bukan parlemen. PM Swedia Fredrik Reinfeldt
juga menolak aturan baru yang menguatkan kekuasaan dan kewenangan di tangan parlemen
tersebut. Ia menambahkan, perlu lebih banyak diskusi untuk menentukan peran komisi Eropa
sebelum menentukan kandidat-kandidat.

Kanselir Jerman Angela Merkel kembali menegaskan dukungannya terhadap Juncker, Selasa
(10/6), dalam pertemuan mini di Swedia. "Saya senang menginginkan Juncker menduduki
posisi tersebut. Meski itu bukan merupakan topik utama pembicaraan dua hari ini," ujarnya.

Dalam hasil pemilihan parlemen Eropa bulan lalu, EPP memperoleh kursi terbanyak. Juncker
yang merupakan anggota EPP telah menyatakan dirinya menerima mandat maju untuk posisi
ketua komisi.Keputusan ini diharapkan dicapai pada KTT Uni Eropa pada 26-27 Juni
mendatang. (reuters, ed:teguh firmansyah)

Saat Ramadhan Jangan Konsumtif



JAKARTA -- Umat Islam diminta untuk berlaku sederhana dan tak berlebihan dalam
mengonsumsi makanan saat Ramadhan tahun ini. Menurut Ketua Umum Ikatan Dai
Indonesia (Ikadi) Achmad Satori Ismail, perilaku konsumtif dilarang oleh ajaran Islam.
"Jadi, kita dituntut hidup sederhana," kata Satori, Selasa (10/6).

Pada hari biasa, sikap konsumtif tak diperbolehkan apalagi saat bulan suci Ramadhan. Ia
mengaku, secara umum pada Ramadhan masyarakat berbelanja makanan dengan porsi
berbeda daripada hari biasa. Di satu sisi, ketersediaan makanan hanya untuk menumbuhkan
semangat saat berbuka puasa dan sahur. Meski demikian, tak boleh berlebihan. Ia beralasan,
bulan puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, melainkan juga menahan hawa nafsu
terhadap makanan.

Dengan melaksanakan makna dari ibadah puasa itu sendiri, kata Kiai Satori, yakni
mengonsumsi makanan secara sederhana, umat Islam meneladani Rasulullah. Puasa yang
dilakukan, kata Satori, untuk mendapatkan keberkahan.

Menurut Satori, mengonsumsi makanan sewajarnya berarti hanya sesuai kebutuhan jasmani.
"Rasulullah mengajarkan agar kita berhenti makan sebelum kenyang." Ia menambahkan,
Ramadhan tahun ini juga bertepatan dengan pemilu presiden. Ia mendorong umat Islam ikut
memilih, memberikan suaranya di bilik-bilik suara. Meski berbeda pilihan, ia menginginkan
umat Islam saling menghormati. Dengan demikian, keutuhan bangsa dan negara terjaga, tak
terpecah-belah.

Cendekiawan Muslim Didin Hafidhuddin menyatakan perilaku konsumtif pada Ramadhan
merupakan hal yang wajar. Sebab, ia mengungkapkan, ini sudah menjadi tradisi yang
dijalankan umat Islam setiap menjalani bulan suci.

Didin tak mempermasalahkan ketika Ramadhan umat Islam berbelanja dalam jumlah lebih
banyak dibandingkan hari biasa. Akan tetapi, pola pikirnya harus diubah, yaitu tidak hanya
sekadar untuk diri sendiri, tetapi dialihkan untuk memberi kepada orang lain.

Selain itu, kata Didin, problem yang terjadi pada umat Islam saat memasuki bulan suci
Ramadhan, yaitu terjebak pada pemberian kepada orang lain secara langsung, bukan
lembaga. Padahal, semestinya pemberian tersebut harus jelas tujuan dan kriterianya.

Didin juga menegaskan, puasa tak hanya berorientasi fisik. Dalam melaksanakan ibadah
puasa, setiap Muslim harus memahami substansi ibadah ini. Sebab, puasa tidak hanya
menahan lapar dan haus, tapi juga menahan dari hawa nafsu. (c67, ed:ferry kisihandi)


Nikmatnya Bersyukur

Oleh Bahrus Surur-Iyunk



Bagi warga Muhammadiyah, nama KH Abdul Rozak Fachruddin (alm) cukup dikenal. Beliau
sering disebut Pak Fachruddin atau Pak AR saja. Beliau merupakan ketua umum Pimpinan
Pusat Muhammadiyah paling lama, yaitu 22 tahun (1968-1990).

