Anda di halaman 1dari 6

2.

Energi Ikat Kristal Gas Mulia



Energi kohesi dari sebuah kristal didefinisikan sebagai energi yang harus diberikan kepada
kristal untuk memisahkan komponen-komponenya menjadi atom-atom bebas yang netral pada
keadaan diam dan pada jarak tak hingga. Untuk kristal-kristal yang bersifat ionik, lazim
digunakan istilah : Energi Lattice, yang didefinisikan sebagai energi yang harus diberikan pada
Kristal untuk memisahkan komponen-komponennya menjadi ion-ion bebas pada keadaan diam
dan pada jarak tak hingga.

Ikatan Van Der Waals biasanya terjadi pada golongan gas mulia VIII A yaitu Ne, Ar, Kr, Xe, Rn.
Untuk bentuk-bentuk gas atom mulia, jika suhunya diturunkan maka perilakunya berubah dari
gas menjadi padatan yang memiliki ikatan yang disebabkan oleh momen dipol magnet. Energi
kisi terjadi bila gaya kompresi dengan gaya tegangan tali dalam keadaan setimbang sama dengan
nol.


Osilator Harmonis
Perhatikan gambar di bawah ini:
Osilator Harmonis I Osilator Harmonis II


Muatan listrik atau pegas hanya merupakan model.
Panjang x1 dan x 2 tidak harus selalu sama, tapi boleh sama.
Hamiltonian = Operator Energi total ( E k + E p )

Hamiltonian Untuk Sistem Sebelum Berinteraksi
2 2
2 2 1 2
0 1 2
1 1
2 2 2 2
CX CX
m m
P P
H = + + + C=Konstanta pegas
2
1 2 1
0 X dan X R X = pada saat sebelum berinteraksi
belum ada interaksi momen dipole
2 2 2 2 2
1 2
1 3
1 2 2 1
2
e X X e e e e
R R X X R X R X R
H + ~
+

Total : H = H 0 + H1 (1)
Kita ketahui
1 2
1
1 2
2
1
( )
2
1
( )
2
1
( )
2
1
( )
2
s
s a
a
s a
X X X
X X X
X X X
X X X
= +
= +
=
=
(2)
1 2
1
1 2
2
1
( )
2
1
( )
2
1
( )
2
1
( )
2
s
S a
a
S a
P P P
P P P
P P P
P P P
= +
= +
=
=
(3)
Dari persamaan (1) kita peroleh:

0 1
H = H + H
2 2 2
2 2 1 2 1 2
1 2 3
1 1
2
2 2 2 2
e X X
CX CX
m m R
P P
H = + + + (4)


Konstanta pegas 1 dan 2 dianggap sama karena atomnya sama / identik. Kemudian kita
substitusikan persamaan (2) dan (3) ke persamaan (1), sehingga didapatkan:

2 2 2 2
2 2
3 3
1 1
( 2 ) ( 2 )
2 2 2 2
s a
s a
e e
C X C X
m R m R
P P
H = + + + +
Berdasarkan mekanika kuantum kita katahui frekuensi sudut simetrik dan asimetrik adalah:

2 2
3 3
2 2
,
s a
e e
C C
R R
m m
e e
+
= = karena
0
C
m
e = maka:

0 0
1
2
2
e e = diperoleh dari setiap osilasi
0 0
1
2
E e =
Jika 2 osilasi maka diperoleh
0 0
1
2
2
e e =
Energi sistem pada
1
0 ( )
2
s a
T K e e = =
0
C
m
e =
2
2
0 0 3
2
2
0
6
1 2
8
2
8
akhir
e
U U U
CR
A e
U A
R C
e
e
(
| |
( A = =
|
( \ .

| |
A = ~ =
|
\ .







Gaya Repulsif
Jika dua buah atom secara bersama saling tumpang tindih sehingga mengubah energi
elektrostatik sistem. Pada bagian yang sempit, energi yang tumpang tindih ini adalah repulsif,
sedang pada bagian yang lebar mengakibatkan prinsip larangan Pauli. Pernyataan yang
mendasari prinsip ini adalah dua buah electron tidak boleh mempunyai seperangkat bilangan
kuantum yang sama. Ketika distribusi muatan dari dua buah atom saling tumpang tindih,
sehingga terjadi kecenderungan untuk elektron pada atom B untuk menempati bagian daerah dari
atom A yang telah di tempati sebelumnya oleh elektron dari atom A dan begitu pula sebaliknya.



Energi dari interaksi tolak-menolak ( tolak-menolak hanya terjadi pada atom-atom yang
berdekatan) ditulis dengan persamaan :
12
B
U
R
= diperoleh secara empiric (1)
B=Konstanta

12 6
6 12
4 .......................... 4 ; 4 A B
R R
t t
e t t

| | | |
= e = e = e
`
| |
\ . \ .

)

t = parameter dari percobaan
Contoh lain dari persamaan (1) :

exp
R
U

| |
=
|
\ .
rentang interaksi

Ut (R) = Energi Potensial Lennard-Jones
Jika ada N buah atom, maka U t (R) :
( ) ( )
12 6
1
4
2
t
U R N
R R
t t

| | | |
= e
`
| |
\ . \ .

)

ij ij
j
P PR =


ij
R = Jarak dari atom I ke atom j
R = Jarak dari atom tetangga yang terdekat

11
12
13
1
2
3
ij ij
j
R R
R R
R R
R R
=
=
=
=


Konstanta Kesetimbangan Kisi
( )
12 6
1
4
2
t
j j
ij ij
U N
R R
t t

| |
(
| | | |
|
(
= e
| |
| |
|
(
\ . \ .

\ .




Untuk FCC
12
12.13188
ij
ij


=

;
6
14.45392
ij
ij


=


Untuk HCP
12
12.13229
ij
ij


=

;
6
14.45481
ij
ij


=


Untuk Titik equilibrium:
( )
0
t
dU R
dR
= dengan F= gaya antar dua atom
Dari persamaan 2 diperoleh:
( )
( )( ) ( )( )
12 6
13 7
0 0
2 12 12.13 6 14.45
t
dU R
N
dR R R
t t
( | | | |
= e
( | |
(
\ . \ .
(2)
6
0 7
0 0
14.45 1
24.26 1.09
R R
R R
t t | | | |
= = =
| |
\ . \ .

0
1.09
R
t
= berlaku pada titik equilibrium
R= jarak dekat
Untuk: Ne Ar Kr Xe
1.14 1.11 1.10 1.09

Energi Kohesi pad suhu 0 K
( ) ( ) ( )
12 6
0 0
2 12.13 14.45
t
U R N
R R
t t
(
| | | |
( = e
| |
(
\ . \ .


Untuk
0
1.09
R
t
= , maka:
( ) ( )( ) ( )( )
12 5
0
2 12.13 1.09 14.45 1.09
t
U R N

(
= e


( )( ) 2.15 4N = e Energi kohesi pada 0K