Anda di halaman 1dari 16

TUGAS KULIAH

KIMIA KOLOID DAN PERMUKAAN


(EMULSI)
OLEH
RAFLY
NIM. 1007121485
PROGRAM SARJANA TEKNIK KIMIA
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS RIAU
PEKANARU
2012
I. PENDAHULUAN
Sistem koloid banyak digunakan pada kehidupan sehari-hari, terutama
dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disebabkan sifat karakteristik koloid yang
penting, yaitu dapat digunakan untuk mencampur zat-zat yang tidak dapat saling
melarutkan secara homogen dan bersifat stabil untuk produksi dalam skala
besar.Salah satu sistem koloid yang ada dalam kehidupan sehari hari dan dalam
industri adalah jenis emulsi.
Emulsi merupakan suatu sistem yang tidak stabil, sehinggkan dibutuhkan
zat pengemulsi atau emulgator untuk menstabilkannya sehingga antara zat yang
terdispersi dengan pendispersinnya tidak akan pecah atau keduannya tidak akan
terpisah. Ditinjau dari segi kepolaran, emulsi merupakan campuran cairan polar
dan cairan non polar. Salah satu emulsi yang kita kenal sehari-hari adalah susu, di
mana lemak terdispersi dalam air. Dalam susu terkandung kasein suatu protein
yang berfungsi sebagai zat pengemulsi. eberapa contoh emulsi yang lain adalah
pembuatan es krim, sabun, deterjen, yang menggunakan pengemulsi gelatin.
Dari hal tersebut diatas maka sangatlah penting untuk mempelajari sistem
emulsi karena dengan tahu banyak tentang sistem emulsi ini maka akan lebih
mudah juga untuk mengetahui zat-zat pengemulsi apa saja yang cocok untuk
menstabilkan emulsi selain itu juga dapat diketahui faktor-faktor yang
menentukan stabilnya emulsi tersebut karena selain faktor zat pengemulsi tersebut
juga dipengaruhi gaya sebagai penstabil emulsi.
Sistem emulsi termasuk jenis koloid dengan fase terdispersinya berupa zat
cair namun dalam makalah ini kita hanya akan membahas mengenai sistem emulsi
saja diantaranya dari defenisi emulsi, mekanisme secara kimia dan fisika, teori
dan persamaannya dan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan
industri.
II. ISI
A. P!"#!$%&'" E()*+&
!enurut "# Edisi #$, emulsi adalah sistem dua fase yang salah satu
cairannya terdispersi dalam cairan yang lain, dalam bentuk tetesan kecil. Stabilitas
emulsi dapat dipertahankan dengan penambahan zat yang ketiga yang disebut
dengan emulgator %emulsifying agent&.
Emulsi berasal dari kata emulgeo yang artinya menyerupai milk, 'arna
emulsi adalah putih. (ada abad )$## hanya dikenal emulsi dari biji-bijian yang
mengandung lemak, protein dan air. Emulsi semacam ini disebut emulsi *era atau
emulsi alam, sebagai emulgator dipakai protein yang terdapat dalam biji tersebut.
(ada pertengahan abad ke )$###, ahli farmasi (erancis memperkenalkan
pembuatan emulsi dari oleum oli*arum, oleum anisi dan eugenol oil dengan
menggunakan penambahan gom arab, tragacanth, kuning telur. Emulsi yang
terbentuk karena penambahan emulgator dari luar disebut emulsi spuria atau
emulsi buatan.
Emulsi merupakan jenis koloid dengan fase terdispersinnya berupa fase
cair dengan medium pendispersinya bisa berupa zat padat, cair, ataupun gas.
Emulsi merupakan sediaan yang mengandung dua zat yang tidak dapat
bercampur, biasanya terdiri dari minyak dan air, dimana cairan yang satu
terdispersi menjadi butir-butir kecil dalam cairan yang lain. Dispersi ini tidak
stabil, butir butir ini bergabung %koalesen& dan membentuk dua lapisan yaitu air
dan minyak yang terpisah yang dibantu oleh zat pengemulsi %emulgator& yang
merupakan komponen yang paling penting untuk memperoleh emulsi yang stabil.