Meski memegang kendali kepemimpinan ormas Islam modernis terkaya di Indonesia namun
ia tetap berpenampilan sederhana dan bersahaja. Beliau sangat merakyat dan akrab dengan
warga Muhammadiyah yang ada di tingkat desa atau ranting.

Sukriyanto AR, putra Pak AR yang sekarang menjadi Ketua PP Muhammadiyah, pernah
bercerita. Pada 1963-an, Pak AR pernah diundang Pimpinan Ranting Muhammadiyah
Krendetan, Purwodadi, Jawa Tengah. Perjalanan yang cukup jauh dari Yogyakarta itu
ditempuh dengan naik kendaraan umum sehingga tiba di Krendetan pada sore hari. Di rumah
salah seorang warga Muhammadiyah, beliau disuguhi teh yang kurang manis. Kata tuan
rumah, "Maaf Pak AR, tehnya kurang manis". Kata Pak AR, " Ndak apa-apa, malah
kebetulan. Kata dokter, kalau kebanyakan gula, bisa kena kencing manis."

Selesai shalat Maghrib di masjid, Pak AR diajak makan malam. Rupanya, makanan yang
disuguhkan tuan rumah kurang garam. Sang tuan rumah pun meminta maaf sembari
memanggil istrinya. Tapi, apa kata Pak AR, "Tidak apa-apa. Tidak usah repot-repot.
Kebetulan, kata dokter, kalau kebanyakan garam, bisa kena darah tinggi."

Sehabis makan malam, Pak AR mengisi pengajian hingga larut malam. Pak AR pun
dipersilakan untuk beristirahat di dalam kamar yang telah disiapkan. Tenyata, di dalamnya
tidak ada dipan dan kasur yang nyaman. "Mohon maaf Pak AR, tidak ada di pannya. Yang
ada hanya kasur tipis," begitu pemakluman dari tuan rumah. Lagi-lagi Pak AR berkilah,
"Terima kasih, ndak apa-apa. Malah tidak akan jatuh. Kalau pakai dipan kadang-kadang
jatuh."

Begitu sang tuan rumah melihat lampu redup yang dayanya kecil, lagi-lagi ia meminta maaf
kepada Pak AR. Namun, bagi Pak AR, "Tidak apa-apa. Kebetulan kalau lampunya redup,
saya malah cepat tidur." Sang tuan rumah pun menimpali, " Wah, kalau dengan Pak AR ini
kok serba kebetulan semua, ya."

Apa yang dilakukan Pak AR di atas merupakan salah satu cara mensyukuri nikmat Allah,
yaitu dengan mengambil hikmah dan sisi positif dari setiap kejadian kehidupan yang kita
alami. Seseorang yang bersyukur akan senantiasa berpikir positif atas segala kejadian yang
menimpanya.

Cara kedua, mengingat kenikmatan dan kebaikan yang diberikan Allah. Jika seseorang hanya
mengingat kekurangan dan ketidaknyamanan, ia akan merasakan hidup ini dengan penuh
kekecewaan.

Cara ketiga, yaitu mengukur diri dengan orang lain yang lebih rendah secara duniawi.
Rasulullah bersabda, "Pandanglah orang yang lebih rendah daripadamu (secara duniawi) dan
janganlah memandang kepada orang yang lebih tinggi daripadamu karena yang demikian itu
lebih baik agar kamu tidak memperkecil nikmat karunia Tuhan yang telah diberikan
kepadamu." (HR Bukhari Muslim).

Dan, cara keempat, dengan berdoa agar kita senantiasa diberi inspirasi untuk bersyukur.
Wallahu a'lam.



































Izin Pendirian Madrasah Diperketat



Madrasah yang baru diharapkan menjadi vitamin positif, bukan beban.

JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya meningkatkan kualitas
madrasah. Terkait hal itu, izin pendirian madrasah pun diperketat.

"Belum ada yang sampai digagalkan, namun tentu saja usulan pendiriannya tak begitu saja
dikabulkan," kata Direktur Pendidikan Madrasah Kemenag Nur Kholis Setiawan kepada
Republika, Senin (9/6).

