Anda di halaman 1dari 2

anoreksia

+ +
Penurunan kadar insulin
Hiperglikemia
Hormon counter regulatory Insulin
Kekurangan Glukosa di sel
glukagon
Glukoneogenesis
Nitrogen
Lipolisis
Badan keton
(bersifat asam)
Pemecahan
Protein
Kortisol
Katekolamin
Growth
hormone
Napas
keton
takikardi
Penurunan BB
Mual
muntah
Nyeri
abdomen
Kussmauls
breath
Hiperkalemia
K+ keluar sel
vaskuler
Ketidakseimbangan asam-basa
Dehidrasi
HCO3
-
H
2
CO
3
H
+
H
2
O CO
2

Poliuria
Penurunan LOC
Hipotensi haus Kulit kering lethargy
Plasma
bikarbonat <
15 mEq/L
Dari otot lurik
Dari otot polos Peningkatan
BUN
Peningkatan
kreatinin
serum
keton
urine
keton
pH< 7.3
(Asidosis metabolic)
oliguri
Coma diabeticum
H+ banyak di intravaskuler, kelurar ke intrasel
dan mendesak K+
Pada saat tubuh kekurangan insulin, sedangkan kebutuhan tubuh meningkat, atau terjadi peningkatan hormone counterregulatory insulin, terjadi
kekurangan glukosa pada sel, sehingga tubuh merespon dengan proses gluconeogenesis (pembentukan glukosa) dari lemak di jaringan adipose
(lipolysis) dan pemecahan glucagon dan protein baik dari otot polos maupun otot lurik.
Proses gluconeogenesis ini tidak memperbaiki keadaan sel yang kurang energy, karena insulin tidak ada untuk menyampaikan glukosa ke sel,
akibatnya, hiperglikemia pasien bertambah parah(kadar gula darah > 250mg/dl) dan menyebabkan mekanisme osmotic diuresis, di mana
tingginya konsentrasi gula darah menarik cairan dan elektrolit untuk dikeluarkan melalui urine.
Hasil sampingan dari glikokenolisis adalah ureum (hasil dari pemecahan otot polos) dan kreatininn (hasil pemecahan otot lurik) yang
mengakibatkan peningkatan kadar BUN & kreatinin pada hasil lab.
Hasil sampingan dari gluconeogenesis dari lemak adalah beta hidroksibutirat dan asam asetoasetat (yang bersifat asam) atau disebut juga keton.
Hal ini menyebabkan pH darah menurun (<7,3). Pada saat terjadi penurunan pH, ion H+ lari dari cairan ekstraseluler ke intraseluler, H+ juga
berikatan dengan HCO3- untuk membentuk H2CO3 yang akan dikeluarkan dalam bentuk H2O dan CO2 sebagai kompensasi penurunan pH.
Akibatnya, banyak bikarbonat yang digunakan dan menyebabkan penurunan bikarbonat serum hingga < 15 mEq/L. Banyaknya air yang
dikeluarkan dapat menyebabkan pasien mengalami dehidrasi sehingga muncullah tanda dehidrasi pada pasien. Pengeluaran CO2 juga
menyebabkan pasien mengalami pernapasan kussmaul. selain itu, tubuh juga mengeluarkan keton melalui urin dan napas sehingga terdapat
ketonuria dan napas keton. pH asam juga menyebabkan klien mual dan muntah disertai nyeri abdomen. Keadaan mual dan muntah ini
memperparah ketidakseimbangan cairan dan elektrolit yang dialami klien. selain H+, ion K+ juga berpindah. Ion K+ berpindah dari intraselular
ke ekstraseluler, menagkibatkan peningkatan kadar ion potassium serum, dan jika terus menerus terjadi dapat menyebabkan gangguan ritme
jantung.
Keseluruhan mekanismen ini (dehidrasi, ketidak seimbangan asam basa meliputi ketosis dan asidosis) dapat menyebabkan klien mengalami
coma diabeticum jika tidak ditangani segera.