+at pengemulsi %emulgator& merupakan komponen yang paling penting agar
memperoleh emulsi yang stabil. +at pengemulsi adalah (,-, tragakan, gelatin,
sapo dan lain-lain. Emulsi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu emulsi *era
%emulsi alam& dan emulsi spuria %emulsi buatan&. Emulsi *era dibuat dari biji atau
buah, dimana terdapat disamping minyak lemak juga emulgator yang biasanya
merupakan zat seperti putih telur %-nief, .///&.
0onsistensi emulsi sangat beragam, mulai dari cairan yang mudah dituang
hingga krim setengah padat. 1mumnya krim minyak dalam air dibuat pada suhu
tinggi, berbentuk cair pada suhu ini, kemudian didinginkan pada suhu kamar, dan
menjadi padat akibat terjadinya solidifikasi fase internal. Dalam hal ini, tidak
diperlukan perbandingan *olume fase internal terhadap *olume fase eksternal
yang tinggi untuk menghasilkan sifat setengah padat, misalnya krim stearat atau
krim pembersih adalah setengah padat dengan fase internal hanya hanya 234.
Sifat setengah padat emulsi air dalam minyak, biasanya diakibatkan oleh fase
eksternal setengah padat %-nonim, 2553&.
(olimer hidrofilik alam, semisintetik dan sintetik dapat dugunakan
bersama surfakatan pada emulsi minyak dalam air karena akan terakumulasi pada
antar permukaan dan juga meningkatkan kekentalan fase air, sehingga
mengurangi kecepatan pembenrukan agregat tetesan. -gregasi biasanya diikuti
dengan pemisahan emulsi yang relatif cepat menjadi fase yang kaya akan butiran
dan yang miskin akan tetesan. Secara normal kerapatan minyak lebih rendah
daripada kerapatan air, sehingga jika tetesan minyak dan agregat tetesan
meningkat, terbentuk krim. !akin besar agregasi, makin besar ukuran tetesan dan
makin besar pula kecepatan pembentukan krim %-nonim, 2553&.
%http677'''.free'ebs.com7leosyl*i7koloidemulsi.htm&
. K,(-,"!" E()*+&
0omponen dari emulsi dapat digolongkan menjadi . macam yaitu 6
2. 0omponen dasar
-dalah bahan pembentuk emulsi yang harus terdapat didalam emulsi.
8erdiri atas 6
"ase dispers 7 fase internal 7 fase diskontinue
9aitu zat cair yang terbagi- bagi menjadi butiran kecil ke dalam zat cair
lain.
"ase kontinue 7 fase e:ternal 7 fase luar
9aitu zat cair dalam emulsi yang berfungsi sebagai bahan dasar
%pendukung& dari emulsi tersebut.
Emulgator.
-dalah bagian dari emulsi yang berfungsi untuk menstabilkan emulsi.
.. 0omponen tambahan
ahan tambahan yang sering ditambahkan pada emulsi untuk
memperoleh hasil yang lebih baik. !isalnya corrigen saporis, odoris,
colouris, preser*ati*e %penga'et&, anti oksidan.
(reser*ati*e yang digunakan antara lain metil dan propil paraben, asam
benzoat, asam sorbat, fenol, kresol dan klorbutanol, benzalkonium
klorida, fenil merkuri asetas dan lain lain.
-ntioksidan yang digunakan antara lain asam askorbat, ;.tocopherol,
asam sitrat, propil gallat , asam gallat.
.. T&-! E()*+&
erdasarkan macam zat cair yang berfungsi sebagai fase internal ataupun
e:ternal, maka emulsi digolongkan menjadi dua macam yaitu 6
2. Emulsi tipe <7= % oil in 'ater& atau !7- % minyak dalam air&.
-dalah emulsi yang terdiri dari butiran minyak yang tersebar kedalam air.
!inyak sebagai fase internal dan air sebagai fase e:ternal.
.. Emulsi tipe =7< % 'ater in oil & atau -7! % air dalam minyak&
-dalah emulsi yang terdiri dari butiran air yang tersebar kedalam minyak.
-ir sebagai fase internal dan minyak sebagai fase e:ternal.
D. T)/)'" P!('0'&'" E()*+&
Emulsi dibuat untuk diperoleh suatu preparat yang stabil dan rata dari
campuran dua cairan yang saling tidak bisa bercampur. 8ujuan pemakaian emulsi
adalah 6
2. Dipergunakan sebagai obat dalam 7 per oral.
1mumnya emulsi tipe o7'
.. Dipergunakan sebagai obat luar.
isa tipe o7' maupun '7o tergantung banyak faktor misalnya sifat zatnya
atau jenis efek terapi yang dikehendaki.