Pada 2014, katanya, belum ada pengajuan pendirian madrasah yang dikabulkan karena masih
menunggu petunjuk teknis peraturan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis)
Kemenag sebagai tahap operasionalisasi dari Peraturan Menteri Agama Nomor 90 Tahun
2013.

Pengetatan dalam pemberian izin pendirian madrasah, menurut Nur Kholis, dilakukan
sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu madrasah sehingga sesuai dengan standar
pendidikan nasional. Ia menjelaskan bahwa mekanisme dan proses pendirian madrasah baru
masih tetap melalui kantor wilayah, namun syarat pendiriannya diperketat.

Pemerintah, Nur Kholis melanjutkan, akan mengkaji alasan pendirian madrasah, kesiapan
sarana prasarana, serta ketersediaan tenaga pengajar jika nanti madrasah dioperasikan.
Tujuannya, agar madrasah baru nantinya tidak menjadi beban.

"Apalagi madrasah yang lahir karena konflik yayasan, misalnya mertua berkonflik dengan
menantunya, lalu salah satu dari mereka mendirikan madrasah baru dengan alasan
emosional," ujarnya. Madrasah semacam itulah, menurut Nur Kholis, yang kerap
menghambat peningkatan kualitas madrasah, juga berpotensi menjadi madrasah bermutu
rendah.

Lembaga pendidikan di bawah Kemenag, ia mengungkapkan, memang berbeda dengan
lembaga pendidikan di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)
yang banyak berstatus negeri. Data Kemenag menunjukkan, hingga 2013 jumlah madrasah di
seluruh Indonesia mencapai sekitar 67.300 buah. Dari jumlah tersebut, 80 persen di antaranya
berstatus swasta.

Mengenai jumlah usulan pengajuan pendirian madrasah, Nur Kholis tidak dapat
menyebutkannya karena data-datanya tersebar di seluruh kantor wilayah se-Indonesia.
Kanwillah yang nantinya akan memproses izin pendirian madrasah dan mengeluarkan izin
operasional sesuai regulasi yang ditetap kan pusat. Sedangkan, pusat hanya menerima
tembusan.
Regulasi tersebut meliputi studi kelayakan, kesiapan tenaga pengajar, kesiapan finansial,
serta penyediaan fasilitas. "Kita ingin madrasah yang didirikan jadi vitamin positif, bukan
menjadi beban," ujarnya. Ia juga menekankan, jumlah madrasah tidak perlu terlalu banyak,
tapi memenuhi standar kelayakan.

Sementara, Sekretaris Jenderal Kemenag Nur Syam meminta Direktorat Pendidikan
Madrasah terus mengawal prosedur pendirian madrasah baru. Mantan rektor IAIN Sunan
Ampel Surabaya ini juga mengingatkan, tolok ukur peningkatan mutu madrasah, yakni
akreditasi. Untuk itu, Direktorat Pendidikan Madrasah dituntut melakukan pembinaan dan
pendampingan program akreditasi, terutama bagi madrasah-madrasah yang belum
terakreditasi. "Peningkatan mutu juga jangan sampai melewatkan madrasah-madrasah di
daerah pedalaman dan perbatasan." (c78, ed: wachidah handasah)




































Inpres Zakat Diharap Efektif Ramadhan



JAKARTA -- Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2014 mengenai optimalisasi zakat di
kementerian, lembaga negara, BUMN, dan BUMD diharapkan efektif berjalan pada
Ramadhan 2014. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan instruksi tersebut pada
23 April 2014.

Sekjen Kemenag Nur Syam mengatakan kementeriannya siap menjalankan inpres itu secara
bertahap. Pedomannya sudah disusun dan diatur Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Namun, kata dia, sampai saat ini belum ada pertemuan antarmenteri membahas inpres.

Kasubdit Pengawasan Lembaga Zakat Direktorat Pemberdayaan Zakat yang merangkap
Wakil Sekretaris Baznas M Fuad Nasar menjelaskan, Baznas memang sudah membuat
prosedur pelaksanaannya. Ia menyatakan, penghimpunan oleh Baznas untuk kepentingan
umat. `'Teknis pelaksanaannya sudah dikomunikasikan kepada para menteri lewat surat
pemberitahuan. Ini juga ditujukan kepada semua lembaga negara,'' kata Fuad, Senin (9/6).

