Anda di halaman 1dari 9

1

Laboratorium Dasar Oseanografi


Nama asisten : Brawijaya Hutabarat
NIM : 110302034



WINDROSE DAN PERHITUNGAN ARAH ANGIN DI
PELABUHAN BELAWAN MEDAN

Oleh:
Antasari Malau
130302046
VII/Genap
Manajemen Sumberdaya Perairan




















LABORATORIUM DASAR OSEANOGRAFI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA
PERAIRAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2014
Nilai

2

LEMBAR PENGESAHAN


Judul Praktikum : Windrose dan Perhitungan Arah Angin di Pelabuhan
Belawan Medan
Tanggal Praktikum : Kamis, 27 Maret 2014
Nama : Antasari Malau
NIM : 130302046
Kelompok/Group : VII/Genap







Diepriksa oleh
Asisten Korektor


Brawijaya Hutabarat
110302034




















3


DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR ....................................................................................... i
DAFTAR ISI ...................................................................................................... ii

BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang .................................................................................... 1
1.2. Tujuan Praktikum ............................................................................... 2
1.3. Manfaat Praktikum ............................................................................. 2

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Windrose ............................................................................................. 3
2.1. Angin di Belawan .............................................................................. 3
2.3. Skala Angin Beaufort ......................................................................... 4

BAB III. METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat Praktikum ............................................................. 13
3.2. Alat dan Bahan ................................................................................... 13
3.3. Langkah-Langkah Kerja ..................................................................... 13
3.3.1. Langkah-Langkah Kerja Perhitungan Angin di Belawan
Tahun 1971 .................................................................................. 13
3.3.2. Langkah-Langkah Kerja Perhitungan Angin di Belawan
Tahun 1999 .................................................................................. 14
3.3.3. Langkah-Langkah Kerja Perhitungan Angin di Belawan
Tahun 2006-2008.........................................................................

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil ....................................................................................................
4.2 Pembahasan .........................................................................................

BAB V. PENUTUP
5.1. Kesimpulan .........................................................................................
5.2. Saran ...................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA





4

KATA PENGANTAR


Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena rahmat dan
karunian-Nya, saya dapat menyelesaikan tugas pembuatan laporan praktikum
dasar oseanografi dengan judul, Hubunga Ocean Data View (ODV) dengan
WRPlot ini dengan sebaik mungkin.
Laporan ini saya susun untuk melengkapi tugas terstruktur hasil
praktikum dasar oseanografi. Terima kasih saya ucapkan kepada dosen mata
kuliah oseanografi Zulham Apandy Harahap, S. Kel., M. Si, para asisten dan
teman-teman yang telah banyak membantu dan mendukung sepenuhnya dalam
penyelesaian laporan ini.
Demikian laporan ini saya persembahkan, semoga dapat digunakan
sebagai bahan referensi maupun sebagai penambah pengetahuan bagi pembaca.
Saya juga mengharapkan saran dan kritik yang membangun sehingga dapat
menambah pemahaman dalam pembuatan laporan selanjutnya serta dapat
bermanfaat bagi pembaca.


