Anda di halaman 1dari 27

Tiop Maruntung Pasaribu 090100085

Mona S.F Manurung 090100157


William Immanuel 090100291


Pembimbing: dr. Mhd. Ihsan, Sp. An, KMN
Penatalaksanaan Anestesi pada Pediatrik
dengan Laparotomi atas Indikasi Diffuse
Peritonitis et causa Hollow Organ Perforation


PENDAHULUAN
Anatomi & Fisiologi Peritoneum

Terdiri selapis sel mesotelium komplek
dengan membran basalis yang ditopang
oleh jaringan ikat yang kaya akan
pembuluh darah.
Luas total peritoneum lebih kurang 1,8
m
2
. Setengahnya ( 1) m
2
berfungsi
sebagai membran semipermeabel
terhadap air, elektrolit dan makro serta
mikro molekul.
PERITONEU
M
Visceral Menutupi usus dan
mesenterium, miskin suplai syaraf.
Parietal Melapisi dinding abdomen dan
berhubungan dengan fasia muskularis,
kaya suplai syaraf
Terbagi
menjadi :
PERITONITIS
Peritonitis
didefinisikan
suatu proses
inflamasi
membran
serosa yang
membatasi
rongga
abdomen dan
organ-organ
yang terdapat
didalamnya.
Bakterial :
Bacteroides, E.Coli,
Streptococus,
Pneumococus,
proteus, kelompok
Enterobacter-
Klebsiella,
Mycobacterium
Tuberculosa.
Kimiawi : getah
lambung,dan
pankreas, empedu,
darah, urin, benda
asing (talk, tepung)
Secara klinis dikenal 2 macam peritonitis bergantung pada lokasinya :
1. Peritonitis lokal
2. Diffuse peritonitis( peritonitis Generalisata)
KLASIFIKASI PERITONITIS
1. Peritonitis Primer
2. Peritonitis Sekunder
3. Peritonitis Tersier
DIAGNOSIS PERITONITIS
1. Gejala Klinis
2. Pemeriksaan Fisik
3. Pemeriksaan Penunjang
PENATALAKSANAAN
Terapi suportif: oksigen, dekompresi, resusitasi cairan dan
elektrolit.
Operasi untuk mengontrol sumber primer kontaminasi
bakteri.
Antibiotika: Spektrum Luas.
Laparatomi: disertai pembilasan sebersih mungkin,
debridement radikal, Penutupan sumber kontaminasi,
lavase peritoneal pasca bedah.
PROGNOSIS
KRITERIA DEHIDRASI PADA ANAK
Kriteria Pierce
SEPSIS
Systemic Inflammatory Response Syndrome (SIRS):
1. Suhu >38OC atau < 36OC
2. HR > 90x/m
3. RR > 20x/m (PaCO2 < 30 torr)
4. Lekosit >12.000 atau < 3000/mm3


LAPORAN KASUS
IDENTITAS PRIBADI
Nama : Bayi X
Jenis Kelamin : Laki-laki
Usia : 3 bulan
Status : Belum Menikah
Tanggal Masuk : 24 Februari 2014 Pukul 15.30
WIB

, 3 Bulan , 6 kg
KU : Perut Kembung
Telaah : Hal ini dialami pasien ini sejak 6 jam sebelum
masuk RSUP HAM . Ketika pasien sedang menjalani
pemeriksaan Lopografi di RS Swasta. Pemberian zat
kontras ke dalam saluran cerna melalui stoma
sigmoidostomy. Sebelumnya os pernah menjalani operasi
sigmoidostomy. Mual (+), Muntah (+) 2 x konten cairan
berwarna kuning. Demam (+). Pasien dirujuk ke RSUP
HAM untuk penatalaksanaan lebih lanjut.

RPT : Post sigmoidostomi d/t Atresia ani
RPO : -



Time Squense [

24/02/2014 15.30
Pasien masuk RS-HAM


24/02/2014, pkl. 16.30 WIB
Konsul Anestesi untuk Eksplorasi
Laparotomy
Acc tindakan anestesi 17.30 WIB


Tgl 24/02/2014
Pukul: 21.00 WIB
Tindakan anestesi &
operasi

Pemeriksaan Fisik Di IGD
B1 : Airway : Clear, RR : 40 x/mnt, SP : Vesikuler, ST : -,
Riwayat sesak (-)/asma (-)/batuk (-)/alergi (-), pch (-),
sianosis (-), retraksi (-), riw. Batuk/asma/alergi : -/-/-
B2 : Akral : H/M/K, HR : 140 x/mnt, Reguler, T/V lemah,
Temp : 38,4
0C
, mata cekung (-), UUB cekung, mukosa
kering, Air mata (+), turgor lambat kembali, CRT 3

B3 : Sens : CM , pupil isokor, : 3 mm/3 mm, RC +/+, riw
kejang (-), gerak dan menangis aktif
B4 : UOP (+)
B5 : Abdomen distensi, peristaltik (+), cairan NGT: cairan
berwarna kuning, Anus (-). Stoma (+)
B6 : Oedem (-), VACTREL (-)


Penanganan di IGD
O
2
nasal canule 1 L/mnt
Pasang iv line 24 G Pastikan iv line lancar
Pasang NGT keluar cairan kekuningan
Pasang kateter urine, nilai UOP per jam
Cek laboratorium
Cross match
Inj Antibiotik Ceftriaxone 300mg iv ST
Inj Novalgin 60 mg iv