Kementerian Agama juga bekerja sama dengan Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri.
Mereka siap membantu menyosialisasikan Inpres Nomor 3 Tahun 2014 tersebut ke sejumlah
kementerian dan lembaga negara. Selain itu juga ke gubernur, wali kota, dan bupati. Namun,
kata dia, pelaksanaan inpres harus secara bertahap, tak bisa seketika.

Untuk teknis pengumpulan zakat di lingkungan BUMN dan lembaga keuangan daerah, lanjut
dia, sudah ada komunikasi dengan Otoritas Jasa Keuangan untuk mengoordinasikan dan
menyosialisasikan dengan perusahaan perbankan keuangan nasional.

Baznas, jelas Fuad, sudah menyusun pedoman pengumpulannya dan tidak membentuk
kepanitiaan khusus. Prosedur pengumpulan zakat dari pegawai bersifat teknis administratif
dan nantinya ditangani oleh kementerian dan lembaga masing-masing. Pengumpulan dana
zakat diambil secara otomatis melalui pemotongan gaji pegawai.

`'Maksudnya, sistem pengumpulan zakat ini diintegrasikan dengan sistem penggajian di
masing-masing kementerian," kata Fuad. Jelang Ramadhan merupakan momentum baik dan
ia berharap pengumpulan zakat di kementerian dan lembaga negara segera terwujud.

Pakar filantropi Islam, Amelia Fauzia, menyatakan, langkah yang mendesak saat ini adalah
sosialisasi di kementerian dan lembaga negara. Penerapannya harus didasari kerelaan dari
pihak yang berzakat dan pengelolaannya mesti transparan.

Menurut dia, koordinasi diperlukan. Terutama terkait dengan pemotongan gaji karyawan
kementerian dan lembaga negara untuk zakat secara otomatis. Sebab, zakat itu bukan pajak.
Orang yang mengeluarkan zakat bebas memberikannya kepada siapa saja.

Selama ini, biasanya setiap kementerian dan lembaga negara telah memiliki lembaga zakat
sendiri. `'Karena itu, Baznas harus intens berkomunikasi dengan kementerian,'' kata Amelia,
Selasa (10/6).

Ia mencontohkan pengumpulan zakat di UIN Syarif Hidayatullah. Ternyata, ungkap dia,
pelaksanaannya tidaklah mudah. Penyebabnya, ada sejumlah lembaga filantropi yang
memiliki jalur penyalurannya sendiri. `'Akhirnya, kami menahan diri untuk tidak serta-merta
mewajibkan zakat melalui sistem potong gaji.'' (c78, ed:ferry kisihandi)







































5 Tokoh Kartun Populer Sepanjang Masa

Oleh Aghia Khumaesi



Siapa yang tidak suka kartun? Imut, lucu, warna-warni, dan menggemaskan.Hampir seluruh
orang di dunia, baik anak-anak maupun orang dewasa, sangat menggemarinya. Yang unik,
tidak hanya menyukai, banyak penggemarnya yang bahkan rela membuat rumah atau
mendedikasikan bangunan untuk tempat koleksi karakter kartun idolanya. Tapi, dari banyak
karakter kartun yang digemari, ada lima tokoh karakter kartun yang populer sepanjang masa.
Apa sajakah? Berikut lima di antaranya, seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Mickey Mouse
Lucu, punya telinga besar dan sangat berkarakter. Ini dia tikus paling lucu sedunia! Karakter
ciptaan Walt Disney ini memang terkenal menggemaskan dan banyak akal. Tak hanya
menjadi karakter kartun, Mickey Mouse yang sudah diciptakan sejak 1928 ini kemudian
menjadi ikon Walt Disney. Sejumlah film layar lebar pun sukses dimainkan Mickey bersama
teman-teman karakter Disney lainnya. Hingga, Mickey Mouse sukses mendapatkan
kepopuleran tinggi di kalangan masyarakat dunia.