Medan, April 2014


Penulis











5

BAB I
PENDAHULUAN

1. 1. Latar Belakang
Diantara kebanyakan orang, ada beberapa orng yang tertarik dangan
kajian meterologi, seperti cuaca dan proses yang terjadi didalamnya. Meteorologi
atau ilmu cuaca adala ilmu pengetahuan yang mengkaji peristiwa-peristiwa cuaca
dalam jangka waktu tertentu dan ruang terbatas. Cuaca dan iklim tersebut
dipengaruhi oleh adanya rotasi dan revolusi bumi serta perbedaan letak lintang,
sehingga terjad perbedaan cuaca dan iklim adalah karena kombinasi variabel iklim
yang sama, yang disebut dengan unsur iklim. Adanya unsur dari iklim tersebut
adalah suhu, angin, intensitas penyinaran cahaya matahari, kelembabam, tekanan
udara dan keawanan (Hutabarat, 2013).
Angin adalah udara yang bergerak dalam atmosfer dari suatu tempat
yang suhunya tinggi ke tempat lain yang suhunya rendah. Di bumi ini pergerakan
udara terjadi dari khatulistiwa dan bergerak menuju daerah kutub. Sedangkan
udara dingin di daerah kutub bergerak ke arah sebaliknya. Semakin besar
perbedaan suhu diantara dua daerah tersebut, maka makin cepat angin bertiup
(Koedatie, 2000).
Konsep dari tekanan udara adalah tekanan udara akan menurun dengan
semakin tingginya suatu tempat. Angin ini bergerak bebas dan mengisi ruang
yang kosong. Apabila angin beradi dari dua arah yang berlawanan, maka masing-
masing angin tersebut akan memantul seperti bola memantul (Lutgens, 1986).
Runtutan perubahan cuaca yang berlangsung dari saat ke saat, dari jam
ke jam, dari hari ke hari, dari bukan ke bulan di atas permukaan bumi pada
dasarna adalah hasil dari pergerakan atmosfer atau udara, yaitu gerak yang
dihasilkan oleh berbagai gaya yang bekerja pada paket udara. Pada umumnya
bebagai gaya yang bekerja pada paket udara, adalah gaya gradien tekanan, gaya
coriolis dan gaya gravitasi. Gaya gravitasi adalah gaya tarik menarik bumi dan
gaya sentrifugal yang disebabkan oleh rotasi bumi terhadap porosnya
(Prawiyowardoyo, 1996).
Energi merupakan suatu konsep yang sanga berguna dalam melihat
sistem kerja atmosfer, kecepatan dan arah pergerakan udara tidak dapat dijeladkan
6

hanya dalam konteks energi saja. Sebaliknya gaya-gaya yang mengendalikan
gerakan juga harus dipelajari. Gaya-gaya yang dimasukan meliputi, (1) Gravitasi,
(2) Perbedaan tekanan atmosfernya, (3) Gesekan dengan permukaan bumi dan
rotasi bumi. Dari keempat gaya tersebut, salah satu yang disebabkan oleh
perbedaan tekanan adalah yang paling utama menentukan udara yang bergerak
(Trewartha, 1995).
Variabel arah dai kecepatan angin dapat terjadi jika angin bergeser
dengan permukaan yang licin. Variasi yang diakibatkan oleh kekasaran
permukaaan disebut turbulensi mekanis. Turbulensi dapat juga terhadi pada saat
udara panas pada permukaan bergerak keatas secara vertikal, karena adanya
resistensi dari lapisan udara diatasnya. Turbulensi yang disebakan perbedaan suhu
lapisa turbulensi ini disebut dengan turbulensi termal atau kadang disebut
turbulensi konfektif. Fluktuasi kecepatan angin akibat turbulensi mekanis
umumnya lebih kecil tetapi frekuensinya lebih tinggi (lebih cepat) dibandingkan
dengan fluktuasi akibat turbulensi termal (Hutabarat, 2013).

1. 2. Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini adlah sebagai berikut.
1. Mahasiswa dapat mengetahui arah dominan angin di suatu daerah tertentu
2. Mahasiswa dapat menggunakan dan menginterpretasikan software Windrose
dengan baik dan benar
1. 3. Manfaat Praktikum
Adapun manfaat dari praktikum ini adalah sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui kecepatan angin secara langsung
2. Untuk mengetahui kecepatan arah angin pada suatu periode tertentu








7

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2. 1. Windrose
Windrose adalah diagram yang menyederhanakan angin pada sebuah
lokasi dengan periode tertentu. Windrose adalah grafik yang digunakan oleh
meteorologist untuk memberikan pandangan secara ringkas bagaimana kecepatan
angin dan arahnya yang didistribusi pada lokasi. Windrose digunakan sebagai
penunjuk kedelapan arah mata angin. Oleh meteorologist untuk mengetahui
presentase hembusan angin dari setiap arah mata angin selama periode observasi.
Windrose juga biasanya digunakan untuk menunjukan besarnya kecepatan angin
dan persentase angin calm. Selain faktor arah dan kecepatan angin, arah landas
pacu juga harus memperhatikan faktor kondisi topografi tampak rencana bandar
udara serta relief rupa bumi yang terlingkupi dalam kawasan keselamatan operasi
penerbangan. Utamuanya kawasan ancangan pendaratan dan lepas landas harus
bebas dari penghalang berupa bentagan alam, benda tumbuh atau bangunan fisik
buatan. Toleransi variasi arah landas pacu yang diizinkan adalah dengan
memperhatikan usability faktor thunan menurut hasil windrose analysis adalah
sama atau lebih besar dari 95% (Usrina, 2013).

