Anda di halaman 1dari 14

http://dedysetyo.

net/category/tutorial/cloud-computing/owncloud/
http://issuu.com/peterpixel/docs/introduction_to_good_usability/7?e=0/5366648
http://guidelines.usability.gov/
http://www.lawatek.com/2014/02/24/kumpulan-ebook-tentang-ui-dan-ux-design-gratis/
http://www.lawatek.com/2014/05/22/tutorial-membuat-aplikasi-android-bahasa-indonesia-dari-
im2-indosat/

Perancangan Antarmuka untuk Interaksi Manusia & Komputer
Penerbit : INFORMATIKA
Penulis : Teddy Marcus Zakaria
Agus Prijono
Tebal Buku : 390 Halaman
Kategori : Buku Teks Komputer / Pengantar Informatika
Berat Buku : 0.54 Kg
Harga
: Rp 55.000

Software Engineering Rekayasa Perangkat Lunak Jl. 1
Edisi 6
IAN SOMMERVILLE
Penerbit Erlangga
http://books.google.co.id/books?id=xf6iNkOocU8C&pg=PA310&lpg=PA310&dq=buku+user+interfac
e&source=bl&ots=QUCNG0sw22&sig=TLK8JT6wMe_gNt0Bp0VHgJKIAh4&hl=id&sa=X&ei=GWOKU5z
kFoi5uATZjYDABQ&ved=0CGoQ6AEwDg#v=onepage&q=buku%20user%20interface&f=false


Design Pattern for User Interface
Hai para pembaca blogger, pada kesempatan kali ini saya akan membuat sebuah ringkasan
mengenai sebuah buku yang berjudul Designing Interface : Patterns for Effective Interaction Design
by Jenifer Tidwell.Buku ini diterbitkan oleh O'Reilly' Media pada tahun 2005.

REKOMENDASI BUKU UNTUK DESAIN GUI
Selasa, Januari 31, 2012 Ebook No comments
Inilah beberapa buku yang dapat kita jadikan sebagai referensi pembuatan GUI:


1. The Design of Everyday Things oleh Donald A Norman


Buku teks yang menghibur dan mencerahkan ini mengeksplorasi kelemahan desain dari
benda-benda umum - dari oven microwave dan jam tangan digital sampai pintu dan kran air.
Meskipun tidak secara khusus merupakan buku GUI, banyak konsep yang disajikan berkaitan
dengan desain perangkat lunak yang efektif. Dijamin Anda tertawa terbahak-bahak
setidaknya sekali, saat membaca buku ini. Buku memberikan Anda perspektif yang sama
sekali berbeda dari umum mengenai benda sehari-hari.









2. About Face: The Essentials of User Interface Design oleh Alan Cooper



Menurut Alan Cooper, kita harus berhenti menyalahkan end-user untuk masalah kegunaan
perangkat lunak. Daripada membangun perangkat lunak untuk ahli komputer, tujuan kita
harus membangun "Ahli" GUI. Selain perspektif filosofis pada desain GUI, "About Face"
juga menyediakan beberapa bab pembahasan dan pedoman desain praktis.










3. The Inmates are Running the Asylum oleh Alan Cooper


Haruskah programmer diijinkan untuk desain GUI? Alan Cooper menanyakan beberapa
pertanyaan sulit dan berpotensi memalukan tentang perbedaan perspektif antara programmer
dan pengguna. Membangun banyak tema-tema yang ditemukan dalam "About Face", buku
ini menawarkan lebih banyak mutiara hikmah dari salah satu yang paling berpengaruh - dan
sering kontroversial - ahli desain GUI.









4. Designing for the User with OVID oleh Dave Roberts, dkk


Sebuah panduan praktis untuk siapapun yang tertarik dalam menerapkan metode berorientasi
obyek untuk desain GUI. Menekankan pendekatan iteratif, buku ini juga memberikan
gambaran yang bermanfaat dari proses desain GUI keseluruhan - dari persyaratan-berkumpul
untuk evaluasi desain akhir. Sebuah contoh desain langkah-demi-langkah disajikan sehingga
pembaca dapat melihat bagaimana teknik OOD yang disajikan dapat diterapkan untuk
aplikasi dunia nyata.