2. Tom and Jerry
Siapa yang tidak tahu kedua karakter kartun ini? Karakter yang bisa membuat semua orang
penontonnya gemas, sebal, sekaligus tertawa akan tingkah permusuhan tikus dan kucing ini.
Tak heran, biarpun si kucing Tom sering berantem dengan Tikus Jerry, mereka sama-sama
populer dan disukai. Serial kartun Tom and Jerry sendiri mulai diproduksi pada 1940 dan
terus dikenal hingga saat ini. Bahkan, keduanya sering kali menjadi ikon permusuhan bagi
semua anak di dunia. Berkat popularitasnya tersebut, Tom and Jerry pernah memenangkan
piala Academy Award. Wow keren!!

3. Winnie The Pooh
Winnie adalah sosok beruang gemuk yang benar-benar lucu dan lugu, umumnya dikenal
sebagai The Pooh. Karena, bentuknya yang lucu itulah karakter kartun ini sangat disukai
anak-anak di dunia. Hingga, merchandise-nya selalu laris di pasaran. Pooh Bear atau kadang-
kadang disebut Edward Bear ini merupakan karakter fiksi beruang yang diciptakan AA
Milne. Karakter ini pertama kali dipopulerkan Disney dan langsung menjadi hits.

4. Donald Duck
Donald Duck alias Donal Bebek ini merupakan salah satu karakter kartun terkenal di
Indonesia hingga dunia. Karakter Disney yang sering ditampilkan mengenakan baju pelaut
biru dan mempunyai moncong khas bebek ini hadir pertama kali pada 9 Juni 1934 dalam
kartun All Wise Little Hen. Sejak saat itu, beragam cerita tentang bebek pemarah ini terus
digemari, bahkan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dalam bentuk komik. Sifatnya
yang pemarah ini kerap disukai dan menjadi karakter kartun yang masih digemari hingga saat
ini.

5. Tweety
Si burung kenari lucu dan berwarna kuning ini memang selalu menggemaskan! Tingkahnya
yang selalu manis dan cerdik ini kerap mengundang tawa para penggemarnya. Yups, karakter
yang muncul pertama kali pada 21 November 1942 ini memang digambarkan sebagai
karakter kartun yang selalu beruntung dalam setiap film Tweety.

Jadi, mana karakter kartun yang paling lucu dan menggemaskan menurut kalian? (ed:endah
hapsari)







































Bandara Paling Canggih di Dunia

Oleh Rizky Jaramaya



Pesawat terbang merupakan akomodasi tercepat dalam bepergian. Tak heran jika banyak
penumpang yang menggunakan moda transportasi udara tersebut. Bandar udara atau yang
biasa disingkat bandara menjadi tempat paling sibuk untuk melayani ratusan jadwal
penerbangan bagi para penumpang. Maka, bandara sudah selayaknya dibangun agar
memberikan kenyamanan bagi penumpang yang menunggu jadwal penerbangan.

Tolok ukur kelayakan sebuah bandara dapat dilihat dari pelayanan penumpang, kualitas
ruangan, dan teknologi yang digunakan. Ada beberapa bandara yang menerapkan teknologi
dari atap solar panel, penyaring karbondioksida, dan pelayan yang menggunakan Ipad. Tapi,
selain sebagai ruang tunggu penumpang, bandara merupakan pintu gerbang sebelum
memasuki sebuah negara atau kota. Tak jarang, keindahan bandara menjadi daya pikat dalam
dunia pariwisata. Berikut adalah bandara tercanggih yang ada di dunia.

1. Dusseldorf International Airport
Bandara yang terletak di Jerman ini memiliki fasilitas pemancar wifi gratis di hampir setiap
ruangan dengan kecepatan yang tak diragukan lagi. Bandara ini dilengkapi dengan atap
tenaga surya sebanyak 8.400 panel yang dapat menghasilkan dua megawatt energi listrik per
tahun. Tenaga sebesar itu dapat menyuplai listrik ke 600 rumah di Dusseldorf.

Bandara yang melayani 22 juta penumpang per tahun ini memiliki monitor besar yang
menampilkan jumlah energi yang dihasilkan dan kadar karbondioksida di lingkungan sekitar.
Dengan menggunakan panel tenaga surya, Dusseldorf International Airport mendapatkan
predikat sebagai bandara yang ramah lingkungan.