E. T!,$& T!$/'1&"2' E()*+&
1ntuk mengetahui proses terbentuknya emulsi dikenal > macam teori ,
yang melihat proses terjadinya emulsi dari sudut pandang yang berbeda-beda.
8eori tersebut ialah 6
2. 8eori 8egangan (ermukaan %Surface 8ension&
!olekul memiliki daya tarik menarik antara molekul yang sejenis yang
disebut daya kohesi. Selain itu molekul juga memiliki daya tarik menarik antara
molekul yang tidak sejenis yang disebut daya adhesi. Daya kohesi suatu zat selalu
sama, sehingga pada permukaan suatu zat cair akan terjadi perbedaan tegangan
karena tidak adanya keseim -bangan daya kohesi. 8egangan yang terjadi pada
permukaan tersebut dinamakan tegangan permukaan %surface tension&.
Dengan cara yang sama dapat dijelaskan terjadinya perbedaan tegangan
bidang batas dua cairan yang tidak dapat bercampur %immicible li?uid&. 8egangan
yang terjadi antara dua cairan tersebut dinamakan tegangan bidang batas
%interfacial tension&.
Semakin tinggi perbedaan tegangan yang terjadi pada bidang
mengakibatkan antara kedua zat cair itu semakin susah untuk bercampur.
8egangan yang terjadi pada air akan bertambah dengan penambahan garam-garam
anorganik atau senya'a elektrolit, tetapi akan berkurang dengan penambahan
senya'a organik tertentu antara lain sabun %sapo&.
Dalam teori ini dikatakan bah'a penambahan emulgator akan menurunkan
menghilangkan tegangan yang terjadi pada bidang batas sehingga antara kedua
zat cair tersebut akan mudah bercampur.
.. 8eori <rientasi entuk aji %<riented =edge&
Setiap molekul emulgator dibagi menjadi dua kelompok yakni 6
0elompok hidrofilik, yaitu bagian dari emulgator yang suka pada air.
0elompok lipofilik , yaitu bagian yang suka pada minyak.
!asing-masing kelompok akan bergabung dengan zat cair yang
disenanginya, kelompok hidrofil kedalam air dan kelompok lipofil kedalam
minyak. Dengan demikian emulgator seolah-olah menjadi tali pengikat antara
air dan minyak. -ntara kedua kelompok tersebut akan membuat suatu
keseimbangan.
Setiap jenis emulgator memiliki harga keseimbangan yang besarnya tidak
sama.Harga keseimbangan itu dikenal dengan istilah H.;.. %Hydrophyl
;ipophyl alance& yaitu angka yang menunjukkan perbandingan antara kelompok
lipofil dengan kelompok hidrofil .
Semakin besar harga H; berarti semakin banyak kelompok yang suka
pada air, itu artinya emulgator tersebut lebih mudah larut dalam air dan demikian
sebaliknya. Dalam tabel diba'ah ini dapat dilihat keguaan suatu emulgator
ditinjau dari harga H;-nya.
H-@,- H; 0 E , 1 A - - A
2 - B -nti foaming agent
> C Emulgator tipe '7o
D 5 ahan pembasah % 'etting agent&
E 2E Emulgator tipe o7'
2B - 23 Detergent
2/ 2E 0elarutan %solubilizing agent&
1ntuk menentukan komposisi campuran emulgator sesuai dengan nilai H;
yang dikehendaki , dapat dilakukan dengan contoh perhitungan seperti tersebut
diba'ah ini.
Fontoh 6
(ada pembuatan 2// ml emulsi tipe o7' diperlukan emulgator dengan harga H;
2.. Sebagai emulgator dipakai campuran Span ./ %H; E,C& dan t'een ./ %H;
2C,D& sebanyak 3 gram. erapa gram masing-masing berat Span ./ dan 8'een ./
G
Ha'ab 6
@umus #
- 4 b I
HLBb HLBa
HLBb x

& %
: 2// 4
4 a I % 2//4 - -4&
0eterangan 6
: I Harga H; yang diminta % H; utuh&
- I Harga H; tinggi
I Harga H; rendah
4 8'een I
C , E D , 2C %
& C , E 2. %

) 2//4 I >.4
2//
>.