5. The Elements of User Interface Design oleh Theo Mandel


Sebuah pengantar pemikiran dan benar-benar dibaca untuk konsep desain GUI mendasar.
Jika Anda baru untuk teori desain GUI, buku ini sesuai sebagai pengenalan yang sempurna.














6. . Tog on Interface oleh Bruce Tognazzini


Seorang perancang kunci dari tim desain Apple Macintosh asli GUI, Bruce Tognazzini,
menyajikan dan mencerahkan sekilas dalam perspektif desain yang unik. Perlu dicatat bahwa
banyak artikel awalnya ditulis untuk jurnal pengembang perangkat lunak Apple. Oleh karena
itu, beberapa bagian cenderung sedikit Mac-sentris dalam fokus mereka. Namun, prinsip-
prinsip yang mendasarinya sangat kokoh, dan dapat diterapkan untuk setiap aplikasi GUI dan
platform.







7. The Essential Guide to User Interface Design oleh Wilbert O. Galitz


Sebuah desain GUI yang komprehensif disertai banyak panduan dengan contoh-contoh
praktis. Nilai tertentu adalah "sebelum dan sesudah" menangkap layar menunjukkan prinsip-
prinsip kunci dalam tindakan. Jika Anda mencari pedoman padat praktis yang dapat Anda
gunakan sebagai dasar untuk styleguide Anda sendiri atau GUI dokumen standar, buku ini
adalah pilihan ideal.









8. Designing the User Interface oleh Ben Shneiderman


Salah satu buku yang paling dihormati dan sering dikutip pada prinsip-prinsip dasar desain
GUI. Ditulis dalam gaya buku teks, buku ini memakai referensi dan makalah studi penelitian
yang tak terhitung jumlahnya. Meskipun beberapa mungkin merasa gaya buku ini terlalu
akademis, dan lebih suka yang lebih "how-to", hand-ons materi, buku ini tetap menjadi salah
satu teks otoritatif tentang masalah teori GUI.









9. GUI Design Essentials oleh Susan Weinschenk, dkk


Sebuah buku praktis menguraikan proses langkah-demi-langkah desain GUI. Beberapa
sumber daya yang berguna termasuk: pedoman, checklist, dan template - termasuk template
User Interface Design Document template. Topik lainnya termasuk pengujian kegunaan,
standar dan pedoman GUI, pertimbangan desain web, dan banyak lagi.










10. Usability Engineering oleh Jakob Nielsen


Dari salah satu pemimpin terkemuka dari desain interaksi, buku ini memberikan saran-saran
praktis tentang beberapa topik. Bagian yang berguna dapat ditemukan pada kegunaan metode
murah dan efektif yang dapat diadopsi oleh perusahaan-perusahaan kecil, serta bagian tentang
mempersiapkan tes kegunaan. Sebuah, pengantar padat mengenai rekayasa kegunaan.









11. User and Task Analysis for Interface Design oleh J. Hackos dan J. Redish


Dalam rangka membangun user interface yang efektif, kita jelas harus memahami pengguna,
tujuan mereka, dan persyaratan tugas. Buku ini dikhususkan untuk analisis tugas - proses
sepenuhnya memahami tujuan dari sistem kita merancang. Sarat dengan contoh-contoh
praktis dan studi kasus, buku ini merupakan sumber tak ternilai bagi setiap desainer GUI.
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook



User Interface Design
Posted by: Bawes in Software Engineering
Kali kita bahas yang lebih seriusan dikit yah.
Tentang User Interface Design, apakah itu? User Interface Design itu memberikan suatu bentuk
komunikasi antara penguna (user) dengan komputer. Bagaimana pengguna berinteraksi dengan komputer
dengan menggunakan tampilan antar muka yang ada di layar komputer. Hal ini sangat penting karena
akan berpengaruh pada user untuk mengunakan atau berkomunikasi dengan komputer. Bilamana suatu
program susah untuk digunakan, maka hal ini akan memaksa user untuk melakukan suatu kesalahan saat
mengunakan program tersebut.
Tiga hal perlu di perhatikan
Dalam bukunya Interface Design, Theo Mandel menyebutkan tiga hal penting yaitu :
1.Tempatkan user sebagai kontrol
2.Mudahkan user untuk mengingat
3.Konsistensi antar muka
Ke tiga hal tersebut di atas adalah dasar untuk membuat suatu desain antar muka yang sangat prinsip,
sehingga dapat digunakan sebagai panduan untuk membuat desain aplikasi/program.
Kita bahas yuk satu-satu tentang hal tersebut di atas
1.Tempatkan user sebagai kontrol
Beberapa yang perlu dilakukan antara lain:
o Definisikan interaksi yang tidak memaksa user untuk melakukan suatu aksi yang tidak perlu
o Mendukung flexibilitas untuk berinteraksi
o Memperbolehkan user untuk melakukan penghentian suatu aksi
o Adanya interaksi secara langsung terkait dengan kemampuan user untuk mengatur bentuk interaksi sesuai
dengan kebutuhannya
o Sembunyikan interaksi yang berbau hal-hal teknis dari user biasa
o Buatlah desain yang dapat berinteraksi langsung dengan obyek yang ada di layar monitor
2.Mudahkan user untuk mengingat
Hal-hal berikut untuk membantu user mengingat :
o Gunakan hal-hal yang berarti secara standar
o Definisikan suatu shortcut yang intuitif
o Adanya visualisasi yang berdasarkan pada kondisi lapangan
3.Konsistensi antar muka
Bagaimana membuat antar muda yang konsisten :
o Jagalah konsistensi di antara beberapa aplikasi/program yang sejenis
o Bila suatu model desain antar muka pada aplikasi sebelumnya tidak bermasalah, janganlah melakukan
perubahan kecuali user mengeluhkannya
Beberapa hal prinsip lainnya yang dapat digunakan saat melakukan desain user interface, menurut Ian
Sommervile (SE 6th, hal 330) yaitu:

Model untuk mendesain Interface
Ada empat perbedaan model saat melakukan desain user interface, antara lain :
1. Design model, yang dibuat oleh seorang software engineer
2. User model, oleh seorang human engineer
3. System perseption, suatu persepsi dari pengguna terhadap aplikasi yang sedang dikembangkan
4. System image, pada saat implementasi suatu sistem
Untuk mengembangkan suatu user interface yang efektif, hendaknya memahami pengguna aplikasi,
seperti umur, jenis kelamin, kemampuan fisik, pendidikan, latar belakang budaya, motivasi, tujuan yang
hendak dicapai saat menggunakan aplikasi tsb, dan terakhir karakteristik dari pengguna itu sendiri.
Nah selanjutnya untuk proses mendesain suatu user interface, antara lain :
1.Analisa user, tugas dan lingkungan
2.Desain antara muka (interface design)
3.Implementasi antar muka (interface construction)
4.Adanya evaluasi atau validasi terhadap antar muka (interface validation)