Dehidrasi Sedang
BB : 6 Kg 6% x 6 = 360 cc

Estimasi defisit cairan dengan Dehidrasi sedang :360 ml
Inisial 20 ml/kg BB = 120 cc (20-30 menit )
8 jam I: 120+(24x8)/8= 39 gtt/menit mikro
16 jam II: 120 + (24x16)/16=31 gtt/mnt mikro




LABORATORIUM (24-02-2014)
- Hb : 12,9 gr/dl
- Ht : 36,2 %
- Leuko : 361 gr/dl
- Trombo : 44o.000/ul
- PT/APTT/TT/INR : 20.1(13,2)/40,7(33,8)/21.3(16,8)/
1.51
Ureum/Cre : 10.36/0,19
- Na/K/Cl : 131 / 4,4 / 109
- albumin : 3,8 mg/dl
- KGD : 350,2 mg/dl
AGDA
pH : 7,324
pCO2 : 23,1
pO2 : 139,7
HCO3 : 11,7
TotalCO2 : 12,4
BE : -12,9
SatO2 : 98,6




DISTENSI ABDOMEN
RADIOLOGI
Diagnosa : Difuse Peritonitis ec Hollow Organ
Perforation
Tindakan : Eksplorasi Laparotomy
PS ASA : 2E
Anestesi : GA- ETT
Posisi : Supine
bayi dengan gangguan pasase isi usus full stomach
dekompresi terbuka pasang ngt, suction aktif
sebelum induksi
Hb 12.6 , sediakan darah durante operasi rencana
naikkan dengan MABL : EBV x {(HT
ps
HT
30
)/HT
ps
}=
(6x85) x {(36 30)/36} = 80 ml
Cara lain : EBV = 6X85 = 510 ml
volume RBC pada Ht 36% = 183,6
volume RBC pada Ht 30% = 153
selisih 30,6 = 30,6X3 = 91 ml
Mual + muntah + gangguan intake dehidrasi +
gangguan elektrolit nilai derajat dehidrasikoreksi





Problem List preOp
Problem List durante Op

Mudah terjadi hipotermi metabolisme obat
terlambat, anak lambat pulih dari pengaruh anestesi,
apneasediakan blanket penghangat, balut pasien
dengan softband, selimuti pasien ( cepat drapping),
semua cairan dihangatkan, AC dimatikan pada saat
induksi dan sesaat mau dibangunkan, atur suhu
ruangan
Awasi jalan nafas pasang precordial
Nilai cairan maintenance ditambah kehilangan akibat
pembedahan ganti cairan dengan kristaloid 8
cc/kg bb nilai urine output perjam harus 1-2 cc/kg
b
Problem List post Op
Nyeri Analgetik NSAID Metamizole dosis 10 mg/kgBB
Infeksi antibiotika empirik sesuai dengan peta kuman
Nutrisi manipulasi operator, usus edema, distensi kemungkinan
peristaltik kembali lambat nilai NGT, peristaltik mulai diet enteral
ASI/PASI
OBAT
Teknik Anestesi
Suction Aktif
Pre Oksigenasi O2 100 % 6 lpm,
Pre medikasi dengan SA 0,1 mg , Midazolam 0,3 mg
fentanyl 15 mcg
Inj. Propofol 10 mg -> sleep non apnea
Rokuronium 4 mg Sleep apnoe
Intubasi dengan ETT no 3,0 cuff, SP ka=ki,, fiksasi
kuat.
FGF : 2-3 x MV
MV : TV x 40 = (6 x 10) x 40 = 144o
FGF = 2880 4320 ml/menitO2 4 l/menit
Maintenance dengan Halothane 0.5 0.75 %, O2 4
l/mnt, manual bagging with jackson reese
HEMODINAMIK
Sebelum Intubasi Setelah Intubasi
DURANTE OP
Durante Operasi 2 jam
HR : 145 178 x/i
TD : 86- 107/ 54-67 mmHg
SpO2 : 98-100 %

Cairan :
Pre op : 100 cc RL
DO : 250 cc RL

Perdarahan :
Kassa : ` 50 cc

Penguapan : 8 cc/kg bb 48 cc/jam
Maintenance : 24 cc/jam




Keadaan Pasca Operasi
B1 : airway: clear, RR : 35-40 x/mnt, SP :
vesikular, ki=ka, ST :-/-, pch (-), retraksi (-),
mottled (-), sianosis (-) Spo2 : 99%
B2 : Akral H/M/K, Pols: 135 x/i reguler,
t/v:kuat/cukup, CRT < 3 sec
B3 : Sens : CM, gerak aktif, menangis lemah
B4 : UOP +, terpasang cateter urine +10 cc
warna kuning
B5 : Abd simetris, peristaltik(+), distensi minimal
NGT (+) warna kuning
B6 : Oedem (-)



Terapi Pasca Operasi
Bed Rest
IVFD NaCl 0,225 % D5% 24 gtt/i micro
Inj Novalgin 60 mg/8 jam iv
Inj. Ceftriaxone 300 mg/12 jam iv
IVFD Metronidazole 120 mg/24 jam
Rencana Pasca Operasi
Cek darah rutin, KGD ad random, elektrolit,
Evaluasi Produksi NGT dan peristaltik diet
Enteral
100 Kcal x 6 Kg = 600 Kcal/24 jam




Terima Kasih