) 3 gram I .,2 gram
4 Span I 2// 4 - >. 4 I 3E 4
2//
3E
) 3 gram I .,5 gram
@umus ##.
%
2
: H;
2
& J %
.
: H;
.
& I % campuran : H; campuran&
I erat emulgator
!isalnya berat t'een I )
erat span I 3 )
%) : 2C,D& J %3-)& : E,C I 3 : 2.
2C,D ) J >B E,C ) I C/
E,2) I C/ >B
) I
2 , E
2D
I .,2 gram % t'een&
erat span I 3 .,2 I .,5 gram
Fara menghitung nilai H; dari campuran surfaktan
Fontoh 6
@7 8'een E/ D/4 H; I 23
Span E/ B/4 H; I >,3
(erhitungan 6
Fara #
8'een E/ I
2//
D/
: 23 I 2/,3
Span E/ I
2//
B/
: >,3 I /2,B3
H; Fampuran 22,E3
Fara ##. %Fara -ligatie&
8'een
E/
23 %) >,3& %) >,3& 6 %23 )& I D/ 6 B/ I D 6 B
%) >,3& B I D %23 )&
B) 2B,3 I 2/3 D)
2/) I 22E,3
) I 22,E3
)
Span
E/
>,
3
%23 )&
Hadi H; Fampuran I 22,E3
Ailai H; beberapa surfaktan
+at H; +at H;
8'een ./
8'een >/
8'een E/
8'een C/
8'een E3
8'een C3
2C,D
23,C
23,/
2>,5
22,/
2/,3
Span ./
Span C/
Span E/
-rlacel EB
,om
8rietanolamin
E,C
>,D
>,B
B,D
E,/
2.,/
Ailai H; utuh beberapa zat yang sering dipakai.
Aama +at H; butuh
%type a7m&
H; butuh
%type m7a&
-sam stearat
Setil alcohol
(araffin
$aselin
C
3
3
23
23
2.
2.
Fera alba > 2.

B. 8eori #nterparsial "ilm
8eori ini mengatakan bah'a emulgator akan diserap pada batas antara
air dan minyak, sehingga terbentuk lapisan film yang akan membungkus partikel
fase disper.
Dengan terbungkusnya partikel tersebut maka usaha antara partikel yang
sejenis untuk bergabung menjadi terhalang. Dengan kata lain fase disper menjadi
stabil.
1ntuk memberikan stabilitas maksimum pada emulsi, syarat emulgator
yang dipakai adalah 6
dapat membentuk lapisan film yang kuat tapi lunak
jumlahnya cukup untuk menutup semua permukaan partikel fase-
dispers
dapat membentuk lapisan film dengan cepat dan dapat menutup
semua permukaan partikel dengan segera.
>. 8eori electric double layer % lapisan listrik rangkap&
Hika minyak terdispersi ke dalam air, satu lapis air yang langsung
berhubungan dengan permukaan minyak akan bermuatan sejenis, sedangkan
lapisan berikutnya akan mempunyai muatan yang berla'anan dengan lapisan
didepannya. Dengan demikian seolah-olah tiap partikel minyak dilindungi oleh .
benteng lapisan listrik yang saling berla'anan. enteng tersebut akan menolak
setiap usaha dari partikel minyak yang akan mengadakan penggabungan menjadi
satu molekul yang besar, karena susunan listrik yang menyelubungi setiap partikel
minyak mempunyai susunan yang sama. Dengan demikian antara sesama
partikel akan tolak-menolak , dan stabilitas emulsi akan bertambah.
8erjadinya muatan listrik disebabkan oleh salah satu dari ke tiga cara
diba'ah ini,
terjadinya ionisasi dari molekul pada permukaan partikel
terjadinya absorbsi ion oleh partikel dari cairan disekitarnya.
terjadinya gesekan partikel dengan cairan disekitarnya.

F. .'$' P!(3)'%'" E()*+&
Dikenal B metode dalam pembuatan emulsi, secara singkat dapat
dijelaskan 6
2. !etode gom kering atau metode kontinental.
Dalam metode ini zat pengemulsi %biasanya gom arab& dicampur dengan
minyak terlebih dahulu, kemudian ditambahkan air untuk pembentukan
corpus emulsi, baru diencerkan dengan sisa air yang tersedia.