Gambar Proses mendesain user interface (Roger Pressman)
Gambar spiral di atas (keliatan kan gambarnya :D) menunjukkan bahwa proses untuk mendesain user
interface ini dapat terjadi berulang kali.
Analisa user, tugas dan lingkungan
Hal yang paling penting dalam mendesain adalah melakukan defisi pada obyek dan aksi apa yang akan
dilakukan pada desain tersebut. Sekali suatu obyek dan aksi telah didefinisikan maka dapat di kategorikan
dalam berbagai tipe. Target, sumber dan obyek aplikasi juga telah di identifikasi. Bila suatu obyek sumber
(mis. icon laporan) di drag dan di letakkan pada obyek target (mis. icon printer), maka obyek aplikas akan
mengindentifikasi untuk melakukan perintah mencetak atas obyek sumber.
Desain antar muka
Ada empat isu terkait dengan desain user interface yaitu :
1.waktu respon dari sistem,
2.fasilitas bantuan untuk user,
3.penanganan informasi error, dan
4.penulisan perintah komputer
Waktu respon dari sistem, merupakan hal yang paling utama dan sering terjadi saat membuat aplikasi
yang interaktif. Waktu respon ini memiliki dua karakteristik penting yaitu: panjangnya waktu dan variasi
waktu.
Saat ini hampir pada setiap user membutuhkan bantuan pada seketika mereka mengalami kendala
mengoperasikan aplikasi. Ada dua tipe fasilitas bantuan, yaitu integrated dan add-on. Pada fasilitas
bantuan integrated didesain pada aplikasi dari awal dikembangkan. Untuk fasilitas bantuan add-on di
berikan ketika suatu aplikasi telah selesai di buat.
Penanganan informasi error dan peringatan merupakan hal buruk yang harus di sampaikan kepada user
bilamana suatu aplikasi mengalami sesuatu yang tidak normal. Pada kondisi yang paling buruk, bila pesan
error dan peringatan tersebut menimbulkan kesalahfahaman informasi sehingga semakin membuat user
menjadi frustasi dalam menggunakan aplikas tersebut. Pada dasarnya setiap pesan error atau peringatan
yang hendak dibuat seharusnya mengikuti beberapa karakteristik berikut :
Pesan di berikan untuk menerangkan masalah dalam istilah yang mudah dimengerti oleh user
Pesan hendaknya mengandung petunjuk untuk melakukan pemulihan dari suatu error
Suatu pesan hendaknya tidak mengandung suatu penilaian yang menyalahakan user
Penulisan perintah merupakan hal yang umum sebagai bentuk interaksi antara user dan sistem, tetapi
saat ini untuk yang berbasiskan pada window, tunjuk dan pilih pada suatu interface telah mengurangi
penulisan perintah pada komputer.
Implementasi antar muka
Ketika suatu desain antar muka telah di buat, maka langkah berikutnya adalah menerapkan user interface
tersebut pada program sebagai suatu prototipe. Untuk mendukung kegiatan tersebut telah di sediakan
suatu tools yang disebut UIDS (user interface development systems), dimana tools tersebut dapat
membuat komponen-komponen untuk membuat suatu window, menu, pesan error, perintah dan masih
banyak lagi elemen lainnya dalam lingkungan yang interaktif.
Evaluasi Desain
Begitu suatu prototipe user interface dibuat, hal tersebut harus di evaluasi untuk menentukan apakah
sudah memenuhi kebutuhan user atau tidak. Evaluasi user interface dapat dilihat pada gambar di bawah
ini.

Gambar Evaluasi User Interface (Roger Pressman)
Setelah adanya desain pendahuluan, kemudian membuat suatu prototipe user interface. Prototipe ini akan
di evaluasi oleh user dimana hasil evaluasinya nanti akan di pelajari kembali oleh desainer. Selanjutnya
kembali desainer akan memperbaiki dan membuat prototipe user interface baru dan akan di evaluasi
kembali oleh user. Demikian berulang kali hingga di user interface sudah memenuhi kebutuhan user.
Gitu dulu dehkayaknya udah pada ngantuk nih.


http://books.google.co.id/books?id=xf6iNkOocU8C&pg=PA310&lpg=PA310&dq=buku+user+interfac
e&source=bl&ots=QUCNG0sw22&sig=TLK8JT6wMe_gNt0Bp0VHgJKIAh4&hl=id&sa=X&ei=GWOKU5z
kFoi5uATZjYDABQ&ved=0CGoQ6AEwDg#v=onepage&q=buku%20user%20interface&f=false

8 Aturan Emas Desain User Interface
Menurut kamu, hal apa saja sih yang membuat orang suka dan betah mengunjungi
suatu halaman website? Selain info-info menarik yang bisa didapatkan, tentunya
tampilan website tersebut juga akan mempengaruhi daya tarik kita sebagai pengunjung.
Nah, tampilan ini lah yang disebut dengan user interface. Semakin bagus desain
interface nya, maka sudah pasti website tersebut pun akan mampu menarik perhatian
banyak pengunjung.