2. 2. Karakteristik Angin di Belawan
Angin terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara atau perbedaan
suhu udara pada suatu daerah atau wilayah. Hal ini berkaitan dengan besarnya
energi panas matahari yang di terima oleh permukaan bumi. Pada suatu wilayah,
daerah yang menerima energi panas matahari lebih besar akan mempunyai suhu
udara yang lebih panas dan tekanan udara yang cenderung lebih rendah. Sehingga
akan terjadi perbedaan suhu dan tekanan udara antara daerah yang menerima
energi panas lebih besar dengan daerah lain yang lebih sedikit menerima energi
panas, akibatnya akan terjadi aliran udara pada wilayah tersebut
(Lakitan,1994).
Angin laut dan angin darat adalah hasil dari perbedaan sifat thermal dari
daratan dan lautan. Oleh karena itu lebih kecilnya daya hantar dan panas jenis dari
permukaan daratan, maka perkiraan suhu harian di darat adalah lima sampai enam
8

kali di atas lautan. Akibatnya, di atas daratan pada siang hari lebih panas dan pada
malam hari lebih dingin. Angin laut adalah pergerakan udara dari laut ke darat,
sedangkan angin darat adalah udara yang bergerak dari darat kelaut,
(Linsley,1989).
Angin mempunyai asal-usul yang kompleks atau rumit,pada umumnya
yang menjadi penyebab langsung adalah terjadinya perbedaan kerapatan udara
sehingga menimbulkan tekanan udara yang berbeda-beda secara horizontal.
Dalam klimatologi, angin mempunyai dua fungsi dasar yaitu :
1. Pemindahan panas, Baik dalam bentuk yang dapat di ukur (sensible heat)
maupun yang tersimpan (latent heat); dari lintang rendah ke lintang yang lebih
tinggi dan akan membuat setimbang neraca radiasi surya antara lintang rendah
dan tinggi.
2. Pemindahan uap air yang dievaporasikan dari laut ke daratan. Di mana
sebagian besar dikondensasikan untuk menyediakan kebutuhan air yang turun
kembali sebagai hujan,kabut atau embun.
Udara yang mengembang menghasilkan tekanan udara yang lebih
rendah. Sebaliknya, udara yang berat menghasilkan tekanan yang lebih tinggi.
Angin bertiup dari tempat yang bertekanan tinggi menuju ke tempat yang
bertekanan rendah. Semakin besar perbedaan tekanan udaranya, semakin besar
pula angin yang bertiup. Rotasi bumi membuat angin tidak bertiup lurus. Rotasi
bumi menghasilkan coriolis force yang membuat angin berbelok arah. Di belahan
bumi utara, angin berbelok ke kanan, sedangkan di belahan bumi selatan angin
berbelok ke kiri. Untuk keperluan ilmu pengetahuan, khususnya mengenai
Metereologi dan Geofisika diperlukan suatu alat yang dapat mengukur kecepatan
angin dan mengukur tekanan udara. Alat tersebut sudah ada. Alat untuk mengukur
kecepatan angin disebut anemometer dan alat untuk mengukur tekanan udara
disebut barometer (Marthen, 2002).
Perbedaan pemanasan terjadi pula antara lereng gunung dan lembah. Hal
ini disebabkan oleh karena perbedaan luas lereng gunung dan lembah sehingga
terdapat perbedaan jumlah panas yang diterima pada satu satuan waktu. Pada
siang hari terdapat pemanasan yang lebih cepat ditepi lembah atau lereng
gunung.udara diats lereng gunung mengembang dengan baik. Pada malam hari
9

keadaan sebaliknya terjadi di mana udara di atas lereng gunung dan lembah yang
mengakibatkan perbedaan tekanan. Angin adalah gerakan atau perpindahan masa
udara pada arah horizontal yang disebabkan oleh perbedaan tekanan udara dari
satu tempat dengan tempat lainnya. Angin diartikan pula sebagai gerakan relatif
udara terhadap permukaan bumi, pada arah horizontal atau hampir horinzontal.
Masa udara ini mempunyai sifat yang dibedakan antara lain oleh kelembaban
(RH) dan suhunya, sehingga dikenal adanya angin basah, angin kering dan
sebagainya. Sifat-sifat ini dipengaruhi oleh tiga hal utama, yaitu (1) daerah
asalnya dan (2) daerah yang dilewatinya dan (3) lama atau jarak pergerakannya
(Linsley, 1989).

2. 3. Skala Angin Beauford