2. Incheon International Airport
Sejak dibuka pada 2001, banyak kritikus yang memuji Incheon dan langsung mendapatkan
predikat sebagai salah satu bandara paling ideal di dunia. Bandara yang didesain Denver's
Fentress Architects ini memiliki beragam fasilitas yang memanjakan penumpang, di
antaranya ruang spa, museum, dan tempat untuk belajar membuat kerajinan tangan khas
Korea. Tak hanya itu, bandara ini sangat memperlihatkan kebudayaan Negeri Ginseng, mulai
dari kubah atap yang merupakan gambaran kuil tradisional Korea dan lorong taman bunga
nan asri serta futuristik.

Soal teknologi, tak perlu dipertanyakan lagi. Bandara ini dilengkapi dengan teknologi ILS
Cat-III B System yang dapat mengombinasikan pencahayaan intensitas tinggi dan sinyal
radio untuk membantu pendaratan pesawat. Teknologi ini sangat membantu pilot ketika
cuaca buruk dan sulit untuk melihat landasan, sehingga dapat meminimalisasi risiko
kecelakaan pesawat ketika mendarat. Teknologi ini tergolong baru dan Incheon merupakan
salah satu bandara di Asia yang mengadopsi teknologi pendaratan tersebut.

3. Changi International Airport
Bandara yang terletak di Singapura ini disebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia oleh
beberapa lembaga internasional. Ketika dibangun, Changi International Airport memakan
biaya yang sangat mahal, yakni sekitar 1,75 miliar dolar Singapura. Tapi, mahalnya biaya
yang dibayar setimpal dengan fasilitas yang tersedia di bandara tersebut.

Changi International Airport memiliki 550 spot yang menyediakan internet gratis dengan
menggunakan wifi. Untuk para pebisnis, disediakan pula tempat gratis untuk mengecek e-
mail, mengetik dokumen, dan mesin fotokopi.

Hampir seluruh desain bandara ini banyak menggunakan kaca yang bertujuan untuk
mengurangi konsumsi listrik dari lampu dan menimbulkan kesan futuristik. Tak hanya itu,
bandara ini juga menerapkan inovasi adanya kebun dan pepohonan hijau di dalam ruangan
sekaligus sensor gerak yang dapat memainkan suara alam. Seluruh petugas di bandara
tersebut menggunakan gadget, yakni Ipad untuk memberikan informasi kepada penumpang.

4. Detroit Metropolitan Wayne County Airport
Terletak di Amerika Serikat bandara ini menerima hibah sebesar 5,1 juta dolar AS pada 2007
dari Federal Aviation Administration untuk mengurangi gas emisi hasil buangan operasional
pesawat. Dengan hibah tersebut, bandara ini melakukan renovasi besar-besaran dan didesain
ulang untuk mengoptimalkan operasional dengan membuat pengisian sistem bahan bakar
tanpa perantara.

Bandara ini tak hanya memiliki fasilitas yang lengkap bagi penumpang, tapi juga
memperhatikan kenyamanan dan fasilitas untuk para maskapai penerbangan. Di terminal
utara, terdapat fasilitas untuk mengisi bahan bakar pesawat langsung tanpa dibutuhkan mobil
perantara. Dengan demikian, hal ini otomatis mengurangi biaya bensin untuk mesin truk yang
mengangkut bahan bakar. Fasilitas tersebut membuat bandara ini dapat menghemat energi
hingga 418 ton karbonmonoksida dan 409 ton ozon prekuersor.

5. Shenzhen Bao'an International Airport
Shenzhen merupakan kota yang berdekatan dengan Hong Kong dan memiliki status special
economic zone. Dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi, Shenzhen banyak menarik minat
para perusahaan asing untuk membuka kantor di kota ini. Aktivitas perekonomian yang pesat
dan padat membuat kota ini membangun sebuah bandara yang dilengkapi dengan fasilitas
lengkap dan teknologi canggih.

Bandara ini didesain kontraktor asal Italia Studio Fuksas dengan desain bangunan yang
meniru bentuk ikan pari. Atap di bandara ini sengaja didesain berlubang-lubang untuk
mengurangi penggunaan lampu, sehingga dapat menghemat energi sekaligus berguna sebagai
saluran udara.

Bangunan bandara ini sangat kompleks, sehingga ketika dibangun kontraktor yang telah
ditunjuk harus membuat software khusus untuk mendesain. Apabila turun hujan, air yang
jatuh ke atap akan dikumpulkan dan didaur ulang menjadi air bersih untuk keperluan
mengairi tanaman di dalam ruangan bandara dan toilet. (ed: endah hapsari)