.. !etode gom basah atau metode #nggris.
+at pengemulsi ditambahkan ke dalam air %zat pengemulsi umumnya larut&
agar membentuk suatu mucilago, kemudian perlahan-lahan minyak
dicampurkan untuk mem-bentuk emulsi, setelah itu baru diencerkan dengan
sisa air.
B. !etode botol atau metode botol forbes.
Digunakan untuk minyak menguap dan zat zat yang bersifat minyak dan
mempunyai *iskositas rendah %kurang kental&. Serbuk gom dimasukkan ke
dalam botol kering, kemudian ditambahkan . bagian air, tutup botol
kemudian campuran tersebut dikocok dengan kuat. 8ambahkan sisa air
sedikit demi sedikit sambil dikocok.
G. A*'%4A*'% D'*'( P!(3)'%'" E()*+&
1ntuk membuat emulsi biasa digunakan 6
2. !ortir dan stamper
!ortir dengan permukaan kasar merupakan mortir pilihan untuk pembuatan
emulsi yang baik.
.. otol
!engocok emulsi dalam botol secara terputus-putus lebih baik daripada
terus menerus, hal tersebut memberi kesempatan pada emulgator untuk
bekerja sebelum pengocokan berikutnya.
B. !i:er, blender
(artikel fase disper dihaluskan dengan cara dimasukkan kedalam ruangan
yang didalamnya terdapat pisau berputar dengan kecepatan tinggi , akibat
putaran pisau tersebut, partikel akan berbentuk kecil-kecil.
>. Homogeniser
Dalam homogenizer dispersi dari kedua cairan terjadi karena campuran
dipaksa melalui saluran lubang kecil dengan tekanan besar.
3. Folloid !ill
8erdiri atas rotor dan stator dengan permukaan penggilingan yang dapat
diatur. Foloid mill digunakan untuk memperoleh derajat dispersi yang
tinggi cairan dalam cairan
H. .'$' M!(3!1'0'" T&-! E()*+&
Dikenal beberapa cara membedakan tipe emulsi yaitu 6
2. Dengan pengenceran fase.
Setiap emulsi dapat diencerkan dengan fase e:ternalnya. Dengan prinsip
tersebut, emulsi tipe o7' dapat diencerkan dengan air sedangkan emulsi tipe
'7o dapat diencerkan dengan minyak.
.. Dengan pengecatan7pemberian 'arna.
+at 'arna akan tersebar rata dalam emulsi apabila zat tersebut larut dalam
fase e:ternal dari emulsi tersebut. !isalnya %dilihat diba'ah mikroskop&
- Emulsi J larutan Sudan ### dapat memberi 'arna merah pada emulsi tipe
'7o, karena sudan ### larut dalam minyak
- Emulsi J larutan metilen blue dapat memberi 'arna biru pada emulsi
tipe o7' karena metilen blue larut dalam air.
B. Dengan kertas saring.
ila emulsi diteteskan pada kertas saring , kertas saring menjadi basah
maka tipe emulsi o7', dan bila timbul noda minyak pada kertas berarti
emulsi tipe '7o.
>. Dengan kondukti*itas listrik
-lat yang dipakai adalah ka'at dan stop kontak, ka'at dengan 0 K 'att
lampu neon L 'att semua dihubung- kan secara seri. ;ampu neon akan
menyala bila elektroda dicelupkan dalam cairan emulsi tipe o7', dan akan
mati dicelupkan pada emulsi tipe '7o
I. K!+%'3&*'" E()*+&
ila dua larutan murni yang tidak saling campur7 larut seperti minyak dan
air, dicampurkan, lalu dikocok kuat-kuat, maka keduanya akan membentuk sistem
dispersi yang disebut emulsi. Secara fisik terlihat seolah-olah salah satu fasa
berada di sebelah dalam fasa yang lainnya. ila proses pengocokkan dihentikan,
maka dengan sangat cepat akan terjadi pemisahan kembali, sehingga kondisi
emulsi yang sesungguhnya muncul dan teramati pada sistem dispersi terjadi dalam
'aktu yang sangat singkat.
0estabilan emulsi ditentukan oleh dua gaya, yaitu6
2. ,aya tarik-menarik yang dikenal dengan gaya ;ondon-$an Der =aals.
,aya ini menyebabkan partikel-partikel koloid berkumpul membentuk
agregat dan mengendap.