Bagaimana sih caranya merancang user interface agar menjadi lebih menarik?

Nah, kali ini saya akan membahas mengenai petunjuk dasar yang bisa kita ikuti untuk
merancang user interface dengan baik. Dalam bukunya yang berjudul"Designing The
User Interface", Ben Shneiderman merumuskan delapan aturan dasar yang dapat
membantu dalam merancang desain interface, yang biasa disebut sebagai Eight Golden
Rules of Interface Design.



Kedelapan aturan emas tersebut antara
lain:
1. Konsistensi
Dilakukan pada urutan perintah, istilah pada menu, dan tindakan. Sehingga ketika kita
membuka website hari ini atau pun besok, urutan-urutan yang akan kita lalui tetap
sama. Misalnya ketika kita ingin log in di facebook, maka kita harus selalu log in dengan
mengisi e-mail dan password terlebih dahulu.

2. Memungkinkan pengguna untuk menggunakan shortcut
Ada kebutuhan dari pengguna yang sudah ahli untuk meningkatkan kecepatan interaksi,
sehingga diperlukan singkatan, tombol fungsi, simbol-simbol, perintah tersembunyi, dan
fasilitas makro.

3. Memberikan umpan balik yang informatif
Untuk setiap tindakan operator, sebaiknya disertakan suatu sistem umpan balik. Untuk
tindakan yang sering dilakukan dan tidak terlalu penting, dapat diberikan umpan balik
yang sederhana. Tetapi ketika tindakan merupakan hal yang penting, maka umpan balik
sebaiknya lebih substansial. Misalnya muncul suatu suara ketika salah menekan tombol
pada waktu input data atau muncul pesan kesalahannya.

4. Merancang dialog untuk menghasilkan suatu penutupan
Urutan tindakan sebaiknya diorganisir dalam suatu kelompok dengan bagian pembuka,
isi, dan penutup. Umpan balik yang informatif akan meberikan indikasi bahwa cara yang
dilakukan sudah benar dan dapat mempersiapkan kelompok tindakan berikutnya.

5. Memberikan penanganan kesalahan yang sederhana
Sedapat mungkin sistem dirancang sehingga pengguna tidak dapat melakukan
kesalahan fatal. Jika kesalahan terjadi, sistem dapat mendeteksi kesalahan dengan
cepat dan memberikan mekanisme yang sedehana dan mudah dipahami untuk
penanganan kesalahan.

6 Mudah kembali ke tindakan sebelumnya
Suatu sistem dirancang sehingga jika pengguna mengalami kesalahan maka si pengguna
dapat kembali keadaan sebelumnya. Hal ini dapat mengurangi kekuatiran pengguna
karena pengguna mengetahui kesalahan yang dilakukan dapat dibatalkan, sehingga
pengguna tidak takut untuk mengekplorasi pilihan-pilihan lain yang belum biasa
digunakan.

7. Mendukung tempat pengendali internal (internal locus of control)
Pengguna ingin menjadi pengontrol sistem dan sistem akan merespon tindakan yang
dilakukan pengguna daripada pengguna merasa bahwa sistem mengontrol pengguna.
Sebaiknya sistem dirancang sedemikan rupa sehingga pengguna menjadi inisiator
daripada responden.

8. Mengurangi beban ingatan jangka pendek
Dengan tampilan yang sederhana dan menarik dapat membantu si pengguna sehingga
tidak perlu mengingat terlalu banyak perintah, dan juga dapat menghindari terjadinya
kebingungan pada pengguna.