.. ,aya tolak-menolak yang disebabkan oleh pertumpang-tindihan lapisan
ganda elektrik yang bermuatan sama. ,aya ini akan menstabilkan dispersi
koloid.
-da beberapa faktor yang mempengaruhi kestabilan emulsi yaitu sebagai
berikut 6
2. 8egangan antarmuka rendah
.. 0ekuatan mekanik dan elastisitas lapisan antarmuka
B. 8olakkan listrik double layer
>. @elatifitas phase pendispersi kecil
3. $iskositas tinggi.
J. P!"!$'-'" D'*'( P!$&+%&5' S!6'$& 1'" I"1)+%$&
2. (enerapan dalam kehidupan sehari-hari
Salah satu contoh penerapan emulsi dalam kehidupan sehari-hari adalah
penggunaan detergen untuk mencuci pakaian, dimana detergen merupakan
suatu emulgator yang akan menstabilkan emulsi minyak %pada kotoran& dan
air. Detergen terdiri dari bagian hidrofobik dan hidrofilik, minyak akan
terikat pada bagian hidrofobik dari detergen sehingga bagian luar dari
minyak akan menjadi hidrofilik secara keseluruhan, sehingga terbentuk
emulsi minyak dan air, dimana kotoran akan terba'a lebih mudah oleh air.
.. (enerapan dalam bidang industri
Dalam bidang industri salah satu sistem emulsi yang digunakan adalah
industri saus salad yang terbuat dari larutan asam cuka dan minyak. Dimana
asam cuka bersifat hidrofilik dan minyak yang bersifat hidrofobik, dengan
mengocok minyak dan cuka. (ada a'alnya akan mengandung butiran
minyak yang terdispersi dalam larutan asam cuka setelah pengocokan
dihentikan, maka butiran-butiran akan bergabung kembali membentuk
partikel yang lebih besar sehingga asam cuka dan minyak akan terpisah lagi.
-gar saus salad ini kembali stabil maka dapat ditambahkan emulagator
misalnya kuning telur yang mengandung lesitin. Sistem koloid ini dikenal
sebagai mayonnaise.
III. SIMPULAN
Emulsi merupakan jenis koloid dengan fase terdispersinnya berupa fase
cair dengan medium pendispersinya bisa berupa zat padat, cair, ataupun gas.
Emulsi merupakan sediaan yang mengandung dua zat yang tidak dapat
bercampur, biasanya terdiri dari minyak dan air, dimana cairan yang satu
terdispersi menjadi butir-butir kecil dalam cairan yang lain. Emulsi dapat
dibedakan menjadi dua macam yaitu emulsi *era %emulsi alam& dan emulsi spuria
%emulsi buatan&. Emulsi *era dibuat dari biji atau buah, dimana terdapat
disamping minyak lemak juga emulgator yang biasanya merupakan zat seperti
putih telur.
Dengan mengetahui sistem emulsi maka kita akan mengetahui sifat sifat
emulsi, stabil atau tidak stabilnya suatu emulsi serta faktor apa yang membuat
emulsi tidak stabil sehingga kita akan dapat menentukan zat pengemulsi untuk
dapat menstabilkannya.Sebagai contoh detergen yang digunakan untuk mencuci
disini detergen berfungsi sebagai emulgator yang dapat menstabilkan emulsi air
dan minyak sehingga minyak dapat mudah lepas dari pakaian.Selain itu dalam
bidang industri contohnya pembuatan saus salad, saus salad dari asam cuka dan
minyak yang a'alnya stabil saat pengocokan namun setelah pengocokan
dihentikan kedua fase akan terpisah lagi sehingga dibutuhkan kuning telur sebagai
emulgator
IV. DAFTAR PUSTAKA
-nief, .///, Ilmu Meracik bat, !eori dan "raktek, ,adjah !ada 1ni*ersity
press, Hogjakarta.
-nonim. .//C. #istem $oloid.
http677sistemkoloid22.blogspot.com7.//C7/>7koloid-emulsi.html. Diakses
pada /E Huni ./2..
http677'''.free'ebs.com7leosyl*i7koloidemulsi.htm. Diakses pada 2/ Huni ./2..
!aisyah. .//E. %mulsi. http677rgmaisyah.'ordpress.com7.//E72.7/B7emulsi7.
Diakses pada /E Huni ./2..